Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH ILMU DASAR

KEPERAWATAN
MANFAAT DAN KERUGIAN SINAR INFRARED
DAN ULTRAVIOLET PADA KESEHATAN

DISUSUN OLEH
NAMA

: JONEAS MURIGOL

NIM

: 14061142

KELAS

:A

FAKULTAS

: KEPERAWATAN

UNIVERSITAS KATOLIK DE LA SALLE MANADO


2015

KATA PENGANTAR
Pertama-tama saya syukur ke hadirat Tuhan Yang MahaKuasa, atas semua rahmat-Nya sehingga
mata pelajaran tentang makalah SINAR INFRARED DAN ULTRAVIOLET PADA
KESEHATAN yang bertemakan ini dapat saya hadirkan sebagai bahan ajar mandiri mahasiswa
dalam rangka meningkatkan belajar mahasiswa.
Bahan belajar ini disusun berdasarkan Judul yang telah diketahui kebenarnya.penyajian makalah
ini terdiri dari pengertian, manfaat dan bahayanya tentang makalah judul makalah diatas. Saya
berharap dengan makalah ini dapat membantu mahasiswa. Dengan membuatnya makalah
sendiri-sendiri di harapkan mahasiswa dapat menjalankan-nya dengan sungguh-sungguh dan
dituntut agar bisa membuat atau memecah persoalan tentang membuat makalah ini.
Akhir kata dari saya ucapkan terima kasih. Semoga makalah ini dapat menambah wawasan bagi
penulis maupun pembacannya. Kritik dan saran saya harapkan sebagai upaya perbaikan makalah
ini.

DAFTAR ISI

Lembar pengesahan
Kata pengantar
Daftar isi
Bab I Pendahuluan meliputi:
A.
B.
C.
D.

Latar Belakang Masalah


Rumusan masalah
Tujuan penulisan makalah
Manfaat penulisan makalah

Bab II pembahasan yang mencakupi sebagai berikut:


Apa Pengertian dari ultraviolet dan infra red/merah
Apa saja manfaat sinar ultraviolet dan infra red
Apa bahaya sinar ultraviolet dan infra red
Bagaimana cara menghindari dampak negative ultra violet dan infra red
Bab III: PENUTUP
A. Kesimpulan
B. saran

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Ultra violet adalah sinar tidak tampak yang merupakan bagian energi yang berasal dari matahari.
Sedangkan infra merah adalah radiasi elektromagnetik dari panjang gelombang lebih panjang
dari cahaya tampak, tetapi lebih pendek dari radiasi gelombang radio. Sinar ultra violet dan infra
merah dapat membakar mata, rambut, dan kulit jika bagian tubuh tidak dilindungi, atau jika
terlalu banyak terkena sinar tersebut. Meskipun demikian, sinar UV dan Infra red sangat berguna
dalam ekosistem kita.
sinar Ultra violet dan infra red sangat bermanfaat bagi tubuh kita, untuk membangun
kekebalan terhadap penyakit-penyakit.
Seringkali kita hanya mengerti bahwa sinar ultraviolet dan ultra red berbahaya bagi tubuh
dan sebaliknya hanya penting bagi tubuh kita.
1.2 Rumusan masalah
Apa Pengertian dari Sinar Ultra violet dan infra red?
Apa saja manfaat sinar ultra violet dan infra red?
Apa bahaya sinar ultra violet dan infrared?
Bagaimana cara menghindari dampak negative ultra violet?
Penyakit-penyakit akibat sinar ultravioler dan infra red?

1.3 Tujuan
Agar mahasiswa mengetahui Pengertian dari Sinar Ultra violet dan infra red
Agar mahasiswa mengetahui manfaat sinar ultra violet dan infra red
Agar mahasiswa mengetahui bahaya sinar ultra violet dan infra red
Agar mahasiswa mengetahui cara menghindari dambak negative ultra violet dan infra red

