Anda di halaman 1dari 101
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id P U T U S A N Nomor

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

P U T U S A N

Nomor 28 /Pdt.G/2013/PN Slk.

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

Pengadilan Negeri Solok yang memeriksa dan memutus perkara

perdata pada tingkat pertama, telah menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam

perkara gugatan antara:

1. MIRWAN DATUAK GANJIA, umur 72 tahun, agama Islam, suku

Caniago Nan Balimo, jenis kelamin laki-laki, kewarganegaraan

Indonesia, jabatan Penghulu Adat Suku Nan Balimo, pekerjaan

Wiraswasta, alamat Kelurahan Nan Balimo, Kecamatan Tanjung

Harapan Kota Solok;

2. Ir. REFLITASMAN DATUAK PUTIAH, umur 44 tahun, agama Islam,

suku Kuti Anyie Nan Balimo, pekerjaan swasta, alamat Kelurahan

Nan Balimo Kecamatan Tanjung Harapan Kota Solok;

3. H. AJRIL DATUAK NAN BASA, umur 63 tahun, agama Islam, suku

Balai Mansiang, jabatan Dubalang Adat Suku Nan Balimo, pekerjaan

Pensiunan PNS, alamat Kelurahan VI Suku Kecamatan Lubuk

Sikarah Kota Solok;

4. Z. WANDI DATUAK YANG DI PITUAN PAMUNCAK SUTAN, umur

55 tahun, agama Islam, suku Koto Nan Balimo, pekerjaan

Pensiunan, jabatan Pamuncak Sutan, alamat Kelurahan Nan Balimo,

Kecamatan Tanjung Harapan Kota Solok;

Masing-masing bertindak dalam jabatannya dalam hal ini memberikan

kuasa kepada kuasanya Ton Hanafi, S.H., advokat yang berkantor di

Jalan Perawat Nomor 221 Kota Bukittinggi, berdasarkan Surat Kuasa

Khusus tanggal 28 Agustus 2013 dan Surat Kuasa Khusus tanggal 20

Desember 2013 selanjutnya disebut sebagai Penggugat/Tergugat

Intervensi I A sampai dengan D;

Lawan:

1. PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA c.q. MENTERI DALAM NEGERI

RI c.q. GUBERNUR PROPINSI SUMATERA BARAT c.q. PEMERINTAH

Halaman 1 dari 101 Putusan Perdata Gugatan Nomor 28/Pdt.G/2013/PN Slk

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 1

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id KABUPATEN SOLOK , beralamat di Jalan Kayu

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

KABUPATEN SOLOK, beralamat di Jalan Kayu Aro Sukarami Km 20

Kabupaten Solok, sebagai Tergugat I/Tergugat Intervensi II A;

2. PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA c.q. KEPALA BADAN

PERTANAHAN NASIONAL c.q. KEPALA KANTOR WILAYAH

PERTANAHAN PROPINSI SUMATERA BARAT c.q. KEPALA KANTOR

BADAN PERTANAHAN NASIONAL/BPN KOTA SOLOK, beralamat di

Jalan Lubuk Sikarah Kota Solok Nomor 25 Solok, berdasarkan Surat

Kuasa tanggal 30 September 2013 dan tanggal 2 Januari 2014

memberikan kuasa kepada Yasmanidar, S.H., Sesrina Fitri, S.H., dan

Syafrizal, S.H., selanjutnya disebut sebagai Tergugat II/Tergugat

Intervensi II B;

3. DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH (DPRD) KABUPATEN

SOLOK, beralamat di Jalan Kayu Aro Sukarami Km 20 Kabupaten Solok,

sebagai Tergugat III/Tergugat Intervensi II C;

4. PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA c.q. MENTERI DALAM NEGERI

RI c.q. GUBERNUR PROPINSI SUMATERA BARAT di Padang c.q.

PEMERINTAH KABUPATEN SOLOK c.q. SEKRETARIS DAERAH

(SEKDA) KABUPATEN SOLOK, beralamat di Jalan Kayu Aro Sukarami

Km 20 Kabupaten Solok, sebagai Tergugat IV/Tergugat Intervensi II D;

5. PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA c.q. MENTERI DALAM NEGERI

RI c.q. GUBERNUR PROPINSI SUMATERA BARAT di Padang c.q.

PEMERINTAH KABUPATEN SOLOK c.q. KEPALA DINAS

PENDAPATAN PENEGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET (DPPKA)

KABUPATEN SOLOK, beralamat di Jalan Kayu Aro Sukarami Km 20

Kabupaten Solok, sebagai Tergugat V/Tergugat Intervensi II E;

Terbugat I/Tergugat Intervensi II A, Tergugat III/Tergugat Intervensi II C,

Tergugat IV/Tergugat Intervensi II D dan Tergugat V/Tergugat Intervensi

II E, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 3 Oktober 2013, 27

Desember 2013, 6 November 2013, dan 30 Desember 2013 memberikan

kuasa kepada Yenrizal, S.H., dan Yusmanita, S.H., advokat/pengacara

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 2

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id dari Kantor Hukum Yenrizal Ilyas, S.H.,

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

dari Kantor Hukum Yenrizal Ilyas, S.H., beralamat di Jalan Komplek

Pemda II Kelurahan IX Korong Kecamatan Lubuk Sikarah Kota Solok;

6. PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA c.q. MENTERI KEUANGAN RI

c.q. DIRJEN KEKAYAAN NEGARA c.q. KANTOR PELAYANAN

KEKAYAAN NEGARA DAN LELANG (KPKNL) PADANG, beralamat di

Jalan Perintis Kemerdekaan Kota Padang, berdasarkan Surat Kuasa

Khusus tanggal 2 Oktober 2013 diwakili oleh Surya Hadi, Pujo Ismiyono,

Thaus Sugihilmi Arya Putra, Yusmayetty M dan Obby Imsyah Munthe,

selanjutnya disebut sebagai Tergugat VI/Tergugat Intervensi II F;

7. MUTTAQIN PURWANTO ROZAK USWATUN DAN REKAN, Kantor

Jasa Penilai Publik, beralamat di Komplek Pertokoan Hilir Barat Permai

Blok D 1 Nomor 61-62 Jalan Letkol Iskandar Palembang Propinsi

Sumatera Selatan, berdasarkan Surat Kuasa tanggal 29 Oktober 2013

memberikan kuasa kepada Hadi Ramadhan, selanjutnya disebut sebagai

Tergugat VII/Tergugat Intervensi II G;

8. H. NOVI CANDRA, S.E., umur 40 tahun, agama Islam, kewarganegaraan

Indonesia, pekerjaan wiraswasta, bertempat tinggal di Jalan Berok Air

Mati RT 02 RW 04 Kelurahan Pasar Pandan Air Mati Kecamatan Tanjung

Harapan Kota Solok, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 21

Oktober 2013 memberikan kuasa kepada Syamsurdi Nofrizal, S.H.,

advokat dan pengacara pada Kantor Advokat dan Pengacara S. Nofrizal,

S.H., & G.I. Yanti, S.H., yang beralamat di Jalan K.S. Tubun Nomor 119

Kelurahan Kampung Jawa Kecamatan Tanjung Harapan Kota Solok,

selanjutnya disebut sebagai Tergugat VIII/Tergugat Intervensi II H;

Dan

WALIKOTA SOLOK, dalam hal ini memberikan kuaasa kepada Boy

Gunawan, S.H. & Yuherman, S.H., advokat/pengacara

dari Law Office Boy Gunawan, S.H., dan Yuherman,

S.H., dan Associates yang berlamat di Jalan Datuk

Perpatih Nan Sabatang Nomor 140 Kelurahan Simpang

Rumbio Kecamatan Lubuk Sikarah Kota Solok,

Halaman 3 dari 101 Putusan Perdata Gugatan Nomor 28/Pdt.G/2013/PN Slk

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 3

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 27

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 27 November

2013, selanjutnya disebut sebagai Penggugat

Intervensi;

Pengadilan Negeri tersebut;

Setelah membaca berkas perkara;

Setelah mendengar para pihak yang berperkara;

DALAM PERKARA POKOK

TENTANG DUDUK PERKARA

Menimbang, bahwa Penggugat dengan surat gugatan tanggal 30

Agustus 2013 yang diterima dan didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri

Solok pada tanggal 30 Agustus 2013 dalam Register Nomor 28/Pdt.G/2013/PN

Slk, telah mengajukan gugatan sebagai berikut:

1. Bahwa para Penggugat adalah Ninik Mamak, di Suku Nan Balimo Nagari

Solok Kota Solok Sumatera Barat;

2. Bahwa para Penggugat ada mempunyai berupa 1 (satu) bidang tanah,

Ulayat Milik Penghulu Nan Balimo Nagari Solok, dahulunya terletak di

Kampung Jawa Nagari Solok Kecamatan Kubung Kabupaten Solok,

kemudian setelah Nagari Solok Berubah Status menjadi Kota Madya

Solok (Kota Solok), maka tanah tersebut terletak di Jalan Jenderal

Sudirman Nomor 5 Kelurahan Kampung Jawa Kecamatan Tanjung

Harapan Kota Solok Provinsi Sumatera Barat, dengan luas 2.732 m

2 (dua

ribu tujuh ratus tiga puluh dua meter persegi) yang berbatas sebagai

berikut:

Dahulu berbatas dengan:

Timur berbatas suku Nan Balimo dipakai oleh PJKA;

Barat berbatas dengan jalan;

Utara berbatas dengan tanah suku Nan Barampek;

Selatan berbatas dengan jalan;

Sekarang berbatas dengan:

Timur berbatas dengan bandar;

Barat berbatas dengan Jalan Jendral Sudirman;

Utara berbatas dengan Jalan Cengkeh;

Selatan berbatas dengan Bank Rakyat Indonesia;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 4

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id Selanjutnya disebut objek perkara; 3.

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Selanjutnya disebut objek perkara;

3. Bahwa pada tanggal 14 Mei Tahun 1963 objek perkara ini

dipinjampakaikan oleh ninik mamak para Penggugat yakni ninik mamak

suku Nan Balimo Nagari Solok kepada Pemerintah Kabupaten Solok

yang dipergunakan untuk Rumah Dinas Bupati Solok, sebagaimana

dimaksud Surat Persetujuan Peminjaman Tanah Kepenghuluan Suku

Nan Balimo Untuk Rumah Bupati Solok tanggal 14 Mei 1963;

4. Bahwa setelah ninik mamak Nan Balimo yang memberikan persetujuan

peminjaman tanah tersebut meninggal dunia, maka jabatan ninik mamak

suku Nan Balimo dipangku/dijabat oleh para Penggugat;

5. Bahwa pada tanggal 16 Desember 1970 melalui Peraturan Menteri

Dalam Negeri Nomor 8 tahun 1970 Nagari Solok berubah status menjadi

wilayah Pemerintah Daerah Kota Madya Solok dan tanah berserta eks

Rumah Dinas Bupati Solok yang menjadi objek sengketa dalam perkara

a quo sudah masuk dalam wilayah Kota Solok, namun objek perkara

tetap ditempati Tergugat I;

6. Bahwa berdasarkan Surat Wali Kota Solok tanggal 17 September 1972

Nomor 437/1616/PEM/1972, perihal tentang Tanah Adat Terpakai Untuk

Kantor, yang ditujukan kepada Penghulu Suku Adat, Datuak Yang

Sambilan Pengulu Suku Adat Nan Duo Baleh Nagari, yang pada waktu

itu dijabat bapak Drs. Haji Hasan Basri dan Surat tanggal 18 Juli 1975

Walikotamadya Solok yang pada waktu itu dijabat oleh Bapak Drs. Alimin

Sinapa (alm) mengeluarkan Surat Tanah Suku Yang Terpakai dan

dipakai dinas lain menyatakan: Tanah Rumah Dinas Bupati Solok yang

telah mempunyai surat salang pinjam tanggal 14 Mei 1963 terlampir, hal

ini perlu dilakukan demi menghormati keberadaan tanah adat (suku);

7. Bahwa tanpa seizin dan sepengetahuan para Penggugat dimana tanah

dan bangunan eks Rumah Dinas Bupati Solok yang menjadi objek dalam

perkara a quo, yang dipinjampakaikan/disalangpinjamkan ninik mamak

Suku Nan Balimo Nagari Solok Kepada Tergugat I, atas permohonan

Tergugat I kepada Tergugat II, pada tanggal 22 Februari 2002 pihak

Tergugat II telah menerbitkan sertifikat hak pakai, yaitu Sertifikat Hak

Pakai Nomor 31, Surat Ukur Nomor 41/KPJ.2002 tanggal 17 Desember

2002 atas nama Tergugat I (Pemerintah Kabupaten Solok);

Halaman 5 dari 101 Putusan Perdata Gugatan Nomor 28/Pdt.G/2013/PN Slk

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 5

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id 8. Bahwa atas dasar Surat Keputusan

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

8. Bahwa atas dasar Surat Keputusan Tergugat I Nomor 910-309-2011,

tanggal 11 Juli 2011, tentang Penghapusan Tanah dan Eks Bangunan

Rumah Dinas Bupati Solok, maka pada tanggal 18 Maret 2011 Tergugat

III telah mengeluarkan Surat Persetujuan Nomor 030/141/DPRD-2011,

melalui rapat paripurna tanggal tanggal 13 Maret 2011 dapat menyetujui

pelepasan hak dan bangunan eks Rumah Dinas Bupati Solok yang

diajukan pelepasan haknya oleh Tergugat I;

9. Bahwa untuk menindaklanjuti Surat Keputusan Tergugat I, Nomor

910-309-2011, tanggal 11 Juli 2011, pihak Tergugat IV atas nama

Tergugat I berdasarkan Surat Permohonan Nomor 970/509/DPPKA-

BID.IV/2011 tanggal 14 Juli 2011 Tergugat IV telah mengajukan

permohonan lelang objek perkara eks rumah dinas Bupati Solok kepada

Tergugat VI;

10.Bahwa untuk kepentingan lelang tersebut pihak Tergugat I telah

menunjuk Tergugat V untuk mewakili Tergugat I sebagai pihak penjual,

melalui perantara Tergugat VI untuk melakukan lelang terhadap tanah

objek perkara/eks rumah dinas Bupati Solok;

11.Bahwa sebelum proses lelang dilaksanakan, maka Tergugat V telah

meminta kepada Tergugat VII untuk dapat melakukan penilaian terhadap

objek perkara/tanah dan eks bangunan rumah dinas Bupati Solok;

12.Bahwa berdasarkan dari hasil penilaian Tergugat VII terhadap tanah dan

eks bangunan rumah dinas Bupati Solok, maka pada tanggal 5 Agustus

2011 telah dilaksanakan lelang oleh Tergugat VI di tempat Tergugat V

Jalan Kayu Aro Km 20 Sukarami Kabupaten Solok;

13.Bahwa dalam proses pelelangan tanggal 5 Agustus 2011, pihak Tergugat

VI telah mengumumkan pemenang lelang, dan pemenang lelangnya

adalah Tergugat VIII;

