Anda di halaman 1dari 19

FILSAFAT DAN ILMU

PENGETAHUAN
Kuliah 2 Magister Kesehatan Masyarakat
UNMUHA

DEFENISI FILSAFAT
1.

2.

3.

PLATO (427-347 SM) Filsafat adalah ilmu pengetahuan


yang berminat untuk mencapai kebenaran yang asli
artinya kebenaran yang telah dibuktikan secara nyata.
ARISTOTELES (384-322 SM) Filsafat adalah ilmu
pengetahuan yang meliputi kebenaran di dalamnya
ilmu-ilmu metafisika, logika, retorika, etika, ekonomi,
politik, estetika.
Marcus Tullius Ciero (106-43 SM) filsafat adalah
pengetahuan tentang sesuatu yang maha agung dan
usaha untuk mEncapainya.

4.

5.

6.

7.

DESKARTES (1596-1650 M) Filsafat adalah


kumpulan dari segala pengetahuan dimana
Tuhan, alam dan manusia sebagai bidang
penelitian (cogito ego sum)
IMMANUEL KANT (1724-1804 M) Filsafat
adalah ilmu pengetahuan yang menjadi pangkal
pokok dari segala pengetahuan.
AL FARABI (950 M) Filsafat adalah pengetahuan
tentang alam maujud bagaimana hakikat yang
sebenarnya
Fuad Hasan filsafat suatu ikhtiar untuk berpikir
radikal dimuli dari gejala kemudian hal yang
akan dipemasalahkan.

P E R I O D E I S A S I F I L S A FAT D A N I L M U
H I S T O R Y

1.

2.

A N D

P H I L O S O P H Y

O F

S C I E N C E

L . W. H .

H U L L

( 1 9 5 0 )

Filsafat Yunani (6 SM) Thales, Anaximandros,


Anaximenes-air-ikan-manusia dan bumi di atas
air.
Kelahiran Isa Al Masih (0-6 M) Gereja,
pastur dan raja (pembatasan berfikir oleh raja
dan gereja sebagai sumber kebenaran)

3. Kejayaan Islam (6-13 M) Imam Mazhab


hukum, Al farabi astronomi dan matematika,
Ibnu Sina kedokteran, Ibnu Khaldun sosiologi,
Anzahel peredaran planet, Al-kindi, Harun Al
Rasyid, Abubacer, dll.
4. Kebangkitan Eropa (12-17 M) mundurnya
Islam
a.
b.
c.

d.

Terjemahkan buku2 Islam oleh Uskup Raymund di


Toledo (1130-1150 M),
Dante menulis Divina Comedia terinspirasi dari
isra miraj Rasullullah SAW.
Universitas Paris buku teks Organon karya
Aristoteles dari bahasa arab oleh John Salisbury
(1182).
Kaisar Frederick II di Sicilia mentejemahkan
semua buku2 muslim oleh Michael Scot.

5. Aufklarung atau filsafat Modern (17-20


M)
a)

b)
c)

Kristen sebagai sumber kebenaran mengalami


kehancuran, umat islam juga mengalami
kemunduran.
Mulai muncul pemikiran Yunani kembali
(rasionalitas, empirisme, dan kritisme)
Peradaban Eropa bangkit melampaui dunia islam.
Masa ini juga memunculkan intelektual Gerard Van
Cromona yang menyalin buku Ibnu Sina, The
canon of medicine, Fransiscan Roger Bacon, yang
menganut aliran pemikiran empirisme dan realisme
berusaha menentang berbagai kebijakan gereja
dan penguasa pada waktu itu. Dalam hal ini Galileo
dan Copernicus juga mengalami penindasan dari
penguasa. Masa ini juga menyebabkan perpecahan
dalam agama Kristen, yaitu Kristen Katolik dan
Protestan

d.

e.

Pada masa ini banyak muncul para ilmuwan seperti


Newton dengan teori gravitasinya, John Locke yang
menghembuskan perlawanan kepada pihak gereja
dengan mengemukakan bahwa manusia bebas untuk
berbicara, bebas mengeluarkan pendapat, hak untuk
hidup, hak untuk merdeka, serta hak berfikir. Hal
serupa juga dilakuklan ole J.J .Rousseau mengecam
penguasa dalam bukunya yang berjudul Social
Contact.
Hal berbeda terjadi didunai Islam, pada masa ini
umat Islam tertatih untuk bangkit dari keterpurukan
spiritual. Intelektual Islam yang gigih menyeru umat
Islam untuk kembali pada ajaran al-Quran dan Hadis.
Pada masa krisis moral dan peradaban muncul
ilmuwan lainnya yaitu Muhammad Abduh.
Muhammad Abduh berusaha membangkitkan umat
Islam untuk menggunakan akalnya. Ia berusaha
mengikis habis taklid.

ALIRAN FILSAFAT
1. ALIRAN RASIONALITAS
Itulah cogito ergo sum, aku berpikir ( menyadari)
maka aku ada. Mengapa kebenaran itu pasti? Sebab
aku mengerti itu dengan jelas, dan terpilah-pilah
clearly and distinctly, clara et distincta. Descartes
adalah pelopor kaum rasionalis, yaitu mereka yang
percaya bahwa dasar semua pengetahuan ada dalam
pikiran.

