Anda di halaman 1dari 24

Engine

Motor Bakar
Tujuan Instruksional Umum :
Peserta training dapat mengetahui dengan jelas apa yang dimaksud dengan motor
bakar.
Tujuan Instruksional Khusus :
1. Peserta training dapat menjelaskan sistem pada motor bensin 4 tak dan 2 tak.
2. Peserta training dapat menjelaskan sistem pada motor diesel 4 tak dan 2 tak.
3. Peserta training dapat menjelaskan secara umum perbedaan antara motor
bakar bensin dan motor bakar diesel.
4. Peserta training dapat menjelaskan apa yang dimaksud dengan rotary engine.

Waktu

Alat bantu

1.
2.
3.
4.

240 menit

OHP
Transparant
Alat peraga rotary engine
Papan tulis dan kelengkapannya

Kepustakaan
1. Automotive Mechanic
2. Training Material Toyota Step I

MATERI BASIC OTOMOTIF


SMK NEGERI 39 JAKARTA

Struktur materi
Motor bakar

Motor bensin
Motor diesel
Mekanisme katup
Metode
menggerakkan katup

Komponen
mekanisme katup

Valve timing
diagram

Celah katup
Hidrolic valve lifeter

Motor rotary

MATERI BASIC OTOMOTIF


SMK NEGERI 39 JAKARTA

Instruktur Guidance
Tahapan Mengajar

Metode

Alat bantu

Waktu
5 menit

1. Mentality
2. Motivasi
1.1 Apa yang dimaksud dengan
motor bakar ?

5 menit

3. Elaborasi
Instruktur menjelaskan :
3.1 Pengertian motor bakar
3.2 Motor bensin
3.3 Motor diesel
3.4 Mekanisme katup
3.5 Metode menggerakkan katup
3.6 Komponen mekanisme katup
3.7 Valve timing diagram
3.8 Celah katup
3.9 Hidrolic valve lifter
3.10Motor Rotary

Ceramah
Ceramah
Ceramah
Ceramah
Ceramah
Ceramah
Ceramah
Ceramah
Ceramah
Ceramah

Transparant
Transparant
Transparant
Transparant
Transparant
Transparant
Transparant
Transparant
Transparant
Transparant

15 menit
45 menit
60 menit
30 menit
15 menit
30 menit
20 menit
10 menit
15 menit
30 menit

4. Konsolidasi
Memberikan kesempatan tanya
5. Evaluasi

MATERI BASIC OTOMOTIF


SMK NEGERI 39 JAKARTA

20 menit
Soal

60 menit

Test kompetensi
1. Sebutkan definisi motor bakar ?
2. Jelaskan bagaimana terjadinya energi panas ?
3. Sebutkan jenis-jenis motor bakar ?
4. Jelaskan prinsip kerja motor bakar bensin 4 tak dan 2 tak ?
5. Jelaskan 5 perbedaan motor bensin dan motor diesel ?
6. Hal-hal apa saja yang mempengaruhi kemampuan mesin, sebutkan ?
7. Diketahui diameter silinder 91 mm, langkah piston 104 mm, jumlah silinder 4,
volume ruang bakar 1/20 volume langkah, berapa total displacement dan
perbandingan kompresinya ?
8. Sebutkan type mekanisme katup ?
9. Sebutkan metode menggerakkan katup ?
10. Sebutkan komponen-komponen mekanisme katup ?
11. Apa yang dimaksud dengan :
a. Mekanisme katup
b. Katup melayang
c. Katup macet
d. Diagram katup
e. Celah katup
f. Valve overlaping
12. Kapan valve overlap terjadi ?

MATERI BASIC OTOMOTIF


SMK NEGERI 39 JAKARTA

MOTOR BAKAR

Definisi motor bakar :


Suatu mekanisme / konstruksi mesin yang merubah energi panas menjadi
energi mekanis
Bagaimana dapat terjadinya energi panas :
Terjadinya energi panas karena adanya proses pembakaran, adanya bahan
bakar, udara dan adanya suatu sistem pengapian.
Bagaimana dapat terjadinya perubahan energi panas menjadi energi mekanik :
Dengan adanya suatu konstruksi mesin sehingga memungkinkan terjadinya
siklus kerja mesin untuk usaha dan tenaga dorong dari hasil ledakan
pembakaran diubah oleh konstruksi mesin menjadi energi mekanik atau tenaga
penggerak.