14.Bahwa berdasarkan Berita Acara Lelang objek perkara, pihak Tergugat

VIII telah mengajukan permohonan kepada Tergugat II agar diterbitkan

Sertifikat Hak Milik objek perkara atas nama Tergugat VIII, atas

permohonan dimaksud pihak Tergugat II telah merubah status dan

membaliknamakan Sertifikat Hak Pakai Nomor 31, Surat Ukur Nomor 41/

KPJ.2002, tanggal 17 Desember 2002 atas nama Tergugat I (Pemerintah

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 6

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id Kabupaten Solok) menjadi Sertifkat Hak

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Kabupaten Solok) menjadi Sertifkat Hak Milik Nomor 1796 Surat Ukur

Nomor 39/KPJ/2012 tanggal 26 Juni 2012 atas nama Tergugat VIII;

15.Bahwa atas dasar pemenang lelang dan Sertifkat Hak Milik Nomor 1796

Surat Ukur Nomor 39/KPJ/2012 tanggal 26 Juni 2012 pihak Tergugat VIII

telah menguasai objek perkara dan meruntuhkan bangunan eks rumah

dinas Tergugat I secara melawan hukum;

16.Bahwa perbuatan para Tergugat sebagaimana pada posita poin 7 (tujuh)

sampai dengan poin 16 (enam belas) di atas adalah perbuatan melawan

hukum yang merugikan para Penggugat, sehingga adalah patut dan adil

surat-surat yang diterbitkan para Tergugat di atas dinyatakan tidak sah

atau tidak mempunyai kekuatan hukum, selanjutnya mohon agar para

Tergugat dihukum mengosongkan objek perkara, kemudian

menyerahkan objek perkara kepada para Penggugat;

17.Bahwa para Penggugat khawatir objek perkara akan dipindahtangankan

oleh Tergugat VIII kepada pihak lain, maka Penggugat mohon kepada

Pengadilan Negeri Solok agar terhadap objek perkara diletakan sita

jaminan dan selanjutnya mohon sitaan tersebut dinyatakan kuat dan

berharga;

Berdasarkan uraian para Penggugat di atas maka para Penggugat

mohon kepada Pengadilan Negeri Solok untuk menetapkan hari persidangan

guna memeriksa perkara ini dengan memanggil para pihak berperkara,

selanjutnya mohon putusan yang amarnya berbunyi:

1. Mengabulkan gugatan para Penggugat seluruhnya;

2. Menyatakan objek perkara adalah hak ulayat para Penggugat/ninik

mamak suku Nan Balimo Nagari Solok;

3. Menyatakan Surat Persetujuan Peminjaman Tanah Kepenghuluan Suku

Nan Balimo Untuk Eks Rumah Dinas Bupati Solok tanggal 14 Mei 1963

adalah sah dan mengikat;

4. Menyatakan:

4.1. Sertifikat Hak Pakai Nomor 31, Surat Ukur Nomor 41/KPJ.2002 tanggal

17 Desember 2002 atas nama Tergugat I (Pemerintah Kabupaten

Solok);

4.2. Surat Persetujuan Nomor 030/141/DPRD – 20M2011 tanggal 18 Maret

2011 yang diterbitkan Tergugat III, melalui rapat paripurna tanggal 13

Halaman 7 dari 101 Putusan Perdata Gugatan Nomor 28/Pdt.G/2013/PN Slk

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 7

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id Maret 2011 tentang Persetujuan Pelepasan

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Maret 2011 tentang Persetujuan Pelepasan Hak dan Bangunan Eks

Rumah Dinas Bupati Solok;

4.3. Surat Keputusan Tergugat I Nomor 910-309-2011 tanggal 11 Juli 2011

tentang Penghapusan Tanah dan Bangunan Milik Pemerintah

Kabupaten Solok;

4.4. Surat Tergugat V Nomor 970/509/DPPKA-BID.IV 2011 tanggal 14 Juli

2011 tentang Permohonan Lelang Objek Perkara Kepada Tergugat VI;

4.5. Surat Risalah Risalah Lelang Nomor 143/2011 tanggal 05 Agustus 2011

yang diterbitkan Tergugat VI;

4.6. Sertifikat Hak Milik Nomor 1796, Surat Ukur Nomor 39/KPJ/2012 atas

nama Tergugat VIII;

adalah tidak sah dan tidak mempunyai kekuatan hukum;

5. Menghukum para Tergugat mengosongkan objek perkara bebas dari

segala hak miliknya dan hak orang lain yang terdapat di atasnya, setelah

bebas dan kosong menyerahkannya kepada para Penggugat;

6. Menyatakan sita jaminan yang telah diletakan terhadap objek perkara

adalah kuat dan berharga;

7. Menghukum para Tergugat untuk membayar segala biaya yang timbul

dalam perkara ini;

8. Menghukum para Tergugat untuk patuh dan taat terhadap keputusan ini;

dan atau mohon putusan yang seadil-adilnya;

Menimbang, bahwa pada hari persidangan yang telah ditentukan, untuk

Penggugat dan Tergugat masing-masing menghadap kuasanya tersebut;

Menimbang, bahwa Majelis Hakim telah mengupayakan perdamaian

diantara para pihak melalui mediasi sebagaimana diatur dalam Perma Nomor 1

Tahun 2008 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan dengan menunjuk Syofia

Nisra, S.H., Hakim pada Pengadilan Negeri Solok, sebagai Mediator;

Menimbang, bahwa berdasarkan laporan Mediator tanggal 20

November 2013 upaya perdamaian tersebut tidak berhasil;

Menimbang, bahwa pada hari persidangan dengan acara pembacaan

surat gugatan di persidangan juga telah hadir Penggugat Intervensi yakni

Walikota Solok mengajukan permohonan untuk ikut bergabung dalam perkara

ini;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 8

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id Menimbang, bahwa oleh karena adanya

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Menimbang, bahwa oleh karena adanya permohonan intervensi maka

Majelis Hakim dengan pertimbangan supaya sejalan antara gugatan perkara

pokok dengan perkara intervensi maka Majelis Hakim menunda terlebih dahulu

pembacaan surat gugatan perkara pokok sampai ada keputusan tentang

permohonan Penggugat Intervensi untuk menggabungkan diri ke dalam perkara

ini;

Menimbang, bahwa atas permohonan Penggugat Intervensi untuk

menggabungkan diri ke dalam perkara ini para pihak telah memberikan

tanggapan sebagaimana termuat lengkap dalam berita acara sidang;

Menimbang, bahwa setelah mendengar pendapat atau tanggapan dari

para pihak Penggugat dan Tergugat-tergugat perkara pokok akhirnya Majelis

Hakim telah menjatuhkan putusan sela dengan amarnya sebagai berikut:

M E N G A D I L I

1. Mengabulkan perhonan Penggugat Intervensi untuk menggabungkan

diri dalam Perkara Perdata Nomor 28/Pdt.G/2013/PN Slk;

2. Memerintahkan para pihak yakni Penggugat Asal, Tergugat-tergugat

Asal dan Penggugat Intervensi untuk melanjutkan perkara ini;

3. Menangguhkan biaya perkara sampai putusan akhir;

Menimbang, bahwa oleh karena permohonan Penggugat Intervensi untuk

menggabungkan diri ke dalam perkara ini dikabulkan maka terhadap gugatan

intervensi ini juga telah diperintahkan untuk melakukan mediasi dengan hakim

mediator Syofia Nisra, S.H., namun dalam tenggang waktu mediasi yang

diberikan paling lama 40 (empat puluh) hari juga tidak tercapai perdamaian;

Menimbang, bahwa oleh karena tidak tercapai perdamaian baik dalam

perkara pokok maupun dalam perkara intervensi maka pemeriksaan perkara ini

dimulai dengan acara pembacaan surat gugatan perkara pokok atas

pembacaan mana Penggugat telah menyatakan tetap dengan gugatannya dan

mengadakan perubahan sebagaimana terlampir dalam surat gugatannya dan

telah tercatat dalam berita acara sidang;

Menimbang, bahwa setelah gugatan perkara pokok dibacakan,

selanjutnya juga telah dibacakan surat gugatan Penggugat Intervensi oleh

Penggugat Intervensi dan atas pembacaan mana Penggugat Intervensi telah

Halaman 9 dari 101 Putusan Perdata Gugatan Nomor 28/Pdt.G/2013/PN Slk

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 9

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id menyatakan tetap dengan gugatannya dan

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

menyatakan tetap dengan gugatannya dan juga telah mengadakan perubahan

sebagaimana terlampir dalam surat gugatannya;

Menimbang, bahwa terhadap gugatan Penggugat dalam perkara pokok

tersebut Tergugat-tergugat memberikan jawaban pada pokoknya sebagai

berikut:

Jawaban Tergugat I, IV dan V

Dalam Eksepsi

A. Eksepsi Tentang Kewenangan Mengadili (Kompentensi Obsolut).

Berdasarkan dalil-dalil gugatan Penggugat yang terdapat dalam surat

gugatan Penggugat yaitu posita angka 7, posita angka 8, posita angka 9,

posita angka 15, dan posita angka 16 surat gugatan Penggugat dengan

dihubungkan dengan petitum Penggugat angka 4 surat gugatan Penggugat

kepada

menyatakan “tidak sah dan tidak mempunyai kekuatan hukum“ yaitu:

yaitu

Penggugat

meminta

Pengadilan

Negeri

Solok

untuk

Sertifikat Hak Pakai Nomor 31, Surat Ukur Nomor 41/KPJ.2002

tanggal 17 Desember 2002 atas nama Tergugat I yang

dikeluarkan oleh Tergugat II (BPN Kota Solok);

Surat Persetujuan Nomor 030/141/DPRD-20-2011 tanggal 18

Maret 2011 yang diterbitkan Tergugat III melalui rapat paripurna

tanggal 13 Maret 2011 tentang Persetujuan Pelepasan Hak dan

Bangunan Eks Rumah Dinas Bupati Solok. yang keluarkan oleh

DPRD Kabupaten Solok (Tergugat III);

Surat Keputusan Nomor 910-309-2011 tanggal 11 Juli 2011

tentang Penghapusan Tanah dan Bangunan Milik Pemerintah

Kabupaten Solok yang dikeluarkan oleh Tergugat I (Bupati

Solok);

Surat Nomor 970/509/DPPKA-BID.IV 2011 tanggal 14 Juli 2011

tentang permohonan lelang obyek perkra kepada Tergugat VI

yang dikeluarkan oleh Tergugat V (DPPKA);

Surat Risalah Lelang Nomor 143.2011 tanggal 05 Agustus 2011

yang diterbitkan Tergugat VI;

Sertifikat Hak Milik Nomor 1796, Surat Ukur Nomor 39/KPJ/2012

atas nama Tergugat VIII yang dikeluarkan oleh Tergugat II;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 10

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id Bahwa petitum angka 4 yang diminta oleh

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Bahwa petitum angka 4 yang diminta oleh Penggugat yaitu untuk

“dinyatakan tidak sah dan tidak mempunyai kekuatan hukum“ Produk Hukum

Tata Usaha Administrasi Negara yaitu (1) Surat Keputusan Adminstarasi

Negara yang dkeluarkan Bupati Solok/Tergugat I, (2) Sertifikat Hak Pakai

dan Sertifikat Hak Milik yang dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional

c.q. Kantor Pertanahan Kota Solok/Tergugat II, (3) Surat Keputusan Dewan

Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Solok yang dikeluarkan Tergugat III,

maka untuk menyatakan tidak sah dan tidak mempunyai kekuatan hukum

produk Pejabat/Badan Negara tersebut adalah wewenang Pengadilan Tata

Usaha Negara sesuai dengan Pasal 53 Undang-undang Nomor 5 Tahun

1986 yang dirubah dengan Undang-undang Nomor 9 Tahun 2004 tentang

PTUN;

Bahwa oleh karena itu Pengadilan Negeri Solok tidak berwenang mengadili

perkara a quo, dan sangat beralasan hokum gugatan Penggugat dinyatakan

tidak dapat diterima (niet ontvankelijk verklaard);

B. Eksepsi Kompentensi Relatif.

1. Bahwa tidak mempunyai persona standi in judicio para Penggugat

dengan segala identitasnya untuk megajukan gugatan dalam perkara

ini, sebab para Penggugat yaitu Penggugat I dengan jabatan Penghulu

Adat Suku Nan Balimo suku Caniago Nan Balimo, Penggugat II

jabatan Manti Adat Nan Balimo suku Kutianyir Nan Balimo, Penggugat

III jabatan Dubalang Adat Suku Nan Balimo suku Balaimansiang,

Penggugat IV Jabatan Pamuncak Sutan suku Koto, artinya para

Penggugat I, II, III, IV tidak satu suku, maka oleh sebab itu kwalitas

para Penggugat adalah merupakan Pemangku Adat atau Perangkat

Adat menurut hukum adat tidak dengan sendirinya mempunyai hak

atas harta pusaka tinggi kaum-kaum dalam suku Penggugat oleh

karena pangkat adalah menandakan jabatan atau fungsi di dalam

susunan alat kelengkapan adat, sehingga para Penggugat tidak

mempunyai kwalitas dalam mengajukan gugatan dalam perkara ini

secara bersama (vide Jurispurdensi MARI putusan MARI tanggal 5

Agustus 1972 Nomor 98 K/Sip/1972);

Halaman 11 dari 101 Putusan Perdata Gugatan Nomor 28/Pdt.G/2013/PN Slk

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 11

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id Maka oleh karena Penggugat tidak punya

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Maka oleh karena Penggugat tidak punya kwalitas untuk mengajukan

gugatan atas objek perkara dalam perkara maka gugatan Penggugat tidak

dapat diterima (niet ontvankelijk verklaard);

2. Bahwa yang bertindak sebagai Penggugat atas pusaka tinggi kaum

adalah mamak kepala waris (vide Jurisprudensi MARI tanggal 12

Desember 1970 Nomor 217 K/Sip/1970), dihubungkan dengan dalil

gugatan Penggugat tentang objek perkara adalah “ulayat milik

Penghulu Nan Balimo Nagari Solok” maka gugatan Penggugat harus

diajukan oleh mamak kepala waris dalam kaum Penghulu Nan Balimo

sebab menurut adat “adat salingka nagari pusako salingka kaum“.

