Anda di halaman 1dari 15

BAB V

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)


STUDI LARAP PEMBANGUNAN BENDUNG GERAK KARANGNONGKO
Uraian Pendahuluan
1.

Latar Belakang

Rancangan Rencana Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai


Bengawan Solo memuat rencana pembangunan Bendung Gerak
Karangnongko di Kabupaten Bojonegoro yang diantara fungsinya adalah
untuk memenuhi kebutuhan air irigasi dan air baku. Kegiatan
pembangunan Bendung Gerak Karangnongko ini memerlukan pembebasan
lahan yang akan berdampak pada kehidupan masyarakat, karena hilang
atau berkurangnya aset lahan yang mereka miliki atau masyarakat terpaksa
harus berpindah lokasi/ tempat tinggal yang kemungkinan akan
menyebabkan beralihnya mata pencaharian mereka.
Sebagai langkah awal penyiapan lahan untuk pembangunan Bendung
Gerak Karangnongko tersebut diperlukan studi LARAP (Land Acquisition
and Resettlement Plan) yang rencananya akan dilaksanakan pada Tahun
Anggaran 2015. Dengan adanya dokumen LARAP yang dihasilkan
nantinya diharapkan dapat digunakan sebagai acuan dalam pengadaan
tanah dalam rangka pembangunan Bendung Gerak Karangnongko.

Bendung Gerak
Karangnongko

Gambar 1 Lokasi Kegiatan

V-1

2.

Maksud dan Tujuan

Maksud dilaksanakannya pekerjaan ini adalah melakukan identifikasi dan


inventarisasi status tanah/ lahan yang terkena dampak rencana pembangunan
Bendung Gerak Karangnongko;
Tujuan kegiatan ini adalah:
a. Memperoleh informasi tentang status dan nilai tanah/ lahan beserta
segala sesuatu yang berada di atasnya yang terkena dampak rencana
pembangunan Bendung Gerak Karangnongko;
b. Menyusun rencana pemindahan penduduk dan atau ganti rugi lahan
yang akan digunakan dalam pembangunan Bendung Gerak
Karangnongko;
c. Menyusun dokumen rencana pengadaan tanah.

3.

Sasaran

Sasaran kegiatan ini adalah tersedianya dokumen LARAP yang dapat


digunakan sebagai acuan dalam pengadaan tanah untuk pembangunan
Bendung Gerak Karangnongko

4.

Lokasi Kegiatan

Lokasi pekerjaan adalah di lokasi rencana pembangunan Bendung Gerak


Karangnongko yaitu sekitar 15 km di hilir pertemuan Sungai Bengawan
Solo dengan Sungai Madiun, tepatnya di sebelah kanan di Desa Ngelo
Kecamatan Margomulyo Kabupaten Bojonegoro dan di sebelah kiri di
Desa Mendenrejo Kecamatan Kradenan Kabupaten Blora.

5.

Sumber Pendanaan

Pagu dana untuk pelaksanaan kegiatan ini sebesar Rp 1.480.000.000,- (satu


milyar empat ratus delapan puluh juta rupiah) termasuk PPN yang bersumber
dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran
2015 pada DIPA Satker Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo.

6.

Nama dan
Organisasi Pejabat
Pembuat Komitmen

Nama dan Organisasi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) adalah PPK


Perencanaan dan Program, Satuan Kerja Balai Besar Wilayah Sungai
Bengawan Solo, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian
Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat.
Data Penunjang

7.

Data Dasar

Data Teknis Bendung Gerak Karangnongko:


- Tipe Bendung Gerak
: Concrete Gravity
- Elevasi Bendung Gerak tertinggi
: EL.43,80 m
- Tinggi Bendung Gerak maksimum : 25,80 m
- Panjang total Bendung Gerak
: 253,50 m
- Lebar Jalan Inspeksi
: 4,50 m
- Panjang total Jembatan
: 253,50 m
- Lebar Jembatan
: 4,50 m
- Luas Genangan
: 1.020,00 ha

V-2

- Luas Green Belt

: 2.057,20 ha

- Luas Tapak

: 38,23 ha

Sumber : Detail Desain Pembangunan Bendung Gerak Karangnongko


Tahap I, 2012.
8.

