Anda di halaman 1dari 7

ETIKA PROFESI

KODE ETIK SEORANG SARJANA TEKNIK SIPIL

OLEH
Ongki Pranata
14506010911002

FAKULTAS TEKNIK
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG

2016

SOAL :

ORGANISASI PROFESI INSINYUR:


1. Apa Sebenarnya kepakaran dari seorang Sarjana Teknik Sipil?
2. Tuliskan karakter tidak beretika menurut kalian dalam
kehidupan sehari-hari (beri 5 contoh dan analisanya)?
3. Tuliskan aktifitas tidak beretika profesioanal dalam bekerja
untuk Sarja Teknik Sipil?
Jawab:
NO 1 : Kepakaran dari seorang sarjana teknik sipil :
Kepakaran dari seorang sarjana teknik sipil adalah tidak lain dari
membangun infrasstruktur. Karena dalam ilmu teknik sipil merupakan
mencakup teknologi merancang, membangun, dan memelihara serta
memperbaiki bangunan. Mulai dari bangunan rumah sederhana dan
gedung-gedung bertingkat, jembatan, bendungan, hingga bangunan
sarana dan prasarana transportasi, jembatan, bendungan, pengairan,
prasarana produksi, hingga bangunan-bangunan lepas pantai seperti
pada fasilitas pengeboran minyak lepas pantai, serta berbagai
fasilitas pembangkit dan transmisi energi. Singkatnya, di setiap saat
ketika kita melintas di jalan raya, sewaktu berjalan-jalan di kawasan
gedung pertokoan ataupun saat berkunjung ke bandara, semua yang
kita lihat dan manfaatkan merupakan hasil karya lulusan Teknik Sipil.
Para ahli Teknik Sipil, umumnya dikenal dengan sebutan insinyur
Sipil, awalnya bertugas membuat rancangan struktur bangunan
secara lengkap; mulai dari pondasi hingga keseluruhan bangunan
tersebut lengkap dan siap digunakan. Selama proses perancangan
ahli Teknik Sipil bekerja dalam suatu tim pembangunan untuk
meneliti, mengukur dan menentukan apakah kekuatan tanahnya
memadai. Pada tahap yang sama ahli Teknik Sipil akan juga membuat
rancangan bangunan dan menghitung dimensi dan kekuatan bagianbagian bangunannya sehingga siap untuk dijadikan acuan bagi pihak
pelaksana (kontraktor) untuk dibangun.

Tahap selanjutnya adalah tahap pembangunan atau konstruksi.


Tahap

pembangunan

misalnya,

dimulai

penyusunan

suatu

rumah

dengan

kerangka

atau

pekerjaan

gedung,

gedung

sederhana,

pemasangan

pondasi,

dilanjutkan

dengan

dan

pembangunan lantai dan dindingnya. Pada tahap pembangunan ini


ahli Teknik Sipil harus bekerjasama dengan para ahli di bidang
lainnya

untuk

keamanan,

memasang

serta

sistem

perpipaan

pembuangan limbahnya.

kelistrikan

untuk

Pada

air

gedung,

bersih

dan

sistem
saluran

konstruksi bangunan-bangunan

yang jauh lebih rumit tentu saja proses konstruksinya akan terdiri
dari banyak pekerjaan dan semakin melibatkan banyak pula pihakpihak dan ahli lain yang terkait. Selain pembangunan baru, tugas
seorang ahli Teknik Sipil juga mencakup pemeliharaan dan
perbaikan bangunan yang sudah ada. Suatu infrastruktur, dapat
mengalami perubahan fungsi atau penurunan kondisi selama masa
layannya.
Prospek Kerja (Kepakaran):

Bidang Pembangunan Infrastruktur


Seorang lulusan Teknik Sipil dapat berprofesi sebagai konsultan atau
sebagai

kontraktor

yang

bertanggung

jawab

melaksanakan

pembangunan. Peluang lainnya adalah bekerja sebagai pegawai


dalam bidang pengaturan dan kebijakan di instansi pemerintahan,
seperti di Departemen dan Dinas PU, Bapenas, Bapeda dll.

