Anda di halaman 1dari 9

PRE PLANNING BREAST CARE

DI RUANG EDELWEIS RSUD KRT. SETJONEGORO WONOSOBO


Disusun Untuk Memenuhi Tugas Praktik Keperawatan Maternitas
Pembimbing Akademik : Anggorowati, S.Kep.,M.Kep.,Sp.Mat

Pembimbing Klinik :
Ns. Ruli Desi W., S.Kep
Oleh:
Anis Hidayah
Destini Puji Lestari
Fransisca Ayu S.M
Prima Sharah Sekarini
Kartika Ekawati

PROGRAM PROFESI NERS


JURUSAN KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2015

A. LATAR BELAKANG MASALAH


ASI merupakan makanan pokok yang terbaik bagi bayi. Diperkirakan
80% dari jumlah ibu yang melahirkan mampu menghasilkan air susu dalam
jumlah yang cukup untuk bayinya (Warno FG, 1990). Produksi ASI akan
lebih optimal dan lebih banyak apabila dirangsang sedini mungkin.
Rangsangan sedini mungkin dapat dilakukan langsung dengan menyusui
seketika ketika bayi baru lahir (Suwarno 2002).
Pemberian ASI eksklusif menurut WHO diberikan selama 6 bulan
pertama tanpa tambahan susu formula lain maupun makanan lain. Pemberian
waktu 6 bulan dipilih WHO dengan dasar bukti ilmiah tentang manfaat ASI
bagi daya tahan tubuh, pertumbuhan, dan perkembangan bayi. ASI memiliki
semua komponen nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi selama 6 bulan pertama
kehidupannya (Yuliarti, 2010)
Pemberian ASI eksklusif mengurangi tingkat kematian bayi yang
biasanya disebabkan oleh penyakit yang umum menimpa anak-anak, seperti
diare, radang paru-paru dan mempercepat pemulihan bila sakit.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ASI dapat mengurangi resiko
diabetes dan leukemia dini. Konsumsi ASI dapat mengurangi resiko diabetes
karena tidak terdapat gula tambahan dalam kandungan ASI. Berbeda dengan
susu formula yang terkadang terdapat gula tambahan.
Menyusui anak juga dapat menciptakan ikatan psikologis antara ibu
dengan bayi. Bayi akan merasa terlindung dan nyaman dalam dekapan ibu,
mendengar langsung belaian lembut dari ibu serta membantu ibu untuk
menjarangkan kehamilan. KB alami ini bekerja karena hormon laktasi
/prolaktin akan tetap tinggi. Hormon ini akan menekan kadar hormon
estrogen yang fungsinya mematangkan sel telur. Sel telur yang tidak matang
ini akan menghambat terjadinya pembuahan, sehingga tidak akan terjadi
kehamilan. (Prasetyono, 2009).
Untuk dapat menghasilkan produksi ASI yang maksimal, diperlukan
perawatan pada payudara. Perawatan payudara (breast care) membantu

melancarkan produksi ASI yang biasanya tersumbat bagi ibu yang pertama
kali menyusui. Breast care ini juga bermanfaat dalam menjaga kenyamanan
ibu karena biasanya ibu akan merasa sakit akibat ASI yang terbendung. Untuk
itu diperlukan pendidikan tentang bagaimana melakukan perawatan payudara
(breast care) untuk memaksimalkan produksi ASI dan meningkatkan
kenyamanan bagi ibu menyusui.
B. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Setelah dilakukan demonstrasi perawatan payudara (breast care) selama
1x40 menit, klien dapat mempraktekkan bagaimana perawatan breast
care yang benar.
2. Tujuan Khusus
a. Klien mampu menyebutkan pengertian dari breast care dengan benar.
b. Klien mampu menyebutkan manfaat dari breast care.
c. Klien dapat mendemonstrasikan breast care sesuai prosedur.
C. SASARAN
Sasaran kegiatan ini adalah Ny. I (post partum hari ke 1)
D. METODE
Demonstrasi terapi perawatan payudara/breast care.
E. WAKTU DAN TEMPAT
Hari/tanggal
: Senin, 7 Desember 2015
Waktu
: 08.00 WIB selesai
F. MEDIA DAN ALAT
Jenis media yang digunakan adalah leaflet perawatan payudara / breast care
G. PROSES KEGIATAN
Persiapan lingkungan
Menjelaskan materi yang akan disampaikan
Memberikan kesempatan kepada klien untuk bertanya
Mempraktikkan terapi peraatan payudara (breast care)
Memberikan feed back
Menutup kegiatan
H. SETTING TEMPAT
Keterangan :
: pemberi materi

