Anda di halaman 1dari 78

Makanan Formula

Nurul Nazahah
Stephanie Yesica

Pengertian Makanan
Formula
Makanan formula sering diidentikkan dengan
makanan untuk bayi. Padahal ada juga
makanan formula untuk orang dewasa, meski
lebih sering disebut makanan diet khusus.
Makanan formula merupakan kombinasi dari
berbagai bahan yang memungkinkan
penambahan kekurangan sesuatu zat gizi
dalam sesuatu bahan dalam bahan lain
sehingga menjadi sesuatu bahan yang
mengandung zat-zat gizi dalam jumlah cukup
sesuai dengan kebutuhan.

Tujuan Makanan Formula :


Untuk mempermudah
masyarakat mendapatkan
asupan makanan secara
menyeluruh.

Syarat Makanan Formula


a. Bernilai gizi tinggi,
b. Bercitarasa baik,
c. Dibuat dengan bahan
makanan
yang mudah didapat
(Bahan

BMC (Bahan Makanan


Campuran)
BMC adalah campuran bahan makanan dalam
perbandingan tertentu, yang kadar zat gizinya tinggi
(Departemen Kesehatan, 1979).
Bahan Makanan Campuran dapat digunakan sebagai
bahan makanan tambahan dalam menghidangkan
makanan yang dikonsumsi sehari-hari, agar
kecukupan zat gizi yang dianjurkan dapat terpenuhi.
Untuk melengkapi kekurangan zat gizi yang terdapat
dalam hidangan sehari-hari tersebut, Bahan Makanan
Campuran harus diberikan dalam jumlah yang telah
diperhitungkan (Hermana, 1976)

BMC dapat juga digunakan sebagai


makanan bayi, sebagai pelengkap Air
Susu Ibu (ASI) atau pengganti ASI,
sebagai alat pendidikan gizi untuk
menunjukkan susunan hidangan
yang baik (Hermana, 1997).
BMC dapat juga dijadikan sebagai
bahan dalam pembuatan makanan
jajanan (Widy Karya Nasional
Pangan dan Gizi, 1983).

Penyusunan komposisi zat gizi BMC disesuaikan


dengan kebutuhan zat gizi golongan sasaran.
Golongan sasaran yang dimaksud adalah anak
balita, ibu hamil, ibu menyusui dan buruh kasar.
Dengan demikian dalam penyusunan BMC perlu
memperhatikan beberapa pertimbangan dasar
(Hermana, 1976), yaitu sebagai berikut:
1.Jenis keadaan gizi kurang yang akan
ditanggulangi.
2.Golongan rawan yang akan diberi BMC.
3.Kemungkinan untuk memproduksi dan
mendistribusikan BMC.
4.Kemungkinan penerimaan konsumen
terhadap BMC itu yang meliputi cita rasa,
kesesuaian dengan pola dan kebiasaan makan.

Persyaratan penyusunan
BMC
1.
Bernilai gizi tinggi, berkadar energy dan
protein tinggi.
2.
Merupakan sumber vitamin dan mineral.
3.
Dapat diterima dengan baik cita rasanya.
4.
Harga terjangkau oleh daya beli golongan
sasaran.
5.
Dapat dibuat dari bahan-bahan makanan
yang dihasilkan setempat.
6.
Daya tahan simpannya cukup selama
waktu peredaran sampai dikonsumsi.

Dalam penyusunan BMC harus


memperhatikan pola kecukupan asam amino
menurut kelompok umur yang telah
ditetapkan ole FAO/WHO (1980).
Bahan makanan campuran dapat disusun
dengan menggunakan dua, tiga, atau empat
bahan makanan. Bahan utamanya sumber
kalori. Bahan-bahan lain ditambahkan untuk
melengkapi asam amino yang jumlahnya
sedikit dalam bahan utama. Bahan-bahan
utama pun dapat melengkapi asam amino
dalam bahan makanan lain (Mohamad, 1979).
Dalam menyusun BMC, semakin banyak
bahan makanan yang digunakan akan
semakin baik nilai gizinya.

