Anda di halaman 1dari 22

Struktur cangkang

Cangkang adalah bentuk struktural berdimensi tiga yang kaku dan tipis serta mempunyai
permukaan lengkung. Permukaan cangkang dapat mempunyai bentuk sembarang. Bentuk
yang umum adalah permukaan yang berasal dari
1. Kurva yang diputar terhadap 1 sumbu (misalnya, permukaan bola, elips, kerucut, dan
parabola),
2. Permukaan translasional yang dibentuk dengan menggeserkan kurva bidang di atas
kurva bidang lainnya, (misalnya permukaan bola eliptik dan silindris)
3. Permukaan yang dibentuk dengan menggeserkan 2 ujung segmen garis pada 2 kurva
bidang (misalnya permukaan bentuk hiperbolik parabolid dan konoid)
4. Dan berbagai bentuk yang merupakan kombinasi dari yang sudah disebutkan di atas.
Bentuk cangkang tidak harus selalu memenuhi persamaan matematis sederhana. Segala
bentuk cangkang mungkin saja digunakan untuk suatu struktur. Bagaimanapun, tinjauan
konstruksional mungkin akan membatasi hal ini.
Beban-beban yang bekerja pada cangkang diteruskan ke tanah dengan menimbulkan
tegangan geser, tarik, dan tekan pada arah dalam bidang (in-plane) permukaan
tersebut.Tipisnya permukaan cangkang menyebabkan tidak adanya tahan Momen yang berarti
Struktur cangkang tipis khusunya cocok digunakan untuk memikul beban merata pada atap
gedung. Struktur ini tidak cocok untuk memikul beban terpusat. Struktur cangkang selalu
memerlukan penggunaan cincin tarik pada tumpuannya.
Sebagai akibat cara elemen struktur ini memikul beban dalam bidang (terutama dengan cara
tarik dan tekan), struktur cangkang dapat sangat tipis dan mempunyai bentang yang relatif
besar. Perbandingan bentang tebal sebesar 400 500 saja digunakan (misalnya tebal 3 in. (8
cm) mungkin saja digunakan untuk kubah yang berbentang 100 sampai 125 ft (30 sampai 38
m). Cangkang setipis ini menggunakan material yang relatif baru dikembangkan, misalnya
beton bertulang yang didesain khusus untuk membuat permukaan cangkang. Bentuk-bentuk 3
dimensional lain, misalnya kubah pasangan (bata), mempunyai ketebalan lebih besar, dan

tidak dapat dikelompokkan struktur yang hanya memikul tegangan dalam bidang karena,
pada struktur tebal seperti ini, momen lentur sudah mulai dominan.
Bentuk 3 dimensional juga dibuat dari batang-batang kaku dan pendek. Struktur seperti ini
pada hakikatnya adalah struktur cangkang karena perilaku strukturalnya dapat dikatakan
sama dengan permukaan cangkang menerus, hanya saja tegangannya tidak lagi menerus
seperti pada permukaan cangkang, tetapi terpusat pada setiap batang. Struktur demikian baru
pertama kali digunakan pada awal abad XIX. Kubah Schewedler, yang terdiri atas jaringjaring batang bersendi tak teratur, misalnya, diperkenalkan pertama kali oleh Schwedler di
Berlin pada tahun 1863, pada saat ia mendesain kubah dengan bentang 132 ft (48 m).
Struktur baru lainnya adalah menggunakan batang-batang yang diletakkan pada kurva yang
dibentuk oleh garis membujur dan melintang dari suatu permukaan putar. Banyak kubah
besar di dunia ini yang menggunakan cara demikian.
Untuk menghindari kesulitan konstruksi yang ditimbulkan dari penggunaan batang-batang
yang berbeda dalam membentuk permukaan cangkang, kita dapat menggunakan cara-cara
lain yang menggunakan batang-batang yang panjangnya sama. Salah satu diantaranya adalah
kubah geodesik yang diperkenalkan oleh Buckminster Fuller. Karena permukaan bola tidak
dapat dibuat, maka banyaknya pola berulang identik yang akan dipakai untuk membuat
bagian dari permukaan bola itu akan terbatas. Icosohedron bola, misalnya, terdiri atas 20
segitiga yang dibentuk dengan menghubungkan lingkaran-lingkaran besar yang mengelilingi
bola. Tinjauan geometris demikian inilah yang digunakan oleh Fuller. Kita harus berhati-hati
dalam menggunakan cara seperti ini karena sifat strukturnya dapat membingungkan.
Keuntungan struktural yang didapat tidak selalu lebih besar daripada bentuk kubah lainnya.
Bentuk-bentuk lain yang bukan merupakan permukaan putaran juga dapat dibuat dengan
menggunakan elemen-elemen batang. Beberapa di antaranya adalah atap barrel ber-rib dan
atap Lamella yang terbuat dari grid miring seperti pelengkung yang membentuk elemenelemen diskrit. Bentuk yang disebut terakhir ini yang terbuat dari material kayu sangat
banyak dijumpai, tetapi baja maupun beton bertulang juga dapat digunakan. Dengan sistem
Lamella, kita dapat mempunyai bentangan yang sangat besar.
Daftar pustaka :
Structure ; Daniel Schodek

