Anda di halaman 1dari 17

KEWIRAUSAHAAN

STUDI KELAYAKAN USAHA

OLEH :
AYU APRIANA AZMILDA (1301010)
S1-VIA

DOSEN PENGAJAR : ERNIZA PRATIWI, M.Farm., Apt.

PROGRAM STUDI S1 FARMASI


SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI RIAU
PEKANBARU
2016

1 | KEWIRAUS AHA AN

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami ucapkan kepada Allah SWT, atas segala rahmat dan
karunia-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas makalah mata kuliah
Kewirausahaan dengan judul Studi Kelayakan Usaha
Penulisan dan penyusunan makalah ini merupakan salah satu tugas wajib
dari mata kuliah Kewirausahaan ini. Saya menyadari bahwa selama penulisan dan
penyusunan makalah ini, kami banyak mendapat bantuan dan masukan dari berbagai
pihak. Oleh sebab itu, saya mengucapkan terima kasih terutama kepada ibu Erniza
Prawiti.,M.Farm,Apt. selaku dosen mata kuliah Kewirausahaan yang telah mengajari
saya, sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini. Serta teman-teman yang ikut
terlibat dalam pembuatan makalah ini.
Sumber dari makalah ini diambil dari buku-buku yang berhubungan dengan
Kewirausahaan

dan lainnya yang ditambah dengan informasi yang didapat dari

pencarian (browsing) di internet dan sumber-sumber lainnya.


Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, karena masih
memiliki banyak kekurangan, baik dalam sistematika dan teknik penulisannya. Oleh
karena itu, kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami
harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Dan semoga makalah ini dapat
bermanfaat.

Pekanbaru , 14 April 2016

Penyusun

2 | KEWIRAUS AHA AN

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.........................................................................................2
DAFTAR ISI.......................................................................................................3
BAB I PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang..........................................................................................4
1.2Rumusan Masalah.....................................................................................4
1.3Tujuan.......................................................................................................4
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Defenisi Studi Kelayakan Usaha ............................................................5
2.2 Tujuan Studi Kelayakan Usaha................................................................6
2.3 Aspek-aspek Studi Kelayakan Usaha......................................................7
2.4 Pihak-Pihak yang Berkepentingan dalam Studi Kelayakan Usaha..........13
2.5 Analisis Kelayakan Usaha.......................................................................14
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan..............................................................................................18
DAFTAR PUSTAKA.........................................................................................19

3 | KEWIRAUS AHA AN

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pembahasan mengenai studi kelayakan bisnis tidak terlepas dari pemahaman
manajemen ditambah dengan melihat beberapa aspek yang terkait disana seperti
aspek ekonomi, teknologi, politik-hukum dan sosial-budaya. Dimana kesemua aspek
ini saling memiliki keterkaitan satu sama lainnya untuk mendukung kelayakan suatu
bisnis baik dilihat dari segi mikro dan makro.
Aspek-aspek ini didalam manajemen dilihat sebagai bagian yang mampu
mempengaruhi keputusan bisnis, terutama sebagaimana dikatakan oleh Iman
Soeharto (1999: 76) bahwa pengkajian yang bersifat menyeluruh dan mencoba
menyoroti segala aspek kelayakan proyek atau investasi dikenal sebagai studi
kelayakan. Sedangkan Yakob Ibrahim (1996: 92) mendefinisikan studi kelayakan
bisnis merupakan gambaran kegiatan usaha yang direncanakan, sesuai dengan
kondisi, potensi, serta peluang yang tersedia dari berbagai aspek.
1.2 Rumusan Masalah
1.2.1 Apakah yang dimaksud dengan Studi Kelayakan Usaha itu?
1.2.2 Apakah tujuan Studi Kelayakan Usaha tersebut?
1.2.3 Siapa sajakah pihak-pihak yang berkepentingan?
1.2.4 Apa saja aspek-aspek Studi Kelayakan Usaha tersebut?
1.3 Tujuan

1.3.1
1.3.2
1.3.3
1.3.4

Untuk Mengetahui definisi Studi Kelayakan Usaha


Untuk Mengetahui tujuan Studi Kelayakan Usaha tersebut
Untuk Mengetahui siapa sajakah pihak-pihak yang berkepentingan
Untuk Mengetahui aspek-aspek Studi Kelayakan Usaha tersebut
BAB II
PEMBAHASAN