Protein Score
Perhitungan skor asam amino
diperlukan dalam melihat mutu
protein dalam suatu Bahan Makanan
Campuran
Cara
I atas
Cara
perhitungan
mutuCara
protein
II atas
dasar limiting
menurut
FAO:
dasar limiting
amino acid
amino acid
terhadap PP
terhadap
(Provisional
Reference
pattern)/patok
protein telur

ASAM AMINO YANG


TERDAPAT PADA BAHAN
MAKANAN
Asam
Bahan Makanan

Amino
Esensial

Asam Amino Esensial


Leusin

daging, susu, beras merah , kacang kedelai, kacang tanah,


almond, gandum, buncis, dan jagung

Isoleusin

ayam, domba, kalkun, ikan, telur, keju dan rumput laut.

Valin

kacang tanah, wijen, unggas, ikan, kacang, keju, daging,


telur, dan susu

Triptofan

telur, daging, susu skim, pisang, susu, dan keju.

Fenilanin

daging ayam, sapi, ikan, telur, dan kedelai.

Metionin

buah-buahan, ayam, sapi, ikan, susu, keju, bayam, bawang


putih, jagung, kacang kapri, kacang mede, kacang merah,
tahu, tempe, gandum, kacang kedelai, kacang tanah, biji
wijen, buncis, almond dan beras merah.

Treonin

susu, daging, ikan, keju, unggas, dan biji wijen

Lisin

kedelai,biji polong-polongan, ikan, daging sapi, ayam,


susu, buncis, kacang merah dan telur.

Asam Amino bersyarat

Bahan Makanan

Arginin

daging, susu, makanan laut,


unggas, oatmeal, cokelat , biji
kacang tanah, dan telur

Prolin

Strawberry, blueberry, blackberry


dan tomat

Histidin

Ikan laut

Glisin

Kerang, kedelai

Sistein

cabai, bawang putih, bawang


bombai, brokoli, dan gandum.

Tirosin

keju, alpukat, pisang, ragi, ikan ,


sapi susu, almond, biji,
ayam,kedelai dan kalkun.

Asam amino nonesensial

Bahan makanan

Alanin

daging, makanan laut, buncis,


beras merah, ikan, susu, dan
telur

Asparagin

asparagus, kacang-kacangan,
daging sapi, susu, biji-bijian,
ikan, telur, dan makanan laut.

Asam aspartat

Alpukat, serpih oat

Asam glutamat

daging, telur, susu, ikan dan


unggas.

Glutamin

Gandum, kedelai, susu, daging,


telur, unggas, kubis, gandum,
peterseli dan bayam

Cara Perhitungan Mutu


Protein Menurut FAO
Cara I atas dasar limiting amino acid
terhadap PP (Provisional
Pattern)/Patokan
Bahan
Tryp
makana
n

Thre
o

Isol

Leuc

Lys

SAA

AAA

val

Beras

64

233

279

513

235

188

571

416

PP

90

180

270

306

270

270

360

270

Beras/PP 71

129

103

167

87

69

158

154

Protein skor : 69 (SAA)

Cara 2 atas dasar limiting amino acid


terhadap Reference Protein Telur.
A/E : persen AA terhadap totalnya.
Bahan Tryp
makan
an

Thre Isol
o

Leuc

Lys

SAA

AAA

val

Total

Beras

64

233

279

513

235

188

571

416

2499

Telur

103

311

415

550

400

342

630

464

3215

A/E
beras

2.6

9.4

11.
2

20.6

9.4

7.5

21.8

16.7

A/E
telur

3.2

9.7

12.
9

17.1

12.4

10.6

19.6

14.4

82

97

87

120

76

71

111

115

PERHITUNGAN ASAM AMINO


BAHAN MAKANAN CAMPURAN:
NASI TIM AYAM WORTEL TOMAT

Contoh BMC

KOMPOSISI
PROMINA
Beras, susu skim
bubuk, minyak
bubuk, tepung
tapioka, tepung
ayam, tomat, wortel,
bumbu, frukto
oligosakarida, gula,
garam, mineral,
premiks vitamin,
dan minyak ikan
(mengandung
campuran
antioksidan tokoferol
dan L- askorbil
palmitat

RESEP
20 gram beras
25 gr wortel
30 gram tomat
650 ml air
25 gr daging ayam
30 gr tahu
1 sdt minyak

PROSES MEMILIH BAHAN YANG


AKAN DIHITUNG
Bahan makanan yang dihitung dari
komposisi bahan makanan hanya
yang terdapat pada tabel komposisi
asam amino pada bahan makanan

Tabel Perhitungan RESEP

Protein
Score= 76
(SAA)