Struktur Rangka Ruang/Space Frame


Struktur Space Frame ialah konstruksi
rangka ruang dengan suatu sistem sambungan
antara batang / member satu sama lain yang
menggunakan bola / ball joint sebagai sendi
penyambungan dalam bentuk modul-modul
segitiga Space Frame adalah suatu rangka ruang
yang terbuat dari bahan pipa besi hitam berikut
conus, hexagon dan baut baja yang dihubungkan
satu dengan lainnya dengan ball joint / bola
sebagai mediatornya.Ball joint ini dapat terbuat
dari baja padat atau stainless steel. Finishing
untuk ball joint dan member yaitu dengan
Elektrostatic powder coating, duco atau hotdip
zincalume galvanized
Elemen dasar pembentuk struktur rangka ini adalah:
-- Rangka batang bidang
-- Piramid dengan dasar segiempat membentuk oktahedron
-- Piramid dengan dasarsegitiga membentuk tetrahedron

Gbr.1 Elemen dasar pembentuk rangka ruang


Beberapa sistem selanjutnya dikembangkan model rangka ruang berdasarkan
pengembangan sistem konstruksi sambungannya,antaralain:
-- Sistem Mero
-- Sistem space deek
-- Sistem Triodetic
-- Sistem Unistrut
-- Sistem Oktaplatte
-- Sistem Unibat
-- Sistem Nodus
-- Sistem NS SpaceTruss
Analisis AnalisisStrukturRangkaRuang
Beberapa faktor yang akan diuraikan berikut merupakan tinjauan desain pada struktur rangk
ruang.

Faktor-- faktorituantaralain
(1)Gaya gaya elemen struktur
(2)Desain batang dan bentuk
Banyak sekali unit geometris yang dapat digunakan untuk membentuk unit berulang mulai
dari tetrahedron sederhana sampai bentuk-- bentuk polihedral lain
Rangka ruang tidak harus terdiri atas
Modul modul individual,tapi dapat pula terdiri atas bidang bidang yang dibentuk oleh batang
menyilang dengan jarak seragam

kelebihan dari struktur Space Frame


Struktur space frame memiliki beberapa kelebihan, diantaranya adalah :
1. Salah satu keuntungan yang paling besar dari sebuah struktur space frame adalah
strukturnya yang ringan. Hal ini dikarenakan setiap materi didistribusikan secara spasial
dengan sedemikian rupa sehingga mekanisme transfer beban bekerja menjadi beban-beban
aksial. Akibatnya, semua bahan di setiap elemen yang dipasang dapat digunakan secara
maksimum. Selain itu juga, struktur space frame saat ini dibangun dengan bahan baja atau
aluminium, dengan berat sendiri bahan yang relatif ringan. Hal ini menjadi dasar yang
sangat penting dalam perencanaan atap bentang besar.
2. Batang-batang space frame biasanya diproduksi secara massal di pabrik sehingga
dapat memberikan keuntungan sistem industri konstruksi. Space frame dapat diproduksi
secara sederhana melalui prefabrikasi unit, sesuai dengan ukuran dan bentuk standar yang
sering digunakan. Unit-unit tersebut dapat lebih mudah diangkut dan lebih cepat dirakit oleh
tenaga kerja semi-terampil. sehingga struktur space frame dapat dibangun dengan biaya
yang lebih rendah.
3. Sebuah struktur space frame memiliki kekakuan yang cukup meskipun memiliki struktur
yang ringan. Hal ini disebabkan oleh adanya elemen tiga dimensi unsur-unsur penyusunnya
yang bekerja secara penuh dalam menahan beban beban terpusat simetris. Struktur space
frame juga memungkinkan fleksibilitas yang lebih besar dalam tata letak dan posisi kolom.
4. Struktur space frame memiliki bentuk yang fleksibel. Para Arsitek pun
mengakui keindahan visual dan kesederhanaan yang mengesankan dari struktur space
frame.

