Anda di halaman 1dari 4

6. Acarus sp.

Adapun klasifikasi tungau/mites yaitu:


Kingdom : Animalia
Phylum : Arthropoda
Kelas
: Arachanida
Ordo
: Acarinida
Famili
: Acaridae
Genus
: Acarus
Spesies : Acarus sp

Gambar 6. Acarus sp.


( Sumber : www.pbt.padil.cov.com)
Tubuh tersegmentasi dengan segmen disusun dalam dua tagmata:
sebuah prosoma (cephalothorax) dan opisthosoma (perut). Namun, hanya
jejak-jejak samar segmentasi utama tetap di tungau, sedangkan prosoma dan
opisthosoma menyatu. Panjang tungau dewasa hanya 0,3-0,4 milimeter. Ciri
khusus dari Acarus sp. yaitu bernapas melalui tracheae, stigmata (lubang kecil
pada kulit), usus dan kulit. Kebanyakan tungau tidak memiliki mata. Mata
pusat arachnida selalu hilang, atau mereka menyatu menjadi satu mata.
Acarus merupakan ektoparasit pada ikan yang menyerang tubuh
bagian kulit, sisik, dan insang. Kadang kadang dapat ditemui dalam bentuk
kista di daerah esophagus ikan. Saat acarus ini meyerang ikan pada kulit, ikan
akan terlihat menggesek- gesekan badannya ke dasar kolam. Jika sudah parah
biasanya ikan berdiam dan tidak mau makan.
7. Dactylogyrus sp.
Klasifikasi dari parasit Dactylogyrus sp. menurut Kabata (1985) adalah
sebagai berikut:
Filum
: Vermes
Subfilum : Platyhelminthes

Class
Ordo
Famili
Genus

: Trematoda
: Monogenea
: Dactylogyridae
: Dactylogyrus sp.

Gambar 7. Dactylogyrus sp.


Pada bagian posterior Dactylogyrus sp. terdapat Ophisthaptor yang
dikelilingi oleh 14 kait marginal. Serta terdapat kait besar dari khitin yang
terletak di tengah-tengah ophisthaptor (Kabata 1985). Pada bagian anterior
terdapat prohaptor yaitu alat menghisap bercabang empat dan memiliki ujung
kelenjar yang dapat mengeluarkan semacam cairan kental yang berfungsi
untuk penempelan maupun pergerakan pada permukaan tubuh inang (Duijn
1967).
Ciri utama yang dapat membedakan antara genus Gyrodactylus sp. dan
Dactylogyrus sp. adalah adanya dua pasang mata dan empat tonjolan pada
bagian anteriornya (Sachlan 1952).
Parasit ini merupakan ektoparasit pada insang ikan. Dactylogyrus sp.
sering menyerang ikan di kolam yang kepadatannya tinggi dan ikan-ikan yang
kurang makan lebih sering terserang parasit ini dibanding yang kecukupan
pakan. Parasit cacing ini termasuk parasit yang perlu diperhatikan, karena
secara dapat merusak filament insang, dan relatif lebih sulit dikendalikan.
Penyakit ini sangat berbahaya karena biasanya menyerang ikan bersamaan
dengan parasit lain (Sachlan 1952). Contoh ikan yang diserang oleh parasit ini
adalah ikan mas.
8. Gyrodactylus
Klasifikasi dari Gyrodactylus adalah sebagai berikut :
Filum
Kelas

: PlathyheIminthes
: Trematoda

Subkelas
Ordo
Famili
Genus
Spesies

: Monogenea
: Monoopisthocotylea
: Gyrodactylidae
: Gyrodactylus
: Gyrodactylus Elegans, Gyrodactylus Gambusiae

Gambar 8. Gyrodactylus sp.


Hewan ini berukuran 0,2 - 0,5 mm. Pada ujung anterior terdapat dua
cuping. Setiap cuping memiliki kepala dan memiliki usus bercabang dua
dimana ujungnya tidak bersatu. Parasit ini tidak memiliki vitelaria atau bersatu
dengan ovari.
Ciri Khusus dari cacing ini yaitu tidak memiliki titik mata, dan pada
ujung kepalanya terdapat 2 buah tonjolan.
Penularan terjadi secara horizontal dan menginfeksi semua jenis ikan
air tawar pada stadia benih dan organ target meliputi seluruh permukaan tubuh
ikan, terutama kulit dan sirip (Hoffan 1967).
Daftar pustaka
Duijn, Van C.J.1967. Disease of Fishes. 2nd Edition. Life Books: London. pp:309.
Hoffman, G.L. 1967. Parasites of North American Freshwater Fishes. University
of California Press, Berkeley and Los Angeles.
http://cdn.rimanews.com/ebook-data/81.pdf. Diakses pada tanggal 5 april 2016
pukul 18:34 WIB.
http://digilib.unila.ac.id/1095/4/BAB%20II.pdf. Diakses pada tanggal 5 april 2016
pukul 18:57 WIB.

Irawati, Cynthia Devy, dkk. Infeksi Cacing Monogenea Pada Ikan Mas (Cyprinus
Carpio) Yang Dipelihara Di Kolam Air Tawar. Fakultas Perikanan dan
Ilmu Kelautan, Universitas Padjadjaran : Bandung.
Kabata. 1985. Parasites and Disease of Fish Cultured In The Tropics. Taylor and
Francis. London page 109-114.
Sachlan, M. 1952. Notes on Parasites of Freshwater Fishes in Indonesia. Balai
Penyelidikan Perkanan Darat, Jakarta-Bogor, Indonesia. No.2