Anda di halaman 1dari 24

ABSES SEREBRI

Oleh :
Reza Indri Saraswati, S.Ked
NIM. FAA 111 0015
Pembimbing:
dr. Bambang, Sp.S
BAGIAN/SMF NEUROLOGI
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS PALANGKARAYA/RSUD DORIS SYLVANUS
MARET
2016

Abses Serebri
Abses serebri adalah suatu proses infeksi dengan
pernanahan yang terlokalisir di antara jaringan atau
parenkim otak
Epidemiologi:
Insidensi: 1500-2500 kasus per tahun pada
populasi barat
Insiden lebih tinggi pada negara berkembang
Male:female = 3:1
Dapat terjadi pada semua usia, terutama usia
produktif 20-50 tahun
Muzumdar D, Jhawar S, Goel A. Brain abscess: an overview.
International Journal of Surgery 9. 2011. p 136-144

Etiologi

Abses otak
berasal
langsung
dari
penyebaran
infeksi
telinga
tengah atau
sinustitis
(paranasal,
ethmoid,
sphenoid,

Abses dapat
timbul dari
penyebaran
secara
hematogen
dari infeksi
paru
sistemik
(empyema,
abses paru,
pneumonia)

Abses dapat
terjadi karena
inokulasi
langsung
seperti
trauma
kepala atau
bedah saraf
(8-19%)

20-37%
penyebab
abses
serebri
tidak
diketahui
penyebab
nya

Pathogens in brain abscess


based on predisposing
conditions

IMPACT: International Journal of Research in Applied. Brain abscess:


Pathogenesis, diagnosis and management. Vol. 2, Issue 5, May 2014. p. 299-308

Tanda dan gejala


1. Stadium inisial
Demam tidak terlalu tinggi, rasa mengantuk, kehilangan konsntrasi,
kehilangan nafsu makan, nyeri kepala serta malaise, kadang mual
dan muntah non proyektil
2. Stadium laten
Secara klinis tidak jelas karena gejala berkurang, terdapat malaise,
kurang nafsu makan dan nyeri kepala yang hilang timbul.
3. Stadium manifes
Kejang fokal atau afasia pada abses lobus temporal. Pada abses
serebelum terjadi ataksia atau tremor. Nyeri kepala hebat disertai
mual dan muntah proyektil
4. Stadium akhir
Berupa kesadaran menurun dari sopor sampai koma karena ruptur
abses ke dalam sistem ventrikel dan rongga sub arakhnoid.
Sucipta W, Suardana W. Abses otak otogenik berulang. CDK vol 38
no. 4. 2011.

Tanda dan gejala


Sakit kepala (90% penderita)
Muntah
Kejang
Pusing, vertigo, ataxia (pada penderita abses
cerebelli)
Gangguan bicara (19,6%, hemianopsis (31%)
Unilateral midriasis (20,5%) merupakan
indikasi terjadinya herniasi tentorial (pada
penderita abses temporal)
Gejala fokal (61%) biasanya pada penderita abses
supratentorial
Sucipta W, Suardana W. Abses otak otogenik berulang. CDK vol 38
no. 4. 2011.

Patogenesis
Perkembangan abses otak dapat dibagi menjadi 4 tahap yaitu:
1. Early Cerebritis
Days 1-3 : perivascular inflammation, characterised by
neutrophil infiltration, occurs around the site of focal
infection with a surrounding area of oedema
2. Late Cerebritis
Days 4-9 : a central area of necrosis develops as the
surrounding oedema progresses. Peripheral accumulation of
fibroblasts preludes the development of a capsule

Muzumdar D, Jhawar S, Goel A. Brain abscess: an overview.


International Journal of Surgery 9. 2011. p 136-144

patogenesis
3. Early Capsule
Days 10-14 : establishment of a ring-enhancing capsule
of well-vascularised tissue with futher fibroblast
migration and adjacent reactive astrocytosis
4. Late Capsule
Day 14 and beyond : collagen fibre and granulation
tissue deposition leads to a thickening of the capsule.

Muzumdar D, Jhawar S, Goel A. Brain abscess: an overview.


