Anda di halaman 1dari 22

DAFTAR ISI

JUDUL : PELURUHAN GAMMA


HALAMAN DEPAN
DAFTAR ISI...........................................................................................................2
KATA PENGANTAR.............................................................................................3
BAB I Pendahuluan
1.1. Latar belakang............................................................................................4
1.2. Rumusan Masalah......................................................................................4
1.3. Tujuan.........................................................................................................5
1.4. Manfaat......................................................................................................5
1.5. Metode.......................................................................................................5
BAB II Hasil dan Pembahasan
2.1. Sinar Gamma..............................................................................................6
2.2. Sifat Sinar gamma......................................................................................6
2.3. Pengaruh Radiasi Gamma ......................................................................... 7
2.4. Peluruhan Gamma......................................................................................8
a. Peluruhan sinar gamma : konversi internal..........................................12
b. Peluruhan sinar gamma: isomerisme nuklir.........................................12
2.5. Absorbsi Sinar gamma.............................................................................13
2.6. Interaksi sinar gamma dan materi............................................................14
2.7. Efek fotolistrik.........................................................................................15
2.8. Hamburan compton..................................................................................16
2.9. Produksi pasangan....................................................................................16
2.10. Pengukuran energi sinar gamma............................................................16
2.11. Pemanfaatan Sinar Gamma................................................................... 17
BAB III Penutup
3.1. Kesimpulan..............................................................................................21
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................22
LAMPIRAN CONTOH SOAL ..........................................................................23

KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarakatuh
Puji dan syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan
hidayah-Nya, makalah dengan judul Peluruhan Gamma ini dapat diselesaikan.
Makalah ini merupakan wujud dari penjabaran tentang Peluruhan Gamma.
Kiranya, dengan mengumpul tugas makalah Fisika Inti ini akan dapat menambah
pengetahuan dan dapat mengatasi masalah yang terjadi pada kehidupan yang akan
datang, baik fenomena fisika ataupun demi pembelajaran fisika.
Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada seluruh pihak yang telah
membantu dalam pembuatan makalah ini, terutama Keluarga Besar FKIP Universitas
Sriwijaya Palembang, Bapak Ketang Wiyono,M.Pd. selaku Dosen pengasuh, dan
semua pihak yang turut membantu dan tidak dapat kami sebutkan satu persatu.
Akhirnya, kami menyadari bahwa makalah ini masih memilikki banyak
kekurangan. Karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun dari para pembaca
kami harapkan.
Wassalamualaikum Warohmatullahi Wabarakatuh.

Palembang,

November 2013
Tim penulis

Peluruhan Gamma

Page 2

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Pada makalah ini membahas peristiwa sinar gamma dan peluruhan gamma.
Sinar gamma merupakan radiasi gelombang elektromagnetik, serupa dengan sinar X
teapi sinar gamma memilikki panjang gelombang yang lebih pendek dibandingkan
sinar X. Kita tidak bisa membedakan sifat sinar-sinar X dengan sinar gamma. Kita
menggunakan dua istilah yang berbeda hanya untuk membedakan sumber radiasi
keduanya. Radiasi sinar gamma berasal dari inti sedangkan sinar X berasal dari
transisi antara level energi elektron. Sinar gamma berhubungan dengan transisi level
energi nuklir. Sinar gamma menyertai perubahan radioaktif inti yaitu pada proses
peluruhan partikel alfa atau peluruhan partikel beta.
Setelah peluruhan alfa dan beta, inti biasanya dalam keadaan tereksitasi.
Seperti halnya atom, inti akan mencapai keadaan dasar (stabil) dengan memancarkan
foton (gelombang elektromagnetik) yang dikenal dengan sinar gamma (). Dalam
proses pemancaran ini, baik nomor atom atau nomor massa inti tidak berubah.
Dalam menghitung energi partikel alfa dan beta yang dipancarkan dalam
peluruhan radioaktif di depan dianggap tidak ada sinar gamma yang dipancarkan. Jika
ada sinar gamma yang dipancarkan, maka energi yang ada (Q) harus dibagi bersama
antara partikel dengan sinar gamma.
1.2 Rumusan Masalah
Adapun masalah - masalah yang akan dibahas dalam makalah ini diantaranya
adalah:
1. Apakah yang dimaksud dengan Sinar Gamma?
2. Bagaimanakah Sifat Sinar gamma?
3. Apakah yang dimaksud dengan Peluruhan Gamma?
a. Peluruhan sinar gamma : konversi internal?
b. Peluruhan sinar gamma: isomerisme nuklir?
4. Bagaimaan Absorbsi Sinar gamma?
Peluruhan Gamma

Page 3

5. Bagaimana Interaksi sinar gamma dan materi?


6. Apakah yang dimaksud dengan Efek fotolistrik?
7. Apakah yang dimaksud dengan Hamburan compton
8. Apakah yang dimaksud dengan Produksi pasangan
9. Bagaimana Pengukuran energi sinar gamma?
10. Bagaimana pemanfaatan sinar gamma?

