Anda di halaman 1dari 146

Immunologi dasar

Immunologi dasar Dr Sukantini MSc

Dr Sukantini MSc

Pendahuluan Kemampuan utk menghimpun immune response terletak pada sistem sel2 yg berkaitan,jaringan2 dan organ2 yg secara
Pendahuluan
Kemampuan utk menghimpun immune response
terletak pada sistem sel2 yg berkaitan,jaringan2
dan organ2 yg secara bersama2 berperan dalam
system immune.
Kemampuan utk membedakan antara “self”dan
“nonself” dibuat sejak embryogenesis tetapi
bagaimana pembedaan ini dicapai belum
dimengerti.Fetus manusia mempunyai
kemampuan membedakan antara konstituen
normal tubuh dan yg asing.
Pendahuluan Apapun yg ditemukan sebelum mekanisme ada dianggap sebagai”self” Substances atau molekul yg ditemukan setelah mekanisme
Pendahuluan
Apapun yg ditemukan sebelum mekanisme
ada dianggap sebagai”self”
Substances atau molekul yg ditemukan
setelah mekanisme akan dipandang sebgai
“asing”(foreign)
Humoral dan cell mediated immune response Utk meresponse substance asing dapat dg produksi antibody yg disebut
Humoral dan cell mediated
immune response
Utk meresponse substance asing dapat dg
produksi antibody yg disebut “humoral
response”atau “cell mediated response” yg
merefleksikan kerja T sell subsets dari
lymphocytes.
Immunohematology ilmu transfusi darah
berkaitan terutama dg sebab2 dan effek2 humoral
immunity tetapi harus dimengerti dalamkonteks
yg luas dari immunology
Cells dari Immune response Macrophage B Lymphocytes T lymphocytes T cell berperan dalam cell mediated immunity
Cells dari Immune response
Macrophage
B Lymphocytes
T lymphocytes
T cell berperan dalam cell mediated immunity
B cell major effector cell utk humoral immunity
mis produksi antibody
Kerja T cell mempengaruhi pada banyak kasus
aktivitas B cells.
macrophage mempunyai peran penting pada
aspect immune response
Antigens Antigen ialah substance yg merangsang specific immune response bila diperkenalkan pada jaringan dari immunocompetent individu
Antigens
Antigen ialah substance yg merangsang specific
immune response bila diperkenalkan pada
jaringan dari immunocompetent individu ,yg
sering disebut dg “Host”.Antigen harus “asing”
utk “host”,dg berat molekul lebih besar dari 1000
daltons dapat bersifat protein atau polysacharida.
Polysacharida yg dibawah 1000 dalton kadang2
dapat menimbulkan antibody response bila
bergabung dg molekul yg lebih besar yg
disebut”carrier”
Antigens Molekul yg kecil yg disebut”hapten” dan komplek yg terbentuk disebut “hapten-carrier komplek”.Antigen yg dapat membentuk
Antigens
Molekul yg kecil yg disebut”hapten” dan
komplek yg terbentuk disebut “hapten-carrier
komplek”.Antigen yg dapat membentuk
immnume response tanpa sebelumnya membuat
komplek kemolekul yg kedua
disebut”immunogen”Derajat dimana
kemungkinan substance menimbulkan immune
response pada “host” disebut
“immunogenicity”atau “antigenicity”
Antigen Adalah sejenis zat yang bila masuk kedalam tubuh lalu dikenali sebagai benda asing ,akan membentuk
Antigen
Adalah sejenis zat yang bila masuk kedalam
tubuh lalu dikenali sebagai benda asing ,akan
membentuk respon immun,hal ini akan berakibat
dibuatnya antibodi yang akan bereaksi specifik
dengan antigen tersebut
Antigen Antigen sel darah merah ada yang terdapat pada sel darah merah dan ada yang larut
Antigen
Antigen sel darah merah ada yang terdapat
pada sel darah merah dan ada yang larut
dalam plasma atau cairan badan
mis:ABO,Lewis antigen.
Antigen yang terdapat pada permukaan sel
merupakan komponen dari membran sel
darah merah.
Antibodies Rantai Polypeptide Antibodies termasuk dalam gol protein yg disebut Immunoglobulin,yg mempunyai struktur yg umum dua
Antibodies
Rantai Polypeptide
Antibodies termasuk dalam gol protein yg
disebut Immunoglobulin,yg mempunyai
struktur yg umum dua pasang rantai yg
diatur secara symetris sepanjang rantai yg
panjang.Semua antibodies mempunyai
kemampuan bergabung dg antigens
Antibodies Unit immunoglobulin dasar t.d dari 2 identical rantai Light masing2 mengandung 220 aminoacids dan 2
Antibodies
Unit immunoglobulin dasar t.d dari 2 identical
rantai Light masing2 mengandung 220
aminoacids dan 2 identical rantai Heavy yg
masing2 mengandung 440 aminoacids
Deretan amino acids yg jelas berbeda
mengkarakterisasikan rantai2 dari klas2
immnuglobulin disebut “isotypes”
Fab L L Amino terminal Fab H H VL VL s Hypervariable s s region s
Fab
L
L
Amino terminal
Fab H
H
VL
VL
s
Hypervariable
s
s
region
s
VH
VH
CL
CL
s
CH1
s
CH1
s
Papain
s
splits
s
s
Pepsin splits
CH2
CH2
Fc
CH3
CH3
Carboxy terminal
Antibodies 2isotypes rantai Light (L) disebut Kappa(K)dan lambda( ) 5isotypes dari rantai Heavy ,alpha,delta,epsilon,gamma,dan mu Heavy
Antibodies
2isotypes rantai Light (L) disebut Kappa(K)dan
lambda( )
5isotypes dari rantai Heavy
,alpha,delta,epsilon,gamma,dan mu
Heavy dan Light chains mempunyai subunit
disebut domain,masing2 t.d dari 110 amino acids.
Kerja serologis dan biologis hasil dari deretan
aminoacids dalam domain2 ini.
Antibodies Deretan amino acids diamino terminal domain dari heavy dan Light cain bervariasi dari antibody2.Disebut Variable
