Anda di halaman 1dari 7

Tugas RMK Audit Internal

Documenting Results through


Process Modeling and Workpapers

OLEH KELOMPOK 1
Tahun Ajaran 2015/2016
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Hasanuddin
[Nama-nama Anggota Kelompok]
Muhammad Gladi Reksa

Dhyka Adzani

Mega Syawaluddin

A311 12 294

A311 10 117

A311 12 264

Documenting Results through


Process Modeling
and Workpapers
INTERNAL AUDIT DOCUMENTATION REQUIREMENTS
Auditor Internal menghabiskan sebagian besar waktu mereka meninjau catatan,
melakukan analisis berdasarkan catatan, dan mewawancarai orang-orang di semua tingkatan
dalam perusahaan untuk mendapatakan informasi. Auditor menggunakan semua informasi ini
untuk mengembangkan kesimpulan audit dan membuat rekomendasi yang tepat. Namun,
upaya ini merupakan bernilai kecil kecuali pekerjaan audit didokumentasikan secara teratur
baik untuk mendukung upaya saat ini untuk mengaudit dan memberikan catatan sejarah. Jika
auditor internal tidak mencakup semua prosedur pada akhir penelaahan saat ini, mereka
selalu dapat mengandalkan pada informasi pribadi untuk mengisi beberapa data yang hilang
atau pengamatan selama mengikhtisarkan kesimpulan.
Dokumentasi audit internal mengacu pada laporan audit yang diterbitkan, rencana
aksi, dan bahan-bahan lain yang mendukung laporan, kertas kerja audit, menit kunci,
perangkat audit dengan bantuan komputer dan teknik (CAATTs) material, dan data lain dan
informasi untuk mendukung audit internal . Tentu saja, tidak ada dokumentasi audit internal
harus dipelihara selama-lamanya, dan fungsi audit internal harus menetapkan dan mengikuti
beberapa standar minimum penyimpanan dokumentasi. Sementara negara yang berbeda dan
unit pemerintah mungkin memiliki aturan yang berbeda, aturan untuk penyimpanan dokumen
audit internal adalah US Securities and Exchange Commission (SEC).
SEC mensyaratkan bahwa "catatan disimpan selama tujuh tahun setelah auditor
member kesimpulan audit atau review terhadap laporan keuangan." Untuk audit internal,
periode penyimpanan laporan minimal tujuh tahun setelah laporan audit dikeluarkan. Namun,
fungsi audit internal harus ditetapkan untuk memelihara semua catatan penting dari audit
internal untuk periode penyimpanan selama tujuh tahun.
Bagian berikutnya membahas tiga aspek penting dari dokumentasi audit internal:
pemodelan proses, kertas kerja audit, dan manajemen dokumen. Dokumentasi yang
dihasilkan adalah penting untuk memahami lingkungan pengendalian internal dan untuk
membuat rekomendasi konsultasi terkait jika diperlukan.
Kertas kerja adalah topik utama kedua dari bab ini. Ini adalah dokumen yang
menggambarkan pekerjaan auditor internal dan memberikan dasar dan pemahaman untuk
audit internal. Kami telah pindah dari dokumen kertas cetak dan tulisan tangan ke era dimana
pekerjaan audit diinstal pada computer/laptop, keamanan adalah dokumentasi yang baik dan

prosedur penyimpanan yang sangat penting. Sebuah pemahaman dasar harus berdasarkan
CBOK yang merupakan persyaratan dasar auditor internal.