1.3. Tujuan
Untuk mengetahui sinar gamma, sifat sinar gamma, peluruhan pamma,
absorbsi sinar gamma, interaksi sinar gamma dan materi, pengukuran energi sinar
gamma dan pemanfaatan sinar gamma.
1.4. Manfaat
Sebagai bahan informasi tentang sinar gamma, sifat sinar gamma, peluruhan
pamma, absorbsi sinar gamma, interaksi sinar gamma dan materi, pengukuran energi
sinar gamma dan pemanfaatan sinar gamma.
1.5. Metode
Pembuatan makalah ini, saya menggunakan metode penelitian, yaitu: metode
studi pustaka. Metode ini kami gunakan untuk mencari data dan informasi baik
melalui buku-buku fisika inti dan browsing melalui situs di internet.

BAB II
Peluruhan Gamma

Page 4

PELURUHAN GAMMA
2.1 Sinar Gamma
Sinar gamma merupakan sebuah bentuk radiasi mengionisasi; mereka lebih
menembus dari radiasi alpha atau beta (keduanya bukan radiasi elektromagnetik), tapi
kurang mengionisasi. Perlindungan untuk sinar membutuhkan banyak massa. Bahan
yang digunakan untuk perisai harus diperhitungkan bahwa sinar gamma diserap lebih
banyak oleh bahan dengan nomor atom tinggi dan kepadatan tinggi. Juga, semakin
tinggi energi sinar gamma, makin tebal perisai yang dibutuhkan. Bahan untuk
menahan sinar gamma biasanya diilustrasikan dengan ketebalan yang dibutuhkan
untuk mengurangi intensitas dari sinar gamma setengahnya. Misalnya, sinar gamma
yang membutuhkan 1 cm (0,4 inchi) "lead" untuk mengurangi intensitasnya sebesar
50% juga akan mengurangi setengah intensitasnya dengan konkrit 6 cm (2,4 inchi)
atau debut paketan 9 cm (3,6 inchi).
Sinar gamma dari fallout nuklir kemungkinan akan menyebabkan jumlah
kematian terbesar dalam penggunaan senjata nuklir dalam sebuah perang nuklir.
Sebuah perlindungan fallout yang efektif akan mengurangi terkenanya manusia 1000
kali. Sinar gamma memang kurang mengionisasi dari sinar alpha atau beta. Namun,
mengurangi bahaya terhadap manusia membutuhkan perlindungan yang lebih tebal.
Mereka menghasilkan kerusakan yang mirip dengan yang disebabkan oleh sinar-X,
seperti terbakar, kanker, dan mutasi genetika. Dalam hal ionisasi, radiasi gamma
berinteraksi dengan bahan melalui tiga proses utama: efek fotoelektrik, penyebaran
Compton, dan produksi pasangan.
2.2 Sifat Sinar
Adapun sifat sinar gamma adalah :
1. mempunyai daya tembus paling besar namun daya ionisasi paling lemah
2. tidak dibelokkan oleh medan magnetic dan medan listrik
3. Sinar merupakan radiasi elektromagnetik dengan panjang gelombang yang
sangat pendek
Peluruhan Gamma

Page 5

4. kecepatan Sinar bernilai sama dengan kecepatan cahaya dalam ruang hampa
5. Sinar tidak banyak berinteraksi dengan atom suatu bahan.
Dan sifat radiasi sinar gammanya :
a. Sinar gamma dipancarkan oleh nuklida tereksitasi (isomer) dengan panjang
gelombang antara 0,005 0,5 amstrong.
b. Daya ionisasinya di dalam medium sangat kecil sehingga daya tembusnya sangat
besar bila dibandingkan dengan daya tembus partikel alfa atau beta.
c. Karena tidak bermuatan maka sinar gamma tidak dibelokkan oleh medan listrik
maupun medan magnet.
2.3 Pengaruh Radiasi Sinar Gamma
Radiasi gamma mulai giat diteliti selama Perang Dunia II, hingga menghasilkan
senjata pemusnah massal, nuklir. Dari ledakan nuklir yang pernah terjadi, sinar
gamma merupakan efek yang paling besar yang dihasilkan oleh sebuah ledakan
nuklir.
Selanjutnya, sinar gamma mulai digunakan dalam berbagai kegiatan, seperti;
pengobatan kanker melalui radiasi, pelacakan aliran fluida, pencarian sumber-sumber
alam, sterilisasi peralatan medis, dan pemetaan geodesi. Semua kegiatan ini
memanfaat sifat dari sinar gamma yang memiliki energi sangat tinggi dan daya
jangkauan lebih jauh.
Konsekuensinya adalah sangat sulit untuk mengembang sejenis perisai untuk
melindungi tubuh dari radiasi tersebut. Seperti sinar-X, sinar gamma juga dapat
melalui hampir semua material bahan. Radiasi sinar gamma diukur dalam satuan
millirem (mrem). Berdasarkan pengamatan, dilingkungan normal setiap orang
sedikitnya terkena paparan radiasi sebanyak 25 mrem.
Paparan radiasi meningkat menjadi 5 ribu mrem yang banyak dirasakan oleh
orang-orang yang bekerja dilingkungan radioaktif dengan tingkat perlindangan
maksimum. Ambang batas normal dari tingkat paparan radiasi ditetapkan sebesar 10
ribu mrem. Jika melebihi batas ini, maka akan menimbulkan dampak yang luar biasa
bagi kesehatan seperti yang pernah terjadi pada penderita radiasi akibat bom nuklir