Antibodies
Deretan amino acids diamino terminal domain
dari heavy dan Light cain bervariasi dari
antibody2.Disebut Variable (V) domain,deretan
yg bervariasi dari amino acids menentukan
kemampuan utk membuat komplek/bergabung dg
antigen tertentu.
Dalam domain yg bervariasi ialah deretan
aminoacids yg hypervariable,disebut
Complementary determining regions(CDR)
Antibodies Tampaknya mengandung amino acids yg berperan pd antibody’s combining site. Region dari masing2 tempat CDR
Antibodies
Tampaknya mengandung amino acids yg
berperan pd antibody’s combining site.
Region dari masing2 tempat CDR yg kurang
bervariasi disebut “framework region”(FR).
Light chain terdiri dari variable domain dan
single constant domain,belokasi pada carboxy
terminal akhir dari rantai,dimana urutan
aminoacids identik utk semua rantai dari
isotype.Heavy chain terdiri dari variable domain
dan apakah 3 atau 4 constant domain.
Antibodi Hasil respon immun yang akan bereaksi dengan antigen tertentu Antibodi ialah Immunoglobulin(Ig) yang terdapat dalam
Antibodi
Hasil respon immun yang akan bereaksi dengan
antigen tertentu
Antibodi ialah Immunoglobulin(Ig) yang terdapat
dalam bagian gammaglobulin dari protein plasma
Antibodi Terdapat Limakelas Immunoglobulin -IgG,IgM,IgA,IgD dan IgE Antibodi2 tersebut adalah protein2 yang terbentuk dari ikatan molekul2
Antibodi
Terdapat Limakelas Immunoglobulin
-IgG,IgM,IgA,IgD dan IgE
Antibodi2 tersebut adalah protein2 yang
terbentuk dari ikatan molekul2 asam amino
berupa gabungan peptida dan kesemuanya disebut
rantai2 asam amino
Antibodi IgG mempunyai 4 rantai terdiri dari 2 mata rantai ringan(light chain) dan 2 mata rantai
Antibodi
IgG mempunyai 4 rantai terdiri dari 2 mata rantai
ringan(light chain) dan 2 mata rantai berat(heavy
chain)
IgM molekul lebih besar dari IgG mempunyai 10
mata rantai ringan dan 10 mata rantai berat
IgA
IgD
IgE
ANTIGEN COMBINING L- SITE CHAIN H- CHAIN FRAGMENT ANTIGEN BINDING::Fa Fc:FRAGMENT b CRYSTALIZABLE
ANTIGEN
COMBINING
L-
SITE
CHAIN
H-
CHAIN
FRAGMENT
ANTIGEN
BINDING::Fa
Fc:FRAGMENT
b
CRYSTALIZABLE
Antibodi IgG 73% dari total Imunoglobulin tubuh Berat molekul 150.000 Dapat melewati placenta-berkaitan dengan penyakit hemolytic
Antibodi IgG
73% dari total Imunoglobulin tubuh
Berat molekul 150.000
Dapat melewati placenta-berkaitan dengan
penyakit hemolytic disease of the newborn(HDN)
Antibodi ini tidak mengakibatkan agglutinasi sel2
darah merah yg mempunyai antigen pasangannya
didalam larutan garam faali
Antibodi IgM 8% dari total Immunoglobulin tubuh Berat molekul 900.000 Tidak dapat melewati placenta Dapat mengagglutinasi
Antibodi IgM
8% dari total Immunoglobulin tubuh
Berat molekul 900.000
Tidak dapat melewati placenta
Dapat mengagglutinasi sel2 darah merah dalam
larutan garam faali
Sering mengaktifkan komplemen selama reaksi
antigen antibodi yang mengakibatkan hemolisis
sel darah merah .
Perbedaan antara antibodi IgG&IgM IgG IgM %dari Imunoglobulin total Berat Molekul 73 8 150.000 900.000 Agglutinasi
Perbedaan antara antibodi
IgG&IgM
IgG
IgM
%dari Imunoglobulin total
Berat Molekul
73
8
150.000 900.000
Agglutinasi sel darah merah dalam lar
garam faali
tidak
ya
Melewati placenta
Mengaktifkan komplemen
Reaksi optimal
Jenis antibodi
ya
tidak
ya
ya
37oC
4oC
immun
alamiah
Respon immun antibodi Respon immun pertama Bila tubuh pertama kali terpapar pada antigen asing terjadi respon
Respon immun antibodi
Respon immun pertama
Bila tubuh pertama kali terpapar pada antigen
asing terjadi respon immun pertama.
Respon ini tumbuh perlahan2 bisa memerlukan
waktu ber-bulan2 sebelum antibodi muncul
sering menghasilkan antibodi IgM
Respon immun antibodi Respon immun kedua Bila respon immun terangsang kembali maka paparan kedua pada antigen
Respon immun antibodi
Respon immun kedua
Bila respon immun terangsang kembali maka
paparan kedua pada antigen yang sama
menimbulkan respon immun kedua.
Respon ini reaksi lebih hebat,dan sering
menimbulkan antibodi dalam jumlah yang besar
dan dalam waktu yang pendek dan antibodi yg
dihasilkan sering IgG
Antibodi alamiah (Natural antibody) Pada serum orang dewasa terdapat antibodi2 gol darah ABO Pada serum tali
Antibodi alamiah
(Natural antibody)
Pada serum orang dewasa terdapat antibodi2 gol
darah ABO
Pada serum tali pusat bayi tidak ada atau bila
ada, ada dalam jumlah yg sangat kecil .
Pada umur 12-20 minggu ditemukan antibodi gol
ABO dalam jumlah yg lumayan
Antibodi timbul tanpa diketahui ada antigen A
dan B yg masuk dalam tubuh disebut antibodi
alamiah
Antibodi alamiah (Natural antibody) Antibodi yg timbul secara alamiah tsb timbul karena ada bakteri ,virus dan
Antibodi alamiah
(Natural antibody)
Antibodi yg timbul secara alamiah tsb timbul
karena ada bakteri ,virus dan kebanyakan
makanan ditemukan mempunyai antigen ,yang
mirip dengan antigen ABO yg terdapat pada
manusia, masuk kedalam tubuh ,yg merangsang
terbentuknya antibody yg biasanya antibodi IgM

Antibodi

Individu mempunyai antibodi terhadap antigen A atau B yg tidak ada pada sel darah merahnya.