Bahwa dalam perkara ini gugatan Penggugat tidak satupun

Penggugat-penggugat dalam kwalitas sebagai mamak kepala waris

dalam Penghulu Nan Balimo, sehingga gugatan Penggugat tidak

diajukan oleh mamak kepala waris kaum Penghulu Nan Balimo, maka

sangat beralasan hukum gugatan Penggugat tidak diterima (niet

ontvankelijk verklaard);

3. Bahwa gugatan kurang pihak (subjek hukum tidak lengkap). Bahwa

secara hukum pihak Pemerintah Daerah Kota Solok (Pemko Solok)

harus digugat dalam perkara ini karena terlibat dan mempunyai

peranan hukum dalam proses balik nama sertifikat atas objek perkara,

dimana keterlibatan Pemko Solok adalah telah menerima setoran

pembayaran Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)

atas objek perkara berdasarkan Undang-undang Nomor 28 Tahun

2009 Pasal 87 ayat (2) huruf n tentang Pajak Daerah dan Retribusi

Daerah c.q. Peraturan Daerah Kota Solok Nomor 3 Tahun 2011

tentang Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan dan Peraturan

Wali Kota Solok Nomor 23 Tahun 2011 sebesar Rp222.900.000,00

(dua ratus dua puluh dua juta sembilan ratus ribu rupiah) tanggal 23

Agustus 2011 diterima SKPD Pemko Solok yaitu Kantor DPPKA Kota

Solok. Dengan telah diterimanya oleh Pemerintah Daerah Kota Solok

Setoran Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) atas

peralihan hak objek perkara kepada Tergugat III sehingga proses balik

nama sertifikat objek perkara kepada Tergugat VIII dapat diproses

oleh Tergugat II. Maka dengan fakta hukum tersebut sangat terlihat

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 12

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id sekali peran serta Pemerintah Daerah Kota

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

sekali peran serta Pemerintah Daerah Kota Solok terhadap objek

perkara sehingga balik nama Sertifikat Hak Milik atas nama Tergugat

VIII diterbitkan oleh Tergugat II dapat direalisasikan. Bahwa dengan

peristiwa hukum dan fakta-fakta yang diuraikan di atas maka sangat

beralasan hukum Pemerintah Daerah Kota Solok digugat dalam

perkara ini;

Bahwa dengan tidak digugatnya Pemko Solok oleh Penggugat dalam

perkara ini, maka gugatan Penggugat kurang subjek hukum sehingga

berakibat hukum gugatan Penggugat dinyatakan tidak dapat diterima (niet

ontvankelijk verklaard);

4. Bahwa berdasarkan Pasal 32 ayat (2) Ketentuan Peraturan Pemerintah

Tahun 1997 yang mengatur tentang sertifikat yang diterbitkan secara

sah atas nama orang atau badan hukum yang beritikat baik secara

nyata menguasainya maka pihak lain yang merasa mempunyai hak

atas tanah itu tidak dapat lagi menuntut pelaksanaan hak tersebut

apabila dalam waktu 5 (lima) tahun sejak diterbitkan sertifikat itu tidak

mengajukan secara tertulis kepada pemegang sertifikat dan pada

kantor pertanahan yang bersangkutan ataupun tidak mengajukan

gugatan ke pengadilan mengenai penguasaan atau penerbitkan

sertifikat tersebut;

Berpegang pada ketentuan tersebut dimana objek perkara telah keluar

Sertifikat Hak Pakai Nomor 31 Tahun 2002 berarti Sertifikat Hak Pakai

Nomor 31 Tahun 2002 keluar sudah 11 (sebelas) tahun yang lalu, dimana

gugatan atas Seritfikat Hak Pakai tersebut pada tahun 2013 dengan

perkara Nomor 28/Pdt.G/2013/PN Slk sehingga gugatan telah

kadaluwarsa/lewat waktu yaitu lebih 5 (lima) tahun sejak dikeluarkan pada

Tahun 2002, maka berdasarkan ketentuan Pasal 32 ayat (2) Peraturan

Pemerintah 24 Tahun 1997 tersebut pengajuan gugatan untuk

membatalkan/menyatakan tidak sah Sertifikat Hak Pakai Nomor 31 Tahun

2002 atas obyek perkara telah kadaluwarsa (lewat waktu) sehingga

gugatan Penggugat dinyatakan tidak dapat diterima (niet ontvankelijk

verklaard);

Halaman 13 dari 101 Putusan Perdata Gugatan Nomor 28/Pdt.G/2013/PN Slk

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 13

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id Bahwa berdasarkan eksepsi para Tergugat I,

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Bahwa berdasarkan eksepsi para Tergugat I, Tergugat IV, dan Tergugat

V di atas sangat berdasarkan hukum gugatan Penggugat dinyatakan tidak dapat

diterima (niet ontvankelijk verklaard);

Dalam Pokok Perkara

Bahwa segala yang Tergugat I, Tergugat IV, dan Tergugat V uraikan

dalam eksepsi di atas menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam jawaban

pokok perkara ini;

1. Bahwa Tergugat I, Tergugat IV, dan Tergugat V menolak seluruh dalil-

dalil gugatan Penggugat kecuali yang diakui secara tegas;

2. Bahwa terhadap dalil gugatan para Penggugat angka 1 yang menyatakan

para Penggugat adalah ninik mamak di Suku Nan Balimo adalah tidak

benar dengan alasan hukum, yaitu:

Mirwan Datuk Ganjia/Penggugat I berdasarkan Putusan PN

Solok Nomor 05/Pdt.G/1988/PN Slk juncto Putusan PT Padang

Nomor 121/Pdt/1989/PT PDG juncto Putusan MARI Register

Nomor 32517 K/Pdt/1990 perkara antara Mirwan Datuk Ganjia

berlawanan dengan Pemerintah RI c.q. Wali Kota Solok dimana

dalam putusan tersebut gugatan Mirwan Dt. Ganjia tidak

dikabulkan

demikian dalil Penggugat tidak benar;

sebagai

Penghulu

Nan

Balimo,

maka

dengan

H. Ajril Datuak Nan Basa/Penggugat III telah digugat oleh saudara

Busrizal Dt. Rajo Mangkuto di Kerapatan Adat Nagari (KAN)

Lubuk Sikarah Nagari Solok tentang sako Datuak Nan Basa

jabatan Dubalang Adat. Bahwa Kerapatan Adat Nagari (KAN)

Lubuk Sikarah Nagari Solok sebagai lembaga yang berwenang

menyelesaikan sengkata gelar/sako telah memberikan putusan

adat dengan Putusan Adat KAN Lubuk Sikarah Nomor 22/KAN-

LS/SLK/2013 tanggal 29 Mei 2013 yang berhak atas sako Datuak

Nan Basa jabatan adat Bubalang Adat Nan Balimo adalah

Busrizal Dt. Rajo Mangkuto, maka dengan demikian H. Ajril Datuk

Nan Basa/Penggugat III tidak merupakan ninik mamak

Persukuan Nan Balimo;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 14

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id • Z. Wandi Datuak Yang Dipertuan

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Z. Wandi Datuak Yang Dipertuan Pamuncak Sutan/Penggugat IV

dinyatakan oleh kaum Dt. Sangkono Dirajo suku Koto Nan Balimo

adalah tidak sebagai Pamuncak suku Nan Balimo dimana Z.

Wandi Datuak Yang Dipertuan Pamuncak Sutan tidak berhak

sebagai Pamuncak dalam Persukuan Balimo;

Bahwa dengan fakta hukum tersebut dalil gugatan Penggugat tentang para

Penggugat kwalitas Penggugat sebagai ninik mamak suku Nan Balimo

harus ditolak;

3. Terhadap dalil gugatan para Penggugat angka 2 yang menyatakan para

Penggugat ada mempunyai tanah ulayat milik Penghulu Nan Balimo

Nagari Solok yaitu objek perkara sekarang ini adalah dalil Penggugat

yang tidak benar dan harus ditolak, sebab menurut hukum adat

Minangkabau tidak mengenal dan tidak ada yang disebut ulayat ninik

mamak, akan tetapi yang ada menurut hukum adat Minangkabau

dikenal ulayat nagari, ulayat suku dan ulayat kaum. Bahwa dalam

perkara ini para Penggugat I, Penggugat II, Penggugat III, dan Penggugat

IV tidak berasal dari satu suku akan tetapi berlainan suku yaitu

Penggugat I sukunya adalah Caniago, Penggugat II sukunya Kutianyir,

Penggugat III sukunya adalah Balaimansiang, dan Penggugat IV

sukunya adalah Koto. Keempat suku tersebut terhimpun dalam “Empat

Jinis Nan Balimo“ yang masing-masing para Penggugat tersebut memiliki

ulayat kaum sendiri-sendiri yang merupakan harta pusaka tinggi

kaumnya, sehingga tidak ada kepemilikan bersama suku yang berbeda

atas objek perkara. Bahwa menurut hukum adat Minangkabau yaitu Adat

Salingka Nagari Pusako Salingka Kaum, bahwa dalam perkara ini

dengan adanya perbedaan suku para Penggugat maka sudah barang

tentu antara Penggugat I dengan Penggugat II, Penggugat III, Penggugat

IV tidak satu ulayat sehingga secara hukum objek perkara tidak

merupakan ulayat milik Penghulu Nan Balimo, oleh karena itu dalil

gugatan Penggugat tersebut haruslah ditolak;

Bahwa sebenarnya objek perkara adalah merupakan milik negara c.q. Asset

Pemerintah Kabupaten Solok yang berasal dari tanah milik negara yaitu

tanah peninggalan penjajahan Belanda dan penjajahan Jepang, setelah

Indonesia merdeka tanah-tanah yang dikuasai oleh penjajah dikuasai oleh

Halaman 15 dari 101 Putusan Perdata Gugatan Nomor 28/Pdt.G/2013/PN Slk

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 15

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id negara dan menjadi milik negara dimana

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

negara dan menjadi milik negara dimana objek perkara selama ini dikuasai

secara terus menerus oleh Pemerintah Kabupaten Solok;

Bahwa objek perkara sejak penjajahan Belanda, Pemerintahan Belanda

sudah mengusai objek, setelah penjajahan Belanda berakhir digantikan oleh

Jepang jug objek perkara dikuasai oleh Jepang dan setelah Indonesia

merdeka objek perkara dikuasai oleh negara;

Kemudian setelah Pemerintah Negara R.I mendirikan pemerintahan di

Solok/Kewedanaan Solok dimana objek perkara dikuasai Kewedanaan

Solok;

Bahwa berikut penguasaan dan kepemilikan Tergugat I (Bupati Solok) atas

objek perkara dibuktikan dengan yang bertempat tinggal di objek perkara

selama ini adalah para Bupati Solok sebagai berikut adalah:

1. Bahwa pada Tahun 1946 Kabupaten Solok sudah memiliki

bupati yaitu bupati pertama Solok adalah Saalah Sutan

Mangkuto yang meminpin Luhak Solok berkedudukan di

Solok dan bupatinya bertempat tinggal di atas objek

perkara;

Bupati Saalah Sutan Mangkuto menjadi Bupati Solok periode tanggal

5 Januari 1946 sampai dengan tanggal 3 Maret 1947;

2. Bupati Saalah Sutan Mangkuto digantikan oleh Darwis

Taram Dt. Tumanggung memimpin Solok dari tanggal 3

Maret 1947 sampai tanggal 27 Mei 1950, bupatinya juga

bertempat tinggal di atas objek perkara sekarang;

Pada masa bupati Darwis Taram Dt. Tumanggung terjadi Agresi

Belanda Tahun 1948;

3. Darwis Taram Dt. Tumanggung digantikan oleh Basrah

Sutan sejak tanggal 27 Mei sampai dengan tanggal 1 Maret

1951. Bupatinya juga bertempat tinggal di atas objek

perkara;

4. Basrah Sutan digantikan oleh bupati Sultani Sutan Malako

dimana pada saat itu Pemerintah Solok dipimpin oleh

Sultani Sutan Malako. Pemerintah Kabupaten Solok

berdasarkan Undang-undang Nomor 12 Tahun 1956

sempurna menjadi Daerah Kabupaten Solok terdiri dari 12

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 16

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id Kecamatan dan 83 Nagari berkedudukan di

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Kecamatan dan 83 Nagari berkedudukan di Solok dan saat

itu bupati Sultani Sutan Malako bertempat tinggal di atas

objek perkara;

5. Sultani Sutan Malako digantikan oleh bupati Nurdin Dt.

Madjo Sati memimpin Kabupaten Solok sampai Agustus

1958 dan bupati Nurdin Dt. Madjo Sati juga bertempat

tinggal di atas objek perkara;

6. Tahun 1958 Nurdin Dt. Madjo Sati digantikan oleh bupati

Buyung Dt. Gadang Bandaro. Bupati Buyung Dt. Gadang

Bandaro bertempat tinggal di atas objek perkara hingga

Januari 1960;

7. Januari 1960 Buyung Dt. Gadang Bandaro digantikan oleh

bupati Bambang Sarjono Noersetio sampai Tahun 1963,

dimana bupati Bambang Sarjono Noersetio sejak Tahun

1960 sampai dengan Tahun 1963 juga bertempat tinggal di

atas objek perkara;

8. Bahwa Bambang Sarjono Noersetio digantikan oleh bupati

Asgani Marah Sutan periode Tahun 1963 sampai dengan

Tahun 1964 juga bertempat tinggal di atas objek perkara

dan kemudian Asgani Marah Sutan diganti oleh Zaglul

Sutan Kebesaran;

9. Bupati Zaglul Sutan Kebesaran meminpin Kabupaten Solok

periode Tahun 1964 sampai dengan Tahun 1975 juga

bertempat tinggal di atas objek perkara;

10.Zaglul Sutan Kebesaran digantikan oleh bupati Hasan

Basri periode Tahun 1975 sampai dengan Tahun 1985.

Bupati Hasan Basri memimpin Kabupaten Solok selama

10 tahun juga bertempat tinggal di atas objek perkara;

11.Bupati Hasan Basri digantikan oleh bupati Arman Danau

periode Tahun 1985 sampai dengan Tahun 1990. Bupati

Arman Danau digantikan oleh bupati Nurmawan;

12.Bupati Nurmawan memimpin Kabupaten Solok periode

Tahun 1990 sampai dengan Tahun 1995 juga bertempat

Halaman 17 dari 101 Putusan Perdata Gugatan Nomor 28/Pdt.G/2013/PN Slk

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 17

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id tinggal di atas objek perkara, Nurmawan

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

tinggal di atas objek perkara, Nurmawan digantikan oleh

bupati Gamawan Fauzi;

13.Bahwa Gamawan Fauzi memimpin Kabupaten Solok

periode Tahun 1995 sampai dengan Tahun 2000 juga

bertempat tinggal di atas objek perkara. Pada periode

kedua Gamawan Fauzi memimpin Kabupaten Solok Tahun

2000 sampai dengan Tahun 2005. Rumah dinas kediaman

bupati yang baru dibangun di Aro Suka, maka objek

perkara dipergunakan sebagai Kantor SKPD Kabupaten

Solok sampai pelepasan asset Tahun 2011. Maka dengan

demikian sangat jelas penguasaan objek perkara sejak

zaman penjajahan Belanda, Jepang, dan sampai Indonesia

merdeka sampai kepada bupati Gamawan Fauzi objek

perkara merupakan asset Kabupaten Solok telah didiami

dan dikuasai sebagai tempat tinggal rumah dinas bupati

Kabupaten Solok secara tidak terputus sama sekali.