PROCESS MODELING FOR INTERNAL AUDITORS


Model proses benar-benar suatu bentuk peta untuk membantu menavigasi auditor
internal melalui serangkaian kegiatan yang diamati. Namun, proses pemodelan yang baik
adalah yang menunjukkan bagaimana untuk mendapatkan dari satu titik informasi ke titik
lain. Menampilkan 16.1 menunjukkan sebuah model proses yang sangat sederhana untuk
proses pembuatan produk dimana auditor internal telah diminta untuk meninjau. Berikut
adalah beberapa kelompok perusahaan untuk menerima pesanan masukan atau proses dari
pelanggan dan mengirimkan produk jadi kepada mereka. Namun, untuk menghasilkan output,
ia harus berkoordinasi dengan pemasok, dan harus ada umpan balik sistem pengukuran untuk
mempromosikan perbaikan produk.
Ini adalah jenis bagan yang disederhanakan dimana auditor internal dapat membuat
konsep ketika mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang kegiatan-nya. Dengan
menggunakan tabel ini, auditor internal dapat mengumpulkan informasi lebih rinci, misalnya
sebagai masukan yang spesifik dan kegiatan yang mengubah input menjadi output pemasok
yang memenuhi persyaratan pelanggan, dan sistem umpan balik dan pengukuran yang
dibutuhkan untuk membuat proses kerja .
KERTAS KERJA AUDIT INTERNAL
Kertas kerja adalah catatan yang diselenggarakan oleh auditor mengenai prosedur
audit yang ditempuhnya, pengujian yang dilakukannya, informasi yang diperolehnya, dan
simpulan yang dibuatnya sehubungan dengan auditnya. Kertas kerja merupakan mata rantai
yang menghubungkan catatan akuntansi klien dengan laporan audit yang dihasilkan oleh
auditor. Kertas kerja disiapkan sejak saat auditor pertama kali memulai penugasannya hingga
mengakhiri proyek audit kertas kerja berisi dokumentasi sebagai berikut :
o
o
o
o
o
o

Rencana Audit
Pemeriksaan dan Evaluasi kecukupan, efektivitas sistem control internal
Prosedur prosedur audit, informasi yang diperoleh, dan kesimpulan.
Penelaahan kertas kerja
Laporan Audit
Tindak Lanjut dan Perbaikan

Kertas kerja biasanya harus berisi dokumentasi yang memperlihatkan:

telah dilaksanakannya standar pekerjaan lapangan pertama, yaitu pemeriksaan telah


direncanakan dan disupervisi dengan baik,
telah dilaksanakannya standar pekerjaan lapangan kedua, yaitu pemahaman memadai
atas pengendalian intern telah diperoleh untuk merencanakan audit dan menentukan
sifat, saat, dan lingkup pengujian yang telah dilakukan, dan;

telah dilaksanakannya standar pekerjaan lapangan ketiga, yaitu bukti audit telah
diperoleh, prosedur pemeriksaan telah diterapkan, dan pengujian telah dilaksanakan
yang memberikan bukti kompeten yang cukup sebagai dasar memadai untuk
menyatakan pendapat atas laporan keuangan auditan.

