Anda di halaman 1dari 18
sebagai FILSAFAT dan IDEOLOGI NASIONAL

sebagai FILSAFAT dan IDEOLOGI NASIONAL

sebagai FILSAFAT dan IDEOLOGI NASIONAL
Filsafat artinya cinta dan kebijakan atau hakikat kebenaran. Berfilsafat berarti berpikir secara dalam-dalamnya
Filsafat artinya cinta dan kebijakan atau hakikat kebenaran. Berfilsafat berarti berpikir secara dalam-dalamnya
Filsafat artinya cinta dan kebijakan atau hakikat kebenaran. Berfilsafat berarti berpikir secara dalam-dalamnya

Filsafat artinya cinta dan kebijakan atau hakikat kebenaran.

Berfilsafat berarti berpikir secara dalam-dalamnya (merenung) terhadap sesuatu secara metodik, sistematis, menyeluruh, dan universal untuk mencari hakikat sesuatu.

dalam arti proses Filsafat dalam arti produk sebagai ilmu sebagai pandangan hidup arti teoritis arti
dalam arti proses
Filsafat
dalam arti produk
sebagai ilmu
sebagai pandangan hidup
arti teoritis
arti praktis
Aliran filsafat terbentuk atas beberapa ajaran filsafat dan berbagai tokoh dari berbagai zaman. Tegasnya, perbedaan

Aliran filsafat terbentuk atas beberapa ajaran filsafat dan berbagai tokoh dari berbagai zaman. Tegasnya, perbedaan aliran bukan ditentukan oleh tempat dan waktu lahirnya filsafat, melainkan oleh watak isi dan nilai ajarannya.

Suatu sistem filsafat sedikitnya mengajarkan tentang sumber dan hakikat, realitas, filsafat hidup, dan tata nilai (etika), termasuk teori pengetahuan manusia dan logika.

Dan sebaliknya filsafat yang mengajarkan hanya sebagian kehidupan (sektoral, fragmentaris) tak dapat disebut sistem filsafat, melainkan hanya ajaran filosofis seorang ahli filsafat

h

h

Aliran Materialisme

Aliran Idealisme/ Spiritualisme

Aliran Realisme

mengajarkan hakikat realitas kesemestaan, termasuk makhluk hidup, manusia, ialah materi. Semua realitas itu ditentukan oleh materi dan terikat pada hukum alam, yaitu hukum sebab akibat yang bersifat objektif.

ide

manusia

mengajarkan

yang menetukan hidup dan pengertian

manusia.

menggambarkan bahwa kedua aliran di atas, materialisme dan idealisme yang bertentangan

itu, tidak sesuai dengan kenyataan.

Sesungguhnya, realitas kesemestaan, terutama kehidupan bukanlah benda semata-mata. Realitas itu adalah paduan benda (materi dan

jasmani) dengan yang nonmateri (spiritual,

jiwa, dan rohaniah).

bahwa

atau

spirit

Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa, berarti bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila itu dijadikan dasar

Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa, berarti bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila itu dijadikan dasar dan pedoman dalam mengatur sikap dan tingkat laku manusia Indonesia dalam hubungannya dengan Tuhan, masyarakat, dan alam semesta. Pancasila sebagai dasar negara, ini berarti bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila itu dijadikan dasar dan pedoman dalam

mengatur tata kehidupan bernegara seperti yang diatur oleh UUD

1945.

Filsafat Pancasila yang abstrak tercermin dalam pembukaan UUD 1945 yang merupakan uraian terinci dari proklamasi 17

Agustus 1945 yang dijiwai Pancasila.

