Anda di halaman 1dari 23

PANDANGAN ISLAM TENTANG SENI DAN BUDAYA

Disusun untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Al-Islam dan Kemuhammadiyahan IV


yang dibimbing oleh Bapak Muhammad Subkhi, S.Pd, M.PdI

Oleh:
Kelas Muttawasitin B
Kelompok 8
1. Riska Dwi Purwanti

(201310430311111)

2. Endah Wulandari

(201310430311114)

3. Novi Cahayati

(201310430311116)

4. Devita Nikmaturohmah

(201310430311124)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2016

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang senantiasa melimpahkan rahmat dan
karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Pandangan
Islam tentang Seni dan Budaya.
Makalah yang ditulis membahas tentang mengenai pengertian seni budaya,
pandangan islam tentang seni budaya, seni sebagai media dakwah, dan prinsip islam
dalam aktivitas seni budaya.
. Penulis mengambil dari beberapa sumber baik dari buku maupun dari internet
dan membuat gagasan dari beberapa sumber yang ada tersebut. Penulis berharap
semoga materi yang ada di dalam makalah ini dapat bermanfaat bagi semua yang
membacanya.
Penulis menyadari bahwa di dalam makalah ini masih banyak kekurangan.
Karena itu sangat diharapkan bagi pembaca untuk menyampaikan saran atau kritik yang
membangun demi tercapainya makalah yang lebih baik.

Malang, April 2016

Penulis

DAFTAR ISI
Kata Pengantar...............................................................................................i
Daftar Isi ........................................................................................................ii
Bab I Pendahulan
A. Latar Belakang..........................................................................................4
B. RumusanMasalah .....................................................................................5
C. Tujuan Penulisan.......................................................................................5
Bab II Pembahasan
A. Pengertian Seni dan Budaya......................................................................6
B. Pandangan Islam tentang Seni Budaya......................................................8
C. Prinsip Islam dalam Aktivitas Seni Budaya..............................................12
D. Seni sebagai Media Dakwah.....................................................................13
Bab III Penutup
A. Kesimpulan.18
B. Saran .........................................................................................................18
C. Daftar Pustaka...........................................................................................19
C. Pertanyaan, Jawaban, tambahan, serta sanggahan.....................................20

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Islam merupakan agama yang luas dan fleksibel. Islam mengkaji banyak
hal. Kajian ilmu dalam islam tidak hanya pada inti ajaran islam itu sendiri,
melainkan juga pada ilmu lain yang relevan terhadap ajaran islam. Semua aspek
dan hal dalam kehidupan manusia diatur oleh islam. Cakupan kajian islam
sangatlah luas karena tidak ada satupun hal yang tidak diatur dan dibahas dalam
islam, mulai dari keindahan dalam hal ini seni dan budaya, ilmu pengetahuan,
hingga cara berpikir dengan filsafat. Islam agama yang mencintai keindahan
sehingga dalam islam terdapat aspek hubungan islam dengan seni dan budaya.
Islam merupakan agama yang berkembang, fleksibel dan dapat menyesuaikan
dengan perkembangan jaman. Hal yang sangat mempengaruhi perkembangan
kebudayaan islam adalah adanya konsep pengembangan budaya islam.
Kebudayaan Islam adalah peradaban yang berdasarkan pada nilai-nilai ajaran

islam. Nilai kebudayaan Islam dapat dilihat dari tokoh-tokoh yang lahir di
bidang ilmu pengetahuan agama dan bidang sains dan teknologi. Semua itu di
ilhami oleh ayat-ayat Al Quran dan sunnah.
Islam adalah agama yang diturunkan oleh Allah SWT kepada manusia
sebagai rahmatan lil alamin atau rahmat bagi alam semesta. Hal itu membuat
ajaran Islam tampil sebagai solusi dari segala permasalahan yang menimpa umat
manusia. Upaya Islam sebagai agama rahmatan lil alamin dibuktikan dengan
peran wali songo yang begitu besar dalam penyebaran Islam khususnya di pulau
Jawa. Salah satu cara yang digunakan wali songo adalah pendekatan melalui
kebudayaan, misalnya kesenian. Hal itu menunjukkan bahwa wali songo
mengutamakan jalan yang menjadikan masyarakat tertarik dan sarat dengan
ajakan yang baik daripada mengedepankan hal-hal yang bersifat normatif dan
tekstual. Islam adalah agama yang diturunkan kepada manusia sebagai rahmat
bagi alam semesta dan selalu membawa kemaslahatan bagi kehidupan manusia
di dunia ini.

B. Rumusan Masalah
1. Apakah pengertian seni budaya?
2. Bagimana pandangan islam tentang seni budaya?
3. Bagaimana prinsip islam dalam aktivitas seni budaya?
4. Bagaiman seni sebagai media dakwah?