Tabel Perhitungan
RESEP
Bahan
Makanan
/100 gr

Trypt

Threo

Isol

Leuc

Lys

SAA

AAA

Val

Beras 20 16
gr

59

70

129

59

47

144

105

Wortel 25 3
gr

11

12

16

13

10

27

29

Daging
Ayam 25
gr

19

67

83

113

137

62

117

77

Kedelai
30 gr

26

74

101

145

119

59

152

98

Campura
n

64

211

266

403

328

178

440

309

A/E
campura
n

2.9

9.6

12.1

18.3

14.9

8.1

20

14.1

A/E telur

3.2

9.7

12.9

17.1

12.5

10.6 19.6 14.4

91

99

94

107

119

76

102

98

Total

2199

Tabel Perhitungan
PROMINA

Protein Score= 73
(SAA)

Bahan
Tryp Thre Isol
Makana t
o
n/100
gr

Leuc

Lys

SAA

AAA

Val Tot
al

Beras

81

294

352

646

296

237

720

52
4

Susu
skim
bubuk

90

294

407

626

496

213

634

43
8

Tepung
tapioka

21

44

31

45

45

19

52

33

Ayam

76

266

330

452

549

247

466

30
7

wortel

10

43

46

65

52

39

107

11
5

Campura 278
n

941

1166 1834

1438

755

1979

14
17

A/E
2.8
campura

9.6

11.9

14.7

7.7

20.2

14.
4

18.7

980
8

Menurut BPOM Makanan Formula Bayi


adalah formula sebagai pengganti ASI
untuk bayi (sampai umur 6 bulan)
yang secara khusus diformulasikan
untuk menjadi satu-satunya sumber
gizi dalam bulan-bulan pertama
kehidupannya sampai bayi
diperkenalkan dengan makanan
pendamping air susu ibu (MP-ASI).

Makanan Formula untuk bayi dan


balita biasanya berupa susu formula
yang mengandung gizi untuk
mencukupi kebutuhan bayi. Jenis
susu formula tersedia dalam tiga
bentuk:
1.Bubuk
2.konsentrat cair
3.Ready-to-eat

Bubuk dan cair konsentrat yang lebih


murah tetapi mereka memerlukan
pencampuran / pengenceran
sebelum digunakan. Hal ini mungkin
menjadi masalah karena mereka
mungkin tidak benar dicampur atau
dicampur dengan air yang
terkontaminasi dengan bakteri.
Ready-to-eat adalah tipe yang paling
mahal tapi tidak memerlukan
pencampuran sebelum digunakan.

Penggolongan formula bayi

Starting formula
Follow-up Formula

1. Starting formula
a.

Adapted Formula
Adapted berarti disesuaikan dengan kebutuhan bayi baru
lahir sampai usia 6 bulan. Susunan formula adaptasi sangat
mendekati ASI.Pada umur 3-4 bulan fungsi saluran
pencernaan dan ginjal belum sempurna hingga pengganti
ASI harus mengandung zat-zat gizi yang mudah dicerna dan
tidak mengandung mineral yang berlebhan atau
kekurangan.

b.

Complete Formula
Kadar protein lebih tinggi dan rasio antara fraksi-fraksi
proteinnya tidak disesuaikan dengan rasio yang terdapat
dalam ASI.
Kadar mineral lebih tinggi
Keuntungannya harga lebih murah oleh karena
pembuatannya tidak rumit

2. Follow-up Formula
Diperuntukkan bagi bayi berumur 6 bulan ke
atas.Syarat bagi pembuatan formula lanjutan
ialah jika diencerkan menurut petunjuk
pembuatannya dan diberikan dalam jumlah
yang cukup dapat menunjang pertumbuhan
walau bayi menolak makanan padat.

Syarat Mutu
1. Higiene
Formula Bayi harus diproduksi
dan ditangani sesuai dengan
Cara Produksi yang Baik Untuk
Formula Bayi.

2. Pengemasan
Produk harus dikemas dalam wadah
yang dapat menjaga higiene serta
mutu produk. Produk yang berbentuk
cair, harus dikemas dalam wadah
tertutup hermintis. Wadah harus
terbuat dari bahan yang aman dan
sesuai dengan maksud
penggunaannya serta sesuai dengan
ketentuan yang berlaku.

