Anda di halaman 1dari 55

KELAS XI

Modul Ekonomi
A P R I L 2016
Mata Pelajaran: Ekonomi
Semester: 2 (Dua)

Menganalisis Indeks Harga dan Inflasi


Jelaskan beda kurva demand
full inflation dengan kurva cost
push inflation

Jelaskan sebab terjadinya


demand full inflation dengan
cost push inflation

Demand full inflation terjadi


karena tarikan permintaan,
sedangkan..................................

KEMENTRIAN AGAMA
MAN 2 MODEL PEKANBARU
Pekanbaru, 2016

KODE: EK/X/02

Modul Sekolah Menengah Atas (SMA)


Sesuai KTSP 2009

Mata Pelajaran: Ekonomi


Kelas: X (Sepuluh)
Semester: 2 (Dua)

MENDESKRIPSIKAN INFLASI

Penyusun: Ir.Fitriany Febby Adiana Gustariny, SE, MP

DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN TANAH DATAR


SMA NEGERI 2 RAMBATAN
TANAH DATAR, 2010

LEMBARAN PENGESAHAN
Mata Pelajaran
Jenjang
Kelas/Semester
Tahun Ajaran
Judul Modul
Penulis Modul

: Ekonomi
: SMA/MA
: X/II
: 2009/2010
: MENDESKRIPSIKAN INFLASI
: Ir. Fitriany Febby Adiana Gustariny, SE, MP

Simawang, Januari 2010

Menyetujui
Kepala

SAKIRMAN,S.Pd
NIP:19631111 198512 1 003

Penulis Modul

Ir.Fitriany Febby Adiana Gustariny, SE, MP


NIP : 19680818 200701 2 006

KATA SAMBUTAN
KEPALA SMA NEGERI 2 RAMBATAN
Alhamdulillah, berkat limpahan dan rahmat-Nya kepada kita semua, sehingga kita dapat
melakukan aktivitas sehari-hari. Dan tak lupa salam serta shalawat kepada Rasulullah SAW yang
telah menuntun kita dari alam yang gelap gulita menuju alam yang terang benderang seperti yang
kita rasakan sekarang ini, yaitu jalan Allah yang lurus.
Sesuai Permen No.39 Tahun 2009 tentang profesionalitas guru, di mana guru dituntut
mempunyai kemampuan untuk melakukan penelitian ataupun penulisan karya tulis, terutama
penulisan bahan ajar baik berupa buku, modul, diktat, ataupun LKS.
Selaku Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Rambatan, saya menyambut gembira dengan
hadirnya penulisan Modul Ekonomi ini. Kehadiran Modul ini diharapkan dapat menjadi penuntun
dalam belajar materi pelajaran ekonomi, khususnya ditujukan bagi para siswa SMA/MA kelas X
semester 2 dan umumnya bagi siswa Jurusan IPS SMA/MA, dengan maksud untuk membantu
siswa dalam belajar.
Setelah saya menelaah isi modul ini, ternyata sangat sesuai dengan tuntutan yang
diharapkan oleh KTSP 2009, di mana siswa dituntut aktif dalam proses pembelajaran. Modul ini
berisikan kegiatan belajar Tatap Muka (TM), Penugasan Terstruktur (PT) dan Kegiatan Mandiri
Tidak Terstruktur (KMTT). Artinya modul ini tidak saja berisikan penguasaan materi ekonomi
secara teori belaka, namun juga siswa dibekali ilmu ekonomi terapan, misalnya untuk KMTT
siswa dituntut untuk dapat membuat laporan ekonomi sesuai hasil pengamatan siswa tersebut di
daerahnya masing-masing
Akhir kata, saya berharap penulisan modul ini dapat menjadi motivasi bagi majelis guru
lainnya untuk menyediakan bahan ajar bagi para siswanya yang sesuai dengan tuntutan
kurikulum, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Amin.
Simawang, Januari 2010
Kepala SMA Negeri 2 Rambatan

SAKIRMAN ,S.Pd
NIP 19631111 198512 1 003

KATA PENGANTAR
Bismilahirrahmanirrahim
Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah Semesta Alam, Allah yang Maha Rahman dan
Maha Rahim, karena berkat limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis telah dapat
menyelesaikan Modul Ekonomi SMA Kelas X Semester 2 (sesuai dengan KTSP 2009) yang
berjudul: MENDESKRIPSIKAN INFLASI.
Adapun penulisan modul ini dilakukan dalam rangka memenuhi salah satu tuntutan dalam
KTSP 2009, yaitu penyediaan bahan ajar bagi peserta didik. Dengan demikian diharapkan modul
ini dapat menjadi pegangan/referensi dalam pembelajaran ekonomi. Sehingga siswa dapat belajar
secara aktif, kreatif, dan mandiri, serta siswa dapat belajar di mana saja yang Ia inginkan baik di
sekolah atau di rumah. Di mana modul ini berisikan tiga (3) kegiatan belajar, yaitu Tatap Muka
(TM), Penugasan Terstruktur (PT), dan Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur (KMTT). Ketiga
kegiatan belajar pada modul ini menuntut siswa untuk menguasai ilmu ekonomi teori, ilmu
ekonomi deskriptif, dan ilmu ekonomi terapan.
Pada kesempatan ini tak lupa Penulis mengucapkan terima kasih yang tulus dan sebesarbesarnya kepada :
1. Bapak Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tanah Datar dan segenap jajarannya yang
telah mengimformasikan, mendukung, dan membina, agar penulis membuat bahan ajar
yang sesuai dengan karakteristik siswa.
2. Bapak Sakirman, S.Pd, selaku Kepala SMAN 2 Rambatan yang telah memberikan izin,
fasilitas, dan dorongan sehingga penulisan modul ini selesai dengan baik.
3. Bapak/Ibu Wakil Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Rambatan
4. Ibu Dra Erida dan Ibu Yoze Melly, S.Pd, Selaku guru ekonomi di SMA Negeri 2
Rambatan yang telah memberikan masukan dan pinjaman buku-buku yang berkaitan
dengan penulisan modul ekonomi ini.
5. Bapak Drs. Arizal, Ibu Maidartuti Handaiyani, S.Pd, dan Ibu Dra Enita Putri selaku Guru
Bahasa Indonesia, yang telah membantu dalam penulisan bahasa yang baik dan benar
sesuai EYD dan pinjaman kamusnya untuk penulisan glosarium

6. Ibu Marjuna dan Ibu Dra.Enita Putri, selaku guru yang mengelola Perpustakaan SMAN 2
Rambatan yang telah memberikan pelayanan dan fasilitas yang baik selama ini.
7. Ibu Yun, Ibu Nurmainar Murad, Skom, dan Bapak Taufik, selaku pegawai Tata Usaha
SMAN 2 Rambatan yang telah memberikan pelayanan dan fasilitas adminsistrasi yang
penulis perlukan.
8. Bapak/Ibu Anggota MGMP Ekonomi SMA/MA Kabupaten Tanah Datar
9. Para siswa SMA Negeri 2 Rambatan yang telah mendorong penulis uantuk membuat
bahan ajar ini.
10. Serta semua pihak yang terlibat dalam penulisan dan penyelesaian modul ini
Tak Ada Gading Yang Tak Retak, Tak Ada Manusia Yang Tidak Bersifat Khilaf, Maka
demikian pula halnya dengan penulisan modul ini yang masih jauh dari kategori sempurna.
Untuk itu pada kesempatan ini penulis menerima saran dan kritikan yang membangun demi
kesempurnaannya. Akhir kata, penulis berharap semoga tulisan ini dapat berguna bagi para
pembaca pada umumnya dan bagi para siswa SMA Negeri 2 Rambatan pada khususnya.
Simawang,

Januari 2010

Penulis

DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN JUDUL ................................ ................................ ......................................... i
DAFTAR ISI ........................................................................................................................ ii
DAFTAR TABEL ................................................................................................................iii
DAFTAR GAMBAR ...........................................................................................................vi
PENDAHULUAN ................................................................................................................1
A. Standar Kompetensi V ......................................................................................1
B. Kompetensi Dasar 5.4.2.....................................................................................1
C. Indikator.............................................................................................................1
D. Tujuan Pembelajaran........................................................................................1
E. Deskripsi Modul.................................................................................................1
F. Peta Kedudukan Modul.....................................................................................3
G. Prasyarat ............................................................................................................4
H. Glosarium...........................................................................................................4
I. Petunjuk Penggunaan Modul ............................................................................6
J. Tujuan Akhir ......................................................................................................7
K. Daftar Cek Kemampuan....................................................................................8
KEGIATAN BELAJAR 7
Tugas 1: Penugasan Terstruktur (PT) PR Membaca dan
Memahami Materi KD 5.4.2..................................................................11
Tugas 2: Penugasan Terstruktur (PT) PR LKS
Terstruktur KD 5.4.2...............................................................................19
Tugas 3: Penugasan Terstruktur (PT) PR Membaca dan memahami
Materi KD 5.4.2 untuk persentasi..........................................................23
Tugas 4: Pembelajaran Tatap Muka (TM) Persentasi KD 5.4.2.......................24
Tugas 5: Pembelajaran Tatap Muka (TM) Latihan KD 5.4.2...........................24
Tugas 6: Pembelajaran Tatap Muka (TM) Membaca dan Memahami
CERGAM.................................................................................................25
Tugas 7: Pembelajaran Tatap Muka (TM) Narasi isi CERGAM.....................37
Tugas 8: Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur (KMTT)
KLIPING tentang Inflasi.......................................................................37
EVALUASI
A. Tes Formatif 7 KD 5.4.2....................................................................................38
B. Tindak Lanjut Hasil Tes Formatif 7 KD 5.4.2................................................40
C. Kunci Jawaban dan Pembahasan Tes Formatif 7 KD 5.4.2..........................41
DAFTAR KEPUSTAKAAN...............................................................................................45

DAFTAR TABEL
Tabel

Halaman

Lembar Ceklis Kemampuan KD 5.4.2................................................................9

Data Hipotesis Perhitungan Laju Inflasi............................................................11

DAFTAR GAMBAR
Gambar

Halaman

1. Peta Kedudukan Modul..................................................................................................3


2. Inflasi Tarikan Permintaan (Demand Full Inflation)...................................................12
3. Inflasi Dorongan Biaya (Cost Push Inflation)................................................................12
4. Cerita Bergambar KD 5.4.2 Mendeskripsikan Inflasi...................................................25

PENDAHULUAN
A.Standar Kompetensi V : Memahami PDB, PDRB, PNB, dan PN
B.Kompetensi Dasar 5.4 : Mendeskripsikan Indeks Harga dan
Inflasi
Sub KD 5.4.2

: Mendeskripsikan Inflasi

C.Indikator

1. Mendeskripsikan Pengertian Inflasi


2. Mendeskripsikan Rumus Laju Inflasi
3. Menghitung Laju Inflasi
4. Mendeskripsikan Penggolongan Inflasi Berdasarkan Asal Timbulnya Inflasi
5. Mendeskripsikan Penggolongan Inflasi Berdasarkan Cakupan Pengaruh Kenaikan
Harga
6. Mendeskripsikan Penggolongan Inflasi Berdasarkan Parah atau Tidaknya Inflasi
7. Mendeskripsikan Penggolongan Inflasi Berdasarkan Laju/Kecepatan Inflasi
8. Mendeskripsikan Demand Full Inflation
9. Mendeskripsikan Kurva Demand Full Inflation
10. Mendeskripsikan Cost Push Inflation
11. Mendeskripsikan Kurva Costh Push Inflation
12. Mendeskripsikan Teori Inflasi
13. Mendeskripsikan Dampak Inflasi
14. Mendeskripsikan Cara-cara Mengatasi Inflasi dengan Kebijakan Moneter
15. Mendeskripsikan Cara-cara Mengatasi Inflasi dengan Kebijakan Fiskal
16. Mendeskripsikan Cara-cara Mengatasi Inflasi dengan Kebijakan Non Moneter (Riil)
17. Mendeskripsikan Deflasi
18. Mendeskripsikan Dampak Deflasl
19. Mendeskripsikan Cara-cara Mengatasi Deflasi dengan Kebijakan Moneter
20. Mendeskripsikan Cara-cara Mengatasi Deflasi dengan Kebijakan Fiskal
21. Mendeskripsikan Cara-cara Mengatasi Deflasi dengan Kebijakan Non Moneter (Riil)
22. Mendeskripsikan Beberapa Istilah yang berkaitan dengan Inflasi dan Deflasi

