Anda di halaman 1dari 6

PEDOMAN WAWANCARA

STUDI ANALISIS PERANAN BADAN KOORDINASI (BADKO) TPQ BAGI

PERKEMBANGAN PAUD BERBASIS AL-QUR’AN ”

Responden : Bapak M. Zahidin, S.Pd.I (Sekretaris Badko Kota Pekalongan)

Tanggal

: 20 Desember 2014

1. Bagaimana menurut Bapak tentang lembaga Badko TPQ Kota Pekalongan?

Jawab : Badan Koordinasi (Badko) TPQ Kota Pekalongan adalah suatu badan yang

bertugas mengkonsolidasi kegiatan TPQ dan TKQ.

2. Bagaimana sejarahnya dan pada tanggal berapa Badko TPQ ini dibentuk ?

Jawab : saya kurang tahu mbak kalau awal mula sejarahnya. Karena saya dari Kendal

dan pindah ke Pekalongan mulai 1997 dan ketika saya tinggal di Pekalongan Badko

Kota Pekalongan sudah terbentuk. Mungkin bisa Tanya kepada Ust. Chumaidi karena

beliau yang menjabat sebagai Ketua Badko Kota Pekalongan. Kalo Badko Provinsi itu

berdiri pada tanggal 14 Mei 1994.

3. Apa saja faktor yang melatar belakangi Badko TPQ terbentuk ?

Jawab : Badko TPQ terbentuk karena perlu adanya organisasi untuk membina,

mendorong dan mengembangkan Taman Pendidikan Al-Qur’an. Karena kehadiran

Badko berperan dalam rangka melakukan pengawasan sekaligus kontrol terhadap

setiap bentuk penyimpangan terhadap proses pendirian dan penyelenggaraan TPQ.

4. Siapa saja yang menjadi pengurus Badko TPQ Kota Pekalongan?

Jawab : Yang menjadi Pengurus Badko Kota Pekalongan adalah pengelola lembaga

TPQ

yang

ditunjuk

untuk

mewakili

masing-masing

kecamatan

yang

ada

di

Pekalongan. Ketua Badko Kota Pekalongan di pimpin Bapak Drs.H.M. Chumaidi MZ

Jawab : Program kerja Badko Kota Pekalongan ada di buku Keputusan Muswil Badko

mbak. Salah satunya mengadakan pembinaan kepada ustadz ustadzah.

6. Apa saja Peranan Badko TPQ bagi Perkembangan PAUD berbasis Al-Qur’an ?

Jawab : Peranan Badko bagi perkembangan PAUD berbasis Al-Qur’an itu ada 3.

Pertama, dari segi kuantitas Badko secara langsung berperan dalam perkembangan

PAUD yaitu dengan menghimpun lembaga TPQ yang ada di Pekalongan. Kedua, dari

segi

kualitas

Badko

mengadakan

pembinaan

kepada

ustadz

ustadzah

untuk

meningkatkan mutu dan profesionalisme didalam kelas. Ketiga sebagai supervisor

yaitu

melakukan

pengawasan

kepada

masing-masing

lembaga

terhadap

proses

penyelenggaraan dan pendirian Taman pendidikan Al-Qur’an.

7. Apa saja langkah-langkah yang dilakukan Badko sebagai Koordinator lembaga ?

Jawab

:

Langkah-langkah

yang

dilakukan

Badko

yaitu

:

pertama,

melakukan

penertiban administrasi melalui pembinaan. Kedua, Koordinator pertemuan antar

lembaga TPQ dan PAUD

8. Bagaimana pandangan Bapak tentang PAUD Al-Qur’an ?

Jawab : PAUD berbasis Al-Qur’an adalah bentuk-bentuk pendidikan anak usia dini

pada

jalur

pendidikan

nonformal

yang

dilaksanakan

pendidikan Al-Qur’an. Misalnya dengan TPQ.

secara

terintegrasi

dengan

9. Kegiatan apa saja yang dilaksanakan Badko Kota Pekalongan ?

Jawab : Kegiatan yang dilaksanakan Badko diantaranya mengadakan pembinaan

mingguan yang dilaksanakan setiap minggu sekali di Rumah Bapak Drs. H.M.

Chumaidi ZM selaku ketua Badko yang beralamat di Jalan Setia Bhakti Medono

Pekalongan mulai pukul 06.30 10.00 WIB dengan susunan kegiatannya yaitu

tadarus Al-Qur’an, pembacaan asmaul khusna, pembinaan metode qiro’ati mulai dari

jilid Pra TK sampai jilid 6, ghorib, amtsilati, hidayatut ta’lim, fiqih thoharoh, dan

sebagainya. Untuk kegiatan tahunan Badko mengadakan FASI ( Festival Anak Sholeh

Indonesia) dengan tiga kategori untuk PAUD, Marhalatul Ula dan Marhalaltul

Mutawassitoh. Kategori PAUD ini meliputi lomba mewarnai dengan tema tertentu,

lomba adzan dan iqamah. Selain FASI Badko juga mengadakan kegiatan Gema

Muharram. Kegiatan ini dilaksanakan setiap tanggal 1 Muharram atau pergantian

tahun hijriah. Susunan acara dalam kegiatan gema Muharram adalah Khotmil Qur’an,

Asmaul Khusna dan Kirab.