C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui pengertian seni budaya

2. Untuk mengetahui pandangan islam tentang seni budaya


3. Untuk mengetahui prinsip islam dalam aktivitas seni budaya
4. Untuk mengetahui seni sebagai media dakwah

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Seni dan Budaya
Istilah seni berasal dari kata sanskerta dari kata sani yang berarti
pemujaan, persembahan, dan pelayanan yang erat dengan upacara keagaaman
yang disebut dengan kesenian. Sedangkan Kata kebudayaan berasal dari kata
Sansekerta, buddhayah, ialah bentuk jamak dari buddhi yang berarti budi atau
akal. Demikianlah kebudayaan itu dapat diartikan hal-hal yang bersangkutan
dengan akal. Dalam bahasa Arab terdapat istilah al tsaqafah dan al hadlarah.
Para ahli sosial cenderung berpendapat bahwa kata al tsaqafah merujuk pada
aspek ide, sedangkan kata al hadlarah menunjuk kepada aspek material. Maka,
al hadlarah lebih tepat diterjemahkan sebagai culture. Kebudayaan mengandung
pengertian meliputi pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum, dan adat
istiadat dan pembawaan lainnya yang diperoleh dari anggota masyarakat
(Munandar Soelaiman, 1992 dalam Zakky Mubarak, 2010).
Pengertian Seni secara umum adalah segala sesuatu yang diciptakan
manusia yang mengandung unsur keindahan dan mampu membangkitkan
perasaan orang lain. Sedangkan pengertian Seni menurut para ahli adalah
sebagai berikut:
1. Aristoteles, Seni adalah bentuk yang pengungkapannya dan penampilannya
tidak pernah menyimpang dari kenyataan dan seni itu adalah meniru alam.

2. Ki Hajar Dewantara, Seni adalah hasil keindahan sehingga dapat


menggerakkan perasaan indah orang yang melihatnnya, oleh karena itu
perbuatan manusia yang dapat mempengaruhi dapat menimbulkan perasaan
indah itu seni.
3. Sudarmiji, Seni adalah segala manifestasi batin dan pengalaman estetis
dengan menggunakan media bidang, garis, warna, tekstur, volume dan gelap
terang.
4. Hillary Bel, Seni merupakan istilah yang digunakan untuk semua karya yang
dapat menggugah hati untuk mencari tahu siapa penciptanya.
Aspek seni dapat dibagi menjadi dua bagian besar yaitu : visual arts
dan performing arts, yang mencakup seni rupa (melukis, memahat, mengukir),
seni pertunjukan (tari, musik), seni teater (drama, wayang), seni arsitektur
(rumah dan bangunan). Aspek ilmu pengetahuan meliputi science (ilmu-ilmu
eksakta) dan humaniora (sastra, filsafat kebudayaan dan sejarah).
Sedangkan jika kita membahas masalah seni, seni merupakan bagian dari
kebudayaan yang menekankan pada persoalan nilai kehidupan. Seni merupakan
ekspresi dari jiwa yang halus dan indah yang lahir dari bagian yang terdalam
dari jiwa manusia yang didorong oleh kecenderungan pada keindahan. Dorongan
tersebut merupakan naluri manusia atau fitrah yang dianugerahkan Tuhan. Seni
dikaitkan dengan keindahan, bagus, cantik, elok, molek, dan sebagainya. Segala
sesuatu yang memiliki keindahan merupakan hasil seni. Seni ada yang bersal
dari hasil karya manusia ada pula yang bersifat alamiah. Seni selalu berusaha
memberikan makna yang sepenuhnya mengenai obyek yang diungkapkan.
Keindahan juga bersifat universal, maksudnya tidak terikat oleh selera individu,
waktu dan tempat, selera mode, kedaerahan atau lokal (Ismala Dewi dkk, 2009
dalam Zakky Mubarak, 2010). Agama Islam mendukung kesenian selama tidak
melenceng dari nilai-nilai agama. Kesenian dalam Islam diwujudkan dalam seni
bangunan, arsitektur, luis, ukir, suara, tari, dan lain-lain.
Secara Umum, Pengertian Budaya adalah suatu cara hidup yang
berkembang secara bersama pada suatu kelompok orang secara turun-temurun

dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang sulit
meliputi sistem agama, dan politik, adat istiadat, bahasa, pakaian, karya seni,
perkakas, dan bangunan. Sedangkan pengertian Budaya menurut para ahli
adalah sebagai berikut:
1. Edward Burnett Tylor, Budaya adalah keseluruhan dari yang kompleks yang
di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum,
adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang
sebagai anggota masyarakat.
2. C.Kliucckhohn, Budaya adalah sistem mata pencaharian hiup; sistem
peralatan

dan

teknologi;

sistem

organisasi

kemasyarakatan;

sistem

pengetahuan; bahasa; kesenian; sistem religi dan upacara keagamaan.


