Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN

KAJIAN ON THE JOB LEARNING

PENINGKATAN KOPETENSI MENEJERIAL MELALUI PENGELOLAAN


SARANA DAN PRASARANA SEKOLAH

OLEH :
SUHARI,S.Pd I.

PESERTA DIKLAT
CALON KEPALA SEKOLAH
MAJLIS DIKDASMEN CABANG BABAT
2014

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------HALAMAN PENGESAHAN

LAPORAN HASIL KAJIAN


PENGELOLAAN SARANA DAN PRASARANA SEKOLAH

SUHARI,S.Pd I
Peserta Diklat
Calon Kepala Sekolah
Tahun 2014

Telah melakukan pengkajian


Pengelolaan Sarana dan Prasarana Sekolah
MI Muhammadiyah 01 Kebalandono

Kebalandono, 8 Pebruari 2014


Kepala MIM 01 Kebalandono

ALI ROFIQ.S/Pd
NBM

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Kata Pengantar
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT, Tuhan semesta alam dan segala isinya,
Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Shalawat dan salam senantiasa tercurah atas

junjungan Nabiyyullah Muhammad SAW. Berkat curahan rahmat dan kasih sayang Allah
SWT jualah, sehingga laporan akhir kegiatan On The Job Learning (OJL) pada Pendidikan
dan Pelatihan Calon Kepala Sekolah ini dapat diselesaikan dengan baik.
Dalam proses penyusunan hingga penyelesaian laporan ini, merupakan suatu
pengalaman dan pelajaran yang sangat berharga bagi penulis. Walau diakui terasa sangat
melelahkan, namun berkat bantuan, bimbingan, dan dorongan dari berbagai pihak,
khususnya Bapak dan Ibu pendamping Diklat, Alhamdulillah akhirnya laporan kegiatan OJL
ini selesai juga. Oleh karena itu, penulis merasa berkewajiban untuk menyampaikan ucapan
terima kasih yang tulus kepada Drs Wardani,M.Pd,Dede Rahardiman Yusuf,M.Pd,Basuki
M.Pd atas bimbingan dan arahannya.
Demikian pula ucapan terima kasih yang tak terhingga penulis haturkan kepada
Bapak Ali Rofiq,S.Pd selaku Kepala Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah 01 Kebalandono
yang telah banyak membantu, memberikan masukan dan bimbingan selama pelaksanaan
kegiatan OJL di MI Muhammadiyah 01 Kebalandono.
Tak terlupakan ucapan terima kasih penulis sampaikan pula kepada guru-guru dan
pegawai MI Muhammadiyah 01 Kebalandono yang telah banyak membantu memberikan
data dan informasi kepada penulis dalam melakukan kajian-kajian dan pelaksanaan rencana
tindak kepemimpinan calon kepala sekolah.
Terakhir, ucapan terima kasih yang tak terhingga penulis sampaikan kepada semua
teman peserta diklat calon kepala sekolah atas kerja sama yang terbangun selama ini mulai
dari awal seleksi sampai kegiatan OJL berakhir.
Kiranya laporan kegiatan OJL ini dapat bermanfaat, dan semoga segala bantuan,
pengorbanan dan dorongan yang diberikan oleh berbagai pihak, mendapat ganjaran dan
pahala dari Allah SWT, Amin.
Penulis,

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Daftar Isi

Halaman
Halaman Judul .......................................................................................................

Kata Pengantar ......................................................................................................

ii

Daftar Lampiran......................................................................................................

BAB I. PENDAHULUAN .......................................................................................

A.
B.
C.
D.

Rasional....................................................................................................

Tujuan ......................................................................................................

Sasaran ..................................................................................................

Hasil yang diharapkan...............................................................................

BAB II. LAPORAN PELAKSANAAN ISL -I...........................................................

A. Pelaksanaan ISL......................................................................................
B. Implementasi Kegiatan OJL....................................................................

3
3

BAB III. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI ..................................................