Jenis Motor Bakar


1. Motor pembakaran luar (External combustion chamber)
Motor pembakaran luar adalah suatu motor bakar dimana proses pembakaran
atau perubahan energi panas dilakukan diluar dari mekanisme / kontruksi
mesin. Dari ruang pembakaran energi panas tersebut dialirkan ke kontruksi
mesin melalui media penghubung lagi .
Contohnya :
- Mesin uap / turbin uap
- Mesin nuklir / turbin nuklir.
2. Motor pembakaran dalam (Internal combustion chamber)
Motor pembakaran dalam suatu motor bakar dimana proses pembakaran atau
perubahan energi panas di mana dilakukan di dalam kontruksi mesin itu
sendiri dan tempat terjadinya proses pembakaran itu disebut ruang bakar
( combustion chamber ).
Contohnya :
- Motor bensin
- Motor diesel
- Mesin Jet
Prinsip kerja, motor bakar dalam melakukan siklus kerjanya dibagi menjadi :
A. Prinsip kerja motor 4 tak
B. Prinsip kerja motor 2 tak

MATERI BASIC OTOMOTIF


SMK NEGERI 39 JAKARTA

A. Prinsip kerja motor 4 tak


Dimana setiap dua kali putaran poros engkol atau empat kali gerakan turun
dan naik piston menghasilkan satu kali langkah usaha.
B. Prinsip kerja motor 2 tak
Dimana setiap satu kali putaran poros engkol atau dua kali gerakan turun dan
naik piston menghasilkan satu kali langkah.
MOTOR BAKAR BENSIN (MOTOR BENSIN)
Langkah kerja motor bakar bensin 4 tak
1. Langkah Hisap
- Piston bergerak dari TMA ke TMB
- Katup hisap membuka
- Karena piston bergerak ke bawah maka
di
dalam
ruang
silinder
timbul
kevacuman sehingga campuran antara
udara dan bensin terhisap masuk ke
dalam silinder.

2. Langkah Kompresi
- Akhir dari langkah hisap
- Piston bergerak dari TMB ke TMA
- Kedua katup menutup
- Karena piston bergerak ke atas maka
campuran udara dan bahan bakar yang
berada di dalam silinder tertekan ke
atas dan ditempatkan di dalam ruang
bakar
3. Langkah Usaha
MATERI BASIC OTOMOTIF
SMK NEGERI 39 JAKARTA

- Akhir dari langkah kompresi


- Sesaat piston belum mencapai TMA
busi memercikan bunga api listrik ke
dalam ruang bakar, sehingga campuran
udara dan bensin yang sudah dipampatkan akan terbakar dan akan menimbulkan
tenaga gerak atau mekanik.

4. Langkah buang
- Akhir dari langkah usaha
- Piston bergerak dari TMB ke TMA
- Karena piston bergerak keatas maka
gas hasil pembakaran di dalam silinder
akan terdorong ke luar melalui katup
buang.

Catatan :
Pada saat akhir langkah buang dan awal langkah hisap kedua katup akan
membuka sedikit (valve over lap) yang berfungsi sebagai langkah pembilasan
(campuran udara bahan bakar baru mendorong gas sisa hasil pembakaran)
Langkah kerja motor bakar bensin 2 tak.
1. Langkah kompresi dan langkah hisap.
MATERI BASIC OTOMOTIF
SMK NEGERI 39 JAKARTA

- Torak bergerak dari TMB ke TMA


- Pada saat saluran pembiasan tertutup
mulai dilakukan Langkah kompresi
- Pada saat saluran hisap membuka
maka
campuran udara dan bensin
akan masuk ke dalam ruang poros
engkol

2. Langkah usaha dan buang


Sebelum piston mencapai TMA,busi akan
memercikan bunga api listrik sehingga
campuran udara dan bahan bakar akan
terbakar dan menyebabkan timbulnya
daya dorong, sehingga piston akan
bergerak dari TMA ke TMB.
Sesaat saluran hisap tertutup dan saluran
bilas dan saluran buang membuka.
maka campuran udara dan bahan bakar
yang berada di ruang engkol akan
mendorong gas sisa hasil pembakaran
melalui saluran bilas ke saluran buang

MOTOR BAKAR DIESEL ( MOTOR DIESEL )


A. Langkah kerja motor diesel 4 tak
MATERI BASIC OTOMOTIF
SMK NEGERI 39 JAKARTA

1. Langkah hisap
- Piston bergerak dari TMA ke TMB
- Katup masuk membuka
- Karena piston bergerak ke bawah maka
di dalam silinder terjadi kevacuman
sehingga udara bersih akan mengalir
masuk ke dalam melalui katup masuk.

