Anda di halaman 1dari 10

PSAK 19 : ASET TIDAK BERWUJUD

IAS 38 : Intangible Assets


Aset tidak berwujud yang dikecualikan dari penerapan PSAK 19 :

Aset tidak berwujud yang diatur standar lain (goodwill-PSAK 22)


Aset keuangan (PSAK 50)
Hak penambangan (PSAK 29) dan sumber daya lain yang tidak dapat diperbarui

Aset tak berwujud didefinisikan dalam paragraf 8 PSAK 19 (Revisi 2010) sebagai aset
nonmoneter teridentifikasi tanpa wujud fisik.
KARAKTERISTIK
Ada tiga karakteristik mendasar untuk bisa menentukan apakah pengeluaran sumber daya
maupun penciptaan liabilitas yang dilakukan oleh entitas dalam perolehan, pengembangan,
pemeliharaan atau peningkatan sumber daya tak berwujud dapat dikategorikan sebagai aset tak
berwujud. Ketiga karakteristik mendasar tersebut adalah:

Keteridentifikasian (identifiability)
Dalam definisi aset tidak berwujud terdapat kriteria bahwa keteridentifikasian aset tidak
berwujud harus dapat dibedakan secara jelas dengan goodwill. Goodwill dalam sebuah
kombinasi bisnis diakui sebagai aset yang menggambarkan manfaat ekonomis di masa
depan yang muncul dari aset lain yang diakuisisi dalam kombinasi bisnis tersebut yang
tidak didefinisikan secara individual dan diakui secara terpisah.
Suatu aset dikatakan dapat diidentifikasi jika:
Dapat pisahkan, yaitu dapat dipisahkan atau dibedakan dari entitas dan dijual,
dipindahkan, dilisensikan, disewakan atau ditukarkan, baik secara tersendiri atau
bersama-sama dengan kontrak terkait, aset atau liabilitas teridentifikasi, terlepas
dari apakah entitas bermaksud untuk melakukan hal tersebut; atau
Timbul dari kontrak atau hak legal lainnya, terlepas dari apakah hak tersebut
dapat dialihkan atau dipisahkan dari entitas atau dari hak-hak dan kewajiban-

kewajiban lainnya.
Pengendalian (control)

Entitas mengendalikan aset jika entitas memiliki kemampuan untuk memperoleh manfaat
ekonomis masa depan yang timbul dari aset tersebut dan dapat membatasi akses pihak
lain dalam memperoleh manfaat ekonomis tersebut.
Manfaat ekonomis masa depan tersebut dapat mencakup pendapatan dari penjualan
barang atau jasa, penghematan biaya atau manfaat lain yang berasal dari penggunaan
asset tersebut.
Kemampuan entitas untuk mengendalikan manfaat ekonomis masa depan dari suatu aset
tidak berwujud biasanya timbul dari hak legal yang memiliki kekuatan dalam suatu
pengadilan.

Manfaat ekonomis masa depan (future economic benefits)


Dalam beberapa kondisi aset tidak berwujud mempunyai elemen fisik sehingga perlu
pertimbangan untuk menentukan apakah suatu aset tersebut mempunyai elemen fisik
sehingga perlu pertimbangan untuk menentukan apakah suatu aset tersebut merupakan
aset berwujud atau tidak berwujud. Keuntungan ekonomis di masa depan, mencakup:
Pendapatan dari penjualan barang atau jasa
Penghematan biaya, atau
Manfaat lain dari penggunaan aset tersebut

Prinsip Umum:
Dalam mengakui suatu item sebagai aset tidak berwujud, entitas perlu menunjukkan bahwa item
tersebut:
Memenuhi definisi aset tidak berwujud
Memenuhi kriteria pengakuan
Persyaratan tersebut diterapkan atas biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh atau
mengembangkan secara internal aset tidak berwujud dan biaya yang terjadi kemudian untuk
menambahkan, mengganti sebagian, atau memperbaiki aset tersebut.
CONTOH:

Software komputer
Paten
Copyright
Daftar pelanggan
Lisensi

Kuota Impor
franchise
Hak Pemasaran

PENGAKUAN & PENGUKURAN


Kriteria Pengakuan
Aset tidak berwujud harus diakui jika, dan hanya jika:

Kemungkinan besar entitas akan memperoleh manfaat ekonomis masa depan dari aset

tersebut, dan
Biaya perolehan aset tersebut dapat diukur secara andal.