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian ulta violet dan infra red
SINAR ULTRAVIOLET
Radiasi matahari merupakan gelombang electromagnet dengan spectrum yang lengkap. Radiasi
ultraviolet (UV) adalah bagian dari radiasi matahari. Radiasi ultraviolet memiliki panjang
gelombang antara sinar X dan cahaya tampak, dan dinamai ultraviolet karena frekuensinya lebih
tinggi dari pada sinar ungu (violet). Radiasi ultraviolet masih dibagi lagi menjadi UV-A dengan
panjang gelombang (400 320) nm, UV-B dengan panjang gelombang (320 290) nm, dan UVC dengan panjang gelombang (290 - 100) nm. Dari ketiga jenis radiasi ultraviolet tersebut, UV-A
dan UV-B yang sampai ke permukaan bumi.
Sinar matahari dapat memberikan efek nyata pada kulit yaitu menyebabkan penuaan dini, cancer
kulit dan sejumlah perubahan lain pada kulit yang bersifat merusak. Bila kita terpapar dengan
sinar ultraviolet UVA/UVB dari sinar matahari, maka 90% dapat menyebabkan timbulnya
penuaan dini pada kulit. Banyak perubahan yang terjadi pada kulit semula diduga karena
memang proses penuaan seperti kulit terlihat bercak-bercak, mudah memar, serta timbul garisgaris kerutan, sebenarnya adalah akibat dari terpapar sinar ultraviolet dalam jangka waktu lama.
UV C (100 290 nm), juga disebut "Gelombang Pendek" (Short Wave).
Jenis sinar UV yang satu ini adalah yang paling berbahaya, tapi UV C tidak dapat sampai ke
permukaan bumi karena la-pisan ozon di atmosfir sudah menyaringnya. Radiasinya hampir
selalau diserap kembali oleh lapisan ozon dan tidak mempengaruhi kulit. Namun radiasinya
dapat juga ditemukan pada sumber-sumber buatan seperti pada : lampu mercury, dan lampu
pembunuh mikroorganisme (biasa digunakan untuk mensterilkan kamar operasi di Rumah Sakit.
UVB (290 320 nm), yang juga disebut "Gelombang Medium" (Medium Wave)
Sinar UV B memiliki panjang gelombang sedang dan tidak dapat menembus lapisan permukaan
dari kulit. Sinar UV B dapat mempengaruhi epidermis, dengan cara menstimulasi melanin atau

pigmen berwarna merah-coklat yang mewarnai kulit, yang berfungsi untuk melindungi kulit dari
sinar matahari berbahaya. UV B dapat memberikan warna kecoklatan (tan) pada kulit yang
bertahan selama 48 jam. Sinar ini juga berguna untuk merubah vitamin D di dalam tubuh agar
dapat memperbaiki kandungan kalsium dalam tulang. Sayangnya, sinar UV B dapat
menyebabkan kulit terbakar dan sel-sel kulit bermutasi.
Radiasi paling keras radiasinya antara jam 10 pagi dan jam 2 siang saat matahari sedang panaspanasnya, juga akan lebih keras dimusim-musim panas, dapat menyerap kekulit sampai 70%,
namun radiasi jenis ini tidak mampu menembus kaca, sehingga aman bila kita berada diruang
kaca maupun didalam mobil.
UVA (320 400 nm), yang juga disebut "Gelombang Panjang" atau "blacklight";
Jenis sinar UV yang pertama ini memiliki gelombang yang relatif panjang dan mewakili sekitar
95% dari semua sinar UV yang mencapai permukaan bumi. Semula dikira hanya mempunyai
efek kecil terhadap kerusakan kulit, ternyata hasil penelitian sekarang diketahui bahwa radiasi
sinar ini merupakan penyebab utama kerusakan kulit, dapat menembus kulit lebih dalam dan
bekerja lebih efektif merusak kulit. Intensitas radiasi UVA lebih konstan daripada UVB tanpa ada
variasi jam dan musim serta mampu menembus kaca, berdasarkan kondisi ini dapat dipastikan
bahwa radiasi UVA lebih sangat berbahaya untuk kulit kita.
Sinar UV A bertanggung jawab untuk membuat kulit menua: mereka me-nyerang elastine, seratserat kola-gen, dan protein dalam kulit, di mana bekas-bekasnya akan permanen. Area yang
terbakar sinar matahari akan selalu sensitif seumur hidup, dan harus dilindungi dengan
perawatan yang ekstrim. Sinar ini juga membuat radikal bebas yang membuat serat dan sel-sel
pendukung berubah yang akhirnya berakibat penuaan dini. Ini akan menimbulkan munculnya
kerutan, noda penuaan, dan penyakit kulit ringan maupun serius (melanoma atau kanter kulit).
2.2. Manfaat Sinar Ultraviolet dan infra red
Sinar ultraviolet memiliki beberapa manfaat untuk kelangsungan kehidupan makluk di
bumi, diantaranya :
1. Sumber alami vitamin D
Seperti kita ketahui, manfaat vitamin D memiliki beberapa kontribusi penting bagi tubuh seperti :

meningkatkan penyerapan kalsium dan fosfor dari makanan

membantu memperkuat tulang, gigi

membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh

menurunkan resiko terjangkitnya berbagai jenis penyakit seperti rakhitis (penyakit


pelunakan tulang pada anak-anak)

mencegah kanker usus besar

menghindari eksim

mencegah penyakit kuning.

