Anda di halaman 1dari 26

Cedera Kepala Sedang

Ridho Ramadhansah, S.Ked

preseptor
dr. Herlina Sari, Sp.S

Pendahuluan
Di Amerika Data Cedera Kepala mencapai
500.000 kasus dan cedera kepala sedang
10 % dari kasus
Di Indonesia data yang terdapat di RS Cipto
Mangunkusumo, untuk penderita rawat
inap Cedera kepala sebanyak 15-20 %
kasus cedera kelapa sedang insiden
terjaadi pada kelompok usia 15-44 tahun

Laporan Kasus
IDENTITAS PASIEN
Nama : Tn. MN
Jenis Kelamin
: Laki-laki
Umur : 23 tahun
Pekerjaan : Mahasiswa
Alamat
: Kec. Sawang
Agama
: Islam
Bangsa
: Indonesia
Status perkawinan : Belum Menikah
MRS : 24 Januari 2016
No. MR
: 07.03.52

ANAMNESIS

Keluhan Utama
Penurunan kesadaran
Keluhan tambahan
Luka robek kepala, lengan dan kaki

Riwayat Perjalanan Penyakit


Kurang lebih 1 jam yang lalu Pasien kecelakan
dengan angkutan umum labi-labi, dan pingsan
kurang lebih 20 menit, pada saat sadar pasien
tidak mengingat kronologis kejadiannyapasien
juga mengeluhkan luka robek di kepala bagian
depan sepanjang 2 cm dan terdapat juga
benjolan di kepala bagian atas akibat benturan,
pasien juga mengeluhkan luka robek di lengan
kanan dan kaki kanan, saat ini os sadar tapi tidak
sadar penuh dan ingin tidur selalu. Pasien tidak
mengeluhkan mual dan muntah, sesak, kejang,
kelemahan anggota gerak, nyeri dada, nyeri
perut, nyeri anggota gerak, keluar cairan darah
dari hidung-mulut-telinga, gangguan
pendengaran.

Riwayat Penyakit Terdahulu/Lainnya


Amputasi jari telunjuk kiri akibat tergiling
mesin
Riwayat Penyakit dalam Keluarga
Riwayat penyakit yang sama disangkal

Pemeriksaan Fisik
Keadaan Umum
Kesadaran
Tekanan Darah
Pernafasan
Nadi
Suhu

: Lemah
: apatis
: 140/80 mmHg
: 27x/menit
: 97x/menit
: 36,8 C

Pupil
Mata
Kepala

: Isokor, Refleks cahaya (+/+)


: Exophtalmus (-)
: Konjungtiva anemis (-/-), sklera
ikterik (-/-)
Thorax
: Jantung: HR 97x/menit, murmur
(-), gallop (-),
Paru
: vesikuler (+/+) / N, ronki (-),
wheezing (-)
Abdomen
: Datar, BU (+) / N, Peristaltik (+)
Genitalia Eksterna
: tidak ada kelainan
Ekstremitas Atas
: luka robek di lengan
kanan
Ekstremitas Bawah
: luka robek di kaki kanan

Status neurologikus
1.GCS 13 E3M6V4
2.Tanda Rangsangan Selaput Otak
Kaku kuduk
: (-)
Brudzinsky I
: (-)
Brudzinsky II : (-)
Tanda Kernig : (-)
3.Tanda Peningkatan Tekanan Intrakranial
(-)
Pupil isokor, diameter 3m/3mm , reflek
cahaya +/+, papil edema (-)

pemeriksaan nervus kranialis

nervus I : dbn
nervus II : dbn
nervus III : dbn
nervus IV : dbn
nervus V : dbn
nervus VI : dbn
nervus VII : dbn
nervus VIII: dbn
nervus IX : dbn
nervus X : dbn
nervus XI : dbn
nervus XII : dbn

motorik
kekuatan

: 5555
5555

5555
5555

sensorik

+
+

+
+

Reflek

Reflek fisiologis
Biseps
: ++/++
Triseps
: ++/ ++
antebraciradialis
: ++/ ++
Patella
: ++/++
archilles
: ++/++
Reflek patologis
Babinski
: -/Chaddock
: -/Oppenheim
: -/Gordon
: -/Schaffer
: -/Hoffman Trommer : -/-

Pemeriksaan Penunjang
Laboratorium
foto rontgen schedel

Pemeriksaan Darah Rutin


Hb
: 14,4 g/dl (N : 12-16 g/dl)
Ht
: 43,5 vol%(N : 30-46 vol%)
Leukosit : 10,4 mm(N : 5.000-10x103/mm)
Trombosit: 215000 mm(N : 15x10545x105/mm)

