Anda di halaman 1dari 22

Definisi Terapi Komplementer

Menurut WHO (World Health Organization), pengobatan komplementer adalah pengobatan nonkonvensional yang bukan berasal dari negara yang bersangkutan. Jadi untuk Indonesia, jamu
misalnya, bukan termasuk pengobatan komplementer tetapi merupakan pengobatan tradisional.
Pengobatan tradisional yang dimaksud adalah pengobatan yang sudah dari zaman dahulu digunakan
dan diturunkan secara turun temurun pada suatu negara. Tapi di Philipina misalnya, jamu Indonesia
bisa dikategorikan sebagai pengobatan komplementer.
Terapi komplementer adalah cara Penanggulangan Penyakit yang dilakukan sebagai pendukung
kepada Pengobatan Medis Konvensional atau sebagai Pengobatan Pilihan lain diluar Pengobatan
Medis yang Konvensional.
Berdasarkan data yang bersumber dari Badan Kesehatan Dunia pada tahun 2005, terdapat 75 80%
dari seluruh penduduk dunia pernah menjalani pengobatan non-konvensional. Di Indonesia sendiri,
kepopuleran pengobatan non-konvensional, termasuk pengobatan komplementer ini, bisa diperkirakan
dari mulai menjamurnya iklan iklan terapi non konvensional di berbagai media

Jenis Jenis Terapi Komplementer


1. Praktek-praktek penyembukan tradisional seperti ayurweda dan akupuntur.
2. Terapi fisik seperti chiropractic, pijat, dan yoga.
3. Homeopati atau jamu-jamuan.
4. Pemanfaatan energi seperti terapi polaritas atau reiki
5. Teknik-teknik relaksasi, termasuk meditasi dan visualisasi.
6. Suplemen diet, seperti vitamin dan mineral
Fokus Terapi Komplementer
1. Pasien dengan penyakit jantung.
2. Pasien dengan autis dan hiperaktif
3. Pasien kanker
Peran Perawat Dalam Terapi Komplementer
1. Perawat adalah sebagai pelaku dari terapi komplementer selain dokter dan praktisi terapi.
2. Perawat dapat melakukan intervensi mandiri kepada pasien dalam fungsinya secara holistik dengan
memberikan advocate dalam hal keamanan, kenyamanan dan secara ekonomi kepada pasien.
Teknik Terapi Komplementer
Di Indonesia ada 3 jenis teknik pengobatan komplementer yang telah ditetapkan oleh Departemen
Kesehatan untuk dapat diintegrasikan ke dalam pelayanan konvensional, yaitu sebagai berikut :
Akupuntur
Akupunktur medik yang dilakukan oleh dokter umum berdasarkan kompetensinya. Metode yang
berasal dari Cina ini diperkirakan sangat bermanfaat dalam mengatasi berbagai kondisi kesehatan

tertentu dan juga sebagai analgesi (pereda nyeri). Cara kerjanya adalah dengan mengaktivasi berbagai
molekul signal yang berperan sebagai komunikasi antar sel. Salah satu pelepasan molekul tersebut
adalah pelepasan endorphin yang banyak berperan pada sistem tubuh.
Terapi hiperbarik,
Terapi heperbarik yaitu suatu metode terapi dimana pasien dimasukkan ke dalam sebuah ruangan
yang memiliki tekanan udara 2 3 kali lebih besar daripada tekanan udara atmosfer normal (1
atmosfer), lalu diberi pernapasan oksigen murni (100%). Selama terapi, pasien boleh membaca,
minum, atau makan untuk menghindari trauma pada telinga akibat tingginya tekanan udara
Terapi herbal medik,
Terapi herbal medic yaitu terapi dengan menggunakan obat bahan alam, baik berupa herbal terstandar
dalam kegiatan pelayanan penelitian maupun berupa fitofarmaka. Herbal terstandar yaitu herbal yang
telah melalui uji preklinik pada cell line atau hewan coba, baik terhadap keamanan maupun
efektivitasnya. Terapi dengan menggunakan herbal ini akan diatur lebih lanjut oleh Departemen
Kesehatan Republik Indonesia.
Dari 3 jenis teknik pengobatan komplementer yang ada, daya efektivitasnya untuk mengatasi berbagai
jenis gangguan penyakit tidak bisa dibandingkan satu dengan lainnya karena masing masing
mempunyai teknik serta fungsinya sendiri sendiri. Terapi hiperbarik misalnya, umumnya digunakan
untuk pasien pasien dengan gangren supaya tidak perlu dilakukan pengamputasian bagian tubuh.
Terapi herbal, berfungsi dalam meningkatkan daya tahan tubuh. Sementara, terapi akupunktur
berfungsi memperbaiki keadaan umum, meningkatkan sistem imun tubuh, mengatasi konstipasi atau
diare, meningkatkan nafsu makan serta menghilangkan atau mengurangi efek samping yang timbul
akibat dari pengobatan kanker itu sendiri, seperti mual dan muntah, fatigue (kelelahan) dan neuropati.
Persyaratan Dalam Terapi Komplementer
Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, yaitu sebagai berikut :
Sumber daya manusia harus tenaga dokter dan atau dokter gigi yang sudah memiliki kompetensi.
Bahan yang digunakan harus yang sudah terstandar dan dalam bentuk sediaan farmasi.
Rumah sakit yang dapat melakukan pelayanan penelitian harus telah mendapat izin dari Departemen
Kesehatan Republik Indonesia dan akan dilakukan pemantauan terus menerus

TERAPI KOMPLEMENTER

I.

PENGERTIAN

Terapi Komplementer adalah cara penanggulangan penyakit yang dilakukan sebagai pendukung
kepada pengobatan medis konvensional atau sebagai pengobatan pilihan lain diluar pengobatan medis
yang konvensional.
Terapi Komplementer adalah semua terapi yang digunakan sebagai tambahan untuk terapi
konvesional yang direkomendasikan oleh penyelenggara pelayanan kesehatan induvidu.
Pengobatan Komplementer adalah pengobatan non konvensional yang bukan berasal dari Negara
yang bersangkutan (WHO).

II. TUJUAN
Sebagai pengobatan pilihan lain diluar pengobatan medis.
Untuk memperbaiki fungsi dari system system tubuh, terutama system kekebalan dan pertahanan
tubuh.
Lebih berserah diri dan ikhlas menerima keadaan.

III. MACAM MACAN TERAPI KOMPLEMENTER


1.

System medis Alternatif

a.

Akupuntur

Suatu metode tradisional Cina yang menghasilkan analgesia atau perubahan fungsi system tubuh
dengan cara memasukan jarum tipis sepanjang rangkaian garis atau jalur yang disebut meredian.
Manipulasi jarum langsung pada meridian energi akan mempengaruhi organ internal dalam dengan
pengalihan qi
b.

Ayurveda

System pengobatan tradisional Hindu yang memkombinasikan obat herbal, obat pencahar dan minyak
gosok.
c.

Pengobatan Homeopatic

System mengobatan medis yang didasari pada teori bahwa penyakit tertentu dapat diobati dengan
memberikan dosis kecil substansi yang ada pada individu sehat akan menghasilkan gejala seperti
penyakit.
d.

Pengobatan Naturopatik

System pengobatan didasari pada makanan alami, cahaya, kehangatan, pijatan air segar, olah raga
teratur dan menghindari pengobatan, mengenali kemampuan mnyembuhkan tubuh alami.
e.

Pengobatan Tradisional Cina

Kumpulan tehnik dan metode sistematik termasuk akupuntur, pengobatan herbal, pijatan, akupreser,
moxibustion (menggunakan panas dari herbal yang dibakar), qigong (menyeimbangkan aliran energi
melalui gerakan tubuh).

2.

Terapi Biologis

Menggunakan substansi alam seperti herbal, makanan dan vitamin.


a.

Zona

Progam diet yang memerlukan makanan berprotein, karbohidrat dan lemak dengan perbandingan
30:40:30.

Digunakan untuk menyeimbangkan insulin dan hormone lain untuk kesehatan yang optimal.
b.

Diet Mikrobiotik

Diutamakan diet vegetarian.


c.

Pengobatan Ortomolekuler

Meningkatkan nutrisi seperti vitamin c dan bertakoren.

3.

Menipulasi Dan Metode Didasari Tubuh

Didasari pada manipulasi dari atau penggerakan dari satu atau lebih bagian tubuh.
a.

Akupresur

Tehnik terapetik mempergunakan tekanan digital dalam cara tertentu pada titik yang dibuat pada
tubuh untuk mengurangi rasa nyeri menghasilkan analgesic atau mengatur fungsi tubuh.
b.

