Anda di halaman 1dari 140

METODOLOGI

PENELITIAN

RESEACH
1.
2.
3.

Pencarian teori
Pengujian teori
Pemecahan masalah

PENELITIAN ilmiah
(KERLINGER 1973: 11)
"Scientific research is systematic,
controlled, empirical, and critical
investigation of hypothetical
propositions about the presumed
relations among natural phenomena.

Prosedur (mekanisme)
Stimuli
(problem)

Tindakan
(empiris)

Penalaran
(logika)

Pendekatan Penelitian

Deduktif = Rasional empiris


Induktif = empiris rasional

Deduktif = Rasional
empiris
Problematik
Hipotesis
Pengumpulan data
Kesimpulan :

1.
2.
3.
4.

Hipotesis diterima / ditolak


Verifikasi teori

Induktif = Empiris
Rasional
Problematik
Pengumpulan data
Rasionalisasi
Kesimpulan :

1.
2.
3.
4.

Konsep, proposisi, teori, hipotesis

DEDUKSI

UMUM - SPESIFIK
SPESIFIK

UMUM

SPESIFIK

SPESIFIK

INDUKSI

SPESIFIK UMUM
SPESIFIK

SPESIFIK

SPESIFIK

UMUM

Penelitian Kesehatan

Penelitian yangditerapkan pada bidang


kesehatan
Prinsip dan sitem yang diterapkan tidak
jauh berbeda dengan bidang lain
Area dan pendekatan teorinya
bersumber pada ilmu kesehatan

ILMU KESEHATAN
statist
ic
economi
c

Social
antropolog
y

HEALT
H
SCIEN
CE

Managem
ent

humaniti
es

bioethic
s

Health science
PUBLIC
HEALT
H

BASIC
MEDIC
AL
SCIENC
E
CLINIC
AL
SCIENC
E

Clinical epidemiology,Medical statistic,Social


medicine,Medical economics, Medical antropology, Tropical
medicine, Health management, Medical ethics, Hospital
management, clinical nutrition, neuro science, biomolecular,
Human reproductive health, etc

USULAN PENELITIAN

Rencana penelitian
Usulan penelitian / research proposal
Sebagai :
1. Persetujuan penelitian
2. Pengajuan dana
3. Penuntun peneliti

SISTEMATIKA
USULAN PENELITIAN

JUDUL
BAB I PENDAHULUAN
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB III KERANGKA KONSEP DAN
HIPOTESIS
A. Kerangka konsep
B. Hipotesis
BAB IV METODE PENELITIAN
BAB V Hasil Penelitian dan Pembahasan
BAB VI Kesimpulan dan Saran
Daftar Pustaka
Lampiran

JUDUL USULAN PENELITIAN

Judul hendaknya menggambarkan


keseluruhan isi penelitian yang akan
dilaksanakan
Judul harus dibuat dalam kalimat yg
sederhana, tidak terlalu panjang
meskipun tidak dapat ditentukan batas
jumlah katanya
Judul seyogjanya tidak menggunakan
singkatan kecuali sudah baku

FUNGSI JUDUL
Judul merupakan format kesimpulan
(summary form ), isi dari seluruh
penyelidikan
Judul merupakan kerangka referensi
( frame of reference ) untuk keseluruhan
penelitian
Judul merupakan milik peneliti dan oleh
karenanya dapat diklaim
Judul memungkinkan peneliti-peneliti lain
(sebagai referensi) untuk kemungkinan
mensurvey teori

Acuan Menentukan Sebuah Judul Skripsi

Berpatokan pada masalah bukan pada judul


yang ada
TOPIK

MASALAH

IDENTIFIK
ASI
MASALAH

BATASAN
MASALAH

JUDUL

Netral
Sederhana dan spesifik

teks pengantar (analisa, hubungan dengan..., studi deskriptif..., studi ekssploratif, dll)

variabel pokok yang merupakan objek yang akan diteliti,


subjek penelitian tempat diperolehnya data untuk variabel yang diteliti,

lokasi tempat penelitian dilaksanakan,


waktu data penelitian diambil atau waktu penelitian dilaksanakan.

Judul bisa juga dari pembimbing anda


Sesuai dengan tingkat analisa dan penentuan
topik

PENDAHULUAN
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Latar Belakang
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Tujuan Umum
Tujuan Khusus
Manfaat Penelitian

Latar Belakang Masalah


NO PROBLEM NO RESEARCH
Masalah ada karena ada
kesenjangan antara apa yg
seharusnya ada (das sollen) dengan
apa yg sekarang ada (das sein)
Hulley dan Cummings : FINER
(Feasible, Interesting, Novel, Ethical
dan Relevant)

GAP ANALYSIS

F Feasible
Tersedia

I Interesting
Masalah

subyek penelitian, dana, waktu, alat dan keahlian


hendaknya menarik bagi peneliti

N Novel
Membantah

atau mengkonfirmasi penemu terdahulu,


Melengkapi/ mengembangkan hasil penelitian terdahulu,
ATAU Menemukan sesuatu yang baru

E Ethical
Tidak

bertentangan dengan etika

R Relevant
Bagi

ilmu pengetahuan, tata laksana perawatan/kebidanan/


kebijakan kesehatan, dasar penelitian selanjutnya

MENENTUKAN MASALAH

LANGKAH 1 : tentukan suatu topik


LANGKAH 2 : uraikan topik tsb dalam
bentuk pernyataan
LANGKAH 3 : pilih satu dari daftar tsb
LANGKAH 4 : evaluasi

Menarik
Bermanfaat
Hal yg baru
Dapat dilaksanakan
Tidak melanggar etika

Hendrik L. Blum

SUMBER MASALAH
KESEHATAN 1
A.