Dalam menilai kemungkinan:

Menggunakan asumsi masuk akal dan dapat dipertanggungjawabkan


Estimasi terbaik manajemen

Pengeluaran yang tidak memenuhi kriteria pengakuan diakui sebagai beban


Aset tidak berwujud pada awalnya harus diakui sebesar biaya perolehan

1. Perolehan Terpisah
Biasanya, harga yang dibayarkan oleh entitas untuk perolehan terpisah suatu aset tidak
berwujud akan menggambarkan kemungkinan manfaat ekonomis masa depan yang
entitas harapkan untuk diperoleh dari aset tersebut. Selain itu, biaya aset tidak berwujud

yang diperoleh secara terpisah biasanya dapat diukur secara andal. Hal itu akan tampak
jelas jika pembayaran dilakukan dalam bentuk uang tunai atau aset moneter lainnya.
Biaya perolehan aset tidak berwujud terdiri dari:
A. harga beli, termasuk bea masuk (import), dan pajak pembelian yang tidak dapat
dikembalikan, setelah dikurangkan diskon dan rabat: dan
B. segala biaya yang dapat dikaitkan secara langsung dalam mempersiapkan aset
tersebut sehingga siap untuk digunakan.
2. Akuisisi sebagai Bagian dari Kombinasi Bisnis
Sesuai dengan PSAK 22 (revisi 2009): Kombinasi Bisnis, jika aset tidak berwujud
diperoleh dalam kombinasi bisnis, biaya dari aset tidak berwujud adalah nilai wajar aset
pada tanggal akusisinya. Nilai wajar dari aset tidak berwujud akan merepresentasikan
espektasi probabilitas bahwa manfaat ekonomi masa depan yang diharapkan yang
dimiliki dari aset tersebut yang diharapkan akan mengalir ke entitas. Dengan kata lain,
entitas mengharapkan adanya arus masuk manfaat ekonomis, bahkan jika ada ketidak
kepastian mengenai waktu dan jumlah arus masuk tersebut.
3. Pengakuisisian dengan Hibah Pemerintah
Dalam beberapa kasus, aset tidak berwujud dapat diperoleh dengan cumacuma, atau
dengan nilai nominal, melalui hibah pemerintah. Seperti misalnya, hak untuk mendarat di
bandara udara, hak beroperasi pada stasiun televisi atau radio, hak impor atau hak quota
atau hak untuk mengakses sumbersumber terbatas lainnya. Entitas dapat mengakui
hibah pemerintah tersebut sebesar:
A. Nilai wajar
B. Nilai nominal bantuan ditmbah pengeluaran tambahan yang berhubungan langsung
dengan penyiapan asset tersebut.

4. Pertukaran Aset
Satu atau lebih aset tidak berwujud mungkin diperoleh dari pertukaran aset non moneter
atau sekelompok aset moneter, atau kombinasi dari aset moneter dan aset non-moneter.
Biaya perolehan dari aset tidak berwujud diukur dengan nilai wajar kecuali:
A. Transaksi pertukaran tersebut kurang memiliki substansi komersial
B. Nilai wajar aset baik yang diterima maupun yang dilepaskan dapat diukur dengan
andal. Jika aset yang diperoleh tidak di ukur dengan nilai wajar, maka biaya
perolehannya diukur sesuai dengan jumlah tercatat aset yang dilepaskan.

