Anda di halaman 1dari 24

MIKROTOM

Kelompok 2
Alda Khoirunnisa
Anisa Nur Insani
Nurmalia Dini P
Nurul Intan Ramadhani

Definisi Mikrotom
Mikrotom berasal dari bahasa Yunani yaitu mikros berarti kecil,
dan temnein yang berarti untuk memotong. Mikrotom adalah
mesin untuk mengiris spesimen biologi menjadi bagian yang sangat
tipis untuk pemeriksaan mikroskop.
Secara umum, mikrotom mempunyai bagian-bagian yang penting,
yaitu:
Skala pengatur ketebalan sayatan, biasanya terdapat di bagian
kana atas badan mikrotom. Skala ini dapat digeser ke kiri dan
kekanan sesuai dengan ketebalan sayatan yang diinginkan.
Pisau mikrotom, merupakan komponen yang bisa menentukan
kualitas sayatan.
Pegangan
blok
jaringan,
merupakan
koponen
yang
menghubungkan mikrotom dengan blok jaringan yang hendak
disayat.
Pengatur jarak, berfungsi untuk mengatur blok jaringan dengan
mata pisau.

Macam-macam Mikrotom
Mikrotom Putar
Mikrotom putar umumnya sering digunakan pada
metoda paraffin. Posisi kedudukan pisau tetap,
sementara jaringan yang dilekatkan pada holder
bergerak naik turun sehingga diperoleh sayatan
yang umumnya berbentuk pita.

Bagian-bagian Mikrotom

Keterangan Gambar :
1. Pisau mengatur batang untuk mencondongkan
sudut
2. Sliding pemegang pisau
3. Pemegang untuk mengatur knob
4. Pemegang penguncian batang
5. Knife memperbaiki tombol
6. Parafin blok knob transversal regulating
7. Pengunci blok parafin batang tetap
8. Sekrup blok parafin
9. Parafin blok tombol vertikal regulating
10. Roda pemutar
11. Sectioning knob ketebalan mengatur
12. Tangan roda mengunci batang

Spesifikasi mikrotom
putar :
1.
2.
3.
4.
5.

Rentang ketebalan sectioning : 1-40 m


Ketebalan Minimum regulasi : 1m
Sectioning Area: 40 mm x 30 mm
Dimensi: 458 mm x 355 mm x 285 mm
Bera t: 42 kg (apprex)

Cara penggunaan
Mikrotom putar :
1. Persiapan pisau mikrotom Pisau mikrotom harus
diasah sebelum dipakai agar jaringan dapat dipotong
dengan baik dan tidak koyak sehingga didapatkan
jaringan yang baik. Pisau mikrotom kemudian
diletakan pada tempatnya di mikrotom dengan sudut
tertentu. Rekatkan blok parafin pada holder dengan
menggunakan spatula atau scalpel. Letakkan tempat
duduk blok parafin beserta blok preparat pada
tempatnya pada mikrotom.
2. Persiapan Kaca Objek Kaca objek yang akan
direkatkan preparat harus telah dicoated (disalut)
dengan zat perekat seperti albumin (putih telur),
gelatin atau tespa
3. Persiapan Waterbath atau wadah berisi air hangat
dengan temperatur 37-40oC

Lanjutan
4. Persiapan sengkelit atau kuas
Tehnik pemotongan parafin yang mengandung preparat adalah
sebagai berikut :
Rekatkan blok parafin yang mengandung preparat pada tempat
duduknya di mikrotom. Tempat duduk blok parafin beserta blok
parafinnya kemudian diletakkan pada pemegangnya (holder)
pada mikrotom dan dikunci dengan kuat.
Letak pisau mikrotom pada tempatnya dan atur sudut
kemiringannya. Biasanya sudut kemiringan berkisar 20-30
derajat.
Atur ketebalan potongan yang diinginkan, biasanya dipakai
ketebalan antara 5-7 mikrometer.
Gerakkan blok preparat ke arah pisau sedekat mungkin dan
potonglah blok preparat secara teratur dan ritmis dengan
memutar gagang pemutar pada mikrotom putar. Buang pitapita parafin yang awal tanpa jaringan hingga kita mendapatkan
potongan yang mengandung preparat jaringan.

Pita parafin yang mengandung jaringan lalu dipindahkan


secara hati-hati menggunakan sengkelit atau kuas kedalam
waterbath yang temperaturnya diatur 37-40C dan biarkan
beberapa saat hingga poita parafin tersebut mengembang.
Setelah pita parafin terkembang dengan baik, tempelkan
pita parafin tersebut pada kaca objek yang telah dicoated
dengan cara memasukkan kaca objek itu kedalam
waterbath dan menggerakkannya ke arah pita parafin.
Letakkan kaca objek yang berisi pita parafin di atas hotplate
dengan temperatur 40-45C, biarkan selama beberapa jam.
Cara lainnya adalah dengan melewatkan kaca objek di atas
api sehingga pita parafin melekat erat di atas kaca objek.
Setelah air kering dan pita parafin telah melekat dengan
kuat, simpan kaca objek berisi potongan parafin dan
jaringan sampai saatnya untuk diwarnai.

