Anda di halaman 1dari 4

METODE KERJA DAN KINERJA DROP HAMMER

Drop Hammer adalah alat pancang yang terdiri atas palu baja berat dan digerakkan oleh kabel
baja. Hammer diangkat dengan kabel dan dilepaskan daridan ke atas kepala pondasi. Gerakan
hammer bebas dari atas kebawah, sehingga A75 terjadi gesekan kecil pada pengarah
palu.Drop Hammer dibuat dalam standar ukuran yang bervariasi antara 500 lb -3.000 lb. Dan
tinggi jatuh yang digunakan antara 5 ft - 20 ft. Jika energi yangdiperlukan besar, perlu
hammer dengan berat yang lebih besar dan dengan tinggi jatuh yang besar pula.Drop
Hammer sangat tepat digunakan untuk pemancangan pondasi diproyek yang pondasinya tidak
begitu banyak serta waktu pemancangannya tidak terburu-buru.
Beberapa keuntungan penggunaan Drop Hammer :
1. Investasi lebih murah
2. Mudah dalam pengoperasiannya.
3. Tersedia dengan berbagaivariasi energi pukulan dan berbagai variasi tinggi jatuh.
Beberapa kerugian penggunaanDrop Hammer :
1. Bekerja lambat.
2. Berbahaya jika Hammer diangkat terlalu tinggi.
3. Berbahaya pada bangunandisekitar proyek, karena getaranakibat pemancangan cukup
besar.
4. Tidak dapat digunakanlangsung untuk pemancangan di bawah air.
Dalam pemasangan tiang kedalam tanah, tiang dipancang dengan alat pemukul yang dapat
berupa pemukul (hammer) mesin uap, pemukul getar atau pemukul yang hanya dijatuhkan.
Bagian-bagian yang penting dalam alat pancang :
1. Pemukul (hammer) : Bagian ini biasanya terbuat dari baja masif/pejal yang berfungsi
sebagai palu untuk memukul tiang pancang agar masuk ke dalam tanah.
2. Leader : Bagian ini merupakan jalan (truck) untuk bergeraknya pemukul (hammer) ke
atas dan ke bawah.
Macam-macam leader :

Fixed leader (leader tetap)


Pengaturan posisi tiang dengan cara ini menggunakan lead yang terdiri dari rangkaian
baja tiga sisi berkisi seperti boom pada crane dan satu sisinya terbuka. Sisi terbuka
inilah tempat tiang diletakkan. Pada rangkaianini terdapat rel (alur) tempat hammer

bergerak. Saat penumbukan tiang,lead diletakkan dengan kemiringan tertentu. Lead


diikat pada alat pemancang tiang, yang bagian bawahnya disambung pada crane atau
plat pemancang sehingga posisi tiang menjadi benar.

Hanging leader (leader gantung)


Jika lead tidak bersambung dengan bagian bawah crane atau plat pemancang maka
lead jenis ini dinamakan swing lead. Penggunaannya memungkinkan pemancangan
tiang dengan jarak relative jauh dari badan alat pemancang. Kelemahan tipe ini hanya
pada sulitnya mengatur tiang untuk tetap vertical.

Swinging leader (leader yang dapat berputar dalam bidang vertikal)


Metode ini menggunakan silinder hidrolis sebagai pengaku. Silinder hidrolis tersebut
merupakan penghubung bagian bawah lead dengan pemancang.Dengan system ini
pengaturan posisi tiang dapat dilakukan secara lebih cepat dan akurat, tapi lebih
mahal dibandingkan dengan fixed lead. Dengan produktivitas yang besar, penggunaan
system ini patut dipertimbangkan ter lebih jika sering dipakai.

3. Tali / kabel : Pada drop hammer kabel ini berguna untuk menarik pemukul (hammer) ke
atas sampai pada tinggi jatuh tertentu.
4.

Mesin uap : Untuk menggerakkan pemukul (hammer) pada single atau double acting

steam hammer.
Elemen-elemen dalam sistem pemancangan adalah :
1. Lead adalah rangka baja dengan dua bagian paralel sebagai pengatur tiang agar pada
saat dipancang arahnya benar, jadi leader berfungsi agar jatuhnya pemukul tetap
terpusat pada sistem
2. Ram adalah bagian pemukul yang bergerak ke atas dan ke bawah yang terdiri dari
piston dan kepala penggerak.
3. Anvil adalah bagian yang terletak pada dasar pemukul yang menerima benturan dari
ram dan mentransfernya ke kepala tiang.

4. Bantalan dibuat dari kayu keras atau bahan lain yang di tempatkan di antara penutup
tiang (pile cap) dan puncak tiang untuk melindungi kepala tiang dari kerusakan.
Bantalan juga menjaga agar energi per pukulan seragam. Bantalan harus dibuat dari
material yang kuat ,biasanya dispesifikasikan oleh pabrik pemukul. Semua kayu, tali
pengikat, dan bantalan pemukul dari asbes tidak diijinkan untuk di gunakan. Bahanbahan kurang awet, yang mudah rusak saat pelaksanaan pemancangan akan
menyebabkan ketidaktentuan energi pukulan tiang. Pada prinsipnya, semakin tebal
bantalan energi yang diterima tiang semakin berkurang.
5. Topi (helmet) atau drive cap (penutup pancang) adalah bahan yang terbuat dari baja
cor yang diletakkan di atas tiang untuk mencegah tiang dari kerusakan saat
pemancangan dan untuk menjaga agar as tiang sama dengan as pemukul.
Metode Kerja :
Penumbuk (hammer) ditarik ke atas dengan kabel dan kerekan sampai mencapai tinggi
jatuh tertentu, kemudian penumbuk (hammer) tersebut jatuh bebas menimpa kepala tiang
pancang . Untuk menghindari kerusakan pada tiang pancang maka pada kepala tiang
dipasang topi/ cap (shock absorber), cap ini biasanya terbuat dari kayu.