4 | KEWIRAUS AHA AN

2.1 Definisi Studi Kelayakan Usaha


Usaha berarti kegiatan yang mengerahkan tenaga, pikiran, fisik untuk mencapai
suatu maksud yang diharapkan dan memperoleh keuntungan.
Menurut harmaizar usaha adalah bentuk usaha yang melakukan kegiatan secara
tetap dan terus menurus agar mendapatkan keuntungan, baik yang dilakukan oleh
individu maupun kelompok yang berbadan hukum, atau tidak berbentuk badan
hukum, didirikan dan berkedudukan disuatu tempat.
Menurut Kasmir dan Jakfar (2003: 10) Studi kelayakan bisnis atau usaha adalah
kegiatan yang mempelajari secara mendalam atau bisnis yang akan dijalankan, dalam
rangka menentukan layak tidaknya usaha tersebut dijalankan. Studi kelayakan usaha
atau disebut juga analisis proyek bisnis adalah penelitian tentang layak atau tidaknya
suatu bisnis dilaksanakan dengan menguntungkan secara terus-menerus.
Studi ini pada dasarnya membahas berbagai konsep dasar yang berkaitan
dengan keputusan dan proses pemilihan proyek bisnis agar mampu memberikan
manfaat ekonomis dan sosial sepanjang waktu. Dalam studi ini, pertimbangan
ekonomis dan teknis sangat penting karena akan dijadikan dasar implementasi
kegiatan usaha.
Studi kelayakan usaha juga merupakan penelitian terhadap rencana bisnis yang
tidak hanya menganalisis layak atau tidaknya bisnis dibangun, tetapi juga saat
dioperasionalkan secara rutin dalam rangka pencapaian keuntungan yang maksimal
untuk waktu yang tidak ditentukan, misalnya rencana peluncuran produk baru.
Hasil studi kelayakan usaha pada prinsipnya bisa digunakan antara lain untuk:
1. Merintis usaha baru, misalnya membuka toko, membangun pabrik, mendirikan
perusahaan jasa, membuka usaha dagang, dan lain sebagainya.
2. Mengembangkan usaha yang sudah ada, misalnya untuk menembah kapasitas
pabrik, memperluas skala usaha, mengganti peralatan/mesin, menambah mesin
baru, memperluas cak upn usaha, dan lain sebagainya.
3. Memilih jenis usaha atau investasi/proyek yang paling menguntungkan, misalnya
pilihan usaha dagang, pilihan usaha barang atau jasa, pabrikasi atau perakitan,
proyek A atau proyek B, dan lain sebagainya.
2.2 Tujuan Studi Kelayakan Usaha

5 | KEWIRAUS AHA AN

Ketika ingin mengetahui kelayakan usaha kita, tentunya kita harus mengetahui
tujuannya. Dalam hal ini Kasmir dan Jakfar, (2003: 20) mengatakan paling tidak ada
lima tujuan mengapa sebelum suatu usaha atau proyek dijalankan perlu dilakukan
studi kelayakan, yaitu:
1. Menghindari resiko kerugian.
Untuk mengatasi resiko kerugian pada masa yang akan datang harus ada
semacam kondisi kepastian. Kondisi ini ada yang dapat diramalkan akan terjadi atau
terjadi tanpa dapat diramalkan. Fungsi studi kelayakan adalah meminimalkan resiko
yang tidak diinginkan, baik risiko yang dapat dikendalikan maupun yang tidak dapat
dikendalikan.
2. Memudahkan perencanaan.
Apabila sudah dpat meramalkan yang akan terjadi pada masa yang akan datang,
kita dapat melakukan perencanaan dan hal-hal yang perlu direncakan.
3. Memudahkan pelaksaan pekerjaan.
Berbagai rencana yang sudah disusun akan memudahkan pelaksaan usaha.
Pedoman yang telah tersusun secara sistematis, menyebabkan usaha yang
dilaksanakan dapat tepat sasaran dan sesuai dengan rencana yang sudah disusun.
4. Memudahkan pengawasan.
Pelaksanaan usaha yang sesuai dengan rencana yang sudah disusun, akan
memudahkan kita untuk melakukan pengawasan terhadapa jalanya usaha.
Pengawasan ini perlu dilakukan agar tidak melenceng dari rencana yang telah
disusun.