Hal ini mengharuskan pemeriksaan ABO pada sel dan serum

Antibodi

Pada orang tua mempunyai anti-A dan anti-B yang lebih sedikit daripada orang muda

Pemeriksaan anti-A dan anti-B pada bayi2 baru lahir atau pada umur lebih muda dari 4-5 bulan tidak dapat

dianggap valid sebab

antibodi bayi

berasal dari transfer placenta IgG anti-A

dan anti-B ibu.

Antibodi

Waktu timbul

Anti-A dan anti-B dapat dideteksi dalam serum setelah beberapa bulan setelah lahir.

Hampir tidak pernah, ditemukan antibodi pada waktu lahir

Sebagian besar antibodi yang terdapat dalam cord/umbilicus berasal dari ibu.

Pembentukan meningkat pada umur 5-10 th dan menurun pada usia lanjut.

IgM dan IgG(yg alamiah dan yg immun) anti-A dan anti-B

Setiap orang akan membuat ,kecuali gol AB ,IgM anti-A atau IgM anti-B sebagai akibat rangsangan lingkungan,makanan dll.

Bila seorang mempunyai IgG anti- B maka dipastikan titer IgM anti-Anya akan tinggi. Dengan istilah titer anti-A tinggi .

Pada pemeriksaan serum grouping akan melisiskan sel darah merah

Antibodi immun Antibodi immun biasanya antibodi IgG terbentuk karena respon terhadap sel darah merah biasanya karena
Antibodi immun
Antibodi immun biasanya antibodi IgG
terbentuk karena respon terhadap sel
darah merah biasanya karena transfusi
atau kehamilan
Komplemen Komplemen ialah sekelompok protein yang mempunyai peranan penting dalam : -Merubah biologis membrane untuk terjadi
Komplemen
Komplemen ialah sekelompok protein yang
mempunyai peranan penting dalam :
-Merubah biologis membrane untuk terjadi lysis
langsung.
Komplemen ditulis dengan huruf C diikuti
dengan nomor dan huruf.
Komplemen , terdiri dari banyak komponen
komplemen yang tidak aktif yaitu 9 komponen
komplemen C1,C2,C3,C4,C5,C6,C7,C8,C9
Komplemen 2 fungsi utama complement ialah utk merangsang inflammatory response dan merubah membrane biologis yg menyebabkan
Komplemen
2 fungsi utama complement ialah utk merangsang
inflammatory response dan merubah membrane biologis
yg menyebabkan lysis sel langsung atau meningkatkan
kemampuan phagocytosis.
Lysis cell terjadi bila kerja antibody mediated
complement menuju ka interaksi yg berurutan dari
keseluruhan rentetan complement.
Produk intermediate pada urutan complement menarik sel
phagocytes merangsang keefensiensian dari aktivitas
phagocytic dan merubah permeabilitas vasculair dan
stabilitas dari membrane sel ,terutama platelet dan
granulocytes
Komplemen Complement t.d 20 glycoprotein yg berbeda dg berbagai electrophoretic mobilities,sebagain besar bersirkulasi dalam bentuk precursor
Komplemen
Complement t.d 20 glycoprotein yg berbeda dg
berbagai electrophoretic mobilities,sebagain besar
bersirkulasi dalam bentuk precursor yg inaktiv
dan membentuk aktivitas proteolytic terhadap
aktivasi.mereka terdiri 3-4% total serum protein.
Complement ditulis C dikuti dg nomor dan huruf
Banyak component ada dlm jumlah kecil kecuali
C4 dan C3,faktor B dan C1INH .
Komplemen Complement protein mengalami aktivasi dg melekat atau berasosiasi dg protein lain,atau lebih sering dg mengalami
Komplemen
Complement protein mengalami aktivasi dg
melekat atau berasosiasi dg protein lain,atau
lebih sering dg mengalami pemotongan
proteolytic seperti melepaskan sebag molekul dan
meninggalkan bagian sisa yg secara enzymatik
atau biologically aktif.
Urutan dimana masing2 komponen mengalami
aktivasi dan kemudian mnegaktifkan komponen
berikutnya sering menggambarkan cascade atau
waterfall type reaction
Komplemen 2 mekanisme untuk mengaktifkan komplemen: -mekanisme alternatif(alternatif pathway) -mekanisme klasik(classical pathway) Aktivasi mekanisme klasik secara
Komplemen
2 mekanisme untuk mengaktifkan
komplemen:
-mekanisme alternatif(alternatif pathway)
-mekanisme klasik(classical pathway)
Aktivasi mekanisme klasik secara specifik
oleh reaksi antigen antibodi.
Antigen antibody complex Foreign surface Classical pathway Alternative pathway C1qrs C2 C4a C4 Other physiologic Properdin
Antigen antibody complex
Foreign surface
Classical pathway
Alternative pathway
C1qrs
C2
C4a
C4
Other physiologic
Properdin
Mg
Ca++
Effects
PMN chemotaxis
Factors B&D
Blood vessels
dilatation
C3
Increased vasculair
C3b
Permeability
C5a
C5
Phagocytosis
C6
Immune adherence
Lysosomal activation
C7
Phagocytosis
C8
C9
Membrane attack unit
Komplemen Antigen antibody complex Foreign surface Classical pathway Alternative pathway C1qrs C4a C4 C2 Other physiologic
Komplemen
Antigen antibody complex
Foreign surface
Classical pathway
Alternative pathway
C1qrs
C4a
C4 C2
Other physiologic
Properdin
Ca++
Effects
Mg
Ikatan Ag-Ab –sel-
C1-Fc fragmen(2mol
IgG yg berdekatan)
