Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTIKUM PROPELLER

TEKNOLOGI CHASIS

Oleh : Ahmad Afif Hidayat


NIM : 12050524235
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK MESIN
PRODI S1 PENDIDIKAN TEKNIK MESIN OTOMOTIF
2016

LAPORAN PRAKTIKUM PROPELLER


A. Tujuan Praktikum
1. Mahasiswa akan dapat membongkar, memeriksa dan memasang kembali unit propeller
sesuai SOP.
2. Mahasiswa mampu mengetahui komponen-komponen dari unit propeller beserta
fungsinya.
3. Mahasiswa mampu menganalisa kondisi propeller masih normal atau tidak.

B. Keselamatan Kerja
1. Memakai pakaian praktek selama melakukan kegiatan praktek.
2. Memakai sepatu praktek selama melakukan kegiatan praktek.
3. Bekerja sesuai prosedur (SOP).
4. Memakai alat sesuai dengan kegunaanya.
5. Mengutamakan keselamatan kerja (K3)
C. Objek, Alat dan Bahan
1. Objek :
Satu unit propeller.
2. Alat & Bahan :
Palu.
Obeng (-).
Tang Cucut.
Fuller.
Dial Indicator.
Majun.
Stempet.

D. Prosedur Operasional Standar (SOP)


1. Persiapkan alat dan bahan yang akan digunakan praktek.

2. Persiapkan satu unit propeller yang sudah terlepas dari gardan.

3. Periksa kelonggaran dan kebebasan pada universal join, jika terdapat kelonggaran dan
kebebasan yang terasa dengan jelas maka universal join harus diganti.

4. Membongkar universal join.

5. Lepaskan cincin-cincin pengunci pada universal join dengan cara ditekan dengan
menggunakan obeng (-) hingga cincin pengunci terlepas.

6. Kemudian pukul dengan palu pada bagian garbu penghubung hingga rumah bantalan
keluar dari dudukannya.

7. Lepaskan sambungan salib, lalu amati.

8. Perhatikan bantalan jarum jangan sampai jatuh/hilang.

9. Berilah stempet jika bagian bantalan jarum tidak bisa menempel / kering.

10. Lakukan pemeriksaan secara visual terhadap keretakan dan kebengkokan garbu
penghubung.

11. Setelah diperiksa dan diamati, lakukan pemasangan kembali unit propeller yang telah
dibongkar seperti semula.

12. Kemudian lakukan pengukuran celah pada universal join dengan sambungan
mengunakan fuller gauge. (Maksimum 0,02 mm).
13. Lakukan pemeriksaan kebengkokan poros propeller menggunakan dial indicator.
(Maksimum 0,6 mm).

E. Hasil Praktikum
1. Cincin pengunci universal join tidak lengkap (ada yang hilang) dan ada juga yang sudah
bengkok sehingga sambungan tidak dapat terkunci secara maksimal.
2. Pada bagian bantalan jarum kondisinya kering sehingga mudah lepas.
3. Tidak terlihat keretakan dan kebengkokan pada garbu penghubung setelah diperiksa
secara visual.
4. Hasil pengukuran kebengkokan poros propeller = 0,3 mm.
5. Hasil pengukuran celah universal join = 0,02 mm.

KESIMPULAN

Dari hasil praktikum diatas, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :


Terdapat komponen propeller dalam kondisi tidak baik antara lain cincin pengunci universal
join tidak lengkap (ada yang hilang) dan ada juga yang sudah bengkok sehingga sambungan
tidak dapat terkunci secara maksimal. Maka dari itu perlu dilakukan penambahan dan
penggantian cincin pengunci yang hilang ataupun yang sudah aus. Pada bagian bantalan jarum
kondisinya kering sehingga mudah lepas maka perlu diberi stempet agar bantalan jarum tidak
mudah lepas dan kerja propeller tidak kaku.
Tidak terlihat keretakan dan kebengkokan pada garbu penghubung setelah diperiksa secara
visual, kondisinya masih baik (segaris/lurus) sehingga masih dapat bekerja dengan baik. Hasil
pengukuran kebengkokan poros propeller = 0,3 mm (masih sesuai standart). Hasil pengukuran
celah universal join = 0,02 mm (masih sesuai standart). Pemeriksaan secara berkala harus
dilakukan untuk mengurangi terjadinya kerusakan pada komponen propeller. Pemberian stempet
secara berkala pada universal join dapat memperpanjang usia propeller.

Dosen Praktikum
Diastian Vinaya Wijanarko, S.T, MT.
NIP. 198807122015041003

Surabaya, 30 Maret 2016


Praktikan
Ahmad Afif Hidayat
NIM. 12050524235