5. Memudahkan pengendalian.
Apabila dalam pelaksanaan telah dilakukan pengawasan, jika terjadi
penyimpangan akan mudah terdeteksi, sehingga dapat di lakukan pengendalian atas
penyimpangan tersebut. Tujuan pengendalian adalah mengendalikan agar tidak
melenceng dari rel yang sesungguhnya, sehingga tujuan perusahaan akan tercapai.
2.3 Aspek-aspek Studi Kelayakan Usaha
Secara umum suatu pengerjaan proyek/usaha yang akan dilakukan dianggap
feasible (layak) adalah apabila memenuhi kriteria dibawah ini:
1. Proyek/usaha yang dikerjakan tersebut mampu memberikan manfaat yang berarti
kepada publik (masyarakat).

6 | KEWIRAUS AHA AN

2. Proyek/usaha yang dikerjakan tersebut adalah dianggap mampu berkembang


(expand) dan yang terpenting memiliki kondisi kontinuitas usaha yang tinggi.
3. Proyek/usaha yang akan dikerjakan itu nantinya diperkirakan akan mampu tahan
terhadap berbagai goncangan ekonomi (economic fluctuation) baik karena faktor
domestik maupun global.
4. Proyek/usaha yang dikerjakan tahan terhadap berbagai masalah termasuk jika
timbulnya krisis kepercayaan.
5. Proyek/usaha tersebut diharapkan akan bisa menampung lapangan pekerjaan atau
secara tidak langsung telah mencoba mengurangi angka pengangguran
(unemployment).
6. Proyek/usaha yang akan dilaksanakan tersebut diharapkan mampu memberikan
suatu keuntungan yang wajar dengan juga mampu untuk mengembalikan cicilan
bunga beserta pokoknya secara tepat waktu.
7. Proyek/ usaha yang sedang dilaksanakan adalah searah dengan konsep rencana
pembangunan pemerintah baik pemda dan pusat.
8. Manajer yang membawahi pengerjaan proyek/usaha tersebut adalah orang yang
memiliki pengalaman dan pendidikan yang cukup.
9. Manajer dan karyawan yang mengerjakan proyek/usaha tersebut adalah memiliki
performance yang dapat dipertanggungjawabkan secara konsep manajemen
modern, seperti kedisiplinan, loyalitas, kejujuran dan keinginan untuk terus
memperbaiki kesalahan.
10. Diharapkan proyek/usaha tersebut berkeinginan dalam jangka panjang untuk
menerapkan penggunaan teknologi modern guna mengantisipasi perkembangan
teknologi yang dinamis juga untuk mengantisipasi akan munculnya para pesaing.
Beberapa aspek yang tidak bisa dihilangkan dalam kajian kelayakan yaitu:
Aspek Sumber Daya Manusia (SDM)
Dalam hal membangun proyek bisnis, ketersediaan SDM-nya, yaitu manajer
proyek dan staf proyek hendaknya dikaji secara cermat. Kesuksesan suatu
perencanaan dan pelaksanaan pembangunan sebuah proyek bisnis sangat tergantung
pada SDM yang solid, yaitu manajer dan timnya. Membangun sebuat tim yang efektif

7 | KEWIRAUS AHA AN

merupakan suatu kombinasi antara seni dan ilmu pengetahuan. Dalam membangun
sebuah tim yang efektif, pertimbangan harus diadakan bukan hanya pada keahlian
teknis para manajer atau anggota tim semata, tetapi juga pada peranan penting mereka
dan keselarasan mereka dalam bekerja.
Aspek Teknis
Evaluasi aspek teknis mempelajari kebutuhan teknis proyek, sperti penentuan
kapasitas produk, jenis teknologi yang digunakan, penggunaan peralatan, dan mesin
serta lokasi usaha yang paling menguntungkan.
Setiap gagasan kewirausahaan- baik produksi barang maupun penyediaan jasamempunyai aspek teknis yang hatus dianalisis seblum usaha implementasi gagasan
dilaksanakan.
Ada dua langkah penting dalam proses ini, yaitu:
a. Identifikasi spesifikasi teknis penting
Evaluasi gagasan ventura baru hendaknya dimulai dengan identifikasi
persyaratan teknis yang kritis terhadapa pasar sehingga mampu memenuhi harapan
dari pelanggan potensial.
Persyaratan teknis yang paling penting adalah:
1. Desain fungsional produk dan daya tarik penampilannya
2. Fleksibilitas, memungkinkan adanya modifikasi cirri luar dari produk untuk
memenuhi permintaan konsumen atau perubahan teknologi dan persaingan.
3. Daya tahan bahan baku produk dapat diandalkan, kinerja produk seperti yang
diharapkan pada kondisi operasi normal
4. Keamanan produk, tidak menimbulkan bahaya pada kondisi operasional daya guna
yang bisa diterima
5. Kemudahan dan biaya pemeliharaan yang rendah
6. Standariasasi melalui dihilangkannya suku cadang yang tidak perlu
7. Kemudahan untuk diproduksi dan diproses dan kemudian untuk ditangani
b. Pengembangan dan uji coba produk
Pengembangan dan uji coba produk termasuk juga studi rekayasa, uji
laboratorium, evaluasi bahan baku alternative, serta fabrikasi model dan prototype
untuk uji lapangan. Untuk setiap tahap pengujian, hasil negative dan positif harus
ditimbang dan dilakukan penyesuaian yang perlu.