UUD menciptakan pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam pembukaan UUD 1945 pada pasal-pasalnya. Hal ini berarti, pasal- pasal dalam batang tubuh UUD 1945 menjelmakan pokok-pokok

pikiran yang terkandung dalam pembukaan UUD 1945 sebagai

perwujudan dari jiwa Pancasila.

kritis dan rasional tentang Pancasila sebagai kenyataan budaya bangsa, dengan tujuan Filsafat Pancasila dapat
kritis dan rasional tentang Pancasila sebagai kenyataan budaya bangsa, dengan tujuan
kritis dan rasional tentang
Pancasila sebagai
kenyataan
budaya
bangsa,
dengan
tujuan

Filsafat Pancasila dapat didefinisikan secara ringkas sebagai refleksi

dasar negara dan

mendapatkan

pokok-pokok pengertiannya secara mendasar danb menyeluruh.

untuk

Wawasan filsafat meliputi bidang-bidang sebagai berikut.

Aspek Ontologi Ontologi adalah bidang yang menyelidiki makna yang ada

(eksistensi dan keberadaan), sumber ada, jenis ada, dan hakikat

ada, termaksud ada alam, manusia, metafisika, dan kesemestaan dan kosmologi.

Aspek Epistemologi

Epistemologi dapat disebut ilmu tentang ilmu atau teori terjadinya ilmu atau science of science atau wissenschalftslehre. Kajian epistemologi filsafat Pancasila dimaksudkan sebagai upaya untuk

mencari hakekat Pancasila sebagai suatu sistem pengetahuan.

Aspek Aksiologi

Aksiologi merupakan bidang yang menyelidiki makna nilai, sumber

nilai, jenis nilai, tingkatan nilai, dan hakikat nilai, termasuk estetika, etika, ketuhanan, dan agama.

a. Hubungan Vertikal Hubungan vertikal adalah hubungan dengan Tuhan Yang Maha Kuasa, sebagai penjelmaan dari

a. Hubungan Vertikal

Hubungan vertikal adalah hubungan dengan Tuhan Yang Maha

Kuasa, sebagai penjelmaan dari nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa.

b. Hubungan Horizontal Hubungan horizontal adalah hubungan manusia dengan sesamanya baik dalam fungsinya sebagai warga masyarakat, warga bangsa, dan warga negara.

c. Hubungan Alamiah Hubungan alamiah adalah hubungan manusia dengan alam

sekitar yang meliputi hewan, tumbuh-tumbuhan dan alam

dengan segala kekayaannya.

Ideologi secara umum adalah suatu kumpulan gagasan, ide, keyakinan, serta kepercayaan yang bersifat sistematis yang
Ideologi secara umum adalah suatu kumpulan gagasan, ide, keyakinan, serta kepercayaan yang bersifat sistematis yang

Ideologi secara umum adalah suatu kumpulan gagasan, ide, keyakinan, serta kepercayaan yang bersifat sistematis yang mengarahkan tingkah laku seseorang dalam berbagai bidang kehidupan.

tingkah laku seseorang dalam berbagai bidang kehidupan. Ideologi negara dalam arti cita-cita negara memiliki

Ideologi negara dalam arti cita-cita negara memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

a. Mempunyai derajat yang tinggi sebagai nilai hidup kebangsaan dan kenegaraan.

b. Mewujudkan satu asas kerohanian pandangan dunia, pandangan hidup

yang harus dipelihara, dikembangkan, diamalkan, dilestarikan kepada

generasi penerus bangsa, diperjuangkan dan dipertahankan.

Sebagai ideologi, Pancasila sifatnya harus terbuka, luwes dan fleksibel dan tidak tertutup, kaku yang akan

Sebagai ideologi, Pancasila sifatnya harus terbuka, luwes dan fleksibel dan tidak tertutup, kaku yang akan membuatnya

ketinggalan zaman.

Sebagai ideologi terbuka, Pancasila memiliki tiga dimensi.

Dimensi Realita, bahwa nilai-nilai dasar yang terkandung di dalam ideololgi tersebut secara nyata hidup di dalam serta

bersumber dari budaya dan pengalaman sejarah masyarakat dan

atau bangsanya.

Dimensi Idealisme, bahwa nilai-nilai dasar ideologi tersebut mengandung idealisme yang memeberi harapan tentang masa depan yang lebih baik melalui pengalaman dalam praktik kehidupan bersama sehari-hari.