2. Langkah kompresi
- Piston akan bergerak dari TMB ke TMA
kedua katup menutup karena piston
bergerak keatas maka udara bersih di
dalam silinder akan terdorong dan
dipampatkan di ruang bakar, akibatnya
tekanan dan temperature udara menjadi
tinggi.

3. Langkah Usaha
Pada langkah ini terjadi dua proses
pembakaran.
MATERI BASIC OTOMOTIF
SMK NEGERI 39 JAKARTA

a. Pembakaran awal :
- Sebelum piston mencapai TMA, injector
akan mengabutkan bahan bakar dan
akan bercampur dengan udara yang
bertekanan dan bertemperatur tinggi
( 7000 - 9000 C, 70 - 90 kg/cm2 ).
b. Pembakaran Sempurna
-

Karena tekanan dan temperatur yang


tinggi maka bahan bakar akan terbakar
dengan sendirinya. Hal ini akan
menimbulkan daya dorong sehingga
piston akan bergerak dari TMA ke TMB

4. Langkah buang
Piston bergerak dari TMB ke TMA katup
buang membuka karena piston bergerak
ke atas maka gas sisa hasil pembakaran
akan terdorong ke luar melalui katup
buang.

B. Langkah motor bakar diesel 2 (dua) tak.

MATERI BASIC OTOMOTIF


SMK NEGERI 39 JAKARTA

(A)
Keterangan :
A. Udara masuk
B. Udara dikompresikan

(B)

(C)

(D)

C. Bahan bakar diinjeksikan ke dalam ruang gas.


D. Gas bekas keluar

1. Langkah kompresi dan hisap


Piston bergerak dari TMB ke TMA, saluran masuk membuka sehingga udara
bersih masuk
ke dalam, sesaat setelah saluran hisap menutup dan saluran
buang menutup maka mulai dilakukan langkah kompresi hingga tekanan udara
mencapai 70 - 90 kg/cm2.
2. Langkah usaha dan buang
Sebelum piston mencapai TMA injector akan mengabutkan bahan bakar dan ini
sebagai proses pembakaran awal, karena bahan bakar bercampur dengan udara
bersuhu dan bertekanan tinggi maka akan terjadi proses pembakaran sempurna.
Akibatnya akan mendorong piston bergerak dari TMA ke TMB. Sesaat piston
belum mencapai TMB katup buang sudah mulai membuka. Dan bila saluran hisap
membuka maka udara bersih akan membantu mendorong gas sisa hasil
pembakaran keluar.

Perbandingan antara motor 4 tak dan 2 tak


Motor 4 Tak

MATERI BASIC OTOMOTIF


SMK NEGERI 39 JAKARTA

Motor 2 Tak

Prinsip kerja

2 kali putaran poros


engkol 1 kali usaha

1 kali putaran poros


engkol
menghasilkan
1 kali usaha

Mekanisme Katup

Lebih rumit

Tidak
mengunakan
mekanisme katup
Lebih cepat

Putaran
rpm
yang Lebih lambat
dihasilkan
Sistem pelumasan mesin Tidak menggunakan oli
samping
Suara yang dihasilkan Lebih halus
karena hasil pembakaran
Tingkat
polusi
yang Lebih kecil
ditimbulkan
Pengunaan mesin untuk
Mobil
jenis kendaraan

Mengunakan oli samping


untuk melumasi ruang
engkol
Lebih kasar
Lebih besar
Motor

Perbandingan antara Motor Diesel dengan Motor Bensin

Bahan bakar
gunakan

yang

Motor Bensin
di- Bensin

Jenis yang dikompresikan

Campuran udara
bensin
Sistem pembakaran
Mengunakan busi
Tingkat
perbandingan Lebih rendah
kompresi
Momen / torsi yang di- Lebih kecil
hasilkan
Getaran dan suara yang Lebih halus
timbul
karena
proses
pembakaran
Harga bahan bakar yang Lebih mahal
dipakai
Tingkat harga perawatan Lebih murah
mesin