Dengan fakta hukum tersebut objek perkara adalah tanah

milik Negara c.q. milik Pemerintah Kabupaten Solok;

14.Bahwa kepemilikan oleh Tergugat I atas objek perkara

dibuktikan dengan keluarnya Sertifikat Hak Pakai Nomor

31 Tahun 2002 atas nama Tergugat I (Pemerintah

Kabupaten Solok). Bahwa tanah milik negara

disertifikatkan oleh pemerintah yang menguasai maka

sertifikat atas tanah tersebut keluar adalah Sertifikat Hak

Pakai. Maka oleh sebab itu Sertifikat Hak Pakai adalah

bukti kepemilikan Tergugat I yang dikeluarkan secara sah

oleh Tergugat II;

Berdasarkan fakta hukum tersebut sangat jelas status objek perkara adalah

Milik Negara yang merupakan asset Pemerintah Kabupaten Solok/Tergugat

I, maka dengan demikian tidak benar objek perkara ulayat milik Penghulu/

milik para Penggugat, maka beralasan hukum gugatan Penggugat tentang

kepemilikan objek perkara untuk ditolak;

4. Terhadap dalil para Penggugat angka 3 yang menyatakan pada tanggal

14 Mei 1963 objek perkara dipinjampakaikan oleh Ninik Mamak Suku

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 18

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id Nan Balimo Nagari Solok kepada Pemerintah

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Nan Balimo Nagari Solok kepada Pemerintah Kabupaten Solok yang

dipergunakan untuk Rumah Dinas Bupati adalah dalil yang tidak benar

dan oleh karenanya dalil Penggugat tersebut haruslah ditolak, dengan

alasan hukum bahwa objek perkara tidak pernah dikuasai oleh Ninik

Mamak para Penggugat baik Ninik Mamak Penggugat terdahulu yang

hidup pada Tahun 1963 maupun oleh para Penggugat sekarang ini,

sebab objek perkara sejak Zaman Belanda sampai dilakukan pelepasan/

penghapusan asset oleh Tergugat I Tahun 2011 objek perkara dikuasai

Pemerintah Kabupaten Solok/Tergugat I secara terus menerus tanpa

terputus, sehingga tidak benar pada Tahun 1963 ada peristiwa hukum

pinjam pakai antara Ninik Mamak para Penggugat dengan Bupati

Kabupaten Solok Buyung Dt. Gadang Bandaro. Bahwa kemudian

ketidakbenaran dalil Penggugat tersebut adalah pada Tahun 1963

tersebut yang menjadi Bupati Solok adalah Bambang Sarjono Noersetio

bukan Buyung Dt. Gadang Bandaro sebagaimana tertulis dalam surat

14 Mei 1963 tersebut. Bahwa Buyung Dt. Gadang Bandaro menjadi

Bupati Solok periode Tahun 1958 sampai 1960 sedangkan Surat Pinjam

Pakai dibuat tanggal 14 Mei 1963 sehingga terbukti Surat Pinjam Pakai

tanggal 14 Mei 1963 adalah surat yang tidak benar. Bahwa kemudian

tentang ejaan yang terdapat dalam Surat Pinjam Pakai tanggal 14 Mei

1963 tersebut ejaannya campur-campur yaitu ada ejaan lama dan ada

ejaan EYD, sedangkan ejaan EYD berlakunya sejak Tahun 1972, jika ada

ejaan EYD dalam Surat Pinjam Pakai tanggal 14 Mei 1963 tersebut

sudah barang tentu Surat Pinjam Pakai tersebut dibuat pada masa ejaan

EYD berlaku yaitu Tahun 1972 ke atas. Maka dengan demikian terbukti

bahwa surat tanggal 14 Mei 1963 tentang Pinjam Pakai objek perkara

antara Ninik Mamak Penggugat dengan Pemerintah Solok adalah surat

rekayasa dan atau dibuat dengan tidak sebenarnya dan dengan itikat

tidak baik, maka oleh karena itu dalil-dalil Penggugat dan surat tanggal

14 Mei 1963 tentang pinjam pakai dari Penggugat adalah tidak benar

adanya;

Berdasarkan uraian Tergugat di atas maka dalil gugatan Penggugat angka 3

haruslah ditolak;

Halaman 19 dari 101 Putusan Perdata Gugatan Nomor 28/Pdt.G/2013/PN Slk

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 19

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id 5. Bahwa dalil Penggugat angka 4 adalah

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

5. Bahwa dalil Penggugat angka 4 adalah tidak benar sebab surat pinjam

pakai tanggal 14 Mei 1963 atas objek perkara adalah surat yang tidak

benar karena tidak dibuat oleh Bupati Solok yang menjabat/memerintah

pada waktu Tahun 1963 tersebut, dimana Bupati Solok pada Tahun 1963

tersebut adalah Bambang Sarjono Niersetio bukan Buyung Dt. Gadang

Bandaro sebagaimana tertulis dalam surat tanggal 14 Mei 1963.

Kemudian para Penggugat sekarang juga tidak semua sebagai ahli waris

dari semua ninik mamak yang bertanda tangan dalam surat tanggal 14

Mei 1963 tersebut, sehingga tidak ada hak Penggugat untuk mengajukan

gugatan atas objek perkara, oleh karena itu dalil gugatan Penggugat

angka 4 haruslah ditolak;

6. Terhadap dalil posita gugatan angka 5, dapat Tergugat tanggapi yaitu

bahwa dengan keluarnya Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 8

Tahun 1970 tentang Kota Madya Solok tidak berakibat hukum atas status

asset Kabupaten Solok berada pada wilayah Kota Solok sebab Ibu Kota

Kabupaten Solok berada di Kota Solok, dimana yang berubah adalah

pemerintahan yaitu dahulu Kota Solok masuk Kabupaten Solok kemudian

dimekarkan berdiri sendiri berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri

Nomor 8 Tahun 1970 maka Kota Solok berdiri sendiri dengan tidak

merubah status hukum atas asset Pemerintah Kabupaten Solok yang

berada di Kota Solok. Maka oleh sebab itu dalil gugatan Penggugat

haruslah ditolak;

7. Terhadap dalil gugatan para Penggugat angka 6 tentang Surat Wali Kota

Solok tanggal 17 September 1972 Nomor 437/1616/PEM /1972 dan Surat

tanggal 17 Juli 1975 dapat Tergugat tanggapi yaitu bahwa sesuatu tidak

lazim dan tidak biasa dilakukan dalam Administrasi Pengelolaan

Pemerintahan Daerah mengenai asset daerah yang tidak/bukan milik

daerah tersebut, lalu pemerintahan membuat surat kepada instansi dan

atau lembaga yang ada wilayah kerjanya. Bahwa dalam dalil Penggugat

terlihat bahwa Wali Kota Solok membuat surat kepada DPRD Kota Solok

tentang Asset Daerah Pemerintah Kabupaten Solok dan Asset

Pemerintah Propinsi dan Pusat yang ada di Kota Solok, sedangkan asset

yang ditulis oleh Wali Kota Solok bukanlah milik Kota Solok/bukan asset

Kota Solok. Maka dengan demikian Surat Wali Kota Solok tersebut tidak

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 20

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id merupakan kewenangan Wali Kota Solok,

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

merupakan kewenangan Wali Kota Solok, sehingga sangat jelas surat

tersebut sangat mengada-ada dan tidak relevan Wali Kota Solok

membuat surat yang bukan kewenangannya. Kemudian Surat Wali Kota

Solok tanggal 17 September 1972 Nomor 437/1616/Pem/1972 dan

Surat tanggal 17 Juli 1975 adalah surat rekayasa dan dibuat dalam

keadaan yang tidak sebenarnya, dan juga surat tersebut tidak merupakan

kepemilikan objek perkara oleh Pemerintah Kota Solok sehingga tidak

relevan surat tersebut dijadikan alasan bagi Penggugat untuk

mengajukan gugatan dalam perkara, maka oleh sebab itu surat tanggal

17 September 1972 Nomor 437/1616/Pem/1972 dan surat tanggal 17 Juli

1975 adalah surat yang tidak benar dan haruslah ditolak;

Bahwa selanjutnya banyak fakta yang dapat dijadikan referensi bahwa Surat

Wali Kota Solok tersebut berindikasi tidak benar yaitu tentang kerapian

ketikan surat, dan mesin ketik yang dipakai tidak lazim dipakai pada Tahun

1972 tersebut. Dengan demikian dalil gugatan Penggugat tidak berdasarkan

hukum untuk itu haruslah ditolak;

8. Terhadap dalil gugatan Penggugat angka 7 sampai dengan angka 16

surat gugatan Penggugat yang menyatakan perbuatan para Tergugat

adalah merupakan perbuatan melawan hukum yang merugikan para

Penggugat adalah dalil-dalil Penggugat yang tidak benar untuk itu

haruslah ditolak, dengan alasan hukum sebagai berikut:

a. Bahwa dalil-dalil Penggugat angka 7 haruslah ditolak, sebab objek

perkara adalah milik negara yang merupakan asset Pemerintah

Kabupaten Solok/Tergugat I, sehingga Tergugat I berhak untuk

mendapatkan Sertifikat Hak Pakai atas objek perkara, maka dari

itu perbuatan Tergugat I mengajukan Sertifikat Hak Pakai pada

Tergugat II bukanlah perbuatan melawan hukum;

b. Bahwa dalil angka 8 haruslah ditolak sebab Surat Keputusan

Tergugat I Nomor 910-309-2011 tanggal 11 Juli 2011 tentang

Penghapusan Tanah dan Eks Bangunan Rumah Dinas Bupati

adalah surat keputusan yang benar dan sah menurut hukum

karena dikeluarkan berdasarkan aturan perundang-undangan yang

berlaku yaitu Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang

Perbendaharaan Negara c.q. Peraturan Pemerintah Nomor 6

Halaman 21 dari 101 Putusan Perdata Gugatan Nomor 28/Pdt.G/2013/PN Slk

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 21

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah c.q.

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 tentang

Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah serta telah ada

persetujuan dari DPRD Kabuapaten Solok/Tergugat III. Bahwa

oleh karena objek perkara adalah asset daerah/milik daerah

Kabupaten Solok dengan bukti kepemilikan Sertifikat Hak Pakai

Nomor 31 Tahun 2002 sesuai Pasal 45 ayat (2), Pasal 46, Pasal

47 Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 mengatur tentang

Pemindahtanganan Barang Milik Daerah dilakukan secara dijual,

dipertukarkan, dihibahkan dan penyertaan modal, dapat dilakukan

setelah mendapat persetujuan DPR/DPRD. Bahwa terhadap

pelepasan hak atas objek perkara oleh Tergugat I setelah ada

persetujuan DPRD Kabupaten Solok/Tergugat III atas

Penghapusan Milik Daerah, maka Tergugat I mengeluarkan Surat

Keputusan Nomor 910-309-2011 tanggal 11 Juli 2011 tentang

Penghapusan Milik Daerah, sehingga perbuatan Tergugat I

tersebut berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang

berlaku dan bukan merupakan perbuatan melawan hukum;

c. Bahwa perbuatan Tergugat I, Tergugat IV dan Tergugat V

terhadap penghapusan tanah dan bangunan rumah eks rumah

dinas bupati (objek perkara) adalah telah sesuai dengan Undang-

undang Nomor 1 Tahun 2004 dan Peraturan Pemerintah Nomor 6

Tahun 2006 dan Kemendagri Nomor 17 Tahun 2007 yang

mengatur tentang Pemindahtanganan Asset Milik Daerah

sehingga perbuatan para Tergugat I, IV dan V atas objek perkara

tidaklah merupakan perbuatan melawan hukum, maka dengan

demikian dalil gugatan angka 7 sampai dengan angka 16 haruslah

ditolak;

9. Bahwa oleh karena obyek perkara bukanlah hak ulayat para Penggugat,

akan tetapi merupakan asset Kabupaten Solok/milik daerah yang telah

dihapus dari milik daerah Kabupaten Solok melalui prosedur yang diatur

oleh Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004, Peraturan Pemerintah Nomor

6 Tahun 2006 serta Kemendagri Nomor 17 Tahun 2007 sehingga

sekarang telah dilepas menjadi milik Tergugat VIII berdasarkan lelang

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 22

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id negara sesuai dengan peraturan

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

negara sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,

maka oleh sebab itu Tergugat VIII adalah pembeli yang beritikat baik dan

berdasarkan undang-undang pembeli yang beritikat baik haruslah

dilindungi oleh undang-undang;

10.Bahwa berdasarkan uraian Tergugat I, IV dan Tergugat V di atas maka

permohonan para Penggugat meminta untuk diletakan sita jaminan atas

objek perkara adalah tidak beralasan hukum yang kuat oleh karena itu

permintaan Sita Jaminan tersebut haruslah ditolak;

11.Bahwa atas pelepasan dan penghapusan objek perkara oleh Tergugat I

telah melalui prosedur yang diatur oleh undang-undang, maka lelang

yang dimenangkan oleh H. Novi Candra S.E. (Tergugat VIII) adalah sah

menurut hukum, sehingga kepemilikan H. Novi Candra S.E./Tergugat VIII

haruslah dilindungi oleh undang-undang;

Berdasarkan kepada uraian dan fakta hukum yang dikemukan Tergugat

I, Tergugat IV dan Tergugat V di atas, maka objek perkara adalah asset

Pemerintah Kabupaten Solok/milik Daerah Kabupaten Solok sehingga para

Penggugat tidak berhak atas objek perkara, dan seluruh perbuatan hukum para

Tergugat I, Tergugat IV dan Tergugat V atas objek perkara dan penghapusan

objek perkara dari Milik Daerah telah sesuai yang diatur oleh undang-undang

yang berlaku, sehingga tidak merupakan perbuatan melawan hukum;

Dengan demikian I, Tergugat IV, Tergugat V bermohon kepada Yang

Mulia Ketua dan Majelis Hakim untuk memberikan putusan dalam perkara ini

sebagai berikut:

Dalam Eksepsi

Menerima eksepsi Tergugat I, Tergugat IV dan Tergugat V

seluruhnya;

Dalam Pokok Perkara

Menolak gugatan para Penggugat seluruhnya;

Menghukum para Penggugat untuk membayar biaya yang timbul

dalam perkara ini;

Jawaban Tergugat Asal II/Intervensi II B

1. Bahwa Tergugat I dan Tergugat Intervensi I A bertindak

untuk dan atas nama Pemerintah Kabupaten Solok

Halaman 23 dari 101 Putusan Perdata Gugatan Nomor 28/Pdt.G/2013/PN Slk

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 23

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id mengajukan permohonan Hak Pakai ke Kantor

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

mengajukan permohonan Hak Pakai ke Kantor Pertanahan

Kota Solok tanggal 27 Desember 2001 dengan

melampirkan surat-surat alas hak. Setelah mempelajari

surat-surat yang dilampirkan tersebut oleh Kantor

Pertanahan Kota Solok dinyatakan lengkap sesuai dengan

Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 1997 tentang

Pendaftaran Tanah. Pemerintah Kabupaten Solok

menyatakan telah menguasai secara fisik sebidang tanah

yang terletak di daerah Pasar Raya Solok dan di atas tanah

tersebut berdiri bangunan Rumah Jabatan Bupati Solok.