Dimensi Fleksibilitas, yaitu ideologi tersebut memiliki keluwesan yang memungkinkan dan merangsang pengembangan pemikiran baru yang relevan dengan ideologi

bersangkutan tanpa menghilangkan atau mengingkari jati diri

yang terkandung dalam nilai-nilai dasarnya.

Ideologi Aspek Liberalisme Komunisme Sosialisme Pancasila Politik-Hukum Demokrasi Liberal Demokrasi

Ideologi Aspek

Liberalisme

Komunisme

Sosialisme

Pancasila

Politik-Hukum

Demokrasi Liberal

Demokrasi rakyat

Demokrasi

untuk

Demokrasi

Dalam

politik

Hukum

untuk

kolektivitas

Pancasila

mementingkan

melanggengkan

Masyarakat

sama

Hukumuntuk

individu

komunitas

dengan negara

menjunjung tinggi

 

keadilan

Ekonomi

Peran negara kecil Swasta mendominasi

Peran

negara

Peran

negara

ada

Peran negara ada untuk tidak terjadi monopoli

dominan Monopoli negara

untuk pemerataan

Agama

Agama

urusan

Agama

dijauhkan

Agama

harus

Bebas memilih

pribadi Bebas beragama

dari masyarakat Atheis

mendorong

salah satu agama Agama harus menjiwai agama dalam kehidupan bermasyarakat

berkembangnya

 

kebersamaan

Pandangan

Individu

penting

Individu

tidak

Masyarakat

lebih

Individu

diakui

terhadap

Individu

daripada

penting

penting

daripada

keberadaannya

Masyarakat

masyarakat

indidu.

Ciri Khas

Penghargaan

atas

Hukum

untuk

Kebersamaan,

Keselarasan,

demokrasi

melindungi

akomodasi,

jalan

keseimbangan,

 

individu

tengah

dan

keselarasan

 

dalam

aspek

kehidu an

Pancasila lebih baik dari ideologi bangsa lain, maka diuraikan prinsip ideologi bangsa lain yang cukup

Pancasila lebih baik dari ideologi bangsa lain, maka diuraikan prinsip ideologi bangsa lain yang cukup terkenal di dunia, yaitu.

Ideologi Liberalisme Liberalisme adalah faham atau ajaran yang lebih mengutamakan kebebasan, khususnya kebebasan pribadi dengan alasan setiap orang dilahirkan bebas merdeka.

Ideologi Komunisme

Dalam ideologi komunisme lebih mementiingkan kepentingan komunal atau umum. Sangat mementingkan kepentingan

umum walau harus mengorbankan hak-hak pribadi

manusia/warga negara. Kekurangan faham ini adalah tidak

menghormati hak-hak asasi pribadi manusia.

Keunggulan ideologi Pancasila dalam Kehidupan Berbangsa

dan Bernegara

1).

Dalam kehidupan beragama

Dalam negara Pancasila dihormati dan dikembangkan kehidupan

beragama sebaik-baiknya, bahkan memiliki lembaga resmi Departemen

Agama yang bertugas membina dan mengembangkan kehidupan agama dengan sebaik-baiknya.

2).

Dalam kehidupan sosial budaya

Berdasarkan pola hubungan sosial yang berdasarkan kemanusiaan adil dan beradab, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, persatuan kesatuan bangsa, menjaga keseimbangan hak dan kewajiban.

3).

Dalam kehidupan politik

Politik berdasarkan demokrasi Pancasila ialah demokrasi/kerakyatan

yang dijiwai oleh sila-sila Pancasila yang utuh.

4).

Dalam kehidupan ekonomi

Kehidupan ekonomi berdasarkan prinsip Pancasila bertujuan untukmewujudkan keadilan (pemerataan kesejahteraa) sosial bagi

seluruh rakyat Indonesia.

