Anda di halaman 1dari 2

Pengertian Kalorimeter

Pengertian Kalorimeter | Apa itu kalorimeter? Kalorimeter adalah alat yang digunakan untuk
menentukan energi yang menumpuk dengan cara mengukur perubahan suhu yang terjadi atau
perubahan efek termal lainnya. Sebuah kalorimeter adalah alat yang dipakai untuk percobaan yang
berhubungan dengan kalor. Kalorimeter didesain sedemikian sehingga perpidahan kalor ke
lingkungannya terjadi seminimum mungkin. Pada dasarnya sebuah kalorimeter terdiri dari dua
bejana yang terpisahkan oleh suatu ruang udara. Bejana disebelah dalam terbuat dari aluminium
mengkilat untuk mengurangi penyerapan kalor oleh dinding bejana. Tutup bejana terbuat dari kayu
yang merupakan penghantar yang buruk agar tidak banyak panas yang hilang. Kalorimeter dapat
digunakan untuk mengukur kalor jenis suatu zat.

http://www.pengertianahli.com/2014/07/pengertian-kalorimeter.html

KALORIMETER
BAB 1. PENDAHULUAN
Latar Belakang
Kalor merupakan salah satu bentuk energi, maka kalor merupakan besaran fisika yang memiliki
satuan. Kalor tidak dapat terlihat oleh mata, tetapi pengaruhnya dapat kita rasakan atau kita
ketahui. Pengukuran-pengukuran kalor sangat berkaitan dengan kalor jenis zat. Pengukuran kalor
menggunakan alat yang dinamakan kalorimeter.
Alat yang digunakan untuk menentukan atau mengukur kalor adalah kalorimeter. Ada pula yang
menyatakan kalorimeter adalah alat untuk menentukan kalor jenis dari suatu zat. Kalorimeter
teerdiri dari sebuah bejana logam yang kalor jenisnya sudah diketahui.
Pada praktikum yang telah dilakukan, kalorimeter dan pengaduk ditimbang terlebih dahulu,
kemudian diisi dengan air. Setelah itu, alat tersebut diletakkan dibejana, dan diukur suhu awalnya.
Lalu, masukkan benda yang telah dipanaskan terlebih dahulu dan tutup kalorimeter dengan rapat.
Aduk perlahan-lahan maka suhu akan naik dan kemudian turun lagi. Ini untuk menentukan kalor
jenis bahan. Sedangkan untuk menentukan kalor lebur es, bahan yang dipanaskan tadi diganti
dengan es.
Sebagaimana diketahui bahwa kalorimeter adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengukur
kalor. Dengan kalorimeter kirta dapat mengukur kalor jenis suatu zat. Dan dengan kalorimeter kita
dapat mengetahui bahwa adanya kalor dapat mengubah wujud zat. Sedangkan aplikasi

penggunaan kalorimeter dalam kehidupan sehari-hari misalnya setrika listrik, rice cooker dan lainlain. Dimana alat-alat tersebut mempunyai prinsip kerja yaitu energi listrik diubah menjadi kalor,
seperti pada kalorimeter.
Manfaat
Adapun manfaat dari kalorimeter yang merupakan alat untuk mengukur kalor adalah dengan
adanya kalorimeter kita dapat mengetahui bahwa benda dapat berubah bentuk karena adanya
kalor yang mempengaruhi. Aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari misalnya setrika listrik dan rice
cooker. Alat tersebut mempunyai prinsip kerja yaitu energi listrik diubah menjadi kalor.

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA


Kalorimeter adalah sebuah alat yang digunakan untuk menentukan (mengukur) kalor. Pengukuran
itu dilakukan untuk mengetahui kalor jenis suatu zat. Jika kalor jenis suatu zat sudah diketahui,
kalor yang diserap atau dilepaskan dapat dihitung dengan mengukur perubahan suhunya.
Kalorimeter terdirir atas sebuah bejana logam yang kalor jenisnya sudah diketahui sebelumnya.
Bejana itu ditempatkan dalam suatu wadah bejana lain dengan cara dipisahkan (tidak terdapat
kemungkinan bersinggungan secara langsung) diantara kedua bejana tadi diberi isolator yang
mencegah terjadinya pertukaran kalor dengan udara luar (Purwoko, 2007).
Prinsip kerja kalorimeter didasarkan pada Azas Black yang dinyatakan sebagai berikut :
Jika dua benda yang mempunyai suhu berbeda didekatkan sehingga terjadi kontak maka
temperatur akhir kedua benda yang mempunyai suhu berbeda setelah keseimbangan termis
tercapai akan sama.
Jumlah kalor yang diterima = jumlah kalor yang diberikan.
Jika sebuah benda melepas kalor, maka akan terjadi perubahan wujud pada zat tersebut selain itu
juga terjadi perubahan ukuran. Misalnya air jika didinginkan akan berubah menjadi es. Dari
pertama air yang berbentuk cair, berubah bentuk menjadi es. Dari cair menjadi padat. Begitu pula
yang terjadi pada benda cair yang menguap menjadi gas (Purwoko, 2007).
http://rizkafs.web.unej.ac.id/2015/03/17/18/