3. Andreas Eppink, Budaya mengandung bentuk dari keseluruhan pengertian
nilai sosial, norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan strukturstruktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan
intelektual dan artistik menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Dari pengertian seni dan budaya di atas dapat disimpulkan bahwa
pengertian seni budaya secara umum adalah segala sesuatu yang dibuat manusia
yang memiliki unsur keindahan yang mampu membangkitkan perasaan orang
lain. Namun selain itu ada beberapa pengertian seni budaya menurut para ahli
yaitu sebagai berikut:
1.

Sartono Kartodirdjo, Seni Budaya adalah sistem yang koheren karena


seni budaya dapat menjalankan komunikasi efektif, antara lain dengan
melalui satu bagian saja dapat menunjukkan keseluruhannya.

2. Harry Sulastianto, Seni Budaya adalah suatu keahlian mengekspresikan ideide dan pemikiran estetika, termasuk mewujudkan kemampuan serta imajinasi
pandangan akan benda, suasana, atau karya yang mampu menimbulkan rasa
indah sehingga menciptakan peradaban yang lebih maju.
3. Ida Bagus Putu Perwita, Seni Budaya adalah penunjang sarana upacara adat
4. M. Thoyibi, Seni Budaya adalah penjelmaan rasa seni yang sudah
membudaya, yang termasuk dalam aspek kebudayaan, sudah dapat dirasakan
oleh orang banyak dalam rentang perjalanan sejarah peradaban manusia.

B. Pandangan Islam tentang Seni Budaya


Islam sebagai salah satu agama besar dunia dan yang paling belakangan
menyatakan bahwa Alquran diturunkan untuk menjelaskan segala sesuatu.
Dalam hal ini Allah berfirman:

Seni Islam dapat didefinisikan sebagai segala produk historis yang


memiliki nilai eistetis yang telah dihasilkan oleh orang-orang Islam dan dalam
kurun sejarah Islam, berdasarkan pandangan estetika tauhid dan selaras dengan
semangat keseluruhan peradaban Islam, dengan enam ciri yang diambilkan dari
ideal Alquran: abstraksi, struktur modular, kombinasi suksesif, repetisi, dinamis,
dan rumit (Alfaruqi, l999 : vii-viii).
Secara kebetulan banyak teks hadis Nabi Muhammad yang mencela
seniman yang berkarya secara naturalis mulai tingkat rendah hingga amat berat,
padahal sabda-sabda tersebut diyakini kebenarannya secara mutlak oleh umat
Islam karena memang itu juga wahyu. Diantara teks-teks yang dimaksud adalah:
(1) Allah melaknat seniman naturalisme: Laana . . . almus}awwir (Allah
melaknat . . . pematung/naturalis
(2) Malaikat menjauh dari rumah yang di dalamnya ada patung naturalis.
Demikian sabda Rasulullah yang artinya:

Artinya : Sesungguhnya malaikat tidak akan masuk pada rumah yang di


dalamnya ada patung naturalis; H.R. al-Bukhari dari Ibnu Abbas). Hadis ini
tercatat hingga 49 kali.
(3) pembuat patung naturalis akan disiksa
Artinya :
10

(dan sesungguhnya orang yang membuat patung (naturalis) akan disiksa besok
pada hari kiyamat; H.R. al-Bukhari dan Muslim)
(4) Pematung naturalis memang menjadi penghuni neraka

Artinya :
(Sesungguhnya sebagian penduduk neraka besok pada hari kiyamat untuk
mendapat siksa yang amat berat adalah para seniman naturalis; H.R. Muslim).
(5) Pematung naturalis dituntut untuk memberi nyawa atau menghidupkan hasil
karyanya.

Artinya :
(Barang siapa membuat patung naturalis di dunia, ia dituntut untuk meniupkan
roh di dalamnya besok pada hari kiyamat, padahal ia tidak bisa meniupnya, H.R.
Muslim dari Ibnu Abbas; atau beliau bersabda: Hidupkanlah! H.R. alBukhari).
Dalam memahami ancaman tersebut hendaklah mempetimbangkan dua
keadaan: pertama, Nabi amat sensitif terhadap patung. Islam, ketika pertama
kali menguasai kota Makkah (fath al-Makkah) benar-benar tegas dalam
melakukan pemberantasan terhadap patung (al-asnam). Di sekeliling kabah
tidak kurang dari 360 buah, belum lagi di tempat-tempat lain. Patung-patung ini
menjadi sarana atau objek penyembahan dan poengorbanan kepada para dewa
(ilah).Sementara