Kekurangan Struktur Space Frame


a. Mahal
Elemen-elemenya dipesan dari pabrik, sehingga mahal.
b. Tenaga ahlinya masih sedikit
Struktur Space Frame jarang digunakan, hanya pada bangunan-bangunan tertentu saja.
Sehingga ahli dalam bidang ini masih sedikit.
c. Tidak tahan api
Struktur yang digunakan berbahan dasar logam. Kita tahu bahwa logam tidak tahan panas,
dapat leleh akibat panas
SAMBUNGAN

Sambungan sistem Konstruksi Baja Space Frame berupa baut, mur, ring, elektroda
las harus memenuhil persyaratan sebagai berikut:

Pengikat sambungan baja ke bukan baja harus terbuat dari baja karbon yang

memenuhi persyaratan ASTM A370

Pengikat sambungan baja ke baja harus terbuat dari baja karbon yang memenuhi

persyaratan ASTM A325 dan/atau ASTM A490.

Pengikat sambungan logam yang berlainan (tidak sama) harus terbuat dari baja

tahan korosi yang memenuhi persyaratan ASTM A276 type 321 atau tipe-tipe lainnya dari
baja tahan korosi.

Bahan-bahan las harus memenuhi persyaratan dari American Welding Society AWS

D1.69 Code for Welding in Building Construction, dan pengelasan harus dilaksanakan oleh
tenaga ahli las yang memilikisertifikat 3G.

Baut-baut angkur dan sekrup-sekrup atau mur-mur harus memenuhi persyaratan

ASTM A36 atau A325.

Baut dan mur yang tidak di-finishing harus memenuhi ASTM A307 dan berbentuk

segi enam (hexagon bolt type).

Baja berlapis seng harus memenuhi ASTM A123 dan lapisan seng untuk produksi

uliran sekrup harus memenuhi ASTM A153

BOLA
Material baja spesifikasi JIS G4051 S45C atau AISI 1045

dengan tegangan leleh 380 N/mm2

Pembuatan lubang dilakukan dengan menggunakan

mesin CNC sehingga dihasilkan akurasi dengan


toleransi ukuran di bawah diameter 0,1mm dan
tingkat akurasi sudut lubang 0,2 derajat.

Diameter bola: 49 mm 307 mm, bervariasi sesuai

dengan desain.

Finishing: elektro-galvanis tebal lapisan zinc 25 micron (DIN 50961) dan cat

PIPA
Material baja JIS G3444 STK400 dengan tegangan leleh 235 N/mm2
atau BS1387 dengan tegangan leleh 195 N/mm2
Diameter pipa: 1,25 12

Panjang sesuai dengan desain.


Finishing: sand blasting dan cat
KONEKTOR
Material baja spesifikasi JIS G4051 S45C atau AISI
1045 dengan tegangan leleh 420 N/mm2
Dikerjakan dengan menggunakan mesin bor CNC
(lathe dan 2-spindle drilling machine) dan mesin tap
Bentuk konektor bottle system dibuat dengan
menggunakan mesin forging
Ukuran: B032 sampai BI66 Finishing:
elektro-galvanis tebal lapisan zinc 25 micron
(DIN 50961) dan cat
BAUT
Material baja garde 8.8 dengan tegangan leleh 450 N/mm2
Ukuran disesuaikan dengan desain.
Baut yang digunakan harus kuat menahan beban dan gaya yang timbul, dan dikhususkan
untuk menahan beban berat (heavy duty fastening/anchor)
Finishing: elektro-galvanis tebal lapisan zinc 25 micron (DIN 50961
PELAT
Material baja low carbon steel JIS G3101 SS400 atau AISI 1021 dengan titik leleh 240
N/mm2
Dimensi disesuaikan dengan desain.
Dibentuk dengan menggunakan mesin bubut CNC; tingkat akurasi bertoleransi 0,1 mm di
semua dimensi.
Finishing: elektro-galvanis tebal lapisan zinc 25 micron (DIN 50961) dan ca

