Anda di halaman 1dari 17

PENYULUHAN MENOPAUSE

Tugas Maternitas Sosial

Oleh :
TIARA SEPTI ARINI
04064881517023

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA
INDRALAYA (April, 2016)
BAB I
PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang
Menopause dikenal sebagai masa berakhirnya menstruasi atau haid, dan sering
dianggap menjadi hal yang menakutkan dalam kehidupan wanita. Sebagian besar
wanita mulai mengalami gejala menopause pada usai 40-an dan puncaknya tercapai
pada usia 50 tahun. Kebanyakan mengalami gejala kurang dari 5 tahun dan sekitar
25% lebih dari 5 tahun. Namun bila diambil rata-ratanya, umumnya seorang wanita
akan mengalami menopause sekitar usia 45-50 tahun (Rostiana 2009).
Menurut perhitungan para ilmuwan pada tahun 2030 mendatang diperkirakan
jumlah perempuan di dunia yang memasuki masa menopause akan mencapai 1,2
milyar orang. Itu artinya sebanyak 1,2 milyar perempuan akan memasuki usia lebih
50 tahun, dan angka itu merupakan tiga kali lipat angka sensus tahun 1990 tentang
jumlah perempuan menopause. Sementara di Indonesia menurut badan pusat statistika
(BPS), pada 2025 diperkirakan akan ada 60 juta wanita menopause (Siswono 2001).
Akibat perubahan dari haid menjadi tidak haid lagi, otomatis terjadi perubahan
organ reproduksi wanita. Perubahan fungsi indung telur akan memengaruhi hormon
dalam yang kemudian memberikan pengaruh pada organ tubuh wanita pada
umumnya. Tidak heran apabila kemudian muncul berbagai keluhan fisik, baik yang
berhubungan dengan organ reproduksinya maupun organ tubuh pada umumnya.
Tidak hanya itu, perubahan ini seringkali memengaruhi keadaan psikis seorang wanita
(Rostiana 2009).
Keluhan psikis sifatnya sangat individual yang dipengaruhi oleh sosial budaya,
pendidikan, lingkungan, dan ekonomi. Keluhan fisik maupun psikis ini tentu saja akan
mengganggu kesehatan wanita yang bersangkutan termasuk perkembangan psikisnya.
Selain itu, bisa memengaruhi kualitas hidupnya. Dalam menyingkapi dirinya yang
akan memasuki masa menopause, beberapa wanita menyambutnya dengan biasa.
Mereka menganggap kondisi ini sebagai bagian dari siklus hidupnya (Rostiana 2009).
Gejala-gejala psikologis pada masa menopause adalah perasaan murung,
kecemasan, irritabilitas dan perasaan yang berubah-ubah, labilitas emosi, merasa tidak
berdaya, gangguan daya ingat, konsentrasi berkurang, sulit mengambil keputusan,
merasa tidak berharga. Sementara gejala-gejala fisik yang timbul pada menopause
adalah semburan rasa panas (hot flushes) dan keringant pada malam hari, kelelahan,

insomnia, kekeringan kulit dan rambut, sakit dan nyeri pada persendian, sakit kepala,
palpitas (denyut jantung cepat dan teratur), dan berat badan bertambah (Glasier dan
Gebbie 2006).
Pada pengkajian Ny. L, diketahui Ny. L belum mengetahui secara pasti apa itu
menopause, tanda dan gejalanya serta cara menghadapinya. Oleh karena itu Ny. L
perlu diberikan penyuluhan kesehatan tentang menopause karena usia Ny. L sudah
hampir mendekati usia menopause.

1.2

Tujuan
Setelah diberikan penyuluhan kesehatan tentang menopause, diharapkan Ny. L
mampu memahami pengertian dan pemahaman tentang menopause termasuk gejala
yang menyertai serta bagaimana cara menghadapi menopause.

BAB II
PENGKAJIAN

2.1

Identitas
Nama

: Ny. L

Umur

: 47 tahun

Jenis Kelamin : Perempuan


Agama

: Islam

Suku Bangsa : Indonesia

2.2

Pendidikan

: SMA

Pekerjaan

: Ibu Rumah Tangga

Wawancara pada Ny. L


Ny. L adalah seorang wanita yang berumur 47 tahun. Ny. L pertama kali
mengalami menstruasi pada usia 14 tahun. Ny. L menikah pada usia 22 tahun dan
hamil anak pertama setelah satu tahun menikah. Saat ini Ny. L memiliki 3 orang anak,
ketiga anaknya dilahirkan secara normal dan tidak ada riwayat abortus. Ny. L
mengatakan bahwa ibunya mengalami menopause pada usia 53 tahun. Saat ditanya
tentang siklus menstruasinya, Ny. L menjawab dahulu siklus menstruasinya teratur,
tetapi semenjak memasuki usia 45 tahun siklus menstruasinya mulai tidak teratur. Ny.
L mengatakan terkadang ia 3 bulan tidak mengalami menstruasi, menstruasi yang
sedikit, ataupun hanya muncul flek saja.

