Anda di halaman 1dari 20

MANAJEMEN LAKTASI

Definisi
Manajemen laktasi adalah tata laksana yang diperlukan untuk menunjang keberhasilan
menyusui. Dalam pelaksanaannya terutama dimulai pada masa kehamilan, segera setelah
persalinan dan pada masa menyusui selanjutnya
Laktasi adalah NYmamalia termasuk manusia
Tugas utama petugas kesehatan
memberdayakan ibu untuk melakukan perawatan payudara, cara menyusui, merawat bayi,
merawat talipusat dan memandikan bayi
mengatasi masalah laktasi
memantau keadaan ibu dan bayi
jangan berikan cairan atau makanan apapun kepada BBL kecuali ada indikasi medis
jangan berikan dot kepada bayi
KEGIATAN MANAJEMAN LAKTASI
MASA ANTENATAL
KIE manfaat dan keunggulan ASI
meyakkinkan ibu untuk menyusukan anaknya
melakukan pemeriksaan kesehatn, kehamilan dan payudara
memantau kecukupan gizi ibu hamil
menciptakan suasana bahagia bagi keluarga terkait dengan kehamilan ibu
SEGERA SETELAH BAYI LAHIR
skin to skin dan memeberikan ASI dini IMD
membina ikatan emosional dan kehangatan ibu-bayi (bonding attachment)
jangan berikan cairan atau makanan apapun kecuali ada indikasi medis
MASA NEONATAL
Menjamin pelaksanaan ASI ekslusif
Rawat gabung ibu - bayi
jaminan asupan ASI setiap bayi membutuhkan (on demand)
melaksanakan tehnik menyusui yang benar
upayakan bayi mendapatkan ASI apabila bayi tidak bersama dengan ibu
Vitamin A dosis tinggi (20.000 SI) bagi ibu nifas
bimbing ibu untuk mengenali tanda jika bayi sudah mendapatkan ASI yang cukup
Anjurkan ibu untuk beristirahat yang cukup

Perhatikan kecukupan gizi ibu


rujuk ke konselor ASI apabila ibu mengalami masalah laktasi
MASA MENYUSUI SELANJUTNYA
Pemberian ASI dilanjutkan sampai bayi berusia 6 bulan
berikan MP-ASI setelah bayi berusia 6 bulan
memantau kecukupan gizi dan memberikan cukup waktu istirahat bagi ibu menyusui
Memperoleh dukungan suami untuk menunjang keberhasilan menyusui
mengatasi masalah menyusui

Manajemen Laktasi
26.08.2013

Menyusui merupakan proses yang cukup kompleks. Dengan mengetahui anatomi payudara
dan bagaimana payudara menghasilkan ASI akan sangat membantu para ibu mengerti proses
kerja menyusui yang pada akhirnya dapat menyusui secara eksklusif.
Anatomi payudara
Areola
Aerola adalah daerah berwarna gelap yang mengelilingi puting susu. Pada areola terdapat
kelenjar-kelenjar kecil yang disebut kelenjar Montgomery, menghasilkan cairan berminyak
untuk menjaga kesehatan kulit di sekitar areola.
Alveoli
Alveoli adalah kantong penghasil ASI yang berjumlah jutaan. Hormon prolaktin
mempengaruhi sel alveoli untuk menghasilkan ASI.
Duktus laktiferus
Duktus laktiferus merupakan saluran kecil yang yang berfungsi menyalurkan ASI dari alveoli
ke sinus laktiferus (dari pabrik ASI ke gudang ASI)
Sinus laktiferus / ampula
Sinus laktiferus merupakan saluran ASI yang melebar dan membentuk kantung di sekitar
areola yang berfungsi untuk menyimpan ASI.
Jaringan lemak dan penyangga
Jaringan lemak di sekeliling alveoli dan duktus laktiferus yang menentukan besar kecilnya
ukuran payudara. Payudara kecil atau besar mempunyai alveoli dan sinus laktiferus yang
sama, sehingga dapat menghasilkan ASI sama banyak. Di sekeliling alveoli juga terdapat otot
polos, yang akan berkontraksi dan memeras keluar ASI. Keberadaan hormon oksitosin
menyebabkan otot tersebut berkontraksi.
Air susu ibu dan hormon prolaktin
Setiap kali bayi menghisap payudara akan merangsang ujung saraf sensoris disekitar
payudara sehingga merangsang kelenjar hipofisis bagian depan untuk menghasilkan
prolaktin. Prolaktin akan masuk ke peredaran darah kemudian ke payudara menyebabkan sel
sekretori di alveolus (pabrik ASI) menghasilkan ASI.

Prolaktin akan berada di peredaran darah selama 30 menit setelah dihisap, sehingga prolaktin
dapat merangsang payudara menghasilkan ASI untuk minum berikutnya. Sedangkan untuk
minum yg sekarang, bayi mengambil ASI yang sudah ada.
Makin banyak ASI yang dikeluarkan dari gudang ASI (sinus laktiferus), makin banyak
produksi ASI. Dengan kata lain, makin sering bayi menyusui makin banyak ASI diproduksi.
Sebaliknya, makin jarang bayi menghisap, makin sedikit payudara menghasilkan ASI. Jika
bayi berhenti menghisap maka payudara akan berhenti menghasilkan ASI.
Prolaktin umumnya dihasilkan pada malam hari, sehingga menyusui pada malam hari dapat
membantu mempertahankan produksi ASI. Hormon prolaktin juga akan menekan ovulasi
(fungsi indung telur untuk menghasilkan sel telur), sehingga menyusui secara eksklusif akan
memperlambat kembalinya fungsi kesuburan dan haid. Oleh karena itu, menyusui pada
malam hari penting untuk tujuan menunda kehamilan.
Air susu ibu dan refleks oksitosin (Love reflex, Let Down Reflex)
Hormon oksitosin diproduksi oleh bagian belakang kelenjar hipofisis. Hormon tersebut
dihasilkan bila ujung saraf disekitar payudara dirangsang oleh isapan. Oksitosin akan
dialirkan melalui darah menuju ke payudara yang akan merangsang kontraksi otot di
sekeliling alveoli (pabrik ASI) dan memeras ASI keluar dari pabrik ke gudang ASI. Hanya
ASI di dalam gudang ASI yang dapat dikeluarkan oleh bayi dan atau ibunya.
Oksitosin dibentuk lebih cepat dibanding prolaktin. Keadaan ini menyebabkan ASI di
payudara akan mengalir untuk dihisap. Oksitosin sudah mulai bekerja saat ibu berkeinginan
menyusui (sebelum bayi menghisap). Jika refleks oksitosin tidak bekerja dengan baik, maka
bayi mengalami kesulitan untuk mendapatkan ASI. Payudara seolah-olah telah berhenti
memproduksi ASI, padahal payudara tetap menghasilkan ASI namun tidak mengalir keluar.
Efek penting oksitosin lainnya adalah menyebabkan uterus berkontraksi setelah melahirkan.
Hal ini membantu mengurangi perdarahan, walaupun kadang mengakibatkan nyeri.

