Anda di halaman 1dari 20

ARTIKEL TENTANG

PEMBANGKIT 35.000 MW

NAMA : DADANG CATUR M


KELAS : TST-2013
NIM : 13050874085

PEMBANGKIT 35.000 MW
Pemerintah telah berkomitmen untuk merealisasikan penyediaan
listrik sebesar 35 ribu Megawatt (MW) dalam jangka waktu 5
tahun (2014-2019). Sepanjang 5 tahun ke depan, pemerintah
bersama PLN dan swasta akan membangun 109 pembangkit;
masing-masing terdiri 35 proyek oleh PLN dengan total kapasitas
10.681 MW dan 74 proyek oleh swasta/Independent Power
Producer (IPP) dengan total kapasitas 25.904 MW. Dan pada
tahun 2015 PLN akan menandatangani kontrak pembangkit
sebesar 10 ribu MW sebagai tahap I dari total keseluruhan 35
ribu MW.

RENCANA PULAU YANG DI BANGUN


PEMBANGKIT

Proyek pembangunan pembangkit listrik dilakukan di JawaBali (18.697 MW)


Sumatera (10.090 MW)
Sulawesi (3.470 MW)
Kalimantan (2.635 MW)
Nusa Tenggara (670 MW)
Maluku (272 MW) dan
Papua (220 MW).

Total kebutuhan pendanaan untuk pembangunan pembangkit


listrik selama 2015-2019 sebanyak Rp1.127 triliun, dimana
Rp512 triliun di antaranya dari PLN dan Rp615 triliun dari
swasta dalam skema IPP.

TUJUAN

STRATEGI-STRATEGI PEMERINTAH DALAM


PELAKSANAAN PROYEK 35.000MW

Mempercepat ketersediaan lahan dengan menerapkan


Undang-undang 2/2012 tentang pembebasan lahan
Menyediakan proses negosiasi harga dengan menetapkan
harga patokan tertinggi untuk swasta dan excess power
Mempercepat proses pengadaan dengan mengacu pada
Permen ESDM 3/2012 dengan alternatif penunjukan
langsung atau pemilihan langsung untuk energi baru
terbarukan (EBT), mulut tambang, gas marjinal, ekspansi,
dan excess power
Memastikan kinerja pengembang dan kontraktor andal dan
terpercaya melalui penerpan uji tuntas (due diligence)
Mengendalikan proyek melalui project management office
(PMO)
Memperkuat koordinasi dengan para pemangku
kepentingan terkait