3. Pelabelan
Label Formula Bayi harus memenuhi
ketentuan tentang pelabelan yang berlaku
yaitu sebagai berikut:
1.Nama Produk
2.Daftar bahan yang digunakan
3.Tanggal kadaluwarsa dan petunjuk
penyimpanan
4.Petunjuk penggunaan
5.Informasi nilai gizi
6.Persyaratan tambahan untuk label

Cara Penyusunan Makanan


Formula
Formula Bayi merupakan produk yang berbahan
dasar susu sapi atau susu hewan lain atau
campuran kedua susu tersebut dan atau bahanbahan lain yang telah terbukti sesuai untuk
makanan bayi. Keamanan dan kecukupan
kandungan zat gizi Formula Bayi harus terbukti
secara ilmiah dapat mendukung pertumbuhan dan
perkembangan bayi. Semua bahan harus bebas
gluten.
Formula Bayi siap konsumsi harus mengandung
energi tidak kurang dari 60 kkal dan tidak lebih
dari 70 kkal per 100 ml produk, yang dibuat sesuai
dengan petunjuk penyiapan.

Bahan baku formula bayi, yaitu :


Protein
Lemak
Karbohidrat
Pengencer
Mineral
Vitamin
Bahan Tambahan Pangan

Protein yang digunakan dalam formula bisa


berasal dari berbagai sumber seperti susu hewan
atau dari kacang kedelai.
Pengguanan protein pada formula
Sumber
Protein
Protein susu sapi

Isolat protein
Kedelai

Minimum

Maksimum

1,8 g/100 kkal

3,0 g/100 kkal

2,25 g/100 kkal

3,0 g/100 kkal

Penggunaan Lemak pada formula bayi:

Lemak

Asam Linoleat

Asam -Linolenat

Minimum

Maksimum

4,4 g/100 kkal

6,0 g/100 kkal

300 g/100 kkal

50 g/100 kkal

Lemak dan minyak merupakan persyaratan


makanan penting untuk bayi. Oleh karena itu
formulasi mencoba untuk mencocokkan profil
asam lemak serum susu payudara nyata. Asam
lemak ini termasuk asam eicosapentaenoic
(EPA) yang mungkin berasal dari minyak ikan
dan sumber lainnya. Dalam ASI sebenarnya ada
sejumlah besar senyawa lemak yang dikenal
sebagai trigliserida. Sebagai contoh,
docosahexaenoic acid (DHA) diyakini menjadi
trigliserida penting. Trigliserida yang mirip
(tetapi tidak identik dengan biokimia) yang
ditemukan dalam ASI dapat diturunkan dari
fosfolipid kuning telur.

Atau, prekursor asam lemak (molekul


yang bereaksi untuk membentuk asam
lemak diet) dapat ditambahkan ke susu
formula. Prekursor ini (misalnya, alpha dan
asam gamma linolenat) memungkinkan
tubuh bayi untuk mensintesis asam lemak
yang diperlukan. Namun, metode ini tidak
efisien untuk menyampaikan asam lemak
sebagai ASI.

Penggunaan Karbohidrat pada


formula bayi :

Karbohidrat

Minimum

Maksimum

9,0 g/100 kkal

14,0 g/100 kkal

Mineral
Sejumlah mineral penting yang
ditambahkan ke susu formula adalah
kalsium, fosfat, natrium, kalium,
klorida, magnesium, belerang,
tembaga, seng, yodium, dan zat besi.

Vitamin
Vitamin yang ditambahkan untuk
meningkatkan nilai gizi susu formula.
Ini termasuk vitamin A, B12, C, D,
dan E serta tiamin, riboflavin, niasin,
piridoksin, pantothenate, dan folacin.

Bahan Tambahan
Makanan
(BTM
BTM dapat digunakan dalam
pembuatan Formula Bayi, yaitu
pengental pengemulsi, pengaturan
keasaman, antioksidan,dan gas
untuk pengemas.

Proses Pembuatan Formula


Bayi

Mencampur bahan
Pasteurisasi
Homogenisasi
Standarisasi
Pengemasan
Sterilisasi
Quality Control

1. Mencampur bahan

2. Pasteurisasi

Bahan-bahan primer
dicampur dalam tangki
besar stainless steel.
Susu skim yang
ditambahkan dan
disesuaikan sampai 140
F (60 C). Lemak,
minyak dan emulsifier
ditambahkan
berikutnya. Pemanasan
tambahan dan
pencampuran mungkin
diperlukan untuk
menghasilkan
konsistensi yang tepat.
Mineral, vitamin, dan
gusi menstabilkan
dapat ditambahkan
pada berbagai titik