Islam

memperkenalkan

tauhid.Jadi,

penghancuran

ini

dilakukan supaya orang tidak musyrik.Jika karya patung naturalis tidak dalam
konteks sebagai sarana penyembahan, pengorbanan, atau sebagai ruitus-ritus
keagamaan, tentunya lain ceritanya. Penjelasan demikian: Seandainya berkarya
seni patung naturalisme harus ditetapkan putusan hukumnya, haram itulah
penetapannya karena (1) Allah dan Rasulullah melaknat, (2) Allah dan
Rasulullah memberi ancaman siksaan besok di hari akhir, (3) Rasulullah sama
sekali tidak pernah melakukannya. Sesuatu diharamkan itu karena mengandung

11

mad}arat bagi pelaku yang diputusi haram. Jika tidak pernah melakukannya
justru memperoleh manfaat, sekalipun bersifat janji-janji eskatologis. Tetapi, di
dalam proses penetapan hukum dalam Islam itu berlaku kaidah bahwa :

Artinya : Hukum itu berputar bersama illatnya dalam mewujudkan dan


meniadakan hukum (Zahra, 1958 : 224,250).
Jika patung naturalis dibuat tidak dalam konteks sarana atau dalam
penyembahan dan pengorbanan, atau secara umum ritus-ritus sakral, alasan
menetapkan hukum haram pada patung naturalis tidak cukup. Kedua, alam
dengan segala isinya natural adalah ciptaaan dan hak paten Allah swt.Wajar
jika orisinalitas ciptaannya ditiru orang yang itu adalah juga makhluk-Nya.
Dalam dunia manusia saja, karya yang telah ada hak patennya, tidak boleh
dijiplak atau dibajak, kecuali telah mendapat ijin pengarang atau pembuat
aslinya.Ini sebenarnya mengandung ajaran supaya seorang seniman senantiasa
berkarya kreatif dan orisinal.
Meskipun demikian, masih ada peluang bagi orang Islam untuk membuat karya
patung bukan yang bernyawa. Dalam hal ini Rasulullah bersabda:
Semua tukang gambar itu di neraka. Allah memberi jiwa/ ruh kepada tiap
gambar {makhluk hidup} yg pernah ia gambar . Maka gambar-gambar tersebut
akan menyiksanya di neraka Jahannam.Ibnu Abbas radhiallahu anhuma
berkata kepada orang tersebut: Jika kamu memang terpaksa melakukan hal itu
maka buatlah gambar pohon dan benda- benda yg tidak memiliki jiwa/ ruh.

Hukum patung, gambar dan Boneka dalam Islam.

12

Artinya :"Para jin itu membuat untuk Sulaiman, apa yang dikehendakinya, dari
gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung, dan piring-piring yang
(besarnya) seperti kolam, dan periuk yang tetap (berada di atas tungku).
Bekerjalah hai keluarga Daud (Sulaiman), untuk bersyukur (kepada Allah).Dan
sedikit sekali dari hamba-hambaKu, yang berterima kasih." (Surat Saba ayat
12)

C. Prinsip Islam dalam Aktivitas Seni Budaya


Sendi perumusan prinsip-prinsip kebudayaan islam antara lain :
1.
Sumber segala sesuatu adalah Allah karena dari-Nya berasal semuaciptaan.
2.
Diembankan amanah khalifah kepada manusia.
3.
Manusia diberi potensi yang lebih dibanding makhluk lainnya.
4.
Ditundukkan ciptaan Allah yang lain kepada manusia, baik tanah, air,
angin, tumbuhan dan hewan.
5.
Dinyatakan bahwa semua fasilitas dan amanah tersebut akan diminta
pertanggungjawabannya kelak.
Dengan berbagai kelebihan dan fasilitas yang diberikan oleh Allah
kepada manusia, beserta tanggung jawab atas semua itu, manusia melahirkan
berbagai ide dan muncul keinginan untuk selalu berbuat dan berkarya. Dan pada

13

puncaknya, manusia akan menghasilkan apa yang disebut dengan kebudayaan.


Prinsip-prinsip yang diperlukan untuk menghasilkan kebudayaan yang Islami
antara lain :
1.
2.
3.

Dibangun atas dasar nilai-nilai Illahiyah.


