Anda di halaman 1dari 12

Supply Chain Management

(SCM) E-Business dan


Supply Chain
Nama : Riza Rabbany Gemilang Zen
Kelas : 4ka13
NPM : 16112517

Materi yang akan dibahas :


1.
2.
3.
4.

Peran e-bisnis dalam supply chain


Dampak dari E-bisnis pada kinerja supply chain
Nilai E-business dalam industri yang berbeda
Pengaturan e-business dalam praktek

Definisi Supply Chain


Supply chain atau rantai persediaan adalah suatu sistem
tempat organisasi yang menyalurkan barang produksi dan
jasanya kepada para pelanggannya. Rantai ini merupakan
jaring yang menghubungkan berbagai organisasi yang
saling berhubungan dan mempunyai tujuan yang sama,
yaitu mengadakan pengadaan barang (procurement) atau
menyalurkan (distribution) barang tersebut secara efisien
dan efektif sehingga akan tercipta nilai tambah (value
added) bagi produk tersebut.

Definisi E - Business
E-business adalah sebuah ilmu untuk membawa proses
kepada orang yang tepat dan mengajak orang untuk tertarik
pada produk itu sehingga membelinya. Fungsinya yaitu
untuk mensupport bagian dari marketing, produksi,
accounting, finance, dan human resource management.

Peran e-bisnis dalam supply chain


Mendukung pelaksaan transaksi jarak jauh sehingga dapat menambah pendapatan
perusahaan karena transaksi tidak lagi terbatas pada tempat tertentu.
E-business dapat di akses dari mana saja dan kapan saja dengan menggunakan
internet pada komputer ataupun mobile secara online sehingga memudahkan
pelanggan tanpa perlu mendatangi suatu toko atau perusahaan untuk mengetahui
harga ataupun jenis barang yang ingin dibeli. Bahkan transaksi pembayaran pun
dapat dilakukan secara online.
E-business memungkinkan suatu perusahaan untuk berhubungan dengan sistem
pemrosesan datainternal dan eksternal mereka secara lebih efisien dan fleksibel.
E-business juga banyak dipakai untuk berhubungan dengan suplier dan mitra bisnis
perusahaan, serta memenuhi permintaan dan melayani kepuasan pelanggan secara
lebih baik.

Dampak dari E-bisnis pada kinerja supply chain

Dampakdari E-businesspada kinerja suplly chainadalah meluasnya fasilitas dalam


komunikasisuatuorganisasi,mengurangi waktu prosesdan semakinberkembangnya kerja
samaantar berbagai pihak. E-business menyediakan kesempatan bagi sebuah organisasi untuk
meluaskan pasar mereka ke seluruh dunia sehingga dapat menaikan tingkat permintaan dalam
penggunaan barang atau jasa. Hal ini membutuhkan SCM yang efektif salah satunya dengan
menerapkan VE dan Enterprise Rosource Planning (ERP)

Terdapat enam model bisnis dasar yang berhubungan dengan E-business di internet, yaitu:
1. Business-to-Business (B2B), berfokus pada hubungan antara dua perusahaan dan ditandai oleh
produk internal dan jasa atau berbagai pengetahuan.

2. Business-to-Consumer(B2C), berfokus pada hubungan antara bisnis dan konsumen di pasar.


Website termasuk kedalam kategori ini secara luas karena menjual barang dan jasa kepada
konsumen.

3. Business-to-Employer (B2E), berfokus pada hubungan antara bisnis dan karyawannya. Model ini

merupakan bentuk internal yang digunakan oleh bisnis untuk berkomunikasi dan memungkinkan
transaksi terjadi dalam organisasi.

4. Business-to-Government (B2G), berfokus pada hubungan bisnis dan pemerintah.


5. Costumer-to-Costumer(C2C), berfokus pada hubungan antara konsumen dengan konsumen
lainnya.

Nilai E-business dalam industri yang berbeda

Beberapa perubahan yang terjadi dengan menggunakan E-business dalam suatu industri,
diantaranya :
1. Pemasaran yang lebih luas dengan tingkat kompetisi yang lebih tinggi.
2. Pertumbuhan dan perkembangan industri dan perusahaan sangat bergantung padainformasi
dan pengetahuan.
3. Produktivitas lebih diutamakan dibandingkan kehadiran di tempat kerja.
4. Produk terbaru dapat dijumpai dalam komunitas e-business, namun usia produkmenjadi
singkat.
5. Struktur organisasi terdistribusi secara merata untuk mencapai fleksibilitas danmenekan
biaya, kerja tim lebih ditekankan untuk dapat memberi respon ataumemberuikan inovasi baru
kepada perusahaan.Penerapan sistem e-business ini memberikan sejumlah manfaat, baik
bagiperusahaan atau pebisnis perseorangan, konsumen, maupunmasyarakat pada umumnya.

Manfaat yang dapat diperoleholeh suatuperusahaan ataubisnisperorangan,yaitu:


1. Menyelesaikan permasalahan kapling (lokasi), tenaga kerja, gudang, perijinan,
dan keamanan.
2. Memperpendek jarak antara perusahaan dengan konsumen.
3. Peningkatanmarket exposure(pangsa pasar).
4. Jangkauan mitra kerja menjadi semakin luas.
5. Biaya terkendali.
6. Efisien.
7. Cash flow terjamin.
8. Meningkatkan citra perusahaan.
9. Meningkatkan pelayanan kepada konsumen.
10.Meningkatkan produktivitas.
11.Mempermudah akses informasi.
12.Mengurangi biaya transportasi.
13.Meningkatkan fleksibilitas.

Manfaat yang didapat olehkonsumen yang menggunakan sistem ebusiness:


1. Memperoleh informasi dan dapat berinteraksi secara efektif
2. Biaya terkendali
3. Keamanan secara fisik
4. Harga produk cukup murah
5. Memperoleh fleksibilitas dalam melakukan transaksi.

Pengaturan e-business dalam praktek


Praktek bisnis via internet tersebut telah berlangsung tanpa
didukung adanya aturan yang memadai, baik yang
dikeluarkan oleh badan regulasi yang terkait maupun oleh
badan semacam ?self regulatory body?. Produk-produk
hukum masih tidak memadai bagi penataan kegiatan
berbisnis via internet Kekosongan hukum dalam praktek ini
dapat menimbulkan implikasi hukum sebagai berikut :

1.Tidak adanya pedoman yang jelas dan tegas bagi pihak


yang menjalankan usaha via internet;
2. Tidak adanya kejelasan mengenai hak, kewajiban dan
tanggung jawab dari pihak-pihak yang terkait dengan
kegiatan e-business.
3. Setiap penjual ( pemilik bisnis) dengan leluasa dapat
menetapkan aturan-aturannya sendiri kepada konsumen
yang seringkali justru merugikan kepentingan konsumen;

4. Tidak adanya perlindungan yang memadai terhadap ancaman dan


pengelolaan atas data dan informasi pribadi konsumen;
5. Tidak adanya parameter yang jelas dan baku bagi pengawasan
terhadap pelaku e-business.
6. Terbukanya kemungkinan terjadinya tindak kriminal dengan
menggunakan fasilitas berbisnis melalui internet
Keadaan-keadaan di atas dapat menurunkan kepercayaan masyarakat
terhadap aspek keamanan dalam memanfaatkan jasa internet khususnya
e-business yang akhirnya dapat berujung kepada tidak berkembangnya ebusiness di Indonesia