Anda di halaman 1dari 50

BAGIAN ILMU KESEHATAN MATA

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS PATTIMURA

BLEFARITIS &TRAUMA KIMIA

Pembimbing: dr. Carmila Tamtelahitu, Sp.M


DISUSUN OLEH:
VITO OEIBISONO (2010-83-023)
DIBAWAKAN DALAM RANGKA TUGAS KEPANITERAAN KLINIK
BAGIAN ILMU KESEHATAN MATA
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS PATTIMURA
2015

ANATOMI PALPEBRA

BLEFARITIS

Epidemiologi
WHO:

Blefaritis staphylococcal
wanita usia rata-rata 42 tahun
Sindrom mata kering 50%

blefaritis seboroik
pria dan wanita rata-rata usia 50 tahun
Sindrom mata kering 33%

blefaritis meibom
pria dan wanita usia rata-rata 50 tahun
Sindrom mata kering 20-40%

Patofisiologi

BLEFARITIS BAKTERIAL
Blefaritis

superfisial

disebabkan oleh staphylococcus


Pengobatan:
krusta diangkat dengan kapas basah.
salep antibiotik seperti sulfaetamid dan
sulfisolksazol.
Bila terjadi blefaritis menahun dilakukan
penekanan manual kelenjar Meibom
untuk mengeluarkan nanah dari kelenjar
Meibom (Meibormianitis)

Blefaritis

Seboroik

laki-laki usia lanjut (50 Tahun)


Keluhan: mata kotor, panas dan rasa
kelilipan.
Tanda: sekret yang keluar dari
kelenjar Meiborn, air mata berbusa
pada kantus lateral, hiperemia dan
hipertropi papil pada konjungtiva.
Pengobatan: membersihkan kelopak
dari kotoran. Dilakukan pembersihan
dengan kapas lidi hangat. Kompres
hangat selama 5-10 menit.

Blefaritis

Skuamosa

blefaritis disertai terdapatnya skuama


atau krusta pada pangkal bulu mata
yang bila dikupas tidak mengakibatkan
terjadinya luka kulit.
sering terdapat pada orang yang
berambut minyak.
Blefaritis ini berjalan bersama dermatitik
seboroik.
Gejala: panas dan gatal.
Pengobatan: membersihkan tepi kelopak
dengan shampoo bayi, salep mata, dan
steroid setempat

Blefaritis

Ulseratif

blefaritis dengan tukak


skuama yang terbentuk bersifat kering dan
keras, terdapat keropeng berwarna kekuningkuningan yang bila diangkat akan terlihat
ulkus yang yang kecil dan mengeluarkan
darah di sekitar bulu mata.
Ulserasi berjalan lebih lanjut dan lebih dalam
dan merusak folikel rambut sehingga
mengakibatkan rontok (madarosis).
Pengobatan:
antibiotik (sulfasetamid, gentamisin atau
basitrasin) dan higiene yang baik.
Apabila ulseratif luas pengobatan harus ditambah
antibiotik sistemik dan diberi roboransia.

Blefaritis

angularis

infeksi staphylococcus pada tepi


kelopak di sudut kelopak atau
kantus.
mengakibatkan gangguan pada
fungsi puntum lakrimal.
Biasanya kelainan ini bersifat
rekuren.
Pengobatan: sulfa, tetrasiklin dan
Sengsulfat.

Meibomianitis

infeksi pada kelenjar Meibom yang


mengakibatkan tanda peradangan
lokal pada kelenjar tersebut.
Pengobatan: kompres hangat,
penekanan dan pengeluaran nanah
dari dalam berulang kali disertai
antibiotik lokal.

BLEFARITIS VIRUS
Herpes

zoster

usia lanjut.
Bila yang terkena ganglion cabang
oftalmik maka akan terlihat gejala-gejala
herpes zoster pada mata dan kelopak
mata atas.
Gejala rasa sakit pada daerah yang
terkena dan badan berasa demam
Pada kelopak mata terlihat vesikel dan
infiltrat pada kornea bila mata terkena.
tidak melampaui garis median kepala

Herpes zoster
ophtalmica (HZO)

Herpes

simpleks

Vesikel kecil dikelilingi eritema yang


dapat didertai dengan keadaan yang
sama pada bibir
radang tepi kelopak ringan dengan
krusta kuning basah pada tepi bulu
mata,yang mengakibatkan kedua
kelopak lengket.

BLEFARITIS JAMUR
Infeksi

superficial
Infeksi jamur dalam
Blefaritis pedikulosis
pada penderita dengan higine yang
buruk
Pengobatan:
aplikasi salep merupakan amoniated 3%.
Salep fisostigmin dan tetes mata DFP
cukup efektif untuk tuma atau kutu ini.

Diagnosa
anamnesa
pemeriksaan

eksternal mata,
termasuk struktur kelopak mata,
tekstur kulit dan penampilan bulu
mata.
Evaluasi margin kelopak mata,
dasar bulu mata dan bukaan
kelenjar meibom menggunakan
cahaya terang dan pembesaran.
Evaluasi kuantitas dan kualitas

Gejala

Merasa ada sesuatu di matanya.


