Anda di halaman 1dari 4

PANDUAN PRAKTIK KLINIS (PPK)

KEPERAWATAN

VERTIGO
1. Pengertian (Definisi)

Kata vertigo berasal dari bahasa Latin vertere yang


artinya

memutar,

merujuk

pada

sensasi

berputar

sehingga mengganggu rasa keseimbangan seseorang,


umumnya disebabkan oleh gangguan pada sistim
keseimbangan (Labuguen, 2006).

Vertigo menurut

Collins (1997) didefinisikan sebagai perasaan dimana


penderita merasa dirinya berputar atau ia merasa dunia
sekelilingnya berputar. Vertigo juga dapat diartikan
sebagai

gerakan

atau

rasa

gerakan

tubuh

atau

lingkungan sekitarya diikuti dengan gejala dari susunan


syaraf

otonom

sebagai

akibat

gangguan

alat

keseimbangan tubuh. Vertigo bukan suatu diagnosis


penyakit, melainkan kumpulan berbagai macam penya2. Pengkajian keperawatan

kit fisik maupun psikis.


1.
Nyeri kepala khas terasa pusing berputar
2.

Neurosensoris

3.

Gangguan penglihatan

4.

Rasa mual dan muntah

5.

Riwayat

penyakit

terdahulu

(hipertensi,

tumor serebri)

3. Masalah Keperawatan

6.

Pola koping, integritas ego

7.

Pola aktivitas-istirahat

a. Nyeri akut berhubungan dengan gangguan pada pusat

keseimbangan tubuh dan penekanan syaraf


b. Resiko

jatuh berhubungan dengan pusing ketika

menggerakan kepala.
c. Nausea

berhubungan

dengan

penyakit

meniere,

labirintitis
d. Defisit pengetahuan tentang penyakit pengobatan dan

perawatan berhubungan dengan kurangnya paparan


informasi.
4. Diagnosa Keperawatan

1.

Nyeri akut berhubungan dengan gangguan

pada pusat keseimbangan tubuh dan penekanan


syaraf
NOC:
Pain level
Pain control
NIC:
Pain management
Vital sign monitoring
2.
Resiko jatuh berhubungan dengan pusing
ketika menggerakan kepala.
NOC:

Knowledge: Fall Prevention


Coordinated movement

NIC:

Fall prevention

3.

Nausea

berhubungan

dengan

penyakit

meniere, labirintitis
NOC:

Appetite
Nauesa and vomiting severity
Nutritional status: food & fluid intake

NIC:

Nausea management
Nutrition management

4.

Defisiensi

Pengetahuan

b.d

kurangnya

paparan informasi
NOC:
Knowledge : disease process
Knowledge : health Behavior
NIC:

5. Intervensi Keperawatan

1.
2.
3.

Teaching: dissease process


Mengukur tanda-tanda vital.
Mengajarkan teknik relaksasi nafas dalam
Memberikan obat secara aman dan tepat

(obat-obatan

antihistamin,

antagonis

kalsium,

fenotiazin, anti kolinergik, penenang minor dan obat


4.

simpatomitetik).
Mengajarkan

5.

dengan manaje-men stress dan pola koping


Mengajarkan keseimbangan antara istirahat
dengan kegiatan

kebiasaan

sehat

terkait

6. Pemeriksaan penunjang

7. Evaluasi

8. Informasi & Edukasi

6.
Monitoring TTV dan keadaan umum
1 Laboratorium darah: Darah lengkap (DL)
2

CT-scan jaringan serebral

Pemeriksaan audiometric jika terdapat keluhan

1.

pendengaran
Tanda-tanda vital normal

2.

Nyeri kepala berkurang

3.

Pusing berputar berkurang

4.

Mual muntah tidak ada

5.

Klien paham tentang penyakit dan prosedur

1.

tindakan yang dilakukan


Edukasi mengenai proses penyakit, faktor

2.

resiko, maupun komplikasi


Edukasi tentang manajemen stress dan

3.

manajemen aktivitas yang baik


Edukasi untuk pemeriksaan penunjang CTscan dan konsultasi ke psikolog atau psikiater jika

9. Discharge Planning

10. Nasehat pulang/ instruksi

terdapat gangguan psikologis


1.
Pulang
2.

Rawat inap

3.
1.

Rawat intensif
Mengenali tanda-tanda krisis vertigo
(kondisi darurat yang mengharuskan segera ke RS)

rawat inap
2.

Menerapakan pola koping dan pola aktivitas


yang baik, tidak terlalu beraktivitas berat dan tidak
terlalu stress

3.
11. Prognosis

Obat diminum secara teratur

4.
Baik

Kontrol rutin ke poli syaraf

Buruk

12. Penelaah Kritis

Ragu-ragu/tidak tentu
1.
Sp.S spesialis syaraf
2.

13. Indikator

14. Kepustakaan

Psikolog atau psikiater

3.
Ns. Sp.Kep.MB
- Rawat inap:
Kondisi stabil, keadaan tidak tentu/ragu-ragu
- Pulang:
Tidak terjadi kegawatan, kondisi stabil/baik.
- Rawat intensif:
Kondisi buruk, terjadi penurunan kesadaran, mual
1.

muntah terus-menerus, nyeri semakin menghebat


Chain, TC.2009. Practical Neurology 3rd

edition: Approach to the Patient with Dizziness and


Vertigo.

Illnois:wolter

kluwerlippincot

William

and

wilkins)
2.

Doenges, M.E. (2000). Rencana asuhan


keperawatan:

Pedoman

pendokumentasian

untuk

perawatan

perencanaan
pasien.

dan

Edisi

3.

Jakarta : EGC.
3.

Lempert,

T,

Neuhauser,

H.

2009.

Epidemiology of vertigo, migraine and vestibular


migraine in Journal Nerology 2009:25:333-33
4.

Mardjono M, Sidharta P. Neurologi Klinis


Dasar. Jakarta: Dian Rakyat; 2008

5.

Price,
Patifisiologi:

S.A.,

&

Konsep

Wilson,

L.M.

(2006).

klinis

proses-proses

penyakit.Vol.2. Jakarta: EGC.


6.

Smeltzer, S.C., & Bare, B.G. (2002). Buku


ajar keperawatan medical-bedah Brunner & Suddarth,
vol:3. Jakarta: EGC

7.

Sura,

DJ,

Newell,

S.

2010.

Vertigo-

Diagnosis and management in primary care, BJMP


2010;3(4):a351