Keadaan yang dapat meningkatkan hormon oksitosin


Beberapa keadaan yang dianggap dapat mempengaruhi (meningkatkan) produksi hormon
oksitosin :

Perasaan dan curahan kasih sayang terhadap bayinya.

Celotehan atau tangisan bayi

Dukungan ayah dalam pengasuhan bayi, seperti menggendong bayi ke ibu


saat akan disusui atau disendawakan, mengganti popok dan memandikan
bayi, bermain, mendendangkan bayi dan membantu pekerjaan rumah
tangga

Pijat bayi

Beberapa keadaan yang dapat mengurangi produksi hormon oksitosin

Rasa cemas, sedih, marah, kesal, atau bingung

Rasa cemas terhadap perubahan bentuk pada payudara dan bentuk


tubuhnya, meniggalkan bayi karena harus bekerja dan ASI tidak
mencukupi kebutuhan bayi.

Rasa sakit terutama saat menyusui

Keberhasilan menyusui
Untuk memaksimalkan manfaat menyusui, bayi sebaiknya disusui selama 6 bulan pertama.
Beberapa langkah yang dapat menuntun ibu agar sukses menyusui secara eksklusif selama 6
bulan pertama, antara lain :
1. Biarkan bayi menyusu sesegera mungkin setelah bayi lahir terutama
dalam 1 jam pertama (inisiasi dini), karena bayi baru lahir sangat aktif dan
tanggap dalam 1 jam pertama dan setelah itu akan mengantuk dan
tertidur. Bayi mempunyai refleks menghisap (sucking reflex) sangat kuat
pada saat itu. Jika ibu melahirkan dengan operasi kaisar juga dapat
melakukan hal ini (bila kondisi ibu sadar, atau bila ibu telah bebas dari
efek anestesi umum). Proses menyusui dimulai segera setelah lahir
dengan membiarkan bayi diletakkan di dada ibu sehingga terjadi kontak
kulit kulit. Bayi akan mulai merangkak untuk mencari puting ibu dan
menghisapnya. Kontak kulit dengan kulit ini akan merangsang aliran ASI,
membantu ikatan batin (bonding) ibu dan bayi serta perkembangan bayi.
2. Yakinkan bahwa hanya ASI makanan pertama dan satu-satunya bagi bayi
anda. Tidak ada makanan atau cairan lain (seperti gula, air, susu formula)
yang diberikan, karena akan menghambat keberhasilan proses menyusui.
Makanan atau cairan lain akan mengganggu produksi dan suplai ASI,
menciptakan bingung puting, serta meningkatkan risiko infeksi
3. Susui bayi sesuai kebutuhannya sampai puas. Bila bayi puas, maka ia
akan melepaskan puting dengan sendirinya.

Keterampilan menyusui
Agar proses menyusui dapat berjalan lancar, maka seorang ibu harus mempunyai
keterampilan menyusui agar ASI dapat mengalir dari payudara ibu ke bayi secara efektif.
Keterampilan menyusui yang baik meliputi posisi menyusui dan perlekatan bayi pada
payudara yang tepat.
Posisi menyusui harus senyaman mungkin, dapat dengan posisi berbaring atau duduk. Posisi
yang kurang tepat akan menghasilkan perlekatan yang tidak baik. Posisi dasar menyusui
terdiri dari posisi badan ibu, posisi badan bayi, serta posisi mulut bayi dan payudara ibu
(perlekatan/ attachment). Posisi badan ibu saat menyusui dapat posisi duduk, posisi tidur
terlentang, atau posisi tidur miring.

Saat menyusui, bayi harus disanggah sehingga kepala lurus menghadap payudara dengan
hidung menghadap ke puting dan badan bayi menempel dengan badan ibu (sanggahan bukan
hanya pada bahu dan leher). Sentuh bibir bawah bayi dengan puting, tunggu sampai mulut
bayi terbuka lebar dan secepatnya dekatkan bayi ke payudara dengan cara menekan
punggung dan bahu bayi (bukan kepala bayi). Arahkan puting susu ke atas, lalu masukkan ke
mulut bayi dengan cara menyusuri langit-langitnya. Masukkan payudara ibu sebanyak
mungkin ke mulut bayi sehingga hanya sedikit bagian areola bawah yang terlihat dibanding
aerola bagian atas. Bibir bayi akan memutar keluar, dagu bayi menempel pada payudara dan
puting susu terlipat di bawah bibir atas bayi.
Posisi tubuh yang baik dapat dilihat sebagai berikut:

Posisi muka bayi menghadap ke payudara (chin to breast)

Perut/dada bayi menempel pada perut/dada ibu (chest to chest)

Seluruh badan bayi menghadap ke badan ibu hingga telinga bayi


membentuk garis lurus dengan lengan bayi dan leher bayi

Seluruh punggung bayi tersanggah dengan baik

Ada kontak mata antara ibu dengan bayi

Pegang belakang bahu jangan kepala bayi

Kepala terletak dilengan bukan didaerah siku

Posisi menyusui yang tidak benar dapat dilihat sebagai berikut :

Leher bayi terputar dan cenderung kedepan

Badan bayi menjauh badan ibu

Badan bayi tidak menghadap ke badan ibu

Hanya leher dan kepala tersanggah

Tidak ada kontak mata antara ibu dan bayi

C-hold tetap dipertahankan

Bagaimana sebaiknya bayi menghisap pada payudara ?