Pengobatan Kiropratik

System terapi yang melibatkan manipulasi kolumna spinalis dan memasukan fisiotherapy dan terapi
cliet.
c.

Metode Feldenkrais

Terapi alternatif yang didasarkan pada citra tubuh yang baik melalui perbaikan pergerakan tubuh.
d.

Tai chi

Terapi alternatif yang menghubungkan pernafasan, pergerakan dan meditasi untuk membersihkan,
memperkuat dan sirkulasi energi dan darah kehidupan yang penting.
e.

Terapi Pijat

Manipulasi jaringan ikat melalui pukulan, gosokan atau meremas untuk meningkatkan sirkulasi,
memperbaiki sifat otot dan relaxsi.
f.

Sentuhan Ringan

Sentuhan pada klien dengan cara yang tepat dan halus untuk membuat hubungan menunjukkan
penerimaan dan memberikan penghargaan.
4.

Intervensi tubuh dan pikiran

Menggunakan berbagai tehnik yang di buat untuk meningkatkan kapasitas pikiran untuk
mempengaruhi tubuh.
a.

Terapi Seni

Menggunakan seni untuk mendamaikan konflik emosional, meningkatkan kewaspadaan diri dan
mengungkapkan masalah yang tidak di katakan dan didasari klien penyakit mereka.

b.

Umpan balik biologis

Suatu proses yang memberikan individu dengan informasi visual dan suara tentang fungsi fisiologis
otonomi tubuh.

5.

Intervensi tubuh-pikiran

Menggunakan berbagai tehnik yng dibuat untuk meningkatkan kapasitas pikiran guna mempengaruhi
fungsi dan gejala tubuh.
a.

Terapi Dansa

Sarana memperdalam dan memperkuat terapi karena merupakan ekspresi langsung dari pikiran dan
tubuh.
b.

Terapi Pernafasan

Menggunakan segala jenis pola pernafasan untuk merelaxasi, memperkuat atau membuka jalur
emosional.
c.

Imajinasi Terbimbing

Tehnik terapiutik untuk mengobati kondisi patologis dengan berkonsentrasi pada imajinasi atau
serangkaian gambar.
d.

Meditasi

Praktik yang ditujukan pada diri untuk merelaxasi tubuh dan menenangkan pikiran menggunakan
ritme pernafasan yang berfokus.
e.

Terapi Musik

Menggunakan music untuk menunjukkan kebutuhan fisik, psikologis, kogniti dan sosial individu yang
menderita cacat dan peny.
f.

Usaha Pemulihan (doa)

Berbagai tehnik yang menggunakan dalam banyak budaya yang menggabungkan pelayanan,
kesabaran, cinta atau empati dengan target doa.
g.

Psikoterapi

Pengobatan kelainan mental dan emosional dengan tehnik psikologi


h.

Yoga

Tehnik yang befokus pada susunan otot, postur, mekanisme pernafasan dan kesadaran tubuh.

6.

Terapi Energi

Melibatkan penggunaan medan energi

a.

Terapi Reiki

Terapi yang berasal dari praktik budha kuno di mana praktisi menempatkan tangannya pada atau
diatas bagian tubuh dan memindahkan keharmonisan dan keseimbangan untuk mengobati gangguan
kesehatan.
b.

Sentuhan terapiutik

Pengobatan melibatkan pedoman keseimbangan energi atau praktisi dalam suatu cara yang disengaja
tidak semua pasien.

IV. EFEK SAMPING TERAPI KOMPLEMENTER


Pada terapi akupuntur dapat terjadi komplikasi seperti infeksi karena sterilesasi jarum yang tidak
adekuat atau jarum yang ditinggalkan dalam tempat untuk waktu yang lama, jarum yang patah,
perasaan mengantuk pasca pengobatan. Kontraindikasi pengobatan pada individu yang memiliki
kelainan perdarahan trombositopeni, infeksi kulit atau yang memiliki ketakutan terhadap jarum.
Kontaminasi dengan herbal atau bahan kimia lain termasuk pestisida dan logam berat juga terjadi,
tidak semua perusahaan menjalankan pengawasan kualitas yang ketat dan garis pedoman pabrik yang
menentukan standar untuk kadar pestisida yang dapat diterima, bahan pelarut sisa tingkat bacterial
dan logam berat untuk alasan ini pembelian obat herbal hanya dari pabrik yang mempunyai reputasi.
Label pada produk herbal harus mengandung nama ilmiah tanaman nama dan alat pabrik yang
sebenarnya, tanggal kemasan dan tanggal kadaluarsa.
Di Indonesia ada 3 jenis tehnik pengobatan komplementer yang telah di terapkan oleh Derpartemen
Kesehatan untuk di Integrasikan ke dalam pelayanan konvensional yaitu:
1.

Akupuntur Hiperbarik

Dilakukan oleh dokter umum berdasarkan kompetensinya.


2.

Terapi Hiperbarik

Yaitu suatu metode terapi dimana pasien di masukan ke dalam sebuah ruangan yang memiliki tekanan
udara atmosfir normal, lalu di beri pernafasan oksigen murni (100%)
3.

Terapi herbal medic

Yaitu terapi dengan menggunakan obat bahan alami baik berupa herbal terstandar dalam kegiatan
pelanyanan penelitian maupun berupa fitofarmaka.

DASAR HUKUM
1.
Peraturan Menteri kesehatan RI nomor 1109 tahun 2007 tentang penyelenggaraan pengobatan
komplementer-alternatif pelayanan kesehatan.

2.
Permenkes RI no 1186 / Menkes / per / XI / 1996 tentang pemanfaatan akupuntur di sarana
pelayanan kesehatan.
3.
Keputusan Menteri Kesehatan RI no 1076 / Menkes / SK / VII / 2003 tentang penyelenggaraan
pengobatan tradisional.
4.

Keputusan Menteri Kesehatan RI no 121 tahun 2008 tentang standar pelayanan Medik Herbal.

PENERAPAN DALAM PRATIK KEPERAWATAN


Keperawatan holistic menghormati serta mengobati jiwa, tubuh dan pikiran klien, perawatan
menggunakan Intervensi Keperawatan holistic seperti terapi relaxasi, terapi music, sentuhan ringan
dan usaha pemulihan (doa). Intervensi seperti ini mempengaruhi Individu secara keseluruhan (jiwa,
tubuh, pikiran) dan merupakan pelengkap yang bersifat efektif ekonomis, non, invasive serta non
farmakologis untuk pelayanan medis terapi tersebut di susun dalam 2 tipe:
1.

Terapi yang dapat diakses keperawatan.

Di mana seorang perawat dapat mulai mempelajari dan mempergunakanya dalam pelayanan klien.
2.

Terapi latihan spesifik

Di mana seorang perawat tidak dapat melakukan tanpa pelatihan tambahan dan atau sertifikat.

1.

TERAPI YANG DAPAT DIAKSES KEPERAWATAN

Relaksasi
Tujuan : agar individu mampu memonitor dirinya secara terus menerus terhadap indicator ketegangan
serta untuk membiarkan, melepaskan dengan sadar ketegangan yang terdapat di bebagai tubuh.
Macam relaxsasi:
a.

Relaksasi progresif

Mengajarkan individu bagaimana beristirahat dengan efektif dan mengurangi ketegangan pada tubuh.
b.

Relaksasi pasif

Mengajarkan individu untuk merelaksasikan sekelompok otot secara pasif.


Cara terapi relaksasi :
a.

Meditasi dan pernafasan berirama

Menyediakan lingkungan yang tenang.

Membantu klien untuk mendapatkan kenyamanan saat sedang duduk atau berbaring,minta
klien untuk tetap diam sebisa mungkin dan bergerak jika perlu agar tetap merasa nyaman.


Menginstruksikan klien untuk bernafas kedalam dan keluar secara perlahan dan dalam
menggunakan otot perut.

Pada awal setiap mengeluarkan nafas,minta klien untuk menyebut angka satu dalam
pikirannya,lanjutkan ketahap meditasi.

Menjelaskan ketika pikiran mengembara,bawa kembali untuk memulai mengeluarkan nafas


dalam tanpa pertimbangan.

Minta klien melakukan setiap jenis latihan selama 5,10,15 dan 20 menit

Lakukan setiap hari untuk minimal satu jenis latihan.

b.

Relaksasi dan progesif

Menyediakan linkungan yang tenang

Membantu klie untuk mendapatkan kenyamanan saat sedang duduk atau berbaring, meminta
klien untuk tetap diam sebisa mungkin dan bergerak jika perlu agar tetap merasa nyaman.

Mengintrusikan klien untuk menutup mata dan mempertahankan sikap mau menerima.

