Anda di halaman 1dari 35

Luka Bakar

Definisi
Luka bakar merupakan respon kulit dan jaringan
subkutan terhadap trauma suhu/ termal.
Luka bakar dikarakteristikan dengan kerusakan kulit
yang kemudian dapat menyebabkan kematian sel,
tergantung pada penyebab dan derajat cedera.

Faktor Resiko
Male > Female
Anak berusia 1-9 tahun
Negara berkembang > negara maju
Pekerjaan yang terpapar dengan api
Kurangnya alat pengaman
Pekerjaan rumah (memasak)

Klasifikasi
Etiologi
Luka bakar thermal
Api
Scald (Cairan panas)
Kontak (Benda panas)

Luka bakar listrik : konduksi arus listrik yang melewati jaringan


Luka bakar kimia : kontak dengan senyawa kimia dalam bentuk

cairan, padat, gas.


Luka bakar radiasi : paparan matahari, x-ray, lampu

Kedalaman
Derajat I
Epidermis

Derajat II
Superfisial
Epidermis dan dermis superfisial

Dalam
Epidermis dan dermis dalam

Derajat III
Epidermis, dermis, lemak subkutan

Derajat IV
Seluruh kulit, lemak subkutan sampai otot dan tulang

Luas Luka Bakar


Rule of Nine
Telapak tangan dan jari pasien : 1%

Berkow Formula
Lebih akurat pada anak-anak

Perubahan Lokal
Zone of coagulation
Necrotic area
Irreversible

Zone of stasis
Moderate damage
Hipoperfusi
Dapat menjadi necrosis

Zone of hyperemia
Vasodilatasi hasil reaksi inflamasi
Tidak beresiko necrosis

Manifestasi Klinis
Luka bakar derajat I
Kemerahan, tidak melepuh, sedikit bengkak, nyeri. Kulit nyeri
dan melupas saat fase penyembuhan
Mengakibatkan kerusakan kulit yang sangat minimal. Bisa
juga disebut superficial burns.
Sembuh dalam waktu 3-6 hari

Luka bakar derajat 2


Kulit melepuh, menebal dan kemerahan. Beberapa lepuhan
terbuka sehingga luka bakar terlihat basah.
Dapat terdapat blister
Sembuh dalam waktu 2-3 minggu

Luka bakar derajat 3


Penebalan luas dengan kulit berwarna keputihan
Penampakan :
Berlilin dan berwarna putih
Hangus
Berwarna coklat ketuaan
Kasar
Saraf mengalami kerusakan sehingga tidak terasa nyeri

Luka bakar derajat 4


Luka bakar derajat 3 yang meluas sampai ke tulang dan
tendon

Perubahan Sistemik
Pada umumnya terjadi pada luas luka bakar > 40%
TBSA

Hipermetabolisme
2 fase
Fase 1: Ebb Phase
48 jam pertama setelah trauma
Penurunan CO, konsumsi oksigen, laju metabolism, hiperglikemia
akibat glucose intolerance
Mulai meningkat dalam 5 hari post trauma menuju fase plateu

Fase 2: Flow Phase


Hiperdinamis sirkulasi
Hipermetabolik
Sampai > 12 bulan post trauma

Resting metabolic rate

Saat masuk: 140% dari normal


Luka sembuh total: 130% dari normal
6 bulan post trauma: 120% dari normal
12 bulan post trauma: 110% dari normal

Inflamasi dan edema


Pelepasan mediator inflamasi >>>
Edema
Pada jaringan yang luka >> jaringan sehat

Kardiovaskuler
Luas luka bakar > 40% TBSA
Peningkatan CO diikuti penurunan CO seiring perjalanan waktu
Peningkatan HR 160%

Renal
Penurunan volume darah dan CO
Hormon dan mediator inflamasi: angiotensin, aldosterone,
vasopressin

-> Penurunan renal blood flow dan GFR


o Oligouria
o Acute tubular necrosis
o Renal failure

Gastrointestinal
Atrofi mukosa usus halus
Perubahan absorbs
uptake glukosa, asam amino, fatty acid