Agar bayi dapat menghisap secara efektif, maka bayi harus mengambil cukup banyak
payudara kedalam mulutnya agar lidahnya dapat memeras sinus laktiferus. Bayi harus
menarik keluar atau memeras jaringan payudara sehingga membentuk puting buatan/ DOT
yang bentuknya lebih panjang dari puting susu. Puting susu sendiri hanya membentuk

sepertiga dari puting buatan/ DOT. Hal ini dapat kita lihat saat bayi selesai menyusui. Dengan
cara inilah bayi mengeluarkan ASI dari payudara. Hisapan efektif tercapai bila bayi
menghisap dengan hisapan dalam dan lambat. Bayi terlihat menghentikan sejenak hisapannya
dan kita dapat mendengar suara ASI yang ditelan.
Tanda perlekatan bayi dan ibu yang baik

Dagu menyentuh payudara

Mulut terbuka lebar

Bibir bawah terputar keluar

Lebih banyak areola bagian atas yang terlihat dibanding bagian bawah

Tidak menimbulkan rasa sakit pada puting susu

Jika bayi tidak melekat dengan baik maka akan menimbulkan luka dan nyeri pada puting susu
dan payudara akan membengkak karena ASI tidak dapat dikeluarkan secara efektif. Bayi
merasa tidak puas dan ia ingin menyusu sering dan lama. Bayi akan mendapat ASI sangat
sedikit dan berat badan bayi tidak naik dan lambat laun ASI akan mengering.
Tanda perlekatan ibu dan bayi yang tidak baik :

Dagu tidak menempel pada payudara

Mulut bayi tidak terbuka lebar-

Bibir bawah terlipat kedalam sehingga menghalangi pengeluaran ASI oleh


lidah

Lebih banyak areola bagian bawah yang terlihat

Terasa sakit pada puting

Bibir mencucu/ monyong

Perlekatan yang benar adalah kunci keberhasilan menyusui

Bayi datang dari arah bawah payudara

Hidung bayi berhadapan dengan puting susu

Dagu bayi merupakan bagian pertama yang melekat pada payudara (titik
pertemuan)

Puting diarahkan ke atas ke langit-langit bayi

Telusuri langit-langit bayi dengan putting sampai didaerah yang tidak ada
tulangnya, diantara uvula (tekak) dengan pangkal lidah yang lembut

Putting susu hanya 1/3 atau dari bagian dot panjang yang terbentuk
dari jaringan payudara

Cara bayi mengeluarkan ASI


1. Bayi tidak mengeluarkan ASI dari payudara seperti mengisap minuman
melalui sedotan
2. Bayi mengisap untuk membentuk dot dari jaringan payudara
3. Bayi mengeluarkan ASI dengan gerakan peristaltik lidah menekan gudang
ASI ke langit-langit sehingga ASI terperah keluar gudang masuk kedalam
mulut
4. Gerakan gelombang lidah bayi dari depan ke belakang dan menekan dot
buatan ke atas langit-langit
5. Perahan efektif akan terjadi bila bayi melekat dengan benar sehingga bayi
mudah memeras ASI

Berapa lama sebaiknya bayi menyusu ?


Lamanya menyusu berbeda-beda tiap periode menyusu. Rata-rata bayi menyusu selama 5-15
menit, walaupun terkadang lebih. Bayi dapat mengukur sendiri kebutuhannya. Bila proses
menyusu berlangsung sangat lama (lebih dari 30 menit) atau sangat cepat (kurang dari 5
menit) mungkin ada masalah. Pada hari-hari pertama atau pada bayi berat lahir rendah
(kurang dari 2500 gram), proses menyusu terkadang sangat lama dan hal ini merupakan hal
yang wajar. Sebaiknya bayi menyusu pada satu payudara sampai selesai baru kemudian bila
bayi masih menginginkan dapat diberikan pada payudara yang satu lagi sehingga kedua
payudara mendapat stimulasi yang sama untuk menghasilkan ASI.
Berapa sering bayi menyusu dalam sehari ?
Susui bayi sesering mungkin sesuai dengan kebutuhan bayi, sedikitnya lebih dari 8 kali dalam
24 jam. Awalnya bayi menyusu sangat sering, namun pada usia 2 minggu frekuensi menyusu
akan berkurang. Bayi sebaiknya disusui sesering dan selama bayi menginginkannya bahkan
pada malam hari. Menyusui pada malam hari membantu mempertahankan suplai ASI karena
hormon prolaktin dikeluarkan terutama pada malam hari. Bayi yang puas menyusu akan
melepaskan payudara ibu dengan sendirinya, ibu tidak perlu menyetopnya.
Bagaimana menilai kecukupan ASI?
1. Asi akan cukup bila posisi dan perlekatan benar
2. Bila buang air kecil lebih dari 6 kali sehari dengan warna urine yang tidak
pekat dan bau tidak menyengat
3. Berat badan naik lebih dari 500 gram dalam sebulan dan telah melebihi
berat lahir pada usia 2 minggu

4. Bayi akan relaks dan puas setelah menyusu dan melepas sendiri dari
payudara ibu

Kesimpulan
Sejak awal kelahiran, bayi hanya diberikan ASI dan selanjutnya disusui sesering mungkin
tanpa dibatasi. Bayi dapat mengukur sendiri kemampuan dan kebutuhan cairan yang
diperlukan. Kita hanya perlu meluangkan waktu dan memberi kesempatan padanya untuk
mendapat yang terbaik yang ia butuhkan.