Empat tujuan terpenting pembuatan kertas kerja adalah untuk (1) mendukung
pendapat auditor atas laporan keuangan auditan, (2) menguatkan simpulan-simpulan auditor
dan kompetensi auditnya, (3) mengkoordinasi dan mengorganisasi semua tahap audit, dan (4)
memberikan pedoman dalam audit tahun berikutnya.
Dalam hal audit dilakukan oleh Aparat Pengawasan Internal Pemerintah, maka Kertas
Kerja Audit adalah milik Instansi Pengawasan Internal Pemerintah, bukan milik Satuan Kerja
Auditi/klien atau milik pribadi auditor. Namun, hak pemilikan kertas kerja oleh Instansi
Pengawasan Internal Pemerintah masih tunduk pada pembatasan-pembatasan yang diatur
dalam Kode Etik APIP yang berlaku, untuk menghindarkan penggunaan hal-hal yang bersifat
rahasia oleh auditor dalam hubungannya dengan transaksi Satuan Kerja untuk tujuan yang
tidak semestinya. Pengungkapan informasi yang tercantum dalam kertas kerja kepada pihak
ketiga dibatasi oleh Kode Etik APIP tentang Prinsip Kerahasiaan yaitu Auditor harus
menghargai nilai dan kepemilikan informasi yang diterimanya dan tidak mengungkapkan
informasi tersebut tanpa otorisasi yang memadai, kecuali diharuskan oleh peraturan
perundang-undangan.
Tipe Kertas Kerja dan Pengolaan Kertas Kerja
Ada lima tipe kertas kerja: program audit, working trial balance, ringkasan jurnal
adjustment, skedul utama, dan skedul pendukung. Pelaksanaan standar pekerjaan lapangan
pertama, yang berbunyi Audit harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika digunakan asisten
harus dipimpin dan disupervisi semestinya dapat dicerminkan dari berbagai tipe kertas kerja
yang dihasilkan oleh auditor. Perencanaan audit yang baik akan terlihat dalam tipe kertas.
kerja program audit yang dibuat oleh auditor, sedangkan supervisi terhadap pekerjaan asisten
dapat tercermin dari tanda tangan reviewer yang tercantum pada setiap tipe kertas kerja yang
dihasilkan dalam audit.
Kertas kerja harus diberi indeks untuk memudahkan pencarian informasi yang
tercantum di dalamnya dan untuk memudahkan pengaitan informasi dalam suatu kertas kerja
dengan informasi dalam kertas kerja yang lain.
Setelah auditor menyelesaikan tugas audit, kertas kerja diarsipkan ke dalam dua
macam arsip (1) arsip kini dan (2) arsip permanen. Arsip kini digunakan untuk menyimpan
kertas kerja yang hanya mempunyai manfaat untuk tahun yang diaudit saja, sedangkan arsip
permanen digunakan untuk menyimpan kertas kerja yang mempunyai manfaat lebih dari satu
tahun audit.
FUNGSI KERTAS KERJA

Auditor internal menyiapkan kertas kerja untuk beberapa tujuan yang berbeda:

Untuk mendukung laporan audit. kertas kerja yang instruktur dengan baik
memudahkan pengalihan dari materi yang ditulis selama audit menjadi halaman
halaman laporan audit interim dan final. Disamping itu, auditor internal yang
berpengalaman senantiasa memikirkan laporan akhir disepanjang keseluruhan
pebugasan audit. Hal ini membuat pekerjaan lapangan menjadi relevan dan mengikuti
arah yang benar. Apapun yang tidak layak untuk dilaporkan bisa jadi tidak relevan
untuk ditelaah.
Untuk menyimpan informasi yang telah diperoleh, melalui tanya jawab, penalaahan
instruksi dan arahan, analisis sistem dan proses, pengamatan kondisi, dan
pemeriksaan transaksi.
Untuk mengidentifikasi, mendokumentasikan dan mengumpulkan bukti yang
diperlukan untuk menentukan kondisi yang mengandung kelemahan.
Untuk mendukung pembahasan dengan karyawan operasi. Khususnya apabila
kesimpulan dan rekomendasi audit dipertanyakan, maka kertas kerja dapat menjadi
alat pertahanan.
Untuk memberi dukungan dan bukti untuk masalah kecurangan, tuntutan hukum dan
klaim asuransi.
Untuk menjadi sarana bagi auditor eksternal dalam mengevaluasi pekerjaan audit
internal dan kemudian menggunakannya dalam penilaian mereka sendiri atas sistem
control internal organisasi.
Untuk menjadi latar belakang dan data referensi untuk penelaahan selanjutnya.
Penugasan audit sering kali diulang atau ditindaklanjuti. Kertas kerja yang
professional membuat audit rutin lebih mudah dan lebih efisien.
Untuk membantu memfasilitasi penelaahan rekan sejawat (per review). Makin banyak
organisasi audit internal yang terlibat dalam program control mutu dan evaluasi
mandiri. Baik auditor eksternal atau konsultan perlu mengevaluasi aktivitas audit
internal. Kertas kerja menjadi dasar untuk mengevaluasi program jaminan mutu
departemen audit internal, yang menunujukkan kepatuhan dengan standard.