Motor Diesel
Solar
dan

Udara bensin
Pembakaran sendiri
Lebih tinggi
Lebih besar
Lebih kasar

Lebih murah
Lebih mahal

MEKANISME KATUP
Pada sistem motor bakar 4 tak untuk memasukkan campuran bahan bakar dan
membuang gas sisa hasil pembakaran maka di dalam silinder diperlukan adanya
MATERI BASIC OTOMOTIF
SMK NEGERI 39 JAKARTA

katup masuk dan katup buang. Untuk mengontrol kapan katup masuk dan kapan
katup buang menutup atau membuka disebut mekanisme katup
Jenis-jenis mekanisme katup
Tipe Over Head Valve

Mekanisme katup ini sederhana dan dapat


diandalkan.
Penempatan camshaftnya pada blok
silinder, dibantu oleh :
1. Valve lifter
2. Push rod
3. Rocker arm

Tipe Over Head Camshaft


Camshaft ditempatkan pada kepala silinder, dan camshaft langsung menggerakkan rocker arm tanpa melalui lifter
dan push rod

Keuntungan OHC :
- Berat bagian yang bergerak menjadi
berkurang
- Kemampuan pada kecepatan tinggi
cukup baik, karena katup-katup
membuka dan menutup lebih tetap
(stabil)

Kerugian OHC :
- Lebih rumit dibandingkan dengan OHV

Tipe Double Over Head Camshaft

MATERI BASIC OTOMOTIF


SMK NEGERI 39 JAKARTA

Pada kepala silinder terdapat dua


camshaft, yang satu untuk menggerakkan katup masuk, dan yang lainnya
menggerakkan katup buang
Camshaft membuka dan menu-tup
katup secara langsung, dan tidak
memerlukan rocker arm
Keuntungan DOHC :
-

Berat bagian yang bergerak


menjadi berkurang
Kemampuan pada kecepatan tinggi
cukup baik, karena katup-katup
membuka dan menutup lebih
presisi

Kerugian DOHC :
-

Konstruksi sangat rumit


Harganya
mahal
atau
produksi mahal

biaya

Untuk tipe DOHC biasanya menggunakan multi valve, dimana setiap satu
silinder menggunakan 2 buah katup
masuk dan 2 buah katup buang
Keuntungan penggunaan multi valve dibandingkan dengan single valve :
a. Beban katup lebih kecil
Karena kepala katup cenderung lebih kecil sehingga mengurangi beban
katup dan umur katup cenderung lebih lama
b. Ruang buka lebih besar
Dengan menggunakan dua buah katup masuk atau katup buang secara
bersamaan, otomatis jumlah campuran udara dan bahan bakar lebih
banyak dan pada saat langkah buang gas sisa hasil pembakaran lebih
mudah terbuang
c. Efisiensi lebih tinggi
Tenaga yang dihasilkan cenderung lebih besar karena dengan banyaknya campuran udara dan bahan bakar yang masuk menyebabkan tingginya tekanan kompresi, sehingga pembakaran menjadi lebih sempurna
Kerugian penggunaan multi valve dibandingkan single valve :
a. Konstruksi lebih rumit
MATERI BASIC OTOMOTIF
SMK NEGERI 39 JAKARTA

b. Membutuhkan dua buah camshaft


c. Suara mesin cenderung lebih kasar
d. Untuk yang non hidrolis penyetelan katup lebih lama
METODE MENGGERAKKAN KATUP
Camshaft digerakkan oleh crankshaft dengan beberapa metode. Berikut ini
metode-metode menggerakkan katup :
Timing Gear
Metode ini digunakan pada mekanisme
katup jenis OHV (Over Head Valve).
Keuntungan :
- Lebih kuat dan tahan lama.
Kerugian :
- Menimbulkan bunyi yang besar.

Timing Chain
Metode ini digunakan pada mekanisme
katup jenis OHV (Over Head Valve) dan
OHC (Over Head camshaft).
Keuntungan :
-Menimbulkan bunyi yang lebih kecil
dibanding tipe timing gear.
Kerugian :
-Umur lebih pendek dibanding tipe
timing gear.