Sumber : Buku Bedah ASI IDAI

MANAGEMEN LAKTASI
Pendahuluan
Perkembangan dan pertumbuhan bayi dan anak sangat dipengaruhi oleh ibu. Sejak masa
kehamilan janin menerima nutrisi dari ibu melalui plasenta.pada masa bayi didalam tubuh ibu
secara alami telah disediakan makanan yang dibutuhkan untuk perkembangan dan
pertumbuhan selanjutnya berupa ASI.
Banyak ahli sepakat ASI lebih unggul daripada susu formula atau susu sapi. Pada abad ke-19
beberapa studi kedokteran yang dilakukan di Eropa menunjukkan angka kematian dan
kesakitan bayi bayi yang diberikan ASI ternyata lebih rendah daripada yg diberi susu
formula.
4.Payudara bengkak
Kadang payudara bengkak atau penuh,oedema ringan oleh hambatan vena atau saluran limfe
akibat ASI yang menumpuk.Faktor2 yang penyebab payudara bengkak:bayi tidak menyusu
dengan kuat,posisi bayi pada payudara salah sehingga proses menyusui tidak benar,putting
susu datar atau terbenam.
5.Saluran susu tersumbat.
Keadaan dimana terjadi sumbatan pada satu atau lebih saluran susu /duktus laktiferus.
6.Mastitis dan abses payudara
Mastitis adalah peradangan pada payudara ,bagian yang terkena menjadi
merah,bengkak,nyeri dan panas,suhu tinggi kadang2 menggigil,terjadi pada minggu 1-3
setelah melahirkankarena lanjutan dari sumbatan saluran susu.
Cara mengatasinya:

Memberikan antibiotika dan simtomatik terhadap nyeri

Kompres air hangat

Ibu cukup istirahat dan banyak minum

Sebelum terbentuk abses ,menyusui tetap di berikan.

Apabila terjadi abses ,rujuk ke dokter bedah untuk di insisi

Pemberian antibiotika dosis tinggi,analgesik/anti piretik

Ibu harus cukup istirahat

Bayi dihentikan menyusu

penutup
Menyusui adalah proses alami manusia tetapi tidak sederhana seperti yang di bayangkan
khalayak umum.Banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan ini. Agar menyusui
berhasil, setiap ibu harus percaya dapat melakukannya dengan didukung petunjuk
pengetahuan dan manajemen praktek menyusui yang benar dan tepat. Persiapan dini sejak
masa kehamilan hingga menyusui sangat membantu kelancaran proses menyusui secara
keseluruhan.
Penggunaan ASI telah dideklarasikan sebagai gerakan nasional yang merupakan upaya
peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak.Untuk mencapai keberhasilan gerakan nasional
perlu didukung oleh peran serta seluruh anggota masyarakat para ibu sebagai pelopor
peningkatan kualitas sumberdaya indonesia.praktek menyusui yg baik dan benar setiap ibu
perlu mempelajarinya.bukan pada ibu yang pertama kali hamil dan melahirkan tetapi juga ibu
ibu yang melahirkan anak yang ke 2 dan seterusnya.
peranan petugas kesehatan sangat penting dalam melindungi,meningkatkan, dan mendukung
usaha menyusui baik sebelum, selama maupun setelah kehamilan dan persalinan.Petugas
kesehatan harus mampu memotivasi , memberikan bimbingan dan penyuluhan manajemen
menyusui dikalangan ibu.Dukungan tenaga kesehatan ini akan sangat menentukan suksesnya
kampaye ASI disamping dukungan keluarga dan lingkungan.
Dengan mengikuti dan mempelajari pengetahuan mengenai menyusui atau laktasi
diharapkans etiap ibu hamil,bersalin dan menyusui dapat memberikan ASI secara optimal
sehingga bayi dapat tumbuh kembang normal sebagai calon sumberdaya manusia yang
berkualitas.
A. ASI LEBIH BAIK DARIPADA SUSU FORMULA
ASI mengandung semua zat gizi yang diperlukan bayi dalam 4 6 bulan pertama kehidupan.
keunggulan ASI dibanding susu formula adalah :

1. ASI praktis,ekonomis,dan hygienis.


2.Mengandung semua bahan / zat gizi yang diperlukan bagi pertumbuhan dan perkembangan
bayi.
3.Dapat diberikan dimana aja dan kapan s aja dalam keadaan segar, bebas bakteri dan suhu
yang sesuai,tanpa penggunaan alat bantu.
4.Bebas dari kesalahan dalam penyediaan / takaran.
5.Problem kesulitan pemberian makanan pada bayi jauh lebih sedikit daripadea bayi yang
mendapat susu formula buatan.
6.Mengandung imunoglobulin
7.Mencegah terjadinya keadaan gizi salah.
Sedangakan menyusui bayi mempuyai keuntungan keuntungan sebagai berikut :
1.Menyusui membantu menghentikan perdarahan setelah melahirkan.
2.Menyusui berdasarkan permintaan membantu mencegah kehamilan.
3.Menyusui baik secara kejiwaan atau psikologi bagi ibu dan bayi menimbulkan kedekatan
secara emosional yang baik.
B.PRODUKSI ASI
Hari pertama setelah persalinan seringkali payudara ibu terasa kosong.air susu yang pertama
kali dikeluarkan terasa sedikit disebut susu jolong/ kolostrum berwarna
kekuningan.kolostrum mengandung sel darah putih dan protein imunoglobulin pembunuh
kuman.kolostrum dianggap sebagai imunisasi pertama yang diterima bayi baru lahir.
1.Hormon dan Refleks yang berperan menghasilkan ASI
ASI dihasilkan oleh ekrja gabungan hormon dan refleks.Pada kehamilan terjadi perubahan
hormon untuk mempersiapkan produksi ASI.setelah persalinan perubahan hormon membuat
payudara menghasilkan ASI.
2hormon tersebut adalah

Hormon prolaktin /hormon produksi ASI dihasilkan oleh eklenjar hipofise


didasar otak yang membuat sel kelenjar payudara menghasilkan
ASI.Hormon ini mempunyai efek penting dalam menekan fungsi indung
telur sehingga memperlambat kesuburan atau haid.