Bangunan dengan Struktur Space Frame

Struktur kabel
Pengertian struktur kabel
Adalah sebuah sistem struktur yang bekerja berdasarkan prinsip gaya tarik, terdiri atas kabel
baja, sendi, batang, dsb yang menyanggah sebuah penutup yang menjamin tertutupnya
sebuah bangunan. (Makowski, 1988)
Struktur kabel dan jaringan dapat juga dinamakan struktur tarik dan tekan, karena pada
kabel-kabel hanya dilimpahkan gaya-gaya tarik, sedangkan kepada tiang-tiang pendukungnya
hanya dilimpahkan gaya tekan. (Sutrisno, 1983)
Prinsip konstruksi kabel sudah dikenal sejak zaman dahulu pada jembatan gantung, di mana
gaya-gaya tarik digunakan tali. Contoh lainnya adalah tenda-tenda yang dipakai para musafir
yang menempuh perjalanan jarak jauh lewat padang pasir.
Setelah orang mengenal baja, maka baja digunakan sebagai gantungan pada jembatan. Pada
taraf permulaan baja itu dapat berkarat. Pada zaman setengah abad sebelum sekarang,
ditemukanlah baja dengan tegangan tinggi yang tahan terhadap karat.
Pada jembatan gantung, kabel-kabel letak dalam bidang datar (dua dimensi), sedangkan pada
struktur kabel dan jaringan rangkaian kabel yang berjumlah banyak, disusun ortogonal dalam
bidang lengkung, masing-masing kearah yang berkebalikan untuk kepentingan bersama,
sehingga menghasilkan sistem yang stabil dalam tiga dimensi.
Pemakaian struktur tersebut berkembang menjadi struktur atap gantung ruang, memakai
bahan yang ringan, kuat dan tahan cuaca, di antaranya adalah fiberglass dan acrylic yang
dipasang di antara jala-jala dari kabel baja mutu tinggi. Jaringan laba-laba adalah suatu
contoh di alam yang merupakan jaringan dalam bidang (dua dimensi) dan mempunyai
perubahan bentuk (deformasi) yang elastis.
Pada zaman sekarang sesuai dengan pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan, struktur kabel
juga berkembang. Pemakaian struktur tersebut tidak terbatas pada bangunan untuk pameran
atau pertunjukan, tetapi telah digunakan untuk stadion dengan bentangan ruang yang besar.
Sejarah Struktur Kabel
A. Sejarah Perkembangan Struktur Kabel

Asal mula struktur kabel


Struktur kabel merupakan salah satu struktur tradisional yang awalnya berupa jembatan dan
tenda. Jembatan dengan sistem kabel tarik awalnya diterapkan pada daerah pegunungan
seperti Himalaya atau di daerah hutan hujan seperti Peru. Kemudian berkembang hingga
Eropa
yang diprakarsai oleh Faustus Verantinus pada tahun 1616 yang menggunakan rantai sebagai
pengganti kabel yang dingkurkan pada menara. Pada saat itu hingga menjelang abad ke-20,
kabel hanya menjadi sistem yang membantu perkuatan karena belum dapat mengatasi factor
beban angin.
Bentuk tenda sering digunakan oleh suku nomaden di Eropa Utara, Asia dan Timur Tengah.
Tenda-tenda tersebut dapat dikelompokkan atas tiga jenis, yaitu :
1. Bentuk kerucut dengan penutup dari kulit
Merupakan bentuk yang paling sederhana dengan satu atau lebih tiang utama di dalam dan
beberapa tiang pembentuk yang menyatu di puncak tiang utama
2. Bentuk silinder dengan atap perpaduan bentuk kubah dan kerucut
Dinding silinder dibentuk dengan batang-batang yang saling menyilang dengan batang
pembentuk atap menyatu ditengah dan diperkuat dengan cincin
3. Bentuk black tent
Bentuk ini hanya menggunakan kabel tarik yang ditutupi terpal tanpa batang pengaku. Fungsi
utamanya adalah sebagai perlindungan terhadap matahari dan temperature yang rendah pada
malam hari.
C. Struktur kabel pada abad ke 19
Prinsip struktur kabel mengadaptasi bentuk tenda dan jembatan, hanya saja diterapkan pada
bentang yang lebih luas. Dipicu oleh revolusi industri dimana terjadi pertambahan penduduk
yang cepat dan pertumbuhan di bidang industri, mengakibatkan munculnya kebutuhan akan
bangunan dengan bentang lebar untuk pabrik, stasiun kereta api dan fasilitas umum lainnya.
Sistem struktur yang sering digunakan adalah struktur rangka sedangkan struktur kabel jarang
digunakan. Namun terdapat beberapa contoh yang dapat diklasifikasikan menjadi :
Perpaduan struktur kabel dengan elemen jembatan
Bangunan pertama adalah sebuah pabrik di pelabuhan Perancis yang dibangun tahun 1839.
Terdiri atas dua gedung memanjang dengan ruang diantaranya sepanjang 40 m yang tertutup
atap tanpa dinding. Atap didikat oleh sistem kabel catenary yang diangkurkan pada tower
bangunan.