Standar Teknis

Standar teknis dan pedoman yang dapat digunakan dalam pekerjaan ini
antara lain:
a. Permen PU No 04/PRT/M/2009 tentang Sistem Manajemen Mutu;
b. Undang-Undang Republik Indonesia No. 2 Tahun 2012 tentang
Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum;
c. Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 71 Tahun 2012 tentang
Penyelenggaraan Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk
Kepentingan Umum;
d. Standar lain yang terkait.

9.

Studi-studi
Terdahulu

Studi-studi terdahulu yang dapat digunakan sebagai referensi antara lain:


a. Rancangan Rencana Pengeloloaan SDA WS Bengawan Solo, 2014;
b. DD Pembangunan Bendung Gerak Karangnongko Tahap I, 2012;
c. DD Pembangunan Bendung Gerak Karangnongko Tahap II, 2013;
d. Review AMDAL Pembangunan Bendung Gerak Karangnongko di
Kab. Bojonegoro; 2014.

Referensi Hukum

Referensi hukum untuk pelaksanaan pekerjaan ini meliputi :


a. Undang-Undang Republik Indonesia No. 7 Tahun 2004 tentang
Sumber Daya Air;
b. Undang-Undang Republik Indonesia No.
c. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang;
d. Undang-Undang Republik Indonesia No. 2 Tahun 2012 tentang
Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum;
e. Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 42 Tahun 2008 tentang
Pengelolaan Sumber Daya Air;
f. Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 38 Tahun 2011 tentang
Sungai;
g. Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 71 Tahun 2012 tentang
Penyelenggaraan Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk
Kepentingan Umum;
h. Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia No.
5 Tahun 2012 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengadaan Tanah.

10.

11.

Lingkup Kegiatan

Ruang Lingkup
Lingkup pekerjaan pada Studi LARAP Pembangunan Bendung Gerak
Karangnongko adalah sebagai berikut:
1. Persiapan, yang meliputi:
Persiapan administrasi dan teknis;
Mobilisasi personil dan peralatan;

V-3

2.

3.

4.
5.

6.

Pengumpulan data sekunder yang terkait termasuk hasil-hasil studi


sebelumnya yang sudah pernah dilakukan;
Survey pendahuluan.
Survei inventarisasi dan identifikasi, yang meliputi:
Menyusun rencana survei dan pemetaan kadastral sekaligus survei
sosial ekonomi;
Melaksanakan survei dan pemetaan kadastral di lokasi yang terkena
dampak pembangunan Bendung Gerak Karangnongko;
Melakukan survei sosial ekonomi dalam bentuk sensus, wawancara,
dan penyebaran kuesioner kepada warga masyarakat yang tanah/
lahannya terdampak pembangunan sekaligus pengumpulan bukti
kepemilikan tanah dari pihak yang berhak;
Analisis Data dan Penggambaran, yang meliputi:
Analisis hasil pengumpulan data sekunder termasuk peta quick bird/
pleiades di lokasi yang terkena pembebasan lahan;
Analisis hasil survei dan pemetaan kadastral;
Analisis sosial ekonomi termasuk hasil sensus dan wawancara/ isian
kuesioner;
Analisis perkiraan aset yang terkena pembebasan;
Penggambaran peta bidang berdasar hasil survei dan pemetaan
kadastral.
Penyusunan kebijakan rencana pengadaan tanah termasuk
rencana relokasi dan penggantian kerugiannya.
Diskusi-diskusi, yang meliputi:
Diskusi RMK;
Diskusi Konsep Laporan Pendahuluan;
Diskusi Konsep Laporan Antara;
Diskusi Konsep Laporan Akhir;
Pertemuan Konsultasi Masyarakat (2 kali);
Diskusi Kemajuan Pekerjaan (minimal 2 kali);
Diskusi dengan Direktorat Pembina (minimal 1 kali).
Pelaporan, yang meliputi:
Laporan RMK, sebanyak 5 (lima) buku;
Konsep Laporan Pendahuluan, sebanyak 10 (sepuluh) buku;
Laporan Pendahuluan, sebanyak 5 (lima) buku;
Konsep Laporan Antara, sebanyak 10 (sepuluh) buku;
Laporan Antara, sebanyak 5 (lima) buku;
Konsep Laporan Akhir, sebanyak 10 (sepuluh) buku;
Laporan Akhir, sebanyak 10 (sepuluh) buku;
Executive Summary, sebanyak 10 (sepuluh) buku;
Laporan penunjang masing-masing sebanyak 5 (lima) buku, yang
meliputi:
a. Dokumen LARAP;
b. Laporan hasil inventarisasi kepemilikan aset yang terdampak;

