Anda di halaman 1dari 11

A.

PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Penelitian
PT. Harita Prima Abadi Mineral Site Air Upas yang berlokasi di
Kecamatan Air Upas, Provinsi Kalimantan Barat merupakan perusahaan
yang bergerak dalam bidang pertambangan bijih bauksit dengan
menggunakan sistem tambang terbuka (surface mining) yang menerapkan
metode open pit.
Dari hasil eksplorasi umum yang telah dilakukan sebelumnya,
diketahui bahwa wilayah Kuasa Pertambangan PT. Harita Prima Abadi
Mineral Site Air Upas mengandung bijih bauksit yang potensial untuk
dikembangkan. Penelitian tersebut diteruskan dengan eksplorasi rinci
dengan grid 50 untuk mengetahui kuantitas dan kualitas bujih bauksit.
Estimasi cadangan bijih bauksit dapat memberikan taksiran kuantitas
dalam tonase atau volume, penentuan sasaran produksi, cara penambangan
yang akan dilakukan dan menentukan umur tambang.
Untuk estimasi cadangan diperlukan metode yang sesuai dengan
kondisi topografi, geografi, dan genesa bahan galian pada daerah
penelitian. Dengan memperhatikan keadaan tersebut, maka dalam
perhitungan cadangan di lokasi penelitian digunakan metode segiempat
sehingga didapatkan hasil yang representatif yang nantinya dapat dijadikan
dasar dalam penentuan kebijakan perusahaan.
2. Perumusan Masalah
Rumusan masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah:
Bagaimana cara menghitung cadangan dengan menggunakan metode

segiempat di PT. Harita Prima Abadi Mineral Site Air Upas?


Bagaimana cara menghitung tonase cadangan bauksit di desa Silat PT.

Harita Prima Abadi Mineral Site Air Upas?


Berapa perkiraan kadar masing masing mineral utama yang terdapat
pada desa Silat PT. Harita Prima Abadi Mineral Site Air Upas?

3. Tujuan dan Manfaat Penelitian


3.1. Tujuan
Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah :
Mengetahui metode perhitungan cadangan yang digunakan PT. Harita
Prima Abadi Mineral Site Air Upas
1

Mengetahui cara menghitung tonase cadangan bauksit di desa Silat PT.

Harita Prima Abadi Mineral Site Air Upas.


Mengetahui perkiraan kadar masing masing mineral utama yang

terdapat pada desa Silat PT. Harita Prima Abadi Mineral Site Air Upas.
3.2.
Manfaat
Manfaat dalam melakukan penelitian ini adalah :

Bisa menghitung sendiri cadangan yang ada di daerah penelitian.


Menambah referensi mengenai perhitungan cadangan.

B. KERANGKA BERFIKIR
Dalam pertambangan dikenal suatu tahap yang disebut eksplorasi yaitu
suatu pekerjaan untuk mengetahui dan mendapatkan ukuran, bentuk, letak, kadar
rata-rata dan jumlah sumberdaya atau cadangan dari suatu endapan. Sehingga
penggunaan metode perhitungan cadangan yang tepat di dalam eksplorasi dapat
dijadikan acuan pada studi kelayakan untuk menentukan apakah endapan tersebut
layak ditambang atau tidak. Karena dengan metoda perhitungan cadangan yang
tepat, kita dapat mengetahui jumlah kadar endapan yang sebenarnya atau
setidaknya mendekati.
a. Klasifikasi Sumberdaya Mineral dan Cadangan
Menurut Standar Nasional Indonesia Amandemen 1 SNI 13-4726-1998
ICS 73.020. Klasifikasi sumberdaya mineral dan cadangan menurut Badan
Standarisasi Nasional BSN adalah :

a.

Sumberdaya Mineral (Mineral Resource)


Yaitu suatu endapan mineral yang diharapkan dapat dimanfatkan secara
nyata. Sumberdaya mineral dengan keyakinan geologi tertentu dapat
berubah menjadi cadangan setelah dilakukan pengkajian layak tambang.