8 | KEWIRAUS AHA AN

Aspek Pemasaran
Untuk menganalisis aspek pemasaran, seorang wirausaha terlebih dahulu harus
melakukan penelitian pemasaran dengan menggunakan sistem informasi pemasaran
yang memadai berdasarkan analisis dan prediksi apakah bisnis yang akan dirintis atau
dikembangkan memiliki peluang pasar yang memadai atau tidak. Dalam analisis
pasar, biasanya terdapat beberapa komponen yang harus dianalisis dan dicermati, di
antaranya:
a. Kebutuhan dan keinginan konsumen, jika kebutuhan dan keinginan konsumen
terpenuhi, berarti peluang pasar bisnis kita terbuka dan layak bila dilihat dari
kebutuhan/keinginan konsumen.
b. Segmentasi pasar, pelanggan dikelompokkan dan diidentifikasi, misalnya
berdasarkan geografi, demografi, dan sosial budaya.
c. Target, terget pasar menyangkut banyaknya konsumen yan g dapat diraih.
d. Nilai tambah, wirausaha harus mengetahui nilai tambah produk dan jasa pada
setiap rantai pemasaran, mulai dari pemasok, agen, hingga konsumen akhir.
e. Masa hidup produk, harus dianalisis apakah masa hidup produk dan jasa bertahan
lama atau tidak.
f. Struktur pasar, harus dianalisis apakah barang dan jasa yang akan dipasarkan
termasuk pasar persaingan tidak sempurna atau sempurna.
g. Persaingan dan strategi pesaing, harus dianalisis apakah tingkat persaingan tinggi
atau rendah, jika persaingan tinggi berarti peluang pasar rendah.
h. Ukuran pasar, ukuran pasar dapat dianalisis dari volume penjualan.
i. Pertumbuhan pasar, pertumbuhan pasar dapat dianalisis dari pertumbuhan volume
penjualan.
j. Laba kotor, apakah perkiraan margin laba kotor tinggi atau rendah.
k. Pangsa pasar, pangsa pasar bisa dianalisis dari selisih jumlah barang dan jasa yang
diminta dengan jumlah barang dan jasa ditawarkan.
Aspek Produksi
Beberapa unsur dari aspek produksi/operasi yang harus dianalisis adalah:

9 | KEWIRAUS AHA AN

a. Lokasi operasi, untuk bisnis hendaknya dipilih lokasi yang paling strategis dan
efisien, baik bagi perusahaan itu sendiri maupun bagi pelanggannya.
b. Volume operasi, volume operasi harus relevan dengan potensi pasar dan prediksi
permintaan, sehingga tidak terjadi kelebihan dan kekurangan kapasitas.
c. Mesin dan peralatan, mesin dan peralatan harus sesuai dengan perkembangan
teknologi masa kini dan yang akan datang.
d. Bahan baku dan bahan penolong, bahan baku dan bahan penolong yang diperlukan
harus cukup tersedia.
e. Tenaga kerja, jumlah dan kualifikasi karyawan harus disesuaikan dengan
keperluan jam kerja dan kualifikasi pekerjaan untuk menyelesaikannya.
f. Tata letak, tata ruang atau tata letak berbagai fasilitas operasi harus tepat dan
prosesnya praktis sehingga dapat mendukung proses produksi.
Aspek Manajemen
Dalam menganalisis aspek-aspek manajemen, terdapat beberapa unsur yang harus
dianalisis, seperti:
a. Kepemilikan, bentuk kepemilikan perusahaan hendaknya dipilih yang tidak
berisiko terlalu tinggi dan menguntungkan.
b. Organisasi, bentuk organisasi perusahaan harus tepat dan efisien.
c. Tim manajemen, bila bisnis merupakan skala besar, maka sebaiknya dibentuk tim
manajemen yang solid.
d. Karyawan, karyawan harus disesuaikan dengan jumlah dan kualifikasi yang
diperlukan.
Aspek Keuangan
Analisis aspek keuangan meliputi komponen-komponen sebagai berikut:
a. Kebutuhan dana, yaitu kebutuhan dana untuk operasional perusahaan.
b. Sumber dana, yaitu sumber dana internal dan modal eksternal.
c. Proyeksi neraca, sangat penting untuk mengetahui kekayaan perusahaan.
d. Proyeksi laba rugi, proyeksi laba rugi dari tahun ke tahun menggambarkan
perkiraan laba atua rugi di masa yang akan datang.
e. Proyeksi arus kas, dari arus kas dapat dilihat kemampuan perusahaan untuk
membayar kewajiban-kewajiban keuangannya.

10 | K E W I R A U S A H A A N

Aspek Kemanfaatan
Aspek kemanfaatan yang dimaksud disini adalah bahwa proyek/usaha yang
dikerjakan tersebut nantinya diharapkan akan bermanfaat bagi masyarakat dan juga
telah turut membantu menyukseskan program pemerintah dalam pembangunan.
Aspek ini dimaksudkan untuk meyakini apakah secara yuridis rencana bisnis dapat
dinyatakan layak atau tidak.
Jika suatu rencana bisnis yang tidak layak tetap direalisasikan, bisnis berisiko
besar akan dihentikan oleh pihak yang berwajib atau oleh masyarakat. Dalam aspek
ini menyangkut siapa pelaksana bisnis, bisnis apa yang dilaksanakan, waktu
pelaksanaan bisnis, dimana bisnis dilaksanakan dan peraturan perundang-undangan
yang berlaku.
Aspek Kesempatan Kerja
Disini diharapkan bahwa proyek/usaha yang dikerjakan tersebut adalah
mampu untuk membuka lapangan pekerjaan baru kepada masyarakat yang otomatis
itu adalah membantu pemerintah untuk mengurangi jumlah angka pengangguran.
Misalnya pada usaha yang sifatnya padat karya, jelas untuk usaha seperti ini
penyerapan jumlah tenaga kerja akan terasa sangat signifikan terjadi.
Aspek Lingkungan
Aspek lingkungan menyangkut berbagai hal yang berhubungan dengan
lingkungan dan dampak yang ditimbulkan oleh keberadaan suatu perusahaan seperti
pencemaran dan kerusakan lingkungan yang ditimbulkannya. Keseimbangan
ekosistem lingkungan harus selalu dijaga pada saat kerusakan lingkungan sudah
terjadi maka mengembalikan kembali kepada keseimbangan semula adalah sangat
sulit karena proses stabilitas lingkungan itu adalah memakan waktu yang sangat lama.

Aspek Ekonomi, Sosial dan Politik


a.

Aspek Ekonomi, meliputi :


