Anda di halaman 1dari 7

SISTEM MUSKULOSKELETAL

SAP CARA MENCEGAH DEKUBITUS

DISUSUN OLEH :

TUTOR 1
Ulfah Nasti Wiliastuti
Nina Putri Asih
Atikah Loviani
Sabila Rosadi

220110130022
220110130026
220110130032
220110130127

FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN

2016

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr.Wb.
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan rahmat dan karunia-Nya karena penulis dapat menyelesaikan
penyusunan SAP ini. SAP ini mengenai Cara Mencegah Dekubitus. SAP ini disusun
untuk memenuhi tugas dan diajukan untuk memenuhi standar proses pembelajaran
pada mata kuliah Sistem Muskuloskeletal.
Penulis mengharapkan saran dan kritik dari semua pihak demi perbaikan di
hari kemudian. Akhir kata, penulis berharap semoga SAP ini dapat bermanfaat serta
menambah pengetahuan bagi pembaca. Terima kasih.

Wassalamualaikum Wr.Wb.

Bandung, 24 Februari 2016

Penulis

Bab I
Satuan Acara Pengajaran
TOPIK BAHASAN
SASARAN
WAKTU
TEMPAT
PENGAJAR
MEDIA

: Pendidikan Kesehatan Terkait Pencegahan Dekubitus


: Pasien dan keluarga di ruang rawat orthopedi
: 1x15 menit
: Ruang orthopedi
: Perawat
: scraftbook

TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU)


Setelah diberikan pendidikan kesehatan, peserta dapat memahami dengan baik tentang
pengertian dekubitus dan cara pencegahan dekubitus
Setelah diberikan pendidikan kesehatan, pasien diharapakan dapat melakukan
kegiatan pencegahanan dekubitus, serta keluarga dapat membantu pasien jika pasien
tidak mampu melakukan kegiatan pencegahan dekubitus.
TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS (TIK)
Setelah dilakukan penyuluhan tentang pencegahan dekubitus, diharapkan peserta mampu
untuk :
1.
Mengetahui pengertian dekubitus
2.
Mengetahui tentang cara mencegah dekubitus
POKOK BAHASAN
Materi yang akan dibahas adalah tentang cara pencegahan dekubitus
SUB POKOK BAHASAN
1. Pengertian dekubitus
2. Cara mencegah dekubitus
MATERI (terlampir)
ALOKASI WAKTU : ( 15 menit )
STRATEGI INSTRUKSIONAL
Ceramah dan Diskusi

WAKT
KEGIATAN
U
2 menit Memberi salam
dan
memperkenalkan
diri

PEMBERI
MATERI
Perawat

PESERTA
DIDIK
Pasien / keluarga
pasien

METODE

MEDIA

8 menit Pemberian materi


tentang
pencegahan
dekubitus

Perawat

Pasien / keluarga Ceramah dan Scraftbook


pasien
diskusi

3 menit

Perawat

Pasien / keluarga
pasien

Diskusi

Perawat

Pasien / keluarga
pasien

Diskusi

2 menit

Perawat
mencontohkan
cara mencegah
dekubitus
Memberikan
kesempatan
kepada pasien
untuk bertanya
tentang materi

EVALUASI
Setelah diberikan penyuluhan, peserta dapat memahami dengan baik tentang
pengertian dan cara pencegahan dekubitus serta pasien atau keluarga diharapakan dapat
mempraktekkan cara pencegahan dekubitus.
KRITERIA EVALUASI
a. Peserta mampu menjelaskan pengertian dekubitus
b. Peserta mampu menpraktekkan cara mencegah dekubitus

Bab II
Materi
Pencegahan Dekubitus
2.1.

Definisi
Dekubitus adalah kerusakan/kematian kulit sampai

jaringan

dibawah

kulit,

bahkan menembus otot sampai mengenai tulang akibat adanya penekanan pada suatu area
secara terus menerus sehingga mengakibatkan gangguan sirkulasi

darah

setempat.

Dekubitus suatu luka akibat posisi penderita yang tidak berubah dalam jangka waktu lebih
dari 6 jam (Brandon 2006).
Dekubitus merupakan masalah yang dihadapi oleh pasien-pasien dengan penyakit
kronis, pasien yang sangat lemah, dan pasien yang lumpuh dalam waktu lama, bahkan
saat ini

merupakan

suatu

penderitaan

sekunder yang

banyak dialami oleh pasien-

pasien yang dirawat di rumah sakit (Morison 2003).


2.2.