2. Membantu pengobatan penyakit

Psoriasis, yaitu gangguan kronis pada kulit yang menyebabkan kulit bersisik,gatal,
kering, muncul bercak merah yang menyakitkan. Peranan dari sinar UV adalah dengan
memperlambat pertumbuhan sel-sel kulit serta mengurangi gejalanya.

Lupus vulgaris ( TBC kulit ), yaitu penyakit yang menghasilkan borok besar pada wajah
dan leher. Penyakit ini sulit disembuhkan dan sering meninggalkan bekas luka yang sangat
menggannggu penampilan. Seorang dokter asal Denmark bernama Neils Finzen
mengembangkan sebuah penemuan berupa lampu UVB yang dapat menyembuhkan penyakit ini.

Vitiligo, yaitu hilangnya pigmentasi kulit yang disebabkan oleh kerusakan sel-sel
penghasil pigmen / melanosit. Dalam pengobatannya, pasien diberikan obat yang disebut
psoralen untuk membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar UV dan selanjutnya terkena radiasi
UV A.
3. Meningkatkan Mood
Penelitian menunjukkan bahwa manfaat smatahari dapat merangsang kelenjar pineal dalam otak
untuk memproduksi bahan kimia tryptamines. Sinar matahari berguna untuk meningkatkan
suasana hati (mood).
4. Membantu proses deteksi makanan
Bagi hewan seperti burung, reptil, dan berbagai jenis serangga, sinar UV dapat membantu untuk
menemukan sumber makanan, seperti buah-buahan yang matang, bunga, serta biji-bijian.
5. Membantu proses navigasi serangga
Beberapa jenis serangga menggunakan pancaran sinar UV dari benda-benda langit untuk
membantu proses navigasi dalam penerbangan. Karena itulah terkadang pancaran cahaya dapat
menarik serangga terbang.
6. Membantu proses desinfeksi dan sterilisasi kuman dan bakteri
Sinar UV sangat efektif membunuh mikroorganisme seperti virus dan juga bakteri dengan cara
menembus membran sel dan menghancurkan DNA, sehingga kemampuan virus dan bakteri
untuk bereproduksi dan berkembang biak bisa dihentikan. Seperti pada dunia medis, sinar UV
digunakan untuk mensterilkan alat-alat kesehatan, serta ruang operasi.
7. Membantu mencegah berbagai jenis kanker

Sebuah penelitian menyatakan bahwa paparan sinar matahari dalam tingkat tertentu, dapat
membantu mencegah terjangkitnya berbagai jenis kanker, seperti kanker payudara, kanker
prostat, dan kanker usus.
8. Melindungi kulit saat tersengat sinar matahari
Sinar UV dapat merangsang melanosit (sel yang terletak di lapisan paling bawah stratum basal
pada epidermis kulit, lapisan tengah mata, telinga dalam, meninges, tulang dan jantung) untuk
menghasilkan lebih banyak pigmen melanin. Hal ini nantinya akan melindungi kulit dari bahaya
sinar matahari, seperti terjangkitnya kanker kulit.
Selain itu, sinar matahari juga dapat merangsang ketebalan lapisan bagian atas kulit. Hal inilah
yang menjadikan kulit lebih kuat menghadapi beberapa masalah, seperti luka dan paparan sinar
matahari itu sendiri.
9. Membantu proses fotosintesis pada tumbuhan
Sinar ultraviolet dapat membantu proses fotosintesis yang menghasilkan zat makanan seperti
karbohidrat. Proses memasak makanan ini, dilakukan oleh tumbuhtumbuhan yang mengandung
zat hijau daun (klorofil), alga dan beberapa jenis bakteri.
10. Membunuh bakteri dalam air minum
Pada depo-depo air, proses penyaringan air membutuhkan proses yang steril dan higienis untuk
menghasilkan air yang murni serta bebas dari kuman penyakit. Dalam proses penyaringan ini,
sinar ultraviolet digunakan untuk membunuh bakteri pada air yang sedang di saring.
Manfaat Terapi Sinar Inframerah Jauh :
* Meningkatkan sirkulasi mikro dengan mengerahkan efek rotasi dan vibrasi yang kuat pada
tingkat molekuler .
* Meningkatkan pengiriman oksigen dan nutrisi dalam sel darah ke daerah jaringan lunak tubuh .
* Meningkatkan regenerasi dan penyembuhan cepat .
* Meningkatkan metabolisme antara darah dan jaringan .
* Meningkatkan fungsi sel darah putih , sehingga meningkatkan respon imun dan penghapusan
patogen asing dan produk limbah selular .
* Menghapus akumulasi toksin dengan meningkatkan sirkulasi getah bening yang sering
merupakan inti dari berbagai masalah kesehatan .
* Merangsang hipotalamus , yang mengontrol produksi zat kimia saraf yang terlibat dalam
proses biologis seperti tidur , mood , sensasi rasa sakit , dan tekanan darah .
demikian beberapa manfaat terapi sinar inframerah. terapi ini bisa anda dapatkan melalui alat
pijat DOLPHIN MASSAGER dengan inframerah yang bisa anda gunakan setiap hari bagi