Mata dan kelopak mata terasa gatal,
panas dan menjadi merah.
Bisa terjadi pembengkakan kelopak
mata dan beberapa helai bulu mata
rontok.
Mata menjadi merah, berair dan
peka terhadap cahaya terang.
kelopak mata sukar dibuka.

Tanda

Skuama pada tepi kelopak


Jumlah bulu mata berkurang
Obstruksi dan sumbatan duktus
meibom
Sekresi Meibom keruh
Injeksi pada tepi kelopak
Abnormalitas film air mata

Pembedaan

berdasarkan penampilan margo


kelopak mata:
Blepharitis Staphyloccal sering menunjukan
perlekatan ringan kelopak mata, margo kelopak mata
menebal, dan bulu mata hilang dan salah arah.
Blepharitis seboroik tampak sebagai serpih
berminyak atau sisik sekitar pangkal bulu mata dan
kemerahan ringan pada kelopak mata.
Blepharitis ulseratif ditandai krusta keras di sekitar
bulu mata yang ketika dihapus, meninggalkan luka
kecil yang mengeluarkan cairan dan berdarah.
Mungkin juga terdapat hilangnya bulu mata, distorsi
tepi depan kelopak mata dan robekan kronis.
Meibomian blepharitis terbukti dengan
penyumbatan kelenjar minyak di kelopak mata,
rendahnya kualitas air mata, dan kemerahan pada
selaput kelopak mata.

DiagnosisBanding
Sel

skuamosa, sel basal, atau


karsinoma selsebasea pada
kelopak mata;
Dermatitis (contohnya dermatitis
kontak, dermatitis atopik);
Infeksi (contohnya impetigo).

Penatalaksanaan
menjaga

kebersihan kelopak mata,

seperti secara teratur membersihkan


kelopak mata, untuk mengontrol gejala
dan mencegah komplikasi.
Saat membersihkan kelopak mata,
dapat digunakan kompres air hangat.
Pada awal pengobatan, dapat dilakukan
4x sehari, selama 5 menit setiap
kalinya. Selanjutnya, dapat dilakukan
pengompresan sekali sehari, cukup
beberapa menit.

Bila

disebabkan kandida

nistatin topikal 100.000 unit per gram.


Pada infeksi jamur sistemik (aktinomises
atau nokarida) dengan sulfonamid,
penisilin, atau antibiotik spektrum luas.
Amfoterisin B (histoplasmosis,
sporotrikosis, aspergilosis)
0,05-0,1 mg/kg BB secara intravena lambat
selama 6-8 jam dalam dekstrosa 5%.
Dosis dinaikan sampai 1mg/kg BB, tidak lebih
dari 2 gram.
Pengobatan selama 2-3 minggu atau sampai
gejala berkurang.
Hati-hati karena toksik terhadap ginjal.

Komplikasi
Sindrom

mata kering

paling sering
kondisi dimana mata pasien tidak bisa
memproduksi air mata yang cukup,
atau air mata menguap terlalu cepat.
Gejala: nyeri, atau kering, sekitar mata,
dan ada yang menganjal di dalam mata
dengan penglihatan yang buram.
Pengobatan: obat tetes mata yang
mengandung cairan yang dibuat
untukbisa menggantikan air mata.

Konjungtivitis

terjadi ketika ada bakteri di dalam


kelopak mata.
Kondisi ini menyebabkan efek buruk
pada penglihatan.
Pada banyak kasus konjungtivitis
akan hilang setelah dua atau tiga
minggu tanpa perlu pengobatan.
Pengobatan: Antibiotik tetes mata

Kista

meibom

Adalah pembengkakan yang terjadi


pada kelopak mata.
kista umumnya tanpa rasa sakit,
kecuali jika disertai dengan infeksi
Pengobatan:
kompres hangat
bedah sederhana

Bintil

pada kelopak mata

benjolan yang nyeri yang terbentuk


di luar kelopak mata.
karena infeksi bakteri pada folikel
bulu mata (yang berlokasi di dasar
bulu mata).
Pengobatan:
kasus ringan : kompres hangat pada
daerah sekitar bintil.
kasus berat: antibiotik salep dantablet.

Prognosis
menyebabkan

komplikasi dan
terjadi kekambuhan
tidak menyebabkan kerusakan
pandangan dan penglihatan.

TRAUMA KIMIA

DEFINISI
Trauma

kimia pada mata merupakan


salah satu keadaan kedaruratan
oftalmologi karena dapat
menyebabkan cedera pada mata, baik
ringan, berat bahkan sampai
kehilangan penglihatan. Trauma kimia
pada mata merupakan trauma yang
mengenai bola mata akibat
terpaparnya bahan kimia baik yang
bersifat asam atau basa yang dapat
merusak struktur bola mata tersebut.