Peluruhan Gamma

Page 6

yang dijatuhkan di Jepang pada masa Perang Dunia II. Sinar gamma dapat
memberikan dampak yang sungguh luar biasa bagi kesehatan, seperti:

Dapat menyebabkan kanker, misalnya kanker kulit dan tulang

Rusaknya jaringan sel tubuh

Mutasi genetik sehingga mempengaruhi generasi yang akan lahir

2.4 Peluruhan Gamma


Peluruhan Gamma merupakan radiasi gelombang elektromagnetik dengan
energi sangat tinggi sehingga memiliki daya tembus yang sangat kuat. Sinar gamma
dihasilkan oleh transisi energi inti atomdari suatu keadaan eksitasi ke keadaan dasar.
Saat transisi berlangsung terjadi radiasi energi tinggi (sekitar 4,4 MeV) dalam bentuk
gelombang elektromagnetik.
Setelah peluruhan alfa dan beta, inti biasanya dalam keadaan tereksitasi. Seperti
halnya atom, inti akan mencapai keadaan dasar (stabil) dengan memancarkan foton
(gelombang elektromagnetik) yang dikenal dengan sinar gamma (). Peluruhan
gamma tidak menyebabkan perubahan nomor atom maupun nomor massa, karena
radiasi yang dipancarkan dalam peluruhan ini berupa gelombang elektromagnetik
(foton). Peluruhan ini dapat terjadi jika energi inti atom tidak dalam keadaan dasar
(ground state). Peluruhan ini dapat terjadi pada inti berat maupun ringan, di atas
maupun di bawah kurva kestabilan.
Biasanya peluruhan gamma ini mengikuti peluruhan alfa atau beta. Peluruhan gamma
dapat dituliskan sebagai berikut:
XA* --> zXA +

Contoh peluruhan gamma yang mengikuti peluruhan beta


Co60 --> 28Ni60* + -

27

Ni60* --> 28Ni60 +

28

Peluruhan Gamma

Page 7

Energi gelombang ditentukan oleh panjang gelombang () atau oleh


frekuensinya (f) sesuai persamaan
E = hf = /hc (7.1)

dengan h adalah tetapan plank yang besarnya 6,63 10-34 Js.


Energi tiap foton adalah beda energi antara keadaan awal dan keadaan akhir inti,
dikurangi dengan sejumlah koreksi kecil untuk energi pental inti. Energi ini berada
pada kisaran 100 KeV hingga beberapa MeV.
Inti dapat pula dieksitasi dari keadaan dasar ke keadaan eksitasi dengan
menyerap foton dengan energi yang tepat.
Gambar 7.1 memperlihatkan suatu diagram tingkat energi yang khas dari
keadaan eksitasi inti dan beberapa transisi sinar gamma yang dipancarkan. Waktu
paro khas bagi tingkat eksitasi inti adalah 10-9 hinga 10-12 s.
Ada beberapa yang memiliki waktu paro lama (beberapa jam bahkan beberapa
hari). Inti-inti yang tereksitasi seperti ini dinamakan isomer dan keadaan
tereksitasinya dikenal sebagai keadaan isomerik.

(sumber : http://afriyantorahmat.files.wordpress.com/2012/04/07-peluruhan-gamma.pdf)

Dalam menghitung energi partikel alfa dan beta yang dipancarkan dalam
peluruhan radioaktif di depan dianggap tidak ada sinar gamma yang dipancarkan. Jika
ada sinar gamma yang dipancarkan, maka energi yang ada (Q) harus dibagi bersama
antara partikel dengan sinar gamma.

Peluruhan Gamma

Page 8

Inti dapat tereksitasi dari suatu keadaan dasar ke suatu keadaan eksitasi bila
menyerap energi yang tepat sama dengan energi antara suatu keadaan kekeadaan
berikutnya (keadaan energi resonansi). Waktu inti berada dalam keadaan eksitasi
sangat singkat yaitu 10-9 sampai 10-12 sekon. Suatu inti dapat berada pada keadaan
eksitasi karena peluruhan , , tumbukan dengan neutron, reaksi inti, dsb.
Energi yang dipancarkan sinar
E i E f E R E

Ei E f E R E

ER = energi kinetic bergerak mundur (recoil)