Pasteurisasi adalah proses


yang melindungi terhadap
pembusukan oleh bakteri
menghilangkan, ragi, dan
jamur. Pasteurisasi
melibatkan cepat
pemanasan dan
pendinginan produk dalam
kondisi yang terkendali
yang mikroorganisme
tidak dapat bertahan
hidup. Sebuah suhu 185201,2 F (85-94 C), yang
diselenggarakan selama
sekitar 30 detik,
diperlukan untuk cukup
mengurangi
mikroorganisme dan
menyiapkan formula untuk
mengisi

3. Homogenisasi
adalah proses yang meningkatkan keseragaman dan
stabilitas emulsi dengan mengurangi ukuran partikel
lemak dan minyak dalam formula. Jenis
pencampuran memecah partikel lemak dan minyak
menjadi tetesan yang sangat kecil.

4. Standarisasi
Komposisi yang
dihasilkan adalah standar
untuk memastikan
parameter kunci, seperti
pH, konsentrasi lemak,
dan vitamin dan mineral
sudah benar. Jika salah
satu bahan berada pada
tingkat yang cukup batch
dapat dikerjakan ulang
untuk mencapai tingkat
yang sesuai. Batch ini
kemudian siap untuk
dikemas.

5. Pengemasan
Proses Kemasan
tergantung pada
produsen dan jenis
peralatan yang
digunakan, tetapi
secara umum,
formula cair diisi ke
dalam kaleng logam
yang memiliki kelopak
berkerut ke
tempatnya. Ini dapat
diisi di pengisian
cairan peralatan
konvensional yang
umum digunakan

6. Sterilisasi
Paket-paket dapat diisi kemudian
dipanaskan dan didinginkan untuk
menghancurkan mikroorganisme
tambahan. Kaleng selesai kemudian
dikemas dalam karton dan disimpan
untuk pengiriman.

7. Quality Control
Kualitas susu formula dipastikan pada tiga tingkatan,
yang memiliki beberapa derajat tumpang tindih.
Pertama, di Amerika Serikat, ada standar
pemerintah, yang menetapkan kualitas gizi susu
formula dan pengganti susu lainnya., informasi lebih
lanjut tersedia dari Administrasi Makanan dan Obat
(FDA) yang mengatur susu formula sebagai makanan
diet khusus.
Kedua, industri susu menetapkan standar sendiri
kualitas industri-lebar kontrol. Industri ini kebijakan
sendiri dan memiliki organisasi sendiri peraturan
perusahaan, International Dairy Federation, yang
menetapkan standar industri untuk manufaktur dan
kontrol kualitas.
Ketiga, masing-masing perusahaan menetapkan
standar mereka sendiri untuk pengendalian kualitas.
Misalnya Martek, salah satu produsen trigliserida
digunakan dalam formula, memiliki mikrobiologi dan

Kebutuhan zat gizi selama hamil dan


menyusui lebih besar dibandingkan dengan
pada waktu lainnya, terutama untuk zat gizi
tertentu. Kebutuhan tambahan ibu hamil
pada trismester kedua dan ketiga adalah
300 Kal, dan 17 g protein.
Makanan Formula ibu hami saat ini tersedia
dalam bentuk susu yang diproduksi dengan
kandungan zat gizi (seperti yang cukup
untuk memenuhi kebutuhan gizi untuk ibu
hamil.

Beberapa syarat makanan formula bagi ibu


hamil:
Menyediakan energi yang cukup (kalori)
untuk kebutuhan kesehatan tubuh anda dan
pertumbuhan bayi
Menyediakan semua kebutuhan ibu dan bayi
(meliputi protein, lemak, vitamin, mineral)
Dapat menghindarkan pengaruh negatif
bagi bayi
Mendukung metabolisme tubuh ibu dalam
memelihara berat badan sehat, kadar gula
darah, dan tekanan darah.