A. KESIMPULAN.. .......................................
B.

REKOMENDASI.....................................................................................

9
10

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

BAB I
PENDAHULUAN
A. RASIONAL
Keberhasilan program

pendidikan melalui

proses belajar

mengajar

sangat

dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satu di antaranya adalah tersedianya sarana dan
prasarana pendidikan yang memadai disertai pemanfaatan dan pengelolaan secara
optimal.Sarana dan Prasarana pendidikan merupakan salah satu sumber daya yang penting
dan utama dalam menunjang proses pembelajaran di sekolah. Kepala sekolah selaku
menejerial diharapkan dapat memberikan layanan secara profesional dalam bidang

perlengkapan atau fasilitas kerja bagi personel sekolah. Dengan pengadaan dan
pengelolaan sarana prasarana yang efektif dan efisien diharapkan dapat meningkatkan
efektivitas dan efisiensi kerja personel sekolah.
Berdasarkan Permendiknas Nomor 24 tahun 2007 untuk sekolah tingkatSD/MI
sekurang-kurangnya memiliki kelengkapan sarana dan prasarana sekolah berupa:
1. ruang kelas,
2. ruang perpustakaan,
3. laboratorium IPA,
4. ruang pimpinan,
5. ruang guru,
6. tempat beribadah,
7. ruang UKS,
8. jamban,
9. gudang,
10. ruang sirkulasi,
11. tempat bermain/berolahraga
Berdasarkan Permendiknas Nomor 24 tahun 2007 diatas, tempat bermain dan
berolah raga merupakan salah satu sarana yang seharusnya terpenuhi
yang berfungsi sebagai area bermain, berolahraga, pendidikan jasmani, upacara, dan
kegiatan ekstrakurikuler sehingga dapat tercipta suasana yang nyaman dan menyenangkan
bagi peserta didik.
Begitu juga dengan keberadaan gudang adalah merupakan salah satu prasarana
yang harus terpenuhi sesuai kreteria minimal sekolah tingkat dasar yaitu Luas minimum

gudang SD adalah 18 m2 . Gudang juga berfungsi sebagai tempat menyimpan


peralatan pembelajaran di luar kelas, tempat menyimpan sementara peralatan sekolah yang
tidak/belum berfungsi di satuan pendidikan, dan tempat menyimpan arsip sekolah yang
telah berusia lebih dari 5 tahun.
B. Tujuan
Tujuan kajian pengelolaan sarana prasarana adalah
1. Untuk mengetahui kebutuhan sarana prasarana yang segera dipenuhi dalam usaha
meningkatkan kegiatan pembelajaran
2. Untuk meningkatkan minat siswa untuk belajar di MI M uhammadoyah 01 Kebalandono
C. Sasaran

Berdasarkan hasil analisis dan observasi , maka sasaran yang ingin dicapai dalam tulisan
ini adalah pengembangan dimensi kompetensi manajerial kepala sekolah melalui
perencanaan pengadaan dan pengelolaan sarana dan prasarana sekolah.
D. Hasil yang diharapkan
Hasil yamg diharapkan oleh penulis adalah:
1. Perencanaan kebutuhan fasilitas(bangunan,peralatan,perabot,lahan infrastruktur)sekolah
sesuai dengan Permendiknas Nomor 24 tahun 2007 tentang standar sarana dan prasarana.
2. Pengelolaan pengadaan fasilitas sesuai dengan peraturan yang berlaku
3. Pengelolaan pemeliharaan fasilitas,baik perawatan preventif maupun perawatan fisik
terhadap fasilitas sekolah
4. Pengelolaan kegiatan inventaris sarana dan prasarana sekolah sesuai sistim pembukuan
yang berlaku
5. Pengelolaan dan penghapusan baranng inventaris sekolah yang terlaksana dengan baik