1. Sumberdaya Mineral Hipotetik (Hypothetical Mineral Resource)


adalah sumber daya mineral yang kuantitas dan kualitasnya diperoleh
berdasarkan perkiraan pada tahap survey tinjau.
2. Sumberdaya Mineral Tereka (Inferred Mineral Resource) adalah
sumber daya mineral yang kualitas dan kuantitasnya diperoleh dari
hasil tahap prospeksi.
3. Sumberdaya Mineral Terunjuk (Indicated Mineral Resource) adalah
sumberdaya mineral yang kuantitas dan kualitasnya diperoleh
berdasarkan hasil tahap ekplorasi umum.
4. Sumberdaya Mineral Terukur (Measured Mineral Resource) adalah
sumberdaya mineral yang kuantitas dan kualitasnya diperoleh
berdasarkan tahap eksplorasi rinci.
5. Sumberdaya

Pra

kelayakan

(Prefeasibility

Resource)

adalah

sumberdaya kualitas dan kuantitas yang dinyatakan berpotensi


ekonomis dari hasil studi pra kelayakan yang biasanya dilaksanakan di
daerah eksplorasi rinci dan umum.
6. Sumberdaya kelayakan (Feasibility Resource) adalah sumberdaya
kualitas dan kuantitas yang dinyatakan berpotensi ekonomis dari hasil
studi kelayakan atau suatu kegiatan penambangan yang sebelumnya,
yang biasanya dilaksanakan di daerah eksplorasi rinci.
b. Cadangan (Reserve)
Adalah suatu endapan yang telah diketahui ukuran, bentuk, sebaran, kuantitas
dan kualitasnya dan secara ekonomis, teknis, hukum, lingkunagan dan sosial
dapat ditambang pada saat perhitungan dilakukan.
1) Cadangan Terkira (Probable Reserve)
Adalah sumberdaya mineral terunjuk dan sebagian sumberdaya mineral
terukur yang tingkat keyakinan geologinya masih rendah, yang
berdasarkan studi kelayakan tambang semua faktor terkait telah terpenuhi,
sehingga penambangan dapat dilakukan secara ekonomis

2) Cadangan Terbukti (Proved Reserve) adalah sumberdaya mineral terukur


yang berdasarkan studi kelayakan tambang semua faktor yang terkait telah
terpenuhi, sehingga penambangan dapat dilakukan secara ekonomis.
Untuk klasifikasi cadangan dan sumberdaya mineral menurut Amandemen
1 SNI 13-1426-1998 ICS 73.020 dapat dilihat pada Gambar 3.1.
Eksplorasi dibagi 4 (empat) tahap yaitu :
1. Survey tinjau adalah tahap penyelidikan umum untuk mengidentifikasi
daerah-daerah yang berpotensi bagi keterdapantanya bahan galian pada skala
regional terutama berdasarkan hasil studi regional, pemotretan udara dan
metode tidak langsung lainnya, dan inspeksi lapangan pendahuluan yang
penarikan kesimpulannya berdasarkan ekstrapolasi.
2. Prospeksi adalah tahap penyelidikan umum untuk membatasi daerah potensial
bahan galian dengan kategori sumberdaya tereka, yang menjadi target tahap
ekplorasi umum
3. Eksplorasi umum adalah tahap ekplorasi yang merupakan delinasi awal dari
suatu endapan yang teridentifikasi, berdasarkan indikasi sebaran, perkiraan
awal mengenai ukuran, bentuk, sebaran kuantitas dan kualitas untuk
mendapatkan sumberdaya terunjuk. Tingkat ketelitiannya harus dapat
digunakan untuk menentukan akan dilakukannya tahap eksplorasi rinci.
4. Ekplorasi rinci adalah tahap eksplorasi sebelum melakukannya studi
kelayakan tambang, dengan mendeliniasi secara rinci dalam 3 (tiga) dimensi
terhadap endapan bahan galian untuk mendapatkan sumberdaya terukur.