Kurangi makanan mengandung lemak


hewani (daging sapi, kerbau, kuning
telur dan otak).
Disarankan banyak konsumsi kalsium
14,1 mg/kg BB/hari.
Perlunya zat besi
Kurangi garam natrium (kemungkinan
adanya tekanan darah tinggi)
Perlunya buah buahan / vitamin
Banyak minum air putih 1500 2000 cc
(untuk kerja ginjal)

1. Mengandung zat gizi yang terdiri : zat


tenaga, zat pembangun, zat pengatur.
2. Jumlah kalori yang dikonsumsi adalah
50% hidrat arang (sayuran, kacang
-kacangan, dan biji-bijian).
3. Jumlah lemak dalam makanan dibatasi
yaitu 25% - 30% dari total kalori.
4. Jumlah protein yang baik yaitu 8% - 10%
dari total kalori.
5. Mengandung tinggi serat

6. Tinggi kalsium (susu non fat,


yoghurt, dan ikan).
7. Tinggi Fe (kacang -kacangan, hati,
daging, bayam, sayuran hijau).
8. Membatasi penggunaan garam
(mono sodium glutamat, sodium
bikarbonat, dan sodium sitrat)
9. Bahan makanan sebaiknya yang
mudah di cerna
10.Tidak mengandung alkohol

Pagi :
1 gelas susu (2 sdm susu
bubuk full cre am) + gula,
roti isi telur [1butir telur] ,
hidrat arang 249 gram
Jam 10.00
1 gelas susu (3 sdm susu
bubuk) + 2 sdt gula, 1
potong pepayan (100
gram)

Siang :
6 sdm nasi (150 gram) ,
1ptng bsr bandeng presto
(75 gram) , 1 mangkuk
sayur lodeh encer (100 gr
sayur + 25 gr daging sa pi)
dan 1 potong buah (75
gram)
Jam 16.00
Pisang bakar (150 gr
pisang + 2,5 margarin)
Malam :
4 sdm nasi (100 gram) , 1
potong ikan/daging/ayam
(75 gram) , Sayuran
secukupnya (100 gram) , 1
potong buah (100 gram)

Makanan khusus ABRI biasa disebut


Ransum. Ransummerupakan salah satu
jenis makanan untukABRI/TNIyang sudah
ditentukan takaran gizi sesuai kebutuhan.
Ransum dibutuhkan pada saat para tentara
bertugas di medan pertempuran atau di
alam terbuka, karena dengan kondisi sulit
untuk mendapatkan makanan. Oleh sebeb
itu, mereka wajib membawa ransum
sebagai bekal, karena ransum mempunyai
berat yangringan dan tahan lama.

Awalnya pada perang Revolusi Amerika dibuat makanan


untuk para tentara secara individual yang meliputi
daging sapi,kacang polong, dan nasi
Lalu pada perang Saudara mulai beralih ke makanan
kalengan yang berupa daging ayam,daging
babi,roti,kopi,gula,dan garam
Pada PD 1 diganti dengan makanan yang telah diasinkan
atau dikeringkan supaya bisa muat banyak dan tidak
terlalu berat
PD 2,mulai dikenalkan yg namanya Mountain
Ration(untuk di gunung) dan Jungle Ration(untuk di
hutan)
Setelah pengalaman bertahun-tahun, Pentagon punya
ide untuk membuat makanan yang mampu mencukupi
kebutuhan kalori dan nutrisi para tentaranya di medan

1.RansumT2-ABC
Bungkusnya terbuat dari kaleng,
hampir menyerupai kaleng kornet..T2
diproduksidengan kelayakan
dikonsumsi hingga satu tahun. Cara
mengolahnya cukup mudah, sebelum
dimakan, terlebih dahulu
dihangatkan.T2 yang hanya memiliki
berat bersih 400 gram dan mampu
menghasilkan kalori hingga 900 kkal.

Type T-2 RP menu A


1) Nasi goreng ikan
asin
2) Nasi rendang
daging sapi
3) Nasi semur daging
sapi
4) Minuman tambahan
(suplemen)

Type T-2 RP menu


B
1) Nasi goreng ayam
2) Nasi empal daging
sapi
3) Nasi opor ayam
4) Minuman
tambahan
(suplemen)

Type T-2 RP menu C


1) Nasi goreng jawa
2) Nasi daging bumbu Bali
3) Nasi semur ayam
4) Minuman tambahan (suplemen)

Minuman tambahan terdiri dari :


1) Sari jeruk @ 12 gram : 2 bungkus
2) Kopi bubuk @ 10 gram : 2 bungkus
3) Gula pasir @ 8 gram : 10 bungkus
4) Teh celup @ 3 kantong : 1 bungkus
5) Susu bubuk @ 16 gram : 4 bungkus

2. Ransum TB-1
TB-1 adalah ransum berupa
biskuit kering. Satu bungkus isinya
12 keping biskuit kering. Rasanya
hambar. Tetapi makan pagi satu
biskuit saja, sudah dapat mengganjal
perut hingga sore.

