Anda di halaman 1dari 27

PENYAKIT DIVERTIKULAR

ICHTIYAUMULLAIL
1410211.156

DEFINISI
Penyakit divertikular adl suatu kelainan dimana
terjadi herniasi mukosa/submukosa dan
hanya
dilapisi
oleh
tunika
serosa(Pseudodivertikular
atau
false
divertikular) pd lokasi dinding kolon yang
lemah yaitu tempat dimana vasa rekta
menembus dinding kolon.
Jika semua dinding kolon mengalami herniasi
maka disebut true divertikular dan biasanya
kongenital.

Divertikulum : kantong yang berbatas


tegas dengan berbagai macam ukuran
yang terjadi scr normal atau terbentuk
karena herniasi membran mukosa melalui
defek yang tdpt dalam selaput otot
organ .
Divertikulum kolon : hernia didapat
pada mukosa kolon yang menembus
lapisan otot dindingnya kadang dapat
meradang (diverticulitis)

Divertikulosis : ditemukan satu atau lebih


divertikel dalam kolon,tanpa peradangan.
Divertikula : jika ditemukan banyak divertikel
Predivertikular : terjadi herniasi
mukosa/submukosa dan masih tetap berada
pd dinding kolon dan belum seluruhnya
herniasi melewati dinding olon.
Peridivertikulitis : respon inflamasi yang
melampaui divertikulum itu sendiri.
Divertikulitis : perforasi dari divertikulum
yang diikuti oleh infeksi dan inflamasi yang
menyebar ke dinding kolon,mesentrium organ2
sekitar atau mikro/makro perforasi bebas ke
kavum peritoneum.

EPIDEMIOLOGI
Semakian tua semakin meningkat kejadiannya
Prevalensi pada laki2 obesitas
usia <40 tahun ditemukan 2-5%
Usia 60 tahun 30%
Usia >70 tahun 50%
Usia > 80 tahun 80 %

Menurut jenis kelamin


Usia < 50 tahun byk pd laki2
Usia > 70 tahun byk pd perempuan

ETIOLOGI DAN
PATOGENESIS
Kurangnya konsumsi serat dan rendahnya residu dlm makanan yg
dikonsumsi krn telah diolah di pabrik spt
gandum,gula,tepung,makanan kaleng menyebabkan perubahan
milieu (lingkungan) interior dalam kolon .
Makanan berserat tinggi (biji2an,sayur,buah) berpengaruh dlm
pembentukan tinja yg lebih padat dan besar memperpendek
waktu transit fese dlm kolonmengurangi tekanan intraluminal
mencegah timbulnya divertikel.
Serat juga penting utk
fungsi fermentasi bakteri dlm kolon
merupakan substrat utama dlm produksi asam lemak rantai pendek utk
pengadaan energi utk mukosa kolon
Mempengaruhi pertumbuhan mukosa dengan cara meningkatkan aliran
darah.

Kurang konsumsi serat penurunan massa feses


menjadi kecil2 dan keras waktu transit kolon lebih
lambat absorbsi air lebih banyak dan output
menurun menyebabkan tekanan dlm kolon
meningkat utk mendorong massa feses keluar
mengakibatkan segmentasi kolon yang berlebihan
Segmentasi kolon berlebihan kontraksi otot
sirkuler dinding kolon utk mendorong isi lumen kolon
faktor penyebab Penyakit Divertikular.
Segmentasi yg meningkat oklusi pd kedua ujung
segmen tekanan intraluminal meningkat secar
berlebihan tjd herniasi mukosa/submukosa
terbentuk divertikel.

Faktor usia usia lanjut


perubahan struktur kolagen dinding
usus penurunan tekanan mekanik
dinding kolon mudah tjd divertikel.
Faktor lingkungan merokok dan
obat NSAID (asetominofen)
meningkatkan resiko komplikasi.

GAMBARAN KLINIK DAN KOMPLIKASI


70-75% pasien tidak ada gejala klinis
15-25% timbul divertikulitis dg
komplikasi
nyeri perut pd kuadran kiri bawah
Demam
Leukositosis
Komplikas peritonitis generalisata
akibat perforasi,abses,phlegmon
(penyebaran inflamasi difus dg
pembentukan eksudat/nanah),
perdarahan perforasi,obstruksi usus.

PEMERIKSAAN FISIK
Nyeri palpasi perut kiri
Nyeri rebound (nyeri lepas tekan)
tanda adanya iritasi-inflamasi
peritoneal akibat mikro/makro
perforasi dg peritonitis generalisata.
Teraba massa jk proses inflamasi
mjd phlegmon atau abses.

Perforasi terjadi krn tkenan intraaluminal meningkat


atau krn divertikel tersumbat o/ feses tjd erosi
dinding divertikel jd inflamasi, nekrosis,perforasi.
Mikroperforasi bisa dilokalisir tubuh timbul
phlegmon atau abses.
Perdarahan pd divertikel
30-50% masif
30% ringan
15% hy 1x selama hidup

Perdarahan tiba2 (terutama jk divertikel di kolon


kanan) tanpa gejala nyer abdomen.