Timing Belt
MATERI BASIC OTOMOTIF
SMK NEGERI 39 JAKARTA

Metode ini digunakan pada mekanisme


katup jenis OHC (Over Head camshaft)
dan DOHC (Double Over Head
Camshaft).
Timing belt terbuat dari fiberglass yang
diperkuat dengan karet sehingga mempunyai daya renggang yang baik dan
hanya mempunyai penguluran yang kecil karena panas.
Keuntungan :
- Tidak menimbulkan bunyi.
- Tidak memerlukan pelumasan.
Kerugian :
- Umur lebih pendek dibanding tipe
timing chain.
KOMPONEN-KOMPONEN MEKANISME KATUP
Poros Nok
Poros nok berfungsi untuk menggerakkan mekanisme katup, pompa oli, pompa bahan bakar dan distributor.

Pengangkat Katup
Pengangkat
katup
(valve
lifter)
berfungsi untuk meneruskan gerakan
camshaft ke push rod.
Pada mesin yang menggunakan lifter
konvensional celah katupnya harus distel, tetapi ada mesin yang menggunakan hydraulic lifter tidak perlu melakukan penyetelan celah katup karena celahnya selalu 0 mm.
Batang Penekan
MATERI BASIC OTOMOTIF
SMK NEGERI 39 JAKARTA

Batang penekan (push rod) berfungsi


untuk meneruskan gerakan lifter ke
rocker arm.

Rocker Arm dan Shaft


Rocker arm berfungsi untuk menekan
katup saat tertekan ke atas oleh push
rod.
Rocker arm dilengkapi skrup dan mur
pengunci untuk penyetelan celah katup.
Pada mesin yang menggunakan lifter
hidraulis tidak dilengkapi skrup dan mur
pengunci

Katup
Katup terbuat dari baja khusus (special
steel). karena katup berhubungan dengan tekanan dan temperatur tinggi
Pada umumnya katup masuk lebih
besar dari katup buang. Agar katup
menutup rapat pada dudukannya, maka
permukaan sudut katup (valve face
angle) dibuat pada 44,5 atau 45,5

Pegas Katup
MATERI BASIC OTOMOTIF
SMK NEGERI 39 JAKARTA

Pegas katup (valve spring) digunakan


untuk menutup katup
Pada umumnya mesin menggunakan 1
pegas untuk tiap katupnya, tetapi ada
juga yang menggunakan 2 pegas.
Penggunaan pegas yang jarak pitchnya
berbeda (uneven pitch spring) / pegas
ganda (double spring) adalah untuk
mencegah katup melayang
Katup melayang adalah gerakan katup
yang tidak seirama dengan gerakan
cam saat putaran tinggi.
Pegas dengan jarak pitch berbeda tipe
asymetrical dipasang dengan bagian
yang lebih renggang pada posisi atas
Dudukan Katup
Dudukan katup (valve seat) dipasang
dengan jalan dipres pada kepala silinder. Valve seat berfungsi untuk dudukan
katup sekaligus memindahkan panas
dari katup ke kepala silinder.
Dudukan katup terbuat dari baja khusus
tahan panas dan aus.
Lebar persinggungan katup adalah
1,2 1,8 mm.

Bushing Pengantar Katup dan Oil Seal


Bushing penghantar katup terbuat dari besi tuang dan berfungsi untuk mengarahkan katup agar duduk tepat pada valve seat. Gerakan katup yang tidak
lembut atau batang katup yang macet pada bushing penghantar katup disebut
katup macet (valve stinking).
Oil seal berfungsi untuk mencegah oli mesin masuk ke ruang bakar melalui
bushing katup, bila oil seal rusak akan menyebabkan oli masuk ke dalam ruang
bakar, akibatnya oli menjadi boros. Biasanya lebih mudah masuk ke ruang bakar
melalui katup masuk

VALVE TIMING DIAGRAM


MATERI BASIC OTOMOTIF
SMK NEGERI 39 JAKARTA

Valve timing diagram adalah diagram waktu kerja katup


Valve timing diagram dipengaruhi oleh bentuk cam dan celah katup.
Valve overlap adalah saat dimana katup hisap (intake valve) dan katup buang
(exhaust valve) sama-sama membuka. Valve overlap berfungsi sebagai langkah
pembilasan (campuran udara bahan bakar baru mendorong gas sisa hasil
pembakaran). Valve overlap terjadi saat akhir langkah buang dan awal langkah
hisap. Overlap yang besar menghasilkan kemampuan kecepatan tinggi yang lebih
baik, tetapi idling menjadi kurang stabil.

