Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Negara adalah diartikan sebagai oraganisasi tertinggi di antara suatu
kelompok masyarakat yang mempunyai cita-cita untuk bersatu hidup dalam
daerah tertentu dan mempunyai pemerintahan yang berdaulat.
Pengertian negara maju adalah negara yang rakyatnya memiliki
kesejahteraan atau kualitas hidup tinggi. Sedangkan negara berkembang
adalah negara yang rakyatnya memiliki tingkat kesejahteraan
atau kualitas hidup taraf sedang atau dalam perkembangan.
Namun masih banyak orang-orang menyamakan antara
sebuah negara maju dengan negara berkembang.
Pada saat sekarang ini orang-orang kurang mengetahui tentang perbedaan
antara negara maju dengan negara berkembang serta tidak mengetahui
tentanng ciri-ciri dari sebuah negara maju maupun negara berkembang. Serta
kebanyakan orang-orang tidak mengetahui perbedaan antara sebuah negara
maju dengan negara berkembang.
Hal ini yang melatarbelakangi kami menyusun makalah dengan judul
Perbedaan Negara Maju Dengan Negara Berkembang, untuk mengetahui
pengertian negara maju dan negara berkembang, ciri-ciri negara maju dan
negara berkembang dan perbedaan antara negara maju dengan negara
berkembang. Agar orang-orang dapat mengetahui tentang negara maju dan
negara berkembang tersebut, sehingga tidak terjadi lagi kesalahan dalam
memahami tentang perbedaan negara maju dengan negara berkembang.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, maka dapat
ditentukan rumusan masalah untuk makalah ini adalah :
1. Apa pengertian negara ?
1

2. Apa pengertian negara maju dan negara berkembang ?


3. Bagaimana ciri-ciri negara maju dan negara berkembang ?
4. Bagaimana perbedaan negara maju dan negara berkembang ?
C. Tujuan Penulisan
Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah yang telah diuraikan
diatas, maka dapat diketahui bahwa tujuan penulisan makalah ini adalah:
1. Untuk mengetahui pengertian negara
2. Untuk mengetahui pengertian negara maju dan negara berkembang
3. Untuk mengetahui ciri-ciri negara maju dan negara berkembang
4. Untuk mengetahui perbedaan negara maju dan negara berkembang

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Negara
Negara berbeda dengan bangsa. Jika bangsa merujuk pada kelompok
orang atau persekutuan hidup, sedangkan negara merujuk pada sebuah
organisasi sekelompok orang yang berada di dalamnya. Istilah negara
merupakan terjemahan dari kata bahasa Inggris, state; bahasa Belanda dan
2

Jerman, staat, serta bahasa Prancis, etat. Kata-kata tersebut diambil dari
bahasa Latin, status atau statum, yang berarti keadaan yang tegak serta tetap
atau sesuatu yang memiliki sifat-sifat yang tegak serta tetap. Di Indonesia,
istilah negara berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu nagari atau nagara yang
berarti wilayah atau penguasa.
Secara terminologi, negara diartikan sebagai oraganisasi tertinggi di
antara suatu kelompok masyarakat yang mempunyai cita-cita untuk bersatu
hidup dalam daerah tertentu dan mempunyai pemerintahan yang berdaulat.
Pengertian ini mengandung nilai konstitutif dari sebuah negara yang
menyaratkan adanya unsur dalam sebuah negara yaitu rakyat, wilayah,
kedaulatan dan pengakuan dari negara lain.1
Berikut ini pendapat beberapa pakar kenegaraan berikut ini tentang
negara:
1. Aristoteles
Menurut Aristoteles, negara (polis) adalah suatu persekutuan dari keluarga
dan desa untuk mencapai kehidupan yang sebaik-baiknya.
2. Mac Iver
Negara adalah persembatanan (penarikan) yang bertindak lewat hukum
yang direalisasikan oleh pemerintah yang dilengkapi dengan kekuasaan
untuk memaksa dalam satu kehidupan yang dibatasi secara teritorial
mempertegak syarat-syarat lahir yang umum dari ketertiban sosial.
3. Logeman
Negara adalah organisasi kemasyarakatan yang dengan kekuasaannya
bertujuan untuk mengatur dan mengurus masyarakat tertentu.
4. Ibnu Chaldun
Negara adalah masyarakat yang mempunyai wazi dan mulk (kewibawaan
dan kekuasaan).
5. Max Weber
Negara adalah suatu masyarakat yang memonopoli penggunaan kekerasan
fisik secara sah dalam suatu wilayah).
6. Bellefroid
Negara adalah suatu persekutuan hukum yang menempati suatu wilayah
untuk selama-lamanya dan dilengkapi dengan suatu kekuasaan tertinggi
untuk menyelenggarakan kemakmuran rakyat sebesar-besarnya.
7. Harold J. Laski
1 Sunarto, dkk, Kewarganegaraan, Jakarta: Pusat Perbukuaan
Departemen Pendidikan Nasional, 2004, Hal. 3-4
3