Menginstuksikan untuk bernafas dalam dan keluar secara perlahan dan dalam menggunakan
otot otot patu paru

Saat klien bernafas secara perlahan dan nyaman, instrukasikanb klien untuk merelaksasikan dan
meregangkan otot sesuai urutan yang di perintahkan, menengankan dan merelasaksikan serta
merasakan tiap bagian yang berelaksasi.

Instruksikan klien untuk menegangkan dan kemudian merelaksasikan betis, lutut, dan
seterusnya.
c.

Relaksasi dengan gerakan sensoris

Menyediakan tempat yang tenang

Membantu klien untuk mendapatkan kenyamanan saat sedang duduk atau berbaring, meminta
klien untuk tetap diam sebisa mungkin dan bergerak jika perlu agar tetap merasa nyaman.

Menginstruksikan klien untuk menutup mata dan mempertahankan sikap mau menerima.

Menginstruksikan klien untuk bernafas ke dalam dan ke luar secara perlahan dan dalam
menggunakan otot otot perut.

Instrusikan klien untuk mengulang secara perlahan lahan menyelesaikan setiap kalimat berikut
dengan suara rendah atau untuk dirinya:
Sekarang saya sadar melihat.
Sekarang saya sadar merasakan
Sekarang saya sadar mendengarkan..


Instrusikan klien untuk mengulng dan menyelesaikan setiap kata empat kali, kemudian tiga kali,
kemudian dua kali dan terakhir satu kali.
d.

Relaksasi dengan music

Menfasilitasi klien dengan alat perekam dan alat pendengar.

Meminta klien untuk mendapatkan posisi yang nyaman (duduk atau berbaring dengan tangan
dan kaki di silang) dan untuk menutup mata dan mendengarkan music melalui alat pendengar.

Instrusikan klien untuk membanyangkan terapung atau ditiup dengan music ketika sedang
mendengarkan.
Evaluasi:

Mangkaji tanda tanda vital klien terutama pola pernafasan.

Minta klien untuk menggambarkan tingkat ketegangan atau perasaan kawatir.

Mengamati klien terhadap adanya perilaku yang menunjukan kecemasan.

2.
a.

TERAPI LATIHAN SPESIFIK


Umpan balik biologis

Merupakan suatu kelompok prosedur terapeutik yang menggunakan alat elektronik, atau
elektromekanik untuk mengukur, memproses dan memberikan informasi bagi individu tentang
aktivitas system saraf otonom dan neuro moskuler.
b.

Sentuhan terapiutik

Sentuhan terapiutik merupakan satu potensi alami manusia yang terdiri dari meletakkan tangan
praktisi pada atau dekat dengan tubuh seseorang kemudian praktisi mencoba mengarahkan energi
yang ada dalam tubuhnya untuk membawa individu kembali masuk kedalam keseimbangan energi
yang sama dengan praktisi.
c.

Terapi kiropraktik

Manipulasi spinal yang diarahkan pada sendi tertentu ole praktisi dengan menggunakan tangan atau
alat.
d.

Akupuntur

Merupakan metode stimulasi titik tertentu pada tubuh dengan memasukan jarum kusus untuk
memodifikasi persepsi rasa nyeri, menormalkan fungsi fisiologis serta mengobati dan mencegah
penyakit.
e.

Terapi herbal

Menggunakan tanaman, hewan, atau mineral.

Pengertian Terapi Komplementer


Terapi komplementer adalah cara penanggulangan penyakit yang dilakukan sebagai pendukung
kepada pengobatan medis konvensional atau sebagai pengobatan pilihan lain di luar pengobatan
medis yang konvensional.
Terapi komplementer adalah pengobatan non konvensional yang bukan berasal dari negara yang
bersangkutan.Misalnya, jamu bukan termasuk pengobatan komplementer tetapi merupakan
pengobatan tradisional (WHO).
2.2 Perkembangan Terapi Komplementer
Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) tentang penggunaan pengobatan
tradisional termasuk di dalamnya pengobatan komplementer alternatif yang meningkat dari tahun ke
tahun, bahkan hasil penelitian tahun 2010 telah digunakan oleh 40% dari penduduk Indonesia.
2.3 Tujuan Terapi Komplementer
Terapi komplementer bertujuan untuk memperbaiki fungsi dari sistem sistem tubuh, terutama sistem
kekebalan dan pertahanan tubuh agar tubuh dapat menyembuhkan dirinya sendiri yang sedang sakit,
karena tubuh kita sebenarnya mempunyai kemampuan untuk menyembuhkan dirinya sendiri, asalkan
kita mau mendengarkannya dan memberikan respon dengan asupan nutrisi yang baik lengkap serta
perawatan yang tepat.
2.4 Metode Terapi Komplementer
2.4.1 Hipnoterapi
Hypnotherapy adalah suatu metode dimana pasien dibimbing untuk melakukan relaksasi, dimana
setelah kondisi relaksasi dalam ini tercapai maka secara alamiah gerbang pikiran bawah sadar
sesesorang akan terbuka lebar, sehingga yang bersangkutan cenderung lebih mudah untuk menerima
sugesti penyembuhan yang diberikan.
Hipnoterapi dapat juga dikatakan sebagai suatu teknik terapi pikiran menggunakan hipnotis. Hipnotis
bisa diartikan sebagai ilmu untuk memberi sugesti atau perintah kepada pikiran bawah sadar.Orang
yang ahli dalam menggunakan hipnotis untuk terapi disebuthypnotherapist.
Hipnoterapi menggunakan sugesti atau pengaruh kata - kata yang disampaikan dengan teknik - teknik
tertentu.Satu - satunya kekuatan dalam hipnoterapi adalah komunikasi.Setiap perawat sudah cukup
akrab dengan namanya komunikasi karena pekerjaannya adalah langsung berinteraksi dengan orang
banyak, termasuk klien dan keluarga. Oleh karena itu tak akan banyak waktu jika dibutuhkan latihan,
sebab hampir setiap hari kita berkomunikasi dengan orang asing. Perawat mampu menghipnotis
pasien jika dia memahami bahasa yang perawat gunakan.
2.4.1.1 Proses Hypnoterapi
Untuk memahami Hypnosis atau Hypnotherapy secara mudah dan benar, sebelumnya kita harus
memahami bahwa aktivitas pikiran manusia secara sederhana dikelompokkan dalam 4 wilayah yang
dikenal dengan istilah Brainwave, yaitu :
1) Beta adalah kondisi pikiran pada saat sesorang sangat aktif dan waspada. Kondisi ini adalah
kondisi umum ketika seseorang tengah beraktivitas normal. Frekwensi pikiran pada kondisi ini sekitar
14 24 Cps (diukur dengan perangkat EEG).
2) Alpha adalah kondisi ketika seseorang tengah fokus pada suatu hal (belajar, mengerjakan suatu
kegiatan teknis, menonton televisi), atau pada saat seseorang dalam kondisi relaksasi. Frekwensi
pikiran pada kondisi ini sekitar 7 14 Cps.
3) Theta adalah kondisi relaksasi yang sangat ekstrim, sehingga seakan-akan yang bersangkutan
merasa tertidur, kondisi ini seperti halnya pada saat seseorang melakukan meditasi yang sangat