PERILAKU MASYARAKAT :

Pengetahuan masyarakat akan pentingnya pengelolaan


sampah
Pengetahuan masyarakat tentang gizi yang seimbang
Pengetahuan masyarakat tentang factor penyebab
perekembangan penyakit menular atauapun non menular
Sikap masyarakat terhadap orang yang terinfeksi HIV
Sikap dan persepsi masyarakat terhadap imunisasi bayi
praktek masyarakat dalam melakukan pencegahan
perkembangan penyakit
Praktek masyarakat dalam pengelolaan sampah
dsb

SUMBER MASALAH
KESEHATAN 2
B.

Lingkungan ( fisik, sosial dan biologi )


Kondisi perumahan
Kondisi lingkungan kerja dan alat kerja
Penerimaan dan aspek pergaulan antar manusia
Kebersihan lingkungan dan persampahan.
Manajemen lingkungan perkotaan
Pencemaran lingkungan
Kesehatan veteriner
dsb

SUMBER MASALAH
KESEHATAN 3
c.

PELAYANAN KESEHATAN
Kebijakan dan program kesehatan
Manajemen sarana kesehatan
Konsumen Kesehatan
Pelayanan kesehatan
Metode dan teknologi kesehatan
Institusi pendukung dalam system
kesehatan
dsb

SUMBER MASALAH
KESEHATAN 4
D.

GENETIK

Teknologi rekayasa genetika


Aspek etika dan hukum genetika
kesehatan
Faktor genetika dalam perkembangan
penyakit
dsb

MENULIS LATAR BELAKANG


1
Kiat 1 (WHY?)

Latar belakang masalah penelitian akan


menjawab semua pertanyaan MENGAPA
(WHY) dari judul penelitian kita

MENULIS LATAR BELAKANG


2
Kiat 2 (OMKKMasaSolTu)

Obyek penelitian (O)


Metode-metode yang ada (M)
Kelebihan metode yang ada (K)
Kelemahan metode yang ada (K)
MASAlah pada metode yang dipilih (MASA)
SOLusi perbaikan metode (SOL)
rangkuman TUjuan penelitian (TU)

CATATAN
TIDAK SEMUA (ENAM) POLA ALUR HARUS DAPAT DITUANGKAN DI DALAM SEBUAH PARAGRAF ,
SEBAGIAN POLA ALUR SAJA CUKUP UNTUK MELENGKAPI SEBUAH PARAGRAF ASALKAN
KIAT 1 SUDAH DILAKSANAKAN DENGAN BAIK.

TEORI DAN KAJIAN


KEPUSTAKAAN
Dalam penelitian teori sangat diperlukan karena
merupakan dasar pijakan penelitian dan
sumber permasalahan yang akan
dipecahkan dalam penelitian.
Kerlinger ( 1973 ), teori adalah seperangkat
konstuk ( konsep ), definisi, dan proporsisi
yang menyajikan gejala atau fenomena
secara
sistematis, merinci hunbungan
antara variable-variabel dengan tujuan
meramalkan dan menerangkan gejala
tersebut.

Fungsi TEORI

sebagai identifikasi awal dari masalah


penelitian dengan menampilkan
kesenjangan, bagian-bagian yang lemah,
dan ketidaksesuiannya dengan
penelitian-penelitian terdahulu
untuk mengumpulkan semua
konstruk atau konsep yang berkaitan
dengan penelitian
untuk menampilkan hubunganhubungan variable yang telah
diselidiki

KAJIAN KEPUSTAKAAN
Adalah proses umum yang kita lalui untuk
mendapatkan teori terdahulu. Gay
( 1976 ) menyatakan kajian pustaka
meliputi identifikasi secara sistematis,
penemuan, dan analisis dokumen yang
memuat informasi yang berkaitan
dengan masalah penelitian.

Fungsi KAJIAN
KEPUSTAKAAN

menyediakan kerangka konsepsi atau teori


memberikan informasi penelitian yang lampau yang
berhubungan dengan penelitian yang akan dilakukan
memberikan rasa percaya diri, dikarenakan
memberikan informasi yang banyak terhadap masalah
penelitian
memberikan informasi tentang metode penelitian,
instrumen dan teknik analisis pada penelitian
sebelumnya
menyediakan temuan dan kesimpulan
penyelidikan terdahulu yang dapat dihubungkan
dengan temuan dan kesimpulan kita

Tahapan KAJIAN
KEPUSTAKAAN
1.

2.

3.

4.

5.

Kumpulkan terlebih dahulu semua bahan yang mungkin


berhubungan dengan masalah yang kita teliti.
Lakukan pencatatan hal-hal yang dianggap perlu pada
kepustakaan yang telah diperoleh
Untuk peneliti pemula, disarankan dari tinjauan kepustakaan
konseptual yang memuat artikel atau teori, pengalaman
atau ide yang berhubungan dengan masalah yang kita teliti
Sumber kajian pustaka bisa berupa ensiklopedi umum
ataupun buku khusus penelitian tertentu yang dapat
ditemukan melalui indeks ataupun kartu katalog. Abstrak suatu
penelitian, tesis dan desertasi merupakan sumber yang berguna
untuk kepustakaan penelitian
Disarankan untuk membuat bagan dari hal-hal yang penting
yang dapat membentuk suatu kerangka teori

Dalam melakukan kajian penelitian yang


berupa hasil penelitian dapat dimulai dengan
mencatat masalah atau pertanyaan penelitian,
kemudian metodologinya serta teknik-teknik
khusus dalam penelitian tersebut. perhatian
penuh diarahkan pada prosedur sampling,
instrumen sampai alat statistik yang digunakan.
Hasil, kesimpulan serta rekomendasi penelitian
perlu dibaca untuk melihat kesenjangan,
konstruk yang kita kaji, atau menemukan
kesamaan penemuan penelitian.