BAB III
PELAKSANAAN KEGIATAN

Pokok Bahasan

: Menopause

Sub Topik Bahasan

: Pengetahuan tentang menopause

Hari/Tanggal

: Jumat, 15 April 2016

Jam

: 15.00 15.30 WIB

Tempat

: Jln. Madang Dalam II (Rumah Ny. L)

Waktu

: 30 menit

Sasaran

: Ny. L

Penyuluh

: Tiara Septi Arini

A. Tujuan Instruksional Umum


Setelah diberikan penyuluhan tentang menopause diharapkan Ny. L memahami
pengertian dan pemahaman tentang menopause termasuk gejala yang menyertai dan
cara menghadapi menopause.
B. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah diberikan penyuluhan tentang menopause diharapkan Ny. L
mampu :
1. Memahami pengertian tentang menopause
2. Memahami gejala yang menyertai menopause
3. Memahami cara menghadapi menopause
C. Materi
Terlampir

D. Metode
Ceramah dan diskusi
E. Media

Leaflet
F. Kegiatan Penyuluhan
N
o.
1.

Waktu
5 menit

Kegiatan
Penyuluh
Pembukaan :

Klien

1. Memberikan

1. Menjawab salam
2. Mendengarkan
3. memperhatikan

salam
2. Menjelaskan
tujuan
penyuluhan
3. Menyebutkan
materi/pokok
bahasan

yang

akan
2.

15 menit

disampaikan
Pelaksanaan :
1. menjelaskan
materi

Menyimak
memperhatikan

penyuluhan
secara berurutan
dan teratur.
Materi :
-

pengertian
pramenopause

dan menopause
tanda dan gejala

menopause
perubahan yang
terjadi pada saat

menopause
cara
mengatasi
menopause

3.

5 menit

Evaluasi :
1. memberikan

Merespon dan bertanya

dan

kesempatan pada
sasaran

untuk

bertanya.
2. Memberikan
kesempatan
kepada

sasaran

untuk
menjelaskan

4.

kembali

secara

singkat

tentang

menopause.
Penutup :

5 menit

Menyimpulkan materi
Mengucapkan salam.

G. Pengorganisasian
Pembicara

: Tiara Septi Arini

Klien

:Ny. L

H. Struktur Ruangan

Keterangan :

: Penyaji
: Klien

BAB IV

Menjawab salam

EVALUASI KEGIATAN

4.1 Evaluasi Struktur


1. Rencana kegiatan, materi, serta leaflet untuk penyuluhan kesehatan telah
dipersiapkan dari jauh hari sebelum kegiatan dilakukan, dan waktu
pelaksanaan kegiatan juga dipilih sesuai dengan kebutuhan klien.

4.2 Evaluasi Proses


1. Tempat, peralatan yang akan digunakan. dan materi penyuluhan tersedia.
2. Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan yaitu 30
menit.
3. Klien kooperatif dalam mengikuti kegiatan.

4.3 Evaluasi Hasil


1. Ny. L mampu menjelaskan tentang pengertian menopause.
2. Ny. L mampu menyebutkan gejala yang menyertai menopause
3. Ny. L mampu menyebutkan bagaimana cara menghadapi menopause.

BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Menopause dikenal sebagai masa berakhirnya menstruasi atau haid. Sebagian
besar wanita mulai mengalami gejala menopause pada usai 40-an dan puncaknya
tercapai pada usia 50 tahun. Akibat perubahan dari haid menjadi tidak haid lagi,
otomatis terjadi perubahan organ reproduksi wanita. Tidak heran apabila kemudian
muncul berbagai keluhan fisik, baik yang berhubungan dengan organ reproduksinya
maupun organ tubuh pada umumnya. Tidak hanya itu, perubahan ini seringkali
memengaruhi keadaan psikis seorang wanita oleh karena itu wanita usia 40-an
sebaiknya memahami apa itu menopause agar dapat mempersiapkan diri ketikatandatanda menopause sudah mulai muncul.

5.2 Saran
Penyuluhan tentang menopause sebaiknya sering dilakukan oleh tenaga
kesehatan kepada wanita usia 40 tahunan keatas, agar para wanita siap secara fisik dan
psikis ketika akan menghadapi masa menopause.

DAFTAR PUSTAKA

Glasier, A dan Gebbie, A. (2006). Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (edisi 4).
Jakarta :ECG.

Kasdu. (2004). Kiat sehat & bahagia di usia menopause. Jakarta: Gramedia.
Rostiana, Triana. (2009). Kecemasan pada wanita yang menghadapi menopause (Skripsi).
Depok : Fakultas Psikologi, Universitas Gunadarma.
Takesihaeng, J. (2000). Hidup sehat bagi wanita. Jakarta: Gramedia.
Drajat, Z. (2000). Menghadapi Masa Menopause, Mendekati Usia Tua. Jakarta: Bulan
Bintang.

