Anda di halaman 1dari 2

VAKSIN HEPATITIS A

Nama Kelompok : 1. Edmundus Suharja


2. Etet

1. Uraian vaksin
Imunisasi Pasif dilakukan dengan memberikan normal human immune globulin (NIHG)
terutama pada individu yang rentan terhadap paparan, maupun orang yang telah terpapar
infeksi virus Hepatitis A. Imunoglobulin ini diberikan dosis tunggal secara intramuskular.
Bila diberikan dalam 2 minggu pasca paparan, maka efektivitas proteksi sebesar 85%.
Imunisasi Aktif yang diberikan berupa vaksin yang berisi virus hepatitis inaktif
(inactivated vaccine). Imunisasi hepatitis A direkomendasikan untuk individu yang
berisiko tinggi terinfeksi hepatitis A, serta pasien yang terinfeksi hepatitis B dan C.
Vaksinasi hepatitis A diberikan dalam 2 dosis secara intramuskular selang waktu 6-12
bulan, besarnya dosis tergantung produk dan usia resipien. Di Indonesia, umumnya
vaksinasi Hepatitis A diberikan pada individu mulai usia 2 tahun hingga dewasa dan
diperkirakan memberi kekebalan selama lebih dari 20 tahun.
2. Fungsi vaksin
vaksin hepatitis A dapat mencegah terjadinya infeksi hepatitis A
3. Komposisi
Komposisi : Hep A ( nama vaksin : Havrix ) : Aluminum Hydroxide, Amino Acids,
Formaldehyde or Formalin, MRC-5 Cellular Protein, Neomycin Sulfate, 2Phenoxyethanol, Phosphate Buffers, Polysorbate
4. Dosis
Dosis 0,5 ml untuk setiap injeksi ( IM ) dan Vaksinasi primer nya 1 dosis vaksin diikuti dengan
Booster 6 bulan kemudian

5. Kontraindikasi
a. Ada reaksi alergi pada pemberian dosis pertama, maka dosis kedua tidak perlu
diberikan
b. Sedang dalam kondisi sakit yang sedang atau berat
c. Sedang dalam kondisi hamil

6. Efek samping
a. Nyeri dan bengkak di tempat suntikan
b. Nyeri kepala
c. Kelelahan, demam, dan mual
7. Disarankan / rekomendasi
Vaksin ini direkomendasikan untuk orang dewasa dan anak-anak berusia satu tahun ke
atas yang tinggal di daerah yang sering terjangkit penyakit hepatitis A.