KLASIFIKASI STADIUM KLINIK


DIVERTIKULITIS AKUT
Menurut Hitchey :
Stadium I :
Peridivertikular plegmon dg
mikroabses

Stadium II :
Perikolik atau pelvik makroabses

Stadium III :
Peritonitis generalisata
purulenta

Stadium IV :
Peritonitis feculen generalisata
dg feses.

DIAGNOSIS
1. 60-70% berd. Gejala khas :
nyeri perut kuadan kiri bawah
Demam
Adanya massa pada palpasi

2. X-ray abdomen
Dilatasi usus kecil/besar tanda ileus (pd divertikulitis akut 3050%)
Tanda obstruksi,densitas jaringan lemak adanya phlegmon/abses

3. CT scan
penebalan dinding kolon,steaky mesentric fat,tanda
abses/phlegmon

4. USG abdomen
Penebalan dinding kolon dan massa yang kistik

DIAGNOSIS BANDING
Semua keadaan dalam kolon merupakan
diagnosis banding PD dan tergantung
lokalisasinya antara lain :
Karsinoma kolorektal
Pielonefritis
Sindrom usus iritatis (IBS)
Penyakit inflamasi usus (IBD)
Kolitis iskemik
Apendisitis
Penyakit radang panggul (PID)
Hemoroid

TATA LAKSANA
Pengobatan Konservatif
SERAT makanan berserat/cereal bran sebagai
suplemen dlm makanan pd pengobatan simptomatik dan
asimptomatik mencegah dan mengurangi gejala dan
komplikasi
Cereal bran menurunkan waktu transit di sepanjang
saluran cerna
Mengurangi makan lemak dan daging
Perbanyak sayur dan buah
Tambahan serat 30-40 gram/hari atau pemberian
laktulosa meningkatkan berat feses 2x 15 ml/hari
Antibiotik rifaximin + suplemen serat utk mengurangi
gejala PD tidak berkomplikasi

Pada Divertikulitis akut dilanjutkan upaya utk mengatasi


inflamasi akut divertikulitis :
Mengurangi intake oral
Pemberian cairan/elektrolit intravena
Antibiotik sepktrum luas

Tindakan Operatif dilakukan jika :

Perforasi bebas dg peritonitis generalisata


Obstruksi
Abses yg tidak dapat diresolusi melalui piranti perkutan
Fistula
Pengobatan konservatif tidak berhasil dan keadaan pasien
memburuk

Tindakan bedah pd penyakit


divertikuum komplikata mencakup
1. Pengalihan proksimal aliran isi
usus besar dg ileostomi atau
kolostomi dan tambalan
omentum yg dijahitkan disertai
drainase
2. Reseksi dg kolostomi dan fistula
mukus atau penutupan usus
distal disertai pembentukan
kantong hartman
3. Reseksi disertai anastomosis
(koloproktostomi)
4. Reseksi dg anastomosis dan
pengalihan (koloproktostomi dg
ileostomi atau kolostomi)

DIVERTIKULITIS
ICHTIYAUMULLAIL
1410211.156

DEFINISI
Ada 2 jenis divertikulum di usus :
1. Divertikulum sejati

Suatu herniasi mirip kantong keseluruhan


dinding usus.

2. Divertikulum
semu/pseudodivertikulum

Hanya berupa penonjolan mukosa melewati


muskularis propria kolon.
Jenis divertikulum yg paling sering
mengenai kolon.

Penonjolan terjadi di titik tempat arteri


nutrien,atau vasa rekti menembus
muskularis propria yang menyebabkan
terganggunya integritas dinding kolon.
Divertikulum sering mengenai kolon
sigmoid krn disini zona tekanan tinggi
tjd dalam kolon sigmoid shg kontraksi
lebih besar dan tinja tinggi lemak yang
tertahan dlm lumen sigmoid krn konstipasi
menyebabkan tbtuk divertikulum.

Divertikulitis adalah peradangan


divertikulum, berkaitan dg retensi
bahan berbentuk partikel di dalam
kantong divertikulum dan
pembentukan fekalit.
Akibatnya vasa rekta tertekan atau
mengalami erosi menyebabkan
perforasi atau perdarahan.

EPIDEMIOLOGI
Divertikulitis kolon mengenai hampir
separuh ornag berusia >60 tahun
Hanya 20% yang menimbulkan
gejala
Rata2 muncul gejala usia 59 tahun
Pada pria lebih banyak muncul gejala
pada usia lebih muda.

GAMBARAN KLINIS
Divertikulitis akut non-komplikata
Demam
Anoreksia
Nyeri abdomen kuadran kiri bawah
Obstipasi
Pada <25% kasus dtg dg peritonitis
generalisata menunjukan adanya
perforasi divertikulum

Pemeriksaan Fisik
Distensi abdomen dan tanda peritonitis
loka

Pemeriksaan lab
Leukositosis

DIAGNOSIS
Paling baik ditegakkan dg CT scan
ditemukan :
Divertikulum sigmoid
Dinding kolon menebal >4mm
Peradangan di dalam lemak perikolon