Hormon oksitosin/ hormon pengeluaran ASI dihasilkan dari bagian


belakang hipofise hormon ini membuat otot otot mengkerut dan
memeras ASI keluar.

REFLEKS-REFLEKS MENYUSUI PADA IBU DAN BAYI


Pada saat menyusui akan terjadibeberapa refleks pada ibu an bayi yang penting pengaruhnya
terhadap kelancaran menyusui.
Refelks yang terjadi pada ibu yaitu rangsangan yang terjadi sewaktu bayi menghisap putting
susu diantaranya:
1. Refleks Prolaktin (rangsangan ke otak untuk mengeluarkan hormon
prolaktin), hormon ini akan merangsang sel-sel kelenjar payudara untuk
memproduksi ASI. makin sering bayi menghisap, makinbanyak prolaktin
yang lepas makin banyak pula ASI yang diproduksi. maka cara yang
terbaik mendapatkan ASI dalam jumlah banyak adalh menyusui bayi
sesering mungkin atau setidaknya menempelkan putting susu ibu pada
mulut bayi untuk bisa dihisap bayinya.
2. Refleks Oksitosin (rangsangan ke otak untuk mengeluarkan hormon
oksitosin), hormon ini akan memacu sel-sel otot yang mengelilingi jaringan
kelenjar susu dan saluranya unutk berkontraksi, sehingga memeras air
susu keluar menuju putting susu. ibu perlu mewaspadai bahwa tekanan
karena kontraksi otot ini kadang-kadang begitu kuat sehingga air susu
keluar dari putting menyembur, ini bisa membuat bayi tersedak.

Refleks oksitosin dipengaruhi oleh pikiran, perasaan, dan sensasi ibu. biasanya perasaan ibu
bisa merangsang pengeluaran ASI secara refleks, tetapi kadang-kadang juga menghambatnya.
perasaan yang bisa menghentikan refleks oksitosin misalnya, khawatir, sedih, atau takut akan
sesuatu. ibu kesakitan pada saat menyusui atau merasa malu. refleks ini bisa muncul pada
saat sang ibu mendengar bayinya menangis, melihat foto bayinya atau sedang teringat pada
bayinya berada jauh. manfaaat refleks oksitosin lainya adalah membantu lepasnya plasenta
dari rahim ibu dan menghentikan perdarahan persalinan.
Refleks yang terjadi pada bayi diantaranya:

Rooting Refleks, bila bayi baru lahir disentuh pipinya, dia akan menoleh
kearah sentuhan. bila bibirnya dirangsang atau disentuh dia akan
membuka mulut dan berusaha mencari putting untuk menyusu.

Sucking Refleks, atau refleks menghisap. refleks ini terjadi bila ada
sesuatu yang merangsang langit-langit dalam mulut bayi. jika putting susu
menyentuh langit-langit belakang mulut bayi terjadi refleks menghisap
dan terjadi tekanan terhadap daerah aerola oleh gusi, lidah, serta langitlangit, sehingga isi sinus laktiferus (tempat penampungan ASI pada
payudara) diperas keluar kedalam rongga mulut bayi.

Refleks Menelan, bila ada cairan didalam rongga mulut terjadi refleks
menelan.

2. PEMASOKAN DAN KEBUTUHAN PENGELUARAN ASI


Payudara memasok ASI sebanyak kebutuhan bayi, bila bayi menghisap lebih sering,
payudara akan membuat ASI lebih banyak. bila bayi berhenti menghisap sama sekali atau
tidak pernah memulainya payudara akan berhenti membuat ASI.
Bila ASI tidak dikeluarkan payudara akan menghasilkan ASI lebih sedikit. agar ASi dapat
dibuat terus maka penting untuk mengeluarkan ASI dari payudara.
3. PERSIAPAN LAKTASI SEJAK DINI
Persiapan menyusui perlu dilakukan seawal mungkin pada setiap wanita hamil dan para ibu
hendaknya mengetahui upaya-upaya yang seharusnya dilakukan untuk meningkatkan
pemberian ASI/ menyusui.
KLINIK ANTENATAL
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam klinik Antenatal bagi ibu hamil adalah :
1. Gizi ibu hamil, dari konsumsi zat gizi yang masuk kedalam tubuh serta cadangan yang ada
pada wanita hamil dan menyusui akan digunakan untuk aktivitas dan metabolisme tubuh ibu,
dan proses pembentukan ASI, nilai kalori serta zat gizi dari ASI itu sendiri.
2. Perilaku ibu hamil
a.kecukupan istirahat
Wanita hamil sebaiknya tidur minimal 8 jam sehari, kegiatan dan gerakannya sehari-hari
harus memperhatikan perubahan fisik dan mental yang terjadi pada dirinya .Diantara waktu
tersebut harus adawaktu untuk istirahat (santai) guna melemaskan otot-otot.
b.Tidak merokok,minum alkohol,kopi,soda.
Termasuk menjauhi asap rokok dari orang lain.minuman kopi dan minuman soda dapat
mengurangi kemampuan usus untuk menyerap kalsium dan zat besi.
3. obat-obatan
Pemakaian obat-obatan selama hamil hanya atas petunjuk bidan atau dokter, terutama
menjelang persalinan perlu diperhatikan, agar tidak berpengaruh terhadap laktasi.
4. keluhan lain
A danya keluhan lain, misalnta sakit gigi /mulut,infeksi lainya.
5.Hygiene personal dan lingkungan.
Kebersihan diri dan pakaian yang nyaman perlu mendapat perhatian untuk menjaga
kesehatan .pilihlah pakaian yang longgar ,ringan dan mudah menyerap keringat.
6. Pendukung