D.Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan pembelajaran modul ini siswa dengan benar mampu:
1. Mendeskripsikan Pengertian Inflasi
2. Mendeskripsikan Rumus Laju Inflasi
3. Menghitung Laju Inflasi
4. Mendeskripsikan Penggolongan Inflasi Berdasarkan Asal Timbulnya Inflasi
5. Mendeskripsikan Penggolongan Inflasi Berdasarkan Cakupan Pengaruh Kenaikan
Harga
6. Mendeskripsikan Penggolongan Inflasi Berdasarkan Parah atau Tidaknya Inflasi
7. Mendeskripsikan Penggolongan Inflasi Berdasarkan Laju/Kecepatan Inflasi
8. Mendeskripsikan Demand Full Inflation
9. Mendeskripsikan Kurva Demand Full Inflation
10. Mendeskripsikan Cost Push Inflation
11. Mendeskripsikan Kurva Costh Push Inflation
12. Mendeskripsikan Teori Inflasi
13. Mendeskripsikan Dampak Inflasi
14. Mendeskripsikan Cara-cara Mengatasi Inflasi dengan Kebijakan Moneter
15. Mendeskripsikan Cara-cara Mengatasi Inflasi dengan Kebijakan Fiskal
16. Mendeskripsikan Cara-cara Mengatasi Inflasi dengan Kebijakan Non Moneter (Riil)
17. Mendeskripsikan Deflasi
18. Mendeskripsikan Dampak Deflasl
19. Mendeskripsikan Cara-cara Mengatasi Deflasi dengan Kebijakan Moneter
20. Mendeskripsikan Cara-cara Mengatasi Deflasi dengan Kebijakan Fiskal
21. Mendeskripsikan Cara-cara Mengatasi Deflasi dengan Kebijakan Non Moneter (Riil)
22. Mendeskripsikan Beberapa Istilah yang berkaitan dengan Inflasi dan Deflas

E.Deskripsi Modul
Moduk KD 5.4.2 Mendeskripsikan Inflasi membahas tentang:Pengertian Inflasi,
Rumus Laju Inflasi, Menghitung Laju Inflasi, Penggolongan Inflasi Berdasarkan Asal Timbulnya
Inflasi, Penggolongan Inflasi Berdasarkan Cakupan Pengaruh Kenaikan Harga, Penggolongan
Inflasi Berdasarkan Parah atau Tidaknya Inflasi, Penggolongan

Inflasi Berdasarkan

Laju/Kecepatan Inflasi, Demand Full Inflation, Kurva Demand Full Inflation, Cost Push
Inflation, Kurva Costh Push Inflation, Teori Inflasi, Dampak Inflasi, Cara-cara Mengatasi Inflasi
dengan Kebijakan Moneter, Cara-cara Mengatasi Inflasi dengan Kebijakan Fiskal, Cara-cara
Mengatasi Inflasi dengan Kebijakan Non Moneter (Riil), Deflasi, Dampak Deflasl, Cara-cara
Mengatasi Deflasi dengan Kebijakan Moneter, Cara-cara Mengatasi Deflasi dengan Kebijakan
Fiskal, Cara-cara Mengatasi Deflasi dengan Kebijakan Non Moneter (Riil), dan Beberapa Istilah
yang berkaitan dengan Inflasi/Deflasi.

Menganalisis kebijakan moneter dan kebijakan fiskal

F.Peta Kedudukan Modul


Peta kedudukan modul di bawah ini menggambarkan posisi atau kedudukan modul dalam
mata pelajaran ekonomi SMA kelas X semester 2, di mana urutannya dimulai dari KD Pokok,
yaitu KD 4.1 dan berakhir dengan KD 7.3 serta KD Tambahan (KD Tambahan 1 s/d KD
Tambahan 5) Sedangkan yang akan di bahas pada modul ini hanya KD 5.4.2 Mendeskripsikan
Inflasi.

MATERI EKONOMI KELAS XI

MEMAHAMI
KEBIJAKAN
PEMERINTAH
DI BIDANG
EKONOMI

KD 4.1
MENDESKRIPSIKAN
PERBEDAAN
ANTARA EKONOMI
MIKRO DAN
EKONOMI MAKRO
KD 4.2
MENDESKRIPSIKAN
MASALAH-MASALAH
YANG DIHADAPI
PEMERINTAH DI
BIDANG EKONOMI

MEMAHAMI
PDB, PDRB,
PNB, DAN PN

PERPAJAKAN

KETENAGAKERJAAN

KD 5.1

KD 6.1

KD 7.1

MENJELASKAN
KONSEP PDB, PDRB,
PNB, DAN PN

MENDESKRIPSIKAN
FUNGSI KONSUMSI DAN
FUNGSI TABUNGAN

MENJELASKAN KONSEP
PERMINTAAN DAN
PENAWARAN UANG

KD 5.2

KD 6.2

KD 7.1

MENJELASKAN
MANFAAT
PERHITUNGAN
PENDAPATAN
NASIONAL

MENDESKRIPSIKAN
KURVA PERMINTAAN
INVESTASI

MEMBEDAKAN PERAN
BANK UMUM DAN
BANK SENTRAL

KD 5.3
MEMBANDINGKAN
PDB DAN
PENDAPATAN
PERKAPITA
INDONESIA DENGAN
NEGARA LAIN

KD 7.1
MENDESKRIPSIKAN
KEBIJAKAN
PEMERINTAH DI
BIDANG MONETER

KD Tambahan 1
MEMAHAMI UANG

KD 5.4.1
MENDESKRIPSIKAN
INDEKS HARGA

KD 5.4.2
MENDESKRIPSIKAN
INFLASI

KD Tambahan 2
LEMBAGA KEUANGAN
BANK

KD Tambahan 3
LEMBAGA KEUANGAN
BUKAN BANK

KD Tambahan 4
MENDESKRIPSIKAN

PASAR UANG

KD Tambahan 5
MENDESKRIPSIKAN

KREDIT

Gambar 1. Peta Kedudukan Modul

G. Prasyarat
Adapun prasyarat yang harus dimiliki oleh para siswa sebelum mempelejari materi KD
5.4.2 ini adalah siswa telah memahami tentang indeks harga.

H.Glosarium
Apresiasi. Suatu kenaikan nilai tukar suatu mata uang terhadap mata uang lain yang terjadi di
pasar uang (tidak disengaja)
Closed Inflation (Inflasi tertutup). Inflasi yang terjadi bila kenaikan harga secara umum hanya
berkaitan dengan beberapa barang tertentu secara terus-menerus
Cost Push Inflation (Inflasi Desakan Biaya).
diakibatkan oleh naiknya biaya produksi.

Inflasi yang terjadi karena kenaikan harga

Deflasi. Suatu keadaan yang menunjukkan harga barang turun secara terus menerus atau suatu
keadaan yang menyatakan nilai uang meningkat. Dalam keadaan deflasi, arus uang lebih sedikit
(berkurang) jika dibandingkan dengan arus barang sehingga harga barang secara keseluruhan
turun.
Demand Full Inflation (Inflasi Permintaan). Inflasi yang disebabkan oleh kenaikan permintaan
masyarakat yang cukup besar terhadap barang-barang dan jasa.
Depresiasi adalah penurunan nilai tukar suatu mata uang terhadap mata uang lain yang terjadi di
pasar uang (tidak disengaja).
Devaluasi. Tindakan pemerintah dengan sengaja menurunkan nilai mata uang dalam negeri
terhadap mata uang asing
Domestic Inflation (Inflasi yang Berasal dari Dalam Negeri). Inflasi yang terjadi semata-mata
disebabkan oleh faktor-faktor yang terjadi di dalam negeri, bisa diakibatkan karena tarikan
permintaan (Demand Full Inflation) atau Desakan biaya (Cost push Inflation), atau karena
penciptaan uang baru dan adanya kebijakan anggaran defisit
Imported Infation (Inflasi yang Berasal dari Luar Negeri). Inflasi yang terjadi karena suatu
negara mengimpor barang dan Jasa dari negara lain yang sedang mengalami inflasi
Inflasi. Suatu peristiwa dalam perekonomian di mana harga dari semua barang naik secara terus
menerus dalam jangka waktu yang panjang akibat tidak seimbangnya arus barang dan arus uang
(dimana arus uang > arus barang). Dengan naiknya harga tersebut berarti nilai uang turun.
Inflasi Berat. Inflasi antara 30%-100% setahun
Inflasi campuran . Inflasi terjadi karena akibat kenaikan secara bersamaan antara permintaan
total dan biaya produksi (Campuran antara Tarikan Permintaan (Demand Full Inflation) dan
Desakan Biaya (Cost Push Inflation )/inflasi penawaran.
Inflasi Cepat. Inflasi yang kecepatannya 5% atau lebih per tahun
Inflasi lunak. Inflasi yang kecepatannya kurang dari 5% per tahun
Inflasi meroket. Inflasi yang kecepatannya lebih dari 10% per tahun
Inflasi Ringan. Inflasi dibawah 10% setahun
Inflasi Sedang. Inflasi antara 10%-30% setahun

Inflasi Tak Terkendali/ Hyper Inflation. Inflasi diatas 100% setahun


Kebijakan Fiskal. Kebijakan pemerintah untuk mengatur peredaran uang melalui pajak,
pengeluaran pemerintah, dan pinjaman paksa pemerintah
Kebijakan Moneter. Kebijakan Bank Sentral untuk mengatur peredaran uang agar, dengan jalan
menambah atau menurunkan uang yang beredar dengan tujuan untuk menjaga kestabilan nilai
uang.
Kebijakan Moneter Ekspansif. Kebijakan Bank Sentral untuk menambah uang beredar dalam
rangka untuk mengatasi deflasi, dengan jalan menurunkan suku bunga, membeli surat berharga,
menurunkan cash ratio, kredit longgar, dan politik himbauan moral
Kebijakan Moneter Kontraktif. Kebijakan Bank Sentral untuk mengurangi uang beredar dalam
rangka untuk mengatasi inflasi, dengan jalan meningkatkan suku bunga, menjual surat berharga,
meningkatkan cash ratio, kredit ketat/kredit selektif, dan politik himbuan moral.
Kebijakan Moneter Kuantitatif. Kebijakan Bank Sentral untuk mengatur peredaran uang agar,
dengan jalan menambah atau menurunkan uang yang beredar dengan tujuan untuk menjaga
kestabilan nilai uang melaui politik diskonto, politik pasar terbuka, dan politik cash ratio.
Kebijkaan Non Moneter (Kebijakan Riil). Kebijakan pemerintah untuk mengatur peredaran
uang melalui produksi, pengawasan harga, kebijakan upah, dan distribusi langsung
Laju Inflasi. Tingkat kenaikan dalam persentase dari beberapa indeks harga dari satu periode
keperiode berikutnya (periode dapat dalam bentuk bulan atau tahun).
Open Inflation (Inflasi terbuka). Inflasi yang terjadi bila kenaikan harga untuk keseluruhan
barang
Politik Cash Ratio. Politik Bank Sentral untuk mengatur peredaran uang dengan jalan
meningkatkan atau menurunkan cash ratio.
Politik Diskonto. Politik Bank Sentral untuk mengatur peredaran uang dengan jalan
meningkatkan atau menurunkan suku bunga.
Politik Pagu Kredit (Plaffon Credit Policy); Politik Bank Sentral untuk mengatur peredaran uang
dengan jalan kebijakan kredit ketat atau kredit longgar
Politik Pasar Terbuka. Politik Bank Sentral untuk mengatur peredaran uang dengan jalan
menjual atau membeli surat berharga.
Politik Pembujukan Moral (Moral Persuation Policy); yaitu bank Indonesia menghimbau pada
Bank Umum untuk mempertimbanggkan kondisi ekonomi secara makro agar arus uang dapat
berjalan dengan lancar, dengan berbagai pengumuman, pidato, dan edaran, ajakan/larangan.
Revaluasi. Tindakan pemerintah yang sengaja menaikkan nilai tukar mata uang dalam negeri
terhadap mata uang asing
Sanering. Pmotongan uang yang dilakukan oleh pemerintah, misalnya uang kertas RP.10.000,00
diakui nilainya Rp.1.000,00. Kebijakan sanering ini digunakan untuk mengatasi inflasi yang
sudah sangat parah (Hiper Inflation).

