Anda di halaman 1dari 3

PUSAT LOGISTIK BERIKAT

Dirangkum oleh Ari Kurniawan


09 Mei 2016

PUSAT LOGISTIK BERIKAT DAN TEMPAT PENIMBUNAN BERIKAT


Pusat Logistik Berikat adalah Tempat Penimbunan Berikat untuk menimbun barang asal luar
daerah pabean dan/atau barang yang berasal dari tempat lain dalam daerah pabean, dapat
disertai 1 (satu) atau lebih kegiatan sederhana dalam jangka waktu tertentu untuk
dikeluarkan kembali.
PP Nomor 85 Tahun 2015 Tentang Tempat Penimbunan Berikat Pasal 1 ayat 8
PMK No 272/Pmk.04/2015 Tentang Pusat Logistik Berikat Pasal 1 ayat 4

Tempat Penimbunan Berikat adalah bangunan, tempat, atau kawasan yang memenuhi
persyaratan tertentu yang digunakan untuk menimbun barang dengan tujuan tertentu dengan
mendapatkan penangguhan Bea Masuk.
PP Nomor 85 Tahun 2015 Tentang Tempat Penimbunan Berikat Pasal 1 ayat 1
PMK No 272/Pmk.04/2015 Tentang Pusat Logistik Berikat pasal 1 ayat 3

Tempat Penimbunan Berikat dapat berbentuk:


a. Gudang Berikat;
b. Kawasan Berikat;
c. Tempat Penyelenggaraan Pameran Berikat;
d. Toko Bebas Bea;
e. Tempat Lelang Berikat;
f. Kawasan Daur Ulang Berikat; atau
g. Pusat Logistik Berikat.
PP Nomor 85 Tahun 2015 Tentang Tempat Penimbunan Berikat Pasal 2 ayat 1 huruf g

PENGAWASAN PUSAT LOGISTIK BERIKAT


PLB merupakan Kawasan Pabean dan sepenuhnya berada di bawah pengawasan Direktorat
Jenderal Bea dan Cukai. Dalam rangka pengawasan terhadap PLB, dapat dilakukan pemeriksaan
pabean dengan tetap menjamin kelancaran arus barang. Pemeriksaan pabean dilakukan secara
selektif berdasarkan manajemen risiko.
PMK No 272/Pmk.04/2015 Tentang Pusat Logistik Berikat Pasal 2 ayat 1-3

KEGIATAN SEDERHANA DI PUSAT LOGISTIK BERIKAT


Kegiatan penimbunan barang asal luar daerah pabean dan / atau barang yang berasal dari
tempat lain dalam daerah pabean di dalam PLB dapat disertai dengan 1 (satu) atau lebih
kegiatan sederhana yaitu :
a. pengemasan atau pengemasan kembali;
b. penyortiran;
c . standardisasi (quality control);
d . penggabungan (kitting);
e . pengepakan ;
f. penyetelan;
g. konsolidasi barang tujuan ekspor;
h . penyediaan barang tujuan ekspor;
i. pemasangan kembali dan / atau perbaikan ;
J. maintenance pada industri yang bersifat strategis , termasuk pengecatan (painting);
k . pembauran (blending);
1

l. pemberian label berbahasa Indonesia;


m. pelekatan pita cukai atau pembubuhan tanda pelunasan cukai lainnya atas Barang Kena
Cukai ;
n . lelang barang modal asal luar daerah pabean ;
o . pameran barang impor dan / atau asal tempat lain dalam daerah pabean ;
p . pemeriksaan dari lembaga atau instansi teknis terkait dalam rangka pemenuhan ketentuan
pembatasan impor dan / atau ekspor;
q . pemeriksaan untuk penerbitan Surat Keterangan Asal (SKA) oleh instan si teknis terkait dalam
rangka impor dan / atau ekspor; dan / atau .
r . kegiatan sederhana lainnya yang dapat ditetapkan oleh Direktur Jenderal .
PMK No 272/Pmk.04/2015 Tentang Pusat Logistik Berikat Pasal 3 ayat 9

WAKTU PENIMBUNAN BARANG DI PLB


Barang yang ditimbun di dalam PLB diberikan waktu paling lama 3 (tiga) tahun, terhitung sejak
tanggal pemasukan ke PLB .
PMK No 272/Pmk.04/2015 Tentang Pusat Logistik Berikat Pasal 3 ayat 7

Jangka waktu timbun dapat diperpanjang dalam hal barang yang ditimbun dalam PLB
merupakan barang untuk keperluan :
a . operasional minyak dan / atau gas bumi ;
b . pertambangan ;
c . industri tertentu; atau
d . industri lainnya dengan izin Kepala Kantor Pabean .
PMK No 272/Pmk.04/2015 Tentang Pusat Logistik Berikat Pasal 3 ayat 8

PEMASUKAN BARANG KE PLB


Pemasukan barang ke PLB dapat dilakukan dari :
a. luar Daerah Pabean ;
b. TPB lainnya;
c. tempat lain dalam daerah pabean ;
d . KEK;
e. Kawasan Bebas; dan/atau
f. Kawasan ekonomi lainnya yang ditetapkan oleh Pemerintah sesuai ketentuan perundangundangan.
PMK No 272/Pmk.04/2015 Tentang Pusat Logistik Berikat Pasal 17