dalam. Theta juga gelombang pikiran ketika seseorang tertidur dengan bermimpi, atau kondisi REM
(Rapid Eye Movement). Frekwensi pikiran pada kondisi ini sekitar 3.5 7 Cps.
4) Delta adalah kondisi tidur normal (tanpa mimpi). Frekwensi pikiran pada kondisi ini sekitar 0.5
3.5 Cps.
Kondisi Hypnosis sangat mirip dengan kondisi gelombang pikiran Alpha dan Theta.Yang sangat
menarik, bahwa kondisi Beta, Alpha, dan Theta, merupakan kondisi umum yang berlangsung secara
bergantian dalam diri kita.Suatu saat kita di kondisi Beta, kemudian sekian detik kita berpindah ke
Alpha, sekian detik berpindah ke Theta, dan kembali lagi ke Beta, dan seterusnya.
Pada saat setiap orang menuju proses tidur alami, maka yang terjadi adalah gelombang pikiran ini
secara perlahan-lahan akan menurun mulai dari Beta, Alpha, Theta, kemudian Delta dimana kita
benar-benar mulai tertidur. Perpindahan wilayah ini tidak berlangsung dengan cepat, sehingga
sebetulnya walaupun seakan-akan seseorang sudah tampak tertidur, mungkin saja ia masih berada di
wilayah Theta.
Pada wilayah Theta seseorang akan merasa tertidur, suara-suara luar tidak dapat didengarkan dengan
baik, tetapi justru suara-suara ini didengar dengan sangat baik oleh pikiran bawah sadarnya, dan
cenderung menjadi nilai yang permanen, karena tidak disadari oleh pikiran sadar yang
bersangkutan.
2.4.1.2 Syarat - syarat melakukan hypnoterapi
Secara konvensional, Hypnotherapy dapat diterapkan kepada mereka yang memenuhi persyaratan
dasar, yaitu :
1) Bersedia dengan sukarela
2) Memiliki kemampuan untuk focus
3) Memahami komunikasi verbal.
4) Klien jelas aspek apa yang ingin diatasi dengan hipnoterapi.
5) Dalam satu sesi hipnoterapi hanya satu aspek saja yang dibereskan. Untuk itu klien perlu
menetapkan dengan hati-hati dan jelas apa yang paling utama dan penting untuk dibereskan di sesi
hipoterapi.
6) Harus ada niat sungguh-sungguh dari diri sendiri untuk berubah atau keluar dari masalah.
7) Klien percaya sepenuhnya pada terapis.
8) Menjalankan bimbingan terapis dengan sungguh-sungguh.
9) Komitmen menjalani hingga maksimal 4 sesi konsultasi dan atau terapi. Komitmen awal adalah
untuk 2 sesi. Satu sesi berlangsung selama 2 (dua) jam. Bila masih dibutuhkan terapi bisa dilanjutkan
hingga 4 sesi.
10) Pada sesi pertama, bila terapis menilai klien siap, maka bisa langsung dilakukan terapi. Namun
bila terapis menilai klien belum siap maka hanya akan dilakukan konsultasi atau konseling.
2.4.1.3 Tahapan hypnoterapi
Pada saat proses hipnoterapi berlangsung, klien hanya diam. Duduk atau berbaring, yang sibuk justru
terapisnya, yang bertindak sebagai fasilitator. Akan tetapi, pada proses selanjutnya, klien lah yang
menghipnosis dirinya sendiri (Otohipnotis), berikut proses sebuah tahapan hipnoterapi :
1) Pre - Induction (Interview)
Pada tahap awal ini hipnoterapis dan klien untuk pertama kalinya bertemu.Setelah klien mengisi
formulir mengenai data dirinya, hipnoterapis membuka percakapan untuk membangun kepercayaan
klien, menghilangkan rasa takut terhadap hipnotis / hipnoterapi dan menjelaskan mengenai
hipnoterapi dan menjawab semua pertanyaan klien. Sebelumnya hipnoterapis harus dapat mengenali
aspek - aspek psikologis dari klien, antara lain hal yang diminati dan tidak diminati, apa yang
diketahui klien terhadap hipnotis, dan seterusnya. Pre - Induction merupakan tahapan yang sangat
penting. Seringkali kegagalan proses hipnoterapi diawali dari proses Pre - Induction yang tidak tepat.

2) Suggestibility Test
Maksud dari uji sugestibilitas adalah untuk menentukan apakah klien masuk ke dalam orang yang
mudah menerima sugesti atau tidak. Selain itu, uji sugestibilitas juga berfungsi sebagai pemanasan
dan juga untuk menghilangkan rasa takut terhadap proses hipnoterapi. Uji sugestibilitas juga
membantu hipnoterapis untuk menentukan teknik induksi yang terbaik bagi sang klien.
3) Induction
Induksi adalah cara yang digunakan oleh seorang hipnoterapis untuk membawa pikiran klien
berpindah dari pikiran sadar (conscious) ke pikiran bawah sadar (sub conscious), dengan menembus
apa yang dikenal dengan Critical Area.
Saat tubuh rileks, pikiran juga menjadi rileks.maka frekuensi gelombang otak dari klien akan turun
dari Beta, Alfa, kemudian Theta. Semakin turun gelombang otak, klien akan semakin rileks, sehingga
berada dalam kondisi trance. Inilah yang dinamakan dengan kondisi ter -hipnotis. Hipnoterapis akan
mengetahui kedalaman trance klien dengan melakukan Depth Lev Test (tingkat kedalaman trance
klien).
4) Deepening (Pendalaman Trance)
Jika dianggap perlu, hipnoterapis akan membawa klien ketrance yang lebih dalam. Proses ini
dinamakan deepening.
5) Suggestions / Sugesti
Pada saat klien masih berada dalam trance, hipnoterapis juga akan memberi Post Hypnotic
Suggestion, sugesti yang diberikan kepada klien pada saat proses hipnotis masih berlangsung dan
diharapkan terekam terus oleh pikiran bawah sadar klien meskipun klien telah keluar dari proses
hipnotis. Post Hypnotic Suggestionadalah salah satu unsur terpenting dalam proses hipnoterapi.
6) Termination
Akhirnya dengan teknik yang tepat, hipnoterapis secara perlahanlahan akan membangunkan klien
dari tidur hipnotisnya dan membawa membawanya ke keadaan yang sepenuhnya sadar.
2.4.1.4 Manfaat hypnoterapi
Saat ini hipnoterapi dapat digunakan untuk mengatasi masalah masalah sebagai berikut:
1) Masalah fisik
Ketegangan otot dan rasa nyeri yang berlebihan dapat dibantu dengan Hipnoterapi. Dengan
Hipnoterapi, dapat membuat tubuh menjadi relaks dan mengurangi intensitas nyeri yang berlebihan
secara drastic.
2) Masalah Emosi
Serangan panik, ketegangan dalam menghadapi ujian, kemarahan, rasa bersalah, cemas, kurang
percaya diri dan lain-lain adalah masalah-masalah emosi yang berhubungan dengan rasa takut dan
kegelisahan. Semua masalah di atas bisa diatasi dengan Hipnoterapi.
3) Masalah Perilaku
Masalah perilaku seperti merokok, makan berlebihan dan minum minuman keras yang berlebihan dan
berbagai macam perilaku ketagihan, dapat diatasi dengan Hipnoterapi.Hipnoterapi juga bisa
membantu insomnia dan gangguan tidur.
4) Mengatasi fobia atau trauma
2.4.2 Meditasi
Meditasi adalahPraktik relaksasi yang melibatkan pengosongan pikirandari semua hal yang menarik,
membebani, maupun mencemaskan dalam hidupsehari-hari.
Dengan kata lain,meditasi melepaskan kita dari penderitaan pemikiran baik dan buruk yang
sangatsubjektif yang secara proporsionalberhubungan langsung dengan kelekatan kitaterhadap pikiran
dan penilaian tertentu.

2.4.2.1 Mekanisme Meditasi


Ada banyak cara untuk bermeditasi, termasuk meditasi sebagai gerakan atau tarian dan meditasi atas
bunyi, music, dan imajeri visual.
Untuk melakukan meditasi, Anda harus dapat menurunkan frekuensi gelombang otak terlebih dulu
dengan cararelaksasi. Kenali irama gelombangyang mengalir yang sering mengacaukan peningkatan
kesadaran dalam meditassehingga dapat menemukan cara yang khas untuk membuatnya menjadi
selaras.
2.4.2.2 Teknik bermeditasi
Cara melakukan teknik meditasi sebagai berikut :
1) Cari tempat yang tenang.
2) Kenakan pakaian yang longgar dan nyaman.
3) Bagi sebagian orang duduk bersilaterasa tenang. Anda boleh duduk di atas bantalan atauhanduk .
Anda juga bisa menggunakan kursi, tapi usahakanduduk hanya pada setengah bagian depan kursi. Ada
orang-orang yangsuka memakai handuk atausyalpada bahu untuk mencegahkedinginan.
4) Bahu Anda harus rileks dan tangan diletakkan di pangkuan.
5) Buka mata setengah tanpa benar-benar menatap apa pun.
6) Jangan berusaha mengubah pernapasan Anda biarkan perhatian Andaterpusat pada aliran napas.
Tujuannya adalah agar kehebohan dalam pikiran Anda perlahan menghilang.
7) Lemaskan setiap otot pada tubuh Anda. Jangan tergesa-gesa, perlu waktuuntuk bisa rileks
sepenuhnya; lakukan sedikit demi sedikit, dimulai denganujung kaki dan terus ke atas sampai kepala.
8) Visualisasikantempat yang menenangkan bagi Anda. Bisa berupa tempatyangnyataataukhayalan.
2.4.2.3 Manfaat Meditasi
Meditasi sering diartikan secara salah, dianggap sama dengan melamunsehingga meditasi dianggap
hanya membuang waktu dan tidak ada gunanya. Meditasi justru merupakan suatu tindakan sadar
karena orang yang melakukanmeditasi tahu dan paham akan apa yang sedang dia lakukan.Manfaat
meditasi yang kita lakukan bisa secara langsung maupun tidak langsung kita rasakan secara
fisik.Salah satu manfaat tersebut adalah kesembuhanyang kita peroleh, jika kita menderita sakit
tertentu.
Dari sudut pandang fisiologis, meditasi adalah anti-stres yang paling baik. Saat anda mengalami
stres,denyut jantungdantekanan darahmeningkat, pernapasan menjadi cepat dan pendek, dankelenjar
adrenalinmemompa hormon-hormon stres.Selama anda melakukan meditasi, detak jantung melambat,
tekanan darahmenjadi normal, pernapasan menjadi tenang, dan tingkat hormone stress menurun.
Selama meditasi, lama-kelamaan anda bisa mendengarkan denyutan jantung bahkan lebih lanjut lagi
anda dapat Mengkoordinasikaniramadenyut jantungdengan irama keluar masuknyanapas.