Atap dengan rantai dan kabel tarik


Jaringan rantai besi atau kabel digunakan sebagai penutup atap, sebagai alternatif atap yang
tahan api.
Jaringan kabel dua arah pada lantai
Jaringan kabel dan batang besi digabung membentuk suatu plat lantai yang pre-tension
Masted Structure
Diilhami oleh tuntutan bangunan berbentang lebar yang ringan, biaya rendah dan konstruksi
yang tahan api, maka digunakan prinsip jembatan dengan mengikat rantai atau kabel (sebagai
rangka atap) pada kolom yang diteruska ke atas
Dasar-Dasar Struktur Kabel
Daya Tarik yang tinggi dari baja dengan efisiensi tarik murni memungkinkan kabel baja
sebagai elemen struktur yang dapat membentangi jarak besar. Kabel adalah fleksibel karena
ukurannya dari sisi kecil dibandingkan dengan panjangnya. Fleksibel menunjukan daya
lengkung yang terbatas.
Karena tegangan-tegangan lengkung tidak sama, dapat diatasi oleh fleksibelnya kabel.
Beban-beban yang dipikul oleh batang-batang tarik terbagi di antara kabel-kabel. Masingmasing kabel memikul beban dengan tegangan yang sama dan di bawah tegangan yang
diperkenankan.
Untuk mendapat gambaran mengenai mekanisme kabel yang memikul beban vertikal, dapat
dilihat pada gambar dibawah ini, terlihat suatu kabel yang ujung-ujungnya dipegang kuat
oleh angkur pada tembok dan dibebani beban P ditengahnya. Karena beban P, kedua bagian
kabel tertarik dan membentuk segitiga, tiap bagian kabel memikul p
Bentuk segitiga yang terbentuk oleh kabel memilki ciri khas lenturan,
yaitu jarak vertikal antara landasan gantung sampai dengan titik terendah pada kabel. Kabel
tanpa lenturan tak dapat memikul beban karena gaya tarik yang terdapat dalam kabel yang
mendatar tidak dapat mengadakan keseimbangan dengan gaya atau beban vertikal. Gaya tarik
arah kedalam pada kedua landasan akibat melenturnya kabel dapat dibagi menjadi dua bagian
yang sama karena pembebanan simetri. Bilamana landasan perletakan tidak cukup kuat, maka
kedua bagian kabel akan berimpit menjadi satu. Untuk mengatasi hal tersebut, perlu dipasang
batang penunjang mendatar antara kedua landasan. Mekanisme kabel
Makin panjang kabel
- lenturan makin besar
- tetapi tegangan menjadi lebih rendah
- dapat dipakai kabel dengan potongan lintang yang kecil.

Makin pendek kabel,


- lenturan pun makin kecil
- tegangan menjadi lebih tinggi
- diperlukan kabel dengan potongan lintang yang lebih besar.
Yang paling ekonomis adalah dengan mengambil lenturan dengan sudut 45 . Apabila beban
diperbanyak, maka kabel-kabel dengan garis lurus yang disebabkan karena tegang,
membentuk segi banyak. Bentuk segi banyak itu disebut juga Funicular Polygon dari bahasa
Latin : Funis = tali dan dari bahasa Greek : Poly = banyak, dan Gonia = sudut. Lenturan
maksimal pada Funicular Polygon yaitu 3/10 dari bentangan.
Terdapat pula Polygon Catenari, dari bahasa Latin : Catena = lengkungan yang teratur,
dimana beban-beban yang sama besarnya disusun dengan jarak-jarak yang sama di atas kabel
utama dan lebih baik, maka batang-batang segi banyak gaya membentuk lengkungan yang
agak lain dari bentuk parabola tatepi tidak banyak selisih. Lenturan maksimal pada Katenari
yaitu 3/10 dari bentangan dan dengan lenturan itu lengkungan katenari hampir berimpit
dengan parabola. Kabel yang memikul berat sendiri dan beban terbagi rata yang
didistribusikan mendatar mendapat bentuk pertengahan antara katenari dan parabola.
Perbedaan antara bentuk lengkung Katenari dengan bentuk lengkung Parabola
Klasifikasi Struktur Kabel
Secara Garis Besar, Struktur kabel dapat dibedakan menjadi:
1. Struktur Kabel Tunggal Sistem Roda Sepeda ( Single Layer Sistem)
Pada sistem ini dipakai satu susunan kabel yang menghubungkan cincin dinding luar dari
beton sebagai penahan tiang yang silindris ke cincin dalam di titik pusat lingkaran dari baja.
Dinding tepi melingkar dibuat dari beton tulang yang tipis.
Penutup atap terdiri dari pelat beton prefabrikasi berbentuk baja yang didukung oleh kabelkabel radial. Ujungnya ditekuk ke atas pada tulangan pelat. Agar stabil, pelat-pelat dibebani
bata atau kantong-kantong berisi pasir sementara untuk memberi tarik tambahan pada kabel.
Lubang-lubang diantara dua pelat sebagai cetakan diisi adukan beron. Bilamana beton
mongering, atap menjadi pelat yang monolit dan merupakan bundaran. Kabel akan
memendek tetapi ditahan oleh beton tepi yang merupakan silinder yang telah membantu.
Jadi atap beton yang melengkung ke bawah itu mendapat prategang dari kabel-kabel,
sehingga cukup kaku untuk menahan flutter effect (mengepak seperti sayap). Drainase air
hujan dilakukan dengan memompa air yang ada di atas atap melalui pipa-pipa.
Penerapan Struktur Kabel dalam Arsitektur
Struktur kabel merupakan suatu generalisasi terhadap beberapa struktur yang menggunakan