ER

PR2
2m
E

PR P

E E E R

PR2
2m

E E

E2

E E

2mc

E 2mc 2 E 2mc 2 E2

E2 E 2mc 2 E 2mc 2 0

Gunakan rumus abc

2E

E mc 2 1 1

mc 2

2 E
1

mc 2

E
1 E


2
2! mc 2
mc

E 1 E
E mc 2 1 1

2
2 mc 2
mc

E 1 E 2


2
2 mc 2
mc

E mc 2

E E

E 2
2mc 2

Peluruhan Gamma

Page 9

E 2
2mc 2

merupakan energi recoil yang nilainya secara eksperimen sangat kecil

sehingga dapat ditiadakan,


E E E i Ef

E2 2mc 2 E 2mc 2 E 0 ax 2 bx c 0

Dengan menggunakan rumus abc, a=1, b=2mc2 dan c = -2mc2 E


E

2mc

2mc

2 2

4.2mc 2 E

2m 2 c 4 E
E mc m c 2mc E mc m c
Mmc 2
2

2 4

E mc 2 mc 2 1

2E
mc 2

2E
E mc 2 1 1

mc 2

Sebagai alternatif lain dari peluruhan gamma dalam beberapa kasus inti
tereksitasi dapat kembali ke keadaan dasar dengan memberikan energi eksitasinya ke
salah satu electron orbital di sekelilingnya. Kita dapat membayangkan proses yang di
kenal sebagai konversi internal ini sebagai sejenis efek fotolistrik dimana sebuah
foton nuklir di serap oleh elektron atomik; lebih cocok dengan eksperiment jika kita
menganggap konversi internal menyatakan transper langsung energi eksitasi dari
sebuah inti ke sebuah electron. Elektron yang terpancar memiliki energi kinetic sama
dengan energi eksitasi nuklir yang hilang di kurangi energi ikat electron itu dalam
sebauh atom.
Kebanyakan inti tereksitasi memiliki umur paruh yang pendek terhadap
peluruhan gamma tetapi beberapa tetap tereksitasi selama beberapa jam. Inti
tereksitasi yang berumur panjang di sebut isomer dari inti yang sama dalam keadaan
dasar. Inti tereksitasi
isomer dari

87
38

87
38

Sr * memiliki umur paruh 2,8 jam sehingga bisa di sebut

Sr .

a. Peluruhan sinar gamma : konversi internal


Peluruhan Gamma

Page 10

Inti dapat mengubah keadaannya dari keadaan tereksitasi menuju ke keadaan


stabil (ground state) dengan cara memancarkan sinar gamma atau konversi
internal.
Wooster dan Rutherford dapat membuktikan bahwa konversi internal dan
pancaran sinar gamma selalu mengikuti peluruhan partikel alfa atau partikel beta
dan terjadi pada nuklida anak bukan pada nuklida induk. Mereka menggunakan
RaB sebagai bahan percobaan. RaB yang mempunyai waktu paruh 26,8 menit
memancarkanelektron dan sinar gamma. Dari spektrum partikel beta yang
diperoleh didapat sejumlah garis yang bersesuaian dengan konversi internal kulit
atom yang berbeda-beda. Dari sini dapat ditarik kesimpulan bahwa setelah
konversi internal elektron dipancarkan dan kekosongan kulit diisi oleh elektron
dari kulit lain dengan disertai dengan pancaran sinar X karakteristik. Rutherford
dan Wooster menentukan panjang gelombang beberapa sinar X kulit L yang
menyertai peluruhan partikel beta dari RaB dan didapatkan bahwa panjang
gelombang sesuai sekali dengan panjang gelombang yang dimiliki oleh nomor
atom 83. Karena peluruhan RaB menyebabkan perubahan nomor atom dari 82
menjadi 83, maka dapat disimpulkan bahwa konversi internal sama dnegan
energi yang dilepaskan oleh sinar gamma. Maka dua kejadian tersebut
merepresentasikan reorganisasi yang sama dari suatu inti nuklida anak dan oleh
sebab itu pemancaran sinar gamma selalu diikuti oleh pemancaran partikel alfa
dan partikel beta.
b. Peluruhan sinar gamma : isomerisme nuklir
Transisi sinar gamma mempunyai waktu paruh yang sangat pendek. Oleh
sebab itu secara umum tak dapat diukur. Akan tetapi pada beberapa kasus, waktu
paruh transisi sinar gamma dapat diketahui.
Range waktu paruh yang dapat diamati berkisar antara 10 -8 detik sampai
beberapa tahun. Transisi dimana waktu paruhnya dapat diamati disebut transisi
beberapa pasang spesies nuklir mempunyai nomor atom dan nomor massa sama

Peluruhan Gamma

Page 11

tetapi mempunyai sifat radioaktif yang berbeda. Nuklida seperti itu disebut isomer
nuklir dan fenomenanya disebut isomerisme nuklir.
2.5 Absorbsi Sinar Gamma
Sinar gamma merupakan gelombang elektromagnetik yang membawa energi
dalam bentuk paket-paket yang disebut foton. Jika sinar gamma masuk ke dalam
suatu bahan, juga menghasilkan ionisasi, hanya saja ionisasi yang dihasilkan sebagian
besar melalui proses ionisasi sekunder. Jadi, sinar gamma berinteraksi dengan materi
hanya beberapa pasang ion primer saja yang terbentuk. Ion-ion primer itu selanjutnya
melakukan proses ionisasi sekunder sehingga diperoleh pasangan ion yang lebih
banyak dibandingkan yang terbentuk pada proses ionisasi primer.
Apabila sinar gamma (gelombang elektromagnetik) memasuki perisai, maka
intensitas radiasi saja yang akan berkurang, sedangkan energi tetap tidak berubah