Dinyatakan juga bahwa tanah yang dimohon telah tercatat

dalam Buku Induk Inventaris Kekayaan Negara Milik

Pemerintah Daerah Kabupaten Solok serta tanah tersebut

tidak ada permasalahan dengan pihak lain. Lurah

Kampung Jawa dan Camat Tanjung Harapan

menerangkan bahwa tanah yang dimohon benar dikuasai

Pemerintah Kabupaten Solok dan di atas tanah tersebut

berdiri sebuah bangunan Rumah Dinas Bupati;

2. Bahwa berdasarkan kelengkapan berkas tersebut Kantor

Pertanahan Kota Solok melaksanakan pengukuran,

diterbitkan Surat Ukur Nomor 41/KPJ/2002 tanggal 17

Desember 2002 dengan luas 2.732 meter persegi dan

pada tanggal 28 Desember 2002 Nomor 22/RPT/BPN-2002

telah dilaksanakan Pemeriksaan Tanah (Konstatering

Rapport) ke lokasi tanah yang dimohon, kenyataan

penggunaan tanah telah dikuasai oleh Pemerintah

Kabupaten Solok yang digunakan untuk Rumah Dinas

Bupati Solok;

3. Bahwa pada tanggal 6 Januari 2003 Nomor 530/30/

BPN-2002 Permohonan untuk mendapatkan hak pakai atas

sebidang tanah yang belum terdaftar diteruskan ke Kepala

Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi

Sumatera Barat, pertimbangan terhadap permohonan

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 24

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id tersebut setuju dikabulkan karena tanah

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

tersebut setuju dikabulkan karena tanah yang dimohon

telah dibangun Rumah Dinas Bupati Solok;

4. Bahwa berdasarkan permohonan tersebut diatas maka

terbit Surat Keputusan Kepala Kantor Wilayah Badan

Pertanahan Nasional Nomor 30-530.3-23-2003 tentang

Pemberian Hak Pakai atas nama Pemerintah Kabupaten

Solok atas tanah di Kota Solok tanggal 6 Februari 2003,

menetapkan memberikan pada Pemerintah Kabupaten

Solok berkedudukan di Sukarami Kayu Aro, hak pakai

dalam jangka waktu selama dipergunakan semenjak

tanggal pendaftarannya di Kantor Pertanahan Kota Solok

atas sebidang tanah seluas 2.732 meter persegi

sebagaimana diuraikan dalam surat Ukur tanggal 17

Desember 2002 Nomor 41/KPJ/2002 terletak dikelurahan

Kampung Jawa Kecamatan Tanjung Harapan Kota Solok

Provinsi Sumatera Barat;

5. Bahwa pada tanggal 22 Februari 2003 diterbitkan Sertifikat

Hak Pakai Nomor 31 Kelurahan Kampung Jawa

Kecamatan Tanjung Harapan atas nama Pemerintah

Kabupaten Solok;

6. Bahwa bulan November 2011 Nofi Candra, S.E.,

mengajukan permohonan pendaftaran pemberian hak milik

ke Kantor Pertanahan Kota Solok dengan kelengkapan

berkas sesuai dengan daftar pengantar sebagai berikut:

a. Surat Pernyataan Penguasaan Fisik Bidang Tanah (sporadik) tanggal 6

Desember 2011;

b. Surat Keterangan Lurah Kampung Jawa tanggal 7 Desember 2011

Nomor 25/KET/KKJ/XII-2011;

c. Surat Setoran Pajak Daerah Bea Perolehan Hak atas Tanah dan

Bangunan tanggal 23 Agustus 2011;

d. Kwitansi pembayaran lelang tanggal 8 Agustus 2011 Nomor 074/

RL-143/2011;

e. Kutipan Risalah Lelang tanggal 5 Agustus 2011 Nomor 143/2011;

Halaman 25 dari 101 Putusan Perdata Gugatan Nomor 28/Pdt.G/2013/PN Slk

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 25

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id f. Surat Pemerintah Kabupaten Solok

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

f. Surat Pemerintah Kabupaten Solok tentang Lelang Eks Rumah Dinas

Bupati Solok tanggal 14 Juli 2011 Nomor 970/509/DPPKA-Bid.IV/2011;

g. Surat Keputusan Bupati Solok tanggal 11 Juli 2011 Nomor 910-309-2011.

h. Surat Keterangan Pemerintah Kabupaten Solok tanggal 6 Juli 2011

Nomor 970/13/DPPKA-Bid.IV/2011;

i. Surat Persetujuan DPRD Kabupaten Solok tanggal 18 Maret 2011 Nomor

030/141/DPRD-2011;

j. Sertifikat Hak Pakai Nomor 31 Kelurahan Kampung Jawa Kecamatan

Tanjung Harapan Kota Solok;

k. Fotokopi KTP Pemohon;

1. Bahwa tanggal 20 Maret 2012 diterbitkan Peta Bidang

Tanah Nomor 06/2012 NIB.03.09.02.05.01249 dengan luas

2.714 meter persegi Kelurahan Kampung Jawa Kecamatan

Tanjung Harapan Kota Solok;

2. Bahwa tanggal 24 April 2012 Nomor 03/IV/BPN-2012

Panitia Pemeriksaan Tanah A melakukan Pemeriksaan

Lapang, setelah dlakukan pemeriksaan ternyata luas tanah

berkurang 18 meter persegi karena ada pelebaran jalan

dan tidak ada diterima keberatan dari pihak lain dan lokasi

dimanfaatkan/dikuasai seluruhnya oleh Pemohon;

3. Bahwa tanggal 30 April 2012 Nomor 04/IV/BPN-2012

diterbitkan Ikhtisar tentang Permohonan Hak Milik;

4. Bahwa tanggal 5 Mei 2012 diterbitkan Risalah Pengolahan

Data;

5. Bahwa tanggal 30 Mei 2012 Nomor 450/P-13.72/300/

V/2012 Kantor Pertanahan Kota Solok mengirimkan Berkas

Surat Alas Hak kepada Kantor Wilayah Badan Pertanahan

Nasional Sumatera Barat untuk diterbitkan SK Pemberian

Hak Milik atas nama Nofi Candra, S.E.;

6. Bahwa tanggal 12 Juni 2012 Nomor 8/HM/BPN.13/2012

diterbitkan Surat Keputusan Kepala Kantor Wilayah Badan

Pertahanan Nasional Provinsi Sumatera Barat tentang

Pemberian Hak Milik atas nama Nofi Candra, S.E., atas

tanah di Kelurahan Kampung Jawa;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 26

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id 7. Bahwa tanggal 27 Juni 2012 diterbitkan

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

7. Bahwa tanggal 27 Juni 2012 diterbitkan Sertifikat Hak Milik

Nomor 1396 Kelurahan Kampung Jawa atas nama Nofi

Candra, S.E., berdasarkan NIB 03.09.02.05.01249 surat

Ukur 26 Juni 2012 Nomor 39/KPJ/2012 seluas 2714 meter

persegi;

8. Bahwa tanggal 20 September 2013 diterima surat dari

Pengadilan Negeri Solok untuk menghadiri sidang Perkara

Perdata Nomor 28/Pdt.G/2013/PN Slk., antara Mirwan Dt.

Ganjia, cs sebagai Penggugat berlawanan dengan

Pemerintah Kabupaten Solok selaku Tergugat I dan Kantor

Pertanahan Kota Solok selaku Tergugat II;

9. Bahwa tanggal 9 Desember 2013 diterima gugatan

Intervensi terhadap Perkara Perdata Nomor 28/Pdt.G/2013/

PN Slk., antara Wali Kota Solok sebagai Penggugat

Intervensi berlawanan dengan Pemerintah Kabupaten

Solok sebagai Tergugat Intervensi II A dan Kantor

Pertanahan Kota Solok selaku Tergugat Intervensi II B;

10.Bahwa berdasarkan Pasal 32 ayat (2) Peraturan

Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran

Tanah, yang mengatur sertifikat diterbitkan secara sah atas

nama orang atau badan hukum yang beritikat baik secara

nyata menguasainya, maka pihak lain yang merasa

mempunyai hak atas tanah tersebut, tidak dapat lagi

menuntut pelaksanaan hak apabila dalam waktu 5 (lima)

tahun sejak diterbitkan sertifikat tidak mengajukan secara

tertulis kepada pemegang hak dan Kantor Pertanahan

yang bersangkutan atau ke Pengadilan mengenai

penguasaan dan penerbitan sertifikat tersebut;

11.Bahwa objek perkara telah terbit Sertifikat Hak Pakai

Nomor 31/Kampung Jawa Tahun 2002, berarti sertifikat

telah terbit 11 (sebelas) tahun yang lalu, dimana gugatan

atas Sertipikat Hak Pakai tersebut pada Tahun 2013

dengan Perkara Perdata Nomor 28/Pdt.G/2013/PN Slk.,

sehingga gugatan para Penggugat telah kadaluarsa/lewat

Halaman 27 dari 101 Putusan Perdata Gugatan Nomor 28/Pdt.G/2013/PN Slk

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 27

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id waktu yaitu lebih 5 (lima) tahun sejak

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

waktu yaitu lebih 5 (lima) tahun sejak diterbitkannya

sertifikat tersebut, maka berdasarkan ketentuan Pasal 32

ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997

pengajuan gugatan untuk membatalkan/menyatakan tidak

sah Sertifikat Hak Pakai Nomor 31 Tahun 2002 atas objek

perkara telah kadaluarsa (lewat waktu) sehingga gugatan

Penggugat tidak dapat diterima;

12.Bahwa dari uraian di atas dapat disimpulkan Tergugat II

dan Tergugat Intervensi II B secara hukum tidak melakukan

perbuatan melawan hukum sebagaimana yang

dikemukakan oleh para Penggugat, karena semua proses

yang dilakukan dalam penerbitan Sertifikat Hak Pakai

Nomor 31/Kampung Jawa atas nama Pemerintah

Kabupaten Solok menjadi Hak Milik Nomor 1796/Kampung

Jawa atas nama Nofi Candra, S.E., (objek perkara) yang

dimohon oleh Tergugat I dan Tergugat VIII (Tergugat

Intervensi I A dan Tergugat Intervensi II H) telah sesuai

dengan ketentuan hukum yang berlaku berdasarkan

Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang

Pendaftaran Tanah;

Berdasarkan alasan hukum tersebut di atas, kiranya cukup beralasan

dan berdasar hukum apabila yang mulia Majelis Hakim yang memeriksa dan

mengadili perkara ini memutuskan sebagai berikut:

a. Menolak seluruh gugatan Penggugat atau setidak-tidaknya

dinyatakan gugatan Penggugat tidak dapat diterima;

b. Menyatakan sah dan berkekuatan hukum Sertifikat Hak Pakai

Nomor 31/ Kampung Jawa atas nama Pemerintah Kabupaten

Solok dan perubahan hak menjadi Hak Milik Nomor 1796/

Kampung Jawa atas nama Nofi Candra, S.E.;

c. Menghukum Penggugat untuk membayar segala biaya yang timbul

akibat perkara ini;

Apabila Majelis Hakim Yang Terhormat berpendapat lain, Tergugat II

dan Tergugat Intervensi II B mohon putusan yang seadil-adilnya;

Jawaban Tergugat Asal III

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 28

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id Dalam Eksepsi 1. Bahwa dalil gugatan

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Dalam Eksepsi

1. Bahwa dalil gugatan Penggugat yang berhubungan dengan fungsi

Tergugat III mengeluarkan Surat Persetujuan Nomor 030/141/

DPRD-2011 tanggal 18 Maret 2011 telah menyetujui Pelepasan Hak dan

Bangunan Eks Rumah Dinas Bupati Solok dan dihubungkan dengan

petitum Penggugat angka 4.2 dimana Penggugat meminta kepada

Pengadilan Negeri Solok bahwa Surat Persetujuan Nomor 030/141/

DPRD-2011 tanggal 18 Maret 2011 dinyatakan tidak sah dan tidak

mempunyai kekuatan hukum atas dalil gugatan Penggugat tersebut

mengenai objek gugatan yaitu Surat Persetujuan Nomor 030/141/

DPRD-2011 tanggal 18 Maret 2011 tentang Pelepasan Hak dan

Bangunan Eks Rumah Dinas Bupati untuk dinyatakan tidak sah adalah

merupakan kewenangan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN)

Padang, sehingga Pengadilan Negeri Solok tidak berwenang untuk

membatalkan Surat Persetujuan Nomor 030/141/DPRD-2011 tanggal 18

Maret 2011 tersebut sebab Surat Persetujuan Nomor 030/141/

DPRD-2011 tanggal 18 Maret 2011 adalah produk legislatif/ lembaga,

dikeluarkan berdasarkan prosedur yang ditetapkan oleh undang-undang.

Maka dengan demikian Pengadilan Negeri Solok tidak berwenang untuk

membatalkannya dan tidak berwenang untuk mengadili perkara ini;

2. Bahwa kwalitas para Penggugat tidak satupun sebagai mamak kepala

waris dalam kaumnya, sehingga gugatan yang tidak diajukan oleh

mamak kepala waris dalam kaum, maka gugatan Penggugat harus

dinyatakan tidak dapat diterima (niet ontvankelijk verklaard);

3. Bahwa gugatan Penggugat mengandung kekaburan (obscuur libel)

dengan alasan hukum bahwa kwalitas para Penggugat bertindak sebagai

Ninik Mamak Suku Nan Balimo yang memiliki objek perkara, akan tetapi

dalam posita gugatan Penggugat tidak menyebutkan dari ninik-ninik

Penggugat yang mana objek perkara diwarisi atau diterima sehingga

sampai kewarisannya kepada para Penggugat. Bahwa dengan tidak

jelasnya asal usul objek perkara dalam surat gugatan Penggugat dapat

dikatogarikan gugatan Penggugat mengandung kekaburan dan berakibat

hukum gugatan dinyatakan tidak dapat diterima (niet ontvankelijk

verklaard);

Halaman 29 dari 101 Putusan Perdata Gugatan Nomor 28/Pdt.G/2013/PN Slk

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 29

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id Dalam Pokok Perkara 1. Bahwa Tergugat III

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Dalam Pokok Perkara

1. Bahwa Tergugat III menolak gugatan Penggugat seluruhnya;

2. Bahwa tidak benar objek perkara adalah hak ulayat para Penggugat/

Ninik Mamak Suku Nan Balimo sebab objek perkara sejak Zaman

Belanda sampai dilakukan penghapusan dari asset Pemerintah

Kabupaten Solok para Ninik Mamak Penggugat dan para Penggugat

tidak pernah menguasai objek perkara. Bahwa sebenarnya objek perkara

adalah asset/milik daerah Pemerintah Kabupaten Solok dengan bukti

autentik adalah Sertifikat Hak Pakai Nomor 31 Tahun 2002 atas nama

Pemerintah Kabupaten Solok, maka dengan demikian gugatan

Penggugat haruslah ditolak;

3. Bahwa tidak benar perbuatan para Tergugat III yang mengeluarkan

Surat Persetujuan Nomor 030/141/DPRD-2011 tanggal 18 Maret 2011

merupakan perbuatan melawan hukum, sebab Tergugat III

mengeluarkan surat persetujuan atas objek perkara untuk dilepaskan

dan dihapus dari asset daerah adalah dikarenakan objek perkara adalah

milik daerah Kabupaten Solok sesuai bukti yang ada yaitu yang sejak

Indonesia merdeka dan atau sejak pemerintahan ada di Solok objek

perkara sudah dikuasai secara terus menerus tanpa terputus dan objek

perkara telah memiliki Sertifikat Hak Pakai Nomor 31 Tahun 2002, maka

sesuai dengan Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004, dan Peraturan

Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 serta Kemendagri 17 Tahun 2007

untuk mengalihkan dan memindahtangankan milik daerah dilakukan

dengan persetujuan DPRD, maka DPRD Kabupaten Solok/Tergugat III

dalam mengeluarkan persetujuan telah melakukan rapat DPRD untuk

membicarakan usulan untuk dilepaskan objek perkara. Bahwa sesuai

kewenangan yang diatur oleh undang-undang bahwa milik daerah jika

dilepaskan atau dipindahkan harus melalui Persetujuan DPRD vide

Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004, Peraturan Pemerintah Nomor 6

Tahun 2006 Permendagri Nomor 17 Tahun 2007). Sehingga perbuatan

Tergugat III bukanlah perbuatan melawan hukum, dengan demikian

gugatan Penggugat haruslah ditolak;

4. Bahwa sebelumnya DPRD periode Tahun 2004 sampai dengan Tahun

2009, DPRD Kabupaten Solok pada tahun 2006 telah mengeluarkan

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 30

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id surat persetujuan Nomor 06 Tahun 2006

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

surat persetujuan Nomor 06 Tahun 2006 tentang persetujuan penjualan

Bekas Rumah Dinas Bupati Solok (objek perkara), akan tetapi

persetujuan DPRD Kabupaten Solok belum dapat dilaksanakan karena

harga yang ditawar oleh pihak-pihak yang berminat terlalu rendah/tidak

ada kecocokan maka Pemerintah Kabupaten Solok tidak melapaskan

asset tersebut waktu itu. Jadi jelas objek perkara adalah milik daerah

Kabupaten Solok dan perbuatan Tergugat III adalah tidak perbuatan

melawan hukum;

5. Bahwa Penggugat tidak berhak atas objek perkara karena objek perkara

adalah milik daerah/asset Kabupaten Solok, sehingga semua dalil-dalil

Penggugat haruslah ditolak;

6. Bahwa berdasarkan jawaban Tergugat III di atas sangat beralasan

hukum gugatan Penggugat untuk ditolak;

Bahwa berdasarkan jawaban Tergugat III di atas mohon kiranya Yang

Mulia Ketua dan Majelis Hakim memberikan putusan dalam perkara ini:

Dalam Eksepsi

- Menerima eksepsi Tergugat III konvensi seluruhnya;

Dalam Pokok Perkara

Menolak gugatan Penggugat seluruhnya;

Menghukum para Penggugat untuk membayar biaya dalam perkara ini;

Menimbang, Tergugat VI dan Tergugat VII tidak memberikan jawaban;

Jawaban Tergugat Asal VIII

Dalam Eksepsi

A. Eksepsi tentang Kewenangan Mengadili (Kompetensi Obsolut)

Berdasarkan dalil-dalil gugatan Penggugat yang terdapat dalam surat

gugatan Penggugat yaitu posita surat gugatan Penggugat yaitu Penggugat

meminta kepada Pengadilan Negeri Solok untuk “menyatakan tidak sah dan

tidak mempunyai kekuatan hukum” yaitu:

Sertifikat Hak Pakai Nomor 31, Surat Ukur Nomor 41/KPJ.2002 tanggal

17 Desember 2002 atas nama Tergugat Intervensi II.A yang

dikeluarkan oleh Tergugat II (BPN Kota Solok);

Surat Persetujuan Nomor 030/141/DPRD-20-2011 tanggal 18 Maret

2011 yang diterbitkan Tergugat Intervensi III, melalui rapat paripurna

Halaman 31 dari 101 Putusan Perdata Gugatan Nomor 28/Pdt.G/2013/PN Slk

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 31

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id tanggal 13 Maret 2011 tentang Persetujuan

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

tanggal 13 Maret 2011 tentang Persetujuan Pelepasan Hak Bangunan

Eks Rumah Dinas Bupati Solok yang dikeluarkan oleh DPRD

Kabupaten Solok (Tergugat III);

Surat Keputusan Nomor 910-309-2011 tanggal 11 Juli 2011 tentang

Penghapusan Tanah dan Bangunan Milik Pemerintah Kabupaten

Solok yang dikeluarkan oleh Tergugat I (Bupati Solok);

Surat Nomor 970/509/DPPKA-BID.IV 2011 tanggal 14 Juli 2011 tentang

permohonan lelang objek perkara kepada Tergugat Intervensi II F

yang dikeluarkan oleh Tergugat Intervensi V (DPPKA);

Surat Risalah lelang Nomor 173/2011 tanggal 05 Agustus 2011 yang

diterbitkan Tergugat Intervensi VI;

Sertifikat Hak Milik Tergugat VIII yang dikeluarkan oleh Tergugat II;

Bahwa petitum yang diminta oleh Penggugat yaitu untuk dinyatakan tidak

sah dan tidak mempunyai kekuatan hukumyaitu (1) Surat Keputusan

Administrasi Negara yaitu Surat Keputusan Bupati Solok/Tergugat I, (2)

Sertifikat Hak Pakai dan Sertifikat Hak Milik yang dikeluarkan oleh Badan

Pertanahan Nasional c.q. Kantor Pertanahan Kota Solok/Tergugat II, (3)

Surat keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Solok/

Tergugat III, adalah wewenang Pengadilan Tata Usaha Negara untuk

menyatakan tidak sah dan tidak mempunyai kekuatan hukum, sesuai dengan

Pasal 53 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1986 yang dirubah dengan

Undang-undang Nomor 9 Tahun 2004 tentang PTUN. Bahwa semua produk

tata usaha negara yang jadi objek perkara yang diminta Penggugat untuk

dinayatakan tidak sah adalah produk Badan atau Pejabat Tata Usaha

Negara untuk menyatakan tidak sah merupakan kewenangan Pengadilan

Tata Usaha Negara untuk mengadili, maka dengan demikian Pengadilan

Negeri Solok tidak berwenang untuk mengadili perkara ini, berhubungan

dengan menyatakan tidak sah Surat Keputusan Tergugat I Nomor

910-309-2011 tanggal 11 Juli 2011, serta Sertifikat Hak Pakai Nomor 31,

Surat Ukur Nomor 41/KPJ-2002 tanggal 17 Desember 2002 atas objek

perkara dan Sertifikat Hak Milik Nomor 1796, Surat Ukur Nomor 39/

KPJ/2012 atas nama Tergugat VIII yang dikeluarkan oleh Tergugat II (Badan

Pertanahan Nasional);

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 32

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id Bahwa oleh karena Pengadilan Negeri Solok

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Bahwa oleh karena Pengadilan Negeri Solok tidak berwenang mengadili

perkara a quo sangat beralasan hukum gugatan Penggugat dinyatakan tidak

dapat diterima (niet ontvankelijk verklaard);

B. Eksepsi Lainnya

1. Bahwa tidak mempunyai persona standi in judicio para Penggugat

dengan segala identitasnya untuk mengajukan gugatan dalam perkara

ini, sebab para Penggugat yaitu Penggugat I dengan jabatan Penghulu

Adat Suku Nan Balimo suku Caniago Nan Balimo, Penggugat II jabatan

Manti Adat Nan Balimo sukunya Kutiayir Nan Balimo, Penggugat III

jabatan Dubalang Adat Suku Nan Balimo suku Balaimansiang,

Penggugat IV jabatan Pamuncak Sutan suku Koto artinya para

Penggugat I, II, III, IV tidak satu suku, maka oleh sebab itu kwalitas para

Penggugat dalam merupakan pemangku adat atau pangkat adat menurut

hukum adat tidak dengan sendirinya mempunyai hak atas harta pusaka

tinggi kaum-kaum dalam suku Penggugat oleh karena pangkat adalah

menandakan jabatan fungsi di dalam susunan alat kelengkapan adat,

sehingga para Penggugat tidak mempunyai kwalitas dalam mengajukan

gugatan dalam perkara ini secara bersama (vide Jurispudensi MARI

Putusan MARI tanggal 5 Agustus 1972 Nomor 98 K/Sip/1972), maka oleh

karena Penggugat tidak mempunyai kwalitas untuk mengajukan gugatan

atas objek perkara dalam perkara maka gugatan Penggugat tidak dapat

diterima (niet ontvankelijk verklaard);

2. Bahwa yang bertindak sebagai Penggugat atas pusaka tinggi kaum

adalah mamak kepala waris (vide Jurispudensi MARI Putusan MARI

tanggal 12 Desember 1970 Nomor 271 K/Sip/1970), dihubungkan dengan

dalil gugatan Penggugat tentang objek perkara adalah “Ulayat Milik Nan

Balimo Nagari Solok” maka gugatan Penggugat harus diajukan oleh

mamak kepala waris dalam kaum Penghulu Nan Balimo sebab menurut

adat “adat salingka nagari pusako salingka kaum” bahwa dalam perkara

ini, tidak satupun Penggugat-penggugat dalam kwalitas sebagai mamak

kepala waris dan Penghulu Nan Balimo, sehingga gugatan Penggugat

tidak diajukan oleh mamak kepala waris kaum Penghulu Nan Balimo,

maka sangat beralasan hukum gugatan Penggugat dinyatakan tidak

diterima (niet ontvankelijk verklaard);

Halaman 33 dari 101 Putusan Perdata Gugatan Nomor 28/Pdt.G/2013/PN Slk

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 33

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id 3. Bahwa gugatan kurang pihak (subjek

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

3. Bahwa gugatan kurang pihak (subjek hukum tidak lengkap) bahwa

secara hukum pihak Pemerintah Daerah Kota Solok (Pemko Solok) harus

digugat dalam perkara ini karena terlibat dan mempunyai peranan hukum

dalam proses balik nama sertifikat atas objek perkara, dimana

keterlibatan Pemko Solok adalah telah menerima setoran pembayaran

Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) atas objek

perkara berdasarkan Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009 Pasal 87

ayat (2) huruf n tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah c.q.

Peraturan Daerah Kota Solok Nomor 3 Tahun 2011 tentang Bea

Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan dan Peraturan Wali Kota Solok

Nomor 23 Tahun 2011 sebesar Rp222.900.000,00 (dua ratus dua puluh

dua juta sembilan ratus ribu rupiah) tanggal 23 Agustus 2011 diterima

SKPD Pemko Solok oleh pemerintah DPPKA Kota Solok, dengan telah

diterimanya Hak atas Tanah dan Bangunan (BPTHB) atas peralihan hak

objek perkara kepada Tergugat III dapat diproses balik nama sertifikat

objek perkara kepada Tergugat III sehingga proses balik nama sertifkat

objek perkara kepada Tergugat VIII dapat diproses oleh Tergugat II maka

dengan fakta hukum tersebut sangat terlihat sekali peran serta

Pemerintah Daerah Kota Solok terhadap objek perkara sehingga balik

nama sertifikat hak milik atas nama Tergugat VIII diterbitkan oleh

Tergugat II dapat direalisasikan. Bahwa dengan peristiwa hukum dan

fakta-fakta yang diuraikan di atas maka sangat beralasan hukum

pemerintah Kota Solok digugat perkara ini. Bahwa dengan tidak

digugatnya Pemko Solok oleh Penggugat dalam perkara ini, maka

gugatan Penggugat kurang subjek hukum sehingga berakibat hukum

gugatan Penggugat dinyatakan tidak dapat diterima (niet ontvankelijk

verklaard);

4. Bahwa berdasarkan Pasal 32 ayat (2) ketentuan Peraturan Pemerintah

Tahun 1997 yang mengatur tentang sertifikat yang diterbitkan secara sah

atas nama orang atau badan hukum yang beritikat baik secara nyata

menguasainya maka pihak lain yang merasa mempunyai hak atas tanah

itu tidak dapat lagi menuntut pelaksanaan hak tersebut apabila dalam

kurun waktu 5 (lima) tahun sejak diterbitkan sertifikat itu tidak

mengajukan secara tertulis kepada pemegang sertifikat dan pasa kantor

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 34

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id pertanahan yang bersangkutan ataupun tidak

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

pertanahan yang bersangkutan ataupun tidak mengajukan gugagtan ke

pengadilan mengenai penguasaan atau penerbitan sertifikat tersebut;

5. Berpegang pada ketentuan tersebut dimana objek perkara telah keluar

Sertifikat Hak Pakai Nomor 31 Tahun 2002 berarti Sertifikat Hak Pakai

Nomor 31 Tahun 2002 keluar sudah 11 tahun yang lalu, dimana gugatan

atas Sertifkat Hak Pakai tersebut pada Tahun 2013 dengan perkara

Nomor 28/Pdt.G/2013/PN Slk., sehingga gugatan telah kadaluarsa/lewat

waktu yaitu lebih 5 tahun sejak dikeluarkan pada Tahun 2002, maka

berdasarkan ketentuan Pasal 32 ayat (2) Peraturan Pemerintah 24 Tahun

1997 tersebut pengajuan gugatan untuk membatalkan/menyatakan tidak

sah Sertifikat Hak Pakai Nomor 31 Tahun 2002 atas objek perkara telah

kadaluarsa (lewat waktu) sehinga gugatan Penggugat dinyatakan tidak

dapat diterima (niet ontvankelijk verklaard);

Bahwa berdasarkan eksepsi Tergugat VIII diatas sangat berdasarkan

hukum gugatan Penggugat dinyatakan tidak dapat diterima (niet ontvankelijk

verklaard);

Dalam Pokok Perkara

Bahwa segala sesuatu yang Tergugat VIII uraikan dalam eksepsi di atas

menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam jawaban pokok perkara ini;

1. Bahwa Tergugat VIII menolak seluruh dalil-dalil gugatan Penggugat

kecuali yang diuraikan secara tegas dan bulat;

2. Bahwa terhadap dalil gugatan para Penggugat angka 1 yang menyatakan

para Penggugat adalah ninik mamak di Suku Nan Balimo adalah tidak

benar dengan alasan hukum, yaitu:

Mirwan Datuk Ganjia/Penggugat I berdasarkan Putusan PN

Solok Nomor 05/Pdt.G/1988/PN Slk juncto Putusan PT Padang

Nomor 121/Pdt/1989/PT PDG juncto Putusan MARI Register

Nomor 32517 K/Pdt/1990 perkara antara Mirwan Datuk Ganjia

berlawanan dengan Pemerintah RI c.q. Wali Kota Solok dimana

dalam putusan tersebut gugatan Mirwan Dt. Ganjia tidak

dikabulkan

demikian dalil Penggugat tidak benar;

dengan

sebagai

Penghulu

Nan

Balimo,

maka

H. Ajril Datuak Nan Basa/Penggugat III telah digugat oleh saudara

Busrizal Dt. Rajo Mangkuto di Kerapatan Adat Nagari (KAN)

Halaman 35 dari 101 Putusan Perdata Gugatan Nomor 28/Pdt.G/2013/PN Slk

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 35

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id Lubuk Sikarah Nagari Solok tentang sako

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Lubuk Sikarah Nagari Solok tentang sako Datuak Nan Basa

jabatan Dubalang Adat. Bahwa Kerapatan Adat Nagari (KAN)

Lubuk Sikarah Nagari Solok sebagai lembaga yang berwenang

menyelesaikan sengkata gelar/sako telah memberikan putusan

adat dengan Putusan Adat KAN Lubuk Sikarah Nomor 22/KAN-

LS/SLK/2013 tanggal 29 Mei 2013 yang berhak atas sako Datuak

Nan Basa jabatan adat Bubalang Adat Nan Balimo adalah

Busrizal Dt. Rajo Mangkuto, maka dengan demikian H. Ajril Datuk

Nan Basa/Penggugat III tidak merupakan ninik mamak

Persukuan Nan Balimo;

Z. Wandi Datuak Yang Dipertuan Pamuncak Sutan/Penggugat IV

dinyatakan oleh kaum Dt. Sangkono Dirajo suku Koto Nan Balimo

adalah tidak sebagai Pamuncak suku Nan Balimo dimana Z.