elemen tarik berupa kabel sebagai ciri khasnya. Struktur ini bekerja terhadap gaya tarik
sehingga lebih mudah berubah bentuk jika terjadi perubahan besar atau arah gaya. Struktur
kabel merupakan struktur funicular dimana beban pada struktur diteruskan dalam bentuk
gaya tarik searah dengan material konstruksinya, sehingga memungkinkan peniadaan
momen.
2. Struktur Kabel Ganda Sistem Roda Sepeda (Double Layer Sistem)
Sistem kabel ganda terdiri atas dua susunan kabel yang letaknya tidak sebidang, tidak
berpotongan tetapi bersilang. Kedua susunan kabel ini merupakan struktur utama dari atap,
susunan yang satu melengkung ke atas dan susunan yang lainnya melendut ke bawah. Kedua
susunan kabel dijaga supaya tetap pada tempatnya oleh penunjang-penunjang tekan dengan
berbagai panjang yang masing-masing dapat disetel.
Bahan atap terdiri dari pelat metal prefabrikasi. Atap bebas dari bahaya flutter effect karena
gaya tarik dalam kabel yang cukup besar membuat susunan keseluruhan lebih kaku daripada
kabel-kabel yang digantungkan.
A. Deformasi Struktur Kabel
Beban merata pada struktur kabel menyebabkan terbentuknya 2 macam kurva, yaitu :
Kurva parabola, terjadi akibat beban horizontal yang merata
Kurva katenari, terjadi akibat beban merata searah kabel
B. Sistem Stabilisasi
Beberapa sistem stabilisasi yang dapat digunakan untuk mengantisipasi deformasi pada
struktur kabel antara lain :
1. Peningkatan beban mati
Stabilisasi ini dilakukan dengan penerapan material dengan berat yang memadai dan
merupakan material yang homogen sehingga diperoleh beban yang terdistribusi merata.
2. Pengaku busur dengan arah berlawanan (inverted arch)
Stabilisasi dengan pengaku bususr atau kabel ini berusaha mencapai bentuk yang kaku
dengan menambah jumlah kabel sehingga kemudian menghasilkan suatu jaring-jaring (cable
net structure).
3. Penggunaan batang-batang pembentang (spreader)
Stabilisasi ini menggunakan batang-batang tekan sebagai pemisah antara dua kabel sehingga
menambah tarikan internal didalam kabel.
4. Penambatan/pengangkuran ke pondasi (ground anchorage)
Sistem ini hanya berlaku bagi kabel karena adanya gaya-gaya taik yang dinetralisir oleh

pondasi sehingga menghasilkan stabilisasi.Pada pondasi terjadi tumpuan tarik akibat


perlawanan gaya tarik kabel.
5. Metoda prategang searah kabel (masted structure)
Ciri utamanya adalah tiang-tiang dan kabel yang secara keseluruhan membentuk suatu
struktur kaku. Kabel ditempatkan pada keadaan tertegang dengan jalan memberikan beban
yang dialirkan searah kabel.
Gaya-Gaya Pada Kabel
Untuk menghitung gaya-gaya kabel, dapat ditempuh dengan memanfaatkan keseimbangan
titik-titik hubung struktur.
Kabel adalah struktur, dimana besar gaya-gaya pada kabel tersebut tidak konstan, ini berarti
setiap segmen pada konstruksi kabel akan menerima gaya yang berbeda.
Tiupan angin diatas permukaan atap yang melendut menyebabkan terjadinya gaya isapan.
Gaya isapan menyebabkan atap fleksibel mengarah cembung ke atas
Pada saat atap berubah bentuk sebagai akibat gaya isapan, pengaruh angin terhadap bentuk
yang berubah tadi menyebabkan gaya tekan. Gaya tekan menyebabkan atap bergerak ke
bawah
Pada saat bergerak ke bawah dan ke atas, efek angin secara bergantian tekan-isap yang
mengakibatkan atap mengalami getar secara konstan
Keuntungan struktur kabel :
1. Elemen kabel merupakan elemen konstruksi paling ekonomis untuk menutup permukaan
yang luas
2. Ringan, meminimalisasi beban sendiri sebuah konstruksi
3. Memiliki daya tahan yang besar terhadap gaya tarik, untuk bentangan ratusan meter
mengungguli semua sistem lain
4. Memberikan efisiensi ruang lebih besar
5. Memiliki faktor keamanan terhadap api lebih baik dibandingkan struktur tradisonal yang
sering runtuh oleh pembengkokan elemen tekan di bawah temperatur tinggi. Kabel baja lebih
dapat menjaga konstruksi dari temperatur tinggi dalam jangka waktu lebih panjang, sehingga
mengurangi resiko kehancuran
6. Dari segi teknik, pada saat terjadi penurunan penopang, kabel segera menyesuaikan diri
pada kondisi keseimbangan yang baru, tanpa adanya perubahan yang berarti dari tegangan
7. Cocok untuk bangunan bersifat permanen.