Setiap kertas kerja umumnya berisi :

Judul deskriptif. Judul harus memuat nama perusahaan, organisasi, atau fungsi yang
diaudit, yang menunujukkan sifat data yang tercantum dalam kertas kerja, dan
menunujukkan tanggal dan periode audit.
Refesensi ke penugasan audit Hal ini mengidentifikasikan nomor referensi dari
penugasan audit.
Tanda silang atau symbol lainnya. tanda silang atau symbol symbol lainnya harus
seragam disepanjang audit. tanda tanda tersebut harus kecil dan ditempatkan dengan
rapi, berguna tapi tidak terlalu mencolok. Tanda tanda tersebut harus dijelaskan di
catatan kaki.
Tanggal pembuatan dan inisial auditor. Tangggal harus menunjukkan kapan kertas
kerja diselesaikan. Inisial auditor harus muncul pada setiap lembar. Lembar terpisah

pada kertas kerja harus berisi daftar semua auditor dan staf lainnya pada penugasan
audit serta inisial mereka.
Nomor referensi kertas kerja. Kertas kerja harus dirujuk pada saat disiapkan dan
dibuat dalam pengelompokkan yang logis. Tidak ada yang lebih mengganggu lagi
bagi auditor maupun penelaah selain kertas kerja dibiarkan tak bernomor dan tak
terkendali.
Sumber sumber data. Sumber sumber data harus jelas diidentifikasikan.

DOKUMENTASI
Kertas kerja harus mengikuti bentuk dan susunan yang konsisten, tidak hanya dalam
penugasan audit tetapi juga pada departemen audit internal. Jadi, kepala audit bagian harus
menetpkan kebijakan mngenai jenis jenis kertas kerja audit yang harus disimpan, sistem
penempatan yang akan digunakan, sistem pemberian indeks yang akan diikuti, dan hal hal
terkait lainnya.
Begitu mereka terbiasa dengan satu format, auditor internal tidak harus berpikir
banyak mengenai susunan kertas kerja, tetapi lebih kepada kebutuhan apa yang akan dicapai.
Kertas kerja bisa mencakup susunan antara lain :

Perencanaan audit dan program audit


Kuesioner induk, bagan alir, daftar pemeriksaan, dan hasil hasil evaluasi control.
catatan wawancara
bagan organisasi, pernyataan kebijakan dan prosedur,serta deskripsi kerja
salinan kontrak kontrak dan perjanjian penting
surat konfirmasi dan representasi
foto, diagram dan tampilan grafis lainnya
uji dan analisis transaksi
hasil hasil prosedur penelaahan analitis
laporan audit dan jawaban manajemen
korespondensi auditor yang relevan

Secara umum auditor internal harus mengupayakan kertas kerja yang rapi, seragam, dapat
dipahami, relevan, ekonomis, lengkap secara wajar, sederhana dan disusun secara logis.
RINGKASAN KERTAS KERJA
Proses pembuatan ringkasan menyediakan pandangan menyeluruh yang objektif.
Ringkasan dapat mengembalikan ingatan ke fakta fakta yang ada. Ringkasan membantu
menempatkan temuan dalam perspektif yang wajar. Ringkasan memfokuskan pada hal yang
penting dan relevan secara tepat. auditor yang secara periodic meringkas temuan mereka,
yang buruk maupun yang baik, memegang kendali atas penugasan audit mereka.
Ringkasan juga bermanfaat dalam menghubungkan kelompok kelompok kertas
kerja yang terkait dengan satu hal tertentu. Ringkasan dapat memberikan alur yang berurutan
dan logis untuk berbagai kertas kerja yang saling terkait dan dapat memfasilitasi penelaahan
atas bagaian bagian tertentu.