I. Petunjuk Penggunaan Modul


Sebelum membaca materi inti, terlebih dahulu perhatikan dan ikuti semua petunjuk
penggunaan modul ini, sebab penggunaannya berbeda dengan modul lainnya.

Adapun

petunjuknya sebagai berikut:


1. Kegiatan belajar siswa di rumah
a. Penugasan Terstruktur (PT)
Kegiatan

Penugasan

Terstruktur

adalah

kegiatan

pembelajaran

berupa

pendalaman materi untuk peserta didik, dirancang guru untuk mencapai


kompetensi. Waktu penyelesaian penugasan ditentukan oleh guru. Dalam kegiatan
ini tidak terjadi interaksi langsung antara pendidik dengan peserta didik. Materi inti
dalam modul ini wajib dikuasai siswa sebelum pertemuan di kelas, artinya siswa
seminggu sebelum materi ini akan di bahas siswa telah membaca, mempelajari, dan
memahaminya sendiri di rumah, dan hal ini akan dapat dicapai siswa bila melaksanakan
Kegiatan Belajar Penugasan Terstruktur (PT), yang terdiri dari:
PR kegiatan membaca dan memahami Materi KD 5.4.2 (Waktu 1 Minggu)
Menyelesaikan PR LKS Terstruktur KD 5.4.2 (Waktu 1 Minggu)
Memahami, dan menghapalkan materi KD 5.4.2 untuk persiapan persentasi di
kelas (Waktu 1 Minggu)
Evaluasi : Tes Formatif 7 KD 5.4.2 dan mencek hasilnya dengan kunci jawaban
yang telah disediakan di belakang modul ini. (Waktu 1 Minggu)
b. Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur (KMTT)
Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur (KMTT) adalah Kegiatan pembelajaran
berupa pendalaman materi untuk peserta didik, dirancang guru untuk mencapai
kompetensi.

Waktu penyelesaian penugasan ditentukan oleh peserta didik dan

tidak terjadi interaksi langsung antara pendidik dengan peserta didik. Modul ini
menuntut siswa melaksanakan KMTT, yaitu berupa pembuatan KLIPING tentang inflasi,
waktu pengumpulan KMTT diserahkan pada siswa (paling lama akhir semester).

2. Kegiatan Belajar Di Sekolah Berupa Pembelajaran Tatap Muka (TM)


Pembelajaran Tatap Muka (TM) adalah kegiatan pembelajaran yang berupa proses interaksi
langsung antara pendidik dengan peserta didik. Modul ini menuntut pembelajaran Tatap Muka
(TM), yang terdiri dari:
Persentasi: Siswa yang telah ditunjuk oleh guru mempersentasikan Rumus Fungsi
Konsumsi dan Tabungan di kelas; siswa lainnya mendengar dan memperhatikan
Latihan Soal: Siswa yang telah ditunjuk oleh guru mengerjakan latihan soal-soal laju
inflasi di papan tulis, sedangkan siswa lainnya mendengar dan memperhatikan
Membaca dan Memahami CERGAM:

Siswa secara berkelompok membaca dan

memahami isi CERGAM


Narasi Isi Cergam: Siswa yang telah ditunjuk oleh guru melakukan narasi tentang isi
CERGAM di depan kelas, sedangkan siswa lainnya mendengar dan memperhatikan
Evaluasi: Siswa melaksanakan UH 7 KD 5.4.2 dengan soal yang telah dipersiapkan oleh
guru, di mana soal tersebut semodel dengan soal pada Tes Formatif 7 KD 5.4.2.

J.Tujuan akhir
Ada 2 tujuan yang diharapkan setelah mengikuti kegiatan pembelajaran ini, yaitu:
1. Tujuan Utama, siswa diharapkan mengetahui dampak inflasi terhadap masyarakat dan cara
pencegahannya.
2. Tujuan Tambahan
a. Dari Penugasan Terstruktut (PT) berupa PR-PR, diharapkan siswa terbiasa bertanggung
jawab untuk menyelesaikan suatu pekerjaan yang dibebankan kepadanya, terbiasa
membaca, dan mempersiapkan terlebih dahulu apa yang akan dipelajari untuk esok.
b. Dari Kegiatan Tatap Muka (TM) berupa persentasi, siswa diharapkan terbiasa tampil,
pandai berkomunikasi secara lisan (mempunyai keterampilan sebagai presensator), dan
saling harga-menghargai bagi pendengar.
c. Dari Kegiatan Tatap Muka (TM) berupa latihan soal, siswa diharapkan terbiasa dan
terlatih menyelesaikan soal-soal tersebut dengan cepat dan tepat.
d. Dari Kegiatan Tatap Muka (TM) membaca dan memahami CERGAM, diharapkan
dapat melatih inteligensi, imajinasi, dan kreatif menciptakan suatu karya seni yang
ilmiah.
e. Dari Kegiatan Tatap Muka (TM) narasi isi CERGAM, diharapkan siswa terbiasa tampil
dan pandai memindahkan isi pikiran dari bahasa tulis (CERGAM) ke bahasa tulisan
sebagai narator yang mempunyai inteligensi, imajinasi, dan kreatifitas; sedangkan bagi
pendengar melatih kemampuan harga menghargai.
f.

Dari KMTT berupa penugasan pembuatan kliping, siswa diharapkan terbiasa membaca
Koran/majalah/sumber bacaan lain dan mendokumentasikannya, terutama hal-hal yang
penting dalam kehidupan masyarakat.

K. Daftar Cek Kemampuan


Berdasarkan petunjuk modul yang telah Anda baca di atas, maka langkah awal yang harus
Anda lakukan dalam kegiatan belajar 1 adalah menyelesaikan PR, berupa:

Tugas 1: Penugasan Terstruktur (PT) Membaca dan Memahami Materi KD 5.4.2

KD 5.4.2 MENDESKRIPSIKAN INFLASI


Setelah membaca dan memahami materi tersebut di atas, maka Anda dapat langsung
menjawab Test Formatif 7 KD 5.4.2 di belakang modul ini di rumah dan selanjutnya dapat Anda
periksa sendiri hasilnya dengan kunci jawaban yang juga ada di belakang modul ini.
Untuk lebih jelas tentang indikator-indikator mana saja yang telah Anda kuasai ataupun
yang belum Anda ketahui dapat dilihat pada tabel 1 di bawah ini. Caranya, isilah kolom ceklis
dengan tanda (V) bila jawaban nomor tersebut benar, dan tanda silang (X) untuk jawaban yang
salah, kemudian sejajarkan dengan baris indikatornya, maka Anda dapat melihat gambaran
indikator mana yang telah Anda kuasai dan yang belum Anda ketahui
Dalam Daftar Cek Kemampuan ini juga dimuat daftar pertanyaan dan jawaban tertutup
(Ya atau Tidak) untuk masing-masing indikator, dilengkapi dengan penjelasan tentang maksud
dari kata Ya (berikan tanda ceklis (V) bila Anda telah memahami) dan Tidak (berikan tanda
silang (X) bila Anda belum/tidak memahami).

Catatan:
1. Apabila Anda menjawab TIDAK pada salah satu pertanyaan pada
Daftar Cek Kemampuan KD 5.4.2 di bawah ini, maka ulangi
kembali Tugas 1 tersebut, atau Anda dapat melanjutkan ke Tugas 2
dan Tugas 3, dengan syarat setelah itu ulangi kembali menjawab Tes
Formatif 7 KD 5.4.2 sampai Anda memperoleh jawaban Ya untuk
semua indikator. Ingat hal ini Anda lakukan di rumah sebelum Anda
mengikuti pembelajaran Tatap Muka (TM), sebab soal-soal UH
yang akan diberikan guru Anda pada TM tersebut semodel dengan
Tes Formatif tersebut.
2. Tetapi jika Anda menjawab YA untuk semua indikator, lakukanlah
persiapan-persiapan selanjutnya untuk tugas Tatap Muka (TM) di
kelas.

Tabel 1. Lembar Ceklis Kemampuan KD 5.4.2


No.
Soal

Tanda
Ceklis

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
Apakah Anda telah
memahami tentang
Indikator:
YA
TIDAK

14.
15.
16.
17.
18.
19
20
21
22
Apakah Anda telah
memahami tentang
Indikator:
YA
TIDAK

INDIKATOR
1
V

10

11

12

13

V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
1

14
V

15

16

17

18

19

20

21

10

11

12

V
13

22

V
V
V
V
V
V
V
14

15

16

17

18

19

20

21

V
22

Keterangan
:
Standar Kompetensi V : Memahami PDB, PDRB, PNB, dan PN
Kompetensi Dasar 5.4 :Mendeskripsikan Indeks Harga dan Inflasi
Sub KD 5.4.2
: Mendeskripsikan Inflasi
Indikator

1. Mendeskripsikan Pengertian Inflasi


2. Mendeskripsikan Rumus Laju Inflasi
3. Menghitung Laju Inflasi
4. Mendeskripsikan Penggolongan Inflasi Berdasarkan Asal Timbulnya Inflasi
5. Mendeskripsikan Penggolongan Inflasi Berdasarkan Cakupan Pengaruh Kenaikan Harga
6. Mendeskripsikan Penggolongan Inflasi Berdasarkan Parah atau Tidaknya Inflasi
7. Mendeskripsikan Penggolongan Inflasi Berdasarkan Laju/Kecepatan Inflasi
8. Mendeskripsikan Demand Full Inflation
9. Mendeskripsikan Kurva Demand Full Inflation
10. Mendeskripsikan Cost Push Inflation
11. Mendeskripsikan Kurva Costh Push Inflation
12. Mendeskripsikan Teori Inflasi
13. Mendeskripsikan Dampak Inflasi
14. Mendeskripsikan Cara-cara Mengatasi Inflasi dengan Kebijakan Moneter
15. Mendeskripsikan Cara-cara Mengatasi Inflasi dengan Kebijakan Fiskal
16. Mendeskripsikan Cara-cara Mengatasi Inflasi dengan Kebijakan Non Moneter (Riil)
17. Mendeskripsikan Deflasi
18. Mendeskripsikan Dampak Deflasl
19. Mendeskripsikan Cara-cara Mengatasi Deflasi dengan Kebijakan Moneter
20. Mendeskripsikan Cara-cara Mengatasi Deflasi dengan Kebijakan Fiskal
21. Mendeskripsikan Cara-cara Mengatasi Deflasi dengan Kebijakan Non Moneter (Riil)
22. Mendeskripsikan Beberapa Istilah yang berkaitan dengan Inflasi dan Deflasi

10

KEGIATAN BELAJAR 7
77

KD 5.4.2
MENDESKRIPSIKAN
INFLASI

11

Tugas 1
Petunjuk
Waktu

:Penugasan Terstruktur (PT) Membaca & Memahami Materi KD5.4.2


:Bacalah, Pelajari, dan Pahami Materi KD 5.4.2 di bawah ini di rumah
: 1 (satu) Minggu

5.4.2 MENDESKRIPSIKAN INFLASI


1. Pengertian Inflasi
Inflasi adalah suatu peristiwa dalam perekonomian di mana harga dari semua barang naik
secara terus menerus dalam jangka waktu yang panjang akibat tidak seimbangnya arus barang
dan arus uang (dimana arus uang > arus barang). Dengan naiknya harga tersebut berarti nilai
uang turun.

2. Pengertian Laju Inflasi


Laju Inflasi adalah tingkat kenaikan dalam persentase dari beberapa indeks harga dari satu
periode keperiode berikutnya (periode dapat dalam bentuk bulan atau tahun).