Dengan Io adalah intensitas mula-mula, I Intensitas yang diteruskan, d adalah


ketebalan bahan perisasi dan adalah koefisien serapan linier bahan perisai. Karena
d tidak memiliki satuan, maka satuan dan d menyesuaikan. Jika d dalam cm, maka
dalam 1/cm. Nilai untuk setiap bahan sangat bergantung pada nomor atom bahan
dan juga pada radiasi gamma. Untuk beberapa tujuan tertentu, seringkali tebal bahan
perisai tidak dinyatakan dalam tebal linier dengan satuan panjang, tetapi dinyatakan
dalam tebal kerapatan (gr/cm2). Jika besaran itu yang dipakai maka koefisien serapan
bahan dinyatakan dalam koefisien serapan massa m dengan satuan cm2/gr.
Hubungan keduanya dinyatakan dalam

Selain kedua koefisien serapan tersebut, juga digunakan koefisien serapan


atomik (a), yaitu fraksi berkas radiasi gamma yang diserap oleh atom. Koefisien
serapan atomik dirumuskan

Peluruhan Gamma

Page 12

Dengan N adalah jumlah atom penyerap per cm3. Koefisien serapan atomik ini selalu
menunjukkan tampang lintang (cross section) dengan satuan barn.

Koefisien serapan atomik seringkali disebut microscopic cross section (),


sedangkan koefisien serapan linier sering dikenal dengan istilah macroscopic cross
section (= N ). Sedangkan nilai tebal paro atau half value thickness (HVT) adalah
tebal bahan perisai yang diperlukan radiasi gelombang elektromagnetik untuk
mengurangi intensitas radiasinya, sehingga tinggal setengah dari semula. Jika
penurunan intensitas dirumuskan
dan pada saat intensitas menjadi setengahnya

maka

Dilihat dari daya tembusnya, radiasi gamma memiliki daya tembus paling
kuat dibandingkan dengan radiasi partikel yang dipancarkan inti radioaktif lainnya.
Sebaliknya,daya ionisasinya paling lemah. Karena sinar gamma termasuk gelombang
elektromagnetik, maka kecepatannya sama dengan kecepatan cahaya.
2.6 Interaksi Sinar Gamma Dan Materi
Ada tiga proses utama yang dapat terjadi apabila radiasi gamma melewati
bahan, yaitu efek fotolistrik, hamburan Compton dan produksi pasangan. Ketiga
proses tersebut melepaskan elektron yang selanjutnya dapat mengionisasi atom-atom
lain dalam bahan. Peluang terjadinya interaksi antara radiasi gamma dengan bahan
ditentukan oleh koefisien absorbsi linier (). Karena penyerapan intensitas
gelombang elektromagnetik melalui tiga proses utama, maka nilai juga ditentukan
Peluruhan Gamma

Page 13

oleh peluang terjadinya ketiga proses tersebut, yaitu f untuk foto listrik, c untuk
hamburan Compton dan pp untuk produksi pasangan. Koefisien absorbsi total (t)
dari ketiga koefisien tersebut.

2.7 Efek fotolistrik


Efek foto listrik adalah peristiwa diserapnya energi foton seluruhnya oleh
elektron yang terikat kuat oleh suatu atom sehingga elektron tersebut terlepas dari
ikatan atom. Elektron yang terlepas dinamakan fotoelektron. Efek foto listrik
terutama terjadi antaran 0,01 MeV hingga 0,5 MeV.
Efek fotolistrik ini umumnya banyak terjadi pada materi dengan Z yang besar,
seperti tembaga (Z = 29). Energi foton yang datang sebagian besar berpindah ke
elektron fotolistrik dalam bentuk energi kinetik elektron dan sebagian lagi digunakan
untuk melawan energi ikat elektron (W0).
Besarnya energi kinetik fotoelektron (K) dalam peristiwa ini adalah:

Terlihat bahwa agar efek fotolistrik terjadi, maka energi foton

harus sekurang-

kurangnya sama dengan energi ikat elektron yang berinteraksi.


2.8 Hamburan Compton
Hamburan Compton terjadi apabila foton dengan energi hf berinteraksi dengan
elektron bebas atau elektron yang tidak terikat dengan kuat oleh inti, yaitu elektron
terluar dari atom. Elektron itu dilepaskan dari ikatan inti dan bergerak dengan energi
kinetik tertentu disertai foton lain dengan energi lebih rendah dibandingkan foton
datang. Foton lain ini dinamakan foton hamburan. Kemungkinan terjadinya
hamburan Compton berkurang bila energi foton yang datang bertambah dan bila Z
bertambah. Dalam hamburan Compton ini, energi foton yang datang yang diserap
atom diubah menjadi energi kinetik elektron dan foton hamburan. Perubahan panjang
gelombang foton hamburan dari menjadi dirumuskan