Munculnya sebagai pengembangan dan pemenuhan kebutuhan manusia.
Sasaran kebudayaan adalah kebahagiaan manusia, keseimbangan alam dan

penghuninya.
4.
Pengembangan ide, perbuatan dan karya, dituntut sesuai kemampuan
maksimal manusia.
5.
Keseimbangan individu, sosial dan anatara makhluk lain dengan alam
merupakan cita tertinggi dari kebudayaan.
Prinsip kebudayaan dalam Islam adalah suatu di antara dua alternatif.
Sepanjang sejarah umat manusia, kebudayaan hanya mempunyai dua model
yaitu membangun atau merusak. Kedua model itu hidup dan berkembang
dan saling bergantian

Artinya : (ingatlah) pada hari langit kami gulung seperti menggulung lembaran
kertas. Sebagaimana kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah kami
akan mengulanginya lagi.(suatu) janji yang pasti kami tepati, sungguh, kami
akan melaksanakannya. (Al-Anbiya : 104).
Selain itu prinsip kebudayaan dalam pandangan Islam adalah adanya ruh
(jiwa) di dalamnya dan ruh itu tidak lain adalah wahyu Allah (Al-Quran
menurut Sunnah Rasul-Nya), seperti yang telah di nyatakan oleh surat AsySyuraa : 52-53.

Artinya :
Ayat 52 : dan kami wahyukan (perintahkan) kepada Musa, pergilah
pada malam hari dengan membawa hamba-hamba Ku (bani israil), sebab pasti
kamu akan di kejar.
Ayat 53 : kemudian Firaun mengirimkan orang ke kota-kota (untuk
mengumpulkan bala tentaranya).
14

Jika ruh kebudayaan adalah wahyu Allah, maka kebudayaan bergerak ke


arah kemajuan atau membangun. Dan sebaliknya jika ruh kebudayaan bukan
berasal dari wahyu Allah maka arah kebudayaan ialah akan merusak.
D. Seni Sebagai media dakwah
Dakwah secara lughawi berasal dari bahasa Arab dawah yang artinya
seruan, panggilan, undangan. Secara istilah, kata dakwah berarti menyeru atau
mengajak manusia untuk melakukan kebaikan dan menuruti petunjuk, menyuruh
berbuat kebajikan dan melarang perbuatan munkar yang dilarang oleh Allah
SWT dan Rasul-Nya agar manusia mendapatkan kebahagiaan di dunia dan
akhirat. Berikut ada beberapa pendapat yang berbeda dari para ahli yang
mendalami masalah dakwah. Namun antara definisi yang satu dengan yang lain
tidak jauh berbeda.

1. Drs. Shalahuddin Sanusi


Dakwah itu adalah usaha mengubah keadaan yang negatif menjadi keadaan
yang positif, memperjuangkan yang maruf atas yang munkar, memenangkan
yang hak atas yang batil.
2. H. Timur Djaelani, M.A.
Dakwah ialah menyeru kepada manusia untuk berbuat baik dan menjauhi
yang buruk sebagai pangkal tolak kekuatan mengubah masyarakat dan
keadaan yang kurang baik kepada keadaan yang lebih baik sehingga
merupakan suatu pembinaan.
3. Prof. H.M. Thoha Yahya Omar
Dakwah ialah mengajak manusia dengan cara bijaksana kepada jalan yang
benar sesuai dengan perintah Tuhan untuk kemaslahatan dan kebahagiaan di
dunia dan akhirat.
4. Prof. A. Hasymi

15

Dakwah islamiah yaitu mengajak orang untuk menyakini dan mengamalkan


aqidah dan syariah islamiah yang terdahulu telah diyakini dan diamalkan oleh
pendakwah sendiri.
5. Dr. Abdul Karim Zaidan
Dakwah ialah panggilan ke jalan Allah. Dakwah adalah kegiatan untuk
mengajak dan menyeru manusia kepada Islam, agar manusia memperoleh
jalan hidup yang baik, diridhoi oleh Allah sehingga hidup dan kehidupannya
selama berada di dunia dan akhirat kelak, karena hakikat dari pada kehidupan
dunia adalah penghantar untuk kehidupan akhirat yang abadi.
Dakwah dibagi menjadi dua yaitu dakwah berdasarkan media yang
dipakai dan dakwah berdasarkan cara penyampaiannya. Berikut adalah macammacam dakwah:
1. Dakwah berdasarkan media yang dipakai
a. Dakwah bil Lisan
Dakwah jenis ini dilakukan secara lisan atau langsung diungkapkan dengan
kata-kata. Dakwah seperti ini biasanya dalam bentuk ceramah, khutbah,
pengajian.
b. Dakwah bil al-Hal
Dakwah bil al-Hal ini dilakukan dengan cara memberi contoh perbuatan
yang nyata tentang apa yang ingin disampaikan melalui dakwah. Dengan
demikian, diharapkan orang yang melihat akan mengikuti dan mencontoh
apa yang mereka lihat.
c. Dakwah bit Tadwin
Dakwah jenis ini dilakukan dengan media tulisan, baik tulisan cetak
maupun media elektronik. Contoh dari dakwah jenis ini adalah
penerbitan/perbanyakan kitab suci Al-Quran, kumpulan hadits, dll.
Sehingga tulisan dakwah ini bisa dibaca oleh siapa saja.
2. Dakwah berdasarkan cara penyampaiannya
a. Dakwah Fardiah