Variabel

Menunjuukkan suatu arti yang dapat


membedakan antara sesuatu dengan yg
lainnya
Ciri :

Variabel dapat membedakan suatu benda


dengan benda lainnya
Variabel harus dapat diukur

Contoh :

Variabel jenis kelamin (pria dan wanita)


Variabel tingkat pendidikan (lulus SD, SMP,
SMU )

Macam Variabel

Variabel
Variabel
Variabel
Variabel
Variabel
Variabel
Variabel
Variabel

Independen
Dependen
Moderator
Intervening
Kontrol
Random
Aktif
Pasif / Atribut

Variabel Independen

Variabel bebas / Independen :


merupakan variabel yg menjadi sebab
perubahan atau timbulnya variabel
dependen (terikat)
Variabel yg mempengaruhi
= variabel stimulus, input, prediktor dan
antecendet

Variabel Dependen

Variabel terikat : yg dipengaruhi atau


menjadi akibat karena variabel bebas
=variabel respon, output, kriteria,
konsekuen, efek, hasil, outcome, event

Variabel Moderator

Merupakan variabel yg mempengaruhi


(memperkuat atau memperlemah)
hubungan antara variabel independen
dan dependen
Tapi tidak mempunyai pengaruh utama

Variabel Intervening

Merupakan variabel yg secara teoritis


mempengaruhi (memperkuat atau
memperlemah) hubungan antara
variabel independen dan dependen
tetapi tidak terukur

Sakit hati , Frustasi

Contoh : anak yg pandai nilainya akan


tinggi

Tetapi dalam kasus tertentu anak pandai


tetapi nilai rendah. Mungkin sakit hati atau
frustasi

Variabel Kontrol

Merupakan variabel yg dibuat konstan


sehingga tidak akan memepengaruhi
variabel utama yg diteliti
Ditetapkan oleh peneliti
Biasanya digunakan untuk metode
eksperimen

Variabel Random

Variabel yg dapat mempengaruhi


variabel dependen tetapi tidak
dimasukkan dalam persamaan hubungan
Dapat dilihat berdasarkan error yg timbul
dalam mengadakan estimasi

Variabel Aktif

Variabel yg dimanipulasikan oleh peneliti


Contoh : pengaruh obat, penyuluhan

Variabel Atribut/pasif

Variabel yg tidal bisa dimanipulasikan


atau sukar dimanipulasikan
Merupakan karakteristik manusia :
intelegensia, jenis kelamin, status sosial,
pendidikan, sikap
Merupakan obyek inanimate : populasi,
rumah tangga, daerah geografis

Skala

Nominal
Ordinal
Interval
Rasio

Jenis Penelitian
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Ruang lingkup
Tempat
Waktu
Cara pengumpulan data
Intervensi / perlakuan
Tujuan
Sumber data
Jenis data

1. Ruang Lingkup
a)
b)

Kasus : obyeknya hanya satu kasus


Inferensial : obyeknya populasi
kasus

2. Tempat
a)

b)

Lapangan : kerugian tidak dapat


mengontrol variabel pengganggu
Laboratorium : dapat dikontrol

3. Waktu
a)

Longitudinal : populasi sama


a)
b)

b)

Retrospektif
Prospektif /kohort

Cross sectional : beberapa populasi

4. Cara pengumpulan data


a)
b)

Observasional
Survei

5. Intervensi / Perlakuan

Eksperimental
Non eksperimental

6. Tujuan

Deskriptif
Analisis / Eksperimental

7. Sumber Data

Primer
Sekunder

8. Jenis Datanya

kwantitatif
Kualitatif

Jenis penelitian

Penelitian
Penelitian
Penelitian
Penelitian

deskriptif
korelasi
Komparatif
eksperimen

Merumuskan judul
penelitian

Empat aspek yg perlu dipertimbangkan :

Masalah penelitian
Jenis penelitian
Variabel yg akan diteliti dan
Populasi penelitian

Sumber Masalah Penelitian

Kepustakaan
Bahan diskusi, hasil konferensi, seminar,
simposium, lokakarya, dll.
Pengalaman

Sumber Masalah Penelitian

Kepustakaan
Bahan, diskusi, hasil konferensi, seminar,
simposium, lokakarya dll.
Pengalaman
Pendapat pakar tertentu
Sumber non ilmiah ( berita surat kabar)

Uraian dlm latar belakang


masalah

Pernyataan masalah
Pembenaran (justification)
Kronologis masalah (sebab akibat)
Pernyataan alternatif pemecahan
masalah
Alternatif mana yg dipilih untuk
memecahkan masalah, dengan
menyebut alasan mengapa alternatif
tersebut dipilih.