Peluruhan Gamma

Page 14

dengan memasukkan nilai-nilai h, m dan c diperoleh


Hamburan foton penting untuk radiasi elektromagnetik dengan energi 200 keV
hingga 5 MeV dalam sebagian besar unsur-unsur ringan.
2.9 Produksi pasangan
Produksi pasangan terjadi karena interaksi antara foton dengan medan listrik
dalam inti atom berat. Jika interaksi itu terjadi, maka foton akan lenyap dan sebagai
gantinya akan timbul sepasang elektron-positron. Karena massa diam elektron
ekivalen dengan energi 0,51 MeV, maka produksi pasangan hanya dapat terjadi pada
energi foton 1,02 MeV (2mec2). Energi kinetik total pasagan elektron-positron
sesuai dengan persamaan:

Kedua partikel ini akan kehilangan energinya melalui proses ionisasi atom
bahan. Positron yang terbentuk juga bisa bergabung dengan elektron melalui suatu
proses yang dinamakan annihiliasi.
2.10 Pengukuran Energi Sinar Gamma
Beberapa metode dapat digunakan untuk mengukur energi sinar gamma
karena sinar gamma adalah radiasi elektromagnetik, maka metode yang paling sering
digunakan adalah metode pengukuran panjang gelombang berdasarkan prinsip
difraksi menggunakan kristal sebagai kisi.
Instrumen yang sering digunakan dalam pengukuran energi sinar gamma
adalah spektrometer kristal lengkung tipe pemfokusan du Mond atau yang biasa
disebut spektrometer sinar gamma du Mond. Instrumen lain yang juga sering
digunakan dalam pengukuran energi sinar gamma yaitu spektrometer magnetik dan
spektrometer skintilasi.
Peluruhan Gamma

Page 15

2.11 Pemanfaatan Sinar Gamma


Dalam realitas sehari-hari Sinar Gamma digunakan untuk kesehatan. Pada
dasarnya Sinar Gamma menyebabkan luka bakar pada kulit, dan bisa menyebabkan
kerusakan organ internal/radiation sickness, karena sifatnya yang bisa menembus
tubuh. Efeknya lebih meningkatkan resiko kanker daripada luka bakar.
Daya tembus dari foton gamma memiliki banyak aplikasi dalam kehidupan
manusia, dikarenakan ketika sinar gamma menembus beberapa bahan, sinar gamma
tidak akan membuatnya menjadi radioaktif. Sejauh ini ada tiga radionuklida
pemancar gamma yang paling sering digunakan yakni cobalt-60, cesium-137 dan
technetium-99m.
Cesium -137 bermanfaat digunakan dalam perawatan kanker, mengukur dan
mengontrol aliran fluida pada beberapa proses industri, menyelidiki subterranean
strata pada oil wells, dan memastikan level pengisian yang tepat untuk paket
makanan, obat obatan dan produk yang lain.
Pada Cobalt-60 bermanfaat untuk: sterilisasi peralatan medis di rumah sakit,
pasteurize beberapa makanan dan rempah, sebagai terapi kanker, mengukur ketebalan
logam dalam stell mills.Sedangkan Tc-99m adalah isotop radioaktif yang paling
banyak digunakan secara luas untuk studi diagnosa sebagai radiofarmaka.
(Technetium-99m memiliki waktu paru yang lebih singkat). Radiofarmaka ini
digunakan untuk mendiagnosa otak, tulang, hati dan juga mampu menghasilkan
pencitraan yang dapat digunakan untuk mendiagnosa aliran darah pasien.
Sebagian besar manusia terpapar gamma secara alamiah yang terjadi pada
beberapa radionuklida tertentu seperti potassium-40 yang dapat ditemukan pada tanah
dan air, dan juga daging serta makanan yang memiliki kadar potassium tinggi seperti
pisang. Radium juga merupakan sumber dari paparan radiasi gamma. Namun,
bagaimanapun juga, peningkatan penggunaan terhadap instrumentasi kedokteran
nuklir (seperti untuk diagnosa tulang, thyroid, dan lung scans) juga turut memberikan
andil terhadap proporsi peningkatan paparan pada banyak orang. Kebanyakan
paparan yang terjadi pada sinar gamma merupakan jenis paparan eksternal. Sinar
gamma ( dan juga sinar X ) sebagaimana diketahui sebelumnya, mudah untuk
melintasi jarak yang besar di dalam udara dan mampu menembus jaringan tubuh
Peluruhan Gamma