V-4

c. Laporan Survei dan Pemetaan;


d. Laporan Sosial Ekonomi;
Album Gambar, sebanyak 5 (lima) buku;
Album foto dokumentasi;
Softcopy laporan dalam eksternal hardisk 1 TB.
12.

Keluaran

Keluaran yang dihasilkan dari pelaksanaan pekerjaan ini adalah berupa


Dokumen LARAP beserta laporan pendukungnya yang dapat digunakan
sebagai acuan untuk pengadaan tanah rencana pembangunan Bendung
Gerak Karangnongko.
Peralatan, material, personil dan fasilitas yang disediakan oleh Pejabat
Pembuat Komitmen yang dapat digunakan dan harus dipelihara oleh
penyedia jasa:
a. Laporan dan Data
Studi terdahulu dan data pendukung lainnya yang ada di Balai Besar
Wilayah Sungai Bengawan Solo apabila tersedia.
b. Akomodasi dan Ruang Kantor
Pejabat Pembuat Komitmen tidak menyediakan akomodasi dan ruang
kantor, serta perlengkapannya, sehingga penyedia jasa harus
menyediakan sendiri.
b. Staf Pengawas/Pendamping
Pejabat Pembuat Komitmen akan menunjuk pejabat/petugas selaku
Direksi Pekerjaan, yang akan mendampingi dan mengawasi secara
langsung pelaksanaan pekerjaan jasa konsultansi.

13.

Peralatan, Material,
Personil dan Fasilitas
dari Pejabat Pembuat
Komitmen

14.

Peralatan dan
Material dari
Penyedia Jasa
Konsultansi

Penyedia Jasa menyediakan peralatan dan material yang memenuhi standar


ketelitian untuk menunjang pelaksanaan pekerjaan. Peralatan dan material
tersebut harus disetujui dan direkomendasikan oleh Direksi Pekerjaan.

15.

Lingkup
Kewenangan
Penyedia Jasa

Kewenangan Penyedia Jasa adalah menyediakan:


a. Kantor/Studio lengkap dengan peralatan yang diperlukan untuk
pelaksanaan pekerjaan seperti: peralatan gambar, peralatan tulis dan
barang-barang yang habis pakai lainnya. Kantor/Studio harus
beralamat/berdomisili di Kota Surakarta dan sekitarnya;
b. Biaya akomodasi, perjalanan Dinas serta penginapan untuk Personil;
c. Fasilitas transportasi termasuk kendaraan bermotor roda 4 (empat)
dan roda 2 (dua) yang layak untuk inspeksi lapangan beserta
pengemudinya;
d. Biaya untuk staf pembantu pada bagian administrasi umum;
e. Keperluan biaya sosial dan pengobatan selama pekerjaan lapangan di
lokasi Proyek (sudah termasuk di dalam Biaya Langsung Personil);
f. Penyedia Jasa menyediakan base camp (kantor lapangan) di dekat
lokasi pekerjaan/proyek.

V-5

16.

17.

Jangka Waktu
Penyelesaian
Kegiatan
Personil

Jangka waktu pelaksanaan kegiatan ini selama 240 (dua ratus empat puluh)
hari kalender.