Ikatan C432-C3
PMN chemotaxis
Factors B&D
Blood vessels
dilatation
teraktivasi-C3b-pd
C3
Increased vasculair
C3b
Permeability
C5a
C5
sdm membentuk
Phagocytosis
C6
Immune adherence
Lysosomal activation
C7
Phagocytosis
C8
komplek yg
C9
Membrane attack unit
stabil,C3a-
Aktivasi C5-C9-lysis
Komplemen Bila ada ikatan antigen antibodi , antibodi melekat pada sel,terjadi perubahan dari molekul antibodi yang
Komplemen
Bila ada ikatan antigen antibodi , antibodi
melekat pada sel,terjadi perubahan dari
molekul antibodi yang memungkinkan C1
melekat pada Fc(fragment crystalizable)
dari 2 molekul IgG yg berdekatan.
Komplemen Bila C1 diaktivasi oleh ikatan antigen antibodi yang terikat diantara 2 Fc tsb terjadi cascade(rantai
Komplemen
Bila C1 diaktivasi oleh ikatan antigen
antibodi yang terikat diantara 2 Fc tsb
terjadi cascade(rantai ikatan) yaitu ikatan
antara satu dengan yang lain yang lebih
lanjut,yaitu C4,2,3 ,yang membuat
komponen C3 teraktivasi ,pada permukaan
sel darah merah,membentuk komplek yg
stabil
Komplemen C3 dapat diaktivasi kerangkaian aktivasi komplemen yang lebih jauh sampai dengan C5 sampai C9 Komponen
Komplemen
C3 dapat diaktivasi kerangkaian aktivasi
komplemen yang lebih jauh sampai dengan
C5 sampai C9
Komponen akhir dari urut2an reaksi yaitu
C5,C6,C7,C8 ,C9 bergabung untuk
membentuk lubang atau kerusakan pada
membrane sel sehingga sel menjadi pecah
atau lysis
Komplemen Sebagian antibodi dapat menyebabkan lisis sel darah merah Karena kompleks antigen antibodi mengaktifkan suatu rangkaian
Komplemen
Sebagian antibodi dapat menyebabkan lisis
sel darah merah
Karena kompleks antigen antibodi
mengaktifkan suatu rangkaian komponen
komplemen sampai sel lisis atau sel
diselubungi oleh komponen C3.
Komplemen Sel yg telah diselubungi oleh C3 akan dibersihkan bila melewati hati,tetapi yg lainnya tetap ada
Komplemen
Sel yg telah diselubungi oleh C3 akan dibersihkan
bila melewati hati,tetapi yg lainnya tetap ada
dalam peredaran darah,dan dapat diketahui
dengan pemeriksaan direct antiglobulin .Sel
diselubungi oleh C3 pemeriksaan dengan anti-C3
Komponen komplemen labil ,cepat
rusak,aktivitas komplemen menurun pada
penyimpanan,dan rusak dengan pemanasan serum
pada 56oc selama 30 menit
Reaksi Antigen-antibodi sel darah merah invitro Aglutinasi Precipitasi Hemolisis Inhibisi of agglutination /netralisasi Immunoflurescenci Radioimmunoassay Elisa(Enzyme
Reaksi Antigen-antibodi
sel darah merah invitro
Aglutinasi
Precipitasi
Hemolisis
Inhibisi of agglutination /netralisasi
Immunoflurescenci
Radioimmunoassay
Elisa(Enzyme linked Immunosorbent assay)
Reaksi Antigen antibodi sel darah merah Aglutinasi Ialah gumpalan sel yang disebabkan oleh antibodi dan menunjukan
Reaksi Antigen antibodi
sel darah merah
Aglutinasi
Ialah gumpalan sel yang disebabkan oleh
antibodi dan menunjukan adanya antigen
pada permukaan sel tsb
Gumpalan terjadi karena molekul antibodi
mengadakan ikatan dengan antigen pada
sel2 darah merah sehingga menjadi
gumpalan yg dapat dilihat.
Reaksi Antigen antibodi sel darah merah Ada antibodi yg secara langsung dapat menjembatani sel dengan sel
Reaksi Antigen antibodi
sel darah merah
Ada antibodi yg secara langsung dapat
menjembatani sel dengan sel sehingga
langsung terjadi gumpalan sel/aglutinasi
Ada antibodi yg hanya menempel pada sel
tidak dapat langsung membuat gumpalan sel
darah merah ,baru mengsensitisasi sel
(menyelubungi sel),untuk dapat melihat
adanya antibodi perlu pemeriksaan
tambahan.
Reaksi Antigen antibodi sel darah merah Antibodi IgM mempunyai ukuran yg besar Dan mempunyai 10 tempat
Reaksi Antigen antibodi
sel darah merah
Antibodi IgM mempunyai ukuran yg besar
Dan mempunyai 10 tempat antigen,dapat
mengsensitisasi dan mengaglutinasi secara
langsung
Antibodi IgG ukurannya kecil,tidak dapat
secara langsung mengaglutinasi sel2,tetapi
dengan mengsensitisasi terlebih dahulu.
Reaksi Antigen antibodi sel darah merah Teknik untuk mengetahui apakah ada sensitisasi atau penyelubungan sel dengan:
Reaksi Antigen antibodi
sel darah merah
Teknik untuk mengetahui apakah ada
sensitisasi atau penyelubungan sel dengan:
-Penggunaan albumin
-Penggunaan reagensia antiglobulin
-Penggunaan enzim proteolitik
Precipitasi Precipitasi ialah terbentuknya komplek yg tidak larut yg dapat dilihat bila antibody yg larut dg
Precipitasi
Precipitasi ialah terbentuknya komplek yg tidak
larut yg dapat dilihat bila antibody yg larut dg
antigen yg larut Komplek yg spt itu dideteksi
pada tabung sbg sediment dan pada agar gels sbg
garis putih dimana antigen dan antibody
bereaksi.Precipitasi merupakan basis utk prosedur
Immunodiffusion dan immunoelectrophoresis