2. A LIRAN EMPIRISME
David Hume (1711-1776), yang memilih
pengalaman sebagai sumber utama
pengetahuan. Pengalaman itu dapat yang
bersifat lahirilah (yang menyangkut dunia),
maupun yang batiniah (yang menyangkut
pribadi manusia). Oleh karena itu pengenalan
inderawi merupakan bentuk pengenalan yang
paling jelas dan sempurna

3. ALIRAN KRITISIME
Imanuel Kant (1724-1804) mencoba mengembangkan suatu
sintesis atas dua pendekatan yang bertentangan ini. Kant
berpendapat bahwa masing-masing pendekatan benar
separuh, dan salah separuh. Benarlah bahwa pengetahuan
kita tentang dunia berasal dari indera kita, namun dalam
akal kita ada faktor-faktor yang menentukan bagaimana
kita memandang dunia sekitar kita. Ada kondisi-kondisi
tertentu dalam manusia yang ikut menentukan konsepsi
manusia tentang dunia. Kant setuju dengan Hume bahwa
kita tidak mengetahui secara pasti seperti apa dunia itu
sendiri (das Ding an sich), namun hanya dunia itu
seperti tampak bagiku, atau bagi semua orang.

Namun, menurut Kant, ada dua unsur yang


memberi sumbangan kepada pengetahuan
manusia tentang dunia. Yang pertama adalah
kondisi-kondisi lahirilah ruang dan waktu yang
tidak dapat kita ketahui sebelum kita
menangkapnya dengan indera kita.Ruang dan
waktu adalah cara pandang dan bukan atribut
dari dunia fisik. Itu materi pengetahuan. Yang
kedua adalah kondisi-kondisi batiniah dalam
manusia mengenai proses-proses yang tunduk
kepada hukum kausalitas yang tak
terpatahkan. Ini bentuk pengetahuan.

P E M B A G I A N F I L S A FAT I L M U
1.ONTOLOGI

pembahasan tentang bagaimana cara memandang


apa hakekat sesuatu itu, apakah dipahami sebagai
sesuatu yang tunggal dan bisa dipisah dari
sesuatu yang lain atau bernuansa jamak, terikat
dengan sesuatu yang lain, sehingga harus
dipahami sebagai suatu kebulatan (holistik).

2. EPISTEMOLOGI
pembahasan tentang bagaimana cara memperoleh
kebenaran ilmu pengetahuan. Bagaimana tatacara
memperoleh kebenaran ilmu pengetahuan ini
dipengaruhi oleh ontologi yang dipilihnya. Bila
ontologi memahami sesuatu adalah tunggal, maka
cara memperoleh kebenaranya dengan
menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Akan
tetapi bila ontologinya memahami sesuatu secara
jamak, maka digunakan jenis penelitian kualitatif.

3.AKSIOLOGI

pembahasan tentang bentuk ilmu yang


dihasilkan dari penelitian. Inipun
dipengaruhi oleh ontologi yang digunakan.
Ontologi yang memahami sesuatu itu
tunggal, penelitianya jenis kuantitatif,
maka ilmu yng dibentuknya disebut
nomotetik dan bebas nilai (value free),
sedangkan ontologi yang memahami
sesuatu itu jamak dan penelitiannya jenis
kualitatif, maka ilmu yang dihasilkan
disebut idiografik dan bermuatan nilai
(value bound).

Pembahasan ontologi,
epistemologi dan aksiologi
dikaitkan dengan logika yang
digunakan untuk pembuktian, baik
mengenai kenyataan, kebenaran
dan tingkat kepastian, dapat
dikelompokkan menjadi dua aliran
filsafat ilmu yaitu emperisme dan
rasionalisme/realisme.

1. FILSAFAT
EMPERISME
menghendaki kebenaran terbatas pada
emperik sensual atau indrawi,
memunculkan logika positivistik,
sedangkan filsafat
resionalisme/realisme menghendaki
kebenaran emperik logik, etik dan
transendental/metafisik, memunculkan
logika phenomenologik.

2. LOGIKA POSITIVISTIK
1.menghendaki perencanaan riset yang ketat,
rinci, terukur, terkontrol dan penetapan
data yang konkrit yang teramati,
memunculkan jenis penelitian kuantitatif.
2.Logika phenomenologik menghendaki
perencanaan riset yang longgar dan luwes,
sebab data yang dicari tidak pasti, sangat
tergantung pada fenomena yang dijadikan
sasaran risetnya, memunculkan jenis
penelitian kualitatif.

Filsafat

Pengetahuan

Ilmu Pengetahuan

Mencoba merumuskan
pertanyaan atas jawaban.
Mencari prinsip-prinsip
umum, tidak membatasi segi
pandangannya bahkan
cenderung memandang segala
sesuatu secara umum dan
keseluruhan.

Yang dipelajari terbatas


karena hanya sekedar
kemampuan yang ada
dalam diri kita untuk
mengetahui sesuatu hal.

Cenderung kepada hal


yang dipelajari dari
sebuah buku panduan.

Keseluruhan yang ada

Objek penelitian yang


terbatas

Menilai objek renungan


dengan suatu makna.
Misalkan : religi,
kesusilaan, keadilan,
dsb
Bertugas
mengintegrasikan ilmuilmu.

Tidak menilai objek dari


suatu sistem nilai
tertentu.

Ilmu pengetahuan adalah


kajian tentang dunia
material.
Ilmu pengetahuan adalah
definisi eksperimental.

Bertugas memberikan
jawaban

Ilmu Pengetahuan dapat


sampai pada kebenaran
melalui kesimpulan logis
dari pengamatan empiris

FALSIFIABILITAS
Salah satu cara yang digunakan untuk membedakan
antara ilmu dan bukan ilmu adalah konsep
falsifiabilitas. Konsep ini digagas oleh Karl Popper
pada tahun 1919-20 dan kemudian dikembangkan lagi
pada tahun 1960-an. Prinsip dasar dari konsep ini
adalah, sebuah pernyataan ilmiah harus memiliki
metode yang jelas yang dapat digunakan untuk
membantah atau menguji teori tersebut. Misalkan
dengan mendefinisikan kejadian atau fenomena apa
yang tidak mungkin terjadi jika pernyataan ilmiah
tersebut memang benar.