Posisi
Tenaga Ahli :
1. Ketua Tim/
Ahli
Sumber
Daya Air (1
orang)

Kualifikasi

Jumlah
Orang
Bulan

a. Berpendidikan minimal Sarjana (S1) Teknik


Sipil/ Teknik Pengairan atau Pascasarjana
(S2) Teknik Sipil/ Teknik Pengairan;
b. Berpengalaman
dalam
pekerjaan
penyusunan LARAP bidang sumber daya
air sekurang-kurangnya 6 (enam) tahun
dilengkapi dengan referensi kerja dari
Pengguna
Jasa/Pejabat
Pembuat
Komitmen;
c. Mempunyai pengalaman sebagai ketua tim
sekurang-kurangnya 2 (dua) kali;
d. Mempunyai Sertifikat Keahlian (SKA)
dengan klasifikasi ahli madya di bidang
sumber daya air atau teknik sipil yang
diterbitkan oleh Asosiasi Profesi yang
telah terakreditasi oleh Lembaga yang
berwenang
e. Uraian Tugas:
Bertanggung jawab langsung kepada
PPK dan Direksi atas jalannya
pekerjaan dari awal sampai selesai
dan seluruh hasil pekerjaannya sesuai
dengan syarat-syarat yang ditentukan
dalam kontrak;
Mewakili pihak konsultan jika harus
berhubungan dengan pihak-pihak
terkait baik instansi pemerintah
maupun swasta selama dalam
pelaksanaan pekerjaan ini;
Membuat program dan strategi
pelaksanaan pekerjaan, baik rencana
kerja maupun rencana penugasan
personil sesuai dengan Kerangka
Acuan Kerja (KAK);
Memberi
pengarahan
dan
mendistribusikan pekerjaan kepada
seluruh Tenaga ahli dan selalu
mengawasinya;
Mengendalikan jadwal pelaksanaan,

V-6

jadwal personil, dan jadwal peralatan


termasuk jadwal diskusi, presentasi
dan penyerahan laporan-laporan;
Melaksanakan koordinasi, diskusi,
asistensi dan presentasi pekerjaan
dengan pihak Direksi;
Melaksanakan serah terima hasil
pekerjaan dengan pihak Direksi;
Bersama
tenaga
ahli
lainnya
menyusun
laporan-laporan
pelaksanaan pekerjaan.
2. Tenaga Ahli
Geodesi
(1 orang)

a. Berpendidikan minimal Sarjana (S1)


Teknik Geodesi;
b. Berpengalaman
dalam
bidang
pengukuran dan pemetaan prasarana
keairan sekurang-kurangnya 4 (empat)
tahun dilengkapi dengan referensi kerja
dari Pengguna Jasa/Pejabat Pembuat
Komitmen;
c. Mempunyai Sertifikat Keahlian (SKA)
dengan klasifikasi ahli muda di bidang
Geodesi yang diterbitkan oleh Asosiasi
Profesi yang telah terakreditasi oleh
Lembaga yang berwenang;
d. Uraian Tugas:
Membantu dalam pembuatan Draft
dan Laporan Akhir, serta membantu
pembuatan laporan-laporan lainnya;
Ikut melaksanakan diskusi-diskusi
dan
presentasi
dengan
pihak
pengguna jasa sesuai dengan jadwal
yang ditentukan;
Mengkoordinir pelaksanaan survei
dan pemetaan;
Melakukan analisis hasil survei dan
pemetaan serta menyiapkan gambar/
peta
bidang
sebagai
bahan
penyusunan dokumen LARAP.