kesehatan anda Manfaat lain yang dapat diperoleh dari pancaran gelombang elektromagnetik
dari sinar inframerah adalah sebagai berikut:
a.

Menjaga kadar air dalam tubuh

b.

Menaikkan suhu tubuh

c.

Melenturkan rongga pembuluh darah

d.

Membantu perkembangan sel-sel tubuh

e.

Meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit

f.

Membantu memperbaiki kondisi kesehatan tubuh sehingga dapat memperpanjang umur

g.

Menghilangkan pengaruh yang ditimbulkan oleh zat-zat racun yang ada di dalam tubuh.

h.

Mendiagnosa suatu penyakit

i.

Mendeteksi masalah sirkulasi,radang sendi,arthritis,dan kanker.

j.

Digunakan dalam Night Vision Device

2.3. Bahaya Sinar Ultraviolet


Selain memiliki berbagai manfaat, kita juga harus mewaspadai berbagai bahaya paparan sinar
UV, seperti :
1. Penyebab terjadinya kanker kulit
Sinar UV mengandung karsinogen ( zat yang dapat menimbulkan kanker ) yang paling umum
pada lingkungan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa, sinar UV merupakan penyebab utama
terjadinya kanker kulit seperti karsinoma sel basal, karsinoma sel skuamosa, dan melanoma.
Kanker kulit ditandai dengan munculnya bintik-bintik coklat pada kulit. Untuk itu disarankan
untuk menggunakan sunblock setiap kali beraktivitas di bawah terik matahari.
2. Dapat Membakar kulit
Sinar UV, khususnya UV-B dapat mengakibatkan sel kekebalan tubuh yang ada pada kulit
melepaskan histamin dalam jumlah yang besar. Hal ini mengakibatkan pembesaran pembuluh
darah, peradangan akut, serta dapat mematikan berbagai jenis sel kulit yang berdampak pada
terjadinya pengelupasan pada kulit. Pemakaian sunblock dapat mengurangi resiko terbakarnya
kulit.

3. Mempercepat proses penuaan dini


Sinar UV dapat mengakibatkan hancurnya kolagen dan jaringan ikat di bawah lapisan atas kulit.
Hal inilah yang menyebabkan kulit menjadi keriput, kecoklatan, muncul bintik-bintik, serta
hilangnya elastisitas kulit.
4. Merusak sistem kekebalan tubuh
Paparan radiasi UV yang berlebih dapat memicu bahaya pada sistem kekebalan tubuh. Sengatan
sinar matahari dapat mengubah distribusi dan fungsi sel darah putih untuk melawan penyakit.
Sehingga dapat menyebabkan kerusakan sistem kekebalan yang melindungi tubuh dari bakteri,
mikroba, virus, racun dan parasit.
5. Memicu kerusakan pada mata
Terlalu lama berada di bawah paparan sinar ultraviolet pada intensitas yang tinggi dapat
menyebabkan rusaknya jaringan sel-sel pada mata serta memicu resiko terjadinya photokeratitis.
Keadaan ini seperti sensasi terbakar pada permukaan mata. Jika semakin parah, gangguan ini
dapat menyebabkan terjadinya komplikasi.
Pada tahun 1998, Journal of American Medical Association menyatakan bahwa sinar matahari
dapat meningkatkan risiko kerusakan pada mata seperti katarak, kebutaan, pterygium dan
Pinguekula. Radiasi sinar UV dapat mengakibatkan reaksi oksidasi pada lensa mata, sehingga
dapat menimbulkan kekeruhan pada lensa mata. Oleh karena itu, sebaiknya pergunakanlah
kacamata hitam saat anda sedang berada di bawah sinar matahari yang terik.
6. Dapat Memudarkan Warna
Sinar UV juga dapat merubah pigmen atau zat pewarna yang biasa digunakan pada makanan,
kain, plastik, cat, tinta, dan bahan-bahan lainnya.
7. Dapat Melumerkan Plastik
Berbagai jenis bahan polimer yang biasa digunakan untuk menaruh barang-barang konsumen
seperti plastik, nilon dan polystyrene, dapat pecah atau kehilangan kekuatan karena paparan sinar
UV.
Demikianlah beberapa manfaat sinar ultraviolet dan bahayanya bagi kehidupan kita.
Bahaya inframerah bagi tubuh
Radiasi HP dapat mengacaukan gelombang otak, menyebabkan sakit kepala, kelelahan, dan
hilang memori, pemakaian HP bisa menyebabkan kanker otak.