3. Rumus Laju Inflasi


Laju Inflasi = IHK Periode Sekarang IHK Periode Sebelumnya
IHK Periode Sebelumnya
Contoh: Hitunglah laju inflasi bulan Desember dari data di bawah ini:
Tabel 2. Data Hipotesis Perhitungan laju Inflasi
Bulan
IHK
Oktober
106,8
November
108,9
Desembser
110,0
Laju Inflasi = IHK Periode Sekarang IHK Periode Sebelumnya
IHK Periode Sebelumnya

X 100%

X 100%

Laju Inflasi = 110,0 - 108,9 X 100% = 1,01%


108,9

4. Penggolongan Inflasi
a. Berdasarkan Asal Timbulnya Inflasi
(i). Inflasi yang Berasal dari Dalam Negeri (Domestic Inflation)
Inflasi dalam Negeri adalah inflasi yang terjadi semata-mata disebabkan oleh faktor-faktor yang
terjadi di dalam negeri, bisa diakibatkan karena tarikan permintaan (Demand Full Inflation) atau
Desakan biaya (Cost push Inflation), atau karena penciptaan uang baru dan adanya
kebijakan anggaran defisit
(ii). Inflasi yang Berasal dari Luar Negeri (Imported Infation)
Inflasi Luar Negeri terjadi karena suatu negara mengimpor barang dan Jasa dari negara lain yang
sedang mengalami inflasi
b. Berdasarkan Cakupan Pengaruh Kenaikan Harga
(i). Inflasi Tertutup (Closed Inflation)
Inflasi tertutup yaitu apabila terjadi kenaikan harga secara umum hanya berkaitan dengan
beberapa barang tertentu secara terus-menerus
(ii). Inflasi Terbuka (Open Inflation)
Inflasi terbuka yaitu apabila kenaikan harga terjadi untuk keseluruhan barang
c. Berdasarkan Parah atau Tidaknya Inflasi
(i). Inflasi Ringan (dibawah 10% setahun)
(ii). Inflasi Sedang (antara 10%-30% setahun)
(iii). Inflasi Berat (antara 30%-100% setahun)
(iv). Inflasi Tak Terkendali/ Hyper Inflation ( diatas 100% setahun)

12

d.Penggolongan Inflasi Menurut laju/Kecepatannya


(i).Inflasi Lunak (Wild Inflation)
Inflasi lunak adalah inflasi yang kecepatannya kurang dari 5% per tahun
(ii).Inflasi Cepat (Gallowing Inflation)
Inflasi Cepat adalah inflasi yang kecepatannya 5% atau lebih per tahun
(iii).Inflasi Meroket (Sky Rocketing Inflation)
Inflasi meroket adalah inflasi yang kecepatannya lebih dari 10% per tahun

5. Sebab- sebab Timbulnya Inflasi


a. Tarikan Permintaan (Demand Full Inflation)
Demands Full Inflation atau disebut juga Inflasi Permintaan, yaitu inflasi yang disebabkan
oleh kenaikan permintaan masyarakat yang cukup besar terhadap barang-barang dan jasa.
Kenaikan permintaan menyebabkan kurva permintaan barang-barang bergeser ke kanan,
sehingga harga barang mengalami kenaikan (inflasai). Dalam hal ini kurva penawaran tetap.
P (Harga)

P2
P1

E2
E1

D2
D1

Q1 Q2
Jumlah (Q)
Gambar 2. Inflasi Tarikan Permintaan (Demand Full Inflation)
b.Desakan Biaya (Cost Push Inflation )
Cost Push Inflation terjadi karena terjadinya harga diakibatkan oleh naiknya biaya produksi.
Kenaikan biaya produksi ini menyebabkan kurva penawaran bergeser ke kiri, sehingga harga
barang mengalami kenaikan (inflasi). Dalam hal ini kurva permintaan tetap
P (harga)
S2
E2
P2
S1
P1
E1
D

Q2
Q1
Jumlah (Q)
Gambar 3. Inflasi Dorongan Biaya (Cost push Inflation)
c. Inflasi Campuran (Mixed Inflation)
Inflasi campuran terjadi karena terjadinya kenaikan secara bersamaan antara permintaan total
dan biaya produksi (Campuran antara Tarikan Permintaan (Demand Full Inflation) dan
Desakan Biaya (Cost Push Inflation )/inflasi penawaran.
Inflasi permintaan dan inflasi penawaran yag terjadi secara sendiri-sendiri, jarang sekali
dijumpai dalam bentuk murni, karena terjadi inflasi permintaan akan menyenbabkan inflasi
penawaran, yang pada gilirannya kemudian mendorong terjadinya inflasi permintaan
(merupakan inflasi spiral atau spiral inflation)

13

6. Teori Inflasi
a. Teori Kuantitas
Menurut teori kuantitas, terjadinya inflasi disebabkan karena adanya pertambahan uang yang
beredar dan psikologi masyarakat mengenai kenaikan harga di masa mendatang, sehingga dapat
disimpulkan bahwa:
.Ditinjau dari jumlah uang, Inflasi dapat terjadi jika ada pertambahan jumlah uang yang beredar.
Apabila peredaran tidak bertambah maka inflasi akan berhenti dengan sendirinya
Ditinjau dari harapan masyarakat, walaupun jumlah uang yang beredar bertambah tetapi masyarakat
menganggap bahwa harga tidak akan naik sehingga tambahan penerimaannya tidak akan dibelanjakan.
Dengan demikian, pertambahan penerimaan bukan merupakan pertambahan pembelanjaan sehingga
inflasi tidak terjadi
Sebaliknya, apabila terjadi pertambahan uang dan harga naik maka masyarakat akan membelanjakan
uangnya. Artinya, ada pertambahan Effective Demand yang menyebabkan harga naik sehingga
inflasi betul terjadi
Bertambahnya uang yang beredar akan mengakibatkan menurunnya nilai mata uang. Turunnya
nilai mata uang sama dengan naiknya tingkat harga. Teori kuantitas ini dikemukakan oleh Irving Fisher,
dengan rumus sbb:
MV = PT
M = jumlah uang yang beredar
V = Kecepatan Peredaran uang
P = Tingkat harga
T = Banyaknya transaksi

b. Teori Keynes
Menurut Keynes, inflasi terjadi karena permintaan masyarakat terhadap barang dan jasa melebihi
jumlah barang dan jasa yang tersedia (ditawarkan). Sehingga terjadi Inflationary Gap (Celah Inflasi).
Hal ini terjadi karena adanya pertebutan rezeki di antara kelompok sosial. Kelompok-kelompok itu
adalah pemerintah (bila anggaran defsit pemerintah mencetak uang baru), pengusaha swasta
(menambah kredit untuk investasi, dan buruh (menuntut kenaikan upah). Mereka menginginkan
bagian lebih besar dari yang disediakan oleh masayarakat. Inflatonary gap terjadi karena golongan
masayarakat berebut rezeki didukung oleh dana, maka keinginannya mampu terpenuhi. Merekalah
disebut kelompok pemenang.

c. Teori Strukturalis
Teori strukturalis disebut Teori Inflasi Jangka Panjang karena menyoroti sebab
sebab inflasi yang berasal dari kekakuan struktur ekonomi, khususnya ketegaran suplai bahan makanan
dan barang ekspor. Lambannya struktural pertambahan produksi barang dibandingkan naiknya harga
bahan makanan dan kelangkaan devisa. Akibat selanjutnya kenaikan harga barang yang merata sehingga
terjadi inflasi. Inflasi semacam ini dapat diobati hanya dengan mengurangi jumlah uang yang beredar,
tetapi harus diobati dengan pembangunan sektor bahan makanan dan ekspor.Teori strukturalis
memberikan perhatian pada struktur perekonomian negara berkembang.

7. Dampak Inflasi
a.Dampak Inflasi Bagi Perekonomian Nasional
1).Mendorong Penanam modal yang bersifak spekulatif
Pada mada inflasi para pemilik modal cenderung melakukan investasi spekultaif,
misalnya membeli tanah dan menyimpan barang berharga.
Investasi tersebut lebih
menguntungkan daripada melakukan investasi yang produktif
2).Menimbulkan ketidakpastian keadaan ekonomi masa yang akan datang dan Kegagalan
Pembangunan
Bila inflasi tinggi akan menimbulkan ketidakpastian ekonomi, dan arah perkembangan
ekonomi sulit diramalkan. Keadaan ini akan mengurangi kegairahan pengusaha untuk
mengembangkan kegiatan ekonomi, akibatnya akan menurunkan kegiatan pembangunan
3).Menyebabkan tingginya tingkat bunga dan menurunkan investasi
Untuk menghindari kemerosotan nilai uang (modal) yang mereka pinjamkan, lembaga
keuangan/perbankan akan menaikkan bunga pinjaman. Tingkat bunga yang tinggi akan
mengurangi akan mengurangi kegairahaan penanam modal untuk mengembangkan usaha-usaha
produktif (investasi) (artinmya tingkat bunga mengikuti tingkat inflasi, bukan tingkat inflasi
mengikuti tingkat bunga).

14

4).Menimbulkan Daya Saing Produk Nasional Berkurang dan Defisit Neraca Pembayaran
Inflasi menyenbabkan harga barang-barang ekspor menjadi mahal, sehingga ekspor tidak
dapat bersaing dengan produksi negara lain. Di sisi lain, inflasi menyebabkan harga barangbarang impor lebih murah dibandingkan harga barang yang dihasilkan di dalam negeri.
Akibatnya impor meningkatkan dan ekspor turun, sehingga neraca perdagangan menjadi deficit.
b.Dampak Inflasi Bagi Individu dan Masyarakat
1).Memperbesar kesenjangan distribusi pendapatan
Dalam masa inflasi, nilai harta-harta teap (seperti tanah, rumah, bangunan pabrik,
pertokoan) akan mengalami kenaikan harga yang sering kali lebih cepat dari kenaikan iflasi itu
sendiri. Sebaliknya, pendapatan riil masyarakat berpenghasilan rendah merosot, dan inflasi akan
memperlebar kesenjangan distribusi pendapatan di antara anggota masyarakat
2).Pendapatan Riil Merosot
Pada tenaga kerja berpenghasilan tetap akan dirugukan, karena pada masa inflasi
kenaikan harga-harga selalu mendahului kenaikan pendapatan, sehingga inflasi cenderung
menimbulkan kemerosotan pendapatan riil masyarakat.
3).Nilai Riil Tabungan Merosot
Penabung (Kreditur) dalam bentuk uang tunai baik tabungan/deposito dirugikan pada
masa inflasi, karena terjadi penurunan nilai riil dari tabungan tersebut (daya beli uang menjadi
turun); sedangkan individu/masyarakat yang meminjam uang (Debitur diuntungkan) oleh inflasi

8. Hubungan Inflasi dengan Pengangguran


Terdapat suatu trade off antara inflasi dan tingkat pengangguran, yaitu apabila tingkat
pengangguran tinggi, maka laju inflasi rendah, sedangkan bila tingkat pengangguran rendah,
maka laju inflasi akan tinggi, hal ini digambarkan dengan Kurva Philip. Keadaan ini pertama
kali dikemukakan oleh A.W. Phillips pada tahun 1958 yang pada mulanya melukiskan hubungan
antara tingkat perubahan kesempatan kerja. Tingkat upah akan naik dengan tajam apabila tingkat
pengagguran rendah, karena apabila apabila tingkat pengangguran rendah karena tidak banyak
orang yang menganggur , perusahaan akan sulit mendapatkan tenaga kerja yang dibutuhkan, dan
mau tidak mau harus menawarkan tingkat upah yang lebih tinggi guna menarik tenaga kerja yang
dibutuhkan, sebaliknya bila tingkat pengangguran tinggi, maka pekerjaan akan sulit didapat, dan
perusahaan akan dengan mudah mengisi lowongan kerja yang ada tanpa harus menaikkan upah
bahkan tingkat upah dapat turun karena para pencari kerja akan bersaing satu sama lainnya untuk
mendapatkan pekerjaan.