5. Goodwill yang Dihasilkan Secara Internal


Goodwill yang dihasilkan secara internal tidak boleh diakui sebagai aset tidak berwujud
karena goodwill tersebut bukan merupakan suatu sumber daya teridentifikasi (tidak dapat
dipisahkan dan tidak timbul dari kontrak atau hak legal) yang dikendalikan oleh entitas
dan bisa diukur secara andal menurut biaya perolehannya.
6. Aset Tidak Berwujud yang Dihasilkan Secara Internal
Adakalanya sulit untuk menentukan apakah suatu aset tidak berwujud yang dihasilkan
secara internal memenuhi kriteria untuk diakui. Kesulitan tersebut, antara lain, dalam:
A. Menentukan apakah telah timbul, dan saat timbulnya, aset yang dapat diidentifikasi
yang akan menghasilkan manfaat ekonomis masa depan; dan
B. Menentukan biaya perolehan aset tersebut secara andal.
Biaya perolehan sama dengan harga beli dan segala biaya yang dapat dikaitkan secara langsung.
Nilai wajar pada tanggal akuisisi. Diakui pada nilai wajar atau pada nilai nominalnya. Nilai
wajar, kecuali tidak ada substansi komersial (nilai tercatat aset yang dilepas). Tidak boleh diakui
sebagai aset (tidak dapat teridentifikasi)
Aset Tidak Berwujud Internal

Sulit menentukan apakah suatu aset tidak berwujud yang dihasilkan secara internal
memenuhi kriteria untuk diakui:
Menentukan saat timbulnya aset yang dapat diidentifikasi dan akan menghasilkan
manfaat ekonomis masa depan
Menentukan biaya perolahan aset tersebut secara andal

Perlu kriteria tambahan

Merek, kepala surat kabar, judul publisitas, daftar pelanggan yang dihasilkan secara
internal, tidak boleh diakui sebagai aset tak berwujud karena tidak dapat dibedakan
dengan biaya untuk mengembangkan usaha secara keseluruhan

Dalam menentukan apakah aset tidak berwujud yang dihasilkan internal memenuhi syarat
untuk diakui, entitas menggolongkan proses dihasilkannya aset menjadi dua tahap yaitu:
Tahap Riset
Riset adalah penelitian orisinal dan terencana yang dilaksanakan dengan harapan
memperoleh pembaruan pengetahuan dan pemahaman teknis atas ilmu yang baru

Tahap Pengembangan
Pengembangan adalah penerapan temuan riset atau pengetahuan lainnya pada
suatu rencana atau rancangan produksi bahan baku, alat, produk, proses, sistem,
atau jasa yang sifatnya baru atau yang mengalami perbaikan substansial, sebelum
dimulainya produksi komersial atau pemakaian

Aset tidak berwujud yang timbul dari Riset tidak boleh diakui

Pengeluaran riset diakui sebagai beban pada saat terjadinya

Aset Tak Berwujud Dihasilkan Internal - Pengembangan


Aset tidak berwujud yang timbul dari kegiatan Pengembangan, diakui jika, dan hanya
jika,terpenuhi semua hal ini:

Kelayakan teknis penyelesaian


Niat menyelesaikan dan menggunakan atau menjualnya
Kemampuan menggunakan atau menjual
Kemungkinan besar menghasilkan manfaat ekonomis masa depan
Tersedianya sumber daya teknis, keuangan, dan sumber daya lainnya untuk

menyelesaikan dan, menggunakan atau menjualnya


Kemampuan mengukur secara andal pengeluaran terkait aset tersebut

KAPAN KAPITALISASI DILAKUKAN

Pengukuran setelah Pengakuan

Pilihan pengukuran setelah pengakuan sama seperti PSAK16 Aset Tetap, yaitu:

Model Biaya,

Biaya perolehan akumulasi amortisasi akumulasi kerugian penurunan nilai

Model Revaluasi,
Nilai wajar akumulasi amortisasi akumulasi kerugian penurunan nilai

Masa Manfaat

Pengukuran setelah pengakuan awal aset tak berwujud didasarkan pada usia manfaatnya
Entitas harus menilai apakah masa manfaat dari aset tak berwujud:
Terbatas: jangka waktu atau jumlah produksi atau jumlah unit serupa yang

dihasilkan, selama masa manfaat serta dilakukan amortisasi atas aset tak berwujud
Tak terbatas: berdasarkan analisis seluruh faktor relevan, Tidak ada batas yang
terlihat pada saat ini atas periode yang mana aset diharapkan menghasilkan
manfaat, Tak Terbatas berbeda dengan Tak Terhingga serta tidak dilakukan
amortisasi atas aset tak berwujud.