Rumusan Masalah

Dikemukakan dalam kalimat tanya


Substansi yg dimaksud hendaknya
bersifat khas, tidak bermakna ganda
Bila terdapat banyak pertanyaan
penelitian maka harus dipertanyakan
secara terpisah

HIPOTESIS

Pernyataan sebagai jawaban sementara


atas pertanyaan penelitian, yg harus diuji
kesahihannya secara empiris
Tidak semua penelitian memerlukan
hipotesis
Survei, studi eksploratif (deskriptif)

Syarat Hipotesis yg baik

Dinyatakan dlm kalimat deklaratif yg jelas


dan sederhana
Mempunyai landasan teori yg kuat
Menyatakan hubungan antara satu
variabel tergantung dg satu atau lebih
variabel bebas
Memungkinkan diuji secara empiris
Rumusan harus khas dan menggambarkan
variabel-variabel yg diukur
Dikemukakan a priori

Tujuan Penelitian

Disebutkan secara eksplisit

Manfaat Penelitian

Dalam bidang akademik atau ilmiah


Pelayanan masyarakat
Pengembangan penelitian itu sendiri

TINJAUAN PUSTAKA

Aspek teori yg mendasari penelitian harus


diuraikan dengan mendalam
Penulisan harus mudah dipahami
informasi yg komprehensif & akurat
Sumber pustaka 5 7 tahun up to date
Minta tolong teman untuk membaca
(masukan berharga atau sulit dipahami)

KERANGKA KONSEP

Ringkasan pola konsep penelitian


Berupa diagram ( hubungan antar
variabel yg diteliti )
Batas-batas ruang lingkup penelitian
Informasi yg jelas & mempermudah
peneliti desain penelitian

METODOLOGI PENELITIAN
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Desain Penelitian
Populasi dan Sampel
Tempat dan waktu penelitian
Definisi Operasional
Instrumen Penelitian
Prosedur pengumpulan data
Analisis data
Etika Penelitian
Jadwal Penelitian

1.

Desain penelitian
Penelitian observasional
(studi cross sectional, studi kohort dan
studi kasus kontrol)
Penelitian eksperimental
( uji klinis)

Rancangan Penelitian Noneksperimental

Penelitian Observasional Bersifat


Deskriptif Eksploratif Nonhipotesis
Adalah : rancangan penelitian deskriptif
bertujuan untuk menerangkan atau
menggambarkan masalah penelitian yg
terjadi berdasarkan karakteristik tempat,
waktu, umur, jenis kelamin, sosial,
ekonomi, pekerjaan, status perkawinan,
cara hidup (pola hidup) dll

BAGAN RANCANGAN PENELITIAN OBSERVASIONAL BERSIFAT


DESKRIPTIF EKSPLORATIF NON HIPOTESIS PADA PERILAKU
PEMBERIAN ASI

BAGAN RANCANGAN PENELITIAN OBSERVASIONAL BERSIFAT ANALITIS INFERENSIAL HIPOTESIS HUBUNGAN CARA
PERAWATAN ASI PADA IBU POSTPARTUM

Penelitian mulai
dari sini

Menentukan subjek
penelitian
Variabel
independen ( cara
perawatan
payudara)
Menetukan
variabel
independen
dan dependen

Melakukan
pengamatan /
pengukuran

Hsil
pengamatan /
pengukuran
Dianalisis

Variabel
dependen
(kelancara
pengeluaran ASI)

Melakukan
pengamatan /
pengukuran

Hasil
pengamatan /
pengukuran
Hasil analisis

BAGAN RANCANGAN PENELITIAN CROSS SECTIONAL HUBUNGAN


ANTARA KONSUMSI ZAT BESI (Fe) DENGAN TERJADINYA ANEMIA
PADA IBU HAMIL

Penelitian
mulai dari
sisni

Menentukan
subjek
penelitian

Menentukan faktor
resiko / paparaan
(konsumsi zat besi
(Fe))

Menentukan
status penyakit
(anemia)

Melakukan
pengamatan
/ pengukuran
bersamaan /
sekali waktu

Hasil
pengamatan /
pengukuran

Hasil
analisis

BAGAN RANCANGAN PENELITIAN CASE CONTROL


HUBUNGAN ANTARA PENGGUNAAN PIL KB DENGAN
KEJADIAN HIPERTENSI
Apakah ada
faktor mikro

ya

Diketahui secara retrospektif

Apakah
menggunakan
pil KB

Penelitian
mulai dari sini

Kasus dengan
penyakit ( ibu
mengalami hipertensi )

tidak

ya

tidak

Apakah
menggunaaka
n pil KB

Kontrol tanpa penyakit


( ibu tidak mengalami
hipertensi )

BAGAN RANCANGAN PENELITIAN KOHORT PROSPEKTIF


HUBUNGAN ANTARA PENGGUNAAN PIL KB DENGAN HIPERTENSI

Penelitian mulai
dari sini

Diikuti secara prospektif

Apa yang
terjadi

ya

Subjek
penelitian
( akseptor KB)

Faktor resiko (+)


(menggunakan pil
KB)

Apakah
terjadi
hipertensi

Faktor resiko (-)


(tidak
menggunakan pil
KB)

Apakah
terjadi
hipertensi

tidak
ya

tidak

BAGAN RANCANGAN PENELITIAN ONE SHOT CASE STUDY


TENTANG PENGARUH PKMRS TERHADAP TINGKAT KEPATUAN
KONTROL
Penelitian
mulai dari sini

Menentukan
subjek

Memberikan
perilaku
(PKMRS)

Melakukan
pengamatan /
pengukuran pada efek
/ dampak ( tingkat
kepatuhan kontrol

Hasil
pengamatan /
pengukuran

BAGAN RANCANGAN PENELITIAN PRETEST POSTTEST DESIGN


TENTANG PENGARUH PKMRS TERHADAP TINGKAT KEPATUAN
KONTROL
Penelitian
mulai dari sini