: fasilitator

: klien

: observer

I. STRATEGI PELAKSANAAN
Tahap

Waktu

Kegiatan

Kegiatan peserta

Metode

Media

Ceramah

kegiatan
Pembukaan

5
5 menit

Salam pembuka
Menjawab salam
Perkenalan
Memperhatikan
Validasi keadaan peserta Menyetujui
Menyampaikan cakupan
materi

dan

tujuan

pembelajaran
Kontrak waktu
Memberikan
Pelaksanaan

30
menit

reinforcement positif
Mengulas
(review) Menjawab
materi :
pertanyaan
a. Definisi breast care Memperhatikan
b. Manfaat breast care Mempraktikkan
c. Mempraktikkan

Diskusi,
Praktik

Leaflet
breast
care

breast care dengan


Penutup

media
5 menit Memberikan

Menjawab

reinforcement positif
pertanyaan
Menyimpulkan kegiatan Menjawab salam
Salam penutup
J. HAL-HAL YANG PERLU DIWASPADAI
1. Kebosanan klien
2. Kefokusan klien dalam latihan breast care
3. Klien kesulitan dalam mengikuti gerakan breast care
K. ANTISIPASI UNTUK MEMINIMALKAN HAMBATAN
1. Menjelaskan maksud dan tujuan terapi breast care
2. Waktu pelaksanaan latihan breast care tidak terlalu lama
3. Menggunakan media yang menarik
4. Melibatkan peran serta dari klien
L. EVALUASI
1. Evaluasi Struktur
a. Preplanning sudah disiapkan 2 hari sebelum supervisi
b. Media telah dipersiapkan

Diskusi

c. Klien siap diajarkan cara perawatan payudara / breast care


d. Kontrak waktu dan tempat sudah disepakati
e. Perawat siap memberikan materi dan mendemonstrasikan senam terapi
breast care
2. Evaluasi Proses
a. Waktu dan tempat sesuai kontrak
b. Warga kooperatif saat dilakukan terapi breast care
c. Lingkungan kondusif
3. Evaluasi Hasil
a. Klien dapat menyebutkan pengertian terapi breast care
b. Klien dapat menyebutkan manfaat terapi breast care
c. Klien mampu mempraktikan gerakan terapi breast care dengan benar
d. Klien mampu menerapkan terapi breast care seminggu sekali.
Lampiran Materi
TERAPI BREAST CARE
A. Pengertian Breast Care
Perawatan payudara atau breast care adalah suatu metode yang dilakukan
untuk merawat payudara agar air susu tidak terbendung dan dapat keluar
lengan lancar. Perawatan payudara bisa mulai dilakukan ketika masih hamil
maupun setelah melahirkan. Perawaatan payudara ketika masih hamil tidak
boleh dilakukan di usia kehamilan muda dan juga tidak boleh terlalu banyak
menstimulasi putting karena dapat mengakibatkan kontraksi di dalam rahim.
B. Manfaat
Menjaga payudara agar tetap bersih, terutama di area putting susu agar

terhindar dari infeksi


Mengenyalkan dan juga memperbaiki bentuk putting sehingga membantu

bayi agar bayi bisa menyusu dengan baik.


Merangsang kelenjar-kelenjar air susu sehingga produksi ASI lancar dan

tidak terbendung
Mengetahui adanya kelainan-kelainan putting susu sejak dini sehingga

C.
1.
2.
3.
4.

dapat segera dilakukan usaha-usaha untuk memperbaikinya.