Sumber : Standar Nasional Indonesia Amandemen 1 SNI 13-1426-1998

Gambar 1
Klasifikasi Sumberdaya Mineral dan Cadangan
b. Daerah Pengaruh
1. Penentuan Daerah Pengaruh
Penentuan daerah pengaruh berlaku untuk conto material tanah dan
batuan. Hal ini tidak berlaku untuk conto air, gas, dan tanaman. Ada dua
pedoman untuk menentukan batas daerah pengaruh, yaitu :
a. Pedoman garis berat, yaitu garis tegak lurus yang membagi dua dengan
jarak yang sama antara dua titik terdekat
b. Pedoman garis bagi, yaitu garis yang membagi dua sudut sama besarnya,
yang biasanya disebut garis gravitasi.

2. Interpretasi Daerah Pengaruh


Interpretasi daerah pengaruh erat hubungannya dalam penentuan batasbatas daerah pengaruh. Di dalam penaksiran cadangan, penentuan batas daerah
pengaruh dipengaruhi oleh faktor interpretasinya. Berdasarkan obyeknya,
interpretasi dibagi tiga, yaitu : interpretasi analitis, natural, empiris.

Sumber : Perhitungan Cadangan Endapan Mineral, Abdul Rauf (1998)

Gambar 2
Penentuan Batas Daerah Pengaruh
c. Metode Perhitungan Cadangan
Metode perhitungan cadangan umumnya bergantung kepada keadaan
geologi endapan, metode eksplorasi, keakuratan data dan tingkat ketelitian,
perhitungan yang dikehendaki, jenis dan klarifikasi bahan galian dan tujuan
serta manfaat perhitungan cadangan, waktu dan biaya yang tersedia. Sebagai
prinsip memilih perhitungan cadangan yaitu pilih metode sederhana, mudah
dilaksanakan, ketelitian sesuai tujuan geologi dan tahap eksplorasi.
6

Perhitungan cadangan dengan semua faktor ditentukan untuk suatu titik


tertentu pada endapan mineral diekstensikan sejauh setengah jarak dari titik
disekitarnya yang membentuk suatu daerah pengaruh (area of influence).
Faktor-faktor yang penting di dalam pemilihan metode perhitungan
cadangan adalah sebagai berikut :
a. Keadaan permukaan (surface)
b. Keadaan bawah tanah (sub surface)
Macam - macam metode dalam perhitungan cadangan menggunakan
daerah pengaruh adalah :
1. Pola segiempat
Pola ini akan dipakai apabila kondisi permukaan datar atau sedikit
bergelombang Kondisi mineralisasi homogen (teratur)
2. Pola empat persegi panjang
Pola ini digunakan bila keadaan topografi datar dan kondisi mineralisasi
homogen ke salah satu arah tertentu tetapi dalam arah yang tegak lurus
dengan arah yang pertama memiliki variabilitas yang tinggi.
3. Pola dasar segitiga
Pola segitiga digunakan untuk topografi yang bergelombang dan keadaan
mineralisasi yang tidak homogen.
4. Pola dasar rhomboid
Pola ini digunakan bila keadaan topografi dan mineralisasi berada di antara
pola bujur sangkar dan empat persegi panjang.
Dalam perhitungan cadangan bauksit , pola bujur sangkar merupakan
metode yang paling mudah digunakan, karena menimbang dari bentuk
penyebaran bauksit yang sifatnya agak homogen dengan topografi yang tidak
terlalu tampak dalam hal ketinggiannya.
Perhitungan cadangan dengan semua faktor ditentukan untuk suatu titik
tertentu pada endapan mineral diekstensikan sejauh setengah jarak dari titik
disekitarnya yang membentuk suatu daerah pengaruh (area influence).
Untuk menentukan area influence dalam perhitungan cadangan bauksit
ini adalah dengan cara menentukan batas daerah titik test pit terdekat. Dalam
7

hal ini untuk grid 50, maka daerah pengaruh masing masing titik test pit adalah
berjarak masing - masing 25 meter ke bagian utara, timur, selatan dan barat.