Menentukan
subjek
penelitian

Pretest

Memberikan
perillaku PKMRS

Postest

Melakukan
pengamatan /
pengukuran
tingkat
kepatuhan
kontrol sebelu m
perlakuan

Melakukan
pengamatan /
pengukuran
tingkat
kepatuhan
kontrol setelah
perlakuan

Penelitian
mulai dari sini

BAGAN RANCANGAN PENELITIAN PREEKSPERIMENTAL JENIS


STATIC GROUP COMPARISON / POSTTEST ONLY CONTROL
GROUP DESIGN

Penelitian
mulai dari sini

Memberikan
perilaku pada
kelompok A
Menentukan
subjek
penelitian

kelompok B
(sebagai
kontrol)

Melakukan
pengamatan /
pengukuran
pada efek /
dampak

Hasil
pengamatan /
pengukuran

Melakukan
pengamatan /
pengukuran
pada efek /
dampak

Hasil
pengamatan /
pengukuran

Dibandingkan /
analisis

BAGAN RANCANGAN PENELITIAN TRUE


EXPERIMENTAL JENIS RANDOMIZED PRETEST
POSTTEST CONTROL GROUP DESIGN
Penelitian
mulai dari sini

Menentukan subjek
penelitian

Dipilih secara
random

Memberikan
perilaku pada
kelompok A

Melakukan
pengamatan /
pengukuran pada
efek / dampak
(posttest)

Hasil
pengamatan /
pengukuran
Dibandingkan /
analisis

Pretest
kelompok B
(sebagai
kontrol)

Melakukan
pengamatan /
pengukuran pada
efek / dampak
(posttest

Hasil
pengamatan /
pengukuran

BAGAN RANCANGAN PENELITIAN RANDOMIZED


POSTTEST ONLY CONTROL DESIGN
Penelitian
mulai dari sini

Menentukan
subjek penelitian

Memberikan
perilaku pada
kelompok A
Dipilih secara
random
Tidak
memberikan
perilaku pada
kelompok B

Melakukan
pengamatan /
pengukuran
pada efek /
dampak

Hasil
pengamatan /
pengukuran

Melakukan
pengamatan /
pengukuran
pada efek /
dampak

Hasil
pengamatan /
pengukuran

Dibandingkan /
analisis

Kerangka Operasional / Kerja

3.

Populasi penelitian
Sekelompok subyek atau data dengan
karakteristik tertentu
a. Populasi target ( target population )
ditentukan oleh karakteristik tertentu
dan demografis
b. Populasi terjangkau (accessible
population, source population )
bagian populasi target yg dibatasi
oleh tempat dan waktu

POPULASI

Setiap subyek yg memenuhi kriteria yg


telah ditetapkan
Pembagian Populasi
Menurut Sastroasmoro & Ismail (1995)

Populasi target
populasi yg memenuhi sampling kriteria
dan menjadi sasaran akhir peneliti
Populasi terjangkau
populasi yg memenuhi kriteria dalam
penelitian dan biasanya dapat dijangkau
oleh peneliti dari kelompoknya

Kriteria Populasi

peneliti harus fokus pd kriteria yg


telah ditetapkan
Dasar pertimbangan penentuan kriteria:

Biaya
Praktik
Kemampuan untuk berpartisipasi
Pertimbangan desain penelitian

4.

Sampel dan cara pemilihan sampel


Bagian populasi yg diteliti
Cara pemilihan sampel :
a. Probability sampling
b. Non Probability sampling

Cara pemilihan subyek penelitian harus


ditegaskan secara eksplisit

Probability Sampling
1.
2.

3.

4.

Simple random sampling


Proportionate stratified random
sampling
Disproportionate stratified random
sampling
Area (cluster) sampling = sampling
menurut daerah

Non Probability Sampling


1.
2.
3.
4.
5.
6.

Sampling sistematis
Sampling kuota
Sampling aksidental
Purposive sampling
Sampling jenuh
Snowball sampling

Sampling
1.

Probability sampling
1.
2.
3.
4.

2.

Simple random sampling


Stratified random sampling
Cluester sampling
Systematic sampling

Non probability sampling


1.
2.
3.
4.

Purposive sampling
Consecutive sampling
Convinience sampling
Quata sampling (judgement sampling)

SAMPEL

Bagian populasi terjangkau yg dapat


dipergunakan sebagai subyek penelitian
melalui sampling
Syarat sampel

Representatif
Sampel harus cukup banyak

Kriteria sampel

Kriteria inklusi
Kriteria ekslusi

Sampel yg representatif : sampel yg


dapat mewakili populasi yg ada
Sampel harus cukup banyak
Menurut Polit & Hungler (1993) :
semakin besar sampel yg dipergunakan
semakin baik dan representatif hasil yg
diperoleh

Penentuan Besar Sampel

N.z p.q
n = ----------------d (N-1) + z.p.q

Keterangan :
n = Perkiraan jumlah sampel
N = Perkiraan besar sampel
z = Nilai standart normal untuk = 0,05 (1,96)
p = perkiraan proporsi, jika tidak diketahui dianggap 50%
q = 1 p (100% p)
d = Tingkat kesalahan yg dipilih (d=0,05)

N
n = ----------------1 + N (d)
Keterangan :
n = Perkiraan jumlah sampel
N = Perkiraan besar populasi
d = Tingkat signifikasi (p)

5.

Estimasi Besar sampel


Harus mencatumkan perkiraan besar
sampel ( bukan jumlah sampel)
minimal yg diperlukan
a. agar kesimpulan penelitian yg
diperoleh dapat mempunyai
tingkat
kepercayaan yg dikehendaki
b. apabila dipakai uji hipotesis, agar
kemaknaan statistik juga berarti
kemaknaan secara klinis

6.