Lampiran
MATERI PENYULUHAN

MENOPAUSE

A. Pengertian Menopause
Menopause merupakan berhentinya masa kesuburan dan masa reproduksi
wanita yang ditandai dengan berhentinya masa menstruasi atau siklus bulanan seiring
bertambahnya usia dan penurunan hormon. Menopause dalam bahasa biologis
merupakan akhir dari siklus kehidupan menstruasi wanita yang terjadi diusia
pertengahan empat puluh tahun ke atas. Selama masa transisi ini, ovarium mulai
melemah sehingga tingkat gairah seksual pun semakin menurun secara alami dari
hormon esterogen dan progesteron. Hormon estrogen berfungsi sebagai pengawas
siklus ovulasi yakni saat indung telur mulai melepas sel telur ke dalam tuba falopi dan
mengembangkan payudara wanita serta rahim. Hormon estrogen memiliki pengaruh
yang cukup besar dalam tingkat kesehatan wanita baik fisik maupun psikologis
(emosional).

Hormon

progesteron

bertugas

mengawasi

menstruasi

dan

mempersiapkan rahim untuk menerima sel telur yang telah dibuahi.

B. Tahap-Tahap Menopause
1. Pra Menopause
Fase antara usia 40 tahun dan dimulainya fase klimakterium. Gejalagejala yang timbul pada fase pra menopause antara lain siklus haid yang tidak
teratur, perdarahan haid yang memanjang, jumlah darah yang banyak, serta
nyeri haid.
2. Peri Menopause
Fase peralihan antara masa pra menopause dan masa menopause.
Gejala-gejala yang timbul pada fase peri menopause antara lain siklus haid
yang tidak teratur, dan siklus haid yang panjang. Menopause haid di alami
terakhir akibat menurunnya fungsi estrogen dalam tubuh. Keluhan-keluhan
yang timbul pada menopause antara lain keringat malam hi, mudah marah,

sulit tidur, siklus haid tidak teratur, gangguan fungsi seksual, kekeringan
vagina, perubahan pada indera perasa, gelisah, rasa khawatir, sulit konsentrasi,
mudah lupa, sering tidak dapat menahan kencing, nyeri otot sendi, serta
depresi.

C. Gejala Menopause
1. Ketidakteraturan siklus haid
2. Gejolak rasa panas (Hot Flushes)
3. Keluar keringat di malam hari
4. Sering kencing dan mengompol
5. Sulit tidur
6. Kerapuhan tulang
7. Badan menjadi gemuk
8. Linu dan nyeri otot sendi
9. Ingatan menurun
10. Kecemasan dan mudah tersinggung
11. Stress
12. Depresi

D. Perubahan yang terjadi saat menopause


1. Perubahan organ reproduksi

2. Perubahan hormone
3. Perubahan fisik
4. Perubahan emosi
5. Perubahan pada kulit
6. Perubahan mulut
7. Perubahan pada indera perasa

E. Cara Menghadapi Menopause


1. Konsumsi susu, namun jika anda tidak menyukai susu dapat diganti dengan
mengkonsumsi tahu, tempe atau sayur, tentunya dengan dosis yang lebih rendah.
Misalnya, 50 gram tempe atau 120 gram tahu yang mengandung fitoestrogen,
cukup untuk sehari.
2. Dalam memasak jenis sayuran apapun jangan terlalu lama karena vitamin yang
terdapat dalam sayuran akan larut dalam air bila dimasak terlalu lama.
3. Cobalah mengganti minyak goreng dengan minyak zaitun atau mentega rendah
kalori untuk memasak makanan anda baik dalam menumis atau hanya
menggoreng biasa, agar tidak terlalu banyak minyak yang masuk ke dalam tubuh.
4. Mengkonsumsi vitamin dengan dosis yang tepat, terutama vitamin A dan D.
Karena vitamin A dan D tidak dengan mudah dikeluarkan oleh tubuh, jika
berlebihan dapat menimbulkan racun dalam tubuh. Jangan sembarangan
mengkonsumsi vitamin A dan D. Dosisnya harus tepat, karena kedua vitamin itu
tak bisa dikeluarkan begitu saja dari dalam tubuh. Selain itu, jika terus
dikonsumsi, bisa-bisa malah menimbulkan racun di dalam tubuh.

5. Minuman dan makanan yang harus dihindari untuk memperlambat datangnya


menopause antara lain kafein, kopi, alkohol, minuman bersoda, rempah-rempah
dan makanan berlemak.
6. Bersikap sabar dan berusaha menerima kenyataan, karena bagaimana pun,
menopause pasti akan datang. Tentu saja, anggota keluarga yang lain harus lebih
bijaksana menghadapi sikap wanita yang menopause.

DOKUMENTASI KEGIATAN PENYULUHAN