Bidang Industri Energi, Pertambangan dan Pengolahan


Berbagai perusahaan di lingkungan industri migas, pertambangan,
pengolahan seperti Pertamina, Schlumberger, PLN, Freeport, INCO,
Pupuk

Kaltim

dll.

membutuhkan

sarjana

Teknik

Sipil

untuk

menyediakan dan memelihara berbagai bangunan dan fasilitas


produksi.

Bidang Pendidikan
Seorang lulusan Teknik Sipil dapat menjadi pengajar/peneliti di
perguruan tinggi/lembaga pendidikan atau di pusat-pusat penelitian.

Bidang lainnya
Para lulusan program studi Teknik Sipil juga mempunyai kemampuan
yang cukup bersaing untuk bekerja di berbagai bidang nonketeknikan, seperti perbankan dan asuransi, atau berkarier di
birokrasi pemerintahan atau bisnis di bidang-bidang lainnya.

NO 2 :

5contoh karakter tidak beretika menurut kalian dalam

kehidupan sehari-hari
1. Makan dan minum disiang hari ketika bulan ramadhan,
dikarenakan indonesia merupakan negara dengan penganut
agama islam terbesar didunia, setidaknya seorang muslim
paham dan tahu akan kewajiban seorang muslim untuk
menjalankan kewajiban dibulan ramadahan yaitu berpuasa
selama 1bulan penuh. Jika terjadi suatu halangan sehingga
memungkinkan

untuk

tidak

berpuasa

maka

haruslah

menghormati orang yang menjalankan puasa, tidak lain untuk


yang non-muslim harus memiliki etika untuk menghormati
kepercaan masing-masing seperti tidak makan didepan orang
muslim yang berpuasa.
2. Tidak taat berlalu lintas, Data terbaru yang dikeluarkan, World
Health Organization (WHO) menunjukkan India menempati
urutan pertama negara dengan jumlah kematian terbanyak
akibat kecelakaan lalu lintas. Sementara Indonesia menempati
urutan kelima. Peringkat kelima dunia dalam hal kecelakaan
lalu lintas bukan hal yang harus dibanggakan melainkan harus

jadi renungan mendalam kepada perencana dan pengguna


lalilintas, karena di indonesia kecelakaan lalulintas disebabkan
oleh banyak hal misalnya pengguna yang tidak taat akan
perlengkapan seperti tidak memakai helm, sabuk pengaman,
melanggar lampu lalulintas dan ketika terjadi kecelakaan maka
akan berakibat fatal bahkan kematian.

Tidak lain peran perencana lalu lintas seperti dinas bina marga
sangat

penting

dimana

banyak

kecelakaan

di

indonesia

disebabkan dari kerusakan jalan dan ketidaklayakan prasarana


transportasi,

sehingga

diharus

kan

untuk

meningkatkan

kelayakan jalan demi menggurangi prosentasi kecelakaan.


3. Berbohong,

demi

mendapatkan

sesuatu

yang

diinginkan

banyak orang harus berbohong, sedangkan di islam berbohong


adalah

larangan.

Karena

berbohong

dapat

menimbulkan

perpecahan pertengkaran antar teman, bahkan saudara. Jika


kita sekali berbohong maka kita akan berbohong banyak untuk
menutupi kebohongan pertama, untuk itu sadar akan dosa dan
akibat dari berbohong akan mengurangi kadar berbohong
dalam kita.
4. Membuang sampah sembarangan, Meskipun tempat sampah
telah disediakan namun karena tidak memahami dampak
negatif yang ditimbulkan dan sikap acuh sehingga hal ini masih
terjadi di lingkungan sekitar kita. Dampak dari membuang
sampah sembarangan seperti gambar berikut:

Tumpukan sampak di belantaran sungai dapat menjangkit


pentakit dan dapat juga memperlampat arus sungai sehinga
jika terjadi luapan air maksimal akar menimbulkan limpasan
pada daerah sekitar atau banjir.
5. Berkata tidak sopan, istilah jawa adalah toto kromo, dimana
orang yang lebih muda harus berprilaku dan berkata sopan
terhadap orang yang lebih tua bahkan sebaya/seumuran. Di
saat ini banyak orang indonesia yang mengambil budaya barat,
seperti ketika bertutur kata banyak keluar istilah asing dan
banyak kalangan anak muda yang tidak bertutur kata sopan
terhadap orang yang lebih tua.
NO 3 :

aktifitas tidak beretika profesioanal dalam bekerja untuk

Sarja Teknik Sipil


1. Kasus Hambalang
Pelanggaran etika dalam dunia teknik sipil sangat banyak jenis
nya. Robohnya proyek hambalang adalah salah satu contoh
pelanggaran etika oleh sarjana teknik sipil. Pelanggaran etika
seperti mutu bangunan tidak sesuai dengan mutu rencana
sehingga

banyak

kerusakan

pada

bangunan,

bahkan

pelanggaran etika menyangkut kepentingan orang banyak


dimana banyak pekerja bangunan yang sampai sekarang belum
terselesaikan masalah gaji.
2. Kasus Tol Gempol Sidoarjo
Pelanggaran selanjutnya yaitu

tentang

penyalahgunaan

wewenang dimana sampai saat ini masih banyak isu terdengar


bahwa masih banyak kasus tentang pembebasan lahan pada
pada proyek tol gempol. Peran serta dalam pembangunan dan

pelaksanaan proyek infrastruktur harus dibekali profesionalisme


untuk

menghindari

pelanggaran

etika

sehingga

dapat

merugikan orang banyak bahkan negara.


3. Kasus Jembatan Kutai Kartanegara
Pelanggaran selanjutnya adalah kasus robohnya jembatan kutai
kartanegara dengan tipe jembatan cabel stayed yang di
identifikasi oleh para ahli dikarenakan kesalahan dalam proses
perawatan. Peran serta sarjana sipil sangat besar dalam
pembangunan dan perawatan infrastruktur. Dalam struktur
tidak ada permasalahan bahkan sangat mumpuni tetapi dalam
kesalahan yang mendasar pada perawatan dimana dalam
perawatan melakukan sistem buka tutup pada salah satu ruas
jalan,

sehingga

jembatan

tidak

stabil

dan

akhirnya

menimbulkan resonansi dan roboh. Jika seorang ahli teknik sipil


melaksanakan perawatan sesuai dengan aturan maka jembatan
kutai kartanegara masih bisa diselamatkan.
4. Kasus Jembatan Soekarno-Hatta Malang
Kasus pelanggaran manipulasi oleh sarjana teknik sipil. Team
forensik yang ditunjuk oleh pemerintahan yang melakukan uji
kelayakan jembatan suhat melakukan manipulasi data. Dimana
hasil yang dipublikasikan ke masyarakat tidak sesuai dengan
data yang real. Diketahui Karena pada saat yang sama team
forensik dari UB juga melakukan pengujian, data yang di miliki
team forensik UB dengan apa yang diberitakan tidak sama
bahkan terlalu jauh perbandingan.
5. Kasus Plengseng
Di kota ponorogo tepatnya di desa muneng kecamatan balong,
sungai

yang

mengalirkan

ke

bengawan

solo

dibangun

plengseng yang selesai pada bulan januari 2015. Belum genap


6

bulan

umur

bangunan

plengseng

longsor

yang

mengakibatkan luapan aliran di daerah pemukiman. Penyebab


dari ambruknya plengseng juga disebabkan oleh pelanggaran
etika sarjana teknik sipil, dimana kesalahan perencanaan atau
pelaksanaan yang berakhibat fatal bahkan merugian orang lain.