Selain itu efek negative dari radiasi HP antara lain kerusakan sel saraf, menurunnya atau bahkan
hilangnya konsentrasi, merusak sistem kekebalan tubuh, meningkatkan tekanan darah, hingga
gangguan tidur dan perubahan aktivitas otak.
Pengguna( pembuatan pancaran sinar inframerah) harus disesuaikan dengan kondisi tertentu.
Kebanyakan alat kesehatan sinar infra merah membutuhkan arus listrik
Sulitnya mengetahui kerusakan. Hal ini disebabkan tingkat kerusakan setiap komponen dari alat
tersebut tidak sama, sehingga sangat sulit untuk mengetahui alat tersebut berfungsi 100%
(normal

2.4. Cara Menghindari Dampak Negatif Sinar Ultra Violet dan infrared
a)

Carilah tempat yang teduh


Carilah tempat yang teduh ketika anda melakukan kegiatan luar ruangan di siang atau sore hari
(khususnya pada jam 10:00 sampai 15:00). Jangan mengira aman hanya karena langit mendung.
Radiasi ultraviolet bisa melewati awan dan kabut.

b)

Kenakan kemeja lengan panjang, celana panjang, sarung tangan, topi bertepi lebar atau payung
Hindari pakaian tipis yang tembus radiasi. Bila menggunakan payung, pilihlah payung berbahan
tidak tembus cahaya.

c)

Gunakan pelembab (lotion) tabir surya dan ulangi penerapannya beberapa kali, sesuai petunjuk
pada label.
Pilihlah tabir surya spektrum luas dengan faktor perlindungan matahari (spf) minimal 15. Tabir
surya tidak memberikan perlindungan penuh. Jangan terlalu lama di bawah terik sinar matahari
meskipun anda menggunakan tabir surya. Carilah tempat yang teduh

d)

Pakailah kacamata hitam


Pakailah kacamata hitam yang menyaring radiasi ultraviolet. Mata anda tidak memiliki
pertahanan alami terhadap matahari, dan kerusakan mata dari sinar uv dapat menyebabkan
katarak. Penggunaan kacamata hitam dapat memblokir lebih dari 95% radiasi UV-A.

e)

Berikan perlindungan ekstra pada bayi dan anak-anak.


Kulit bayi dan anak-anak lebih sensitif dibandingkan kulit orang dewasa, sehingga mereka
membutuhkan perlindungan ekstra jika keluar di bawah terik matahari untuk waktu yang lama.
Anak-anak harus memakai topi, pakaian lengan panjang, dan celana panjang. Bila anda
menerapkan tabir surya pada anak, pastikan telah meliputi bagian-bagian tubuh mereka yang

paling rawan, termasuk tangan, telinga, wajah, dan leher. Hindari menggunakan tabir surya pada
bayi
f)

Menghindari sengatan langsung sinar matahari terutama pada saat matahari mencapai titik
kulminasi. Pada kondisi ini energi sinar ultraviolet

g)

dipermukaan bumi mencapai puncaknya.


