Anda di halaman 1dari 4

KISAH SUKSES TOB TAO KAE NOI

KISAH SUKSES TOB ‘ TAO KAE NOI ’ Aitthipat Kulapongvanich (Tob) yang lahir pada tahun 1984

Aitthipat Kulapongvanich (Tob) yang lahir pada tahun 1984 di Thailand adalah seorang CEO sekaligus pendiri dari perusahaan yang memproduksi makanan ringan rumput laut merk “Tao Kae Noi“ yang cukup dikenal di Thailand maupun di negara negara Asia termasuk di Indonesia. Tao Kae Noi yang artinya adalah “Boss Muda” mencerminkan kisah sukses yang diraih oleh Aitthipat, bagaimana tidak? hanya dalam waktu yang terbilang cukup singkat merk Tao Kae Noi sudah dikenal hampir di seluruh negara Asia dan bahkan mengalahkan merk dagang yang ada di negara Jepang atau Korea Selatan yang sudah lebih dulu menjual makanan ringan jenis rumput laut.

Aitthipat lahir di sebuah keluarga yang cukup kaya di Thailand dan dia memiliki hobi bermain game online, ketika dia berumur 16 tahun dia berhasil mendapatkan uang dari game online sebesar empat ratus ribu baht, karena kecanduannya terhadap game online membuat dia menjadi malas belajar dan nilainya menjadi hancur berantakan.

Pada usia 17 tahun, dia menginvestasikan semua uang yang didapatkannya dari game online untuk membuka usaha chestnut panggang, usaha yang baru dirintisnya ini cukup menjanjikan sehingga dia membuka beberapa cabang dan mendapatkan banyak uang dari usaha tersebut, namun keberhasilannya tidak berlangsung lama, usaha yang dirintisnya ternyata menghasilkan asap pembuangan yang mengakibatkan pihak pengelola gedung melarang dia untuk membuka usaha disana.

Satu tahun setelah dia merintis usaha pertamanya dengan menjual chestnut panggang, usaha ayahnya bankrut dan menyebabkan keluarganya pindah ke Shanghai, tetapi Aitthipat menolak untuk ikut bersama keluarganya dan memilih untuk tinggal di Thailand dan berjuang untuk meraih impiannya. Setelah usaha pertamanya gagal, dia mencoba kembali membangun usahanya yaitu menjual snack rumput laut dengan modal yang dia dapat dari menjual mobil yang dibelinya ketika dia masih mendapatkan uang dari game online. Usaha barunya ini tidak langsung berhasil, karena Aitthipat harus menghadapi beberapa tantangan seperti bagaimana membuat snack rumput laut ini bertahan lebih lama dan menjadikan snack rumput laut ini menjadi snack yang rasanya enak. Namun dengan segala usaha akhirnya tantangan tersebut berhasil diatasi oleh Aitthipat, kemudian dia mulai menjual produknya dalam skala yang kecil dan ternyata produknya sangat disukai oleh pelanggan dan dia berpikir bagaimana cara mengembangkan bisnisnya ini menjadi skala yang lebih besar, pada saat itu dia mendapatkan ide untuk menyalurkan produknya melalui jaringan retail 7-Eleven.

Setelah mendapatkan ide untuk menyalurkan produknya, dia langsung membuat dan mengirimkan proposal kepada 7-Eleven untuk mereview produk yang sudah diciptakannya supaya produk tersebut bisa masuk ke dalam jaringan retail 7-Eleven dan ternyata keberuntungan pun menghampirinya, surat yang dikirimkan langsung dibalas beberapa hari kemudian, Aitthipat diminta untuk memberikan presentasi mengenai produk yang sudah dia produksi didepan manager pemasaran 7-Eleven, namun saat itu produknya ditolak karena tidak memenuhi standarisasi perusahaan. Ukuran kemasan yang terlalu besar dan harga yang dinilai masih terlalu tinggi menjadi penyebab produknya ditolak oleh pihak 7-Eleven, namun setelah ditolak dia tidak putus asa dan langsung mengambil inisiatif untuk mendatangi perusahaan desain dan meminta mereka untuk mendesain ulang kemasan yang saat ini digunakan dan menyesuaikannya dengan standarisasi yang sudah ditetapkan oleh 7-Eleven.

Setelah produknya sudah di-redesign, dia kembali datang ke kantor 7-Eleven dengan membawa produknya untuk direview kembali, namun setelah menunggu lama dan tak ada satu orang pun yang menemuinya akhirnya Aitthipat pulang dengan perasaan kecewa dan meninggalkan produknya disana. Beberapa hari kemudian dia mendapatkan telepon dari manager pemasaran 7- Eleven dan dia diminta untuk datang kembali untuk mempresentasikan produknya yang baru didepan para eksekutif 7-Eleven dan ternyata dia berhasil meyakinkan pihak eksekutif 7-Eleven bahwa produknya memang layak untuk masuk ke jaringan retail 7-Eleven, namun ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh Aitthipat, salah satunya adalah bahwa Aitthipat harus memiliki

tempat produksi yang layak dan bersih dan dia harus mampu menyediakan produknya dalam jumlah yang besar.

Bagaimana cara memenuhi persyaratan tersebut itulah yang selalu dipikirkannya, sebab saat itu dia sudah tidak memiliki uang untuk menyewa tempat apalagi memproduksi snack tersebut dalam skala besar, karena selama ini dia hanya melakukannya berdua saja dengan ajudan yang dulu bekerja untuk ayahnya. Saat itu ajudannya mengatakan bahwa ayahnya masih memiliki sebuah rukan kecil di thailand, tanpa pikir panjang dia pun langsung mengajak ajudannya kesana dan merenovasi tempat tersebut untuk dijadikan sebuah pabrik kecil, kemudian dia merekrut beberapa orang untuk bekerja membantu dia memproduksi snack tersebut dan bahkan dalam waktu yang cukup singkat dia berhasil menyalurkan snacknya hingga mencapai Korea Selatan dan Jepang.

Saat Top berusia 26 tahun, perusahaannya telah memiliki 2500 karyawan dan mengirim ke 6000 cabang 7-Eleven di seluruh dunia dan mengekspor camilan rumput lautnya ke 27 negara termasuk Indonesia. Tob saat ini telah memiliki lahan perkebunan rumput laut di Korea Selatan dan pendapatannya mencapai 1.5 Milliar Bath (450 Milliar Rupiah) per tahun. Bahkan kisah suksesnya ini pun dijadikan film layar lebar pada tahun 2011 dengan judul Top Secret : Wai Roon Pun Lan (The Billionaire).

Begitulah cerita sukses dari seorang pemuda yang malas di sekolahnya tetapi memiliki semangat, kegigihan, ketekunan dan mental yang pantang menyerah sehingga membawa dirinya menuju sebuah kesuksesan yang sangat luar biasa. Semoga bisa menjadi renungan dan inpirasi bagi kita semua.

“Apapun yang terjadi jangan pernah menyerah, kalau menyerah habislah sudah.” (Tob)