Gambar 3
Daerah pengaruh test pit dengan metode segiempat

Jadi untuk nilai - nilai yang terkandung pada satu sampel test pit baik itu
nilai ketebalan ore , nilai CF dan lainnya hanya berlaku pada daerah yang
diarsir sebagai area influence masing - masing titik test pit.
Parameter lain yang digunaan untuk perhitungan cadangan adalah dengan
menggunakan data penyebaran bauksit, ketebalan, dan jarak antar test pit,
kemudian dihitung dengan menggunakan rumus :
Volume = luas area tebal lapisan bauksit
Raw ore = Volume x Specific gravity (SG)

Concretion factor (CF) =

berat sample setelah dicuci


100
berat sample sebelum disusi

Keterangan :
Volume

= volume bauksit per lubang test pit

Luas area

= luas jarak antar grid

Tebal

= tebal lapisan ore bauksit diukur pada test pit

SG

= berat jenis bauksit (1,6)

Raw ore

= berat sample per luasan daerah test pit sebelum dicuci

Washed ore

= berat sample per luasan daerah test pit setelah dicuci

Washed ore =

CF

raw ore CF
100

= persen berat bauksit bersih tanpa pengotor.

Kemudian dari hasil analisis laboratorium kadar masing-masing unsur dikalikan


dengan washed ore, maka akan didapatkan volume masing-masing unsur. Untuk
total Cadangan adalah : jumlah keseluruhan dari sample bauksit setelah dicuci.

C. METODE PENELITIAN
Metode penelitian yang digunakan untuk pengumpulan data adalah :
1. Studi pustaka
Studi pustaka dijadikan sebagai pedoman dasar kegiatan penelitian dalam
menentukan langkah-langkah kerja yang dilakukan, dengan bersumber
pada literatur yang berkaitan atau berhubungan dengan penaksiran
cadangan bahan galian.
2. Pengumpulan data lapangan
Data lapangan yang diambil berupa data primer dan data sekunder.
a. Data primer yang didapat, antara lain :

Data dari hasil ekplorasi rinci

Kondisi topografi lokasi


9

b. Data sekunder yang didapat, antara lain :

Data geologi daerah penelitian

Data kesampaian daerah

3.

Tanggal dan Bulan


02-08/08/2012
09-22/08/2012
23/08/2012 - 05/09/2012
06-19/09/2012
Pengolahan data

Tahapan
Studi pustaka
Penyusunan TA
Konsultasi TA
Presentasi dan penggandaan TA

Setelah mendapatkan data yang diperlukan, dilakukan pengolahan data


dengan jalan melakukan perhitungan cadangan menggunakan metode
segiempat, dibantu dengan penggunaan program Autocad 2007 dan
program MicrosoftExcel 2010 untuk mempermudah perhitungan.
D. JADWAL
Dalam penyusunan Tugas Akhir ini, waktu yang diperlukan penulis kurang
lebih dua bulan dengan tahap - tahapan sebagai berikut : tahap persiapan (studi
pustaka), tahap penyusunan, konsultasi, tahap presentasi dan penggandaan
(lihat tabel).

E. ANGGARAN
1. Biaya Transportasi
2. Biaya Pembuatan Laporan
3. Biaya Konsumsi
4. Biaya Tak Terduga
Total

: Rp 200.000,: Rp 300.000,: Rp 500.000,: Rp 400.000,: Rp 1.400.000,-

10

F. DAFTAR PUSTAKA
(2008). Laporan Ekplorasi Bahan Galian Bauksit, PT. Harita
Prima Abadi Mineral, Site Air Upas, Kalimantan Barat.
Stephen A. Nelson.,(2006). Resources of mineral and Energy, Tulane
University
Yanuardi,
Muhammad., (2010), Estimasi Cadangan Pasir Zircon
Menggunakan Metode Segitiga Di Blok Corona Jaya PT. Sumber Kalbar
Lestari, Desa Kedondong, Kec. Kendawangan, Kab. Ketapang, Kalimantan
Barat, Skripsi, Jurusan Teknik Pertambangan, Fakultas Teknologi mineral
UPN Veteran Yogyakarta.
Julianto, Ery,. (2011). Perhitungan Estimasi Cadangan Bijih Bauksit Pada
Natai Panbat Di PT. Global Bumi Prima, Tugas Akhir, Jurusan Teknik
Pertambangan Politeknik Ketapang.

11