Melindungi kulit secara fisik, seperti menggunakan topi lebar, payung, atau pakaian.

h)

Memakai tabir surya, sun block yang mengandung bahan yang menyerap, menghambur dan
memantulkan energi sinar matahari.
2.5. Penyakit mata
Penyakit mata sangat beragam dan tidak semuanya dapat menular. Jika penyakit mata
disebabkan virus atau bakteri maka bisa menular, sedangkan jika penyebabnya alergi tidak akan
menular. Cara penanganan dan pencegahan macam-macam penyakit mata ini pun berbeda,
tergantung penyebabnya. Berikut ini beragam penyakit mata yang perlu Anda ketahui : agar tidak
terjadi glaukoma karena kepekaan syaraf pada otot konjungtiva pada mata
Miopi
Miopi yakni seseorang yang tidak dapat melihat benda yang berjarak jauh. Biasanya terjadi pada
pelajar.dapat dibantu dengan kacamata berlensa cekung. Hipermetropi Hipermetropi yaitu
seseroang yang tidak dapat melihat benda yang berjarak dekat dari mata. Dapat dibantu dengan
kacamata berlensa cembung.
Presbiopi
Presbiopi adalah seseorang yang tidak dapat melihat benda yang berjarak dekat maupun berjarak
jauh.Dapat dibantu dengan kacamata berlensa rangkap. Biasa terjadi pada lansia. Kerabunan dan
kebutaan Buta berarti seseorang tidak dapat melihat benda apapun sama sekali. Buta bisa saja
diakibatkan keturunan, maupun kecelakaan. Rabun berarti seseorang hanya dapat melihat dengan
samar-samar. Orang-orang yang buta maupun rabun biasanya "membaca" dengan jari-jarinya. Ini
disebut huruf Braille.
Buta warna
Buta warna adalah suatu kondisi dimana seseorang sama sekali tidak dapat membedakan warna.
Yang dapat dilihat hanyalah warna hitam, abu-abu, dan putih. Buta warna biasanya merupakan
penyakit turunan. Artinya jika seseorang buta warna, hampir pasti anaknya juga buta warna.
Katarak Katarak adalah suatu penyakit mata di mana lensa mata menjadi buram karena
penebalan Lensa Mata dan terjadi pada orang lanjut usia (lansia). Astigmatis = ketidakaturan
lengkung - lengkung permukaan bias mata yang berakibat cahaya tidak fokus pada satu titik
retina(bintik kuning). Dapat dibantu dengan kacamata slinder/Operasi refraktif.

Rabun senja
Rabun senja adalah penyakit mata yang disebabkan karena mata kekurangan vitamin A.
Penderita biasanya tidak bisa melihat pada saat sore hari saja.
Konjungtivitis (menular)
Merupakan penyakit mata akibat iritasi atau peradangan akibat infeksi di bagian selaput yang
melapisi mata. Gejalanya mata memerah, berarir, terasa nyeri, gatal, penglihatan kabur, dan
keluar kotoran. Penyakit ini mudah menular dan bisa berlangsung berbulan-bulan. Beberapa
faktor menjadi penyebabnya, seperti infeksi virus atau bakteri, alergi (debu, serbuk, angin, bulu
atau asap), pemakaian lensa kontak dalam jangka waktu panjang dan kurang bersih. Bayi pun
bisa mengalami sakit mata, hanya penyebabnya berbeda yaitu karena infeksi ketika melewati
jalan lahir. Pada bayi, penyakit ini disebut konjungtivitis gonokokal dan umumnya mata bayi
baru lahir akan ditetesi obat mata atau salep antibiotika untuk mematikan bakteri penyebabnya.
Jika Anda atau keluarga mengalami penyakit ini, lakukan penanganannya dengan cara berikut:
Kompres mata dengan air hangat Gunakan obat tetes mata atau salep antibiotika seseui resep
dokter. Bersihkan tangan sebelum mengoleskan salep agar iritasi tidak tambah parah. Cegah
penularan penyakit ke orang lain dengan memisahkan alat-alat yang digunakan oleh Anda dan
orang-orang.
Trakoma (menular)
Infeksi pada mata yang disebabkan bakteri Chlamydia trachomatis yang berkembang biak di
lingkungan kotor atau bersanitasi buruk serta bisa menular. Penyakit ini sering menyerang anakanak, khususnya di negara berkembang. Memiliki gejala : mata memerah, mengeluarkan
kotoran, pembengkakan kelopak mata dan kelenjar getah bening dan kornea terlihat keruh.
Penanganan :
Jauhkan alat/benda yang sudah dipakai penderita dari orang lain. Salep antibiotika mengandung
tetracycline dan erthromycin biasanya akan diberikan selama satu bulan atau lebih. Jika tidak
segera ditangani dapat menyebabkan pembentukan jaringan parut pada kornea sehingga
menyebabkan bulu mata melipat ke dalam lalu terjadi gangguan penglihatan. Pembedahan
mungkin perlu dilakukan jika terjadi kelainan bentuk pada kelopak mata atau kornea.
Keratokonjungtivitas Vernalis (KV) Penyakit iritasi/peradangan pada bagian kornea (selaput
bening) akibat alergi sehingga menimbulkan rasa sakit. Memiliki gejala mata merah, berair,
kelopak mata bengkak, gatal, dan adanya kotoran mata. KV merupakan peradangan yang
berulang atau musimam dan penderitanya cenderung kambuh, khususnya di musim panas.
Kadang ada penderita KV yang mengalami kerusakan pada sebagian kecil kornea sehingga
menyebabkan nyeri yang akut. Penanganannya dengan cara berikut : Jangan menyentuh atau
menggosok mata karena bisa menyebabkan iritasi. Kompres mata dengan air hangat. Dokter
biasanya akan memberikan obat tetes mata. Endoftalmitis Infeksi pada lapisan mata bagian
dalam sehingga bola mata bernanah. Gejalanya mata merah, terasa nyeri bahkan sampai
mengalami gangguan penglihatan. Infeksi ini cukup berat sehingga harus segera ditangani karena
bisa menimbulkan kebutaan. Penyebab biasanya karena mata tertusuk sesuatu.

