Anda di halaman 1dari 3

Skema Obstruksi Hidung

OBSTRUKSI

Diagnosa Anatomi

Hidung

Diagnosa Patologi

Sinus Paranasal

Radang

Nasofaring

Corpus Alienum

Trauma

Neoplasma

Jinak
Infeksi

Non-Infeksi
Ganas
Akut

Spesifik

Kronis

Non-Spesifik

1. Menyingkirkan diagnosa anatomi :


Nasofaring : Nasoaring merupakan ruangan yang menghubungkan antara cavum nasi dan faring,
gejala khas yang timbul apabila ada keluhan pada nasofaring adalah adanya secret atau cairan
yang akan menetes sampai ke tenggorokan, hal ini dikarenakan letak nasofaring yang berada
diposterior. Pada pasien ini tidak ada keluhan serupa sehingga diagnosa Nasofaring dapat
disingkirkan.
Sinus Paranasal : Sinus paranasal adalah hasil pneumatisasi tulang-tulang kepala, sehingga
terbentuk rongga di dalam tulang. Ada empat pasang sinus paranasal yaitu sinus maksila, sinus
frontal, sinus etmoid dan sinus sfenoid kanan dan kiri. Semua sinus mempunyai muara ke rongga
hidung, fungsi sinus paranasal adalah sebagai pengatur kondisi udara, penahan suhu,
keseimbangan kepala, dan resonansi udara. Keluhan khas yang timbul pada sinusitis adalah nyeri
pada masing2 lokasi sinus, bau pada hidung dan juga nyeri kepala. Namun pada pasien ini tidak
ada keluhan tersebut sehingga diagnosa sinus paranasal dapat disingkirkan.
Hidung : Hidung memiliki fungsi utama sebagai organ penyaring dan pengambil udara dari
lingkungan dan masuk ke dalam faring sehingga mampu mencapai paru paru. Keluhan sumbatan
pada hidung adalah keluhan yang sering terjadi, selain sumbatan pada hidung ciri khas kelainan
pada hidung adalah adanya secret yang keluar dari lubang hidung dan pembesaran konka,
keluhan tersebut sesuai dengan keluhan pasien ini.
Sehingga dapat disimpulkan diagnosa anatomi pasien ini adalah hidung

2. Menyingkirkan diagnosa patologi pada hidung


Neoplasma : Keluhan khas yang menyertai keluhan sumbatan pada neoplasma adalah adanya
penurunan berat badan yang signifikan, pembesaran kelenjar getah bening dan epitaksis anterior.
Selain itu pada pemeriksaan rhinoskopi anterior juga akan ditemukan pertumbuhan masa. Namun
keluhan tersebut tidak ditemukan pada pasien tersebut sehingga diagnose neoplasma dapat
disingkirkan.
Trauma : pada trauma hidung baik hidung luar maupun dalam selain sumbatan keluhan yang
paling khas adalah ditemukannya darah akibat trauma tersebut, namun keluhan tersebut tidak ada
pada pasien ini sehingga keluhan trauma dapat disingkirkan.
Corpus alineum : corpus alineum khas terjadi pada anak-anak kurang dari 10 tahun, pada orang
dewasa jarang terjadi. Gejala yang khas biasanya adalah sumbatan pada hidung yang berbau,
pada pemeriksaan khas ditemukan adanya sumbatan karena benda asing. namun keluhan tersebut
tidak ada pada pasien ini sehingga keluhan corpus alineum dapat disingkirkan.

Radang : - Infeksi : Penyakit radang karena infeksi pada hidung seperti rhinitis akut, rhinitis
kronis. Gejala yang khas adalah gejala sistemik seperti demam dan
malaise. Selain itu keluhan pada hidung warna dari secret yang ditemukan
biasanya kuning atau kuning kehijauan. Dari hasil pemeriksaan biasanya
ditemukan pembesaran konka yang hiperemis. Namun pada pasien ini
tidak ada gejala sistemik, secret mukoid dan pembesaran konka berwarna
livid/pucat sehingga diagnose radang karena infeksi seperti rhinitis akut
dan kronis dapat disingkirkan.
-

Non-infeksi : Penyakit radang non-infeksi pada hidung adalah rhinitis


alergi dan rhinitis vasomotor, keduanya memiliki gejala yang mirip
perbedaan yang khas pada rhinitis alergi memiliki riwayat alergi tertentu
dan gejala biasanya timbul apabila terpapar oleh allergen. Pada
pemeriksaan rhinoskopi anterior hipertrofi konka pada rhinitis vasomotor
hiperemis sedangkan pada rhinitis alergi livid. Dari keluhan tersebut
keluhan yang sesuai dengan pasien adalah keluhan pada rhinitis alergi.