3. Tenaga Ahli
Sosial
Ekonomi
(1 orang)

a. Berpendidikan minimal Sarjana (S1)


Sosial atau Ekonomi atau Sosial
Ekonomi;
b. Berpengalaman dalam pekerjaan sosial
ekonomi di bidang sumber daya air
sekurang-kurangnya 4 (empat) tahun
dilengkapi dengan referensi kerja dari
Pengguna Jasa;

V-7

c. Uraian Tugas:
Membantu dalam pembuatan Draft
dan Laporan Akhir, serta membantu
pembuatan laporan-laporan lainnya;
Ikut melaksanakan diskusi-diskusi
dan
presentasi
dengan
pihak
pengguna jasa sesuai dengan jadwal
yang ditentukan;
Mengkoordinir pelaksanaan survei
sosial ekonomi;
Analisis data hasil survei sosial
ekonomi;
Membuat simpulan kondisi sosial
ekonomi dan persepsi masyarakat di
rencana
lokasi
pembangunan
Bendung
Gerak
Karangnongko
sebagai bahan dalam penyusunan
dokumen LARAP.
4. Tenaga
Ahli
Hukum
(1 orang)

a. Berpendidikan minimal Sarjana (S1)


Hukum;
b. Berpengalaman di bidang hukum
khususnya kegiatan sumber daya air
sekurang-kurangnya 4 (empat) tahun
dilengkapi dengan referensi kerja dari
Pengguna
Jasa/Pejabat
Pembuat
Komitmen;
c. Uraian Tugas:
Membantu dalam pembuatan Draft
dan Laporan Akhir, serta membantu
pembuatan laporan-laporan lainnya;
Ikut melaksanakan diskusi-diskusi
dan
presentasi
dengan
pihak
pengguna jasa sesuai dengan jadwal
yang ditentukan;
Melakukan analisis terhadap status
objek pengadaan tanah berdasar bukti
dari pihak yang berhak.

5. Tenaga Ahli
Perencanaan
Wilayah
/Lansekap
(1 orang)

a. Berpendidikan minimal Sarjana (S1)


Perencanaan Wilayah/ Planologi;
b. Berpengalaman
dalam
kegiatan
Perencanaan
Wilayah
khususnya
bidang sumber daya air sekurangkurangnya 4 (empat) tahun dilengkapi
dengan referensi kerja dari Pengguna
Jasa/Pejabat Pembuat Komitmen;

V-8

c. Mempunyai Sertifikat Keahlian (SKA)


di bidang Wilayah dan Perkotaan/
Arsitek Lansekap yang diterbitkan oleh
Asosiasi Profesi yang telah terakreditasi
oleh Lembaga yang berwenang;
d. Uraian Tugas:
Membantu dalam pembuatan Draft
dan Laporan Akhir, serta membantu
pembuatan laporan-laporan lainnya;
Ikut melaksanakan diskusi-diskusi
dan
presentasi
dengan
pihak
pengguna jasa sesuai dengan jadwal
yang ditentukan;
Melakukan
analisis
terhadap
kebutuhan relokasi dan menyusun
rencana relokasi/ pemindahan aset
yang terkena dampak.
6. Asisten
Ahli
Geodesi
(1 orang)

a. Berpendidikan minimal Sarjana (S1)


Teknik Geodesi;
b. Berpengalaman
dalam
bidang
pengukuran dan pemetaan sekurangkurangnya 2 (dua) tahun dilengkapi
dengan referensi kerja dari Pengguna
Jasa/Pejabat Pembuat Komitmen;
c. Membantu Tenaga Ahli Geodesi dalam
melaksanakan
tugas
dan
tanggungjawabnya.

7. Asisten
Ahli Sosial
Ekonomi
(1 orang)

a. Berpendidikan minimal Sarjana (S1)


Sosial atau Ekonomi atau Sosial
Ekonomi;
b. Berpengalaman dalam pekerjaan sosial
ekonomi di bidang sumber daya air
sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun
dilengkapi dengan referensi kerja dari
Pengguna Jasa;
c. Membantu Tenaga Ahli Sosial Ekonomi
dalam melaksanakan tugas dan
tanggungjawabnya.

Juru a. Berpendidikan minimal Diploma III (D


Gambar
III) Teknik Sipil/ Teknik Pengairan/
(2 orang)
Teknik Geodesi;
b. Menguasai software AutoCAD;
c. Berpengalaman
dalam
pembuatan
gambar-gambar desain dan atau pemetaan

10

Tenaga Teknis:
1.