Sebaiknya selama 3bulan terakhir kehamilan,seorang ibu telah menentukan dokter yang akan
mengawasinya persalinan anaknya.Kerjasama antara tenaga penolong persalinan dan dokter
anak juga harus di bina.
PERAWATAN PAYUDARA
Demi keberhasilan menyusui ,payudara memerlukan perawatan sejak dini secara teratur
.Perwatan selama kehamilan bertujuan agar selama menyusui kelak produksi asi cukup.tidak
terjadi kelainan pada payudara dan payudara tetap baik setelah menyusui.
Pada umumnya wanita dalam kehamilan 6-8 minggu akan mengalami pembesaran
payudara,akan lebih padat,kenyal,kencang,sakit dan tampak jelas di permukaan kulit adanya
gambaran pembuluh darah yang bertambah serta melebar. kelenjar Montgomery pada daerah
areola tampak lebih nyata dan menonjol.
Guna menunjang perkembangan payudar dalam kehamilan perlu di lakukan sbb:
1.Pemakaian BH yang tepat,sebaiknya ibu hamil harus memakai bra yang tepat dan ukuran
yang sesuai dapat menopang perkembangan payudara.
2.Latihan otot-otot yang menopang payudara.
3.Hygiene payudara
Kebersihan/hygiene payudara juga harus di perhatikan ,khususnya daerah papila dan aerola
.pada saat mandi sebaiknya papila dan areola tidak di sabuni.untuk menghindari keadan
kering dan kaku akibat hilangnya lendir pelumas yang dihasilkan kelenjar
Montgomery.Areola dan papila yang kering akan memudahkan terjadinya lecet dan infeksi.
D. HAL HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PRAKTEK LAKTASI
Untuk mencapai keberhasilan menyusui,para ibu perlu mengetahui sedikit banyak
pengetahuan tentang menyusui yang benar.
Hal-hal berikut ini merupakan beberapa hal yang perlu di perhatikan setiap ibu demi
kelancaran menyusui antara lain :
1.Nutrisi ibu menyusui
Meskipun umumnya keadaan gizi pada ibu hanya akan mempengaruhi kuantitas dan bukan
kualitas asinya, ibu menyusui sebaiknya tidak membatasi konsumsi makananya. Penurunan
berat badan sesudah melahirkan sebaiknya tidak melebihi 0,5 kg/minggu.Pada bulan pertama
menyusui, yaitu saat bayi hanya mendapatkan ASI saja (exlusive breastfeeding period), ibu
membutuhkan tambahan kalori sebanyak 700 kkl/hari, pada 6 bulan berikutnya 500 kkal/hari
dan pada tahun kedua 400 kkal/hari.
Jumlah cairan yang dibutuhkan ibu menyusui dianjurkan minum 8 12 gelas perhari.

2. Istirahat
Bila laktasi tidak berlangsung baik biasanya penyabab utamanya adalah kelelahan pada
ibu.Oleh karena itu, istirahat dan tidur yang cukup merupakan kebutuhan yang harus
dipenuhi.
3. Obat obatan
Pemakaian obat obatan dalam masa menyusui perlu mendapat perhatian, apakah
mempunyai efek samping yang positif atau negatif terhadap laktasi. Contoh obat yang dapat
mengurangi produksi ASI yaitu pil KB yang mengandung hormon estrogen.
4.Posisi ibu-bayi yang benar saat menyusui
Dapat dicapai bila bayi tampak menyusui dengan benar, bayi menempel betul pada ibu mulut
dan dagu bayi menempel betul pada payudara, mulut bati membuka lebar, sebagian besar
areola tertutup mulut bayi, bayi menghisap ASI pelan-pelan dengan kuat, puting susu ibu
tidak terasa sakit dan puting terhadap lengan bayi berada pada satu garis lurus.
5. Penilaian kecukupan ASI pada bayi
Bayi usia 0 4 bulan atau 6 bulan dapt dinilai cukup pemberian ASInya bila tercapai keadaan
sebagai berikut:
a. Berat badan lahir telah pulih kembali setelah bayi berusia 2 minggu
b. Kenaikan berat badan dan tinggi badan sesuai dengan kurve pertumbuhan normal
c. Bayi banyak ngompol sampai 6 kali atau lebih dalam sehari
d. Tiap menyusui, bayi menyusu kuat (rakus).
e. Payudara ibu terasa lunak setelah disusukan dibanding sebelumnya
6. Diluar waktu menyusui
Jangan membiasakan bayi menggunakan dot atau kempeng. Berikan ASI dengan sendok bila
ibu tidak dapat menyusui bayinya.
7. Ibu bekerja
Selama cuti hendaknya ibu menyusui bayinya terus. Jangan juga membiasakan bayi menyusu
dengan botol bila masa cuti telah habis dan ibu harus bekerja kembali.
8. Pemberian makanan pendamping ASI