Penanganan:
Obat antibiotika biasanya akan diberikan oleh dokter mata Dilakukan pembedahan untuk
mengeluarkan nanah yang ada di bola mata.
Selulitis Orbitalis (SO)
Penyakit mata akibat peradangan pada jaringan di sekitar bola mata. Gejalanya mata merah,
nyeri, kelopak mata bengkak, bola mata menonjol dan bengkak, serta demam. Pada anak-anak,
SO sering terjadi akibat cedera mata, infeksi sinus atau infeksi berasal dari gigi. Dokter biasanya
akan melakukan rontgen gigi dan mulut atau CT Scan sinus untuk memastikan penyebabnya.
Jika tidak segera mendapatkan penanganan, penyakit bisa berakibat fatal, seperti buta, infeksi
otak atau pembekuan darah di otak. Berikut penanganan yang bisa Anda lakukan : Jika kasus
tergolong ringan, dapat diberikan antibiotika secara oral. Pada kasus berat akan diberikan
antibiotika melalui pembuluh darah atau melakukan pembedahan untuk mengeluarkan nanah
atau mengeringkan sinus yang terinfeksi.
Blefaritis
Peradangan yang terjadi pada kelopak mata akibat produksi minyak berlebihan dan berasal dari
lapisan mata. Memiliki gejala berupa mata merah, panas, nyeri, gatal, berarti, terdapat luka di
bagian kelopak mata dan membengkak, bahkan rontoknya bulu mata. Blefaritis terbagi dua jenis,
yaitu blefaritis anterior (peradangan mata bagian luap depan yaitu di melekatnya bulu mata,
disebabkan bakteri stafilokukus). Dan blefaritis posterior (peradangan di kelopak mata bagian
dalam, bagian kelopak mata dan bersentuhan dengan mata, disebabkan adanya kelainan pada
kelenjar minyak).
Penanganan:
Rajin membersihkan sekitar kelopak mata untuk menghilangkan kelebihan minyak dengan
menggunakan pembersih khusus. Salep antibiotika untuk membunuh bakteri.
Dakrosistitis
Penyakit mata yang disebabkan penyumbatan pada duktus nasolakrimalis (saluran yang
mengalirkan air mata ke hidung). Penyumbatan disebabkan alergi sehingga menyebabkan infeksi
di sekitar kantung air mata yang menimbulkan nyeri, warna merah dan bengkak, bisa
mengeluarkan nanah dan mengalami demam.
Penanganan:
Pemberian antiobiotika oral atau melalui pembuluh darah. Pengompresan dengan air hangat di
sekitar kantung air mata. Pembedahan perlu dilakukan jika terjadi kantung nanah.
Ulkus Kornea (UK)