Diagnosis Bandung
Cedera Kepala Sedang + multipel vulnus
laceratum
Cedera Kepala Ringan + multipel vulnus
laceratum
Cedera Kepala Berat + multipel vulnus
laceratum

Diagnosis
Cedera Kepala Sedang + multipel vulnus
laceratum

Tatalaksana

IVFD RL 20 gtt/i
cefotaxime 1gr/12jam
citikoline 250mg/ 12 jam
sohobion amp /24 jam
ATS / ekstra
kalnek 500mg / 12jam

Tanggal

25/1/2016 nyeri kepala


(+) nyeri
diluka (+)
mual/munta
h
(-)/(-)
pusing (-)
BAB/BAK
(+)/(+)
demam (-)
lebam kaki
kiri (+)

Terapi

KU :
lemah
kes:
kompos
mentis
TD:
120/80
mmhg
Suhu:
36,8 C
GCS:
E4V5M6
Kaku
kuduk (-)

cedera
kepala
sedang
+
multipel
vulnus
laseratu
m

foto
IVFD RL
schedel
20 gtt/i
Darah ruti cefotaxim
e
1gr/12jam
citikoline
250mg/
12 jam
sohobion
amp /24
jam
ATS /
ekstra
kalnek
500mg /
12jam

26/1/2016

nyeri kepala
(-) nyeri
diluka (+)
mual/munta
h
(-)/(-)
pusing (+)
BAB/BAK
(+)/(+)
demam (-)
lebam kaki
kiri (+)

KU : Baik
kes:
kompos
mentis
TD:
100/70
mmhg
Suhu:
36,4 C
GCS:
E4V5M6
Kaku
kuduk (-)

cedera
kepala
sedang
+
multipel
vulnus
laseratu
m

foto
schedel(+
)
Darah
Rutin (+)

IVFD RL
20 gtt/i
cefotaxim
e
1gr/12jam
-citikoline
250mg/
12 jam
-sohobion
amp /24
Jam
R/O
PCT 450
mg
Meloxicam
5 mg
Amitriptili
n 5 mg
Tramadol
25 mg

27/1/2016 nyeri kepala


(-) nyeri
diluka (+)
mual/munta
h
(-)/(-)
pusing (-)
BAB/BAK
(+)/(+)
demam (-)
lebam kaki
kiri (-)

KU : Baik
kes:
kompos
mentis
TD:
110/70
mmhg
Suhu:
36,9 C
GCS:
E4V5M6
Kaku
kuduk (-)

cedera
kepala
sedang
+
multipel
vulnus
laseratu
m

foto
schedel(+
)
Darah
Rutin (+)

Ciprofloxa
sine 500
mg 2x 1
citikoline
250mg
2x1
Vit C 3x1
R/O
PCT 450
mg
Meloxica
m 5 mg
Amitriptili
n 5 mg
Tramadol
25 mg
Mf pulf
2x1

Pembahasan
Cedera kepala secara harfiah bermakna
cedera pada kepala, namun hakekatnya
definisi tersebut tidak sesederhana itu
karena cedera kepala dapat meliputi
cedera pada kulit kepala, tulang
tengkorak, jaringan otak, atau kombinasi
dari masing-masing bagian tersebu

Terbagi 2 cedera kepala


1. Cedera Primer
fraktur tengkorak, laserasio, serta kontusio
2. Cedera Sekunder
sekunder merupakan efek lanjut dari cedera
primer seperti perdarahan intrakranial,
edema serebral, peningkatan intrakranial,
hipoksia dan infeksi

Patofisiologi

Cedera Kepala Menurut Perdossi


(2006)
Minimal (Simple head injury)

Tidak ada penurunan


kesadaran Tidak ada amnesia
post trauma Tidak ada defisit
neurologi GCS = 15

Ringan (Mild head injury)

Kehilangan kesadaran <10 menit


Tidak terdapat fraktur tengkorak,
kontusio atau hematom Amnesia
post trauma < 1 jam. GCS = 1315

Sedang (Moderate head injury)

Kehilangan kesadaran antara >10


menit sampai 6 jam Terdapat lesi
operatif intrakranial atau
abnormal CT Scan Dapat disertai
fraktur tengkorak Amnesia post
trauma 1 24 jam. GCS = 9-12

Berat (Severe head injury)

Kehilangan kesadaran lebih dari 6


jam Terdapat kontusio, laserasi,
hematom, edema serebral

Patologi dan gejala klinik yang


terjadi pada cedera kepala

Hematoma Ekstradural/Epidural (EDH)


Hematoma Subdural (SDH)
Edema Serebri Traumatik
Cedera Otak Difus
Edema Serebri Traumatik
Hematoma Subaraknoid (SAH)
Fraktur Basis Kranii

terima kasih