Terhadap barang yang dimasukkan ke PLB wajib dilakukan pembongkaran (stripping) dari peti
kemas.
Kewajiban pembongkaran (stripping) dikecualikan terhadap :
a. barang cair, gas , atau sejenisnya; dan/atau
b. barang lain berdasarkan persetujuan Kepala Kantor Pabean dengan mempertimbangkan profil
risiko perusahaan.
PMK No 272/Pmk.04/2015 Tentang Pusat Logistik Berikat Pasal 18 ayat 1-2

PENGELUARAN BARANG ASAL LUAR DAERAH PABEAN DARI TPB KE DPIL


Pengeluaran barang asal impor dari Tempat Penimbunan Berikat ke tempat lain dalam daerah
pabean, berlaku ketentuan kepabeanan di bidang impor.
PP Nomor 85 Tahun 2015 Tentang Tempat Penimbunan Berikat Pasal 4 ayat 5

Barang asal luar daerah pabean yang ditimbun di Pusat Logistik Berikat dapat dikeluarkan untuk:
2

a. mendukung kegiatan industri di Kawasan Berikat, KEK, Kawasan Bebas, Kawasan ekonomi
lainnya yang ditetapkan oleh pemerintah sesuai ketentuan perundang-undangan;
b. mendukung kegiatan industri di tempat lain dalam daerah pabean;
c. dimasukkan ke Pusat Logistik Berikat lainnya, Gudang Berikat dan/atau Toko Bebas Bea;
d. diekspor;
e. mendukung kegiatan industri yang mendapat fasilitas pembebasan Bea Masuk, tidak dipungut
Pajak Dalam Rangka Impor, dan/atau pengembalian Bea Masuk berdasarkan ketentuan
perundang-undangan di bidang Kepabeanan; dan/atau
f. mendukung kegiatan industri yang mendapat fasilitas bea masuk ditanggung pemerintah.
PP Nomor 85 Tahun 2015 Tentang Tempat Penimbunan Berikat Pasal 42F ayat 1

Pengeluaran barang asal luar daerah pabean untuk diimpor untuk dipakai dari Tempat
Penimbunan Berikat ke tempat lain dalam daerah pabean berlaku ketentuan pembatasan di
bidang impor, kecuali sudah dipenuhi pada saat pemasukannya.
Pengeluaran hasil produksi dari Kawasan Berikat ke tempat lain dalam daerah pabean untuk
diimpor untuk dipakai, tidak diberlakukan ketentuan pembatasan di bidang impor kecuali
ditentukan lain berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.
PP Nomor 85 Tahun 2015 Tentang Tempat Penimbunan Berikat Pasal 46B ayat 2 dan 3

Atas pengeluaran barang asal luar daerah pabean dengan tujuan ke tempat lain dalam daerah
pabean dilakukan pemeriksaan pabean sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (2) dan
berlaku ketentuan kepabeanan di bidang impor.
PMK No 272/Pmk.04/2015 Tentang Pusat Logistik Berikat pasal 20 ayat 5

PERUSAHAAN YANG MENERIMA FASILITAS SEBAGAI PENGELOLA KAWASAN PLB


Saat ini terdapat 11 perusahaan yang mendaftarkan diri membangun Pusat Logistik Berikat di
dekat sentra industri untuk menimbun komoditi yang dibutuhkan industri dalam negeri, seperti
kapas, spare part otomotif, peralatan migas, bahan baku industri kecil dan menengah (IKM) dan
chemical
http://ekbis.sindonews.com/read/1091768/34/jokowi-resmikan-11-kawasan-pusat-logistik-berikat-1457580996

1. PT Toyota Manufacturing di Karawang bergerak di bidang supporting industri otomotif


2. PT Petrosea di Balikpapan yang bergerak di bidang supporting industri migas dan
pertambangan
3. PT Pelabuhan Penajem (Astra Group) di Balikpapan bergerak di bidang supporting industri
migas dan pertambangan
4. PT Agility di Cikarang bergerak di bidang supporting industri kebutuhan rumah tangga (home
care)
5. PT Cikarang Dry Port di Cikarang bergerak di bidang industri tekstil
6. PT Cipta Krida Bahari di Cakung Jakarta Timur, bergerak di bidang industri migas dan
pertambangan
7. PT Dunia Express di Sunter dan Karawang yang bergerak di bidang industri tekstil
8. PT Khrisna di Bali yang bergerak di bidang industri kreatif dan kerajinan
9. PT Vopak Terminal Merak di Merak yang bergerak di bidang industri minyak dan gas bumi
10. PT Dahana di Subang yang bergerak di bidang indutri migas dan pertambangan
11. PT Kamadjaja Logistic di Cibitung Bekasi yang bergerak di bidang industri makanan dan
minuman.
http://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20160310101833-92-116472/toyota-dan-10-perusahaan-lain-ditunjuk-jadi-pengelola-plb/