Reaksi Antigen antibodi sel darah merah Hemolysis Pecahnya sel darah merah dan keluarnya hemoglobin dari dalam
Reaksi Antigen antibodi
sel darah merah
Hemolysis
Pecahnya sel darah merah dan keluarnya
hemoglobin dari dalam sel
Hemolysis invitro tergantung dari aktivitas
komplemen dalam serum,bila dalam serum tidak
ada komplemen tidak akan terjadi hemolysis.
Hemolysis menunjukan ada reaksi antigen
antibodi yg mengaktifkan komplemen,
serum menjadi berwarna merah
Reaksi Antigen antibodi sel darah merah Hemolysis Disebabkan oleh antibodi IgG atau IgM,setelah antibodi mengadakan ikatan
Reaksi Antigen antibodi
sel darah merah
Hemolysis
Disebabkan oleh antibodi IgG atau
IgM,setelah antibodi mengadakan ikatan
dengan antigen pada sel,maka komplemen
akan diaktifkan yang menyebabkan sel
rusak atau lisis
Reaksi Antigen antibodi sel darah merah Inhibisi dari aglutinasi/netralisasi Pada inhibisi test adanya antigen atau antibodi
Reaksi Antigen antibodi
sel darah merah
Inhibisi dari aglutinasi/netralisasi
Pada inhibisi test adanya antigen atau antibodi
dideteksi dengan inhibisi aglutinasi yg
terjadi/diketahui sebelumnya.
Mis.Saliva seorang sekretor mengandung antigen
golongan darah yg larut.
Keberadaan antigen ini dapat dideteksi dengan
menginkubasi ,saliva yg dididihkan, dengan anti-
A,anti-B kemudian ditambahkan sel darah A & B
Reaksi Antigen antibodi sel darah merah Bila saliva mengandung substance golongan darah akan mengadakan ikatan dengan
Reaksi Antigen antibodi
sel darah merah
Bila saliva mengandung substance
golongan darah akan mengadakan ikatan
dengan antibodi dan menetralisir ,sehingga
dengan penambahan sel darah merah tidak
terjadi agglutinasi
Immunofluorescence Immunofluorescnece memungkinkan utk mengidentifikasi dan lokalisasi antigen pada permukaan sel dan dalam sel.
Immunofluorescence
Immunofluorescnece memungkinkan utk
mengidentifikasi dan lokalisasi antigen pada
permukaan sel dan dalam sel.
Radioimmunoassay Prosedur radioimmunoassay menggunakan radionuclide yg sesuai sebagai marker untk antigen atau antibody dan sesuai utk
Radioimmunoassay
Prosedur radioimmunoassay menggunakan
radionuclide yg sesuai sebagai marker untk
antigen atau antibody dan sesuai utk pemeriksaan
langsung atau tidak langsung
Elisa Elisa digunakan utk mengukur apakah antigen atau antibody .Enzyme spt alkaline phosphatase dapat linked pada
Elisa
Elisa digunakan utk mengukur apakah antigen
atau antibody .Enzyme spt alkaline phosphatase
dapat linked pada antibody tanpa merusak
specificitas antibody atau enzyme .Enzyme
bekerja sebagai label yg dapat
dihitung(kuantitatip)serupa dg radiolabelling
Faktor Yang mempengaruhi aglutinasi Aglutinasi merupakan reaksi yg reversible,terjadi dalam 2 tahap: 1.Sensitisasi ialah melekatnya antibodi
Faktor Yang mempengaruhi
aglutinasi
Aglutinasi merupakan reaksi yg
reversible,terjadi dalam 2 tahap:
1.Sensitisasi ialah melekatnya antibodi
pada antigen di sel darah merah
2.Aglutinasi terbentuknya jembatan2 antara
sel2 yg mengalami sensitisasi untuk
membentuk aglutinasi
Factor yg mempengaruhi agglutinasi Stadium pertama Ikatan antigen dg antibody reversible.Banyaknya yg melekat pada antigen pada
Factor yg mempengaruhi
agglutinasi
Stadium pertama
Ikatan antigen dg antibody reversible.Banyaknya yg
melekat pada antigen pada keseimbangan dipengaruhi oleh
equilibrium constant atau affinity constant dari antibody.
Secara umum makin tinggi equilibrium constant makin
tinggi kecepatan ikatan dan makin lambat pelepasan.
Ikatan antigen dg antibody dipengaruhi oleh konsentrasi
antigen dan antibody dan berbagai macam kondisi physic
spt pH,ionic strength dan temperature
Merubah kondisi physisc dari agglutinasi test sering
meningkatkan sensitivitas mereka
Faktor Yang mempengaruhi aglutinasi Tahap 1:Aglutinasi Tahap 2:Aglutinasi -Ikatan kimia -Molekul antibodi -Konstante -Konsentrasi antigen pada
Faktor Yang mempengaruhi
aglutinasi
Tahap 1:Aglutinasi
Tahap 2:Aglutinasi
-Ikatan kimia
-Molekul antibodi
-Konstante
-Konsentrasi antigen pada
sel
keseimbangan antibodi
-Jarak sel
-temperatur
-pH
-Waktu inkubasi
-Kekuatan ion
-Proporsi antigen antibodi
Faktor Yang mempengaruhi aglutinasi Tahap 1: Sebelum terjadi ikatan ,antigen antibodi harus saling mendekat dan membentuk
Faktor Yang mempengaruhi
aglutinasi
Tahap 1:
Sebelum terjadi ikatan ,antigen antibodi
harus saling mendekat dan membentuk
hubungan ruangan yg cocok/sesuai.
Kesempatan ikatan antigen antibodi dapat
ditingkatkan dengan digoyang/agitasi atau
sentrifugasi atau dengan membuat berbagai
konsentrasi antigen antibodi.