Negara adalah suatu masyarakat yang diintegrasikan karena memiliki


wewenang yang bersifat memaksa dan yang secara sah lebih agung
daripada individu atau kelompok yang merupakan bagian dari masyarakat.
8. J.J. Rousseau
Negara adalah perserikatan dari rakyat bersama-sama yang melindungi dan
mempertahankan hak masing-masing diri dan harta benda anggota-anggota
yang tetap hidup dengan bebas merdeka.
9. Roger H. Soltau
Negara adalah alat atau wewenang yang mengatur atau mengendalikan
persoalan bersama atas nama masyarakat.
10. Krannenburg
Negara adalah suatu organisasi yang timbul karena kehendak dari suatu
golongan atau bangsanya sendiri.2
B. Pengertian Negara Maju dan Negara Berkembang
a. Pengertian negara maju
Pengertian negara maju menurut definisi para ahli mengatakan bahwa
Negara Maju adalah negara yang rakyatnya memiliki kesejahteraan atau
kualitas hidup tinggi.
Negara yang digolongkan sebagai negara maju terdapat
di benua Eropa terutama kawasan Eropa Barat serta Amerika
(Utara) Misalnya Belanda, Perancis, Inggris, Amerika Serikat
dan lain-lain.
Pengertian negara maju menurut W W Rostow adalah negara yang
sudah mencapai tahap konsums tingkat tinggi, ada Tiga macam dikatakan
negara maju.
1) Memperbesar kekuasaan dan pengaruh ke luar negri dan
kecenderungan ini bisa berakhir pada penjajahan terhadap bangsa lain.
2) Menciptakan negara kesejahteraan (welfare state) dengan cara
mengusahakan terciptanga pembagian pendapatan yang lebih merata
melalui sistem pajak yang progresif.
3) Orisentasi konsumsi masyarakat bukan lagi terhadap barang-barang
primer (sandang, pangan dan papan), tetapi lebih kepada barang-barang
dan jasa sekunder dan tersier.

2 Budiyanto, Pendidikan Kewarganegaraan, Jakarta: Erlangga, 2007,


Hal. 8-9
4

Namun secara umum pengertian negara maju adalah negara-negara


industri yang sudah mampu/ berhasil dalam berbagai bidang.3
b. Pengertian negara berkembang
Negara Berkembang adalah negara yang rakyatnya
memiliki tingkat kesejahteraan atau kualitas hidup taraf
sedang atau dalam perkembangan.
Suatu Negara digolongkan sebagai negara berkembang
jika negara tersebut belum dapat mencapai tujuan
pembangunan yang telah ditetapkan atau belum dapat
menyeimbangkan pencapaian pembangunan yang telah
dilakukan. Menurut celso Furtado dari CUBA Negara
Berkembang adalah Negara yang masih terjadi
ketidakseimbangan antara jumlah factor produksi yang
tersedia dengan teknologi yang di terapkan atau di kuasai
sehingga penggunaan modal dan penggunaan tenaga kerja
secara penuh belum maksimal.
Pengertian Negara berkembang menurut para ahli antara
lain sebagai berikut:
1. Menurut Maluyu S.P. Hasibuan
Negara berkembang adalah suatu negara yang struktur
ekonominya belum berkembang sebagaimana yang di
harapkan. Negara berkembang belum mampu
memanfaatkan semua faktor produksi yang di miliki
untuk meningkatkan kemakmuran penduduknya
sehingga tetap dalam kemiskinan dan kemelaratan.
2. Menurut Ragnar Nurkse
Negara berkembang adalah suatu negara yang sedang
membangun jika dibandingkan dengan negara-negara
yang ekonominya yang lebih maju. Negara yang
demikian memiliki sedikit modal di bandingkan dengan
jumlah penduduk dan sumber-sumber alamiahnya.
3. Menurut Harvey Leibenstein
Negara berkembang adalah suatu negara yang sumbersumber ekonomi, penduduk, teknologi dan sebagainya
3 Ahmad Zubaidi & Kaelan, Kewarganegaraan, Jakarta: Paradigma, 2002, hal. 5
5

