Anda di halaman 1dari 3

TUGAS

ILMU GIZI DASAR

NAMA

: IFFAH SUARSI

NIM

: K21114005

JURUSAN

: ILMU GIZI

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT

UNIVERSITAS HASANUDDIN

PENTINGNYA MAKANAN BERGIZI PADA IBU MENYUSUI DAN


PENGARUHNYA TERHADAP ASI
Pemerintah saat ini telah meluncurkan program 1000 hari pertama kehidupan demi
pemenuhan masalah kekurangan gizi. 1000 hari pertama kehidupan ini maksudnya 270 hari
selama ada dalam kandungan dan 730 hari setelah dilahirkan. Untuk mendapatkan generasi
yang sehat dan cerdas tentu perlu pemenuhan gizi yang dimulai sejak dini, terutama gizi yang
didapatkan dari ibu ketika bayi berumur 0-6 bulan pertama saat dilahirkan. ASI ini sangat
penting karena inilah yang akan menentukan sehat tidaknya bayi dan terpenuhinya gizi yang
dibutuhkan melalui ASI yang diminum.
Bayi memiliki sifat plastisitas artinya bayi mudah menyesuaikan diri, penyesuaian ini
bisa berpengaruh dengan pengurangan jumlah sel dan pengecilan organ tubuh karena
terbatasnya asupan gizi. Pertumbuhan dan perkembangan bayi memerlukan asupan gizi yang
baik dari ibu, apa yang dikonsumsi oleh ibu pada masa menyusui makan itu pula yang akan
diminum oleh bayi melalui ASI jadi sangat penting bagi ibu untuk mengkonsumsi makanan
yang bergizi agar menghasilkan ASI yang bergizi pula bagi bayi.
Pada dasarnya tidak ada makanan khusus untuk ibu menyusui tapi pola makan yang
sehat yang harus diperhatikan oleh sang ibu. Ibu menyusui perlu memperbanyak cairan tubuh
dengan banyak minum air putih, susu, dan buah-buahan. Untuk lauk ibu menyusui sebaiknya
tidak mengkonsumsi ikan laut karena mengandung zat merkuri yang sangat tinggi, namun
ada juga yang baik untuk dikonsumsi seperti ikan salmon. Untuk pemenuhan kalsium
sebaiknya ibu menyusui minum produk susu yang rendah lemak, susu sarat dengan kalsium
yang akan membantu tulang bayi untuk berkembang. Sebagai ibu baru tentu ibu menyusui
perlu makanan yang bisa meningkatkan energi dengan makanan yang kaya akan zat besi
seperti daging tanpa lemak. Telur, sayuran hijau, dan buah juga sangat baik untuk ibu
menyusui.
Dengan memberikan ASI secara maksimal maka otomatis sang ibu mentransfer
imunitasnya kepada sang bayi, sehingga apabila ibu sehat maka bayi juga ikut sehat.
Pentingnya pemberian ASI harus mendapat perhatian dan dukungan dari lingkungan sekitar
dan mengurangi kebiasaan memberikan susu formula pada bayi. Karena meskipun ada susu
formula yang sering diandalkan sebagai pengganti ASI eksklusif itu tidak akan sebaik ASI,
ASI lebih memiliki fungsi meyeluruh pada bayi sedangkan susu formula hanya memacu pada
sebagian saja, susu formula tidak mengandung zat antibodi atau kekebalan tubuh, sel-sel
hidup, enzim dan hormon. Susu formula hanya mampu membuat bayi jadi gendut tapi bayi

tidak mendapatkan kandungan zat gizi yang dibutuhkan yang semuanya terdapat dalam ASI.
Jadi sangat jelas bahwa memberikan ASI eksklusif adalah hal yang tidak bisa digantikan.
Ibu menyusui juga harus memperhatikan beberapa hal agar ASI nya tetap sehat,
seperti menjauhi rokok, minuman berkafein, makanan pedas karena akan menggangu sistem
pencernaan bayi, makanan pemicu alergi, bawah putih juga sebaiknya dikurangi dikonsumsi
saat menyusui karena air susu akan bercampur dengan rasa bawah putih sehingga bayi tidak
akan minum karena rasanya yang aneh. Selain itu ibu menyusui juga sebaiknya menghindari
makanan cepat saji karena mengandung kalori yang tidak sehat, minuman bersoda, dan
membatasi makanan yang mengandung lemak jenuh, juga sebaiknya menghindari atau
mengurangi mengkonsumsi obat karena kandungan obat yang diminum juga akan bercampur
dengan ASI dan juga akan diminum bayi.