Kelemahan struktur kabel :


Pembebanan yang berbahaya untuk struktur kabel adalah getaran. Struktur ini dapat bertahan
dengan sempurna terhadap gaya tarik dan tidak mempunyai kemantapan yang disebabkan
oleh pembengkokan, tetapi struktur dapat bergetar. Dalam hal gejala resonansi yang umum
dikenal dapat timbul dan mengakibatkan robohnya bangunan.

Lokasi alamat: Venafro


Lokasi Negara: Italia
Nama Guido klien / pemilik gedung: Ghisolfi, Sinco Teknik SPA, Tartona
Fungsi Laboratorium: membangun & pusat penelitian
Derajat struktur kandang: tertutup Sepenuhnya
Iklim zona: musim dingin dan musim panas yang ringan

Fungsi
Ruang ini diterangi oleh penembusan membran atap dan melalui bukaan rumah kaca tepi
daerah penelitian. Ruang di atap pelana ujung antara sisi membran dan penelitian ruang
berfungsi sebagai ruang umum dan area penerimaan bagi pengunjung. Ruang lantai total
2700m .

Struktur lengkungan
Enam lengkungan membawa membran atap, mereka lengkungan kisi tiga akord dalam bentuk
keranjang (tiga pusat) arch. Penampang segitiga mereka bervariasi dari panjang lengkung,
dengan ukuran maksimal di puncak, dan meruncing ke arah dukungan arch. Mereka terdiri
dari 1764 tabung tunggal di 441 panjang yang berbeda dan konfigurasi. Lengkungan
bergabung dengan enam kabel prategang di bawah membran. Kabel ini terhubung ke
menstabilkan lengkungan melalui berbentuk piramida Outriggers untuk menjauhi
kelengkungan membran.

Substruktur, pondasi
Para diperkuat terus menerus tanah beton dengan bantalan dasar dan strip bawah dinding
gedung laboratorium dan di bawah lengkungan dirancang untuk beban hidup 20 / m kN.
Kaki lengkung didukung di dataran tinggi air di atas fondasi beton bertulang, yang dipisahkan
struktural dan visual dari lempengan tanah.

Selaput
Bahan membran atap adalah PVC dilapisi kain poliester dengan kekuatan tarik 150 kN / m di
warp dan pakan (isi) arah, yang setara dengan membran jenis-4 dalam klasifikasi Jerman.
Membran ini pratekan antara lengkungan dan kabel yang menghubungkan ujung kaki
lengkung. Kabel tepi dijalankan di lengan membran diperkuat oleh anyaman. Pada
lengkungan mendukung mereka terhubung dengan koneksi disesuaikan yang terbuat dari
pelat baja berlubang datar. Sepanjang lengkungan membran terhubung adjustably Melalui
kabel karangan bunga dengan cornerplates atas dan bawah dan U-baut berulir.Untuk
waterproofing membran celemek terhubung ke membran atap di luar dengan ritsleting di
sepanjang tabung akord bawah. Lengkungan ditutupi oleh lembaran, plastik transparan
pratekan, sehingga cuaca melindungi mereka secara ekonomi dan sekaligus menjaga
membran lengkungan terlihat dan transparan dikencangkan antara membran atap
Deskripsi dari situs Bangunan kondisi lingkungan - situasi
Bangunan ini terletak seperti sebuah pulau di tengah kolam persegi panjang dan mengikuti
garis besar dasar-dasar sebuah biara yang pernah diduduki situs ini, dari bangunan asli di
situs sebuah kapel dan batu-batu kering gorong-gorong masih ada.Danau buatan berfungsi
sebagai api baik dan mendinginkan dan menjiwai lingkungan melalui penguapan alami dan
refleksi. Danau, garis-garis di sekitar dengan pohon zaitun tua, dijembatani di sisi
longitudinal bangunan dengan dua cara akses, yang membentuk pintu masuk utama ke
bangunan.
Layanan
Penerangan
Lengkungan rangka ditutupi dengan transparan yang jelas PVC-membran, memberikan
pencahayaan alami tambahan dari atas dan menjaga struktur lengkung terlihat pada saat yang
sama. Tutup strip dan celemek juga terbuat dari PVC transparan lembar.Karena pekerjaan
membran tembus dimungkinkan dengan hari tanpa pencahayaan buatan. Pada malam hari
gedung ini diterangi oleh lampu halogen tidak langsung terhadap membran atap memancar
dari langkan gedung laboratorium.
Ventilasi, AC
Untuk alasan fungsional dan keamanan, volume udara yang besar di bawah atap membran
harus kedap udara. Dengan menggunakan sistem ventilasi sederhana (di satu sisi membujur
pasokan udara masuk dan di sisi lain pembuangan udara diekstrak), melalui naungan oleh
membran atap dan karena danau, sebuah AC tidak dibutuhkan meskipun tinggi di luar suhu.
Suhu di dalam sesuai dengan yang di bawah staning gratis, tenda ventilasi alami, Ie suhu
udara luar di tempat teduh. Kantor dan ruang laboratorium memiliki AC-independen.