V-9

sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun;


2. Surveyor
Sosial
(4 orang)

a. Berpendidikan Minimal Diploma III ilmu


sosial;
b. Berpengalaman dalam survei sosial
sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun.

20

3. Surveyor
Pengukuran
& Pemetaan
(4 orang)

a. Berpendidikan Minimal Diploma III (D


III) Teknik Sipil/ Teknik Pengairan/
Teknik Geodesi;
b. Berpengalaman melaksanakan pekerjaan
pengukuran dan pemetaan sekurangkurangnya 3 (tiga) tahun.

20

4.Surveyor
a. Berpendidikan Minimal Diploma III (D
Inventarisasi
III) Teknik Sipil/ Teknik Pengairan;
Aset
b. Berpengalaman melaksanakan survei
(4 orang)
inventarisasi aset di bidang sumber daya
air sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun.

20

Tenaga Pendukung:
1.Tenaga
a. Berpendidikan
Minimal
Lulusan
Administra
SMA/SMK;
si
b. Berpengalaman dalam
melaksanakan
(2 orang)
pekerjaan administrasi dan keuangan
selama minimal 3 tahun.

16

2.Operator
Komputer
(1 orang)

a. Berpendidikan
Minimal
Lulusan
SMA/SMK, memiliki sertifikat/ijasah dari
lembaga pelatihan/kursus komputer
b. Berpengalaman dalam
melaksanakan
pekerjaan administrasi selama minimal 3
tahun.

3.Tenaga
Lokal
(18 orang)

Pendidikan minimal sesuai dengan bidang


tugasnya.

90

V-10

18.

Jadwal Tahapan
Pelaksanaan
Kegiatan

Jadwal tahapan pelaksanaan kegiatan adalah sebagai berikut :


Bulan keNo
Kegiatan
.
I II III IV
V
VI
Persiapan
1 Persiapan
administrasi
dan
teknis
serta
mobilisasi personil
dan peralatan
2 Pengumpulan data
sekunder
dari
instansi terkait
3 Survei
Pendahuluan
Survei Inventarisasi dan Investigasi
4 Menyusun rencana
survei/ pengukuran
topografi sekaligus
survei
sosial
ekonomi
5 Melaksanakan
survei
dan
pemetaan di lokasi
yang
terkena
dampak
pembangunan
Bendung
Gerak
Karangnongko
6 Melakukan survei
sosial
ekonomi
dalam
bentuk
sensus, wawancara,
dan
penyebaran
kuesioner kepada
warga masyarakat
yang
tanah/
lahannya
terdampak
pembangunan
sekaligus
pengumpulan bukti
kepemilikan tanah
dari pihak yang
berhak
Analisis Data dan Penggambaran
7 Analisis
hasil
pengumpulan data
sekunder termasuk
terhadap peta quick

V-11

VII

VII
I

No
.

Kegiatan

bird/ pleiades
lokasi pembebasan
( 320 km2)
8 Analisis
hasil
survei
pemetaan
9 Analisis
sosial
ekonomi termasuk
hasil sensus dan
wawancara/ isian
kuesioner
10 Analisis perkiraan
aset yang terkena
pembebasan
11 Penggambaran peta
bidang
berdasar
hasil pengukuran
dan pemetaan
Penyusunan kebijakan
rencana
pengadaan
tanah
termasuk
rencana relokasi dan
penggantian
kerugiannya
Diskusi
12 Diskusi RMK
13 Diskusi
Konsep
Laporan
Pendahuluan
No.
Personil
14 Diskusi
Konsep
Laporan AntaraTenaga Ahli
15 Diskusi
Konsep
1. Ketua Tim/ Ahli Sumber Daya
Laporan Akhir
Air
16 Pertemuan
2. Ahli Geodesi
Konsultasi
3. Ahli Sosial Ekonomi
Masyarakat/ PKM
4. Ahli Hukum
(2 kali)
5. Ahli Perencanaan Wilayah/
17 Diskusi Kemajuan Lansekap
Pekerjaan (2 kali)
6. Asisten Ahli Geodesi
18 Diskusi
dengan
7. Asisten Ahli Sosial Ekonomi
Direktorat Pembina
Tenaga Teknis
Pembuatan Laporan
1. Juru Gambar (2 orang)
2. Surveyor Sosial (4 orang)
Jadwal penugasan
3. Surveyor
Pengukuran
dan
personil ditunjukkan pada
Pemetaan (4 orang)
Tabel berikut:
4. Surveyor Inventarisasi Aset
(4 orang)
V-12
Tenaga Pendukung
1. Tenaga Administrasi (2 orang)
2. Operator Komputer
3. Tenaga Lokal (18 orang)

