Anda di halaman 1dari 11

Konsep MPKP/MAKP/SP2KP

Untuk Memenuhi Tugas Manajemen Keperawatan


Dosen Pengampu:
Ns. Agus Santoso, S.Kep., M.Kep.
Disusun oleh A.14.1 Kelompok 9:
Murti Agustin

(22020114130096)

Liliana Dewi Anggarini

(22020114130092)

Dwi Putri Puspitarini

(22020114120029)

Tara Najmia Luthfita Sari

(22020114120014)

Lina Anggraeni

(22020114130126)

Eko Arsetyanto

(22020114120022)

Eva Handayani

(22020114130071)

ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
2016

DAFTAR ISI

1.

MPKP (Model Praktik Keperawatan Profesional)................................................................3


1.1 Definisi Sistem MPKP (Model Praktik Keperawatan Profesional)....................................3
1.2 Tujuan penerapan MPKP...................................................................................................3
1.3 Komponen/ pilar-pilar dalam MPKP..................................................................................3
1.4 Metode penugasan MPKP..................................................................................................3

2.

SP2KP (Sistem Pemberian Pelayanan Keperawatan Profesional)........................................4


2.1 Definisi SP2KP (Sistem Pemberian Pelayanan Keperawatan Profesional).......................4
2.2 Komponen pelayanan keperawatan profesional.................................................................4

3.

MAKP (Model Asuhan Keperawatan Profesional)...............................................................5


3.1 Definisi MAKP (Model Asuhan Keperawatan Profesional)..............................................5
3.2 Jenis-jenis MAKP...............................................................................................................5
3.3 Penentuan MAKP...............................................................................................................7
3.4 Sistem MAKP (Manajemen Asuhan Keperawatan Profesional)........................................8
3.5 Faktor-faktor yang berhubungan dengan perubahan MAKP.............................................9

Daftar Pustaka............................................................................................................................11

1. MPKP (Model Praktik Keperawatan Profesional)


1.1 Definisi Sistem MPKP (Model Praktik Keperawatan Profesional)
Suatu sistem yang terdiri dari struktur, proses, dan nilai-nilai profesional yang
memungkinkan perawat profesional mengatur pemberian asuhan keperawatan
termasuk lingkungan, yang dapat menopang pemberian asuhan keperawatan tersebut
(Sitorus, 2006).
1.2 Tujuan penerapan MPKP
a. Mengetahui bentuk pengorganisasian penerapan MPKP
b. Mengetahui jumlah dan kualifikasi SDM dalam penerapan MPKP
c. Mengetahui cara pendokumentasian dalam penerapan MPKP
d. Mengetahui cara operan dalam penerapan MPKP
e. Mengetahui kelengkapan sarana dan prasarana di ruang MPKP
1.3 Komponen/ pilar-pilar dalam MPKP
Menurut Sitorus & Yulia (2006),komponen MPKP yaitu:
1) Nilai-nilai profesional
2) Hubungan antar profesional
3) Metode pemberian asuhan keperawatan
4) Pendekatan manajemen (perubahan pengambilan keputusan)
5) Sistem kompensasi dan penghargaan
1.4 Metode penugasan MPKP
a. Metode kasus
Satu periode dinas secara penuh digunakan perawat dalam memberikan asuhan
keperawatan kepada klien. Kebutuhan klien dan kemampuan perawat tergantung
pada perawat yang merawat klien (Sitorus, 2016)
b. Metode fungsional
Penyelesaian prosedur dan tindakan merupakan focus dari pemberian asuhan
keperawatan.

Di

satu

ruangan,

perencanaan

intervensi

untuk

mengimplementasikan kepada klien yang diberikan kepada perawat (tugas


mengorganisir tindakan yang akan dilakukan oleh perawat shift yang memberikan
oleh kepala ruang, selanjutnya melaporkan situasi klien, serta dalam pembuatan
laporan menjadi tanggung jawab ketua ruang) (Sitorus, 2006).
c. Metode tim
Upaya koorperatif dan kolaboratif digunakan oleh perawat professional yang
bertugas sebagai pemimpin pada tim yang akan melakukan tindakan asuhan
3