9. Cara-cara Mengatasi Inflasi


a. Kebijakan Moneter Kontraktif
Kebijakan Bank Sentral untuk mengatasi Inflasi ini disebut kebijakan moneter kontraktif
(kebijakan untuk menambah uang beredar), yang terdiri dari:
1).Kebijakan Moneter Kuantitatif
(i). Politik Diskonto
Pada masa inflasi bank sentral akan menaikkan tingkat bunga, dengan demikian
diharapkan jumlah uang beredar akan berkurang, karena orang akan lebih banyak menyimpan
uangnya di bank Apabila jumlah uang beredar turun , maka harga akan turun sehingga inflasi
diharapkan dapat diatasi.
(ii). Politik Pasar Terbuka
Pada masa inflasi Bank sentral akan menjual Surat Berharga sehingga diharapkan
uang masyarakat dapat ditarik, akibatnya jumlah uang beredar akan turun dan harga pun akan
turun pula sehingga inflasi diharapkan dapat di atasi
(iii) Politik Cash Ratio
Pada masa inflasi Bank Sentral akan menaikkan persentase persediaan kas di Bank
Umum, sehingga jumlah kredit yang diberikan oleh Bank umum akan berkurang, sehingga uang
yang beredarpun berkurang, akibatnya harga pun akan turun, sehingga inflasi diharapkan dapat
diatasi

15

2).Kebijakan Moneter Kualitatif, terdiri dari:


Politik Pagu Kredit (Plaffon Credit Policy); yaitu dengan kebijakan untuk memperketat
pemberian pinjaman (Kebijakan Kredit Ketat/Kredit Selektif).
Politik Pembujukan Moral (Moral Persuation Policy); yaitu bank Indonesia
menghimbau pada Bank Umum untuk mempertimbanggkan kondisi ekonomi secara
makro agar arus uang dapat berjalan dengan lancar, dengan kata lain Bank sentral
dapat juga mempengaruhi jumlah uang yang beredar dengan berbagai pengumuman,
pidato, dan edaran, ajakan/larangan.
b. Kebijakan Fiskal
(i). Meningkatkan Pajak
Pada saat inflasi Pemerintah menaikkan pajak dengan demikian diharapkan uang
masyarakat dapat ditarik sehingga jumlah uang yang berdar akan turun, maka harga akan turun
dan inflasi diharapkan dapat diatasi.
(ii). Mengurangi Pengeluaran Pemerintah
Pada saat Inflasi Pemerintah mengurangi pengeluarannya sehingga uang yang beredar
akan berkurang, harga akan turun, dan inflasi diharapkandapat diatasi.
(iii) Pinjaman Paksa Pemerintah
Pada saat Inflasi pemerintah mengadakan pinjaman paksa (misalnya Dana Pernsiun),
sehingga uang beredar turun, harga akan turun, dan diharapkan inflasi dapat diatasi.
c. Kebijakan Riil (Kebijakan Non Moneter)
(i). Meningkatkan Produksi
Pasa saat inflasi Pemerintah mendorong peningkatan produksi barang dan jasa
sehingga jumlah barang dan jasa lebih besar dibanding jumlah uang yang beredar, sehingga harga
barang dan jasa akan turun, sehingga diharapkan inflasi dapat diatasi.
(ii). Kebijakan Upah
Pada saat inflasi pemerintah menganjurkan kepada serikat buruh untuk tidak menuntut
kenaikan upah yang tinggi, sehingga biaya produksi barang dan jasa dapat ditekan agar harga
jual barang dan jasa tsb akan turun; begitu juga upah yang rendah yang diterima buruh teresebut
akan menurunkan daya beli, sehingga uang yang beredar dapat dikurangi, maka diharapkan harga
akan turun pula dan inflasai dapat diatasi.
(iii). Pengawasan Harga
Pemerintah melakukan pengawasan dan penetapan harga, sehingga tidak terjadi kenaikan
harga secara terus menerus, maka inflasi tidak akan terjadi.
(iv). Pemerintah Melakukan Distribusi Secara Langsung
Pemerintah mengatur distribusi langsung artinya barang & jasa tidak tertumpuk pada satu
golongan/orang, sehingga tidak terjadi monopoli barang tersebut (sebab apabila barang dan jasa
telah dimonopoli oleh satu produsen , maka dia akan menetapkan harga stinggi-tingginya)

10. Deflasi
a. Pengertian Deflasi
Deflasi adalah kebalikan dari inflasi. Deflasi ditandai oleh kegiatan produksi yang
merosot, kesempatan kerja berkurang, harga-harga secara keseluruhan turun dan nilai uang naik.
Jadi, Deflasi adalah suatu keadaan yang menunjukkan harga barang turun secara terus menerus
atau suatu keadaan yang menyatakan nilai uang meningkat. Dalam keadaan deflasi, arus uang
lebih sedikit (berkurang) jika dibandingkan dengan arus barang sehingga harga barang secara
keseluruhan turun.

16

b. Dampak Deflasi terhadap Perekonomian


Pengusaha kurang berminat untuk memproduksi barang karena harga yang terus turun
Kesempatan kerja berkurang disebabkan terjadinya PHK
Pajak-pajak tidak dapat ditarik oleh negara
Kegiatan perekonomian secara keseluruhan mengalami kemunduran
c. Cara Mengatasi Deflasi
Oleh karena deflasi adalah kebalikan dari inflasi, maka cara mengatasinya kebalikan dari
cara mengatasi inflasi.
a. Kebijakan Moneter Ekspansif
Kebijakan Bank Sentral untuk mengatasi deflasi ini disebut kebijakan moneter ekspansif
(kebijakan untuk menambah uang beredar), yang terdiri dari:
1).Kebijakan Moneter Kuantitatif
(i). Politik Diskonto, dengan menurunkan suku bunga
(ii). Politik Pasar Terbuka, dengan membeli surat berharga
(iii) Politik Cash Ratio, dengan meurunkan cash ratio
2).Kebijakan Moneter Kualitatif, terdiri dari:
Politik Pagu Kredit (Plaffon Credit Policy); yaitu Kebijakan kredit longgar
Politik Pembujukan Moral (Moral Persuation Policy)
b. Kebijakan Fiskal
(i). Menurunkan Pajak
(ii). Meningkatkan Pengeluaran Pemerintah
(iii) Menurunkan Pinjaman Paksa Pemerintah
c. Kebijakan Riil (Kebijakan Non Moneter)
(i). Menurunkan Produksi
(ii). Kebijakan Upah
(iii). Pengawasan Harga
(iv). Pemerintah Melakukan Distribusi Secara Langsung

11. Beberapa Istilah yang Berkaitan Dengan Inflasi


a. Depresiasi
Depresiasi adalah penurunan nilai tukar suatu mata uang terhadap mata uang lain yang
terjadi di pasar uang (tidak disengaja).
b. Apresiasi
Apresiasi adalah suatu kenaikan nilai tukar suatu mata uang terhadap mata uang lain yang
terjadi di pasar uang (tidak disengaja)
c. Devaluasi
Devaluasi adalah tindakan pemerintah dengan sengaja menurunkan nilai mata uang dalam
negeri terhadap mata uang asing
d. Revaluasi
Revaluasi adalah tindakan pemerintah yang sengaja menaikkan nilai tukar mata uang
dalam negeri terhadap mata uang asing
e. Sanering
Sanering yaitu pemotongan uang yang dilakukan oleh pemerintah, misalnya uang kertas
RP.10.000,00 diakui nilainya Rp.1.000,00. Kebijakan sanering ini digunakan untuk mengatasi
inflasi yang sudah sangat parah (Hiper Inflation).

17

RANGKUMAN
1. Pengertian Inflasi
Inflasi adalah suatu peristiwa dalam perekonomian di mana harga dari semua barang naik
secara terus menerus dalam jangka waktu yang panjang akibat tidak seimbangnya arus barang
dan arus uang (dimana arus uang > arus barang). Dengan naiknya harga tersebut berarti nilai
uang turun.

2. Rumus Laju Inflasi


Laju Inflasi = IHK Periode Sekarang IHK Periode Sebelumnya
IHK Periode Sebelumnya

X 100%

3. Penggolongan Inflasi
a. Berdasarkan Asal Timbulnya Inflasi
(i). Inflasi yang Berasal dari Dalam Negeri (Domestic Inflation)
(ii). Inflasi yang Berasal dari Luar Negeri (Imported Infation)
b. Berdasarkan Cakupan Pengaruh Kenaikan Harga
(i). Inflasi Tertutup (Closed Inflation)
(ii). Inflasi Terbuka (Open Inflation)
c. Berdasarkan Parah atau Tidaknya Inflasi
(i). Inflasi Ringan (dibawah 10% setahun)
(ii). Inflasi Sedang (antara 10%-30% setahun)
(iii). Inflasi Berat (antara 30%-100% setahun)
(iv). Inflasi Tak Terkendali/ Hyper Inflation ( diatas 100% setahun)
d.Penggolongan Inflasi Menurut laju/Kecepatannya
(i).Inflasi Lunak (Wild Inflation)
(ii).Inflasi Cepat (Gallowing Inflation)
(iii).Inflasi Meroket (Sky Rocketing Inflation)

4. Sebab- sebab Timbulnya Inflasi


a. Tarikan Permintaan (Demand Full Inflation)
b.Desakan Biaya (Cost Push Inflation )
c. Inflasi Campuran (Mixed Inflation)

5. Teori Inflasi
a. Teori Kuantitas
b. Teori Keynes
c. Teori Strukturalis

6. Dampak Inflasi
a.Dampak Inflasi Bagi Perekonomian Nasional
1).Mendorong Penanam modal yang bersifak spekulatif
2).Menimbulkan ketidakpastian keadaan ekonomi masa yang akan datang dan Kegagalan
Pembangunan
3).Menyebabkan tingginya tingkat bunga dan menurunkan investasi
4).Menimbulkan Daya Saing Produk Nasional Berkurang dan Defisit Neraca Pembayaran
b.Dampak Inflasi Bagi Individu dan Masyarakat
1).Memperbesar kesenjangan distribusi pendapatan
2).Pendapatan Riil Merosot
3).Nilai Riil Tabungan Merosot

18

7. Cara-cara Mengatasi Inflasi


a. Kebijakan Moneter Kontraktif, teridri dari:
1).Kebijakan Moneter Kuantitatif
(i). Politik Diskonto, dengan meningkatkan suku bunga
(ii). Politik Pasar Terbuka, dengan menjual surat berharga
(iii) Politik Cash Ratio, dengan meningkatkan cash rasio
2).Kebijakan Moneter Kualitatif, terdiri dari:
Politik Pagu Kredit (Plaffon Credit Policy, dengan (Kebijakan Kredit Ketat/Kredit
Selektif)
Politik Pembujukan Moral (Moral Persuation Policy
b. Kebijakan Fiskal
(i). Meningkatkan Pajak
(ii). Mengurangi Pengeluaran Pemerintah.
(iii) Pinjaman Paksa Pemerintah
c. Kebijakan Riil (Kebijakan Non Moneter)
(i). Meningkatkan Produksi
(ii). Kebijakan Upah
(iii). Pengawasan Harga
(iv). Pemerintah Melakukan Distribusi Secara Langsung

8. Deflasi (Kebalikan Inflasi)


9. Beberapa Istilah yang Berkaitan Dengan Inflasi
a.
b.
c.
d.
e.

Depresiasi
Apresiasi
Devaluasi
Revaluasi
Sanering

19

Tugas 2
Petunjuk
Waktu

: Penugasan Terstruktur (PT) PR LKS KD 5.4.2


: Selesaikan Tugas PR LKS Terstruktur KD 5.4.2
: 1 (satu) Minggu

LKS 5.4.2
: No. 5.4.2/Semester II/Kelas X
MATERI /KD 5.4.2
: MENDESKRIPSIKAN INFLASI
WAKTU
: 1 (Satu) Minggu
a. Pengertian Inflasi adalah: __________________________________________
___________________________________________________________________
b. Pengertian Laju Inflasi adalah:______________________________________
___________________________________________________________________
c.Rumus Laju Inflasi adalah:
Laju Inflasi = _______________________________________________

d. Hitunglah laju inflasi bulan November dari data di bawah ini:


Bulan
Oktober
November
Desembser

IHK
106,8
108,9
110,0

Laju Inflasi = __________________________________________


Laju Inflasi = ______________________________________= _______________

e. Jelaskan Penggolongan Inflasi


(i).Berdasarkan Asal Timbulnya Inflasi
Inflasi Dalam Negeri, yaitu..
Inflasi Luar Negeri, yaitu.
(ii). Berdasarkan Cakupan Pengaruh Kenaikan Harga
____________(_________________)adalah:___________________________
___________________________________________________________________
_____________ (_______________)adalah: ___________________________
___________________________________________________________________
(iii). Berdasarkan Parah atau Tidaknya Inflasi
Inflasi ___________ (dibawah ___________setahun)
Inflasi ___________ (antara_______________setahun)
Inflasi ____________ (antara __________________setahun)
Inflasi _______________ ( diatas ________________setahun)
(iv.) Berdasarkan Laju Kecepatannya
Penggolongan Inflasi Menurut laju/Kecepatannya
(i).Inflasi ______ (Wild Inflation), yaitu ____________________________________________
(ii).Inflasi Cepat (Gallowing Inflation), yaitu ________________________________________
(iii).Inflasi Meroket (Sky Rocketing Inflation), yaitu _________________________________