Pencegahan Dekubitus
1. MenghilangkanTekanan
- Dibalik dan diatur kembali posisi dengan interval setiap 1-2 jam.
- Berikan dorongan pada pasien untuk berganti posisi setiap 15 menit.
2. Mengubah Posisi
- Pasien harus diposisikan secara lateral, pronesi, dan secara dorsal. Secara
berurutan kecuali tidak toleransi atau menja dikontraindikasi.
- Cara lain untuk menghilangkan luka diatas tonjolan tulang dengan cara
menggunakan bantal untuk menyangga agar tulang tidak bergesekan.
3. Pertimbangan Gerontologi
Pada pasien usia lanjut ,sedikit memindahkan beban berat badan mungkin efektif.
Meletakkan handuk yang digulung di bawah bahu atau panggul akan memungkinkan
aliran darah balik ke kulit, dimana pasien duduk atau terbaring. Handuk yang
digunakan secara perlahan di pindahkan sekitar titik-titik tekanan darah searah
putaran jam.
4. Alat PenghilangTekanan
- Peralatan khusus dan tempat tidur khusus diperlukan untuk membantu
menghilangkan tekanan pada kulit. Alat ini dirancang untuk memberikan
topangan pada area tubuh dan menyebarkan tekanan secara merata.
- Tempat tidur khusus telah dirancang untuk mencegah tekanan pada kulit.
Permukaan penyangga yang dinamis seperti kantong udara, yang secara

bergantian dapat mengembang dan mengempis untuk mengubah tekanan dan


penyokong bagi pasien yang beresiko sakit kritis dan yang lemah dan tidak dapat
melakukan reposisi untuk menghilangkan tekanan.
5. PerbaikanMobilitas
- Berikan semangat untuk tetap aktif dan dilakukan ambulasi jika memungkinkan.
- Saat duduk, pasien diingatkan untuk sering mengubah posisi untuk menyebarkan
beban berat badannya.
- Latihan pasif dan aktif meningkatkan tonus, otot, kulitdan vascular.
- Resposisi harus dilakukan sepanjang waktu.
6. PeningkatanPersepsiSensoris
- Bantu untuk mengenali dan mengkompensasi gangguan persepsi sensoris.
- Menstimulasi pasien untuk meningkatkan kesadaran diri dalam lingkungan.
- Meningkatkan partisipasi pasien dalam perawatan diri.
- Mendukung usaha pasien untuk melakukan kompensasi terhadap hilangnya
sensasi.
7. Peningkatan perfusi jaringan
- Hindari pemijatan pada daerah eritema.
- Mengatur posisi dan meninggikan bagian tubuh yang mengalami edema.
- Waspada terhadap faktor lingkungan yang dapat menimbulkan penekanan pada
kulit.
8. Peningkatan Status Nutrisi
- Lakukan diet tinggi protein.
- Berikan zat besi untuk peningkatan kadar hemoglobin.
- Pertahankan keseimbangan nutrisi dan hidrasi untuk memperbaiki status jaringan.
9. Mengurangi Friksi dan Gaya Tarikan
- Pasein dapat dilindungi dari melorot ditempat tidur dengan menggunakan
footboard yang berbantalan dan dengan meletakkan perlindungan ekstra pada
tumit.
- Untuk mencegah gaya tarikan saat reposisi, pasien di angkat, jangan menarik
berlawanan dengan permukaan.
10. Meminimalkan Kelembaban
- Kelembaban yang kontinu pada kulit harus dicegah dengan tindakan hygiene yang
cermat.
- Kulit yang basah harus segera dicuci dengan sabun ringan dan air serta
dikeringkan dengan cara menepuk-nepukkan handuk kering.
- Kulit bisa dilumasi dengan lotion agar lembut dan lentur.
- Jangan gunakan bedak tabur.
- Sprei harus diganti dengan rutin misalnya sebulan 1x.
11. Meningkatkan Penyembuhan Luka Dekubitus
- Pasien tidak boleh duduk atau berbaring pada luka decubitus, sekalipun hanya
untuk beberapa menit.
- Pengaturan posisi secara individual dan jadwal harus ditulis dalam rencana asuhan
keperawatan dan diikuti dengan cermat.

Nutrisi yang tidak adekuat dan abnormalitas cairan dan elektrolit harus diperbaiki
untuk meningkatkan penyembuhan.
Karbohidrat diperlukan untuk menghemat protein dan untuk memberikan
sumber energy.
Vitamin C danelemenrenik, terutama zink diperlukan untuk pembentukan kolagen
dan penyembuhan luka.

DAFTAR PUSTAKA
Smeltzer, Suzane C. 2001. Keperawatan Medikal Bedah Bruner & Sudarth Vol.1. Jakarta :
EGC.