International Journal of Surgery 9. 2011. p 136-144

Stages of abscess
formation

Brain Abscess
Infection source:
- Local
- Hematogenous

Small Vessel
Occlusion
Parenchymal
Bacterial Invasion

PMN Infiltration
Zone of Granulation
Cerebritis

Mass + surrounding edema =


raised ICP

Extension to cortical surface

Central zone of necrotic


tissue, inflammatory cells and
necrotic debris

Mature capsule
formation
Thin capsule
fibroblasts

Pemeriksaan untuk
diagnosa

Rontgen foto kepala, sinus atau mastoid dan


thorax untuk mencari sumber infeksi
Ultrasonografi : untuk mendapatkan gambaran
lateralisasi
Angiografi : untuk menentukan lokalisasi abses
(34%)
CT scan atau MRI : untuk menunjukkan lokasi
abses dengan tepat dan fase-fase dari abses
tersebut
Hakim AA. Abses otak. Majalah kedokteran nusantara Vol. 38, No. 4. 2005

Penatalaksanaan
Brain
Abscess
Surgery

Farmakologi

Antibiotik

Prinsip pengobatan:
Untuk menghilangkan proses infeksi, efek
massa dan edema terhadap otak
Pemberian antibiotik yang tepat untuk
mengecilkan abses dan menghilangkan
efek massa dari abses otak
Tindakan pembedahan (aspirasi atau
eksisi)

Hakim AA. Abses otak. Majalah kedokteran nusantara Vol. 38, No. 4. 2005

Indikasi terapi antibiotika


1. Keadaan pasien memburuk jika dilakukan
tindakan operasi
2. Terdapat abses multipel, terutama jika lokasinya
saling berjauhan
3. Letak abses di sebelah abses atau di daerah
yang vital
4. Bersamaan dengan meningitis
5. Bersamaan dengan hidrosefalus
menyebabkan infeksi jika dibedah
Sucipta W, Suardana W. Abses otak otogenik berulang. CDK vol 38
no. 4. 2011.

Terapi antibiotik
Ampisillin 4x200-400 mg/kgBB/hari dikombinasi
dengan 4x0,5-1 g/hari selama 7-15 hari
Pada pasien dengan infeksi anaerob ditambah
metronidazol 3x400-600 mg/hari selama 5-7 hari
Pada pasien alergi penisillin dapat diberi
kotrimoxazol atau sefalosphorin generasi ke 3
(Ceftriaxone, cefotaxim, cefoperazone, cefixime)
Untuk mencegah kekambuhan, antibiotik diberikan
selama 1,5 -2 bulan
Pada abses multiple, antibiotik diberikan selama 3
bulan.
Sucipta W, Suardana W. Abses otak otogenik berulang. CDK vol 38
no. 4. 2011.

Drug choices for abscess


cerebri

Journal of Neurosciences in Rural Practice. Brain abscess: Current


management. Aug. 2014

Anticonvulsant therapy
Anticonvulsant therapy for 5 years to all patients with cerebral
abscess
Discontinuation of antiepileptic drugs can be considered when
patient is seizure free for at least 2 years after surgery and EEG
shows no epileptic activity

Muzumdar D, Jhawar S, Goel A. Brain abscess: an overview.


International Journal of Surgery 9. 2011. p 136-144

Evaluasi
Ukuran abses sangat penting untuk menentukan terapi
dan evaluasi selanjutnya.
Jika ukuran > 3 cm dan tidak berespon terhadap
antibiotika dianjurkan eksisi abses
CT scan dilakukan setiap minggu atau jika timbul
gejala baru
Jika keadaan klinis menetap atau membaik
antibiotika intravena dilanjutkan sampai 4-6 minggu
Jika abses mengecil antibiotika oral dilanjutkan 26 bulan dan CT scan dikerjakan setiap 2-4 bulan
selama 1 tahun untuk menghindari kekambuhan
Sucipta W, Suardana W. Abses otak otogenik berulang. CDK vol 38
no. 4. 2011.

Prognosis
Tergantung kecepatan diagnosis dan terapi yang
diberikan
Prognosis buruk bila:
Abses berukuran besar
Abses multiple
Abses ruptur ke dalam sistem ventrikel
Abses disertai meningitis
Abses disertai hidrosefalus
Sucipta W, Suardana W. Abses otak otogenik berulang. CDK vol 38
no. 4. 2011.

Komplikasi
Robeknya kapsul abses ke dalam ventrikel
atau ke ruangan subarakhnoid
Penyumbatan cairan serebrospinal
hidrosefalus
Edema otak
Herniasi tentorial oleh massa abses otak

Hakim AA. Abses otak. Majalah kedokteran nusantara Vol. 38, No. 4. 2005

Terima kasih