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

BAB II
LAPORAN PELAKSANAAN
A. Rencana Pelaksanaan In-Service Learning
1. Persiapan pelaksanaan pengkajian pengelolaan sarana dan prasarana
a. Menyusun instrument pengkajian pengelolaan sarana dan prasarana
b. Perencanaan instrumen kegiatan pengelolaan sarana dan prasarana melalui pendampingan
2. Pelaksanaan Pengkajian pengelolaan sarana dan prasarana
a. Pengkajian pengelolaan sarana dan prasarana
b. Pengisian instrument pengkajian pengelolaan sarana dan prasarana
c. Wawancara dengan Kepala Sekolah tentang pengelolaan sarana prasarana
d. Wawancara dengan guru-guru Tim pengembang sarana dan prasarana
e. Wawancara dengan masyarakat/komite sekolah
3. Hasil
Berdasarkan hasil kajian dan wawancara menunjukan bahwa

a. Sekolah sudah memiliki sarana dan prasarana untuk menunjang proses pembelajaran hanya
sebagian belum memadahi baik kualitas maupun kuantitas
b. Sekolah sudah memiliki saran prasarana yang meliputi lahan,ruang kelas,ruang
pimpinan,ruang pendidik,ruang TU,ruang perpustakaan tetapi gudang dan lapangan
bermain/olah raga belum memadahi
c. Proses perencanaan sarana dan prasarana yang berkaitan dengan perencanaan,prosedur
perencanaan dan pengadaan, sudah berjalan dengan baik walaupun belum sempurna
d. Pemeliharaan fasilitas dan bangunan sudah dilaksanakan secara rutin dan berkala
e. Inventarisasi sarana dan prasarana meliputi pengadministrasian barang klasifikasi dan kode
barang inventaris,serta pelaporan sudah baik tetapi belum tertib administrasinya
f. Penghapusan sarana dan prasarana dilaksanakan dengan pemusnahan barang-barang yang
rusak
4. Kendala
a. Teterbatasnya dokumen sekolah untuk proses pengkajian terhadap sarana dan prasarana
b. Kurangnya data-data yang dibutuhkan
c. Terbatasnya waktu pengamatan
d. Kurangnya pengetahuan penulis dalam membuat instrumen-instrumen yang relevan
B. IMPLEMENTASI KEGIATAN
A. Kondisi nyata sekolah
Berdasarkan

bukti

implementasikan Kinerja

dan

data-data

maka

selama

OJL

dapat

kami

MI Muhammadiyah 01 Kebalandono dilihat dari pencapaian

delapan standar pendidikan dapat diuraikan sebagai berikut:


1. Standar Isi
MI Muhammadiyah 01 Kebalandono

telah memiliki kurikulum sendiri yang

dikembangkan dengan menggunakan panduan yang disusun BSNP dengan mempertimbangkan karakter daerah, kebutuhan sosial masyarakat, kondisi budaya, usia peserta didik,
dan kebutuhan pembelajaran. Mata pelajaran Kemuhammadiyaan,bahasa daerah

dan

Bahasa Inggris adalah mata pelajaran muatan lokal sekolah yang merupakan kebutuhan
sosial masyarakat.
Kurikulum sekolah untuk kelas 1,2,dan 3 menggunakan pendekatan tematik
sedangkan untuk kelas 4,5,6 menggunakan bidang studi yang terdiri dari 5 mata pelajaran
umum dan 5 mata pelajaran agama serta tiga muatan lokal yaitu bahasa jawa,bahasa
inggris dan kemuhammadiyahan. Alokasi waktu mata pelajaran sudah sesuai dengan
ketentuan yaitu satu jam sama dengan 35 menit.Mata pelajaran yang di ujinasionalkan yaitu
Bahasa Indonesia, Matematika dan IPA. Jumlah jam pelajaran perminggu 32 jam pelajaran
per kelas,

Program pembelajaran remedial dan pengayaan bagi siswa belum berjalan secara
sistematis sebagaimana mestinya. Bagi siswa yang dinyatakan belum mencapai nilai
ketuntasan minimal dalam pencapaian kompetensi hanya diberikan kesempatan belajar
sendiri indikator-indikator kompetensi yang belum dikuasai untuk mempersiapkan diri dalam
mengikuti

ulangan

perbaikan.