keperawatan pada klien. Artinya, setiap anggota kelompok memiliki keikutsertaan


untuk merencanakan dan melakukan asuhan keperawatan.
d. Metode perawatan primer
Metode Keperawatan Primer adalah metode pemberian asuhan keperawatan
komprehensif yang merupakan penggabungan model praktik keperawataan
profesional. Asuhan keperawatan klien menjadi tanggungjawab dari setiap
perawat yang professional. Perawat primer bertanggung jawab memberikan
asuhan keperawatan secara utuh dengan menulis asuhan keperawatan secara
lengkap dari awal pasien sampai pulang. (Huber, 2000).
2. SP2KP (Sistem Pemberian Pelayanan Keperawatan Profesional)
2.1 Definisi SP2KP (Sistem Pemberian Pelayanan Keperawatan Profesional)
SP2KP yaitu suatu kegiatan pengelolaan asuhan keperawatan di setiap ruangan
perawatan rumah sakit.(Depkes RI, 2009)
2.2 Komponen pelayanan keperawatan profesional
Menurut Depkes RI (2009),komponen pelayanan keperawatan profesional terdiri
dari :
1) Perawat
2) Profil pasien
3) Sistem pemberian asuhan keperawatan
4) Kepemimpinan
5) Nilai-nilai profesional
6) Fasilitas
7) Sarana prasarana (logistik)
8) Dokumentasi asyhan keperawatan
3. MAKP (Model Asuhan Keperawatan Profesional)
3.1 Definisi MAKP (Model Asuhan Keperawatan Profesional)
MAKP merupakan suatu system baik itu struktur, proses, maupun nilai-nilai yang
berpotensi perawat professional memenejemen pemeberian asuhan keperawatan
salah satunya lingkungan untuk mendukung proses pemberian asuhan keperawatan
(Hoffart & Woods, 1996 dalam Hamid, 2001).
3.2 Jenis-jenis MAKP
Menurut Grant & Massey (1997) dan Marquis & Huston (1998),

Model
Fungsional

Deskripsi
Berdasarkan

orientasi

Penanggung Jawab

tugas

dari

filosofi Perawat yang bertugas

keperawatan

pada tindakan tertentu

Perawat melaksanakan tindakan tertentu

berdasarkan jadwal kegiatan yang ada


Metode fungsional dilaksanakan oleh
perawat

dalam

pengelolaan

asuhan

keperawatan sebagai pilihan utama pada


saat perang dunia kedua. Pada saat itu
karena masih terbatasnya jumlah dan
kemampuan perawat maka setiap perawat
hanya

melakukan 1-2 jenis intervensi

keperawatan pada semua pasien di bangsal


(merawat luka)
Kasus

Berdasarkan pendekatan holistik dari filosofi Manager keperawatan


keperawatan
-

Perawat

asuhan dan observasi pada pasien tertentu


Rasio pasien perawat 1:1
Setiap pasien ditugaskan kepada semua
perawat

bertanggung

yang

jawab

melayani

terhadap

seluruh

kebutuhannya pada saat dinas. Pasien akan


dirawat oleh perawat yang berbeda untuk
setiap shift dan tidak ada jaminan bahwa
pasien akan dirawat oleh orang yang sama
-

pada hari berikutnya.


Metode penugasan kasus biasa diterapkan
satu pasien untuk satu perawat, umumnya
dilaksanakan untuk perawat privat atau
5

untuk perawatan khusus seperti: isolasi,


intensive care
Tim

Berdasarkan kelompok pada filosofi keperawatan


-

Ketua tim

6-7 perawat profesional dan perawat


associate

bekerja

sebagai

suatu

tim,

disupervisi oleh ketua tim.


Metode ini menggunakan tim yang terdiri

dari anggota yang berbeda-beda dalam


memberikan asuhan keperawatan terhadap
sekelompok

pasien.

Perawat

ruangan

dibagi menjadi 2-3 tim yang terdiri dari


tenaga profesional, teknikal dan pembantu
dalam

satu

tim

kecil

yang

saling

membantu
Primer

Berdasarkan pada tindakan yang komprehensif Perawat primer


dari filosofi keperawatan
-

Perawat

bertanggung

jawab

terhadap

semua aspek asuhan keperawatan dari


hasil pengkajian kondisi pasien untuk
-

mengkoordinir asuhan keperawatan


Rasio perawat dan pasien 1:4 atau 1:5
Metode penugasan dimana satu orang
perawat bertanggung jawab penuh selama
24 jam terhadap asuhan keperawatan
pasien mulai dari pasien masuk sampai
KRS. Mendorong praktek kemandirian
perawat, ada kejelasan antara si pembuat
rencana asuhan dan pelaksana. Metode
6

primer

ini

ditandai

dengan

adanya

keterkaitan kuat dan terus menerus antara


pasien dan perawat yang ditugaskan untuk
merencanakan, melakukan dan koordinasi
asuhan

keperawatan

selama

pasien

dirawat.