20

f. Jelaskan Sebab- sebab Timbulnya Inflasi


(i).Tarikan Permintaan (Demand Full Inflation):_________________________

Gambar GrafikDemand Full Inflation


(ii).Desakan Biaya (Cost Push Inflation ): _______________________________

Gambar. Grafik Cost Push Inflation


(iii).Inflasi Campuran: _______________________________________________

g.Jelaskan Teori Inflasi


Teori Kuantitas : _________________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
Teori Keynes :____________________________________________________
___________________________________________________________________
Teori Strukturalis : ______________________________________________
___________________________________________________________________
___________________________________________________________________
h. Jelaskan Dampak Inflasi
a. Dampak Inflasi Bagi Perekonomian Nasional
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
b. Dampak Inflasi Bagi Masyarakat
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
______________________________________________________________
i. Jelaskan Hubungan Inflasi dengan Pengangguran : _____________________
___________________________________________________________________

21

j. Jelaskan Cara-cara Mengatasi Inflasi


1.Kebijakan Moneter Kontraktif
(i). Kebijakan Moneter Moneter Kuantitatif, terdiri dari:
a).Politik Diskonto adalah: ______________________________________________________
______________________________________________________________________________
b).Politik Pasar Terbuka adalah: _________________________________________________
______________________________________________________________________________
c).Politik Cash Ratio : __________________________________________________________
_____________________________________________________________________________
(ii).Kebijakan Moneter Kualitatif, terdiri dari:
a).Politik Pembujukan Moral, yaitu_______________________________________________
b).Politik Pagu Kredit, yaitu_____________________________________________________

2.Kebijakan Fiskal
Meningkatkan Pajak: ________________________________________________________
_____________________________________________________________________________
Mengurangi Pengeluaran Pemerintah:__________________________________________
_____________________________________________________________________________
Pinjaman Paksa Pemerintah: ________________________________________________
_____________________________________________________________________________

3).Kebijakan Riil (Kebijakan Non Moneter)


Meningkatkan Produksi: _____________________________________________________
______________________________________________________________________________
Kebijakan Upah: ____________________________________________________________
______________________________________________________________________________
Pengawasan Harga: _________________________________________________________
_____________________________________________________________________________
Pemerintah Melakukan Distribusi Secara Langsung : ____________________________
______________________________________________________________________________

k. Jelaskan tentangDeflasi
(i).Pengertian Deflasi adalah : ___________________________________________________
_____________________________________________________________________________
(ii). Dampak Deflasi terhadap Perekonomian:
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
(iii). Cara Mengatasi Deflasi :
(a). Kebijakan Moneter Ekspansif
Politik Diskonto adalah: dengan cara meurunkan_____________________
Politik Pasar Terbuka adalah: dengan cara membeli __________________
Politik Cash Ratio : dengan cara menurunkan_________________________
(b). Kebijakan Fiskal
___________________________________
____________________________________
____________________________________
(c). Kebijakan Riil (Kebijakan Non Moneter)
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________

22

l. Jelaskan Beberapa Istilah yang Berkaitan Dengan Inflasi dan deflasi


a.Depresiasi adalah: ___________________________________________________________
_____________________________________________________________________________
b.Apresiasi adalah: ____________________________________________________________
_____________________________________________________________________________
c.Devaluasi adalah: ____________________________________________________________
_____________________________________________________________________________
d.Revaluasi adalah: ___________________________________________________________
_____________________________________________________________________________
e.Sanering adalah: ____________________________________________________________
___________________________________________________________________ _____

TULISAN
NILAI I
NILAI II
RATA-RATA

ISI JAWABAN

PARAF GURU

PARAF ORANG TUA

23

Tugas 3
Petunjuk

Waktu

:Penugasan Terstruktur (PT) Membaca & Memahami Materi KD5.4.2 untuk


persentasi
:Bacalah, Pelajari, dan Pahami Materi KD 5.4.2 (Khusus Rumus-rumus
Menghitung Laju Inflasi dan Cara Mengatasi Inflasi di bawah ini di rumah
untuk persentasi minggu depan
: 1 (satu) Minggu

A. Rumus Indek Harga


Laju Inflasi = IHK Sekarang IHK Sebelumnya x 100%
IHK Sebelumnya
B. Cara-cara Mengatasi Inflasi
a. Kebijakan Moneter Kontraktif, terdiri dari:
1).Kebijakan Moneter Kuantitatif
(i). Politik Diskonto, dengan meningkatkan suku bunga
(ii). Politik Pasar Terbuka, dengan menjual surat berharga
(iii) Politik Cash Ratio, dengan meningkatkan cash rasio
2).Kebijakan Moneter Kualitatif, terdiri dari:
Politik Pagu Kredit (Plaffon Credit Policy, dengan (Kebijakan Kredit Ketat/Kredit
Selektif)
Politik Pembujukan Moral (Moral Persuation Policy
b. Kebijakan Fiskal
(i). Meningkatkan Pajak
(ii). Mengurangi Pengeluaran Pemerintah.
(iii) Pinjaman Paksa Pemerintah
c. Kebijakan Riil (Kebijakan Non Moneter)
(i). Meningkatkan Produksi
(ii). Kebijakan Upah
(iii). Pengawasan Harga
(iv). Distribusi Secara Langsung

24

Tugas 4
Petunjuk

:Pembelajaran Tatap Muka (TM) Persentasi Materi KD5.4.2


: Persentasikan Bagian materi KD5.4.2 (Khusus Rumus Laju Inflasi dan
Cara Mengatasi Inflasi)
: 20 menit

Waktu

Tugas 5
Petunjuk

:Pembelajaran Tatap Muka (TM) Latihan Soal Hitungan Materi KD5.4.2


: Siswa yang telah ditunjukk guru maju ke depan untuk menyelesaikan soalsoal hitungan tentang Laju Inflasi
: 20 menit

Waktu
Contoh Soal:

Hitunglah laju inflasi bulan Desember dari data di bawah ini:


Tabel . Data Hipotesis Perhitungan laju Inflasi
Bulan
Oktober
November
Desember

IHK
110
160
200

Laju Inflasi Bulan Desember = IHK Desember IHK November


IHK November
Laju Inflasi = 200 - 140 X 100% = 25%
140

X 100%

25

Tugas 6
Petunjuk
Waktu

:Pembelajaran Tatap Muka (TM) Membaca dan Memahami CERGAM


: Baca dan pahamilah isi CERGAM dan bersiapkanlah untuk menjadi
narator
: 20 menit

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

Tugas 7
Petunjuk
Waktu

:Pembelajaran Tatap Muka (TM) Narasi Isi CERGAM


: Narasikan kembali Isi Cergam di depan kelas
: 30 menit

Tugas 8

: Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur (KMTT) KLIPING

Petunjuk

: BUAT KLIPING TENTANG DATA ANGKA INFLASI INDONESIA DAN


BERIKAN KOMENTAR/ULASAN

Waktu

: Kesepakatan siswa yang menentukan, paling lama akhir semester

Contoh Pembuatan KLIPING:

38

EVALUASI
A.Tes Formatif 7 KD 5.4.1
Petunjuk: Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat
Waktu :
Menit

UH VII KD 5.4.1: MENDESKRIPSIKAN INFLASI


1.

Inflasi ialah....
A. suatu keadan yang menyatalkan harga-harga naik
karena menjelang lebaran
B. Suatu keadaan yang menyatakan harga-harga naik
karena menjelang tahun baru
C. Suatu keadaan yang menyatakan harga-harga
cenderung naik karena gempa bumi
D. Suatu keadaan yang menyatakan harga-harga
cenderung naik secara terus menerus
E. Suatu keadaan yang menyatakan harga-harga
cenderung turun

2.

Rumus laju Inflasi adalah.

A.Laju Inflasi = IHK Sebelum IHK Sekarang


IHK Sebelumnya

B.Laju Inflasi = IHK Sekarang IHK Sebelumnya


X
100%
IHK Sebelumnya
C.Laju Inflasi = IHK Sebelum IHK Sekarang X 100%
IHK Sekarang

D.Laju Inflasi = IHK Sekarang IHK Sebelumnya


100%
IHK Sekarang
E.Laju Inflasi = IHK Sebelum
IHK Sekarang

3.

Perhatikan tabel Indeks Harga Konsumen di bawah ini


Bulan
Indeks harga Konsumen
Januari 2006
102
Februari 2006
116
Maret 2006
132
Dari tabel, laju inflasi bulan February 2006 adalah.
A. 13,73%
d. 87,88%
B. 13,79%
e. 113,79%
C. 15,68%

X 100%

x IHK Sekarang

4.

Berikut ini adalah penyebab inflasi yang berasal


dari dalam negeri, kecuali....
A. Percetakan uang
B. Kegagalan panen
C. Penemuan sumber minyak baru
D. Musim kemarau yang panjang
E. Pemerintah menggunakan anggaran defisit

Kenaikan harga patokan semen setempat sangat


berpengaruh terhadap kenaikan harga-harga umum,
sehingga menimbulkan tingkat inflasi yang cukup
tinggi. Jenis inflasi ini disebut....
A. Closed Inflation
D. Cosh Push Inflation
B. Demand Full Inflation E. Open inflation
C. High Inflation
7. Apabila tingkat inflasi di Indonesia adalah sebesar
15%, maka berdasarkan kelajuan inflasi di Indonesia
tergolong ke dalam kategori.
A. Inflasi ringan
B. Inflasi meroket
C. Inflasi sedang
D. Inflasi berat
E. Inflasi cepat

6.

Inflasi sedang adalah inflasi yang berkisar


antara....
A. 0% - 10%
D. 30 - 100%
B. 5% - 15%
E. Di atas 100%
C. 10% - 30%

8.

Demand Full Inflation terjadi karena adanya.


A. Perubahan harga
B. Penurunan biaya
C. Penurunan permintaan
D. Peningkatan permintaan
E. Peningkatan biaya produksi

9.

10. Kenaikan biaya produksi mengakibatkan inflasi,


karena....
A. Untuk memenuhi permintaan kapasitas alatalat produksi harus ditingkatkan
B. Penawaran barang berkurang
C. Atas barang dari produsen ke konsumen
menjadi lambat
D. Permintaan barang dan jasa menjadi
menguat
E. Sumber daya produksi banyak menganggur

5.

Perhatikan kurva di bawah ini, yang digambarkan


kurva tersebut adalah...
A.
B.
C.
D.
E.