1. Rencana Pembangunan Nasional

11 | K E W I R A U S A H A A N

2. Distribusi Nilai Tambah


3. Keuntungan Ekonomi Nasional
4. Hambatan di bidang ekonomi, dan
5. Dukungan Pemerintah
b. Aspek Sosial, meliputi:
1. Perusahaan sebagai lembaga sosial
2. Perubahan kondisi sosial yang kompleks
3. Perusahaan dalam masyarakat yang pluralistik
c. Aspek Politik, diutamakan pada good news dan bad news dari situasi poitik bagi
suasana bisnis, khususnya terhadap nilai kurs.
2.4 Pihak-pihak yang Berkepentingan
Adapun pihak yang memerlukan dan berkepentingan dengan studi kelayakan
usaha di antaranya:
1. Pihak Wirausaha (Pemilik Perusahaan)
Memulai bisnis atau mengembangkan bisnis yang sudah ada sudah barang tentu
memerlukan pengorbanan yang cukup besar dan selalu dihadapkan pada
ketidakpastian. Dalam kewirausahaan, studi kelayakan usaha sangat penting
dilakukan agar kegiatan usaha tidak mengalami kegagalan dan memberi keuntungan
sepanjang waktu. Studi kelayakan berfungsi sebagai laporan, pedoman, dan bahan
pertimbangan untuk merintis dan mengembangkan usaha atau melakukan investasi
baru, sehingga bisnis yang akan dilakukan meyakinkan wirausaha itu sendiri maupun
pihak-pihak lain yang berkepentingan.
2. Investor dan Penyandang Dana
Bagi investor dan penyandang dana, studi kelayakan usaha sangat penting
untuk memilih jenis investasi yang paling menguntungkan dan sebagai jaminan atas
modal yang ditanamkan atau dipinjamkan, apakah investasi yang dilakukannya
memberikan jaminan pengembalian investasi yang memadai atau tidak. Oleh
investor, studi kelayakan sering digunakan sebagai bahan pertimbangan layak atau
tidaknya investasi dilakukan.
3. Masyarakat dan Pemerintah
Bagi masyarakat, studi kelayakan sangat diperlukan terutama sebagai bahan
kajian apakah usaha yang didirikan atau dikembangkan bermanfaat bagi masyarakat
sekitarnya atau sebaliknya justru merugikan, seperti bagaimana dampak lingkungan,

12 | K E W I R A U S A H A A N

apakah positif atau negatif. Bagi pemerintah, studi kelayakan sangat penting untuk
mempertimbangkan izin usaha atau penyediaan fasilitas lainnya.
2.5 Analisis Kelayakan Usaha
1. Analis aspek pemasaran
Untuk menganalisis aspek pemasaran, wirausaha harus terlebih dahulu
melakukan penelitian, pemasaran dengan menggunakan sistem informasi pemasaran
yang memadai berdasarakan analisis dan predeksi apakah bisnis yang akan dirintis
atau dikembangkan memiliki peluang pasar yang memadai atau tidak. Dalam analisis
pasar biasanya terdapat beberapa komponen yang harus dianalisi dan dicermati :
a. Kebutuhan dan keinginan konsumen
b. Segmentasi pasar : Pelanggan dikelompokkan berdasarkan geografi,
demokrafi dan sosial budaya
c. Target : Target pasar menyangkut banyaknya konsumen yang dapat diraih
d. Nilai tambah
e. Masa hidup produk, harus dianalisi apakah masa hidup produk dan jasa
bertahan lama atau tidak
f. Struktur pasar : Harus dianalisis apakah barang dan jasa apakah akan
dipasarkan pada pasar persaingan tidak sempurna ( seperti monopoli,
oligopoly dan monopolyctic),
g. persaingan dan strategi pesaing : Dianalisis tingkat persaingan tinggi atau
rendah. Jika persaingan tinggi berarti peluang pasar rendah, wirausaha
harus membandingkan keunggulan pesaing dilihat dari strategi produk,
harga, jaringan industri, promosi dan tingkat penggunaan teknologi.
h. Ukuran pasar : Ukuran pasar dapat dianalisi dari volum penjualan,
maksudnya jika volum penjualan tinggi berarti pasar potensial. Misalnya
dengan volum penjualan usaha sekala kecil sebersar 5 milyar pertahun
atau sebesar 10 juta perhari berarti ukuran pasar cukup besar
i. Pertumbuhan pasar : Pertumbuhan pasar dapat dianalisis dari pertumbuhan
polum penjualan. Maksudnya, jika pertumbuhan pasar tinggi (misalnya
lebih dari 20% berarti potensi pasar tinggi

13 | K E W I R A U S A H A A N

j. Laba kotor : Apakah perkiraan margin laba kotor tinggi atau rendah jika
profil margin kotor lebih dari 20 % berarti pasar potensial .
2. Analis aspek produksi atau operasi.
Beberapa unsur aspek produksi atau operasi yang harus dianalisis
adalah :
a. lokasi yang strategis dan efisien baik bagi perusahaan maupun
pelanggan. Misalnya, dekat dengan tempat pemasok, konsumen,
kealat transportasi disamping itu lokasi bisnis harus menarik agar
b.