Persiapan psikis ibu menyusui agar lebih siap dalam menyusui bayinya.
Yang perlu dipersiapkan
Kapas
Baby oil
Wash-lap
Wash-com yang berisi air hangat dan air dingin

D. Langkah-langkah perawatan payudara


1. Membersihkan putting
a. Kompres putting dengan kapas yang telah dibasahi dengan baby oil.
Diamkan selama 2 menit sampai putting menjadi lemas.
b. Setelah 2 menit, putting dibersihkan dengan menggunakan kapas
penutup yang sudah di tempelkan dengan cara diputar

Apabila putting ibu masuk ke dalam, dapat dikeluarkan dengan cara


meletakkan dua jari diantara putting, kemudian menjaukan jari tersebut
kearah luar menjauhi putting.

2. Pijatan 1
Licinkan kedua telapak tangan dengan minyak. Kedua tangan diletakkan
diantara kedua payudara kearah atas, samping, bawah dan lepaskan kearah
depan (lakukan 30 kali)

3. Pijatan 2
Licinkan kedua telapak tangan dengan minyak. Telapak tangan kiri
menopang payudara kiri, dan jari-jari tangan saling dirapatkan. Sisi

kelingking kanan mengurut payudara kiri dari pangkal payudara kearah


putting, demikian pula payudara sebelah kanan (lakukan 30 kali)

4. Pijatan 3
Licinkan kedua telapak tangan dengan minyak. Telapak tangan kiri
menopang payudara kiri, jari-jari tangan dikepalkan, tulang-tulang kepalan
tangan kanan mengurut payudara dari pangkal kearah putting (lakukan 30
kali)

5. Membilas payudara
Bersihkan payudara dengan menyiramnya dengan air hangat dan dingin
secara bergantian lalu kemudian keringkan.

Selain pemijatan pada payudara, produksi ASI dapat ditingkatkan dengan


pemijatan punggung bagian atas, pemijatan ini bertujuan untuk
merangsang produksi hormon oksitosin yang berperan dalam pengeluaran
ASI

DAFTAR PUSTAKA
Departemen Keperawatan Maternitas dan Anak. 2014. Materi Pelatihan
Pengembangan Mom, Baby and Child Center sebagai Laboratorium
Pembelajaran Klinik. Semarang: Universitas Diponegoro
Yuliarti, Nurheti. 2010. Keajaibab Asi Makanan Terbaik untuk Kesehatan,
Kecerdasan, dan kelincahan Si Kecil Ed.1. Yogyakarta: ANDI
Suwarno, Prawiroharjo. 2002. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan
Maternal dan Neonatus Ed. 1. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka
Udiyono. 2007. Metodologi Kesehatan. Semarang: Universitas Diponegoro

FORMAT PENILAIAN ASPEK AFEKTIF DAN PSIKOMOTORIK


TERAPI BREAST CARE
N
O
1.
2.

TINDAKAN
Aspek afektif
Klien datang tepat waktu
Klien menunjukkan sikap tenang dan sopan selama pendidikan
kesehatan

Ya

Tidak

N
O
3.
4.
5.

TINDAKAN
Aspek afektif
Klien menunjukkan interaksi yang baik dengan fasilitator
Klien mengikuti pendidikan sampai selesai
Aspek psikomotorik
Membersihkan putting
a. Kompres putting dengan kapas yang telah dibasahi dengan baby
oil. Diamkan selama 2 menit sampai putting menjadi lemas.
b. Setelah 2 menit, putting dibersihkan dengan menggunakan

6.

kapas penutup yang sudah di tempelkan dengan cara diputar


Pijatan 1

7.

a. Pijat payudara dari arah tengan ke sisi luar payudara.


b. Setelah sampai di payudara bagian bawah, hentakkan payudara
Pijatan 2
a. Tekankan 2-4 jari ke payudara dengan pijatan membentuk
lingkaran, dari pangkal payudara mengarah ke ujung sampai

8.

putting.
Pijatan 3
a. Pijat payudara menggunakan jari atau telapak tangan dari

9.

pangkal payudara menuju putting pada semua bagian payudara


Membilas payudara
a. Bersihkan payudara dengan menyiramnya dengan air hangat dan
dingin secara bergantian lalu kemudian keringkan.

Ya

Tidak