Faktor Yang mempengaruhi aglutinasi Untuk dapat terjadi sensitisasi harus ada ikatan kimia noncovalent antara antigen antibodi
Faktor Yang mempengaruhi
aglutinasi
Untuk dapat terjadi sensitisasi harus ada ikatan
kimia noncovalent antara antigen antibodi
Kekuatan yg mengikat komplek antigen antibodi
biasanya lemah dan aktif hanya pada waktu yg
pendek.
Ikatan antigen antibodi ialah ikatan yg
reversible,acak ,secara konstan membuat ikatan
kemudian lepas sampai tercapai keseimbangan.
Faktor Yang mempengaruhi aglutinasi Ikatan kimia Ikatan polar Ikatan hydrogen Ikatan hydrophobic Ikatan van der Waals
Faktor Yang mempengaruhi
aglutinasi
Ikatan kimia
Ikatan polar
Ikatan hydrogen
Ikatan hydrophobic
Ikatan van der Waals
Ikatan electrostatic/ion
Faktor Yang mempengaruhi aglutinasi Konstante keseimbangan antibodi Reaksi antigen antibodi berlanjut sampai tercapai keadaan seimbang. Hal
Faktor Yang mempengaruhi
aglutinasi
Konstante keseimbangan antibodi
Reaksi antigen antibodi berlanjut sampai
tercapai keadaan seimbang.
Hal ini dikontrol oleh kecepatan konstante
Assosiasi(ka) dan disosiasi (kd)
ka
Ag
+
Ab
AgAb
Antigen
Antibodi
Komplek antigen
kd
antibodi
Faktor Yang mempengaruhi aglutinasi Reaksi antigen antibodi reversible. Banyaknya komplek antigen antibodi pada keseimbangan akan bervariasi
Faktor Yang mempengaruhi
aglutinasi
Reaksi antigen antibodi reversible.
Banyaknya komplek antigen antibodi pada
keseimbangan akan bervariasi tergantung dari
kondisi reaksinya dan konstante
keseimbangannya.
Makin tinggi konstante keseimbangan makin
banyak jumlah antibodi yang mengadakan ikatan
dengan antigennya pada keseimbangan.
Makin tinggi konstante keseimbangan makin baik
ikatan antigen antibodi
Faktor Yang mempengaruhi aglutinasi Temperatur Sebagian besar antibodi golongan darah reaktivitasnya pada batas2 tertentu.Ada yg bereaksi
Faktor Yang mempengaruhi
aglutinasi
Temperatur
Sebagian besar antibodi golongan darah
reaktivitasnya pada batas2 tertentu.Ada yg
bereaksi baik pada 4oC/kurang dari 37oC
dan ada yg bereaksi baik pada 37oC
Faktor Yang mempengaruhi aglutinasi Antibodi yg bereaksi baik pada 37oC disebut warm antibodi Antibodi yg bereaksi
Faktor Yang mempengaruhi
aglutinasi
Antibodi yg bereaksi baik pada 37oC
disebut warm antibodi
Antibodi yg bereaksi baik pada <37oC
disebut cold antibodi
Maka pemeriksaan dilaboratorium
dilakukan pada suhu dingin dan hangat.
Faktor Yang mempengaruhi aglutinasi Warm antibodi mempunyai arti klinis/berbahaya,walaupun yg bereaksi <37oC tak dapat diabaikan ,terutama
Faktor Yang mempengaruhi
aglutinasi
Warm antibodi mempunyai arti
klinis/berbahaya,walaupun yg bereaksi
<37oC tak dapat diabaikan ,terutama bila
bereaksi sampai 30oC.
Faktor Yang mempengaruhi aglutinasi pH pH optimal untuk reaktivitas antibodi sistem golongandarah belum diketahui. diperkirakan mendekati
Faktor Yang mempengaruhi
aglutinasi
pH
pH optimal untuk reaktivitas antibodi
sistem golongandarah belum diketahui.
diperkirakan mendekati pH fisiologis.
Untuk pemeriksaan rutin sebaiknya pH
ialah 7.0
Faktor Yang mempengaruhi aglutinasi Waktu inkubasi Waktu inkubasi yg dibutuhkan untuk mencapai keseimbangan berbeda untuk antibodi
Faktor Yang mempengaruhi
aglutinasi
Waktu inkubasi
Waktu inkubasi yg dibutuhkan untuk
mencapai keseimbangan berbeda untuk
antibodi yg berbeda.
Faktor yg mempengaruhi-temperatur,kelas
immunoglobulin.
Faktor Yang mempengaruhi aglutinasi Apabila ditambah media peningkatan antibodi dapat meningkatkan jumlah antibodi yg mengadakan ikatan
Faktor Yang mempengaruhi
aglutinasi
Apabila ditambah media peningkatan antibodi
dapat meningkatkan jumlah antibodi yg
mengadakan ikatan dengan antigen pada 15 menit
pertama inkubasi,sehingga memperpendek waktu
inkubasi.
Dalam media saline diperlukan 30-60 menit
Dalam media Liss(low ionic strength solution)
dapat berkurang menjadi 10-15 menit
Faktor Yang mempengaruhi aglutinasi Kekuatan ion Kekuatan ion ialah intensitas muatan listrik ion2 suatu larutan Sel
Faktor Yang mempengaruhi
aglutinasi
Kekuatan ion
Kekuatan ion ialah intensitas muatan listrik
ion2 suatu larutan
Sel darah merah mempunyai muatan
negatip pada permukaannya,hal ini
menyebabkan sel darah merah tidak
menggumpal secara spontan.Muatan
permukaan disebabkan oleh carboxyl group
dari asam sialic.
Faktor Yang mempengaruhi aglutinasi Bila sel darah merah disuspensi dalam larutan elektrolit,kation positip akan tertarik pada
Faktor Yang mempengaruhi
aglutinasi
Bila sel darah merah disuspensi dalam larutan
elektrolit,kation positip akan tertarik pada muatan
negatip sel darah merah,maka sel darah merah tsb
akan dikelilingi oleh dua lapis yg diffuse awan2
ion yg selalu bergerak bersama sel,seakan