Trauma

pada mata yang


disebabkan oleh bahan kimia
disebabkan oleh 2 macam bahan
yaitu bahan kimia yang bersifat
asam dan bahan kimia yang
bersifat basa. Bahan kimia
dikatakan bersifat asam bila
mempunyai pH < 7 dan dikatakan
bersifat basa bila mempunyai pH >
7.

BAHAN KIMIA BERSIFAT


ASAM
ASAM

SULFAT(AIR ACCU)
ASAM HIDRKLORIDA
ASAM ASETAT
ASAM NITRAT
ASAM KROMAT,
ASAM HIDROFLORIDA
Asam Hidroflorida dapat ditemukan
dirumahpada cairan penghilang karat,
pengkilap aluminum, dan cairan
pembersih yang kuat.

PATOFISIOLOGI TRAUMA ASAM


Bila

bahan asam mengenai mata maka


akan segera terjadi koagulasi protein
epitel kornea yang mengakibatkan
kekeruhan pada kornea, sehingga bila
konsentrasi tidak tinggi maka tidak akan
bersifat destruktif.Biasanya kerusakan
hanya pada bagian superfisial saja.
Koagulasi protein ini terbatas pada daerah
kontak bahan asam dengan jaringan.
Koagulasi protein ini dapat mengenai
jaringan yang lebih dalam.

TRAUMA ALKALI(BASA)
NaOH
CaOH,
amoniak,
Freon/bahan

pendingin lemari es,


sabun,shampo,
kapur gamping,
semen,
tiner,
lem,
cairan pembersih dalam rumah tangga,
soda kuat

PATOFISIOLOGI TRAUMA BASA


Trauma

basa biasanya lebih berat daripada trauma


asam, karena bahan-bahan basamemiliki dua sifat
yaitu hidrofilik dan lipolifik dimana dapat secara
cepat untukpenetrasi sel membran dan masuk ke
bilik mata depan, bahkan sampai retina.
Trauma basa akan memberikan iritasi ringan pada
mata apabila dilihat dari luar. Namun,apabila dilihat
pada bagian dalam mata.
Basa akan menembus kornea, kamera okuli anterior
sampai retina dengan cepat, sehingga berakhir
dengan kebutaan. Pada trauma basa akan terjadi
penghancuran jaringan kolagen kornea. Bahan
kimia basa bersifat koagulasi sel dan terjadi proses
safonifikasi, disertai dengan dehidrasi.

MANIFESTASI KLINIS
NYERI
BLEFAROSPASME
EPIFORA
FOTOFOBIA
VISUS

MENURUN
HIPEREMIA KONJUNGTIVA
KEMOSIS

KLASIFIKASI TINGKAT
KEPARAHAN
Derajat

1: kornea jernih dan tidak ada iskemik


limbus (prognosis sangat baik)
Derajat 2: kornea berkabut dengan gambaran
iris yang masih terlihat dan terdapat
kurang dari 1/3 iskemik limbus (prognosis baik)
Derajat 3: epitel kornea hilang total, stroma
berkabut dengan gambaran iris tidak
jelas dan sudah terdapat iskemik limbus
(prognosis kurang)
Derajat 4: kornea opak dan sudah terdapat
iskemik lebih dari limbus (prognosis
sangat buruk

PENATALAKSANAAN
Semua

kimia merupakan kasus emergensi.


Dimulai dgn irigasi minimal 1 liter msing2
mata(utk kimia asam 30 mnt sedangakan
kimia basa 60 menit).
Medikamentosa:
Siklopegik jangka panjang,
Antibiotik
Utk grade 3&4 dgn uveitis pmberian CO
pada 2 mnggu pertama kemudian di
tappering off.
Vitamin C.

KOMPLIKASI
Simblefaron
Kornea

keruh, edema, neovaskuler


Sindroma mata kering
Katarak traumatik, trauma basa pada permukaan
mata sering menyebabkan katarak. Komponen
basa yang mengenai mata menyebabkan
peningkatan Ph cairan akuos dan menurunkan
kadar glukosa dan askorbat. Hal ini dapat terjadi
akut ataupun perlahan-lahan. Trauma kimia asam
sukar masuk ke bagian dalam mata maka jarang
terjadi katarak traumatik.
Glaukoma sudut tertutup
Entropion dan phthisis bulbi

Prognosis

trauma kimia pada mata sangat


ditentukan oleh bahan penyebab trauma
tersebut. Derajat iskemik pada pembuluh
darah limbus dan konjungtiva merupakan
salah satu indikator keparahan trauma dan
prognosis penyembuhan. Iskemik yang paling
luas pada pembuluh darah limbus dan
konjungtiva memberikan prognosa yang
buruk. Bentuk paling berat pada trauma kimia
ditunjukkan dengan gambaran cooked fish
eye dimana prognosisnya adalah yang
paling buruk, dapat terjadi kebutaan.

TERIMA KASIH