Anda di halaman 1dari 44

BASIC ENGINE

Dua orang berkebangsaan Jerman mempatenkan engine


pembakaran dalam pertama di tahun 1875.

Pada pertengahan era 30-an, Volvo menggunakan engine yang


serupa dengan engine Diesel. Yaitu engine Hesselmann, yang
beroperasi
dengan bahan bakar diesel (solar),
namun
membutuhkan sistem pengapian listrik.

VOLVO BASIC MECHANIC TRAINING I

VOLVO BASIC MECHANIC TRAINING I

VOLVO BASIC MECHANIC TRAINING I

Valve cover ( penutup katup)


Valve cover merupakan suatu
bidang yang digunakan untuk
mencegah masuknya kotoran
ke dalam engine dan
mencegah oli pelumas
menyembur keluar.

Cylinder head ( kepala silinder )


Cylinder head merupakan kepala dari cylinder
block.
Kegunaannya
adalah
untuk
memberikan
penyekatan pada bagian atas ruang pembakaran.
Beberapa desain engine tertentu memiliki satu
cylinder head untuk tiap-tiap silinder. Model lain
menggunakan satu cylinder head untuk semua
silinder.

Cylinder head gasket ( gasket kepala


silinder )
Walau bagaimanapun ratanya cylinder
head, adalah sangat sulit menjaga
kerapatan akibat tekanan yang tinggi
yang terjadi selama pembakaran.
Oleh
karena
itu
dibutuhkan
pemasangan cylinder head gasket
yang terbuat dari baja
diantara
cylinder head dengan silinder.

Cylinder liner
Untuk memperpanjang usia dari
cylinder block dan untuk
memudahkan pekerjaan rekondisi
engine, cylinder liner didesain agar
dapat diganti (replaceable). cylinder
liner disebut juga sleeve

Piston
Piston merupakan sisi bawah ruang
bakar yang dapat bergerak. Cerukan
dan titik di bagian atas piston
didesain untuk menimbulkan pusaran
udara
dan untuk memudahkan
pencampurannya dengan bahan bakar
untuk mendapatkan pembakaran yang
lebih baik.
Untuk
mencegah
kebocoran
komperesi , piston dilengkapi dengan
piston ring.
Dua buah ring paling atas
(ring
ompresi/compression
ring)
membentuk sekat antara ruang bakar
dengan ruang engkol (crankcase).
Piston ring bagian bawah berfungsi
mengikis oli
yang membasahi
dinding silinder , untuk mencegah oli
masuk ke dalam ruang bakar dan ikut
terbakar.

Connecting rod
Connecting rod meneruskan tenaga dari piston ke
crankshaft ( poros engkol ) dan memungkinkan
kedua ujungnya bergerak bebas.
Bagian ujung atas dari connecting rod dipasangkan
pada piston menggunakan wrist pin (pen
pergelangan). Bagian ujung bawah dipasangkan
pada crankshaft menggunakan bearing cap.

Wrist pin dan rod bearing


Untuk mengurangi gesekan dari journal dari
connecting rod, crankshaft dan wrist pin,
diapasngkan sliding bearing (bantalan geser)
diantara bidang kontak. Sliding bearing ini
dibaut dari bahan babbitt.

Crankshaft
crankshaft menggabungkan tenaga dari semua
piston. Crankshaft dibuat dari besi tempa ( forged
steel )
dan memiliki web untuk tiap-tiap
silinder. Web ini adalah tempat mengikatkan
connecting rod. Web-web tersebut
beserta
counterweight
harus benar-benar seimbang
untuk menghindari getaran pada engine.
Bidang untuk pengikatan antara crankshaft
dengan cylinder block disebut main bearing cap
(1). Makin besar tenaga yang dihasilkan engine,
makin besar ukuran dari main bearing yang
digunakan. Serupa dengan bagian atas dari
connecting r4od, sliding bearing dengan
pelumasan oli
digunakan untuk mengurangi
gesekan.
Untuk mencegah crankshaft
bergerak maju
mundur secara aksial, terdapat dua buah thrust
washer (2) pada setiap sisi main bearing.

Vibration damper dan flywheel


Vibration damper (1) dipasangkan di
bagian depan crankshaft. Gunanya adalah
untuk meniadakan atau menetralkan
osilasi ( goyangan ) yang terjadi pada
crankshaft saat piston bergerak naik
turun. Osilasi atau goyangan membuat
crankshaft mendapat beban berat ,
sehingga tanpa damper , material
crankshaft akan lelah dan patah.
Pulley (2) berada di bagian depan dari
vibration damper. Flywheel (3) terbuat
dari besi tuang. Terpasang di bagian
belakang crankshaft. Dengan bobotnya
mampu memberikan efek penyeimbangan
pada gerakan berputar crankshaft.
Di sekeliling flywheel dipasangkan ring
gear (4) untuk perkaitan dengan starter
motor saat engine distart

Flywheel housing dan oil pan


Flywheel housing (1) dipasang pada bagian
belakang cylinder block . komponen ini
membungkus flywheel dan clutch, torque
converter atau sebagai penghubung
transmission housing ke engine, atau tempat
pemasangan pompa pada excavator.

Oil pan (2) adalah bagian bawah dari


engine yang biasanya dibuat dari plat
lembaran atau aluminium tuang. Oil pan
merupakan tempat penampungan oli
pelumas engine.