16

Dakwah ini biasanya dilakukan tanpa persiapan (spontanitas). Dakwah ini


pun biasanya ditujukan pada satu orang maupun kelompok kecil yang
hanya berjumlah beberapa orang. Contoh dakwah dengan metode ini
adalah menegur dan menasehati seorang teman saat ia lalai akan sesuatu.
b. Dakwah Ammah
Berbeda dengan dakwah fardiah, dakwah jenis ini ditujukan kepada
kelompok besar yang berjumlah banyak orang dengan cara lisan. Misalnya
ceramah atau pidato, yang bertujuan untuk menanamkan suatu pengaruh
pada siapapun yang mendengar dakwahnya. Pelaku dakwah pun bisa
perseorangan ataupun suatu kelompok dalam lembaga organisasi tertentu.
c. Dakwah bil Hikmah
Dakwah yang satu ini adalah jenis dakwah persuasif yang halus. Bisa
dilakukan melalui lisan, perbuatan, maupun tulisan. Ciri dakwah bil
hikmah adalah tidak ada suruhan atau perintah yang mengharuskan
penerima dakwah berbuat sesuatu. Walau dasarnya adalah mempengaruhi
seseorang, dakwah ini dilakukan dengan pendekatan yang sangat halus
sehingga kemungkinan terjadi konflik sangat minim sekali. Tujuan dari
dakwah jenis ini adalah si penerima dakwah bisa mengikuti ajakan si juru
dakwah tanpa merasa terpaksa dan atas kemauan diri sendiri.
Dakwah Islam pada dasarnya ialah ada sejak zaman Nabi Muhammad
saw, namun bentuk dan cara penyampaiannya berlainan, yakni disesuaikan
dengan situasi dan kondisi masyarakat sekitar. Dakwah dapat dilaksanakan
dengan berbagai metode, seperti: ceramah, diskusi, tanya jawab, keteladanan
serta dapat pula dilaksanakan dengan berbagai media, seperti: seni ketoprak, seni
ludruk, seni wayang, seni teater dan lain-lain. Dengan demikian bagi juru
dakwah untuk mempermudah menyampaikan dakwah dan juga agar mudah
dipahami oleh sasaran dakwah, maka sebaiknya dakwah dilakukan dengan
menggunakan media yang sudah ada, hal ini untuk menyesuaikan keadaan
masyarakat tidak sama satu sisi sudah maju dan di sisi lain masih ketinggalan.
Oleh karena itu dalam berdakwah walaupun menggunakan media modern
namun sudah menghilangkan media tradisional yang masih dapat digunakan

17

dengan baik, sehingga dalam berdakwah penggunaan media tersebut dapat


disesuaikan dengan keadaan masyarakat setempat.
Dakwah dilakukan agar ajaran-ajaran Islam benar-benar diketahui,
dipahami, dihayati, dan diamalkan, sehingga mereka hidup dan berada dalam
kehidupan yang sesuai dengan ketentuan-ketentuan ajaran Islam.Seni merupakan
media yang mempunyai peran yang amat penting dalam pelaksanaan dakwah
Islam, karena media tersebut memiliki daya tarik yang dapat mengesankan hati
bagi pendengar maupun penontonnya. Terbukti, karena keindahan seni dalam
bahasa Al-Quran yang terlantunkan oleh adiknya Umar bin Khatab bergetar
hatinya untuk masuk Islam.
Demikian juga dengan penyebaran agama Islam di pulau Jawa dapat
tersebar luas serta diterima oleh masayarakat karena para Walisongo sebagai dai
menggunakan bentuk-bentuk seni dari budaya masyarakat setempat sebagai
salah satu media dakwah pada waktu itu, yaitu media wayang dan gamelan.
Menurut Abdurrahman Al Baghdadi, definisi seni yaitu penjelmaan rasa indah
yang terkandung dalam jiwa manusia, dilahirkan dengan perantara alat
komunikasi ke dalam bentuk yang dapat ditangkap oleh indera pendengar (seni
suara), penglihatan (seni lukis) dan dilahirkan dengan perantaraan gerak (seni
tari / drama).
Seni merupakan bentuk keindahan yang tampak nyata yang langsung
dapat dinikmati oleh manusia. Oleh karena itulah, orang beriman menyukai
keindahan dalam bentuk yang tampak dan yang ada disekelilingnya, karena
semua itu adalah jejak yang membekas dari keindahan Allah SWT.Adapun
pendekatan dan pengembangan dakwah yang digunakan oleh juru dakwah sesuai
dengan media dakwah setempat yang sedang digandrungi oleh masyarakat, yaitu
karya seni.Para juru dakwah melihat kesenian sebagai media komunikasi dan
interaksi yang sangat mampu terhadap pola pikir masyarakat.Kesenian
kemudian dimodifikasi dan disesuaikan oleh para juru dakwah dengan konteks
dakwah.
Melihat kenyataan yang sedemikian maka kesenian memiliki peranan
yang tepat guna sehingga dapat mengajak kepada khalayak untuk menikmati dan
menjalankan isi yang terkandung didalamnya. Dalam konteks keilmuwan

