Anda di halaman 1dari 1

ADAB PERANG DALAM ISLAM

Suatu hal yang perlu direkonstruksi atau dibangun kembali ialah pengertian
tentang bagaimana para sahabat dulu berperang. Abu Bakar atau Umar ibn
Khaththab, misalnya, setiap kali mengirimkan ekspedisi selalu berpesan bahwa kalau
nanti mereka bertemu dengan orang tua, perempuan, anak-anak, gereja-gereja,
sinagog-sinagog dengan orang-orang yang sedang beribadat di situ, hendaknya
jangan sekali-kali diganggu. Itulah sebabnya kenapa orang-orang Islam dulu tidak
pernah menggunakan istilah-istilah penaklukan (qahr) akan tetapi pembebasan (fath).
Karena itu dalam sejarah Islam, tidak ada qahr-u Mishr, akan tetapi fath-u Mishr.