Infeksi pada kornea bagian luar dan biasanya terjadi akibat jamur, virus, protozoa, atau beberapa
jenis bakteri seperti stafilokokus, pseudomonas atau pneumokukus. Awalnya bisa karena
kelilipan atau tertusuk benda asing. Penyakit ini bisa terjadi di seluruh permukaan kornea sampai
bagian dalam dan belakang kornea. Ketika penyakit ini memburuk dapat menyebabkan
komplikasi infeksi di bagian kornea yang lebih dalam, perforasi kornea (terjadi lubang), kelainan
letak iris (Selaput pelangi) dan kerusakan mata. Memiliki gejala mata merah, gatal, berair, nyeri,
muncul kotoran mata, peka pada cahaya, terdapat bintik nanah warna kuning keputihan pada
bagian kornea, dan gangguan penglihatan.
Penanganan:
Perlu melakukan pemeriksaan seperti tes refraksi, tes air mata, pengukuran kornea,dan tes
respons refleks pupil. UK tingkat ringan dapat ditangani dengan tetes mata mengandung
antibiotika, antivirus atau antijamur. Jika berat mungkin memerlukan pembedahan untuk
pencangkokan kornea.
Degenerasi Makula[1]
Pada orang yang berusia di atas 65 tahun, kebutaan permanen mungkin saja terjadi. Penyebabnya
adalah degenerasi makula yang dapat mengganggu penglihatan fungsional Anda.
Makula adalah bagian dari retina yang berfungsi untuk mengatur fokus pandangan. Selain usia,
degenerasi makula bisa disebabkan diabetes, merokok, obesitas, dan hipertensi.
Penanganan
Degenerasi makula dapat dicegah dengan konsumsi makanan yang mengandung lutein dan
zeaxanthin. Misalnya, daun pepaya, bayam, kol Brussels, kuning telur, jagung, avokad, kacang
pistachio, goji berries, paprika oranye, kiwi, anggur, jus jeruk, dan zucchini. Degenerasi makula
juga bisa dihambat dengan memperbanyak konsumsi minyak ikan Omega-3

BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Ultra violet adalah Radiasi matahari merupakan gelombang electromagnet dengan spectrum yang
lengkap. Radiasi ultraviolet (UV) adalah bagian dari radiasi matahari. Radiasi ultraviolet
memiliki panjang gelombang antara sinar X dan cahaya tampak, dan dinamai ultraviolet karena
frekuensinya lebih tinggi dari pada sinar ungu (violet). Radiasi ultraviolet masih dibagi lagi
menjadi UV-A dengan panjang gelombang (400 320) nm, UV-B dengan panjang gelombang
(320 290) nm, dan UV-C dengan panjang gelombang (290 - 100) nm. Dari ketiga jenis radiasi
ultraviolet tersebut, UV-A dan UV-B yang sampai ke permukaan bumi.
Inframerah adalah radiasi elektromagnetik dari panjang gelombang lebih panjang dari cahaya
tampak, tetapi lebih pendek dari radiasi gelombang radio. Namanya berarti "bawah merah" (dari
bahasa Latin infra, "bawah"), merah merupakan warna dari cahaya tampak dengan gelombang
terpanjang. Radiasi inframerah memiliki jangkauan tiga "order" dan memiliki panjang
gelombang antara 700 nm dan 1 mm. Inframerah ditemukan secara tidak sengaja oleh Sir
William Herschell, astronom kerajaan Inggris ketika ia sedang mengadakan penelitian mencari
bahan penyaring optis yang akan digunakan untuk mengurangi kecerahan gambar matahari pada
teleskop tata surya
3.2. Saran
Kita harus waspada pada pancaran sinar yang berlansung sejak pukul 09.00 hingga 15.00,
sebab disaat waktu tersebut sinar matahari mengandung sinar UV yang dapat merusak kulit.
Sinar Ultraviolet dan infra red adalah sinar yang tidak tampak dan tampak yang merupakan
bagian energi yang berasal dari sinar. Sinar sinar ini dapat membakar mata, rambut, dan kulit
jika bagian tubuh tidak dilindungi, atau jika mereka terlalu banyak terkena sinar matahari.
Meskipun

demikian,

sinar

UV

sangat

berguna

dalam

ekosistem

kita.

DAFTAR PUSTAKA
http// wikipedia. Org/wiki/Inframerah
Tim Penyusun. (1982). Ensiklopedia Indonesia . Chapter31. Jakarta: Ichtiar Baru - Van Hoeve
Turkle, Sherry (1995). Life on The Screen: Identity in the Age of the Internet. New York:
Touchstone.

Diposkan oleh Syamsul Rizal di 21.34


https://www.google.co.id/search?q=sinar+ultraviolet&ie=utf-8&oe=utf8&rls=org.mozilla:en-

Anda mungkin juga menyukai