MM
8
7
6
4
3
4
4
8
20
20
20

16
8
90

Bulan ke1 2 3 4 5 6 7 8

Laporan
19.

Rencana Mutu
Kontrak (RMK)

Laporan RMK memuat rencana tiap tahap kegiatan, yang digunakan dalam
evaluasi dan monitoring mutu tiap tahap kegiatan. Presentasi Pra
Pelaksanaan Kegiatan yang membahas RMK dilaksanakan pada minggu
pertama di hadapan Direksi Pekerjaan/Pemberi Kerja. Laporan harus
diserahkan selambat-lambatnya 30 hari sejak SPMK diterbitkan sebanyak 5
(lima) buku laporan.

20.

Laporan
Pendahuluan

Laporan Pendahuluan memuat :


a. Hasil pengumpulan data sekunder termasuk hasil kajian/ studi terdahulu;
b. Hasil survei pendahuluan;
c. Pendekatan pekerjaan dengan hasil survey dan studi terdahulu.
Presentasi Konsep Laporan Pendahuluan dilaksanakan pada minggu ke-2
(dua) bulan ke-1 (pertama) di hadapan Direksi Pekerjaan/Pemberi Kerja dan
Instansi/Dinas terkait. Tanggapan dan saran yang berguna harus dituangkan
dalam Laporan Pendahuluan. Konsep Laporan Pendahuluan harus
diserahkan selambat-lambatnya 1 (satu) minggu sebelum dilaksanakannya
diskusi Konsep Laporan Pendahuluan sebanyak 10 (sepuluh) buku laporan
dan 1 (satu) buku disimpan sebagai arsip.
Laporan Pendahuluan merupakan perbaikan dan penyempurnaan dari
Konsep Laporan Pendahuluan berdasar saran dan masukan pada diskusi
konsep laporan pendahuluan. Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya
akhir bulan ke-1 (satu) sejak SPMK diterbitkan sebanyak 5 (lima) buku
laporan.

21.

Laporan Bulanan

Laporan Bulanan memuat:


a.
Kemajuan Pekerjaan sampai dengan laporan dibuat;
b.
Rencana pekerjaan untuk bulan berikutnya;
c. Daily work tenaga ahli yang bertugas;
d. Dan hal-hal lain yang perlu disampaikan.
Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya hari ke 5 (lima) setiap
bulannya dan diterbitkan sebanyak 5 (lima) buku laporan.

22.

Laporan Antara

Laporan Antara memuat :


a. Hasil analisis data sekunder;
b. Rencana pelaksanaan survei topografi dan sosial ekonomi;
c. Pelaksanaan survei topografi dan sosial ekonomi yang sedang
berlangsung.
Presentasi Konsep Laporan Antara dilaksanakan pada pertengahan bulan ke4 (keempat) di hadapan Direksi Pekerjaan/ Pemberi Kerja dan Instansi/Dinas
terkait. Konsep Laporan Antara harus diserahkan 1 (satu) minggu sebelum
Diskusi dilaksanakan, sebanyak 10 (sepuluh) buku laporan sebagai bahan
diskusi dan 1 (satu) buku disimpan sebagai arsip.

V-13

Laporan Antara merupakan perbaikan dan penyempurnaan Konsep Laporan


Antara berdasar masukan dan saran pada saat Diskusi Konsep Laporan
Antara. Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya akhir bulan ke-4
(keempat) sejak SPMK diterbitkan sebanyak 5 (lima) buku laporan.
23.