Page 16

hingga beberapa sentimeter. Sebagian besar dari sinar gamma tersebut memiliki
energi yang cukup untuk menembus tubuh manusia, dan memapar semua organ yang
ada di dalam tubuh tersebut. Sehingga dalam kasus sinar gamma, baik paparan
eksternal dan internal menjadi perhatian utama dalam proteksi dan keselamatan
radiasi. Ini dikarenakan sinar gamma mampu melintas dengan jarak yang lebih jauh
ketimbang partikel alfa dan beta serta memiliki cukup energi untuk melintasi
keseluruhan tubuh, sehingga berpotensial untuk memapar semua organ tubuh.
Sejumlah besar dari radiasi gamma secara besar besaran mampu melewati
tubuh tanpa berinteraksi dengan jaringan. Ini dikarenakan pada tingkat atomik, tubuh
sebagian besar terdiri dari ruangan kosong sedangkan sinar gamma memiliki ukuran
yang lebih kecil dari ruang ruang tersebut. Berbeda dengan partikel alfa dan beta
yang ketika berada di dalam tubuh akan melepaskan semua energi yang mereka
miliki dengan menubruk jaringan dan menyebabkan kerusakan pada jaringan
tersebut. Sinar gamma bisa mengionisasi jaringan secara langsung atau menyebabkan
yang disebut dengan secondary ionizations. yakni ionisasi yang disebabkan ketika
energi dari sinar gamma ditransfer ke partikel atomik seperti elektron ( identik
dengan partikel beta) yang kemudian partikel berenergi tersebut akan berinteraksi
dengan jaringan untuk membentuk ion, inilah yang disebut secondary ionizations
Neutron dan proton yang menyusun inti atom, terlihat seperti halnya partikelpartikel lain, diatur oleh beberapa interaksi. Gaya nuklir kuat, yang tidak teramati
pada skala makroskopik, merupakan gaya terkuat pada skala subatomik. Hukum
Coulomb atau gaya elektrostatik juga mempunyai peranan yang berarti pada ukuran
ini. Gaya nuklir lemah sedikit berpengaruh pada interaksi ini. Gaya gravitasi tidak
berpengaruh pada proses nuklir.
Interaksi gaya-gaya ini pada inti atom terjadi dengan kompleksitas yang
tinggi. Ada sifat yang dimiliki susunan partikel didalam inti atom, jika mereka sedikit
saja bergeser dari posisinya, mereka dapat jatuh ke susunan energi yang lebih rendah.
Mungkin bisa sedikit digambarkan dengan menara pasir yang kita buat di pantai:
ketika gesekan yang terjadi antar pasir mampu menopang ketinggian menara, sebuah
gangguan yang berasal dari luar dapat melepaskan gaya gravitasi dan membuat tower
itu runtuh. Keruntuhan menara (peluruhan) membutuhkan energi aktivasi tertentu.
Pada kasus menara pasir, energi ini datang dari luar sistem, bisa dalam bentuk
ditendang atau digeser tangan. Pada kasus peluruhan inti atom, energi aktivasi sudah
Peluruhan Gamma

Page 17

tersedia dari dalam. Partikel mekanika kuantum tidak pernah dalam keadaan diam,
mereka terus bergerak secara acak. Gerakan teratur pada partikel ini dapat membuat
inti seketika tidak stabil. Hasil perubahan akan mempengaruhi susunan inti atom;
sehingga hal ini termasuk dalam reaksi nuklir, berlawanan dengan reaksi kimia yang
hanya melibatkan perubahan susunan elektron diluar inti atom.
Selain itu, sinar gamma sering digunakan untuk membunuh organisme yang
dikenal dengan istilah irradiation. Aplikasinya untuk mensterilkan peralatan medis,
membuang kerusakan yang diakibatkan oleh bakteri pada makanan, mencegah buah
dan sayuran dari kecambah, serta mempertahankan kesegaran dan rasanya. Karena
bisa memusnahkan sel, Sinar Gamma digunakan untuk mengobati tipe kanker
tertentu. Serangkaian Sinar Gamma dipancarkan langsung pada sel yang terkena
kanker untuk dimusnahkan. Prosedur ini dikenal dengan istilah Gamma-Knife
Surgery (pembedahan dengan pisau gamma).

Gambar 7.2 Gamma knife surgery

Jika Sinar Gamma mengenai molekul DNA dalam batas tertentu, sel tubuh akan
memperbaiki gen yang rusak. Proses perbaikan sel berhasil setelah paparan dosis
tinggi dilakukan. Sedangkan untuk paparan dosis rendah proses perbaikannya lambat.
Manfaat Lain Dari Sinar Gamma
Mematikan bakteri
Sinar gamma berasal dari bahan radioaktif. Bahan radioaktif adalah bahan yang
secara alami memancarkan energi. Pancaran energi radioaktif bermacam-macam. Ada
yang berbentuk sinar X, sinar beta, dan sinar gamma. Pancaran bahan radioaktif dapat
merusak sel tubuh makhluk hidup. Artinya, jika makhluk hidup kena pancaran sinar
Peluruhan Gamma