Wandi Datuak Yang Dipertuan Pamuncak Sutan tidak berhak

sebagai Pamuncak dalam Persukuan Balimo;

Bahwa dengan fakta hukum tersebut dalil gugatan Penggugat tentang para

Penggugat kwalitas Penggugat sebagai ninik mamak suku Nan Balimo

harus ditolak;

3. Terhadap dalil gugatan para Penggugat angka 2 yang menyatakan para

Penggugat ada mempunyai tanah ulayat milik Penghulu Nan Balimo

Nagari Solok yaitu objek perkara sekarang ini adalah dalil Penggugat

yang tidak benar dan harus ditolak, sebab menurut hukum adat

Minangkabau tidak mengenal dan tidak ada yang disebut ulayat ninik

mamak, akan tetapi yang ada menurut hukum adat Minangkabau

dikenal ulayat nagari, ulayat suku dan ulayat kaum. Bahwa dalam

perkara ini para Penggugat I, Penggugat II, Penggugat III, dan Penggugat

IV tidak berasal dari satu suku akan tetapi berlainan suku yaitu

Penggugat I sukunya adalah Caniago, Penggugat II sukunya Kutianyir,

Penggugat III sukunya adalah Balaimansiang, dan Penggugat IV

sukunya adalah Koto. Keempat suku tersebut terhimpun dalam “Empat

Jinis Nan Balimo“ yang masing-masing para Penggugat tersebut memiliki

ulayat kaum sendiri-sendiri yang merupakan harta pusaka tinggi

kaumnya, sehingga tidak ada kepemilikan bersama suku yang berbeda

atas objek perkara. Bahwa menurut hukum adat Minangkabau yaitu Adat

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 36

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id Salingka Nagari Pusako Salingka Kaum ,

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Salingka Nagari Pusako Salingka Kaum, bahwa dalam perkara ini

dengan adanya perbedaan suku para Penggugat maka sudah barang

tentu antara Penggugat I dengan Penggugat II, Penggugat III, Penggugat

IV tidak satu ulayat sehingga secara hukum objek perkara tidak

merupakan ulayat milik Penghulu Nan Balimo, oleh karena itu dalil

gugatan Penggugat tersebut haruslah ditolak;

Bahwa sebenarnya objek perkara adalah merupakan milik negara c.q. asset

Pemerintah Kabupaten Solok yang berasal dari tanah milik negara yaitu

tanah peninggalan penjajahan Belanda dan penjajahan Jepang, setelah

Indonesia merdeka tanah-tanah yang dikuasai oleh penjajah dikuasai oleh

negara dan menjadi milik negara dimana objek perkara selama ini dikuasai

secara terus menerus oleh Pemerintah Kabupaten Solok;

Bahwa objek perkara sejak penjajahan Belanda, Pemerintahan Belanda

sudah mengusai objek, setelah penjajahan Belanda berakhir digantikan oleh

Jepang juga objek perkara dikuasai oleh Jepang dan setelah Indonesia

merdeka objek perkara dikuasai oleh Negara. Kemudian setelah Pemerintah

Negara R.I mendirikan pemerintahan di Solok/Kewedanaan Solok dimana

objek perkara dikuasai Kewedanaan Solok;

Bahwa Bupati Solok yang bertempat tinggal di objek perkara selama ini

adalah:

1. Bahwa pada Tahun 1946 Kabupaten Solok sudah memiliki

bupati yaitu bupati pertama (Bupati Militer) Solok adalah

Saalah Sutan Mangkuto yang meminpin Luhak Solok

berkedudukan di Solok dan bupatinya bertempat tinggal di

atas objek perkara;

Bupati Saalah Sutan Mangkuto menjadi Bupati Solok periode tanggal

5 Januari 1946 sampai dengan tanggal 3 Maret 1947;

2. Bupati Saalah Sutan Mangkuto digantikan oleh Darwis

Taram Dt. Tumanggung memimpin Solok dari tanggal 3

Maret 1947 sampai tanggal 27 Mei 1950, bupatinya juga

bertempat tinggal di atas objek perkara. Pada masa bupati

Darwis Taram Dt. Tumanggung terjadi Agresi Belanda

Tahun 1948;

Halaman 37 dari 101 Putusan Perdata Gugatan Nomor 28/Pdt.G/2013/PN Slk

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 37

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id 3. Bupati Darwis Taram Dt. Tumanggung

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

3. Bupati Darwis Taram Dt. Tumanggung digantikan oleh

Basrah Sutan sejak tanggal 27 Mei sampai dengan tanggal

1 Maret 1951. Bupatinya juga bertempat tinggal di atas

objek perkara;

4. Basrah Sutan digantikan oleh bupati Sultani Sutan Malako

dimana pada saat itu Pemerintah Solok dipimpin oleh

Sultani Sutan Malako. Pemerintah Kabupaten Solok

berdasarkan Undang-undang Nomor 12 Tahun 1956

sempurna menjadi Daerah Kabupaten Solok terdiri dari 12

Kecamatan dan 83 Nagari berkedudukan di Solok dan saat

itu bupati Sultani Sutan Malako bertempat tinggal di atas

objek perkara;

5. Bupati Sultani Sutan Malako digantikan oleh bupati Nurdin

Dt. Madjo Sati memimpin Kabupaten Solok sampai

Agustus 1958 dan bupati Nurdin Dt. Madjo Sati juga

bertempat tinggal di atas objek perkara;

6. Tahun 1958 Nurdin Dt. Madjo Sati digantikan oleh bupati

Buyung Dt. Gadang Bandaro. Bupati Buyung Dt. Gadang

Bandaro bertempat tinggal di atas objek perkara hingga

Januari 1960;

7. Bahwa Januari 1960 Buyung Dt. Gadang Bandaro

digantikan oleh bupati Bambang Sarjono Noersetio sampai

Tahun 1963, dimana bupati Bambang Sarjono Noersetio

sejak Tahun 1960 sampai dengan Tahun 1963 juga

bertempat tinggal di atas objek perkara;

8. Bahwa Bambang Sarjono Noersetio digantikan oleh bupati

Asgani Marah Sutan periode Tahun 1963 sampai dengan

Tahun 1964 juga bertempat tinggal di atas objek perkara

dan kemudian Asgani Marah Sutan diganti oleh Zaglul

Sutan Kebesaran;

9. Bupati Zaglul Sutan Kebesaran meminpin Kabupaten Solok

periode Tahun 1964 sampai dengan Tahun 1975 juga

bertempat tinggal di atas objek perkara;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 38

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id 10.Zaglul Sutan Kebesaran digantikan oleh

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

10.Zaglul Sutan Kebesaran digantikan oleh bupati Drs. Hasan

Basri periode Tahun 1975 sampai dengan Tahun 1985.

Bupati Hasan Basri memimpin Kabupaten Solok selama

10 tahun juga bertempat tinggal di atas objek perkara;

11.Bupati Hasan Basri digantikan oleh bupati Arman Danau

periode Tahun 1985 sampai dengan Tahun 1990. Bupati

Arman Danau juga bertempat tinggal di atas objek perkara;

12.Bupati Ir. Nurmawan memimpin Kabupaten Solok periode

Tahun 1990 sampai dengan Tahun 1995 juga bertempat

tinggal di atas objek perkara;

13.Bahwa Gamawan Fauzi, S.H., memimpin Kabupaten Solok

periode Tahun 1995 sampai dengan Tahun 2000 juga

bertempat tinggal di atas objek perkara. Pada periode

kedua Gamawan Fauzi memimpin Kabupaten Solok Tahun

2000 sampai dengan Tahun 2005 rumah dinas kediaman

bupati yang baru dibangun di Arosuka, maka objek perkara

dipergunakan sebagai Kantor SKPD Kabupaten Solok

sampai pelepasan asset Tahun 2011. Maka dengan

demikian sangat jelas penguasaan objek perkara sejak

zaman penjajahan Belanda, Jepang, dan sampai Indonesia

merdeka sampai kepada bupati Gamawan Fauzi objek

perkara merupakan asset Kabupaten Solok telah didiami

dan dikuasai sebagai tempat tinggal rumah dinas bupati

Kabupaten Solok secara tidak terputus sama sekali.

Dengan fakta hukum tersebut objek perkara adalah tanah

milik Negara c.q. milik Pemerintah Kabupaten Solok;

14.Bahwa kepemilikan oleh Tergugat I atas objek perkara

dibuktikan dengan keluarnya Sertifikat Hak Pakai Nomor 31

Tahun 2002 atas nama Tergugat I (Pemerintah Kabupaten

Solok). Bahwa tanah milik negara disertifikatkan oleh

pemerintah yang menguasai maka sertifikat atas tanah

tersebut keluar adalah Sertifikat Hak Pakai. Maka oleh

Halaman 39 dari 101 Putusan Perdata Gugatan Nomor 28/Pdt.G/2013/PN Slk

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 39

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id sebab itu Sertifikat Hak Pakai adalah

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

sebab itu Sertifikat Hak Pakai adalah bukti kepemilikan

Tergugat I yang dikeluarkan secara sah oleh Tergugat II;

Berdasarkan fakta hukum tersebut sangat jelas status objek perkara adalah

Milik Negara yang merupakan asset Pemerintah Kabupaten Solok/Tergugat

I, maka dengan demikian tidak benar objek perkara ulayat milik Penghulu/

milik para Penggugat, maka beralasan hukum gugatan Penggugat tentang

kepemilikan objek perkara untuk ditolak;

4. Terhadap dalil Penggugat angka 3 yang menyatakan pada tanggal 14

Mei 1963 objek perkara dipinjampakaikan oleh Ninik Mamak Suku Nan

Balimo Nagari Solok kepada Pemerintah Kabupaten Solok yang

dipergunakan untuk Rumah Dinas Bupati adalah dalil yang tidak benar

dan oleh karenanya dalil Penggugat tersebut haruslah ditolak, dengan

alasan hukum bahwa objek perkara tidak pernah dikuasai oleh Ninik

Mamak para Penggugat baik Ninik Mamak Penggugat terdahulu yang

hidup pada Tahun 1963 maupun oleh para Penggugat sekarang ini,

sebab objek perkara sejak Zaman Belanda sampai dilakukan pelepasan/

penghapusan asset oleh Tergugat I Tahun 2011 objek perkara dikuasai

Pemerintah Kabupaten Solok/Tergugat I secara terus menerus tanpa

terputus, sehingga tidak benar pada Tahun 1963 ada peristiwa hukum

pinjam pakai antara Ninik Mamak para Penggugat dengan Bupati

Kabupaten Solok Buyung Dt. Gadang Bandaro. Bahwa kemudian

ketidakbenaran dalil Penggugat tersebut adalah pada Tahun 1963

tersebut yang menjadi Bupati Solok adalah Bambang Sarjono Noersetio

bukan Buyung Dt. Gadang Bandaro sebagaimana tertulis dalam surat 14

Mei 1963 tersebut. Bahwa Buyung Dt. Gadang Bandaro menjadi Bupati

Solok periode Tahun 1958 sampai 1960 sedangkan Surat Pinjam Pakai

dibuat tanggal 14 Mei 1963 sehingga terbukti Surat Pinjam Pakai tanggal

14 Mei 1963 adalah surat yang tidak benar. Bahwa kemudian tentang

ejaan yang terdapat dalam Surat Pinjam Pakai tanggal 14 Mei 1963

tersebut ejaannya campur-campur yaitu ada ejaan lama dan ada ejaan

EYD, sedangkan ejaan EYD berlakunya sejak Tahun 1972, jika ada ejaan

EYD dalam Surat Pinjam Pakai tanggal 14 Mei 1963 tersebut sudah

barang tentu Surat Pinjam Pakai tersebut dibuat pada masa ejaan EYD

berlaku yaitu Tahun 1972 ke atas. Maka dengan demikian terbukti bahwa

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 40

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id surat tanggal 14 Mei 1963 tentang Pinjam

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

surat tanggal 14 Mei 1963 tentang Pinjam Pakai objek perkara antara

Ninik Mamak Penggugat dengan Pemerintah Solok adalah rekayasa dan

atau dibuat dengan tidak sebenarnya dan dengan itikat tidak baik, maka

oleh karena itu dalil-dalil Penggugat dan surat tanggal 14 Mei 1963

tentang pinjam pakai dari Penggugat adalah tidak benar. Berdasarkan

uraian Tergugat di atas maka dalil gugatan Penggugat angka 3 haruslah

ditolak;

5. Bahwa dalil Penggugat angka 4 adalah tidak benar sebab surat pinjam

pakai tanggal 14 Mei 1963 atas objek perkara adalah surat yang tidak

benar karena tidak dibuat oleh Bupati Solok. Bahwa Bupati Solok pada

Tahun 1963 tersebut adalah Bambang Sarjono Niersetio bukan Buyung

Dt. Gadang Bandaro sebagaimana tertulis dalam surat tanggal 14 Mei

1963. Kemudian para Penggugat sekarang juga tidak semua sebagai ahli

waris dari ninik mamak yang bertanda tangan dalam surat tanggal 14 Mei

1963 tersebut, sehingga tidak ada hak Penggugat untuk mengajukan

gugatan atas objek perkara, oleh karena itu dalil gugatan Penggugat

angka 4 haruslah ditolak;

6. Terhadap dalil posita angka 5, dapat Tergugat tanggapi yaitu bahwa

dengan keluarnya Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 8 Tahun 1970

tentang Kota Madya Solok tidak berakibat hukum atas status asset

Pemerintah Kabupaten Solok yang terletak di Kota Solok, dimana yang

berubah adalah pemerintah dimekarkan berdiri sendiri berdasarkan

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 8 Tahun 1970 maka Kota Solok

berdiri sendiri dengan tidak merubah status hukum atas asset Pemerintah

Kabupaten Solok yang berada di Kota Solok;

7. Terhadap dalil gugatan para Penggugat angka 6 tentang Surat Wali Kota

Solok tanggal 17 September 1972 Nomor 437/1616/PEM /1972 dan Surat

tanggal 17 Juli 1975 dapat Tergugat tanggapi yaitu bahwa sesuatu tidak

lazim dan tidak biasa dilakukan dalam tataran Administrasi Pengelolaan

Pemerintahan Daerah mengenai asset daerah yang tidak/bukan milik

daerah tersebut. Lalu pemerintah membuat surat kepada instansi dan

atau lembaga yang tidak ada wilayah kerjanya. Bahwa dalam dalil

Penggugat terlihat bahwa Wali Kota Solok membuat surat kepada DPRD

Kota Solok tentang Asset Daerah Pemerintah Kabupaten Solok dan

Halaman 41 dari 101 Putusan Perdata Gugatan Nomor 28/Pdt.G/2013/PN Slk

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 41

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id Asset Pemerintah Pusat, sedangkan asset

