Anda di halaman 1dari 9

UJI TOKSISITAS INSEKTISIDA TERHADAP

IKAN NILA
(Oreochromis niloticus)
Perlakuan Aerasi

Kelompok 5 :

Imam Ali Sholihin

Agus Budi Setyawan

Susti Rahayu

(12816)

Carissa Paresky A.

(12981)

Praditha Novianingrum

( 13056)

Jenis Ikan Uji dan Bahan Aktif dari Pencemar


Ikan Nila
(Oreochromis niloticus)

Transfluthrin

Termasuk organisme bioindikator


Toleran terhadap fluktuasi suhu
dan oksigen terlarut
Berasal dari Mina Kepis
Ukuran Fingerling Fish

Nama lainnya adalah Benfluthrin


Termasuk golongan sythetic

Pyrethroid
Berbentuk kristal , berwarna pucat
Digunakan sebagai insektisida
serta bahan kimia laboratorium

Parameter

Parameter Fisik

26 - 28,25oC

Parameter Biologi

Parameter Kimia

Gerak Operkulum:

pH : 7-7,15

86-139 kali/menit

Escape Reflex:
1-5

Mortalitas tidak
ada

DO : 4,5-6,8 ppm

CO2 bebas :
1,5 10 ppm

Alkalinitas :
162,4 190 ppm

Mortalitas Ikan

0 ppm

Uji Toksisitas pada


Perlakuan Aerasi
Tidak ada ikan yang
mengalami kematian

0,4 ppm
0,6 ppm

0,8 ppm
1 ppm

Transfluthrin

0,2 ppm

LC50-96 Jam
MORTALITAS
1
y=0
R = #N/A

0,8

0,6
MORTALITAS
0,4

Linear
(MORTALITAS)

0,2
0
0

24

48

72

96

Grafik LC50-96 Jam

y=0

LC50-96 jam pada perlakuan aerasi tidak


dapat ditentukan

Kelebihan dan Kekurangan Perlakuan Aerasi

Ikan uji tidak kekurangan oksigen


Kualitas air terjaga

Sistem aerasi dapat menghilangkan


senyawa organik yang bersifat volatile

(menguap)
Sistem aerasi dapat mengurangi kandungan

konsentrasi zat terlarut

diatasi dengan
Penggunaan
tanaman air

Aerasi VS Non Aerasi

AERASI
Ikan uji tidak kekurangan oksigen
Kualitas air terjaga
Sistem aerasi dapat menghilangkan senyawa
organik yang bersifat volatile (menguap)
Sistem aerasi dapat mengurangi kandungan
konsentrasi zat terlarut

NON AERASI
Tidak mempengaruhi reaksi konsentrasi
bahan pencemar yang diberikan
Ikan uji kekurangan oksigen

diatasi dengan

Penggunaan
tanaman air

Toksisitas

Jenis Toksisitas

III U

Pyrethroid
Toksisitas Kronik

TERIMA KASIH