dapat berubah tetapi pendapatan per kapitanya agak


stabil.
4. Menurut Simon Kuznets
Negara berkembang adalah ketidakmampuan suatu
negara untuk menyediakan tingkat kehidupan yang
layak bagi sebagian besar penduduknya sehingga
menimbulkan kemiskinan dan kemelaratan.
Sedangkan yang digolongkan negara berkembang terdapat di
BenuaAsia, Afrika, dan Amerika Selatan (Latin). Di kawasan Asia terdapat
beberapa negara maju seperti Jepang, Australia, Korea Selatan dan
Selandia Baru.4
C. Ciri-Ciri Negara Maju dan Negara Berkembang
a. Ciri-ciri negara maju
Negara-negara maju di dunia umumnya menempati Benua Amerika
(Utara), Australia, dan Eropa (Barat). Di era globalisasi ini, negara-negara
maju selalu menjaga stabilitas politiknya serta aspek perluasan pasar
dalam hal produk-produk industrinya. Di negara maju selain tetap
berusaha meningkatkan dominasi ekonominya juga tetap meratakan
kesenjangan taraf hidup bagi warganya.
Suatu negara dapat dikatakan sebagai negara maju
apabila memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Pendapatan per kapita penduduk tinggi.
2. Keadaan kuantitas dan kulitas makanan baik.
3. Tingkat pendidikan yang baik.
4. Penduduknya lebih banyak bekerja pada sektor industri daripada
pertanian.
5. Rata-rata usia hidupnya lebih baik dan persentasi buta hurufnya lebih
rendah.
6. Ekonomi ekspornya tidak bergantung pada produk primer.
7. Jumlah penduduk relatif rendah dengan tingkat kelahiran yang rendah.
8. Berorientasi pada perdagangan dalam dan luar negeri.
9. Kemajuan teknologi dan pembangunan ekonomi bergerak cepat.
10. Negara maju lebih lama merasakan kemerdekaan.
11. Memiliki taraf kehidupan yan lebih tinggi.
12. Modal negara melebihi kebutuhan.
Secara umum ciri-ciri negara maju antara lain:
4 Nugroho, Riant, Kebijakan Publik Di Negara-Negara Berkembang, Yogyakarta: 1992, hal 1213