Manfaat meditasi:
1) Apabila anda secara rutin melakukan meditasi, organ-organ tubuh dan seltubuh akan mengalami
keadaan baik dan bekerja lebih teratur.
2) Untuk mengatasi gangguan fungsi ginjal dengan meningkatkan produksi melatonin dan serotonin.
3) Menurunkan hormone stress kortisol.
4) Dapat timbulnya perasaan ceria, cinta dan bahagia,
5) Meningkatkan emosi positif,
6) Memberikan ketenangan dan melatih kesabaran

2.4.3 Yoga
Kata yoga berarti bersatu atau bergabung.Dalam latihan yoga, dapat menggabungkan dan
menyatukan pikiran dan tubuh kedalam satu kesatuan yang saling melekat dan seimbang.Yoga adalah
salah satu sistem perawatan kesehatan yang menyeluruh tertua yang pernah ada, yang berfokus pada
pikiran dan tubuh (Cynthia, 2007).
Yoga bisa juga disebut sebagai sebuah alat terapi.Banyak penyakit dan gangguan tubuh yang dapat
dilepaskan melalui berbagai posisi tubuh tertentu dan latihan pernafasan dibawah bimbingan pelatih
yoga terlatih. Dan setiap orang dapat melakukan yoga tanpa memandang usia, ukuran, kelenturan,
ataupun kesehatan (Cynthia, 2007).
2.4.3.1 Tujuan Yoga
Di masa kini yoga dipandang sebagai suatu teknik yang bermanfaat untuk mencapai kebugaran dalam
kehidupan sehari-hari dan mencegah serta menyembuhkan berbagai macam penyakit atau gangguan
tertentu (Savitri, 2009).
Berbagai variasi yang berbeda dari yoga muncul untuk tujuan yang berbeda. Variasi yang utama dari
yoga termasuk :
1) Karma Yoga (yoga untuk tugas atau aksi)
2) Bhakti Yoga (yoga untuk penyembahan)
3) Jnyana Yoga (Yoga untuk pengetahuan)
4) Hatha Yoga (yoga untuk penampilan badan).
2.4.3.2 Manfaat Yoga
Manfaat yoga yaitu :
1) Pembaruan Energi
a. Energi Penuaan yang Anggun
Berbagai posisi yoga yaitu anti penuaan dan anti gravitasi. Berbagai proses tersebut dapat mengurangi
pengeriputan organ atau otot yang ditimbulkan oleh proses penuaan dan pengaruh proses gravitasi
yang terus-menerus. Latihan yoga yang teratur dapat meningkatkan kelenturan dan mempertahankan
kelenturan dan meremajakan tulang punggung. Berbagai posisi tersebut juga dapat mengembangkan
koordinasi dan juga keseimbangan dalam proses penuaan. Yoga dapat memperbaiki postur tubuh dan
dapat pula untuk meningkatkan mekanisme tubuh.
b. Menjadi Tetap Bugar
Yoga merupakan cara yang baik untuk membentuk postur tubuh. Berbagai posisi yoga dapat
menyehatkan berbagai organdan membentuk otot-otot yang panjang dan langsing.Latihan menekuk
tubuh kedepan, kebelakang, dan berbagai posisi menyamping atau berpilin dan posisi terbalik dapat
menyeimbangkan dan melatih setiap otot, tulang, sendi-sendi, dan organ-organ tubuh.
2) Perbaikan Sirkulasi
Posi-posi yoga akan membawa perbaikan sirkulasi darah dan kelenjar getahbening diseluruh tubuh.
Tekanan dari ruang abdomen terdapat diafragma yang dapat melatih otot-otot diafragma dan jantung.
Posisi-posisi terbalik dapat meningkatkan kualitas tidur karena posisi tersebut membantu proses
relaksasi sistem syaraf simpatik, memampukan respon relaksasi untuk masuk.
3) Menghilangkan Penyait Kronis dan Mengurangi Stress
Berbagai penyakit kronis pada umumnya, atritis, osteoporosis, obesitas, asma, penyakit jantung, dapat
disembuhkan dengan latihan program hatha yoga secara teratur. Yoga dapat menanggulangi stress
dengan menanfaatkan kesadaran, pemusatan dan berbagai teknik pernapasan. Gerakan-gerakan yang
lembut, relkasasi yang mendalam dam meditasi.
4) Membantu Menjadikan Rileks
Teknik pernafasan tertentu dapat mengendalikan pernafasan dan pikiran.Teknik pernafsan dapat
membuat tubuh terasa lebih sehat.Sistem pernafasan dan sistem saraf menjadi tenang dan kuat, dan

seluruh sel menerima kekuatan hidup dan makanan dari pernafasan.Teknik pernafasan yang baik
dapat membuat energi vital dari tubuh dapat menjadi seimbang, kelelahan dapat berkurang, pikiran
dan emosi dapat berkurang.Teknik relaksasi alam sadar secara sistematis membimbing kedalam
keadaan rileks yang mendalam. Begitu suara-suara dalam pikiran menghilang, tubuh akan mampu
untuk melepaskan tegangan otot.
5) Peningkatan Kepadatan Tulang
Sebuah penelitian baru yang dilakukan oleh Prof. Steven A. Hawkinsdan pengajar yoga Bee Beckman
dari Departemen Kienesiologi dan Pendidikan Fisik di California State University, dengan
bekerjasama dengan 12 wanita dari usia 18-65 tahun yang tidak memiliki pengalaman berlatih yoga.
Setengah dari kelompok tersebut mengikuti dua kelas yoga selama seminggu dan juga berlatih sendiri
tiga kali seminggu.Beberapa hari posisi tubuh yang dilatih adalah segitiga, bentuk setengah bulan, dan
sudut smping yang dipanjangkan.
Pemeriksaan kepadatan tulang dilakukan pada awal penelitian dan kembali dilakukan enam bulan
kemudian. Setelah enam bulan kelompok yoga yang kepadatan tulang punggungnya meningkat,
sementara pada kelompok yang lain tidak terdapat perubahan dalam tingkat kepadatan tulang mereka.
6) Keseimbangan Emosi
Hatha yoga berdampak sangat besar bagi kehidupan seseorang. Gerakan menekuk tubuh ke depan
adalah posisi tubuh yang berpusat pada diri sendiri, dan karena itu memiliki dampak menenangkan,
mengurangi gejolak dan kegelisahan. Menekuk punggung ke belakang adalah gerakan yang
berorientasi pada keadaan di luar tubuh yang mmbawa kegembiraan, membantu membuka tubuh dan
melepas emosi-emosi yang tertahan seperti kesedihan dan rapatan.
Latihan pernafasan tertentu dapat dapat dilakukan untuk menggerakkan atau memberikan
memberikan energi pada individu.Latihan relaksasi dan meditasi pada individu juga sangat berguna,
tergantung situasi.
7) Peningkatan Kehidupan Seksual
Gerakan-gerakan fisik dari yoga merangsang dan menguatkan tubuh atau meningkatkan sirkulasi
darah. Organ-organ pinggul dan otot yang menopang khhususnya otot-otot perineal dan bagian dasar
dari tulang pinggul menjadi lebih sehat, mendapatkan asupan oksigen, dan didorong oleh darah segar
dan makanan.
Daerah yang terjepit seperti bahu, pinggul urat-urat lutut, daerah kemaluan dan punggung bagian
bawah menjadi mengendur dan lebih lentur.Kelenturan yang lebih besar memberi kemungkinan untuk
melakukan berbagai posisi hubungan seksual yang lebih bervariasi dengan lebih mudah.
2.4.3.3 Postur yoga
Ada 26 Postur pada Yoga, Jika berlatih secara teratur, Bikram Yoga akan mengurangi gejala-gejala
penyakit kronis dan mampu menyatukan pikiran, tubuh dan jiwa. Manfaatnya mencakup:
meningkatkan kelenturan, kekuatan dan keseimbangan, menurunkan berat badan, membentuk otot,
memperkuat stamina dan memperlambat proses penuaan. Secara singkat, Bikram Yoga merupakan
latihan yang sempurna yang dapat anda nikmati seumur hidup anda.