10. Berapa jumlah PAUD berbasis Al-Qur’an yang ada di Kota Pekalongan ?

Jawab : PAUD berbasis Al-Qur’an yang sudah berdiri sekitar 35 lembaga. Untuk data

lengkapnya bisa minta ke Himpaudi Kota Pekalongan. Karena PAUD berbasis Al-

Qur’an berada dibawah naungan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota

Pekalongan dan Himpaudi Kota Pekalongan.

INSTRUMEN OBSERVASI

Tempat Observasi

: PAUD Al-Qur’an Masjid Walisongo Panjang Baru

Tanggal

: 26 Desember 2014

Pukul

: 15.30 WIB

1.

Observasi pelaksanaan PAUD berbasis Al-Qur’an

Hasil : pelaksanaan PAUD Al-Qur’an Masjid Walisongo Panjang Baru dilaksanakan

pada sore hari pukul 15.30-16.30 WIB. PAUD Al-Qur’an Masjid Walisongo ini

dipimpin oleh Bapak Drs. H.M. Saiful Amar. Adapun jumlah peserta didik PAUD ini

ada 37 anak yang didampingi oleh ustadzah Ika Nurina Fitriyani dan ustadzah

Khotimah. Jadwal kegiatan PAUD berbasisi Al-Qur’an ini mulai dari hari sabtu-

kamis.

2.

Observasi Teknik Pembelajaran

Hasil : Teknik pembelajaran PAUD Al-Qur’an Masjid Walisongo sebagai berikut :

a. Pendekatan pembelajaran menggunakan pendekatan :

- Belajar melalui bermain

- Terintegrasi dengan pengembangan (akhlak, iman, taqwa dan karakter)

- Berbasis pada Al-Qur’an dan Hadits dan ilmu pengetahuan modern

- proses pembelajaran bersifat terpadu dan tematik yaitu setiap kegiatan

ditujukan untuk mengembangkan semua aspek yang dibungkus dengan tema

tertentu

b. Alur kegiatan PAUD Al-Qur’an Masjid Walisongo sebagai berikut : kedatangan,

pembukaan, pembiasaan agama, kegiatan kelompok atau individual, kegiatan

penutup dan pulang.

c.

Proses pembelajaran anak usia dini pada program PAUD berbasis Al-Qur’an

diintegrasikan dengan pengembangan akhlak dan nilai-nilai keimanan dan

ketaqwaan dalam diri setiap anak sesuai ajaran Islam.

- Program pembiasaan

Berdo’a sebelum dan sesudah melakukan kegiatan

Mengikuti ibadah harian

Senyum, sapa dan salam

Menjawab salam dan pertanyaan

Menggunakan kata-kata thayyibah

Hormat kepada orang dewasa dan sayang sesama teman

Menjaga kebersihan diri dari lingkungan

Saling tolong menolong

Aktif dan antipasif

Selalu ceria

Senang membantu atau menolong

Berbicara dengan lembut dan santun

Bersabar untuk antri atau menunggu giliran

Menyegerakan urusan yang ditunggu teman

Berempati kepada teman yang kesusahan

Bersikap jujur, adil dan berani

Mencintai lingkungan alam dan binatang sesuai dengan ajaran agama

Infaq, shadaqah dan menyantuni anak yatim atau fakir miskin

Bersyukur dan bertawakkal

Bersilaturrahmi

Pembiasaan cara belajar atau beraktifitas dengan bekerja yang tepat

Program

pembiasaan

tersebut

dilakukan

secara

berkelanjutan,

namun perlu disesuaikan dengan kesiapan anak. Bila anak belum mampu

atau lupa melakukan, maka guru mengingatkan melalui ucapan atau

tindakan yang seharusnya dilakukan oleh anak. Contoh ketika anak lupa

mengucapkan

“terimakasih”. Jika anak masih lupa atau belum mau

mengucapakan,

maka

pendidik

yang

terus

mengucapkan.

Demikian

seterusnya sampai hal tersebut dilakukan dan menjadil perilaku anak. Jadi

dalam melakukan pembiasaan ini tidak cukup hanya diajarkan, tetapi

dicontohkan secara terus menerus oleh pendidik. Pendidik tidak perlu

menegur apalagi menghukum anak yang belum melakukan, tetapi cukup

mengajak, mencontohkan atau mengingatkan.

- Program pengembangan

Program pengembangan anak dilakukan dengan mengacu pada :

1. Tingkat pencapaian anak menurut usia sebagaimana tertuang dalam

standar PAUD (Permendiknas No. 58 Tahun 2009)

2. Potensi masing-masing anak bersifat unik yaitu pola perkembangan

setiap anak berbeda satu sama lain, sehingga tidak perlu memaksa

anak

untuk

berkembang

seperti

anak

lainnya.

Indikator

tingkat

pencapaian

perkembangan

tersebut

merupakan

standar

umum,

sehingga pelaksanaannya harus disesuaikan dengan potensi masing-

masing anak serta tidak boleh dipaksakan