1. Sebagian besar penduduknya bekerja pada sektor industri dan jasa.


Hasil industrinya tidak saja untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri,
akan tetapi juga untuk pemenuhan komoditas ekspor.
2. Sektor pertanian tetap diusahakan walaupun sedikit namun
pengolahannya telah menggunakan alat-alat modern.
3. Sumber daya manusianya berkualitas tinggi, sehingga dapat
menguasai iptek, karena didukung oleh faktor kesehatan dan
pendidikan.
4. pertumbuhan penduduknya rendah, antara 0,1% - 1% pertahun
5. Konsentrasi penduduknya banyak di daerah perkotaan.
6. Angka kelahiran dan angka kematian relatif rendah sedangkan angka
harapan hidup mencapai rata-rata diatas 67,5% pertahun.
7. Tingkat pendidikan penduduknya tinggi sehingga tidak ada penduduk
yang buta huruf.
8. Rata-rata penduduknya telah memperoleh penghasilan yang layak
setiap bulannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, baik pangan,
sandang, dan papan. Sedikit dijumpai penduduk yang miskin.5
b. Ciri-ciri negara berkembang
Ciri-ciri negara berkembang yang dikemukakan oleh beberapa ahli
adalah sebagai berikut:
Adapun ciri-ciri negara berkembang menurut
pendapat Daedjoeni dan M. Todaro, yaitu:
1. Mayoritas penduduknya bermata pencarian di sektor pertanian.
Industri yang ada yakni industri yang berlatar belakang agraris dengan
memanfaatkan hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan.
2. Pengolahan pertanian masih menggunakan alat-alat tradisional,
misalnya cangkul dan bajak sawah dengan tenaga hewan, dan
sebagainya.
3. Tingkat kehidupan yang rendah. Hal ini disebabkan karena tingkat
kesehatan yang rendah, tingkat kematian yang tinggi, usia harapan
hidup yang rendah, dan kondisi rumah yang kurang layak.
4. Pendidikan formal dan nonformal kurang memadai, karena fasilitas
pendidikan yang tidak mencukupi dan belum bisa menjangkau semua
penduduk sehingga masih banyak ditemui penduduk yang buta huruf.
5 Dickenson, dkk, Goegrafi Negara Maju Dan Berkembang, Bandung: graha Pustaka,
1996, hal. 20-24
7

5. Laju pertumbuhan penduduk tinggi bisa menyebabkan terjadinya


ketimpangan dalam hal pelayaran sosial, yang pada akhirnya
menghasilkan sumber daya manusia berkualitas rendah.
6. Belum ada kesetaraan gender. Status pria lebih tinggi daripada wanita,
yang hanya dianggap penduduk kelas dua atau "konco wingking".
7. Angka ketergantungan tinggi, karena penduduk usia tidak produktif
lebih separuh jumlah penduduk.
8. Tingginya tingkat pengangguran, baik pengangguran terbuka maupun
pengangguran terselubung.
9. Ketergantungan terhadap negara maju sangat tinggi, sehingga negara
maju dengan leluasa mendikte negara berkembang dalam mentransfer
teknologi, pemberian bantuan luar negeri, maupun penyaluran modal.
Pada akhirnya negara maju dapat menguasai dan mendominasi
kehidupan sosial ekonomi negara berkambang yang dibantu.
Sedangkan menurut JW. Svhoorl dalam bukunya yang
berjudul Modernisasi, mengemukakan 14 ciri negara berkembang, antara
lain:
1. Tidak cukup makan, dengan batasa kurang dari 2.500 kalori.
2. Struktur agrari lemah karena pembagian tanah milik yang tidak baik,
sehingga seorang petani hanya memiliki tanah yang tidak begitu luas.
3. Industri kurang berkembang, karena kecilnya persentase penduduk
yang bekerja di sektor industri.
4. Tidak banyak menggunakan tenaga mesin dan masih menggunakan
tenaga manusia atau hewan.
5. Ketergantungan ekonomi tinggi, khususnya pada bantuan luar negeri
6. Perkambangan sektor perdagangan dan pelayanan terlalu maju, tidak
seimbang dengan sektor pertanian dan industri.
7. Struktur sosial terbelakang dan belum sesuai dengan masyarakat
modern.
8. Kelas menengah tidak begitu maju sehingga tidak ada yang
memanikan peranan penting dalam perkambangan perekonomian.
9. Pengangguran terbuka dan pengangguran terselubung jumlahnya
besar.
10. Tingkat pengajaran rendah sehingga angka buta huruf masih tinggi.
Selain itu, mutu pengajaran juga rendah karena tidak ada perencanaan
yang baik.
11. Angka kelahiran tinggi.