Manfaat spesifik dari setiap postur :


1) Pranayama (Deep Breathing Standing Pose):Baik untuk relaksasi, detoksifikasi, mengatasi tekanan
darah tinggi, melatih syaraf-syaraf, sistem pernapasan dan sirkulasi
2) Ardha-Chandrasana dengan Pada Hastasana (Half Moon Pose with Hands to Feet Pose):Melatih
seluruh sistem skeletal dan sirkulasi, meningkatkan dan memperkuat setiap otot di tubuh bagian
tengah, meningkatkan kelenturan tulang belakang, membentuk dan mengurangi garis pinggang,
panggul, perut, bokong dan paha.
3) Utkatasana (Awkward Pose):Meningkatkan kekuatan tubuh secara keseluruhan, memperkuat dan
membentuk otot kaki, meningkatkan kelenturan pada jari kaki dan pergelangan kaki, meluruskan
sistem skeletal
4) Garurasana (Eagle Pose):Melatih duabelas persendian utama pada tubuh, memfasilitasi fungsi
limpa, memperbaiki sistem kekebalan tubuh, memperbaiki pergerakan sendi panggul.
5) Dandayamana-Janushirasana (Standing Head to Knee Pose):Memperbaiki konsentrasi, memperkuat
otot punggung, melatih organ pencernaan dan reproduksi, baik untuk penderita diabetes.
6) Dandayamana-Dhanurasana (Standing Bow Pulling Pose):Menstimulasi sistem kardiovaskular,
mengurangi lemak perut, meningkatkan kekuatan dan keseimbangan
7) Tuladandasana (Balancing Stick Pose):Meningkatkan sirkulasi kardiovaskular terutama pembuluh
darah jantung, melatih pankreas, hati, limpa, sistem syaraf dan sirkluasi tubuh.
8) Dandayamana-Bibhaktapada-Paschimotthanasana (Standing Separate Leg Stretching
Pose):Meningkatkan sirkulasi ke otak dan fungsi kelenjar adrenal, membantu mengurangi obesitas
pada perut, meregangkan punggung bagian bawah.
9) Trikanasana (Triangle Pose):Membuka dan meningkatkan kelenturan pada persendian panggul,
baik untuk ginjal, kelenjar tiroid dan adrenal, melatih semua kelompok otot secara bersamaan.
10) Dandayamana-Bibhaktapada-Janushirasana (Standing Separate Leg Head to Knee
Pose):Membantu dalam kerja pankreas dan ginjal, menyeimbangkan kadar gula darah, baik untuk
depresi dan penurunan daya ingat.
11) Tadasana (Tree Pose):Membantu memperbaiki postur tubuh yang buruk, memperbaiki kelenturan
dan pergerakan panggul dan lutut, baik untuk sirkulasi, arthritis dan rematik.
12) Padangustasana (Toes Stand Pose):Menciptakan keseimbangan dan fokus antara tubuh dan
pikiran, memperkuat otot perut, memperkuat persendian (panggul, lutut, pergelangan kaki dan jari

kaki)
13) Savasana (Dead Body Pose):Mengembalikan sirkulasi kardiovaskular kembali normal,
memperlambat detak jantung, menurunkan tekanan darah, melatih relaksasi total.
14) Pavanamuktasana (Wind Removing Pose):Mengurut usus besar, usus halus, dan usus duabelas
jari, mengurangi sakit pada punggung bagian bawah, membentuk dan mengencangkan otot-otot pada
dinding perut, paha dan panggul.
15) Sit-up:Memperkuat dan mengencangkan abdomen, membuka mulut sehingga menstimulasi
diafragma dan membuang racun dari paru-paru.
16) Bhujangasana (Cobra Pose):Meningkatkan kelenturan dan membentuk otot tulang belakang,
melatih dan membentuk otot punggung, membantu meringankan dan menghindari nyeri punggung,
meremajakan syaraf tulang belakang dan memperkayanya dengan pasokan darah segar.
17) Salabhasana (Locust Pose):Mengencangkan bokong dan panggul, memperkuat dinding perut,
memperkuat bahu, lengan dan otot punggung
18) Poorna-Salabhasana (Full Locust Pose):Mengencangkan otot perut, lengan bagian atas, panggul
dan paha, membantu memperbaiki postur tubuh yang buruk, meningkatkan kekuatan dan kelenturan
tulang belakang.
19) Dhanurasana (Bow Pose):Meningkatkan kekuatan dan keseimbangan, mengurangi lemak perut
dan memperkuat otot perut, membuka diafragma dan membuka bagian dada memperbaiki sistem
pernapasan, menciptakan keseimbangan dan harmoni
20) Supta-Vajrasana (Fixed Firm Pose):Membantu linu panggul, encok, rematik pada kaki,
merampingkan dan membentuk paha, mengencangkan otot betis dan memperkuat abdomen,
memperkuat dan meningkatkan kelenturan pada bagian bahwa tulang belakang, lutut dan sendi
pergelangan kaki
21) Ardha-Kurmasana (Half Tortoise Pose):Memperbaiki pergerakan belikat bahu dan otot terkait
(scapula, deltoids, triceps, latissimus dorsi), meregangkan paru bagian bawah, meningkatkan kapasitas
paru, mengurangi stress dan migraine.
22) Ustrasana (Camel Pose):Membuka tulang rusuk, paru, dan sistem pencernaan, memberi tekanan
pada tulang belakang dan meringankan masalah tulang belakang, mengalirkan darah segar ke ginjal.
23) Sasangasana (Rabbit Pose):Menyeimbangkan hormon, menstimulasi kelenjar tiroid dan paratiroid
melalui penekanan, membantu keseimbangan dan mengatur metabolisme, memberikan peregangan
longitudinal yang maksimum terhadap tulang belakang
24) Janushirasana with Paschimotthanasana (Head to Knee Pose with Stretching Pose):Membantu
menyeimbangkan kadar gula darah dan metabolisme, memperkuat dan meregangkan urat lutut,
mengurangi nyeri pada tulang belakang dan linu panggul.
25) Ardha-Matsyendrasana (Spine Twisting Pose):Menekan dan meregangkan tulang belakang dari
bawah ke atas, meningkatkan cairan synovial ke persendian, mengurut ginjal, kantong empedu,
empedu dan usus besar.
26) Kapalbhati in Vajrasana (Blowing in Firm Pose):Dotoksifikasi dan membersihkan badan dengan
cara membuang udara dan racun dari paru-paru, memperkuat organ dan dinding perut, baik untuk
tekanan darah tinggi.
2.4.3.4 Yang perlu di perhatikan sebelum melakukan Yoga
Perut harus kosong ketika melakukan berbagai tehnik. Sebagai saran yaitu sebaiknya menunggu 2 jam
setelah menyantap makanan ringan dan 4 jam setelah menyantap makanan berat sebelum melakukan
latihan yoga. Karena berbagai tehnik tarikan, putaran, tekanan, dan membalikkan abdomen akan
menimbulkan rasa mual, rasa panas dalam perut, dan bisa kram yang disebabkan oleh keadaan perut
penuh.
Apabila mempunyaimasalah punggung atau lutut, melompat keluar masuk pada posisi yoga tidak
disarankan, sekalipun itu dilakukan dengan pelan.Pada penderita yang mengalami sakit punggung