Pembelajaran

remedial

dan

pengayaan

mestinya

dilaksanakan diluar jam pelajaran terjadual disore hari. Hal ini dilakukan untuk memastikan
tercapainya pelayanan kepada siswa yang memerlukan penjelasan ulang tentang
kompetensi yang belum dikuasai ataupun yang ingin dikembangkan.
Kegiatan ekstra kurikuler yang disediakan mengacu kepada kebutuhan pengembangan
pribadi siswa.

Programkegiatan

ekstra

kurikuler

yang

disediakan

diantaranya HW.BTA,TIK,PILDACIL
2. Standar Proses
Silabus yang dikembangkan oleh guru-guru berdasarkan Standar Isi (SI), Standar
Kompetensi Lulusan (SKL), dan panduan penyusunan KTSP. Kegiatan penyusunan dan
pengembangkan

silabus

dilakukan

secara

mandiri

ataupun

berkelompok

dalam

pertemuan KKGM ataupun KKM. Diakui bahwa silabus yang dikembangkan oleh guru-guru
belum sepenuhnya berasal dari hasil pemikiran sendiri namun sebahagian masih
mencontoh silabus dari sekolah-sekolah lain dengan beberapa perbaikan-perbaikan.
Kegiatan pembelajaran yang dirancang dalam silabus sudah membagi ke dalam
bentuk tatap muka (TM), penugasan terstruktur (PT) dan kegiatan mandiri tidak terstruktur
(KMTT).
Guru-guru memiliki rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang disusun
berdasarkan pada prinsip-prinsip perencanaan pembelajaran baik mata pelajaran muatan
nasional ataupun mata pelajaran muatan lokal. Seperti halnya dengan silabus, kegiatan
penyusunan RPP juga dilakukan oleh guru-guru secara mandiri ataupun berkelompok dalam
pertemuan KKG sekolah ataupun KKM. RPP yang disusun guru sebahagian masih mengcopy paste RPP sekolah lain dengan beberapa perubahan-perubahan. Namun tentu ada
juga beberapa guru yang telah menyusun RPP berdasarkan hasil pemikiran sendiri ataupun
kelompok dengan memperhatikan lingkungan sekolah atau siswa, nilai-nilai, dan normanorma yang ada dalam masyarakat .
Metode pembelajaran yang dirancang guru-guru dalam silabus dan RPP sebahagian
sudah menggunakan metode yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, kreatif, menantang
dan memotivasi siswa. Sebahagian guru masih ada yang menggunakan pembelajaran
konvensional dengan model pembelajaran langsung.
Keterbatasan

jumlah

buku

referensi

yang

dimiliki

sekolah

mengakibat-kan

terbatasnya sumber belajar dari buku. Buku-buku yang disediakan sekolah paling lama
bertahan satu atau dua tahun dimanfaatkan oleh siswa. Umur penggunaan buku-buku paket

yang singkat sangat terkait dengan kepribadian siswa yang senang merusak atau
menghilangkan buku-buku yang dipinjamkan.
Untuk meningkatkan mutu pelaksanaan proses pembelajaran di kelas, pengawas,
kepala MI Muhammadiyah 01 Kebalandono , wakil kepala sekolah dan guru senior yang
berkompeten, melakukan supervisi dan evaluasi proses pembelajaran. Hanya saja kegiatan
supervisi belum dilakukan secara berkala dan berkelanjutan.
3. Standar Kompetensi Lulusan
Perolehan rata-rata nilai ujian nasional tahun pelajaran 2010/2011, 2011/2012dan
tahun 2012/2013 untuk masing-masing mata pelajaran berturut-turut Bahasa Indonesia 6,47
dan 5,62,, Matematika 7,41 dan 8,24 serta IPA 7,81 dan 7,95.
Untuk mengembangkan nilai-nilai agama khusunya Islam dan budaya masyarakat,MI
Muhammadiyah 01 Kebalandono melaksanakan kegiatan Daarul Arqam setiap bulan
ramadhan bekerja sama dengan Pimpinan Ranting Muhammadiyah Kebalandono. Selain
itu, sekolah membudayakan saling memberi salam setiap bertemu, baik guru ataupun siswa.
4. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Jumlah