12. Keadaan kesehatan jelak, ditandai dengan angka kematian yang cukup
tinggi sehingga berpengaruh juga terhadap produksi.
13. Orientasi kepada tradisi dan kepada kelompok.
14. Sikap kerja tidak mengandung cita-cita untuk bekerja secara mantap
dan terus menerus.
Menurut G.M. Meiir dan R.E. Baidwin Dalam bukunya Economic
Development Theory History and Policy, ia mengatakan bahwa ciri-ciri
dari negara berkembang adalah sebagai berikut:
1. Belum memanfaatkan sumber daya alam yang dimilikinya secara
optimal, dan masih menggantungkan pada bantuan negara yang lebih
maju. Hal ini dikarenakan masih terbatasnya sumber daya manusia
dan penguasaan teknologi.
2. Penduduknya masih terbelakang, maksudnya sebagian besar masih
hidup dibawah garis kemiskinan dan juga angka melek hurufnya
masih sedikit.
3. Kekurangan modal dalam melakukan pembangunan negaranya, sering
melakukan hutang luar negeri guna menutup kekurangan modal ini.
4. Mempunyai orientasi pada perdagangan luar negeri, hal ini
dimaksudkan untuk menambah devisa negara tersebut.
5. Sebagai produsen barang-barang primer, maksudnya adalah barangbarang yang masih mentah seperti: kayu gelondongan yang baru
ditebang, belum dibuat bahan jadi ataupun setengah jadi (alat-alat
pertukangan, meubel). Mempunyai masalah dengan pertumbuhan
penduduk yang pesat, namun tidak diimbangi dengan peningkatan
fasilitas untuk kehidupan yang layak (fasilitas kesehatan, pendidikan,
jaminan sosial, lapangan pekerjaan, dan sebagainya).
Secara umum dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri negara berkembang
dapat diidentifikasi sebagai berikut:
1. Pendapatan per kapita penduduk rendah.
2. Masih berada pada tahap pembangunan.
3. Kurangnya tenaga terampil dan ahli.
4. Belum memadainya sarana dan infrastruktur.
5. Penghasilan pegawai yang rendah.
6. Rendahnya kualitas ilmu pengetahuan dan teknologi.
7. Keadaan kuantitas dan kulitas makanan rendah.
8. Tingkat pendidikan yang rendah.
9. Penduduknya lebih banyak bekerja pada sector pertanian dari pada
industri.

10. Sistem pertanian yang diusahakan menelan biaya yang banyak dari
sumber daya manusia, padahal dengan tenaga yang lebih sedikit dapat
dihasilkan produk yang sama besarnya.
11. Luas tanah garapan rata-rata kecil, teknologinya tradisional dan hasil
panen per hektar sedikit.
12. Kelebihan penduduk di pedesaan maupun di kota membawa akibat
yang merugikan terutama mengganggu kesehatan penduduk.
13. Umumnya berada pada daerah tropika.
14. Rata-rata usia hidupnya lebih rendah dan presentasi buta hurufnya
lebih tinggi.6
D. Perbedaan Negara Maju dan Negara Berkembang
Tabel berikut ini akan menggambarkan perbedaan secara lebih jelas
antara negara maju dan berkembang:

Taraf
Kesejahteraa
n Penduduk

Ketersediaan
Fasilitas
Umum
Masalah
Kependuduk
an

Negara Maju
Kesehatan : sarana dan
prasarana kesehatan memadai,
angka kematian penduduk
rendah dan angka harapan hidup
penduduk tinggi.
Pendidikan : tingkat buta huruf
rendah, teknologi dan inovasi
berkembang pesat
Pendapatan : pendapatan per
kapita masyarakatnya di atas
US$10,726 per tahun atau setara
dengan Rp. 8,9 juta per bulan
(kurs 1 dolar = Rp. 10.000
Fasilitas umum sudah baik dan
dirawat dengan baik
Laju pertumbuhan dan
jumlah penduduk : tingkat
pertumbuhan penduduk rendah
dibawah 1% per tahun,
komposisi penduduk didominasi
golongan tua (dewasa)
Angka kemiskinan dan
Tingkat pengangguran :
rendah

Negara Berkembang
Kesehatan : Kualitas
kesehatan masih buruk,
sarana dan prasarana
kurang, angka kematian
penduduk tinggi dan angka
harapan hidup rendah
Pendidikan : masih banyak
penduduk nya yang buta
huruf, teknologi dan inovasi
masih sulit berkembang
Pendapatan : income per
kapita masyarakat di bawah
US$10,726
Fasilitas umum masih belum
baik, belum merata, dan kurang
terawat.
Laju pertumbuhan dan jumlah
penduduk : tergolong tinggi,
jumlah penduduk padat, tingkat
kelahiran tinggi
Angka kemiskinan dan tingkat
pengangguran : tinggi, banyak
lingkungan kumuh

6 Budiyanto, Pendidikan Kewarganegaraan, Jakarta: Erlangga, 2007, hal. 30-35


10

Pengoptimala
n dalam
Pemanfaatan
SDA

Ekspor nya berupa hasil industri


dan jasa. Produk utamanya
adalah barang-barang sekunder
(manufaktur) dan tersier (jasa).