bawah atau lemah punggung harus melakukan dengan hati-hati dan tidak mencekungkan tulang
punggung, tetapi sebaliknya fokuskan latihan pada pemanjangan tulang punggung.
Pada penderita jantung, tekanan darah tinggi, dan penyakit-penyakit serius lainnya dapat melakukan
tehnik-tehnik yoga.Namun, harus dilakukan dibawah pengawasan instruktur yoga yang profesional.
Penarikan nafas yang dalam tidak disarankan bagi penderita gangguan jantung atau
hipertensi.Penekannya harus diletakkan pada embusan nafas.Dan embusan nafas yang dalam
seharusnya tidak dilakukan oleh mereka yang sedang menderita depresi atau tekanan darah rendah,
namun penekanan diletakan pada tarikan nafas.
2.4.4 Doa
Kata doa berasal dari bahasa latin yaitu precarius yang berarti untuk mendapatkan dengan mengemis
dan dariprecari berarti memohon. Jadi, doa adalah mengangkat dari hati dan jiwa ke Mahatinggi.
Menurut Nouwen, Christensen dan Laird (2006), doa adalah sikap dari
membuka hati diam diam selaras dengan Roh Allah, mengungkapkan itu sendiri dengan rasa syukur.
2.4.4.1 Manfaat Doa
1) Mengurangi daya stress yang ditimbulkan oleh beraneka ragam persoalan hidup yang kita alami
mereka yang suka malas berdoa akan lebih mudah untuk mengalami stress;
2) Meningkatkan ketegaran hati mereka yang lebih tekun berdoa akan lebih tegar menghadapi
peristiwa peristiwa yang terjadi di luar yang dikehendakinya bahkan peristiwa pahit sekalipun;
3) Menjadikan yang tidak baik menjadi baik setiap orang yang tekun berdoa akan memiliki
kemampuan untuk merubah yang tidak baik menjadi baik, dibandingkan mereka yang malas berdoa
justru menjadikan yang baik menjadi buruk;
4) Layak menerima keselamatan. Dengan berdoa tekun seseorang mendapatkan kesempatan untuk
semakin kuat dan bahkan karena relasinya yang baik dengan Allah selagi di dunia ini ia juga akan
mengalami yang sama kelak di keabadian;
5) Menurunkan tingkat emosi atau kemarahan mereka yang lebih sering berdoa akan lebih mampu
mengendalikan diri dalam hal emosi dan kemarahan mereka yang sedang mau marah dan kemudian
berdoa niscaya emosinya menjadi stabil;
6) Mengurangi bahkan menghilangkan rasa putus asa mereka yang tekun berdoa akan memiliki
kemampuan lebih untuk tidak mudah putus asa saat berada dalam kegagalan dibanding mereka yang
jarang bahkan sama sekali malas berdoa;
7) Membuat orang menjadi lebih terbuka terhadap kelemahan dan kekurangan sesama mereka yang
tekun berdoa dengan baik memiliki sikap yang lebih terbuka terhadap sesamanya karena ia akan
terbantu dalam doa-doanya untuk menyadari juga kelemahan kelemahannya sendiri
8) Meningkatkan kemampuan dalam mengembangkan diri. Seseorang yang dalam hidupnya tekun
untuk berdoa akan memiliki kekuatan dan kemampuan untuk mengembangkan diri dengan lebih
maksimal, karena ia akan semakin memahami talenta talenta yang Tuhan berikan dan bagaimana
seharusnya dikembangkan;
9) Meningkatkan daya tahan tubuh dari penyakit penyakit yang disebabkan gangguan psikis dengan
ketekunan dalam berdoa, seseorang akan memiliki daya tahan secara fisik karena mampu untuk
menghadapi dan menjalani kehidupan dengan segala peristiwanya dalam terang Kehendak Allah,
sehingga tubuh tidak menjadi mudah lemah karena beban pikiran dan pekerjaan;
10) Meningkatkan daya cinta kasih kepada diri sendiri dan orang lain ketekunan dalam doa membuat
seseorang memiliki relasi intim dengan Tuhan Allah. Allah sendiri adalah kasih maka mereka yang
tekun berdoa niscaya memiliki daya cinta kasih yang lebih kepada diri sendiri dan sesamanya. Mereka
yang terjerumus dalam narkoba pastilah orang yang tidak tekun berdoa karena tidak mampu mencintai
dan mengasihi diri sendiri.

2.4.4.2 Tahap-Tahap Terapi Doa


1) Tahap Kesadaran Sebagai Hamba
Inti dari terapi ini adalah pembangkitan kesadaran, kesadaran terhadap kehambaan dan kesadaran
akan kelemahan sebagai manusia. Bentuk kesadaran ini akan menghantarkan seseorang yang berdoa
berada pada keadaan lemah. Tanpa adanya kesadaran akan kelemahan diri ini maka kesungguhan
dalam berdoa sulit dicapai. Hakikat berdoa adalah meminta yang meminta derajatnya harus lebih
rendah dari pada yang dimintai.Untuk itu sebelum seseorang berdoa diharuskan untuk merendahkan
diri dihadapan Allah.
Bentuk kesadaran diri ini dapat dilakukan dengan melihat kepada diri sendiri misalnya melihat
jantung bahwa jantung itu bergerak bukan kita yang menggerakkan, darah yang mengalir bukan atas
kehendak kita atau juga dapat melihat masalah yang sedang dihadapi, ketidakberdayaan,
ketidakmampuan mengatasi hal ini dimunculkan dalam kesadaran sehingga bukan nantinya dapat
menimbulkan sikap menerima dan sikap pasrah. Pada tahap ini seseorang juga disadarkan akan
gangguan kejiwaan atau penyakit yang dialami. Penyakit tersebut bukan ditolak namun diterima
sebagai bagian dari diri kemudian dimintakan sembuh kepada Allah.
2) Tahap Penyadaran Akan Kekuasaan Allah
Selanjutnya setelah diri sadar akan segala kelemahan dan segala ketidakmampuan diri maka pengisian
dilakukan yaitu dengan menyadari kebesaran Allah kasih sayang dan terutama adalah maha
penyembuhnya Allah. Tahap ini juga menimbulkan pemahaman tentang hakekat sakit yang dialami
bahwa sakit berasal dari Allah dan yang akan menyembuhkan adalah Allah. Penyadaran akan
kekuasaan Allah ini dapat dilakukan dengan melihat bagaimana Allah menggerakkan segala sesuatu,
menghidupkan segala sesuatu.
Tahap ini juga dapat menumbuhkan keyakinan kita kepada Allah atas kemampuan Allah dalam
menyembuhkan. Bagaimamana seseorang dapat berdoa kalau dirinya tidak mengenal atau meyakini
bahwa sang penyembuh tidak dapat menyembuhkan. Yakin juga merupakan syarat mutlak dari suatu
doa karena Allah sesuai dengan prasangka hambanya, jika hambanya menyangka baik maka Allah
baik demikian pula sebaliknya. Kegagalan utama terhadap jawaban Allah atas doa yang kita panjatkan
kepada Allah adalah keraguan kita. Seringkali ketika berdoa namun hati mengatakan dikabulkan tidak
ya atau mengatakanmudah mudahan dikabulkan kalimat ini maksudnya tidak ingin mendahului
Allah tapi sebenarnya adalah meragukan Allah dalam mengabulkan doa kita.
Ada perbedaan antara mendahului kehendak Allah dengan keyakinan yang tujukan kepada Allah. Jika
mendahului biasanya menggunakan kata seharusnya begini, harus begini, tapi jika yakin kita
optimisme akan kehendak Allah dan tidak masuk pada kehendak Allah. Sebagai contoh bila kita
berdoa ya Allah hilangkan kesedihan hati saya maka kita yakin kepada Allah bahwa Allah
memberikan kesembuhan. Hal yang penting juga adalah afirmasi terhadap doa yang kita panjatkan
kalau berdoa harus yakin dikabulkan tidak ada alasan lain untuk tidak yakin selain dikabulkan. Sebab
Allah akan mengabulkan apa yang kita yakini dari pada apa yang kita baca dalam doa kita.
3) Tahap Komunikasi
Setelah sadar akan kelemahan dan penyakit yang dialami dan sadar akan kebesaran Allah maka
selanjutnya adalah berkomunikasi dengan Allah sebagai bagian penting dari proses terapi.
Tahap komunikasi ini dapat berbentuk dengan cara:
a. Pengungkapan pengakuan segala kesalahan dan dosa, ini merupakan langkah awal sebab dengan
hati yang bersih kontak dengan Allah akan lebih jernih;
b. Pengungkapan kegundahan hati dan kegelisahan yang dialami, tahap ini dapat berefek katarsis yaitu
memberikan segala permasalahan keluar diri, dalam kontek ini kita memberikan segala kegalauan hati
kepada Allah. Selain itu, pengungkapan ini kita akan menumbuhkan rasa dekat kepada Allah. Tahap
ini juga merupakan curhat seperti seorang anak dengan ibunya, begitu dekat dan tidak ada yang
ditutupi, jujur kepada Allah dari apa yang dirasakan apa yang dipikirkan apa yang menjadi