3.3 Penentuan MAKP


Untuk melakukan penerapan MAKP ada dua komponen yang dapat digunakan
untuk penataan , yaitu :
1. Ketenagaan
Jumlah dan jenis tenaga keperawatan saat ini kurang mampu dalam memberikan
asuhan keperawatan professional yang dapat dilihat dari jumlah tenaga dengan
kebanyakan lulusan SPK. Selain itu penentuan jumlah tenaga keperawatan tidak
ditetapkan sesuai dengan derajat ketergantungan klien. Padahal pada pelayanan
professional keperluan jumlah tenaga tergantung jumlah klien dan derajat
ketergantungan klien. Menurut Douglas (1984) derajat ketergantungan klien
dikategorikan menjadi 3 yaitu: perawatan minimal dengan kebutuhan waktu 1-2
jam/24jam, perawatan intermediet dengan kebutuhan waktu 3-4 jam/24jam,
perawatan total dengan kebutuhan waktu 5-6 jam/24jam. Penelitian Douglas (1975)
dalam supriyanto (2003) menyatakan bahwa kebutuhan tenaga pada setiap waktu
berdasarkan tingkat ketergantungan pasien.
2.Metode pemberian asuhan keperawatan
Terdapat 4 metode pemberian asuhan keperawatan yaitu metode fungisonal,
metode kasus, metode tim dan metode keperawatan primer (Gillies, 1989).
Berdasarkan metode tersebut hanya metode tim dan primer yang memungkinkan
dalam pemberian pelayanan professional. Dalam hal ini adanya sentralisasi obat, timbang terima, ronde keperawatan dan super-visi (Nursalam, 2002)

3.4 Sistem MAKP (Manajemen Asuhan Keperawatan Profesional)


Langkah awal dalam keperawatan menuntut perawat setempat untuk mendata
pengalaman masa lalu pasien, pengetahuan pasien, perasaan dan harapan kesehatan
dimasa mendatang melalui pengkajian.
1. Pengkajian
Pengkajian terdiri dari proses pengumpulan data-data, memvalidasi data yang
telah terkumpul, dan menginterprestasikan informasi mengenai pasien/klien tersebut.
2. Diagnosa keperawatan
Setelah dilakukan pengkajian kemudian data-data diananlisis dan diambil
keputusan hal ini merupakan tahap diagnosis. Keputusan tersebut dapat dikatan
sebagai

diagnosis

masalah

kesehatan

aktual/potensial)

yang

meliputi

pengelompokkan analisis data dan merumuskan diagnosis. Oleh karenanya perawat


yang berwenang untuk mendiagnosis harus memiliki pengetahuan yang mumpuni
tentang patofisiologi, daerah masalah keperawatan , serta kemampuan untuk berpikir
secara objektif dan kritis. Diagnosa keperawatan yang sudah dirumuskan tercantum
pada daftar masalah klien kemudian ditandatangani oleh perawat yang berwernang
terhadap klien tersebut.
3. Intervensi
Setelah melakukan diagnosis keperawatan, perencanaan tindakan intervensi
kepada pasien dapat dibuat. Perawat dapat memilih tindakan khusus dari banyaknya
tindakan alternatif dari sumber-sumber yang tersedia seperti NANDA NIC NOC
dalam jangka waktu panjang maupun pendek untuk membantu klien/pasien
mempertahankan kesehatan yang optimal.
4. Implementasi
Perawat mengarahkan, membantu, mengkaji, dan memberikan pendidikan baik
kepada sejawat ataupun pasien dan termasuk juga dilakukan evaluasi pada respon
sikap dan pendidikan. Hal tersebut dikatan sebagai implementasi. Perawat yang
professional harus memakai semua metode manajemen. Salah satunya adalah
pengawasan dan menolong pegawai staf dalam pemberian asuhan keperawatan
dengan baik. Perawat juga harus mampu memakai sikap kepemimpinan untuk
meyakinkan pasien menerima asuhan yang diperlukan setiap saat sesuai cara yang
dikehendaki.
5. Evaluasi

Evaluasi merupakan tahap yang kelima dalam proses asuhan keperawatan.