Price push inflation


Wage cost inflatuon
Cost push inflation
Imported inflation
Demand full inflation

P2
P1

E2
E1

Q1

Q2

39

11. Pada kurva di bawah ini mengajarkan bahwa dengan adanya


kenaikkan biaya produksi, maka kurva penawaran (S)
bergeser. Dampaknya terhadap kegiatan perekonomian
masyarakat adalah....
A. harga barang naik
B. Produksi meningkat
C. Penawaran meningkat
D. Permintaan meningkat
E. Penangguran berkurang

12. Inflasi yang terjadi karena nafsu yang berlebihan


dari suatu golongan masyarakat untuk
melakukan konsumsi dekemukakan oleh....
A. David Ricardo
D. W.W Rosto
B. Keynes
E. Samuelson
C. J.S.Mill

13. Inflasi akan berpengaruh negatif terhadap masyarakat


yang....
A. Pendapatannya berbentuk komisi
B. Pendapatannya dalam bentuk barang
C. Menyimpan kekayaan dalam bentuk tanah
D. Menyimpan kekayaan dalam bentuk uang
E. Menyimpan kekayaan dlm bentuk emas batangan

14. Dalam rangka menjaga kestabilan arus uang dan arus barang

15. Perhatikan matrik di bawah ini

16. Untuk menekan laju inflasi pemerintah melakukan

A
1.Peningkatan suku
bunga
2.Peningkatan pajak
3.Peningkatan
produksi

B
1.Menjual surat
berharga
2.Peningkatan
pinjaman pemerintah
3.Politik pasar terbuka

C
1.Pengawasan
harga
2.Penurunan
Belanja negara
3.Penurunan suku
bunga

Dari matrik di atas yang merupakan kebijakan anggaran untuk


mentasai inflasi adalah...
A.A1, B1, dan C1
D. A2, B2, dan C3
B.A1, B1, dan C2
E. A3, B3, dan C3
C.A2, B2, dan C2
17. Ciri inflasi dan deflasi:
1. Nilai uang turun
2. Harga barang turun
3. Arus uang <dari arus barang
4. Arus uang >dari arus barang
yang merupakan ciri deflasi adalah...
A. 1 dan 2
D. 2 dan 3
B. 1 dan 3
E. 2 dan 4
C. 1 dan 4

19. Untuk mengatasi inflasi dan deflasi maka Bank Sentral menetapkan
Kebijakan moneter kontraktif (mengurangi uang beredar) dan
kebijakan moneter ekspansif (mebambah uang beredar). Kebijakan
moneter kontraktif digunakan untuk mengatasi inflasi sedangkan
kebijakan moneter ekspansif digunakan untuk mengtasi deflasi.
Kebijakan-kebijakan tersebut terdiri dari:
1. Menurunkan suku bunga
2. Menurunkan cadangan kas minimum
3. Membeli surat berharga
4. Meningkatkan Cadangan Kas Minimum
5. Kredit longgar
6. Meningkatkan suku bunga
7. Kredit ketat
8. Menjual Surat Berharga
Yang termasuk kebijakan moneter menambah uang beredar adalah....
A.1, 2, 3, 5
D. 2, 3, 5, 6
B.1, 3, 4,5
E. 2, 6, 7, 8
C. 1, 4, 7, 8

21. Cara mengatasi deflasi dengan kebijkaan rill adalah.


A.
B.
C.
D.
E.

Kebijakan upah, pengawasan harga, penurunan pajak


Pengawasan harga, kebijakan upah, peningkatan pajak
Kebijakan upah, pengawasan harga, distribusi langsung
Politik diskonto, pasar terbuka, dan cast ratio
Pengaturan anggaran dan peningkatan produksi

dalam perekonomian agar tidak terjadi krisis (inflasi atau


deflasi), maka Bank sentral dapat menenetapkan kebijakan
moneter. Kebijakan moneter terdiri dari kebijakan moneter
kuantitatif dan kualitatif, yaitu:
1.Meningkatkan suku bunga
2.Menjual Surat Berharga
3.Meningkatkan cash rasio
4.Membeli Surat Berharga
5.Kebijakan Kredit Ketat
Hal yang termasuk kebijakan moneter kuantitatif untuk
mengatasi inflasi adalah.
A.1, 2, dan 3
D.1, 4, dan 5
B.1, 2, dan 5
E.3, 4, dan 5
C.1, 3, dan 4

kebijakan berikut:
1. Menaikkan produksi
2. Kebijakan upah
3. Politik Diskonto
4. Pengawasan harga
5. Menaikkan cash ratio
Kebijakan di atas yang merupakan kebijakan Rill
adalah....
A.1, 2, dan 3
D.2, 4, dan 5
B.1, 2, dan 4
E.3, 4, dan 5
C.1, 3, dan 5

18. Salah satu pengaruh deflasi terhadap


perekonomian negara adalah....
A. Produsen menambah produksinya
B. Tingkat pengangguran bertambah
C. Investasi bertambah cepat
D. Pendapatan dari sektor pajak meningkat
E. Perusahaan banyak menyerap tenaga kerja
20. Deflasi dapat diatasi dengan kebijakan fiskal,
yaitu...
A. Mengadakan pinjaman paksa pemerintah
B. Meningkatkan belanja negara
C. Meningkatkan produksi
D. Meningkatkan Cash ratio
E. Meningkatkan pajak

22. Menaikkan nilai tukar mata uang dalam negeri


terhadap mata uang luar negri yang terjadi di
pasar, disebut....
A. Inflasi
D. Apresiasi
B. Depresiasi
E. Revaluasi
C. Devaluasi

40

B.Tindak Lanjut Hasil Tes Formatif 7 KD 5.4.2


Cocokkanlah hasil jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 7 KD 5.4.2 yang
ada di bagian belakang modul ini. Kemudian hitunglah jumlah jawaban Anda yang benar dan
gunakanlah rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi
Kegiatan Belajar KD 5.4.2
Rumus:
Tingkat Penguasaan = Jumlah Jawaban Anda yang benar x 100%
22
Arti tingkat penguasaan yang Anda capai:
90% - 100%

= Baik Sekali

80 89%

= Baik

70 - 79%

= Cukup

69

= Kurang

Jika tingkat penguasaan Anda mencapai 80% ke atas, Anda dapat melanjutkan dengan
Kegiatan Belajar KD 6.1. Bagus! Tetapi bila tingkat penguasaan anda masih di bawah 80%,
Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar KD 5.4.2, terutama bagian yang belum Anda kuasai

41

C. Kunci Jawaban dan Pembahasan Tes Formatif 7 KD 5.4.2


Nomor
Soal
1

Kunci Jawaban dan Pembahasan


Jawab: D

Nomor
Indikator
1

Inflasi adalah suatu peristiwa dalam perekonomian di mana harga dari semua
barang naik secara terus menerus dalam jangka waktu yang panjang akibat
tidak seimbangnya arus barang dan arus uang (dimana arus uang > arus
barang). Dengan naiknya harga tersebut berarti nilai uang turun

Jawab: B

Laju Inflasi = IHK Sekarang IHK Sebelumnya


IHK Sebelumnya

X 100%

Jawab: A

Laju Inflasi = IHK Sekarang IHK Sebelumnya


IHK Sebelumnya

X 100%

Laju inflasi = 116 102 X 100% = 13,73%


102

Jawab: C

Penggolongan Inflasi Berdasarkan Asal Timbulnya Inflasi


(i). Inflasi yang Berasal dari Dalam Negeri (Domestic Inflation)
Inflasi dalam Negeri adalah inflasi yang terjadi semata-mata disebabkan oleh faktor-faktor yang
terjadi di dalam negeri, bisa diakibatkan karena tarikan permintaan (Demand Full Inflation) atau
Desakan biaya (Cost push Inflation), atau karena penciptaan uang baru dan adanya kebijakan
anggaran defisit
(ii). Inflasi yang Berasal dari Luar Negeri (Imported Infation)
Inflasi Luar Negeri terjadi karena suatu negara mengimpor barang dan Jasa dari negara lain yang
sedang mengalami inflasi
Inflasi yang berasal dari dalam negeri, misalnya sebagai akibat terjadinya defisit anggran belanja
yang dibiayai dengan cara mencetak uang baru dan gagalnya pasar yang berakibat haraga bahan
makanan menjadi mahal
Sedangkan dengan penmuan minyak baru justru akan meningkatkan produksi barang dan jasa,
sehinga arus barang menjadi lebih besar Penemuan minyak baru tidak akan menyebabkan inflasi

Jawab: E

Penggolongan Inflasi Berdasarkan Cakupan Pengaruh Kenaikan Harga


(i). Inflasi Tertutup (Closed Inflation)
Inflasi tertutup yaitu apabila terjadi kenaikan harga secara umum hanya berkaitan dengan beberapa
barang tertentu secara terus-menerus
(ii). Inflasi Terbuka (Open Inflation)
Inflasi terbuka yaitu apabila kenaikan harga terjadi untuk keseluruhan barang

Jawab: C

Penggolongan Inflasi Berdasarkan Parah atau Tidaknya Inflasi


Inflasi Ringan (dibawah 10% setahun)
Inflasi Sedang (antara 10%-30% setahun)
Inflasi Berat (antara 30%-100% setahun) Inflasi Tak Terkendali/ Hyper Inflation ( diatas
100% setahun)

Jawab: B

Penggolongan Inflasi Menurut laju/Kecepatannya


(i).Inflasi Lunak (Wild Inflation)
Inflasi lunak adalah inflasi yang kecepatannya kurang dari 5% per tahun
(ii).Inflasi Cepat (Gallowing Inflation)
Inflasi Cepat adalah inflasi yang kecepatannya 5% atau lebih per tahun
(iii).Inflasi Meroket (Sky Rocketing Inflation)
Inflasi meroket adalah inflasi yang kecepatannya lebih dari 10% per tahun

Jawab: D
Sebab- sebab Timbulnya Inflasi
a. Tarikan Permintaan (Demand Full Inflation)
Demands Full Inflation atau disebut juga Inflasi Permintaan, yaitu
inflasi yang disebabkan oleh kenaikan permintaan masyarakat yang cukup
besar terhadap barang-barang dan jasa. Kenaikan permintaan menyebabkan
kurva permintaan barang-barang bergeser ke kanan, sehingga harga barang
mengalami kenaikan (inflasai). Dalam hal ini kurva penawaran tetap.

42

P (Harga)

P2

E2

P1

E1

D2
D1

Q1

Q2

Jumlah (Q)

Gambar Inflasi Tarikan Permintaan (Demand Full Inflation)


b.Desakan Biaya (Cost Push Inflation )
Cost Push Inflation terjadi karena terjadinya harga diakibatkan oleh naiknya biaya produksi.
Kenaikan biaya produksi ini menyebabkan kurva penawaran bergeser ke kiri, sehingga harga
barang mengalami kenaikan (inflasi). Dalam hal ini kurva permintaan tetap

P (harga)

S2
E2

P2
P1

S1
E1
D

Q2

Q1

Jumlah (Q)

Gambar Inflasi Dorongan Biaya (Cost push Inflation)

10

11

12

Jawab: E
Lihat Pembahasan Soal No.8 tentang Kurva Demand
Full Inflation
Jawab: B
Lihat Pembahasan Soal No.8 tentang Cost Push
Inflation
Jawab: A
Lihat Pembahasan Soal No.8 tentang Kurva Cost
Push Inflation
Jawab: B
Teori Inflasi
a. Teori Kuantitas
Menurut teori kuantitas, terjadinya inflasi disebabkan karena adanya pertambahan uang
yang beredar dan psikologi masyarakat mengenai kenaikan harga di masa mendatang, sehingga
dapat disimpulkan bahwa:
.Ditinjau dari jumlah uang, Inflasi dapat terjadi jika ada pertambahan jumlah uang yang
beredar. Apabila peredaran tidak bertambah maka inflasi akan berhenti dengan sendirinya
Ditinjau dari harapan masyarakat, walaupun jumlah uang yang beredar bertambah tetapi
masyarakat menganggap bahwa harga tidak akan naik sehingga tambahan penerimaannya
tidak akan dibelanjakan. Dengan demikian, pertambahan penerimaan bukan merupakan
pertambahan pembelanjaan sehingga inflasi tidak terjadi
Sebaliknya, apabila terjadi pertambahan uang dan harga naik maka masyarakat akan
membelanjakan uangnya. Artinya, ada pertambahan Effective Demand yang menyebabkan
harga naik sehingga inflasi betul terjadi
Bertambahnya uang yang beredar akan mengakibatkan menurunnya nilai mata uang.
Turunnya nilai mata uang sama dengan naiknya tingkat harga. Teori kuantitas ini dikemukakan
oleh Irving Fisher, dengan rumus sbb:
MV = PT
M = jumlah uang yang beredar
V = Kecepatan Peredaran uang
P = Tingkat harga
T = Banyaknya transaksi
b. Teori Keynes
Menurut Keynes, inflasi terjadi karena permintaan masyarakat terhadap barang dan jasa
melebihi jumlah barang dan jasa yang tersedia (ditawarkan). Sehingga terjadi Inflationary Gap
(Celah Inflasi). Hal ini terjadi karena adanya pertebutan rezeki di antara kelompok sosial.
Kelompok-kelompok itu adalah pemerintah (bila anggaran defsit pemerintah mencetak uang
baru), pengusaha swasta (menambah kredit untuk investasi, dan buruh (menuntut kenaikan
upah).
Mereka menginginkan bagian lebih besar dari yang disediakan oleh masayarakat.
Inflatonary gap terjadi karena golongan masayarakat berebut rezeki didukung oleh dana, maka
keinginannya mampu terpenuhi. Merekalah disebut kelompok pemenang.