merupakan bagian sel.
Bagian luar disebut surface of share/slipping
plane With neg charge.
Potensi muatan listrik pada permukaan sel dan
awan2 ion sekelilingnya disebut zeta potensial
ION + CLOUD + + + + RBC + SLIPPING PLANE WITH + + NET NEGATIVE
ION
+
CLOUD +
+
+
+
RBC
+
SLIPPING PLANE WITH
+
+
NET NEGATIVE
+
+
CHARGE
+
+
+
NEG SURFACE
+
CHARGE
ZETA POTENTIAL
Faktor Yang mempengaruhi aglutinasi Karena muatan negatip pada permukaan sel tsb maka sel2 darah merah tidak
Faktor Yang mempengaruhi
aglutinasi
Karena muatan negatip pada permukaan sel
tsb maka sel2 darah merah tidak
beraglutinasi spontan,saling bertolakan.
Bila ada antibodi yg menempel pada sel
akan mengurangi muatan negatip,mengu-
rangi zeta potensial dan memungkinkan sel
tersebut mendekat satu dengan yg lainnya.
Faktor Yang mempengaruhi aglutinasi Karena antibodi,bivalen mempunyai 2 tangan untuk mengadakan ikatan dengan antigen,maka mereka akan
Faktor Yang mempengaruhi
aglutinasi
Karena antibodi,bivalen mempunyai 2
tangan untuk mengadakan ikatan dengan
antigen,maka mereka akan membentuk
jembatan antar satu sel dengan sel lainnya.
Dengan mengurang kekuatan ion maka
reaksi akan dipercepat misalnya bila
memakai larutan Liss(low ionic strength
solution) atau enzym proteolitik.
Faktor Yang mempengaruhi aglutinasi Proporsi antigen antibodi Kecepatan antibodi mengadakan ikatan dengan antigen dan banyaknyaantibodi yg
Faktor Yang mempengaruhi
aglutinasi
Proporsi antigen antibodi
Kecepatan antibodi mengadakan ikatan dengan
antigen dan banyaknyaantibodi yg mengadakan
ikatan tergantung pada konsentrasi sel dengan
antibodi.
Konsentrasi yg baik untuk menimbulkan
aglutinasi 2-5%.
Prozone phenomen ialah suatu keadaan dimana
terdapat ekses antibodi dan antigen terlalu sedikit
sehingga aglutinasi tidak terlihat.
Faktor Yang mempengaruhi aglutinasi Tahap kedua Yang mempengaruhi aglutinasi Molekul antibodi,Konsentrasi antigen pada sel,jarak antara sel
Faktor Yang mempengaruhi
aglutinasi
Tahap kedua
Yang mempengaruhi aglutinasi
Molekul antibodi,Konsentrasi antigen pada
sel,jarak antara sel
Untuk meningkatkan aglutinasi:
-Sentrifugasi,Indirek antiglobulin test,metode lain
mengurangi lapisan hydration sekeliling
sel,menggunakan makromolekul muatan positip
yg menggumpalkan sel.
Metode peningkatan antibodi Penambahan albumin Enzym Poliethylene glycol Liss Antiglobulin test
Metode peningkatan antibodi
Penambahan albumin
Enzym
Poliethylene glycol
Liss
Antiglobulin test
Metode peningkatan antibodi Penambahan albumin Albumin mempengaruhi tahap kedua aglutinasi dengan mengurangi muatan negatip sel darah
Metode peningkatan antibodi
Penambahan albumin
Albumin mempengaruhi tahap kedua
aglutinasi dengan mengurangi muatan
negatip sel darah merah atau dengan
mempengaruhi tekanan interfacial antara
sel2 sehinga memungkinkan sel yg
diselubungi antibodi beraglutinasi.
Bovine albumin 22% atau 30%
Metode peningkatan antibodi Molekul albumin yg besar akan membawa Sel darah merah berdekatan satu dengan yg
Metode peningkatan antibodi
Molekul albumin yg besar akan membawa
Sel darah merah berdekatan satu dengan yg
lainnya,antibodi IgG dapat menempel pada
antigen sel darah merah yg berdekatan dan
membentuk aglutinin.
Metode peningkatan antibodi Albumin tidak menyebabkan sel yg tidak diselubungi beraglutinasi Kadang2 albumin ditambahkan pada reagensia
Metode peningkatan antibodi
Albumin tidak menyebabkan sel yg tidak
diselubungi beraglutinasi
Kadang2 albumin ditambahkan pada reagensia
untuk memperkuat aktivitas aglutinasinya.
Dipakai pada pemeriksaan penambahan albumin
dua tahap,pada pemeriksaan ini sel dan serum
telah diinkubasi sehingga antibodi telah
menyelubungi sel dan albumin ditambahkan akan
membuat sel beraglutinasi.
Metode peningkatan antibodi Enzym Enzym yg banyak dipakai bromelin,pepsin,papain.Enzym mengurangi muatan permukaan sel dengan memotong molekul
Metode peningkatan antibodi
Enzym
Enzym yg banyak dipakai
bromelin,pepsin,papain.Enzym mengurangi
muatan permukaan sel dengan memotong
molekul asam sialic dari rantai polysacharida.
Sementara meningkatkan aglutinasi untuk
beberapa antibodi,tetapi menghilangkan aktivitas
beberapa antigen spt MNS,Fya,Fyb
Metode peningkatan antibodi Asam sialic merupakan kontributor muatan negatip pada permukaan sel darah merah yang menyebabkan
Metode peningkatan antibodi
Asam sialic merupakan kontributor muatan
negatip pada permukaan sel darah merah
yang menyebabkan sel tetap terpisah satu
dengan yang lainnya dalam larutan media
ion.
Tiap mekanisme yg mengurangi muatan sel
akan meningkatkan aglutinasi,sel yg
ditreated dengan enzym meningkatkan
aglutinasi IgG