guru

yang

mencapai 9 orang

dan

tenaga

administrasi

sekolah

sebanyak 1 orang sudah memenuhi standar jumlah pendidik dan tenaga kependidikan
sekolah. Guru yang sudah berkualifikasi minimal S1 sebanyak 100% sedangkan pegawai
administrasi berkualifikasi D1.
Standar kompetensi

pendidik dan tenaga

kependidikan MI

Muhammadiyah

01

Kebalandono belum terukur karena belum ada hasil penilaian yang mengukur berapa tingkat
pencapaian kompetensi masing-masing.
5. Standar Sarana dan Prasarana
MI Muhammadiyah 01 Kebalandono memiliki lahan seluas 4415 m2 yang terdiri dari
lahan terbangun dan lahan terbuka. Status kepemilikan lahan merupakan milik sendiri yang
dilengkapi dengan bukti kepemilikan yang sah berupa akta dan sertifikat. Lokasi lahan
memenuhi kondisi keamanan karena terletak di dalam desa. Lahan juga dibatasi dengan
pembangunan pagar setinggi 1,5 meter.
Bangunan berupa gedung yang dimiliki berjumlah 1 unit berlantai 2 yang terdiri dari 6
ruang

kelas,1ruangkepalamadrasah,satu

ruang

guru

dan

satu

ruang

perpustakaan.Penghubung antara lantai satu dan dua dilengkapi dengan ruang sirkulasi
yang memudahkan untuk menjangkau setiap ruang.
Ruang

kelas

yang

digunakan

sebagai

tempat

proses

belajar

mengajar

sebanyak 6 ruang kelas dengan luas masing-masing berukuran 6 x 7 m2 per ruang kelas.
Setiap ruang kelas masing-masing memiliki satu black board, satu meja dan kursi guru,
masing-masing satu meja dan kursi untuk setiap siswa.
Ruang guru berukuran (6 7) m2 memuat 11 pasang meja dan kursi guru, 1 papan 1
lemari piala, white board, satu meja panjang dan 1 kursi untuk tempat pimpinan rapat

pertemuan, 1 set kursi dan meja tamu, 1 kamar kecil (WC), 2 rak buku, 1 lemari buku, 1
set sound system dan 1 buah jam dinding.
Ruang perpustakaan terdiri dari satu unit dengan luas masing-masing (6x7)
m2. Berada satu ruang dengan lap dan UKS.Jumlah buku teks pelajaran masih kurang dari
jumlah siswa.
Ruang kepala sekolah berukuran (24)m2 terdapat ,12 lemari buku, 1 pasang meja
dan kursi kepala sekolah, 1 set kursi tamu.
Sarana dan prasana sekolah lainnya adalah ruang tata usaha, UKS,jamban (WC)
siswa.
6. Standar Pengelolaan
Visi dan misi serta tujuan pendidikan MI Muhammadiyah 01 Kebaloandono sudah
disosialisasikan kepada warga sekolah, masyarakat ataupun pemangku kepentingan melalui
beberapa