Kriteria inklusi dan eksklusi


a. Kriteria inklusi :
karakteristik umum subyek penelitian
harus relevan dg masalah penelitian
kendala masalah spt logistik
pertimbangan ilmiah dikorbankan karena alasan praktis

b. Kriteria eksklusi :
Terdapat keadaan atau penyakit lain yg mengganggu
pengukuran atau interprestasi
Terdapat keadaan yg mengganggu kemampulaksanaan (pasien
tak punya tempat tinggal)
Hambatan etis
Subyek menolak berpartisipasi

Kriteria Sampel

Inklusi : karakteristik umum subyek


penelitian dari suatu populasi target yg
trejangkau yg akan diteliti
Ekslusi : menghilangkan subyek yg
memenuhi kriteria inklusi dari studi karena
perbagai sebab

Terdapat keadaan atau penyakit yg


mengganggu pengukuran
Terdapat keadaan yg mengganggu kemampuan
pelaksanaan
Hambatan etis
Subyek menolak berpartisipasi

7.

8.

Izin Subyek Penelitian


Subyek manusia harus dimintak ijin
kepada subyek atau orangtuanya
Formulir persetujuan penelitian perlu
disertakan pada lampiran
Cara kerja
a. Alokasi subyek
b. Pengukuran dan intervensi
c. Kriteria penghentian penelitian

Indentifikasi variabel

9.

10.

variabel
variabel
variabel
Variabel
Variabel
Variabel

bebas / independen
tergantung / dependen
perancu (confounding)
moderator
intervening
kontrol

Definisi operasional
Batasan istilah yg operasional
menghindari makna ganda / persepsi lain

2.

Tempat dan Waktu


Disebutkan rencana tempat dan waktu
dilaksanakannya penelitian

11.

Rencana Pengolahan dan Analisis Data


a. bagaimana data yg terkumpul akan
diolah, dianalisis dan disajikan
b. sebutkan jenis analisis statistik
c. bisa lebih satu desain analisis
d. tentukan batas kemaknaannya,
interval kepercayaan dan tingkat
kemaknaan
e. Program komputer yg direncanakan

DAFTAR PUSTAKA

Taat azas penulisan


Yg berkaitan dengan substansi yg diteliti
Yg berhubungan dg metodologi
Yg berhubungan teknik statistika

Penulisan Daftar Pustaka


Ditulis berdasarkan urutan penunjukan referensi pada bagian pokok
tulisanilmiah.
2) Ditulis menurut kutipan-kutipan
3) Dituliskan secara alfabetik
4) Nama pengarang asing ditulis dengan format : nama keluarga, nama depan.
5) Nama pengarang Indonesia ditulis normal, yaitu : nama depan + nama
keluarga
6) Gelar tidak perlu disebutkan.
7) Setiap pustaka diketik dengan jarak satu spasi (rata kiri), tapi antara
satu pustaka dengan pustaka lainnya diberi jarak dua spasi.
8) Bila terdapat lebih dari tiga pengarang, cukup ditulis pengarang pertama
saja dengan tambahan et al.
9) Penulisan daftar pustaka tergantung jenis informasinya yang secara umum
memiliki urutan sebagai berikut :
10) Nama Pengarang, Judul karangan (digarisbawah / tebal / miring), Edisi,
NamaPenerbit, Kota Penerbit, Tahun Penerbitan
11) Tahun terbit disarankan minimal tahun 2000
1)

Contoh Penulisan Daftar Pustaka

Satu Pengarang
Budiono. 1982. Teori Pertumbuhan Ekonomi. Yogyakarta : Bagian
PenerbitanFakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada.
Friedman. 1990. M. Capitalism and Freedom. Chicago : University of
ChicagoPress.

Dua Pengarang
Cohen, Moris R., and Ernest Nagel. 1939. An Introduction to Logic and
ScientificMethod. New york: Harcourt
Nasoetion, A. H., dan Barizi. 1990. Metode Statistika. Jakarta: PT.
Gramedia

Tiga Pengarang
Heidjrahman R., Sukanto R., dan Irawan. 1980. Pengantar Ekonomi
Perusahaan.Yogyakarta: Bagian penerbitan Fakultas Ekonomi UGM.
Nelson, R.., P. Schultz, and R. Slighton. 1971. Structural change in a
DevelopingEconomy. Princeton: Princeton University Press.

Contoh Penulisan Daftar Pustaka (L)

Lebih dari Tiga Pengarang

Pengarang Sama

Barlow, R. et al. 1966. Economics Behavior of the Affluent. Washington D.C.:


The Brooking Institution.
Sukanto R. et al. 1982. Business Frocasting. Yogyakarta: Bagian penerbitan
Fakultas Ekonomi UGM.
Djarwanto Ps. 1982. Statistik Sosial Ekonomi. Yogyakarta: Bagian penerbitan
Fakultas Ekonomi UGM.
____________. 1982. Pengantar Akuntansi. Yogyakarta: Bagian penerbitan
Fakultas Ekonomi UGM.

Tanpa Pengarang

Buku Paduan, 2012. Program Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat.


Jakarta: Direktorat P2M Dirjen DIKTI Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan
Authors Guide. 1975. Englewood Cliffs, N.J. : Prentice Hall.
Interview Manual. 1969. Ann Arbor, MI: Institute for Social Research,
Universiyof Michigan.

Contoh Penulisan Daftar Pustaka (L)

Buku Terjemahan, Saduran atau Suntingan.

Herman Wibowo (Penterjemah). 1993. Analisa Laporan Keuangan.


Jakarta: PT.Erlangga.
Karyadi dan Sri Suwarni (Penyadur). 1978. Marketing Management.
Surakarta:Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret.