Mikrotom Sorong
Sliding microtome atau mikrotom sorong, dimana
jaringan tetap posisinya dan pisau yang bergerak
maju dan mundur. Mikrotom ini sering digunakan
pada mikroteknik metode paraffin, walau umumnya
digunakan pada penyayatan jaringan yang di tanam
dalam celloidin. Biasanya digunakan pada objekobjek yang keras.

Penggunaan Mikrotom
Sorong

PENGERTIAN
MIKROTEKNIK
Mikroteknik merupakan ilmu atau seni
mempersiapkan organ, jaringan atau
bagian jaringan untuk dapat diamati
dan ditelaah.
Pembuatan
preparat
histologi
berpedoman
kepada
metoda
mikroteknik (Gunarso, 1989)

TAHAPAN DALAM MIKROTEKNIK


Fiksasi

dehidr
asi

Clearin
gI

Pemotong
an

Embeddin
g

Infiltrasi

deparafin
asi

pewarnaa
n

dehidrasi

Penutupa
n dengan
kaca

Clearing

FIKSASI
Tujuan fiksasi adalah untuk mempertahankan
bentuk sel atau jaringan seperti jaringan
aslinya,
mencegah
otolisis
dengan
menginaktifkan
enzim-enzim
dan
menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur
Difiksasi dalam larutan bouin (15 ml asam
pikrat jenuh + 5 ml formalin pekat + 1 ml
cuka pekat)

DEHIDRASI
Menggunakan alkohol yang diberikan secara
bertingkat dari konsentrasi tinggi ke
konsentrasi rendah.
Tujuan
dari
dehidrasi
yaitu
untuk
menghilangkan sisa-sisa cairan/air yang ada
pada
sampel
sehingga
saat
proses
selanjutnya tidak terbentuk es di dalam
sampel.

Organ direndam dalam larutan alkohol


bertingkat (80%, 85%, 90%) masingmasing selama dua jam

CLEARING I
Alkohol diganti dengan suatu medium yg
dapat bercampur dengan alkohol maupun
parafin.
menggunakan aceton,benzol,toluol, dan xilol
larutan xyline untuk membersihkan sisa-sisa
alkohol.
Memudahkan masuknya parafin ke dalam
jaringan
Organ direndam dalam xylol I, II, dan III
masing-masing selama 45 menit.

INFILTRASI
Organ direndam dalam xylol + parafin (1:1) pada
suhu 60 C. Dan selanjutnya direndam di parafin
murni.

EMBEDDING
Sampel dikeraskan dengan menggunakan
lilin/waxes, resin untuk membentuk blok
parapin. Dikeraskan supaya mudah untuk
dilakukan pemotongan sampel.
Organ ditanam ke dalam balok parafin
cair pada suhu 60 C sampai parafin
mengeras selama 24 jam.

PEMOTONGAN
Spesimen dipotong setebal 6 mikron
ditempelkan pada gelas objek yang
telah disediakan.

DEPARAFINISASI
Proses penghilangan parafin dalam
jaringan
Prefarat direndam berturut-turut (xylol
I, II dan II, alkohol 100% I dan II, 95%,
90%, 85%, 80%, 70% dan 60%)
masing-masing dua menit dan cuci
sampai warna putih.

PEWARNAAN
untuk mempertajam atau memperjelas
berbagai elemen jaringan, terutama
sel-selnya, sehingga dapat dibedakan
dan ditelaah dengan mikroskop.
Preparat direndam dalam larutan
hematoksilin selama 2 menit, dicuci
dengan air keran mengalir, rendam
dalam larutan eosin selama 2 menit,
cuci dengan air keran mengalir.

DEHIDRASI
Prefarat direndam berturut-turut di
dalam alkohol 70%, 60%, 85%, 90%,
95% I, 95% II, 100% I, 100% II masingmasing selama satu menit.

CLEARING
Preparat direndam dalam xylol I dan
xylol II masing-masing selama satu
menit.

Penutupan
Preparat diberi perekat canada balsem,
ditutup
dengan
gelas
penutup,
keringkan selama 10 menit.
Preparat diberi lebel sesuai dengan
perlakuan
sehingga
didapatkan
preparat permanen histologi yang
dapat diamati di bawah mikroskop.