Terjadi beberapa jam setelah trauma -> normal setelah 48 72


jam
Peningkatan permeabilitas terhadap makromolekul
Polyethynyl glycol 350, lactulosa, manitol

Sistem imun
Depresi global sistem imun
risiko infeksi

Manajemen

Pre hospital management


dipindahkan dari sumber luka
Pakaian yang terbakar harus dipadamkan dan
dilepaskan secepatnya
Semua cincin, jam tangan, perhiasan dan ikat pinggang
harus dilepaskan efek torniket
menyiramkan air ke luka pasien 15 menit
selimuti dengan kain hangat yang bersih dan kering.

Initial Assesment
PRIMARY SURVEY
Airway
Trauma jalan nafas edema perlu pembebasan jalan
nafas segera
manifestasi perlahan-lahan & tidak terlihat dalam 24
jam
cari tanda: luka bakar pada wajah, sputum yang
mengandung karbon, suara serak, riwayat gangguan
mengunyah dan terkurung dalam api dan kadar
karboksihemoglobin lebih dari 10%

Breathing
Tanda keracunanan CO luka bakar didalam ruangan
tertutup.
MK: belum menunjukkan gejala (<20%)
mual dan sakit kepala (20-30%)
kebingungan (30-40%)
coma (40-60%)
kematian (>60%)
berikan oksigen 100% menggunakan non rebreathing
mask

Breathing
patensi jalan nafas, pengembangan dinding dada, suara
nafas yang simetris
singkirkan trauma spinal menaikkan kepala 20o-30o
untuk mengurangi edema leher dan dada.
Luka bakar derajat III dinding dada anterior dan
lateral membatasi pergerakan dinding dada jika
perlu eskarotomi

Circulation
tekanan darah, nadi, urin
IV line di kulit yang tidak terbakar
Perhitungan %TBSA
Parkland
4mL x BB pasien x TBSA = Volume yang diberikan selama 24
jam
50% 8 jam pertama, 50% 16 jam berikut, selanjutnya
maintenance

Pantau UO 0.5-1cc/kg/jam

Resusitasi Cairan

Koloid digunakan pada 6-8 jam post


trauma

Parkland Formula
4 ml kristaloid x kg BB x % TBSA burn = ml 24 jam
pertama
50 % diberikan dalam 8 jam pertama
Pemberian cairan diberikan berdasarkan UO
Pantau UO > 0.5 ml/ kg / jam -> adekuat

Disability
Deteksi apakah adan manifestasi klinis lain seperti
fraktur dan deformitas, abdominal injury atau deficit
neurologic.
Exposure
Pasien harus dilepaskan semua pakaiannya cegah heat
loss

Wound Care
Luka dibalut meminimalkan kolonisasi bakterial dan fungal,
dan mempertahankan posisi yang sesuai dengan fungsinya.
Penutupan luka harus rapat untuk mencegah adanya pelepasan
panas secara evaporasi.
Luka bakar derajat pertama tidak dibalut dan diberikan salep
topikal
Luka bakar derajat dua pembalutan yang diganti setiap hari
dengan antibiotik topikal, kassa, dan elastic wraps.
Luka bakar derajat dua deep dan derajat tiga eksisi dan graft.
Antibiotik mengurangi infeksi luka yang invasive

Surgical Management
Indikasi:
Deep second degree burns
Luka bakar yang terkontaminasi
Third degree circumferential burn dengan suspek sindrom
kompartemen
Circumferential burns disekitar pergelangan tangan
Komplikasi: nyeri, perdarahan, infeksi, dan resiko kehilangan
jaringan yang sehat.
Kontraindikasinya: suhu tubuh <340C dan instabilitas
kardiovaskular dan respiratori.

Indikasi Rawat
Luka bakar derajat II
Luas > 15% pada dewasa
Luas > 10% pada anak

Anak bayi atau lansia


Luka bakar derajat III
Lokasi pada facial, manus, pedis, genital atau perineum
Inhalation injury
Terkait trauma atau adanya penyakit penyerta (eg: DM)