Buku Jurnal atau Buletin

Insukindro dan Aliman, 1999. Pemilihan dan Bentuk Fungsi


Empirik :
Studi Kasus Permintaan Uang Kartal Riil di Indonesia, Jurnal
Ekonomi dan Bisnis Indonesia, Vol. 14, No. 4:49-61.
Granger, C.W.J., 1986. Developments in the Study of Cointegrated
Economic Variables, Oxford Bulletin of Economics and Statistics,
Vol.48: 215-226.

LAMPIRAN

Riwayat hidup peneliti


Rencana anggaran penelitian
Jadwal tahapan penelitian
Izin subyek penelitian
Rumus-rumus statistik
Formulir / kuesioner
Dummy table
Lain-lain yg relevan

PENUTUP

HARUS RUNTUT
IDE KREATIVITAS PENULIS DALAM
KORIDOR ILMIAH

RINGKASAN

Usulan penelitian : rencana penelitian


tertulis, untuk menuntun peneliti dlm
seluruh proses penelitian
Usulan penelitian diawali dg pernyataan
yg menyebutkan substansi masalah yg
akan diteliti, alasan mengapa masalah tsb
perlu diteliti, alternatif pemecahan
masalah, dan pilihan thd alternatif tsb dg
alasannya

Identifikasi masalah hrs dirumuskan dg


perumusan masalah dlm kalimat tanya
yg bersifat spesifik & tidak bermakna
ganda, diikuti dg formulasi hipotesis yg
sesuai

Tinjauan pustaka hrs bersifat telaah


kritis yg mendukung hal-hal yg telah
dikemukakan dlm pendahuluan usulan
penelitian

Alur dari latar belakang masalah,


perumusan masalah, perumusan
hipotesis, tujuan penelitian, serta
manfaat penelitian hrs berjalan mulus
logis, mudah diikuti,yg membawa
peneliti untuk menentukan desain yg
sesuai
Dlm bab metodologi seluruh rencana
penelitian harus ditulis dengan rinci,
termasuk desain, subyek penelitian &
cara pemilihannya, cara pelaksanaan
pengukuran, serta rencana penyajian

DESAIN PENELITIAN

Sangat penting, merup struktur


konseptual untuk menjalankan riset
Blueprint untuk mengumpulkan,
mengukur dan menganalisis data dg
efisien (Kothari,1990)
Isi : apa,dimana,kapan,berapa banyak &
cara apa untuk menjawab masalah
penelitian

Dapat menerjemahkan hipotesis


konseptual yg abstrak menjadi
hipotesis operasional yg terinci,
spesifik, terukur siap untuk diuji
Elemen elemen desain penelitian:
a. Desain pencuplikan/sampling
desain
b. Desain pengamatan/pengukuran
c. Desain statistik
d. Desain operasional

Desain Penelitian

Rancangan
Rancangan
Rancangan
Rancangan

Penelitian
Penelitian
Penelitian
Penelitian

Deskriptif
Case control
Kohort
Eksperimen

Rancangan Penelitian
Deskriptif

Tujuan : menggambarkan masalah


penelitian yg terjadi pada kasus
berdasarkan distribusi tempat, waktu,
umur, jenis kelamin, sosial, ekonomi,
pekerjaan, status perkawinan, pola hidup
dll.
lingkup : individu di suatu daerah
tertentu, kelompok pd masyarakat di
daerah tertentu

BentukRancangan
Penelitian Deskriptif

Rancangan Penelitian Korelasi


Rancangan Penelitian Cross Sectional

Cara melakukan Rancangan


Penelitian Cross Sectional

Melakukan identifikasi variabel penelitian

Variabel independen
Variabel dependen
Variabel kendali

Melakukan identifikasi subyek penelitian


Melakukan observasi atau pengukuran
terhadap variabel
Melakukan analisis data

Rancangan Penelitian
Case Control

Tujuan : membandingkan kelompok


kasus dengan kontrol untuk mengetahui
proporsi kejadian berdasarkan riwayat
ada tidak sebuah paparan
Bersifat retrospektif melihat
kebelakang tentang kejadian yg
berhubungan dengan kejadian kesakitan
yg diteliti

Cara Melakukan Rancangan


Penelitian Case Control

Mengidentifikasi variabel penelitian

Variabel independen
Variabel dependen
Variabel kendali

Menetapkan populasi penelitian


Mengidentifikast kasus yg akan diteliti
Mengadakan pemilihan subyek yg akan
digunakan sebagai control
Melakukan pengukuran secara retrospektif
Melakukan analisis data

Rancangan Penelitian
Kohort

Mengelompokkan atau
mengklasifikasikan kelompok terpapar
dengan tidak terpapar, kemudian
diamati sampai waktu tertentu untuk
melihat ada tidaknya fenomena tersebut

Desain / Rancangan
Penelitian Kohort

Melakukan identifikasi variabel penelitian

Variabel independen
Variabel dependen

Menetapkan populasi penelitian


Mengidentifikasi subyek penelitian

Rancangan Penelitian
Eksperimen

Pre Eksperimen design


One shot case study
One group pre test post test design
Intact group comparison
True experimental design
Pre test control group design
Post test only control design
Factorial design
Quasi eksperimen design
Time series design
Non equivalent control group design

JENIS DESAIN PENELITIAN


Wilson Diers (1979)
1.
Deskriptif
2.
Faktor yg berhubungan (Relationship)
3.
Faktor yg berhubungan (Asosiasi)
4.
Causal ( Pengaruh)

Klasifikasi Desain Penelitian


Secara Umum
1.
2.