Laporan Akhir

Laporan Akhir memuat keseluruhan hasil studi yang telah dilaksanakan.


Presentasi Konsep Laporan Akhir dilaksanakan pada akhir bulan ke-7
(ketujuh). Tanggapan dan saran yang berguna harus dituangkan dalam
Laporan Akhir. Konsep Laporan harus Akhir diserahkan 1 (satu) minggu
sebelum Diskusi dilaksanakan, sebanyak 20 (dua puluh) buku laporan
sebagai bahan diskusi dan 1 (satu) buku disimpan sebagai arsip.
Laporan Akhir merupakan perbaikan dan penyempurnaan Konsep Laporan
Akhir berdasar saran dan masukan pada saat diskusi Konsep Laporan Akhir.
Laporan yang harus diserahkan sebanyak 10 (sepuluh) buku laporan dan
selambat-lambatnya sebelum masa berakhirnya kontrak.

23.

Laporan Ringkas
(Executive Summary)

Laporan Executive Summary merupakan ringkasan dari Laporan Akhir yang


wajib diserahkan sebelum berakhirnya kontrak sebanyak 10 (sepuluh)
laporan.

24

Album Gambar

Album Gambar dibuat sebanyak 5 (lima) buku A3 dan harus diserahkan


selambat-lambatnya akhir bulan ke-8 (delapan) sejak SPMK diterbitkan.

25

Laporan Penunjang

Laporan Penunjang yang wajib diserahkan masing-masing sebanyak 5 (lima)


buku meliputi:
a. Dokumen LARAP;
b. Laporan hasil inventarisasi kepemilikan aset yang terdampak;
c. Laporan Topografi;
d. Laporan Sosial Ekonomi.

26

Album Foto
Dokumentasi

Album foto dokumentasi berisi dokumentasi pelaksanaan kegiatan dan harus


diserahkan sebelum berakhirnya masa kontrak sebanyak 2 (dua) buah.

27

Soft copy laporan

Softcopy laporan termasuk peta dan software yang digunakan untuk analisis
harus diserahkan sebelum berakhirnya masa kontrak dalam 1 (satu) hard
disk eksternal 1 TB.
Hal-hal Lain

28

Persyaratan
Kerjasama

Dalam hal peserta akan melakukan kerjasama operasi (KSO)/kemitraan maka


disyaratkan sebagai berikut:
a. Wajib mempunyai perjanjian Kerja Sama Operasi/kemitraan yang memuat
persentase kemitraan dan perusahaan yang mewakili kemitraan tersebut;
b. Penilaian kualifikasi dilakukan terhadap seluruh peserta yang tergabung
dalam Kerja Sama Operasi/kemitraan;
c. Membentuk kemitraan/KSO dengan nama kemitraan/KSO tertentu;
d. Menunjuk 1 (satu) nama peserta sebagai perusahaan utama (leading firm)

V-14

untuk kemitraan/KSO dan mewakili serta bertindak untuk dan atas nama
kemitraan/KSO;
e. Menyetujui apabila ditunjuk sebagai pemenang, wajib bertanggung jawab
baik secara bersama-sama atau masing-masing atas semua kewajiban
sesuai ketentuan dokumen kontrak;
f. Perjanjian secara otomatis menjadi batal dan tidak berlaku lagi bila seleksi
tidak dimenangkan oleh perusahaan kemitraan/KSO.
29

Pedoman
Pelaksanaan
Pekerjaan

Pedoman yang digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan ini antara lain:


a. Undang-Undang Republik Indonesia No. 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan
Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum;
b. Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 71 Tahun 2012 tentang
Penyelenggaraan Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan
Umum;
c. Pedoman lain yang terkait.

30

Alih Pengetahuan

Penyedia Jasa Konsultansi berkewajiban untuk menyelenggarakan pertemuan


dan pembahasan (diskusi internal) dalam rangka alih pengetahuan kepada
Direksi dan Pejabat Pembuat Komitmen.

V-15