18

dakwah yang digunakan Islam dengan metode kesenian adalah salah satunya
dengan menggunakan lagu-lagu shalawat rebana, nasyid, pop, dangdut dan lainlain. Mengapa dapat dikatakan sebagai media dakwah, karena syair yang
terpancar/digunakan bernilai/bermuatan dakwah, sehingga dapat dikatakan
bahwa seni bisa sebagai ajang untuk berdakwah.Perlu diperhatikan, sebagai
salah satu alternatif dalam penempatan seni sebagai media dakwah adalah, usaha
menelusuri jati diri atau kreatifitas seni Islam, dengan memadukan rasa, cipta,
dan karsa sebagai aspek budaya dengan jiwa Islam.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Menurut kelompok kami, berdasarkan makalah yang berjudul Pandangan Islam
tentang Seni dan Budaya dapat disimpulkan bahwa agama Islam mendukung
kesenian selama tidak melenceng dari nilai-nilai agama. Sebaliknya apabila seni itu
bertentangan dengan ajaran agama dilarang secera keras. Agama islam memandang
bahwa setiap orang diberi akal dan pikiran yang dapat menciptakan sebuah seni
untuk menyalurkan kreativitas dan bakatnyanya, namun hasil seninya harus sesuai
dengan aturan agama islam. Wujud dari seni yang banyak dijumpai dalam
masyarakat misalnya, memajang foto keluarga di dalam rumah. Hal ini menurut
islam tidak boleh, namun jika tujuannya tidak disembah, maka itu dibenarkan dan

19

juga harus ada keseimbangan di dalam rumah untuk membuka pintu rezeki,
misalnya di rumah sering digunakan untuk sholat, ngajir, dzikir, dan ibadah lainnya.
Kesenian membawa manfaat bagi manusia, memperindah hidup dan hiasannya
yang dibenarkan agama, mengabadikan nilai-nilai luhur dan menyucikannya, serta
mengembangkan serta memperhalus rasa keindahan dalam jiwa manusia, maka
sunnah Nabi mendukung, tidak menentangnya. Karena ketika itu ia telah menjadi
salah satu nikmat Allah yang dilimpahkan kepada manusia.
B. Saran
Menurut kelompok kami berdasarkan makalah yang berjudul Pandangan
Islam tentang Seni dan Budaya disarankan bahwa setiap umat beragam selalu
mempunya kebudayaan yang dianut oleh umatnya, begitu juga kebudayaan
islam. Sebagai seorang muslim hendaknya bisa menyaring dan memilah bahwa
kita harus melaksanakan kebudayaan yang sesuai dengan syariat islam,
sebaliknya jika bertentangan dengan syariaat islam maka wajib dihindari
misalnya yang mengandung unsur syirik. Islam selalu memiliki batasan-batasan
tertentu untuk mengatur umatnya agar tidak melenceng dari ajaran Islam. Seni
yang dikehendaki islam adalah seni yang bisa mendatangkan manfaat, bukan
mendatangkan

mudarat

seperti

menimbulkan

kemungkaran,

syirik,

menimbulkan syahwat, dan lain sebagainya.


Daftar Pustaka
Abed, Al jabiri Muhammad. 2000. Post Tradisionalisme Islam. Yogyakarta:
LKiS Yogyakarta
Basit, Abdul. 2008. Dakwah Antar Individu: Teori dan Aplikasi. Yogyakarta:
Centra Grafindo
Ridin, Sofyan dkk. 2000. Islamisasi di Jawa. Yogyakarta: Pustaka Belajar
Sholeh, Rosyad. 2010. Manajemen Dakwah Islam. Yogyakarta: Suara
Muhammadiyah
http://www.artikelsiana.com/2015/10/pengertian-seni-budayasecara-umum-arti.html?m=1