Lamanya katup hisap (intake valve) membuka = 6 + 180 + 40 = 226


Lamanya katup buang (exhaust valve) membuka = 31 + 180 + 9 = 220
Lamanya valve overlap = 6 + 9 = 15

CELAH KATUP
MATERI BASIC OTOMOTIF
SMK NEGERI 39 JAKARTA

Celah katup adalah celah yang terdapat


pada mekanisme katup (dari camshaft
sampai katup)
Apabila tidak terdapat celah katup akan
menyebabkan katup tidak menutup rapat
saat
mesin
panas,
karena
pada
komponen-komponen mekanisme katup
terjadi pemuaian

Pada mekanisme katup DOHC (Double Over Head Camshaft) katup distel dengan
menggunakan adjusting shim (shim penyetel) pada saat mesin dingin.

HYDRAULIC VALVE LIFTER

MATERI BASIC OTOMOTIF


SMK NEGERI 39 JAKARTA

Penggunaan pengangkat katup hidraulis


(hydraulic valve lifter) mempunyai keuntungan tidak memerlukan penyetelan
katup dan mengurangi suara berisik.
Cara Kerja
Oli yang bertekanan dari pompa
memasuki plunger dalam lifter melalui
saluran oli (oil passage).
Katup Menutup
Plunger spring selalu menekan plunger
ke atas, maka celah katup selalu nol.
Oli yang bertekanan juga mendorong
check ball melawan check ball spring
dan mengalir ke working chamber.

Katup Membuka
Cam mendorong lifter body, maka tekanan oli di dalam working chamber naik
sehingga check ball menutup saluran
oli, dan lifter body terdorong ke atas
dengan plunger, menyebabkan katup
membuka dengan adanya gerakan
rocker arm melalui push rod.

Rotary Engine ( Motor Rotary)


MATERI BASIC OTOMOTIF
SMK NEGERI 39 JAKARTA

Rotary engine adalah suatu konstruksi mesin dimana untuk melakukan sebuah
langkah usaha dengan mengunakan rotor. Setiap sisi luar rotor berfungsi sebagai
piston. Sedangkan rotor berbentuk segitiga dan berarti bahwa pada rotor terdapat
tiga buah piston. Rumah rotor dibuat sedemikian rupa sehingga apabila rotor
berputar akan dapat melakukan langkah usaha. Langkah usaha yang timbul akibat
proses pembakaran pada rotor akan diteruskan ke crankshaft melalui roda gigi.
Oil Filter

Alternator

Distributor
Fan

Rotor

Eccentric
Shaft

Front of
Eccentric
Shaft

Flywheel
Intake Port
Oil Pump

Exhaust
Ports

Tension Bolt

Oil Pan

ROTARY ENGINE

Prinsip dasar rotary engine


MATERI BASIC OTOMOTIF
SMK NEGERI 39 JAKARTA

Prinsip kerja rotary engine menggunakan prinsip dasar motor bakar 4 tak untuk
setiap sisi rotor ( piston )
Setiap sisi rotor ( piston ) bekerjanya saling berkaitan / berhubungan, jika sisi
rotor yang satu melakukan langkah usaha maka sisi rotor yang lain melakukan
langkah hisap dan buang

Langkah kerja rotary engine


1. Langkah hisap

A
Rotor berputar searah jarum jam. Sisi rotor
A akan bergerak dan pada saat saluran
hisap terbuka maka campuran udara dan
bahan bakar akan terhisap masuk ke
ruang hisap

2. Langkah kompresi
Perputaran rotor akan menyebabkan sisi
rotor A akan memperkecil volume ruang
hisap sehingga campuran udara dan
bahan bakar tekanannya menjadi tinggi

3. Langkah usaha
Setelah mencapai top kompresi volume
ruang kerja menjadi lebih kecil dan pada
saat itu busi memercikkan bunga api,
akibatnya campuran udara dan bahan
bakar yang yang sudah dikompresikan
akan terbakar dan menimbulkan daya atau
tenaga untuk memutar motor

4. Langkah buang
MATERI BASIC OTOMOTIF
SMK NEGERI 39 JAKARTA

Rotor berputar, menyebabkan sisi rotor A


akan
membawa
gas
sisa
hasil
pembakaran ke saluran pembuangan

Sisi kerja rotor yang saling berkaitan


C
Sisi A ( piston A )

= Sedang melakukan
langkah usaha

Sisi B ( piston B )

= Sedang melakukan
langkah buang

Sisi C ( piston C )

= Sedang melakukan
langkah hisap

MATERI BASIC OTOMOTIF


SMK NEGERI 39 JAKARTA