[Lembut Kerang, Hans-Joachim Schock, P43-46]


Misc. Proyek rincian
Umum komentar, link Biaya membran sekitar 300.000 lire/m2 (155 EURO/m2) pada tahun
1990.
Referensi Teil 9 / 21: Forschungszentrum di Venafro - Grimm F. - Stahlbau Im Detil
Arch & Life 36/1990
Bouwen bertemu staal
Canobbio
Verso un processo integrato - Pinto V. - Le tensostrutture sebuah membrana per l'architettura
Laboratorium Penelitian Venafro, Pozzilli, Italia - Kerang Lunak
Scheuermann R., Boxer - Arsitektur tarik dalam Konteks Perkotaan
Hamelin P., Verchery G. - Komponen Tekstil dalam Konstruksi Bangunan
Arsitektur Tinjauan Maret 1992
Birdair dikencangkan Struktur Membran
Jangka waktu penggunaan
Sementara struktur sementara atau permanen
Konversi atau mobile Konversi
Desain umur dalam tahun 11-20
Bahan penutup

Cable-net/Textile/Hybrid/Foil Kabel
Bahan Fabric / Polyester Foil
Bahan lapisan PVC
Utama dimensi dan bentuk
Ditutupi permukaan (m2) 2700
Panjang total (m) 34
Jumlah lebar (m) 85
Bentuk Anticlastic elemen tunggal
Terlibat perusahaan
Arsitek Samyn dan Mitra
Setesco
Insinyur IPL Ingenieurplanung Leichtbau GmbH
Pemasok Verseidag-Indutex GmbH
Editor
Editor Marijke Mollaert
Berlawanan dengan spekulasi kami di percaya gedung ini menjadi beberapa bentuktempat
wisata,
Lokasi akhirnya dipilih, Venafro di Selatan Italia, adalah sebuah lembah besar yang
dikelilingi oleh perbukitan, ladang dan bangunan tradisional.
Struktur montok sebenarnya terdiri dari frame dengan tenda yang terbuat dari
poliesterdilapisi PVC membentang di dan didukung oleh "logam kisi simetris
lengkungan".Tidak hanya shell mencari bentuk-bentuk yang mengagumkan pada mereka
sendiri tetapi menempatkan bijaksana dalam kolam mengalikan keindahan, sehingga
memberikan pemandangan benar-benar menguntungkan [faktor lain untuk penentuan posisi
tempat di kolam renang adalah keamanan dan regulasi termal].
Sebagai laboratorium penelitian industri kimia, pusat terdiri dari dua area: area teknis dengan
tanaman percontohan untuk pengembangan metode produksi dan pengolahan,dan area kimiafisik dengan laboratorium untuk sintesis dan analisis produk kimia.Pelaksanaan percobaan ini
largescale kimia dan fisik memiliki kebutuhan ruang yang berbeda-beda yang dapat
diprediksi hanya dengan kesulitan. Dari fakta inimengakibatkan persyaratan untuk membuat,
membuka kolom-bebas ruang seluas mungkin, yang pada saat yang sama akan
memungkinkan untuk tes terpisah yang harusdilakukan dalam unit yang lebih kecil
dilindungi.

Struktur membran
STRUKTUR MEMBRAN
1. Pengertian struktur membran
Membran adalah struktur permukaan fleksibel tipis yang memikul beban
dengan mengalami terutama tegangan tarik dalam semua arah. Struktur membran
cenderung dapat menyesuaikan diri dengan cara struktur tersebut dibebani sehingga
struktur tidak akan mampu mendukung beban tanpa berubah bentuk.
Contoh sederhana dari struktur membran ini adalah payung. Saat payung

dibuka maka permukaan membran akan mengalami tegangan tarik, yang


menyebabkan tegangan tarik ini adalah rusuk-rusuk serta dukungan batang tekan
pada tangkai payung sehingga payung dapat menahan gaya tekan.