Amortisasi
Untuk masa manfaat terbatas:

Dimulai ketika aset tersedia untuk digunakan

Dihentikan pada waktu yang lebih dulu antara ketika aset digolongkan sebagai tersedia
untuk dijual (PSAK 58) atau tanggal ketika aset dihentikan pengakuannya

Metode harus menggambarkan pola konsumsi atas manfaat aset.


Dr. Beban Amortisasi

xxx

Cr. Aset (atau akumulasi amortisasi)

xxx

Nilai residu direview setiap akhir periode

Perubahan nilai residu diperhitungkan sebagai perubahan estimasi akuntansi (PSAK 25)

Masa Manfaat Tak Terbatas

Tidak diamortisasi apabila dilakukan impairment test setiap tahun dan kapan pun bila ada
indikasi penurunan nilai.

Masa manfaat ditelaah setiap akhir periode

Aset tak berwujud yang masa manfaatnya tak terbatas suatu ketika bisa berubah jadi
terbatas karena adanya perubahan estimasi atau indikasi penurunan nilai.

RUGI PENURUNAN NILAI

Rugi Penurunan Nilai = Nilai tercatat Nilai terpulihkan

Nilai terpulihkan merupakan nilai yang mana yang lebih besar antara Nilai wajar setelah
dikurangi ongkos menjual dengan Nilai kini arus kas masa depan aset
Dr. Rugi penurunan nilai
Cr. Aset (atau akumulasi penurunan nilai)

xxx
xxx

PENGHENTIAN DAN PELEPASAN

Dihentikan pengakuannya ketika:


Dalam (proses) pelepasan; atau
Ketika tidak terdapat lagi manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan

Keuntungan atau kerugian yang muncul dari penghentian pengakuan suatu aset tidak
berwujud harus ditetapkan sebagai perbedaan antara nilai bersih pelepasan (jika ada) dan
nilai wajar aset. Hal tersebut harus diakui dalam laporan laba rugi ketika aset dihentikan
pengakuannya.

Pelepasan suatu aset tidak berwujud dapat dilakukan dengan berbagai cara (contohnya,
melalui penjualan, melalui sewa pembiayaan, atau disumbangkan). Amortisasi suatu aset
tidak berwujud dengan masa manfaat terbatas tidak berakhir jika aset tersebut tidak lagi
digunakan, kecuali aset tersebut sudah sepenuhnya disusutkan atau digolongkan sebagai
aset yang dimiliki untuk dijual

PENYAJIAN ASET TIDAK BERWUJUD

Dalam Laporan Posisi Keuangan, asset tidak berwujud termasuk dalam asset tak lancar. Dalam
Laporan Laba Rugi Komprehensif, penyajian beban amortisasi dan kerugian dari penurunan nilai
tersebut berhubungan dengan operasi tidak berkelanjutan (discontinued operations).
PENGUNGKAPAN
Pengungkapan umum:

Aset yang dihasilkan internal dengan yang lainnya

Masa manfaat terbatas atau tak terbatas

Metode amortisasi

Jumlah tercatat bruto dan akumulasi amortisasi dengan akumulasi penurunan nilai pada
awal dan akhir periode

Unsur unsur dalam laporan pendapatan komprehensif

Penambahan, Penurunan, kerugian penurunan nilai, amortisasi yang diakui, perubahan


lainnya pada jumlah tercatat selama periode.

Untuk aset tak berwujud tak terbatas

Jumlah tercatat

Alasan yang mendukung masa manfaat tak terbatas

Untuk yang menggunakan model revaluasi

Tanggal efektif revaluasi

Jumlah tercatat yang direvaluasi

Jumlah tercatat yang diakui apabila diukur dengan metode biaya

Jumlah surplus revaluasi awal dan akhir periode

Metode dan asumsi dalam mengestimasi nilai wajar aset

Nilai keseluruhan biaya riset dan pengembangan yang diakui sebagai biaya selama
periode