Evaluasi adalah pertimbangan dan standar dari tindakan praktik yang telah dilakukan
dengan tujuan yang telah ditentukan sebelumnya dalam prosos asuhan keperawatan.
Evaluasi ini dapat mencapai titik efektif apabila tujuan yang telah ditentukan
sebelumnya sudah cukup raalistis dan sekiranya bisa dilakukan dan dicapai oleh
perawat, pasien, serta keluarga.
Lima tahapan dalam asuhan keperawatan dilakukan secara kontinu dengan
metode penugasan yang telah ditetapkan oleh manajer keperawatan sebelumnya.
Manajer keperawatan ikut campur dalam proses manjerial yang meliputi fungsi
manajermen agar bisa mempengaruhi perawat ditingkat bawah manajer keperawatan.
Semua itu dilakukan untuk memberikan asuhan keperawatan yang sesuai dengan
kode etik dan standar praktik keperawatan (Yayan dan Suarli, 2010).
3.5 Faktor-faktor yang berhubungan dengan perubahan MAKP
1. Kualitas pelayanan keperawatan
Hal ini diperlukan karena :
1) Untuk meningkatkan asuhan keperawatan pada pasien
2) Untuk menghasilkan keuntungan institusi
3) Untuk mempertahankan eksistensi institusi
4) Untuk meningkatkan kepuasan kerja
5) Untuk meningkatkan kepercayaan konsumen
6) Untuk menjalankan kegiatan sesuai standar
2. Standar praktik keperawatan
Menurut JCHO, standar praktik keperawatan yaitu :
1) Menghargai hak-hak pasien
2) Penerimaan sewaktu pasien MRS
3) Observasi keasaan pasien
4) Pemenuhan kebutuhan nutrisi
5) Asuhan pada tindakan non operatif dan administratif
6) Asuhan pada tindakan operasi dan prosedur infasif
7) Pendidikan kepada pasien dan keluarga
8) Pemberian asuhan secara terus-menerus dan berkesinambungan

Daftar Pustaka
Nursalam. (2002). Manajemen keperawatan. Jakarta: Salemba Medika: 137-143.
Direktorat Bina Pelayanan Keperawatan DEPKES RI. (2009). Modul sistem pemberian
pelayanan keperawatan profesional. Jakarta: Departemen Kesehatan.
Sitorus, Ratna. (2006). Model praktik keperawatan profesional di rumah sakit:
penataan struktur dan proses sistem pemberian asuhan keperawatan di ruang
rawat. Jakarta: EGC.
Sitorus dan Yulia. (2006). Model praktik keperawatan profesional di rumah sakit:
penataan struktur dan proses (sistem) pemberian asuhan keperawatan di ruang
rawat: panduan implementasi. Jakarta: EGC.
Pratiwi Arum, Muhlisin Abi. (2008). Kajian penerapan model praktik keperwatan
profesional (MPKP) dalam pemberian asuhan keperawatan di rumah sakit, Vol.
1, No. 1. pp 73-80, (Juni). Diperoleh pada tanggal 17 Feb. 16, dari:
https://publikasiilmiah.ums.ac.id/bitstream/handle/11617/3421/9%20KAJIAN
%20PENERAPAN%20MODEL%20PRAKTIK%20KEPERAWATAN.pdf?
sequence=1
Hamid, A.Y.S.. (2001) .Peran Profesi Keperawatan Dalam Meningkatkan Tangung Jawab
Perawat Untuk Memberikan Asuhan Keperawatan Profesional Sehubungan
Dengan Undang-Undang Konsumen. 005/BS/PPNI.
Nursalam. (2002). Manajemen Keperawatan : Aplikasi Dalam Praktek Keperawatan
Profesional. Salemba Medika: Jakarta
Huber, D. (2000). Leadership and Nursing Care Management. W.B. Sounder Company :
Philadelphia.
Suarli, S & yayan B. (2010). Manajemen keperawatan dengan pendekatan praktis.
Jakarta : Erlangga
10

Pertanyaan :
a) Karakteristik MPKP?
b) Tingkatan MPKP?
c) Langkah-langkah dalam MPKP?
d) Pemberian asuhan keperawatan profesional berdasarkan SP2KP?

11