cara

diantaranya

menuliskannya

ditembok

dinding

sekolah,dan

melalui

persuratan.
Rencana kerja sekolah (RKS), rencana kerja tahunan (RKT) ataupun rencana kerja
jangka menengah (RKJM) belum disosialisasikan kepada warga sekolah. Demikian pula
dengan rencana kegiatan dan anggaran sekolah (RKAS) belum disosialisasikan kepada
warga sekolah. Sekolah sudah pernah melakukan pengisian EDS sehingga RKAS yang
disusun masih sudah mengelompokkan ke dalam delapan standar.
Kegiatan supervisi belum dilaksanakan secara berkala dan berkelanjutan sehingga
masih sulit untuk mengukur dan menilai kinerja untuk melakukan perbaikan-perbaikan
terutama dalam peningkatan hasil belajar siswa.
Pengumpulan dan penggunaan data sudah menggunakan sistem informasi berbasis
ICT program office.
7. Standar Pembiayaan
MI Muhammadiyah 01 Kebalandono mempunyai RKAS yang disusun oleh kepala
sekolah, beberapa guru dan bendahara sekolah serta melibatkan secara langsung pihak
komite sekolah ataupun pemangku kepentingan yang relevan.
Sumber keuangan sekolah masih tergantung pada bantuan pemerintah berupa dana
BOS dan Donator tetap. Sekolah belum mampu untuk mencari sumber keuangan lain
misalnya dengan membangun kerja sama yang saling menguntungkan dengan dunia usaha
dan industri.
Penyusunan rencana keuangan sekolah sudah dilakukan secara transparan, efisien
dan

akuntabel.

Laporan

keuangan

sekolah ditujukan

kepada

pemerintah dan

komite sebagai pemberi dana.


8. Standar Penilaian Pendidikan
Sebagian guru mata pelajaran sudah menyusun perencanaan penilaian berdasarkan
standar kompetensi dan kompetensi dasar. KKM yang telah ditetapkan oleh masing-masing

guru mata pelajaran diinformasikan oleh sebagian guru kepada siswa diawal pertemuan
tatap muka dan sebagiannya menginformasikan KKM sebelum pelaksanaan setiap ulangan
harian.
Guru melaksanakan penilaian melalui pelaksanaan ulangan harian, ulangan tengah
semester, ulangan akhir semester, kenaikan kelas, ujian sekolah dan ujian nasional.
Penilaian melalui ulangan harian kadang tidak dilaksanakan berdasarkan rencana yang
telah dibuat oleh sebahagian guru.
Hasil penilaian sebahagian guru pada pelaksanaan ulangan harian ataupun tugastugas pekerjaan rumah ditambahkan informasi berupa komentar dan masukan untuk
perbaikan. Setiap guru menyampaikan hasil penilaian sikap dan akademik siswa kepada
kepala sekolah melalui wakil kepala sekolah urusan kurikulum.
Hasil penilaian dijadikan dasar bagi sebahagian guru sebagai koreksi untuk
melakukan perbaikan pembelajaran berikutnya.
B. Permasalahan yang Ditemukan di Lapangan
Berdasarkan hasil kajian,pengamatan langsung dan wawancara dengan berbagai pihak
maka dapat kami temukan beberapa permasalahan diantaranya
1. Lapangan olah raga/tempat bermain yang kurang memadahi
2. Belum adanya gudang tempat penyimpanan barang yang layak
3. kurang tersedianya data-data atau informasi yang penulis butuhkan.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