3. RansumT-2FD
T-2FD (Fild Doyed) adalah ransum
tempur dengan bahan yang
dikeringkan. Untuk pengolahan
ransum jenis ini lebih sulit
dibandingkan ransum jenis lainnya
karena harus diseduh dengan air
panas terlebih dadulu sebelum
dimakan.

Proses Pengolahan Produksi


Beras dicuci, dimasak menjadi nasi
Sayur, daging dan bumbu dimasak menjadi lauk
pauk memakai alat-alat pencampur /mixer .
Nasi dan lauk pauk dimasukkan ke dalam
kantong aluminium foil dengan divacum
Proses sterilisasi dengan mesin retort/auto clave
dengan suhu 121 derajat Celsius selama 60
menit.
Masa inkubasi selama 14 hari, setelah selesai
dikemas beserta minuman dan perlengkapan
lain kedalam kantong-kantong polyethylene.
Ransum T-2 RP siap untuk dikirim.

Proses Pengendalian Produksi

Sortasi dan grading bahan masuk


Pencucian
Blancing
Pencampuran contoh bumbu
Penimbunan
Retort pouch dilewatkan ultra violet, lamp (untuk
mensterilkan packing)
Pengisian secara aspetik (otomotis) suhu medium
diatur 70 derajad Celsius
Sealing dengan vaccum
Sterilisasi pada suhu 121 derajad Celsius selama 60
menit
Analisa produk penyimpangan produk 2 minggu /
inkubasi
Analisa mikrobiologi

Penandaan :
Unit. Setiap menu A, B dan C diberi
penandaan sebagai berikut :
1) Lambang TNI AD (Kartika Eka
Paksi )
2) Ransum TNI siap makan T- 2 RP
3) Berat
4) Nilai Kalori
5) Isi

Nasi dan lauk pauk di masukkan ke


dalam aluminium foil yang memenuhi
syarat untuk dimakan,standard retort
pack ukuran 23 cm x 13 cm.
Masing-masing nasi, lauk pauk dan
minuman tambahan serta kelengkapan
lain, dimasukkan ke dalam kantong
plastic Polythylene PE.08 warna hijau
dengan ukuran 25x14 cm dan di pateri.

Tiga Kantong nasi dan lauk-pauk serta satu


kantong minuman tambahan, dimasukkan ke
dalam kontong plastik pembungkus Ransum T2RP polyethylene PE.0.12 warna hijau dengan
ukuran 37 x 24 cm dan dipateri.
Untuk pengiriman : setiap 10 unit Ransum T-2
RP dimasukkan karton corrugate box double
wall : ukuran ketebalan :200x125x200 k ukuran
besar :75 x 43 x24 cm.
Pada salah satu sisi kotak diberi tulisan :
1) Ransum TNI siap makan T-2 RP
2) Produksi
3) Masa pakai
4) Kode produksi
5) Isi

Tiga hal pokok yang terjadi ketika


berolahraga, yaitu berkurangnya air dan
cairan tubuh, penggunaan sumber
energy tubuh dan konsumsi oksigen.
Oleh sebab itu olahragawan
memerlukan formula berupa minuman
isotonik, karena minuman ini di rancang
sehingga memiliki tekanan osmotik
yang sama dengan tekanan darah
manusia. Dengan demikian, begitu
minuman di teguk dapat sekejap
terserap oleh tubuh.

Pembuatan Minuman
Isotonik
Glukosa : 32,00 gram
Sukrosa : 32,30 gram
Asam sitrat : 15,500
gram
Kalium monofosfat :
5,700 gram
Natrium klorida : 4,700
gram
Natrium sitrat : 3,800
gram

Citarasa jeruk : 2,800


gram
Kalium klorida : 1,400
gram
Natrium sakarin :
1,300 gram
Asam askorbat : 0,400
gram
Pewarna :0,100 gram

Tahap-tahap Proses Pembuatan


Minuman Isotonik
Air
800ml

Botol
steril

pertanyaan
1. Tolong jelaskan Jenis keadaan gizi
yang harus ditanggulangi,
2. Makanan formula bebas gluten dan
tidak boleh 60 kkal-70kkali?
3. SAA dan AAA? Kenapaa hanya 8?
4. Kelebihan kekurangan dari
konsentrasi makanan formula bayi?

Sebelumya sudah ada perhitungan