Page 18

radioaktif terlalu lama, maka makhluk hidup bisa mati. Nah, sedikit saja pancaran
sinar radioaktif dapat mematikan bakteri dan serangga. Kekuatan sinar gamma sangat
dahsyat. Efek serta Akibat yang ditimbulkan oleh radiasi zat radioaktif pada manusia
seperti berikut : Pusing-pusing, Nafsu makan berkurang atau hilang, terjadi diare,
badan panas atau demam, berat badan turun, kanker darah atau leukimia,
meningkatnya denyut jantung atau nadi, daya tahan tubuh berkurang sehingga mudah
terserang penyakit akibat sel darah putih yang jumlahnya berkurang.
Dinding Super Tebal
Ilmuwan menggunakan sinar gamma untuk membunuh bakteri jahat dan
serangga yang merusak makanan. Makanan yang disinari sinar gamma
disebut makanan iradiasi. Bagaimana makanan iradiasi dibuat? Makanan iradiasi
dibuat dengan super hati-hati. Karena sinar gamma hanya dapat diperoleh dari bahan
radioaktif yang sangat berbahaya. Bahan radioaktif ditaruh dalam kotak berlapis
timah super tebal. Kotak berdinding tebal ini disebut mesin penghasil sinar gamma.
Ilmuwan harus memakai baju anti radiasi saat mengutak-atik mesin sinar gamma.
Makanan lalu dimasukkan dalam ruangan berlapis timah. Makanan dihadapkan pada
mesin penghasil sinar gamma. Lalu, sinar gamma disorotkan ke makanan selama
sedetik.
Makanan Astronot
Uniknya, makanan iradiasi tidak beracun. Karena makanan iradiasi tidak
bersentuhan langsung dengan zat radioaktif. Dosis sinar gamma yang dipakai juga
tidak merusak sel makanan. Sel makanan tetap utuh sehingga gizi makanan tidak
berkurang. Makanan jadi tahan lama karena tidak ada bakteri dan serangga yang
merusak makanan. Badan pangan dan kesehatan dunia (FAO dan WHO) menyatakan
makanan iradiasi tidak berbahaya bagi manusia. Makanan iradiasi pertama kali
dipakai untuk misi antariksa. Para astronot bekerja di antariksa yang jauh dari bumi
yang nyaman. Makanan iradiasi lebih tahan lama daripada makanan panas atau beku.
Rasa makanan iradiasi sama dengan aslinya.

Peluruhan Gamma

Page 19

BAB III
KESIMPULAN
3.1 Kesimpulan
Sinar gamma merupakan radiasi gelombang elektromagnetik, serupa dengan
sinar X tetapi sinar gamma memiliki panjang gelombang yang lebih pendek
dibandingkan sinar X. Kita tidak bisa membedakan sifat sinar-sinar X dengan sinar
gamma. Kita menggunakan dua istilah yang berbeda hanya untuk membedakan
sumber radiasi keduanya. Radiasi sinar gamma berasal dari inti sedangkan sinar X
berasal dari transisi antara level energi elektron. Sinar gamma berhubungan dengan
transisi level energi nuklir. Sinar gamma menyertai perubahan radioaktif inti yaitu
pada proses peluruhan partikel alfa atau peluruhan partikel beta. Sinar gamma yang
memiliki daya tembus yang luar biasa banyak dimanfaatkan manusia seperti untuk
mensterilkan peralatan medis, membuang kerusakan yang diakibatkan oleh bakteri
pada makanan, mencegah buah dan sayuran dari kecambah, serta mempertahankan
kesegaran dan rasanya serta telah digunakan utnuk melakukan pembedahan yang
dikenal dengan Gamma-Knife Surgery.

Peluruhan Gamma

Page 20

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. http://afriyantorahmat.files.wordpress.com/2012/04/07peluruhan-gamma.pdf (diakses pada tanggal 2 Desember 2012)
Anonim. http://nuclearcommunity.blogspot.com/ (diakses pada tanggal 2 Desember
2012)
Anonim.http://kimia.upi.edu/utama/bahanajar/kuliah_web/2008/Asep%20Novandi
060893/index_files/Page851.htm(diakses pada tanggal 2 Desember 2012)
Anonim. http://www.e-dukasi.net/dlbhnbelajar.php?bhn_id=4&mid=283
(diakses pada tanggal 2 Desember 2012)
Beiser, Arthur. 1999. Konsep Fisika Modern Edisi Ke-4. Erlangga : Jakarta.
Murniati. 2011. Diktat Mata kuliah Pendahuluan Fisika Inti. Inderalaya:
Universitas Sriwijaya.
Mostavan, Aman. 1999. Fisika Inti. Bandung: ITB

Peluruhan Gamma

Page 21

LAMPIRAN
CONTOH SOAL
1. Inti 12N meluruh beta ke suatu keadaan eksitasi dari 12C yang sudah itu meluruh ke
keadaan dasarnya dengan memancarkan sinar gamma 4,43 Mev . Hitunglah energy
kinetik maksimum partikel beta yang dipancarkan?
Jawab
Massa C dalam keadaan tereksitasi
m C = (12,00000 + 4,43/931,5 ) = 12,00475
Q = (m N - m C 2 me) 931,5 MeV
Q = (12,08613 12,004756 2 X 0,000549 ) 931,5 MeV
= 74,77 Mev
2. Energi E sebesar 2 MeV terpancar dari inti atom dengan nomor massa 50. Berapa
energi recoil inti?
Jawaban:
ER = E2 / 2 mic2 = 22 / (2)(50)(930) MeV = 40 keVs

Peluruhan Gamma

Page 22