20

C. Pertanyaan, jawaban, tambahan setra sanggahan


Sesi 1
1. Revina Inka Pratiwi (141)
Bagaimana pendapat anda tentang slametan/kendurinya di punden ?
Jawaban Pemateri:
Perbuatan tersebut termasuk perbuatan haram, karena termasuk perbuatan
musrik, yaitu sama saja dengan menyekutukan Allah. Sehingga Allah tidak akan
mengampuni perbuatan yang demikian.
2. Fauzan Primahadi N (118)
Apa hukumnya memajang foto didalam rumah ?
Jawaban Pemateri:
Tergantung tujuannya selain tidak disembah itu diperbolehkan. Misalnya jika
memajang foto seperti (foto keluarga, piagam, foto kenangan) hanya bertujuan
untuk memenuhi estetika saja diperbolehkan. Namun jika itu bertujuan untuk di
sembah ya haram atau tidak diperbolehkan. Boleh dipasang didalam rumah
apabila di dalam rumah tersebut juga diseimbangkan dengan dibuat sholat setiap
hari.

21

Menambahkan :
1) Anindya Rizki R. (098)
Sebenarnya kalau didalam islam itu memajang foto dirumah itu tidak
boleh atau haram. Namun jika tujuannya hanya digunakan sebagai
kenang-kenangan atau foto keluarga tidak apa-apa karena sampai
sekarang masyarakat terlanjur melakukan itu. Namun kita harus tau jika
sebenarnya memasang foto (bernyawa)di rumah itu haram karena kita
kembali lagi ke prinsip islam.
Sesi 2
1. Endah Dwi Trisnawati (144)
Bagaimana hukumnya mengawetkan tubuh manusia seperti mumi ?
Jawaban Pemateri:
Sebenarnya didalam islam itu tidak boleh, karena wajib hukum nya orang yang
sudah meninggal untuk dikubur. Namun jika mengawetkan tubuh manusia itu
bertujuan untuk keperluan ilmiah, penelitian ilmiah seperti dalam kedokteran
tidak apa-apa karena untuk kepentingan mencari ilmu. Tapi alangkah baiknya
orang yang telah meninggal hendaknya harus segera di kebumikan menurut
dalam ajaran islam.
2. Jayanti Mandasari (143)
Bagaimana hukumnya memajang foto presiden dan lambang garuda Pancasila di
dalam rumah?
Jawaban pemateri:
Kembali ke prinsip islam, sebenarnya haram memajang foto yang natural
(bernyawa) didalam rumah. Karena Nabi Saw bersabda malaikat tidak akan
memasuki rumah ang didalamnya terdapat gambar-gambar bernyawa (manusia
dan hewan)dan patung(hadist riwayat muslim). Jika untuk lambang garuda
Pancasila diperbolehkan karena bentuk dan warna tidak seperti hewan garuda
aslinya. Atau monumen itu juga diperbolehkan karena tidak menyerupai asli
serta bentuknya yang biasanya lebih besar dari aslinya.
Menambahkan:
1) Muharrdian Prameswari Fiaji (108 )
Sebenarnya foto apapun kalau dipajang di dalam rumah tidak boleh. Tapi
kalau di pajang diluar rumah boleh-boleh saja. Karena kalau didalam
rumah foto itu ibarat seperti patung tidak boleh di tempatkan dirumah.
Karena banyak hal-hal negatif yang akan menempati foto dan patung itu.
2) Nur Komaria (110)

22

Setuju dengan pendapat fiaji, apabila memajang foto didalam ruangan


baik didalam rumah atau di sekolah itu diharamkan. Namun jika diluar
rumah dan luar seolah itu tidak apa-apa.
Menyanggah:
1) Sulastri Arisnawati Rahayu (109)
Kurang setuju dengan pendapat pemateri yang mengatakan haram
hukumnya memajang foto serta patung didalam rumah. Karena kalau
menurut saya tergantung sama tujuannya si pemilik rumah. Jika
memajang dan meletakkan foto maupun patung itu bertujuan untuk
disembah (musrik) jelas tu diharamkan, nah kalau memajang foto dan
patung itu hanya bertujuan untuk memenuhi estetika saja kenapa tidak
boleh.
2) Ai daniati ( )
Kurang setuju dengan pendapat pemateri, memang didalam rumah haram
jika memajang foto dan patung. Tapi bagaimana dengan seni keindahan
yang menghailkan seni seperti foto dan patung.
3) Nindi Riski Tantya A. (113)
kurang setuju dengan pendapat pemateri yang mengatakan monumen
diperbolehkan jika ditempatkan diluar rumah karena bentuknya yang
tidak menyerupai asli. Tapi bagaimana hukumnya dengan orang yang
membuat monumen tersebut.

23