Timing gear
Untuk mendapatkan operasi kerja engine yang tepat, dibutuhkan sejumlah sistem seperti pendinginan, pelumasan, injeksi
bahan bakar dan lain-lain.
Semua gigi berbentuk helical untuk mengurangi keausan dan mengurangi kebisingan kerja. Timing-gear mendapatkan
pelumasan dari sistem pelumasan engine. Untuk mencegah memerciknya oli, timing gear ditutup dengan cover yang
disebut timing gear cover (10). Saat crankshaft gear(1) berputar, putaran tersebut diteruskan ke :
Idler gear(2) lalu diteruskan ke camshaft gear(3).
camshaft gear melalui camshaft menggerakkan mekanisme katup untuk membuka dan menutup valve-valve.
compressor gear (4) yang digerakkan oleh camshaft gear, berfungsi memutar air compressor ( kompresor udara ).
injection pump pump (5)
coolant pump gear (6) yang digerakkan oleh idler gear (7), menyebabkan coolant pump berputar dan memompa
coolant untuk bersirkulasi. Servo pump gear (8) (tidak digunakan pada alat berat tertentu).
Idler gear(9) menggerakkan oil pump untuk memompakan oli ke semua kompoen bergerak dari engine.

JALUR TENAGA PADA ENGINE

Sistem
Umum

pelumasan

Fungsi dari sistem pelumasan adalah untuk melumasi bagian


yang bergerak pada engine (A) dengan oli untuk mengurangi
gesekan dan keausan.
Oli mengangkut karbon dan kotoran / endapan lain yang
terbentuk pada dinding silinder setelah pembakaran. Oli juga
meningkatkan penyekatan (sealing). Cylinder liner telah
didesain sedemikian rupa sehingga selalu terdapat lapisan
yang melekat pada dinding. Hal ini memudahkan piston ring
untuk memberikan efek penyekatan pada ruang bakar.
Oli juga berguna untuk menghantarkan panas dari bagian
dalam engine (b) dan juga memberikan efek peredaman
suara.

Oil strainer (1)


Sebelum mencapai oil pump, oli harus melalui strainer terlebih dahulu
yang terdapat di bagian bawah oil pan. Dari strainer , oli lewat saluran
pemasukan menuju pompa.

Oil pump (2)


Oil pump berjenis gear pump , digerakkan oleh roda gigi idler pada timing
gear. Pompa tersebut terdiri dari dua roda gigi yang berputar di dalam
housing pompa yang tersekat rapat. Saat gigi-gigi berputar, oli disalurkan
diantara gigi-gigi dan dinding housing pompa. Saat gigi-gigi berkaitan ,
keduanya membentuk sekat untuk mencegah oli kembali ke sisi yang
bertekanan rendah. Oli dipompakan keluar menuju sistem pelumasan.

Oil filter (3)


Semua oli dari pompa harus melewati filter-filter tersebut untuk dibersihkan sebelum memasuki engine kembali. Bila
terjadi penyumbatan pada oil filter, oli yang belum disaring dapat menuju ke engine melalui by-pass valve. By-pass
valve ini terletak pada bracket dari filter.

Relief valve (1)


Relief valve berguna untuk mencegah kenaikan tekanan oli yang berlebihan pada RPM engine tinggi.

Oil cooler (2)


Oil cooler membantu melepaskan panas dari bagian interior engine. Inti dari oil cooler
pendinginan engine. Oli bersirkulasi di sekitar inti dan memindahkan panas ke coolant.
Oil cooler menyerap 10 15% panas engine.

dihubungkan ke sistem

Pendinginan piston
Piston akan menjadi sangat panas saat engine bekerja,
dimana pada engine tertentu membutuhkan pendinginan
tambahan. Pendinginan piston diaktifkan saat tekanan oli
sangat tinggi dimana piston-cooling valve pada engine
block terbuka.
Oli dipaksa keluar dari lubang di engine block melalui
cooling jet, pada tiap-tiap piston. Oli disemprotkan pada
bagian bawah piston.

SISTEM BAHAN BAKAR ( FUEL SYSTEM )

FUEL FEED PUMP

FUEL FILTER

FUEL INJECTION PUMP

GOVERNOR

SMOKE LIMITER

DELIVERY PIPES

INJEKTOR
Injector dipasangkan dengan erat pada cylinder head.
Komponen ini
menginjeksikan bahan bakar ke dalam ruang bakar dengan tekanan yang tinggi
hingga bahan bakar teratomisasi. Tekanan injeksi, pada engine Volvo, mencapai
3500 psi (246,07 kgf/cm2).
Tekanan tersebut ditingkatkan untuk mendapatkan engine dengan gas buang
yang lebih bersih. Makin tinggi tekanan , makin baik pencampuran antara bahan
bakar dan udara dan makin sempurna proses pembakaran.
Spray nozzle harus menyerap sejumlah panas dari ruang bakar, untuk
menghantarkan panas tersebut, injektor dipasangkan pada sleeve (selubung )
terbuat dari tembaga.
Sebagian bahan bakar yang disuplai ke nozzle akan bocor dan melewati nozzle
needle ( jarum nosel ) dan injector sleeve untuk mendinginkan serta melumasi
nozzle tersebut.
Kelebihan bahan bakar tersebut kemudian dikembalikan ke fuel tank melalui
return line ( jalur pipa kembali )

POLA ALIRAN BAHAN BAKAR DIESEL

TURBOCHARGER