Non eksperimen
Eksperimen

Desain Non- Eksperimen


1.

Desain Penelitian Deskriptif


1.
2.

2.

Desain Studi Korelasi (hubungan / asosiasi)


1.

3.

Studi Kasus
Survey
Cross Sectional (Hubungan dan Asosiasi)

Desain Studi Komparatif


1.
2.

Kohort
Kasus Kontrol (Case control)

Desain Eksperimen
1.

Pra eksperimen
1.
2.
3.

2.
3.

One shot Case Study


Pra-Pasca Test dalam satu kelompok
Static-Group Comparison

Eksperimen Semu (Quasy-Experiment)


Eksperimen Sungguhan(True-Experiment)
1.
2.
3.

Pasca tes Pemilihan


Pra tes dan Pasca tes dengan Pemilihan
Rancangan solomon

Studi Kasus

Penelitian yg mencakup pengkajian satu


unit penelitian secara intensif
Misalnya : satu pasien, keluarga, kelompok,
komunitas atau institusi
Jumlah subyek cenderung sedikit
Jumlah variabel yg diteliti sangat luas
Harus mempertimbangkan waktu
Keuntungan : pengkajian secara rinci
mendapatkan gambaran satu unit subyek
secara jelas

Survey

Digunakan untuk menyediakan informasi yg


berhubungan dengan prevalensi, distribusi
dan hubungan antar variabel sesuatu
populasi
Tidak intervensi
Mengumpulkan tindakan seseorang,
pengetahuan, kemauan, pendapat, perilaku,
dan nilai
Bersifat superfisial
Tiga metode survey:

interview melalui telepon,

KEPUSTAKAAN

GULO,D.H. 1984 Test Kepribadian, ANS,


Jakarta
Membuat test test kepribadian ;

Tentang kepercayaan pada diri sendiri


Mengenai optimisme
Mengenai kehatian-hatian
Mengenai ketergantungan kpd orang lain
Mengenai seberapa jauh orang mementingkan
dirinya sendiri
Tentang daya tahan menghadapi cobaan
Mengenai seberapa jauh toleransi seseorang
Seberapa besar ambisi seseorang
Apakah seseorang mempunyai empati

Validitas dan realibilitas alat


ukur

Validitas mempunyai arti ketepatan dan


kecermatan
Maksud valid ialah sahih, dikatakan sahih
atau valid bila alat ukur itu benar-benar
mengukur apa yg hendak diukur
Realibilitas artinya keajegan
Maksudnya : berkali-kali untuk mengukur
hasilnya ajeg atau paling sedikit berbeda
amat sedikit
sebaiknya alat di lakukan pe nera-an
(di-tera) oleh Jawatan Tera

Skala

Skala
Skala
Skala
Skala

nominal
ordinal
interval
rasio

Skala Likert

Rensis Likert 1932


Menggunakan hanya item yg secara
pasti baik (posiitif) dan secara pasti
buruk (negatif) dan diantara keduanya
Total skor merupakan posisi responden
Termasuk Skala ordinal

Langkah pembuatan skala


likert

Peneliti mengumpulkan item-item yg


cukup banyak, relevan dg masalah
penelitian dan terdiri dari item yg cukup
jelas disukai (positif) dan tidak disukai
(negatif)
Kemudian dicoba kepada sekelompok
responden
Responden diminta untuk mengecek tiap
item, apakah menyenangi (+) atau tidak
menyukai (-)

Jawaban yg menyenangi diberikan skor


tertinggi untuk item positif dan kebalikan
bila tidak menyenangi diberikan skor
tertinggi untuk item negatif.
Respon dianalisis skor tertinggi dan
skor terendah dalam skala total

Contoh skala Likert


Pernyataan (+)

Nilai

Pernyataan (- )

Nilai

Sangat setuju

SS

Sangat setuju

SS

Setuju

Setuju

Tidak setuju

TS

Tidak setuju

TS

Sangat tidak
setuju

STS

Sangat tidak
setuju

STS

Pernyataan (+)

Nilai

Pernyataan (- )

Nilai

Sangat penting

SP

Sangat penting

SP

Penting

Penting

Tidak penting

TP

Tidak penting

TP

Sangat tidak
penting

STP

Sangat tidak
penting

STP

Pernyataan (+)

Nilai

Pernyataan (- )

Nilai

Sangat puas

SP

Sangat puas

SP

Puas

Puas

Tidak puas

TP

Tidak puas

TP

Sangat tidak puas

STP

Sangat tidak puas

STP

Pernyataan
Dalam memberikan ASI ekslusif dilakukan pada
usia 0-6 bl

STS

TS

SS

0%
25 %
50 %
75 %
100 %
STS0 25 %
TS : sangat
S tidak setuju
SS
Angka

Angka 26 50 % : tidak setuju


Angka 52 75 % : setuju
Angka 76 100 % : sangat setuju

Tugas
1.
2.
3.

4.
5.

6.

Sebutkan masalah penelitian saudara?


Apakah judul penelitian saudara?
Bagaimana identifikasi dan rumusan
masalah penelitian saudara?
Apa tujuan penelitian saudara?
Sebutkan konsep/teori yg mendukung
penelitian saudara?
Gambarkan dalam bentuk kerangka
konseptual

Tugas (L)
7.
8.
9.
10.

11.
12.

Apa rencana desain penelitian saudara?


Sebutkan variabel penelitiannya
Sebutkan definisi operasionalnya
Berapa sampel dan hitung dalam
rumusnya
Bagaimana analisis penelitian saudara?
Lampirkan 10 jurnal penelitian yang
mendukung penelitian saudara?