Mata
Pencaharian
Utama
Etos Kerja

Penduduk nya sebagian besar


mata pencahariannya di bidang
industri dan jasa,
Waktu sangat dihargai, pegawai
di ukur atas prestasi bukan
korupsi.

Ekspor lebih banyak berupa


produk primer dari hasil
pertanian sampai pertambangan
karena belum mampu untuk
mengolah SDA secara optimal.
Mata pencaharian Penduduk nya
lebih banyak di sektor pertanian,
pertambangan, perikanan.
Kinerja masih rendah, kurang
menghargai waktu, korupsi
merajalela7

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan uraian dari pembahasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa:
1. Negara adalah diartikan sebagai oraganisasi tertinggi di antara suatu
kelompok masyarakat yang mempunyai cita-cita untuk bersatu hidup
dalam daerah tertentu dan mempunyai pemerintahan yang berdaulat.
2. Negara maju adalah negara yang rakyatnya memiliki kesejahteraan atau
kualitas hidup tinggi. Sedangkan negara berkembang adalah negara
yang rakyatnya memiliki tingkat kesejahteraan atau
kualitas hidup taraf sedang atau dalam perkembangan.
3. Ciri-ciri negara maju yaitu:
a. Pendapatan per kapita penduduk tinggi.
7 Dickenson, dkk, Goegrafi Negara Maju Dan Berkembang, Bandung: graha Pustaka, 1996, hal.
11-12

11

b. Keadaan kuantitas dan kulitas makanan baik.


c. Tingkat pendidikan yang baik.
d. Penduduknya lebih banyak bekerja pada sektor industri daripada
pertanian.
e. Rata-rata usia hidupnya lebih baik dan persentasi buta hurufnya lebih
rendah.
f. Dan masih banyak lagi.
Ciri-ciri negara berkembang yaitu:
a. Pendapatan per kapita penduduk rendah.
b. Masih berada pada tahap pembangunan.
c. Kurangnya tenaga terampil dan ahli.
d. Belum memadainya sarana dan infrastruktur.
e. Penghasilan pegawai yang rendah.
f. Dan masih banyak lagi.
4. Perbedaan negara maju dan negara berkembang dilihat dari segi:
a. Taraf kesejahteraan penduduk.
b. Ketersediaan fasilitas umum.
c. Masalah kependudukan.
d. Pengoptimalan dalam Pemanfaatan SDA.
e. Mata Pencaharian Utama.
f. Etos Kerja.
B. Saran
Adapun saran yang dapat penulis berikan adalah hendaknya kita dapat
memahami serta membedakan antara negara maju dengan negara
berkembang. Agar tidak terjadi kesalahan dalam pemahaman tentang negara
maju dengan negara berkembang. Serta hendaknya kita dapat memahami
pengertian dari sebuah negara maju dan negara berkembang, ciri-ciri dari
negara maju dan negara berkembang dan perbedaan antara negara maju
dengan negara berkembang tersebut. Maka dari itu marilah kita memahami
serta mempelajari perbedaan negara maju dengan negara berkembang.

12

Daftar Pustaka
Sunarto, dkk, IPS Terpadu, Jakarta: Pusat Perbukuan Pendidikan Nasional, 2004.
Zubaidi, Ahmad & Kaelan, Kewarganegaraan, Jakarta: Paradigma, 2002.
Dickenson, dkk, Goegrafi Negara Maju Dan Berkembang, Bandung: graha
Pustaka, 1996.
Nugroho, Riant, Kebijakan Publik Di Negara-Negara Berkembang, Yogyakarta:
1992.
Budiyanto, Pendidikan Kewarganegaraan, Jakarta: Erlangga, 2007.

13