Makanan pendamping ASI hendaknya diberikan mulai usia bayi 4 6 bulan. BIla ibu bekerja
sebaiknya makanan pendamping ASI diberikan pada jam kerja, sehingga ASI tetap diberikan
setelah ibu berada di rumah.
9. Penyapihan
Menghentikan pemberian ASI harus dilakukan secara bertahap dengan jalan meningkatkan
frekuensi pemberian makanan anak dan menurunkan frekuensi pemberian ASI secara
bertahap dalam kurun waktu 2 3 bulan.
10. Klinik laktasi
Pusat pelayanan kesehatan ibu dan anak harus memiliki pelayanan yang dapat meyakinkan
setiap ibu dalam masa menyusui bahwa ia selalu dapat berkonsultasi untuk setiap masalah
laktasi yang dialaminy. Untuk itu perlu diadakan klinik laktasi atau tenaga terlatih untuk
membantunya pada sarana pelayanan kesehatan yang terdekat.
11. Kelompok pendukung ASI
Perlu dibina adanya kelompok pendukung ASI DI lingkungan masyarakat, yang dapat
merupakan sarana untuk mendukung ibu-ibu di lingkungan tersebut agar berhasil menyusui
bayinya, dibantu oleh tenaga kesehatan yang ada di lingkungan tersebut. Melalui kelompok
ini, ibu-ibu menyusui dapat mengadakan diskusi dan mendapat bantuan bila mengalami
masalah dalam menyusui bayinya.
E. LANGKAH-LANGKAH MENYUSUI YANG BAIK DAN BENAR
LANGKAH-LANGKAH MENYUSUI
Langkah-langkah menyusui yang baik dan benar meliputi hal-hal berikut :
1. Persiapan mental dan fisik ibu menyusui
Ibu yang akan menyusui harus dalam keadaan tenang. Bila perlu minum segelas air sebelum
menyusui. Hindari menyusui dalam keadaan lapar dan haus. Sediakan tempat dengan
peralatan yang diperlukan, seperti kursi dengan sandaran punggung dan sandaran tangan,
bantal untuk menopang tangan yang menggendong bayi.
2. Hygiene personal ibu menyusui
Sebelum menggendong bayi untuk menyusui, tangan harus dicuci bersih. Sebelum menyusui,
tekan daerah areola di antara telunjuk dan ibu jari sehingga keluar 2-3 tetes ASI, kemudian
dioleskan ke seluruh puting dan areola. Cara menyusui yang terbaikadalah bila ibu
melepaskan BH dari kedua payudara.
3. Menyusui bayi sesuai dengan permintaan bayi

Susukan bayi sesuai dengan kebutuhannya (on demand), jangan dijadwalkan. Biasanya
kebutuhan terpenuhi dengan menyusui tiap 2-3 jam sekali. Setiap kali menyusui, lakukanlah
pada kedua payudara kiri dan kanan secara bergantian, masing-masing sekitar 10 menit.
Mulailah dengan payudara sisi terakhir yang disusui sebelumnya. Periksa ASI sampai
payudara terasa kosong.
4. Setelah selesai menyusui, oleskan ASI lagi seperti awal menyusui tadi. Biarkan kering oleh
udara sebelum kembali memakai BH. Langkah ini berguna untuk mencegah lecet.
5. Membuat bayi bersendawa setelah menyusui harus selalu dilakukan, untuk mengeluarkan
udara dari lambung supaya bayi tidak kembung dan muntah.
Bila terjadi keadaad lecet pada puting dan atau sekitarnya, sebaiknya ibu tetep menyusui
dengan mendahului pada puting yang tidak lecet. Sebelum diisap, puting yang lecet dapat
diolesi es untuk mengurangi rasa sakit. Yang lebih penting dari kejadian ini adalah mencari
penyebab lecet tersebut yang tentunya harus dihindari.
Keadaan engorgement (payudara bengkak) yang sering terjadi pada payudara yang
elastisitasnya kurang. Untuk mengatasinya, kompres payudara dengan handuk hangat kirakira 4-5 menit, kemudian dilakukan masase dari tepi ke arah puting hingga ASI keluar.
Setelah itu baru bayi disusukan. Jangan berhenti menyusui dalam keadaan ini.
F. POSISI MENYUSUI
Agar bayi dapat mengisap ASI secara maksimal usahakan bayi tampak menyusui dengan
tenang, bayi menempel betul pada ibu, mulut dan dagu bayi menempel betul pada payudara,
mulut bayi membuka lebar, sebagian besar areola tertutup mulut bayi, bayi menghisap ASI
pelan-pelan dengan kuat, puting susu ibu tidak terasa sakit dan puting terhadap lengan bayi
berada pada satu garis lurus.
Menyusui bayi hendaknya memperhatikan beberapa masa;lah pada bayi, sebagai berikut:
a. Bayi tidak dapat menghisap

Ibu harus memeras ASI

Memeras ASI harus dilakukan sebanyak (sesering) mungkin yaitu setiap kali memberi minum
bayi (delapan kali sehari), hal ini ditujukan untuk menjaga pasokan ASI. Apabila hanya
memeras satu atau dau kali sehari, pasokan ASi akan berkurang.

ASI eksklusif harus diberikan pada bayi


Pemberian ASI bisa dilakukan dengan menggunakan cangkir (metode cup).
Paling baik menggunakan cangkir yang sangat kecil atau kendi berujung.
Bisa juga dengan pipet tetes atau sonde bila kondisi bayi mengharuskan.
Botol dan dot tidak dianjurkan, oleh karena tidak merangsang bayi untuk
bertindak aktif (mengisap).

Penyimpanan ASI pera

Di udara terbuka / bebas :6-8 jam, bila masih kolostrum bisa sampai
12 jam

Di lemari es :24 jam

Di lemari pendingin / beku :6 bulan

POSISIMENYUSUI DI ANJURKAN Pada bayi sumbing

ASI yang telah didinginkan tidak boleh direbus bila akan dipakai (unsur kekebalan
akan menurun). ASI didiamkan beberapa saat di dalam suhu kamar, agar tidak terlalu
dingin; atau dapat direndam di dalam wadah yang berisi air hangat.
b. Bayi melekat kurang kuat
Anjurkan ibu untuk menyusui dengan cara yang benar :
* Atur posisi hingga kepala dan tubuh bayi lurus
* Atur tubuh bayi menghadap ibu hingga hidung bayi dekat dengan puting susu
* Dekatkan tubuh bayi hingga perut bayi menempel pada perut ibu
* Seluruh tubuh bayi disangga dengan kedua tangan ibu
c. Bayi menghisap kurang efektif
Apabila puting susu terlalu besar untuk BBLR kemungkinan bayi akan sulit untuk
menetek dengan sempurna. Oleh karena itu perlu membantu bayi untuk mendapatkan
posisi menetek yang tepat pada payudara sehingga dapat menghisap dengan optimal.
Memasukkan puting susu ke mulut bayi dengan benar :
* Dekatkan bayi ke arah ibu, sentuhkan bibir bayi ke puting susu ibu.
* Secara reflek bayi membuka mulut
* Saat mulut bayi terbuka lebar, dekatkan bayi kemudian mulut bayi diatur
sedemikian rupa sehingga sebagian besar areola payudara, terutama bagian bawah,
masuk ke mulut bayi. Areola payudara di bagian atas mulut bayi terlihat lebih banyak
dibanding dengan bagian areola yang ada di bawah mulut bayi.
* Amati apakah bayi melekat dan menetek dengan benar dan efektif. Jika belum,
diulangi sekali lagi.
d. Apakah mendapat minuman lain selain ASI