BAB III
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

A. Kesimpulan
Sarana dan prasarana mempunyai peranan yang penting dalam membantu
mengembangkan sekolah menjadi lebih maju dan berkualitas. Ketersediaan lapangan dan
tempat bermain merupakan komponen yang sangat berpengaruh dalam meningkatkan
keaktifan,kreatifitas dan kedisiplinan ,serta kenyamanan bagi peserta didik,begitu juga
dengan keberadaan gudang sangat dibutuhkan sebagai penyimpanan barang agar mudah
dalam penyimpanan dan perawatan.
Ketersediaan gudang dan lapangan atau tempat bermain merupakan modal sumber
daya yang harus dikelola secara optimal oleh kepala sekolah. Sebagai seorang manajer,
kepala sekolah harus mampu mengelola sarana prasarana yang tepat guna dalam
mendukung pencapaian tujuan sekolah yang sudah ditetapkan.
Keberadaan gedung MI Muhammadiyah 01 Kebalandono yang berada satu lokasi
dengan TK ABA menyebabkan terbatasnya lapangan bermain dan olah raga bagi peserta
didik MI Muhammadiyah 01 Kebalandono,kesemuanya itu dikarenakan halaman sekolah
sudah terpenuhi dengan alat bermain anak TK ABA,hal itulah yang menyebabakan sulitnya
guru dan siswa dalam melaksanakan pembelajaran diluar kelas terutama kegiatan olah raga
dan kegiatan-kegiatan lainnya. Begitu juga ketersediaan gudang di MI Muhammadiyah 01
Kebalandono yang kurang memenuhi syarat sehingga menyebabakan adanya fungsi ganda
pada perpustakaan yang diguanakan dsebagai perpustakaan dan penyimpanan barang
Dalam rangka melakukan peran dan fungsinya sebagai manajer, kepala sekolah
harus memiliki strategi yang tepat untuk mendayagunakan sarana dan prasarana melalui
kerjasama, memberi kesempatan kepada para guru untuk meningkatkan profesinya, dan
mendorong keterlibatan seluruh tenaga kependidikan dalam berbagai kegiatan yang
menunjang program sekolah.
Kepala sekolah harus mampu bekerja melalui pembantu-pembantunya (wakil-wakil),
serta berusaha untuk senantiasa mempertanggungjawabkan setiap tindakannya. Kepala
sekolah juga harus mampu menghadapi berbagai persoalan di sekolah, berfikir secara
analitik dan konseptual, dan harus senantiasa berusaha menjadi penengah dalam
memecahkan berbagai masalah yang dihadapi oleh guru dan tenaga kependidikan yang
menjadi bawahannya serta berusaha mengambil keputusan yang dapat memuaskan bagi
semua.
Sebagai manajer, kepala sekolah juga harus mampu mendorong keterlibatan seluruh
komponen sekolah dalam setiap kegiatan sekolah. Keterlibatan dan partisipasi aktif mereka
akan sangat menentukan keberhasilan pelaksanaan kegiatan-kegiatan sekolah.
B. Rekomendasi
Berdasarkan temuan-temuan dan kesimpulan di atas penulis merekomendasikan sebagai
berikut :

1.

Mengupayakan adanya lapangan olah raga atau tempat bermain bagi peserta didik melalui
beberapa cara diantaranya:
a. Mengadakan kerja sama dengan pihak lain untuk pemanfaatan lapangan olah raga
misalnya dengan pemerintahan Desa atau lainya
b. Mengadakan musyawarah dengan pimpinan ranting Muhammadiyah Kebalandono untuk
pengadaan lapangan olah raga dengan cara perolingan tanah wakaf.
c. Melakukan pendekatan dengan pemilik tanah yang berada di depan MI Muhammadiyah 01
Kebalandono yang masih berupa rawa,untuk ditukar dengan salah satu tanah wakaf milik
Pimpinan Ranting Muhammadiyah Kebalan dono.

2.

Mengupayakan satu ruangan untuk gudang apabila sudah ada kesepakatan untuk perolingan
tanah wakaf yang sebagian digunakan lapangan,sedangkan pembiayaan pembuatan
gudangnya dapat ditempuh dengan berbagai cara antara lain:
a. Membuat proposal yang ditujukan kepada instansi terkait.
b. Donatur dari alumni MI Muhammadiyah yang sudah berhasil
c. Swadaya warga Muhammadiyah Kebalandono

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

PENUTUP

Sarana dan prasarana merupakan sumber daya sekolah yang harus dikelola secara
optimal dalam hal pemanfaatan dan pemeliharaanya guna menunjang tercapainya tujuan
pendidikan yang diharapkan.
Sebagai peserta diklat calon kepala sekolah, melalui tugas mengkaji pengelolaan sarana
dan prasarana sekolah, saya telah memperoleh banyak tambahan ilmu dan
pengalaman. Semoga ilmu yang saya peroleh dapat bermanfaat untuk peningkatan mutu
pendidikan Indonesia di masa depan, Amin
Semoga artikel saya bermanfaat, terimakasih.