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Asset Pemerintah Pusat, sedangkan asset yang ditulis oleh Wali Kota

Solok bukanlah milik Kota Solok/bukan asset Kota Solok. Maka dengan

demikian Surat Wali Kota Solok tersebut tidak merupakan kewenangan

Wali Kota Solok, sehingga sangat jelas surat tersebut sangat mengada-

ada dan tidak relevan Wali Kota Solok membuat surat yang bukan

kewenangannya, maka dengan demikian dalil para Penggugat tentang

Surat Wali Kota Solok tanggal 17 September 1972 Nomor 437/1616/

Pem/1972 dan Surat tanggal 17 Juli 1975 adalah surat yang tidak benar

dan haruslah ditolak;

Kemudian Surat Wali Kota Solok tanggal 17 September 1972 tidaklah surat

merupakan surat kepemilikan atas objek perkara dan sangat beralasan

hukum untuk ditolak bahwa selanjutnya bahwa fakta yang dapat dijadikan

referensi bahwa Surat Wali Kota tersebut berindikasi tidak benar yaitu

tentang kerapian ketikan surat, dan mesin ketik yang dipakai tidak lazim

dipakai pada Tahun 1972 tersebut. Dengan demikian dalil gugatan

Penggugat tidak berdasarkan hukum untuk itu haruslah ditolak;

8. Terhadap dalil gugatan Penggugat angka 7 sampai dengan angka 16

surat gugatan Penggugat yang menyatakan perbuatan para Tergugat

adalah merupakan perbuatan melawan hukum yang merugikan para

Penggugat, dimana dalil-dalil Penggugat angka 7 sampai dengan angka

16 tersebut haruslah ditolak dengan alasan hukum sebagai berikut:

a. Bahwa dalil-dalil Penggugat angka 7 haruslah ditolak, sebab objek

perkara adalah milik negara yang merupakan asset Pemerintah

Kabupaten Solok/Tergugat I, sehingga Tergugat I berhak untuk

mendapatkan Sertifikat Hak Pakai atas objek perkara, maka dari

itu perbuatan Tergugat I mengajukan Sertifikat Hak Pakai pada

Tergugat II bukanlah perbuatan melawan hukum;

b. Bahwa dalil angka 8 haruslah ditolak sebab Surat Keputusan

Tergugat I Nomor 910-309-2011 tanggal 11 Juli 2011 tentang

Penghapusan Tanah dan Eks Bangunan Rumah Dinas Bupati

adalah surat keputusan yang benar dan sah menurut hukum

karena dikeluarkan berdasarkan aturan perundang-undangan yang

berlaku yaitu Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang

Perbendaharaan Negara c.q. Peraturan Pemerintah Nomor 6

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 42

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah c.q.

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 tentang

Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah serta telah ada

persetujuan dari DPRD Kabuapaten Solok/Tergugat III. Bahwa

oleh karena objek perkara adalah asset daerah/milik daerah

Kabupaten Solok dengan bukti kepemilikan Sertifikat Hak Pakai

Nomor 31 Tahun 2002 sesuai Pasal 45 ayat (2), Pasal 46, Pasal

47 Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 mengatur tentang

Pemindahtanganan Barang Milik Daerah dilakukan secara dijual,

dipertukarkan, dihibahkan dan penyertaan modal, dapat dilakukan

setelah mendapat persetujuan DPR/DPRD. Bahwa terhadap

pelepasan hak atas objek perkara oleh Tergugat I setelah ada

persetujuan DPRD Kabupaten Solok/Tergugat III atas

Penghapusan Milik Daerah, maka Tergugat I mengeluarkan Surat

Keputusan Nomor 910-309-2011 tanggal 11 Juli 2011 tentang

Penghapusan Milik Daerah, sehingga perbuatan Tergugat I

tersebut berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang

berlaku dan bukan merupakan perbuatan melawan hukum;

c. Bahwa perbuatan Tergugat I, Tergugat IV dan Tergugat V

terhadap penghapusan tanah dan bangunan rumah eks rumah

dinas bupati (objek perkara) adalah telah sesuai dengan Undang-

undang Nomor 1 Tahun 2004 dan Peraturan Pemerintah Nomor 6

Tahun 2006 dan Kemendagri Nomor 17 Tahun 2007 yang

mengatur tentang Pemindahtanganan Asset Milik Daerah

sehingga perbuatan para Tergugat I, IV dan V atas objek perkara

tidaklah merupakan perbuatan melawan hukum, maka dengan

demikian dalil gugatan angka 7 sampai dengan angka 16 haruslah

ditolak;

9. Bahwa oleh karena objek perkara bukanlah hak ulayat para Penggugat/

Ninik Mamak Suku Nan Balimo akan tetapi merupakan asset Kabupaten

Solok/milik daerah yang telah dihapus dari milik daerah Kabupaten Solok

melalui prosedur yang diatur oleh Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004,

Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 serta Kemendagri Nomor 17

Tahun 2007 sehingga sekarang telah dilepas menjadi milik Tergugat VIII;

Halaman 43 dari 101 Putusan Perdata Gugatan Nomor 28/Pdt.G/2013/PN Slk

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 43

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id 10.Kronologis ini kami awali ketika kami

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

10.Kronologis ini kami awali ketika kami mengikuti lelang yang

diselenggarakan oleh Pemerintah Negera Republik Indonesia melalui

Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Padang (sering juga

disebut Badan Lelang Negara) tanggal 05 Agustus 2011 atas eks rumah

Bupati Solok Jalan Sudirman Nomor 5 RT 02 Rw 01 Kelurahanan

Kampung Jawa Kecamatan Tanjung Harapan Kota Solok dan kami

menang dengan harga penawaran Rp4.563.180.000,00 (empat milyar

lima ratus enam puluh tiga juta seratus delapan puluh ribu rupiah) saat itu

tidak ada sedikitpun kami menduga akan ada permasalahan yang

sedemikian rumit karena pada prinsipnya kami mematuhi semua

peraturan dan prosedur berlaku’

Alat bukti:

- berkas-berkas lelang yang ada di kantor Lelang Negara ( lengkap);

- kwitansi dari kantor Pelayanan Kekayaan dan Lelang Padang Nomor

074/RL-143/2011 tanggal 8 Agustus 2011 (lengkap);

23 Agustus 2011 proses pengurusan legalitas pasca lelang

Bahwa sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,

setelah menjadi penenang maka untuk mendapatkan legalitas formil (balik

nama setifikat) maka ada kewajiban-kewajiban yang wajib kami penuhi:

1. Membayar Bea dan Pajak.

Kami membayar Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)

yang nantinya menjadi persyaratan pengurusan balik nama tanah,

kewajiban ini kami bayar lunas pada tanggal 23 Agustus 2011 pada

kantor DPPKA Kota Solok terhitung nilanya Rp222.900.000,00 (dua ratus

dua puluh juta sembilan ratus ribu rupiah) serta telah diverifikasi dan

diterima oleh penjabat yang berwenang DPPKA Kota Solok tanpa ada

permasalahan;

Alat bukti:

(SSPD-BPHTB) Surat Setoran Pajak Daerah-Bea Perolehan Hak

atas Tanah dan Bangunan (lengkap);

2. Melengkapi Persyaratan Administrasi Guna Balik Nama Tanah dan

Penerbitan Sertifikat

Adapun berkas administrasi dan kewajiban berkonsultasi dengan instansi

dan lembaga serta pihak-pihak yang berhubungan dengan persyaratan

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 44

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id balik nama dan sertifikat terus kami

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

balik nama dan sertifikat terus kami lakukan dan dapat dikonfirmasi

kepada instansi dan pihak terkait;

Alat bukti:

Berkas-berkas pendaftaran tanah, surat-surat dari instansi terkait

dan lain-lain, seluruhnya dapat dilihat pada instansi yang

bersangkutan (lengkap);

Bahwa perlu kami informasikan renana awal kami ke lokasi ini adalah

membangun sebuah gedung perbelanjaan, perdagangan, permainan

anak-anak dan hotel berlantai empat yang nantinya difungsikan sebagai

berikut:

Lantai I : swalayan dan pusat permainan anak-anak dan keluarga;

Lantai II : atas saran, konsultaasi, dan permintaan langsung dari

beberapa pejabat pemerintahan dan tokoh masyarakat yang

kami temui untuk berkonsultasi maka dipusatkan lantai II ini

diperuntukan bagi pedagang pakaian jadi, pedagang kain,

dan sebagian lagi untuk pedagang kuliner tradisional yang

berasal dari Pasar Raya Solok dimana untuk pedagang

kuliner akan dibantu degan mesin packing modern

kemudahan membanyar sewa diakhir tahun, pembinaan

manajemen dan rekomendasi penambahan modal;

Lantai III : Hotel dan Ruang Pertemuan (Ball Room/Conference Room);

Lantai IV : Suite Room dan fasilitas pendukung kelas Hotel Bintang 3

(kolam renang, olah raga, fitness, dan lain-lain);

Perkiraan nilai investasi: Rp67.000.000.000,00 (enam puluh tujuh milyar

rupiah);

Perkiraan penerapan tenaga kerja: 120 orang ditahun pertama;

Perkiraan space untuk pedagang kain: 30-40 petak;

Perkiraan space untuk pedagang kuliner: 60 lapak;

Lama pembangunan dam persiapan: 180 hari hingga Grand Opening;

Note:

Pada periode inilah awal munculnya pernyataan-pernyataan Wali Kota

yang menyatakan keberatannya atas lelang lokasi rumah dinas tersebut

karena tidak diberitahu;

24 Agustus 2011 sampai dengan Mei 2012 Persiapan dan Perencanan

Halaman 45 dari 101 Putusan Perdata Gugatan Nomor 28/Pdt.G/2013/PN Slk

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 45

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id Periode dari 24 Agustus 2011 sampai Mei

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Periode dari 24 Agustus 2011 sampai Mei 2012 ini adalah periode

persiapan kami dimana kami membuat perecanaan gedung dan jenis

usaha, studi kelayakan usaha, kajian aspek manfaat untuk publik,

konsultasi dengan berbagai pihak termasuk para pejabat Pemda Kota

Solok baik dari eselon II, III menyangkut kebijakan dan pembangunan

Kota Solok, maupun dengan aparatur teknis menyangkut peraturan-

pertauran, model, Amdal dan aspek-aspek lain yang melingkupi serta

tidak ketinggalan masyarakat terutama para pebisnis, pedagang pasar

dan lingkungan sekitar untuk mendapatkan masukan dan saran dan

sejauh ini tidak ada permasalahan yang disampaikan kepada kami baik

dari Pemeritah Daerah maupun pihak-pihak lainya;

Mei 2012 Pengajuan PIMB (Permohonan Izin Mendirikan Bangunan)

Sambil menunggu selesainya proses balik nama dan sertifikat dan

setelah proses perencanan gedung dan jenis usaha kami anggap

matang, maka kami melaksanakan kewajiban selanjutnya yaitu

mengajukan Permohonan Izin Mendirikan Bangunan (PIMB) kepada Wali

Kota Solok melalui Kantor Pelayanan Perizinan pada bulan Mei 2012

dengan melampirkan kelengkapan yang ada sesuai dengan yang

disyaratkan oleh pemerintah;

27 Juni 2012 terbitnya Sertiikat Hak Milik atas nama Nofi Candra, S.E.

Setelah menunggu beberapa lama akhirnya tanggal 27 Juni 2012 ini

terbitlah Sertifkikat Hak Milik Nomor 1796/Kelurahan Kampung Jawa,

tanggal 27 Juni 2012 juncto Surat Ukur Nomor 39/KPJ/2012 tanggal 26

Juni 2012. Fotokopi sertifikat ini segera kami kirimkan ke pejabat yang

membutuhkan di lingkungan Pemerintahan Daerah Kota Solok dengan

maksud memperkuat penyempurnaan dan atau melengkapi persyaratan

yang dibutuhkan dalam pengurusan perizinan dan bila dibutuhkan oleh

instansi dan atau pihak terkait, berkas ini pun diterima oleh pejabat

bersangkutan tanpa ada permasalahan;

Dengan demikian menurut ketentuan hukum yang berlaku di seluruh

wilayah Republk Indonesia haruslah dinyatakan bahwa H. Nofi Candra,

S.E., secara sah menurut hukum baik de facto maupun de jure adalah

pemilik atas sebidang tanah seluas 2.732 meter persegi yang terletak di

Jalan Sudirman Kota Solok, sebagaimana dimaksud dan bunyi serta

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id

Telp : 021-384 3348 (ext.318)

Halaman 46

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id kekuatan hukum yang menyertai dalam

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

kekuatan hukum yang menyertai dalam Sertifkat Hak Milik Nomor 1796/

Kelurahan Kampung Jawa tanggal 27 Juni 2012 yang diterbitkan oleh

Badan Pertanahan Nasional Kota Solok;

Alat bukti:

Sertifikat Hak Milik (lengkap);

Surat Ukur (lengkap);

11. Bahwa para Tergugat tidak ada melakukan sesuatu kesalahan dan

melakukan perbuatan melawan hukum dalam perkara ini;

12. Bahwa Tergugat VIII adalah pembeli beritikat baik dan berdasarkan undang-

undang pembeli beritikat baik haruslah dilindungi oleh undang-undang,

Tergugat VIII juga tidak melakukan perbuatan melawan hukum dan mohon

diberikan perlindungan secara hukum yang berlaku;

13. Bahwa berdasarkan uraian Tergugat VIII di atas maka permohonan para

Penggugat meminta untuk diletakan sita jaminan atas objek perkara adalah

tidak beralasan hukum yang kuat oleh karena itu permintaan sita janiman

tersebut haruslah ditolak;

Berdasarkan kepada uraian dan fakta hukum yang dikemukanan Tergugat

VIII di atas, maka objek perkara adalah asset Pemerintah Kabupaten Solok/

milik daerah Kabupaten Solok sehingga para Penggugat tidak berhak atas

objek perkara, dan seluruh perbuatan hukum para Tergugat dan Tergugat

VIII atas objek perkara dan penghapusan objek perkara dari milik daerah

telah sesuai yang diatur oleh undang-undang yang berlaku, sehingga tidak

merupakan perbuatan melawan hukum

Dengan demikian Tergugat VIII bermohon kepada Yang Mulia Ketua

dan Majelis Hakim untuk memberikan putusan dalam perkara ini sebagai

berikut:

Dalam Eksepsi

Menerima eksepsi Tergugat VIII seluruhnya;

Menyatakan Pengadilan Negeri Solok tidak berwenang mengadili

perkara;

Menyatakan gugatan para Penggugat tidak dapat diterima;

Dalam Pokok Perkara

Menolak gugatan para Penggugat seluruhnya;

Halaman 47 dari