kekhawatiran. Tahap ini jika dilakukan dengan benar sudah merupakan terapi terhadap jiwa, seperti
halnya seorang klien yang mencurahkan segala unek uneknya kemudian didengar oleh psikolognya
dengan penuh penerimaan, dengan penuh kasih sayangnya;
c. Permohonan doa kesembuhan terhadap apa yang dialami. Permohonan doa bukanlah perminataan
yang memaksa Allah untuk mengabulkan. Untuk itu doa yang dipanjatkan harus disertai dengan
kerendahan hati, dengan segenap sikap butuh kepada Allah. Posisi hamba yang berdoa adalah
meminta dia tidak berhak untuk memaksa, hamba tadi hanya diberi wewenang untuk meyakini bahwa
doanya dikabulkan bukan memaksa allah untuk mengabulkan.
d. Tahap menunggu diam namun hati tetap mengadakan permohonan kepada Allah. Doa merupakan
bentuk komunikasi antara yang meminta dan yang memberi. Ketika proses permintaan sudah
disampaikan maka proses pemberian (dijawabnya doa) harus ditunggu karena pemberian atau
dijawabnya bersifat langsung. Syarat untuk dapat menerima jawaban ini adalah dengan sikap rendah
diri, terbuka dan tenang (tidak tergesa gesa). Sikap ini akan dapat menangkap kalam Allah (jawaban
doa) yang tidak berbentuk ucapan tidak berbentuk huruf tapi berbentuk pemahaman pencerahan,
ilham (enlightment) atau berbentuk perubahan perubahan emosi dari tidak tenang menjadi tenang, dari
sedih menjadi hilang kesedihannya. Tahap ini merupakan tahap respon yang diberikan oleh Allah
kepada kita sebagai jawaban doa yang kita panjatkan. Tahap ini juga disertai dengan sikap pasrah total
kepada Allah mengikuti apa maunya Allah dan apa kehendak Allah, sikap ini akan dapat menangkap
jawaban Allah.
2.4.4.3 Instruksi Untuk Terapi Doa
a. Tumbuhkan niat dalam diri untuk minta disembuhkan Allah;
b. Rilekskan tubuh, kendorkan dari mulai kaki hingga kepala, jangan ada ketegangan otot;
c. Sadari keluhan yang dirasakan, amati keluhan itu, ikuti dengan kesadaran bahwa kita lemah, tidak
berdaya dan tidak memiliki kemampuan apa apa;
d. Sadari kebesaran Allah, lihat alam semesta, bagaimana Allah menggerakkan alam ini,
menghidupkan alam ini, Dia Allah yang memberi hidup dan memberi mati, dia yang memberi sembuh
dan memberi sakit;
e. Ungkapkan seluruh keluhan yang dirasakan kepada Allah;
f. Mintakan kesembuhan kepada Allah;
g. Tetap relaks dan masih pada posisi memohon kepada Allah;
h. Pasrah kepada Allah sertai dengan keyakinan bahwa Allah menjawab doa yang dipanjatkan;
i. Menghayati doanya dengan diam, namun tetap ingat memohon kepada Allah

2.4.5 Penyembuhan spiritual


Terapi spiritual adalah terapi dengan pendekatan terhadap kepercayaan yang dianut oleh klien dengan
cara memberikan pencerahan.
2.4.5.1 Tujuan Terapi Spritual
1) Mereduksi lamanya waktu perawatan klien gangguan psikis.
2) Memperkuat mentalitas dan konsep diri klien
3) Klien dengan gangguan psikis berasal dari persepsi yang salah terkait dengan dirinya, orang lain,
dan lingkungan, dengan terapi spiritual maka klien akan dikembalikan persepsinya terkait dengan
dirinya, orang lain dan lingkungan.
4) Mempunyai efek positif dalam menurunkan stress.
2.4.5.2 Teknik Terapi Spiritual

Persiapan
Persiapan alat dan lingkungan :
1) Persiapan perlengkapan ibadah (seperti kitab suci)
2) Lingkungan yang hening sehingga klien dapat berkonsentrasi secara penuh.
Prosedur
1) Terapi spiritual dalam bentuk massal yang dilakukan di sebuah ruangan tertentu. Pembicara yang
sudah menguasai komunikasi terapeutik memberikan pencerahan tentang hakikat mengapa manusia
diciptakan dan mengenalkan tujuan manusia diciptakan. Pencerahan bertujuan mengurangi manusia
terhadap keinginan dan memprioritaskan kebutuhan. Meskipun kebutuhan bagi setiap orang berbeda,
terapi ini akan membantu manusia kembali kedalam kesadaran awal dengan mengetahui kebutuhan
dasar manusia.
2) Terapi spiritual yang dilakukan dalam bentuk bimbingan individu. Terapi dilakukan oleh satu
petugas dengan satu klien, petugas membacakan sesuatuyang harus ditirukan oleh klien kemudian
petugas meminta klien membaca bacaan tertentu sebanyak beberapa kali. Selain itu petugas juga
membimbing klien dalam proses ibadah. Meski mengalami gangguan jiwa, beberapa kali masih
memiliki satu kesadaran terikat dengan spiritualitas.
Salah satu teknik respons rileksasi dengan menggunakan metode terapi spiritualitas yaitu teknik
respons rileksasi yang diperkenalkan oleh Benson yaitu suatu teknik pengobatan untuk
menghilangkan nyeri, insomnia, dan kecemasan.Cara pengobatan ini merupakan bagian pengobatan
spiritual.Pada teknik ini pengobatan sangat fleksible dapat dilakukan dengan bimbingan mentor,
bersama-sama maupun sendirian. Teknik ini merupakan upaya untuk memutuskan perhatian pada
suatu focus dengan menyebut berulang-ulang kalimat ritual dan menghilangkan berbagai pikiran yang
menganggu, umumnya dilakukan selama 2 x 30 menit dalam sehari.
Langkah langkah respons rileksasi menurut Dr. dr. Samsuridjal Djauzi, SpPD., KAI (2008) antara
lain :
1) Pililah kalimat spiritual yang akan digunakan
2) Duduklah dengan santai
3) Tutup mata
4) Kendurkan otot- otot
5) Bernapaslah secara alamiah dan mulai mengucapkan kalimat spiritual yang dibaca secara berulang
ulang.
6) Bila ada pikiran yang mengganggu, kembalilah fokuskan pikiran.
7) Lakukan selama 10-20 menit
8) Jika sudah selesai, jangan langsung berdiri duduklah dulu dan beristirahat, buka pikiran kembali,
barulah berdiri dan melakukan kegiatan kembali.
2.4.5.3 Kriteria Evaluasi
1) Mengkaji proses dan hasil dari terapi spiritual menggunakan catatan aktivitas terapi yang telah
dilakukan.
2) Menganalisis sesi yang telah dilakukan untuk melihat keefektifan terapi.
3) Menganalisis hasil dan catatan terapi sehingga perawat dapat mengetahui progress teknik yang
dilakukan klien dalam mengembangkan sesi.
2.5 Aspek Legal Terapi Komplementer
5) Undang Undang RI No. 36 tahun 2009 tentangkesehatan.
a. Pasal 1 butir 16, pelayanan kesehatan tradisional adalah pengobatan dan atau perawatan dengan
cara dan obat yang mengacu pada pengalaman dan keterampilan turun temurun secara empiris yang
dapat dipertanggung jawabkan dan diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat.

b. Pasal 48 tentang pelayanan kesehatan tradisional.


c. Bab III Pasal 59 s/d 61 tentang pelayanankesehatan tradisonal.
6) Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 1076/Menkes/SK/2003 tentang pengobatan tradisional;
7) Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 120/Menkes/SK/II/2008 tentang standar pelayanan
hiperbarik.
8) Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 1109/Menkes/Per/IX/2007 tentang penyelenggaraan
pengobatan komplementer-alternatif di fasilitasi pelayanan kesehatan.
9) Keputusan Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik, No. HK.03.05/I/199/2010 tentang pedoman
kriteria penetepan metode pengobatan komplementer alternatif yang dapat diintegrasikan di fasilitas
pelayanan kesehatan.

2.6 Kendala Terapi Komplementer


1) Masih lemahnya pembinaan dan pengawasan;
2) Terbatasnya kemampuan tenaga kesehatan dalam melakukan bimbingan;
3) Terbatasnya anggaran yang tersedia untuk pelayanan kesehatan komplementer
4) Belum memadainya regulasi yang mendukung pelayanan kesehatan komplementer;
5) Terapi komplementer belum menjadi program prioritas dalam penyelenggaraan pembangunan
kesehatan.
2.7 Perbedaan Terapi Komplementar dengan Terapi Alternatif
a. Pengobatan alternatif adalah jenis pengobatan yang tidak dilakukan oleh paramedis/dokter pada
umumnya, tetapi oleh seorang ahli atau praktisi yang menguasai keahliannya tersebut melalui
pendidikan yang lain/non medis.
b. Pengobatan komplementer adalah pengobatan tradisional yang sudah diakui dan dapat dipakai
sebagai pendamping terapi konvesional/medis.