Pancasila sebagai dasra negara RI berarti Pancasila itu dijadikan dasar dalam berdirinya NKRI dan mengatur
Pancasila sebagai dasra negara RI berarti Pancasila itu dijadikan dasar dalam berdirinya NKRI dan mengatur

Pancasila sebagai dasra negara RI berarti Pancasila itu dijadikan dasar dalam berdirinya NKRI dan mengatur penyelenggaraan pemerintahan negara. Pancasila dalam pengertian ini sering disebut sebagai dasar Falsafah Negara, Philosofische Grondslag dari Negara, Ideologi Negara,

Staatsidee. Rumusan Pancasila sebagai Dasar Negara RI yang sah

tercantum dalam Pembukaan Undang-undangDasar 1945 alinea keempat :

disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu

Undang-undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia, yang berkedaulatan rakyat dengan

berdasarkan kepada Ketuhanan yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil

dan beradab, Persatuan Indonesia, dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

maka

Bila dilihat dalam konteks Indonesia maka Identitas Nasional itu merupakan manifestasi nilai-nilai budaya yang tumbuh

Bila dilihat dalam konteks Indonesia maka Identitas Nasional itu merupakan manifestasi nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang dalam berbagai aspek kehidupan dari ratusan suku yang dihimpun” dalam satu kesatuan Indonesia menjadi kebudayaan nasional dengan acuan Pancasila dan roh Bhinneka Tunggal Ika” sebagai dasar dan arah pengembangannya.

Unsur-unsur Identitas Nasional :

1). Suku bangsa, adalah golongan sosial yang khusus yang bersifat

askriptif (ada sejak lahir), yang sama coraknya dengan golongan umur dan jenis kelamin.

2). Agama, bangsa Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang agamis.

3). Kebudayaan, adalah pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang isinya adalah perangkat-perangkat atau model-model pengetahuan yang secara kolektif digunakan oleh pendukung- pendukungnya untuk menafsirkan dan memahami lingkungan yang dihadapi dan digunakan sebagai rujukan atau pedoman untuk

bertindak.

4). Bahasa, merupakan unsur pendukung identitas nasional yang lain.

Dari unsur-unsur Identitas Nasional tersebut di atas dapat dirumuskan

pembagiannya antara lain sebagai berikut:

Identitas Fundamental : nilai-nilai dasar kehidupan bagi bangsa Indonesia yang membedakannya dengan bangsa-bangsa lain di dunia, yaitu Pancasila yang merupakanFalsafah Bangsa, Dasar Negara dan Ideologi Negara.

Identitas Instrumental : merupakan kesepakatan bersama yang dapat menyatukan bangsa Indonesia, seperti UUD 1945 dan Tata Perundangannya, Bahasa Indonesia, Lambang Negara, Bendera Negara,

Lagu Kebangsaan Indonesia Raya.

Identitas Alamiah : merupakan identitas alami yang melekat di negara Indonesia.

Identitas Kultural

Identiatas Politik : politik Indonesia adalah negara demokrasi Pancasila.

Identitas Sosial Ekonomi : perekonomian bangsa Indonesia adalah ekonomi yang bersifat kerakyatan.

Faktor-faktor Pendukung Kelahiran Identitas Nasional

1). Faktor objektif, yang meliputi faktor geografis-ekologis dan demografis.

2).

Faktor subjektif, yaitu faktor historis, sosial, polotik, dan kebudayaan yang dimiliki bangsa Indonesia (Suryo, 2002).

Pancasila sebagai Kepribadian dan Identitas Nasional

Bangsa Indonesia sebagai salah satu bangsa dari masyarakat internasional, memiliki sejarah serta prinsip dalam hidupnya yang berbeda dengan

bangsa-bangsa lain di dunia. Tatkala bangsa Indonesia berkembang menuju

fase nasionalisme, diletakkanlah prinsip-prinsip dasar filsafat sebagai suatu asas dalam hidup berbangsa dan bernegara. Kepribadian, jati diri, serta

identitas nasional Indonesia yang terumuskan dalam filsafat Pancasilan harus dilacak dan dipahami melalui sejarah terbentuknya bangsa Indonesia.

Nasionalisme bukan saja dapat dipandang sebagai sikap untuk siap

mengorbankan jiwa raga guna mempertahankan negara dan kedaulatan nasional, tetapi juga bermakna sikap kritis untuk memberi kontribusi positif terhadap segala aspek pembangunan nasional.