Polyethylene Glycol

PEG ialah polymer linear yg larut dalam air digunakan sebagai additive untuk meningkatkan perlekatan antibody .

Kerja ini ialah menyingkirkan air,

membuat lebih banyak ruang sekeliling sel darah merah sehingga mengkonsentrasi antibodi secara effektip,mendorong perlekatan antibodi dan

pada banyak kasus,meningkatkan kekuatan reaksi.

Polyethylene Glycol

Anti-IgG biasanya AHG reagen pilihan dengan

pemeriksaan PEG.

untuk menghindari reaksi false positip dengan

beberapa reagensia polyspecifik.

IgM antibodi terutama ABO dan Lewis telah

kehilangan reaktivity atau nonreaktiv dalam prosedur

PEG.

Bila konsentrasi PEG terlalu tinggi ditambahkan pada

campuran pemeriksaan

protein dapat presipitasi fibrinogen dalam plasma

kadar tinggi IgG dapat sebabkan presipitasi.

Presipitasi ini disalah interpretasi sebagai reaksi

positip

Polyethylene Glycol

PEG dapat digunakan berhubungandengan LISS.

PEG dapat digunakan dengan pemeriksaan eluates

juga dengan serum.

PEG dapat meningkatkan warm reaktiv

autoantibodydan kemudian menjadi tidak

menguntungkan bila memeriksa pasien dengan

AIHA.

Centrifugasi PEG dengan test serum dan sel darah

merah harus dihindarkan karena aggregasi

nonspecifik disebabkan oleh PEG tak dapat buyar

,setelah inkubasi dengan PEG,test sel harus segera

dicuci dengan saline untuk antiglobulin test.

Metode peningkatan antibodi Liss (low ionic strength solution) Liss meningkatkan ikatan antibodi pada sel pada tahap
Metode peningkatan antibodi
Liss (low ionic strength solution)
Liss meningkatkan ikatan antibodi pada sel
pada tahap pertama aglutinasi.

LISS dan LISS additives

LISS(kira2 0,03M) meningkatkan stadium 1 pengambilan/pengikatan antibodi pada sel darah merah,dibandingkan dengan saline

normal(0.17M).

untuk mencegah lysis sel darah merah pada low ionic strength,substance yg nonionic seperti glycine dimasukan kedalam LISS.

Petugas sekarang menggunakan reagen LISS additive daripada LISS saja.

LISS dan LISS additives

LISS aditive komersial mengandung macromolekul disamping garam ionic dan buffers.

larutan LISS meningkatkan kecepatan asosiasi antibodi(stadium 1) bila proporsi volume benar.met 3.2.2 dan 3.2.3)

meningkatkan volume dari serum yg digunakan pada pemeriksaan akan meningkatkan ionic strength dari system LISS additive dan

setiap perubahan pada volume serum yg dituliskan memerlukan penyesuaian dari volume LISS atau kehilangan LISS

LISS dan LISS additives

Untuk sebab ini penggunaan LISS untuk prosedur rutin titrasi dan untuk pemeriksaan lain problematik.

ketika LISS digunakan sebagai reagen additive insruksi pabrik harus diikuti.

Metode peningkatan antibodi Antiglobulin test Pemeriksaan menggunakan antibodi terhadap globulin manusia(human) disebut Anti human globulin Antihuman
Metode peningkatan antibodi
Antiglobulin test
Pemeriksaan menggunakan antibodi
terhadap globulin manusia(human) disebut
Anti human globulin
Antihuman globulin dapat memperlihatkan
aglutinasi
Metode peningkatan antibodi Direk antiglobulin test untuk melihat adanya sensitisasi invivo Indirek antiglobulin test untuk melihat
Metode peningkatan antibodi
Direk antiglobulin test untuk melihat
adanya sensitisasi invivo
Indirek antiglobulin test untuk melihat
reaksi invitro antara sel darah merah dan
antibodi yang mengsensitisasi ,tetapi tidak
beraglutinasi,sel memperlihatkan adanya
antigen.
Metode peningkatan antibodi -Penggunaan reagen2 antiglobulin Tahap 1: Sensitisasi atau penyelubungan Sel2 dan serum diinkubasi agar
Metode peningkatan antibodi
-Penggunaan reagen2 antiglobulin
Tahap 1: Sensitisasi atau penyelubungan
Sel2 dan serum diinkubasi agar antibodi dalam
serum menempel (membuat ikatan )pada antigen2
sel darah merah
Metode peningkatan antibodi Tahap 2: Pencucian Sel2 dicuci beberapa kali dengan lar garam faali untuk membuang
Metode peningkatan antibodi
Tahap 2: Pencucian
Sel2 dicuci beberapa kali dengan lar garam faali
untuk membuang sisa protein atau
immunoglobulin yang tidak menyelubungi sel
atau yg tidak mengadakan ikatan dengan antigen2
INDIRECT ANTIGLOBULIN TEST AHG/COOMBS INKUBASI SERUM
INDIRECT ANTIGLOBULIN TEST
AHG/COOMBS
INKUBASI
SERUM
Metode peningkatan antibodi Tahap 3:Penambahan reagen antiglobulin Antihuman globulin serum (AHG) dirambahkan pada sel2 yg telah
Metode peningkatan antibodi
Tahap 3:Penambahan reagen antiglobulin
Antihuman globulin serum (AHG) dirambahkan
pada sel2 yg telah dicuci.Jika sel2 tersebut telah
diselubungi oleh anti-IgG (atau komplemen C3)
mereka akan diaglutinasi oleh AHG yg
menempelkan sel2 yg diselubungi oleh antibodi2
IgG.
Jika tidak ada antibodi pada sel maka tidak akan
terjadi aglutinasi
Metode peningkatan antibodi Coombs control sel Penambahan IgG coated cells pada pemeriksaan antihuman globulin yg negatip,
Metode peningkatan antibodi
Coombs control sel
Penambahan IgG coated cells pada pemeriksaan
antihuman globulin yg negatip, diharuskan, pada
deteksi antibodi dan pada crossmatch
Ditambahkan setelah pemeriksaan antiglobulin
dibaca,coombs control sel harus bereaksi dengan
antiglobulin serum , menjelaskan bahwa reagen
Antihuman globulin benar2 berfungsi.
Reaktivitas dengan IgG sensitize sel menunjukan
Bahwa antihuman globulin serum benar2
ditambahkan dan tidak dinetralisasi.
Metode Lain untuk memeriksa reaksi Antigen antibodi Selain tube test ,metode lain untuk memeriksa reaksi antigen
Metode Lain untuk memeriksa
reaksi Antigen antibodi
Selain tube test ,metode lain untuk memeriksa reaksi
antigen antibodi
-solid phase red cell adherence test
-column aglutinasi technology,gel test,affinity
separation,
-Immunofluroscence
-Radioimmunoassay
-Enzymlinked immunosorbent assay
-MEAasay
Contoh reaksi immunologis yg berkaitan dg sel darah merah Direct dan Indirect coombs test Reaksi transfusi
Contoh reaksi immunologis
yg berkaitan dg sel darah
merah
Direct dan Indirect coombs test
Reaksi transfusi
Hemolytic disease of the newborn
Rhogam
Autoimmune hemolytic anemia
TERIMAKASIH
TERIMAKASIH