Walaupun bayi mendapatkan minuman lain selain ASI, ibu dinasehatkan harus
berupaya meneteki bayi sesering mungkin, kurangi pemberian lain selain ASI, serta
gunakan cangkir yang sangat kecil ketika memberi minum.
G. MENYUSUI PADA BAYI BERMASALAH
BAYI PREMATUR ATAU BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR)
Bayi berat lahir rendah atau prematur mempunyai masalah menyusui karena refleks
menghisapnya masih lemah, bayi harus disusui lebih sering sedikit demi sedikit,
meski waktu menyusunya tidak lama. Mula-mula sentuhlah langit-langit bayi dengan
ibu jati yang bersih untuk merangsang mengisap.
Jika bayi dirawat di rumah sakit,seringlah ibu mengunjungi,melihat,mengusap bayi
dengan kasih sayang,jika mungkin di susukan langsung atau dipompa lalu di berikan
mengunakan sendok atau cangkir.
PENCEGAHAN DARI HIPOTERMIA
Pada bayi lahir kecil/BBLR baik prematur atau cukup bulan mudah sekali kedinginan
walaupun iklim panas .BBLRkedinginan akan mengunakan energi dari makanan
untuk menghangatkan tubuhnya sehingga tidak cukup tersedia makanan untuk
pertumbuhan.Salah satu cara yang baik adalah menidurkan bayi dengan ibu dalam
selimut atau menggendong BBLRdidalam pakaiannya diantara payudara. Metode ini
disebut metode kanguru
BAYI KEMBAR
Ibu bayi kembar di yakinan bahwa di sanggup menyusui bayinya ,mula-mula ibu
dapat menyusui sekaligus berdua.bayi sebaiknya menyusu sekaligus .susuilah bayi
sesering mungkin selama waaktu yang di inginkan oleh bayi,umumnya bayi menyusu
kurang lebih 2o menit.
BAYI SUMBING
Pendapat yang mengatakan bahwa bayi sumbing tidak dapat menyusu tidak benar.bila
bayi mengalam sumbing pada palatum molle bayi akan menyusu tanpa kesulitan

Posisi ibu duduk dengan vertikal /bayi tegak , untuk bayi palatoskizis
sebaiknya posisi tidur sehingga putting akan jauh mencapai faring dengan
demikian tidak terjadi aspirasi.

Pegang putting susu dan areola mamma selagi menyusui ,untuk


membantu bayi mendapat ASI yang cukup .

Ibu jari ibu dapat membantu sebagai penyumbat celah pada bibir bayi .

Bila bayi menderita sumbing pada bibir dan langgitlanggit(labiopalatosziksis)ASI juga dapat dikeluarkan secara
manual/pompa,sendok atau pipet, botol dengan dot yang panjang khusus
ASI.

Operasi bibir sumbing dilakukan secara bertahap, operasi pertama pada bibir pada usia 3
bulan dengan persyaratan rule of ten. selanjutnya palatum pada usia 10-12 bulan.
Yang perlu diperhatikan dalam menyusui pasca operasi:
1. Tidak boleh menggunakan dot, karena akan merusak hasil operasi
2. Diet cair selama 3 minggu baik untuk bayi maupun anak

MASALAH-MASALAH DALAM MENYUSUI


1. Puting susu datar atau tenggelam

Puting susu yang normal akan menonjol, puting susu tenggelam tidak menonjol pada saat
puting susu dicubit dengan ibu jari dan jari telunjuk
Puting susu yang tenggelam tidak selalu mengalami kesulitan dalam menyusui.
Usaha-usaha yang dilakukan:

Usahakan puting menonjol keluar dengan cara manerik dengan tangan


atau dengan menggunakan pompa puting susu.

Jika tetap tidak bisa usahakan agar disusui dengan sedikit penekanan
pada bagian areola dengan jari sehingga membentuk dot ketika
memasukkan putting susukedalam mulut bayi ,bila ASI penuh dapat
diperas diberikan lewat sendok atau cangkir.

2 .Puting susu tidak lentur.


Putting susu tidak lentur akan menyulitkan bayi untuk menyusu,awal kehamilan tidak lentur
menjelang persalinan akan menjadi lentur.
3.Putting susu lecet
Putting susu lecet karena disebabkan trauma pada putting susu,retak dan pembentukan celahcelah .Retak pada putting susu akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 48 jam.
Hal-hal yang perlu diperhatikan:

Kalau terasa nyeri atau lecet tidak terlalu berat masih dapat di berikan.

Apabila terdapat rasa nyeri hebat atau luka makin berat ,putting susu di
istirahatkan sampai denganmemungkinkan untuk menyusui.

Selama putting susu diistirahatkan,ASI tetap di keluarkan dengan tangan.

Untuk menghindari terjadinya putting susu lecet atau nyeri beberapa hal dibawah ini:

Setiap kali hendak menyusui dan sesudah menyusui putting susu diolesi
dengan ASI

Jangan membersihkan putting susu dengan sabun,alkohol,krim,obatobatan yang merangsang kulit/ putting susu.

Lepaskan hisapan bayi dengan benaryaitu menekan dagu bayi atau


memasukan jari kelingking ibu yang bersih ke dalam mulut bayi

sumber :
http://wiyati.wordpress.com/2008/06/25/managemen-laktasi/