10

11

12

43

c. Teori Strukturalis
Teori strukturalis disebut Teori Inflasi Jangka Panjang karena menyoroti sebab
sebab inflasi yang berasal dari kekakuan struktur ekonomi, khususnya ketegaran suplai bahan
makanan dan barang ekspor. Lambannya struktural pertambahan produksi barang dibandingkan
naiknya harga bahan makanan dan kelangkaan devisa. Akibat selanjutnya kenaikan harga barang
yang merata sehingga terjadi inflasi. Inflasi semacam ini dapat diobati hanya dengan mengurangi
jumlah uang yang beredar, tetapi harus diobati dengan pembangunan sektor bahan makanan dan
ekspor.Teori strukturalis memberikan perhatian pada struktur perekonomian negara berkembang.

13

Jawab: D

13

Dampak Inflasi
a.Dampak Inflasi Bagi Perekonomian Nasional
1).Mendorong Penanam modal yang bersifak spekulatif
Pada mada inflasi para pemilik modal cenderung melakukan investasi spekultaif,
misalnya membeli tanah dan menyimpan barang berharga. Investasi tersebut lebih menguntungkan
daripada melakukan investasi yang produktif
2).Menimbulkan ketidakpastian keadaan ekonomi masa yang akan datang dan Kegagalan
Pembangunan
Bila inflasi tinggi akan menimbulkan ketidakpastian ekonomi, dan arah perkembangan
ekonomi sulit diramalkan.
Keadaan ini akan mengurangi kegairahan pengusaha untuk
mengembangkan kegiatan ekonomi, akibatnya akan menurunkan kegiatan pembangunan
3).Menyebabkan tingginya tingkat bunga dan menurunkan investasi
Untuk menghindari kemerosotan nilai uang (modal) yang mereka pinjamkan, lembaga
keuangan/perbankan akan menaikkan bunga pinjaman. Tingkat bunga yang tinggi akan
mengurangi akan mengurangi kegairahaan penanam modal untuk mengembangkan usaha-usaha
produktif (investasi) (artinmya tingkat bunga mengikuti tingkat inflasi, bukan tingkat inflasi
mengikuti tingkat bunga).
4).Menimbulkan Daya Saing Produk Nasional Berkurang dan Defisit Neraca Pembayaran
Inflasi menyenbabkan harga barang-barang ekspor menjadi mahal, sehingga ekspor
tidak dapat bersaing dengan produksi negara lain. Di sisi lain, inflasi menyebabkan harga barangbarang impor lebih murah dibandingkan harga barang yang dihasilkan di dalam negeri. Akibatnya
impor meningkatkan dan ekspor turun, sehingga neraca perdagangan menjadi deficit.
b.Dampak Inflasi Bagi Individu dan Masyarakat
1).Memperbesar kesenjangan distribusi pendapatan
Dalam masa inflasi, nilai harta-harta teap (seperti tanah, rumah, bangunan pabrik,
pertokoan) akan mengalami kenaikan harga yang sering kali lebih cepat dari kenaikan iflasi itu
sendiri. Sebaliknya, pendapatan riil masyarakat berpenghasilan rendah merosot, dan inflasi akan
memperlebar kesenjangan distribusi pendapatan di antara anggota masyarakat
2).Pendapatan Riil Merosot
Pada tenaga kerja berpenghasilan tetap akan dirugukan, karena pada masa inflasi
kenaikan harga-harga selalu mendahului kenaikan pendapatan, sehingga inflasi cenderung
menimbulkan kemerosotan pendapatan riil masyarakat.
3).Nilai Riil Tabungan Merosot
Penabung (Kreditur) dalam bentuk uang tunai baik tabungan/deposito dirugikan pada
masa inflasi, karena terjadi penurunan nilai riil dari tabungan tersebut (daya beli uang menjadi
turun); sedangkan individu/masyarakat yang meminjam uang (Debitur diuntungkan) oleh
inflasi

Menyimpan kekayaan dalam bentuk tanah, emas batangan, barang juga


diuntungkan dengan adanya inflasiu
Sedangkan Menyimpan kekayaan dalam bentuk uang justru dirugikan oleh
adanya inflasi.

14

Jawab: A

14

Kebijakan Moneter untuk mengatasi inflasi disebut juga Kebijakan Moneter


Kontraktif (Mengurangi Uang Beredar, terdiri dari:
1).Kebijakan Moneter Kuantitatif
(i). Politik Diskonto, dengan meningkatkan suku bunga
(ii). Politik Pasar Terbuka, dengan menjual surat berharga
(iii) Politik Cash Ratio, dengan meningkatkan cash rasio
2).Kebijakan Moneter Kualitatif, terdiri dari:

15

Politik Pagu Kredit (Plaffon Credit Policy, dengan (Kebijakan Kredit


Ketat/Kredit Selektif)
Politik Pembujukan Moral (Moral Persuation Policy

Jawab: C

15

Kebijakan Fiskal/Anggaran untuk mengatasi Inflasi:


1. Meniunmgkatkan pajak
2. Menrunkan pengeluaran pemerintah
3. Mmengadakan pinjaman paksa pemerintah

16

Jawab: B
Kebijakan Non Moneter untuk mengatasi inflasi:
1. Meningkatkan produksi
2. Kebijakan upah
3. Pengawasan harga
4. Disatribusi langsung

16

44

17

Jawab: D

17

Deflasi adalah kebalikan dari inflasi. Deflasi ditandai oleh kegiatan produksi yang
merosot, kesempatan kerja berkurang, harga-harga secara keseluruhan turun dan nilai
uang naik. Jadi, Deflasi adalah suatu keadaan yang menunjukkan harga barang turun
secara terus menerus atau suatu keadaan yang menyatakan nilai uang meningkat.
Dalam keadaan deflasi, arus uang lebih sedikit (berkurang) jika dibandingkan dengan
arus barang sehingga harga barang secara keseluruhan turun.

18

Jawab: E

18

Dampak Deflasi terhadap Perekonomian


Pengusaha kurang berminat untuk memproduksi barang karena harga
yang terus turun
Kesempatan kerja berkurang disebabkan terjadinya PHK
Pajak-pajak tidak dapat ditarik oleh negara
Kegiatan perekonomian secara keseluruhan mengalami kemunduran

19

Jawab: A

19

Kebijakan Moneter untuk mengatasi deflasi disebut juga Kebijakan Moneter


Ekspansif (Mengurangi Uang Beredar, terdiri dari:
1).Kebijakan Moneter Kuantitatif
(i). Politik Diskonto, dengan menurunkan suku bunga
(ii). Politik Pasar Terbuka, dengan membeli surat berharga
(iii) Politik Cash Ratio, dengan meningkatkan cash rasio
2).Kebijakan Moneter Kualitatif, terdiri dari:

20

Politik Pagu Kredit (Plaffon Credit Policy, dengan (Kebijakan Kredit


longgar)
Politik Pembujukan Moral (Moral Persuation Policy

Jawab: B

20

Kebijakan Fiskal untuk mengatasi Deflasi:


1. Menurunkan pajak
2. Meningkatkan pengeluaran pemerintah
3. Menurunkan pinjaman paksa pemerintah

21

Jawab: C

21

Kebijakan Non Moneter/Riil untuk mengatasi Deflasi:


1. Menurunkan produksi
2. Kebijakan upah
3. Pengawasan harga
4. Disatribusi langsung

22

Jawab: D
Depresiasi
Depresiasi adalah penurunan nilai tukar suatu mata uang terhadap mata uang lain yang terjadi
di pasar uang (tidak disengaja).
Apresiasi
Apresiasi adalah suatu kenaikan nilai tukar suatu mata uang terhadap mata uang lain
yang terjadi di pasar uang (tidak disengaja)
Devaluasi
Devaluasi adalah tindakan pemerintah dengan sengaja menurunkan nilai mata uang
dalam negeri terhadap mata uang asing
Revaluasi
Revaluasi adalah tindakan pemerintah yang sengaja menaikkan nilai tukar mata uang
dalam negeri terhadap mata uang asing
Sanering
Sanering yaitu pemotongan uang yang dilakukan oleh pemerintah, misalnya uang kertas
RP.10.000,00 diakui nilainya Rp.1.000,00

22

45

DAFTAR KEPUSTAKAAN
Ahman, E. 2008. Membina Kompetensi EKONOMI untuk Kelas X Sekolah Menengah
Atas/Madrasah Aliyah. Jakarta: Penerbit Grafindo Media Pratama.
Alam. S. 2003. Ekonomi 2 untuk SMU Kelas 2 Kurikulum 1994 Suplemen GBPP 1999
(Program Semester). Jakarta: Esis Erlangga.
_______. 2006. EKONOMI untuk SMAN dan MA Kelas X KTSP STANDAR ISI 2006.
Jakarta: ESIS
______. 2008. Seri Pendalaman Materi EKONOMI SMAN DAN MA Siap Tuntas
Menghadapi Ujian Nasional. Jakarta: ESIS
Gustariny, F.F.A., 2007. MODUK EKONOMI SMA/MA Kelas X Semester 2
(Berdasarkan Kurikulum 2004Yang Disenpurnakan ). Tanah Datar: SMAN 2
Rambatan
______________. 2008. BANK SOAL EKONOMI (DARI REFERENSI TERPOPULER
DAN UAN 1986-2007) SMA/MA Kelas X Semester 2 (Berdasarkan KTSP 2006).
Tanah Datar: SMAN 2 Rambatan
______________. 2008. BANK SOAL EKONOMI DAN PEMBAHASANNYA (DARI
REFERENSI TERPOPULER DAN UAN 1986-2007) SMA/MA Kelas X Semester 2
(Berdasarkan KTSP 2006). Tanah Datar: SMAN 2 Rambatan
______________. 2009. SIAP UN 20009 MATERI DAN SOAL EKONOMI SMA/MA
(SESUAI PREDIKSI KISI-KISI UN 2009). Tanah Datar: SMAN 2 Rambatan
______________. 2010. DIKTAT EKONOMI SMA/MA Kelas X Semester 2
(Berdasarkan KTSP 2009). Tanah Datar: SMAN 2 Rambatan
Nurjaka dan A. Oman. 1998. Intisari Ekonomi SMU Kelas 1, 2, 3. Bandung: CV Pustaka
Setia Rasjidin,Rusjdi.1996. Pelajaran Ekonomi 3.Jakarta : Yudhistira
Purwanta, P., B. Sutrisno, dan W.S. Subaya. 2002. Pengantar Ekonomi 2 untuk
Kelas 2 SMU Semester Pertama dan Kedua. Jakarta: Judistira.
Subagya, W.S., W. Purwanta, dan B. Sutrisno. 2002. Pengantar Ekonomi untuk Kelas 2
SMU Jakarta: Yudistira.
Sukwiaty, S. Jamal, dan S. Sukanto. 2005. Ekonomi SMAN Kelas 2 SMA. KBK 2004
Jakarta: Yudistira
Sukwiaty, S. Jamal, dan S. Sukanto. 2006. Ekonomi SMAN Kelas X. SESUAI STANDAR
ISI 2006. Jakarta: Yudistira
Syafril. 2005. Ekonomi 2 Kurikulum 2004 Kelas 2 SMA Kompetensi Unggulan. Jakarta:
Bumi Aksara
Team Adzkia. 2007. Panduan Belajar Program Pendalaman Materi Persiapan Ujian
Nasional. 2007. Padang: Pusat Bimbingan & Konsultasi Belajar Adzkia.
Team LOPI. 2007. Langkah Sukses Menuju OLIMPIADE EKONOMI (Teori dan
Latihan). Jakarta: Bina Prestasi Insani

46

Team Studi Guru. 2010. Persiapan Menghadapi Ujian Nasional SMA-IPS. Berdasarkan
KTSP 2006. Jakarta: Pustaka Setia.
?

2008. Detik-detik Ujian Nasional Ekonomi Ringkasan Materi dan Bank Soal
Ujian Nasional. Jakarta: PT Intan Pariwara.