konsumen tetap loyal


volume operasi. Volume operasi harus relevan dengan potensi
pasar dan predeksi permintaan sehingga tidak terjadi kelebihan
atau kekurangan kapasitas. Volume operasi yang berlebihan akan
menimbulkan

masalah

baru

dalam

penyimpanan

atau

penggudangan pada akhirnya akan mempengaruhi harga pokok


penjualan.
c. Mesin dan peralatan : Mesin dan peralatan harus sesuai dengan
perkembangan teknologi masa kini dan yang akan datang serta
harus disesuaikan dengan jenis produksi agaran tidak terjadi
kelebihan kapasitas
d. Bahan baku dan bahan penolong : Bahan baku dan bahan
penolong suatu sumber daya yang diperlukan harus cukup
tersedia. Persedia tersebut harus sesuai dengan kebutuhan
e.

sehingga biaya bahan baku menjadi efisien


Tenaga kerja : Beberapa jumlah tenaga kerja yang diperlukan dan
bagaimana kualifikasinya. Jumlah dan kualifikasi karyawan harus
sesuai dengan keperluan jam kerja dan kualifikasi pekerjaan untuk
menyelesaiknnya.

3. Analisis manajemen

14 | K E W I R A U S A H A A N

Dalam menganalisis aspek-aspek manajemen terdapat beberapa unsur


yang harus dianalisi seperti :
a. Kepemilikan, apakah unit bisnis yang akan didirikan merupakan
milik pribadi atau milik bersama
b. Organisasi
c. Tim manajemen, bisnis akan dikelolah sendiri atau dilibatkan
secara prepesional
4. Analisis aspek keuangan
Aspek analisis keuangan meliputi

komponen-komponen sebagai

berikut:
a. Kebutuhan dana, yaitu kebutuhan dana untuk operasional
perusahaan, misalnya besarnya dana untuk aktiva tetap, modal
kerja dan pembiayaan awal
b. Sumber dana. ada beberapa sumber dana yang layak digali yaitu
sumber dana internal (misalnya modal disetor dan laba ditahan)
dana modal eksternal (misalnya penerbitan obligasi dan pinjaman)
c. Proyeksi laba rugi, Proyeksi laba rugi dimasa yang akan datang,
Komponennya meliputi proyeksi penjualaan, biaya dan laba rugi
d. Proyeksi arus khas, dari arus khas dapat dilihat kemapuan
perusahaan untuk membayar kewajiban-kewajiban keuangannya.
Ada tiga jenis arus khas yaitu:
1. Arus khas masuk, merupakan penerimaan berupa hasil penjualan atau
pendaftaran
2. Arus khas keluar, merupakan biaya-biaya, termasuk pembayaran bunga
dan pajak
3. Arus khas masuk bersih, merupakan selisih dari arus khas masuk dan arus
khas keluar ditambah penyusutan dan perhitungan bunga setelah pajak

15 | K E W I R A U S A H A A N

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Studi kelayakan usaha merupakan cara untuk mengetahui hal-hal yang perlu
diperhatikan dalam memulai suatu bisnis atau usaha. Dalam memulai usaha banyak
yang harus diperhatikan, mulai dari lokasi, barang yang akan di gunakan untuk usaha,
sasaran atau objek yang akan menerima barang, dana yang yang dibutuhkan untuk
menjalankan usaha tersebut. Sehingga perlunya studi kelayakan usaha.
Didalam melakukan usaha atau bisnis harus diperhatikan hal-hal yang yang
penting, antara lain: tujuan kelayakan usaha, pihak yang berkepentingan seperti
pemilik perusahaan, invester atau pemberi dana, masyarakat dan pemerintah, serta
perlunya mengetahui aspek-aspek mengenai kelayakan usaha, yaitu : Aspek Sumber
daya manusia, produksi, pemasaran, teknis, keuangan, kemanfaatan barang,
kesempatan kerja, manajamen, lingkungan, social, ekonomi, dan politik. Agar
nantinya dalam berwirausaha berjalan lancer dan sesuai dengan target atau tujuan
yang kita inginkan sehingga menjadi wirausaha yang sukses.

16 | K E W I R A U S A H A A N

DAFTAR PUSTAKA
Fahmi, Irham. Dkk. 2010. Studi Kelayakan Bisnis Teori Dan Aplikasi. Cet-2.
Alfabeta. Bandung.
Rusdiana, A. 2014. KEWIRAUSAHAAN Teori dan Praktik. CV Pustaka Setia.
Bandung.
Suryana. 2006. Kewirausahaan. Salemba Empat. Jakarta.
Umar, Husein. 2007. Studi Kelayakan Bisnis. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

17 | K E W I R A U S A H A A N