0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
622 tayangan22 halaman

Klasifikasi Tumbuhan dan Manfaatnya

Dokumen tersebut membahas tentang klasifikasi tumbuhan, dimulai dari pengertian klasifikasi, tujuan, dan manfaatnya. Kemudian membahas faktor yang mempengaruhi klasifikasi serta dasar-dasar klasifikasi tumbuhan menurut para ahli seperti Aristoteles dan Linnaeus, serta pembagian kingdom tumbuhan menjadi empat divisi yaitu tumbuhan lumut, ganggang, paku, dan biji-bijian.

Diunggah oleh

aduhpusing
Lisensi
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
622 tayangan22 halaman

Klasifikasi Tumbuhan dan Manfaatnya

Dokumen tersebut membahas tentang klasifikasi tumbuhan, dimulai dari pengertian klasifikasi, tujuan, dan manfaatnya. Kemudian membahas faktor yang mempengaruhi klasifikasi serta dasar-dasar klasifikasi tumbuhan menurut para ahli seperti Aristoteles dan Linnaeus, serta pembagian kingdom tumbuhan menjadi empat divisi yaitu tumbuhan lumut, ganggang, paku, dan biji-bijian.

Diunggah oleh

aduhpusing
Lisensi
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN
1.4 Latar Belakang
Alam semesta terdiri dari komponen biotik dan abiotik. Komponen biotik
(makhluk hidup) jumlahnya sangat banyak dan sangat beraneka ragam. Mulai dari
laut, dataran rendah, sampai di pegunungan, terdapat makhluk hidup yang jumlahnya
banyak dan sangat beraneka ragam. Karena jumlahnya banyak dan beraneka ragam,
maka kita akan mengalami kesulitan dalam mengenali dan mempelajari makhluk
hidup. Untuk mempermudah dalam mengenali dan mempelajari makhluk hidup maka
kita perlu cara. Cara untuk mempermudah kita dalam mengenali dan mempelajari
makhluk hidup disebut Sistem Klasifikasi (penggolongan/pengelompokan). Dalam
makalah ini kami akan membahas secara lebih mengkhusus pada klasifikasi
Tumbuhan mengingat kurangnya pengetahuan tentang bagaimana pengelompokanpengelompokan tentang tumbuhan mukin yang kita tahu bahwa semua tumbuhan itu
adalah pepohonan yang memiliki daun yang lebat dan batang yang kuat , pada hal
banyak hal yang belum kita ketahui tentang dunia tumbuhan (Plantae). Khususnya
sebagai calon guru kita juga harus mengetahui apa itu klasifikasi, manfaat klasifikasi,
tujuan, karena klasifikasi tidak hanya di gunakan dalam ilmu pengetahuan alam ,
dalam kehidupan sehari - haripun tanpa disadari kita telah melakukan klasifikasi,
misal pada saat mencuci alat-alat dapur, setelah mencuci kita menempatkan
piring,sendok, garpu, gelas, cangkir sesuai dengan tempat dan ukurannya masingmasing. Jadi untuk lebih jelasnya kami akan jelaskan dalam bab berikutnya.
1.5 Rumusan Masalah
1. Apa yang di maksut dengan Klasifikasi ?
2. Apakah tujuan dan manfaat klasifikasi ?
3. Apa sajakah yang mempengaruhi klasifikasi ?
4. Bagaimanakah dasar klasifikasi tumbuhan ?
1.6 Tujuan Masalah
1. Untuk mengatahui apa yang di maksut dengan klasifilasi.
2. Untuk mengatahui apa tujuan dan manfaat dari klasifikasi.
3. Untuk mengatahui apa saja yang mempengaruhi Klasifikasi.

4. Untuk mengatahui bagai mana dasar Klasifikasi tumbuhan.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Klasifikasi
Kegiatan mengelompokan mengelompokan makhluk hidup disebut
klasifikasi, dengan kata lain klasifikasi adalah pengelompokan aneka jenis hewan
atau

tumbuhan

kedalam

golongan/takson

melalui

keseragaman

dalam

keanekaragaman (gembong 2003).


2.2 Tujuan dan Manfaat Klasifikasi
Kalsifikasi bertujuan untuk mempermudah mengenal objek yang
beranekaragam dengan cara mencari persamaan dan perbedaan ciri serta sifat
pada objek tersebut. Klasifikasi berguna untuk menunjukan hubungan
kekerabatan diantara makhluk hidup. Keuntungan mengklasifikasikan makhluk
hidup adalah mempermudah dalam mencari keterangan tentang makhluk hidup
yang akan kita pelajari. Selain itu klasifikasi juga memudahkan dalam memberi
nama ilmiah kepada individu atau populasi individu (gembong 2003).
2.3 Faktor yang Mempegaruhi Klasifikasi
1. Subjektivitas, yaitu penafsiran seorang ilmuan dapat sangat berbeda pada
objek studi yang sama.
2. Dasar / kriteria klasifikasi yang digunakan.
3. Perkembangan Iptek.
4. Tingkat pengetahuan ilmuan yang melakukan klasifikasi.
5. Perbedaan tujuan klasifikasi.

2.4 Dasar Klasifikasi Tumbuhan


Kalsifikasi mahluk hidup di lakukan para ahli yaitu sebadai berikut.

1. Aristoteles, mengklasifikasikan makhluk hidup menjadi 2 yaitu dunia tumbuhan


(kingdom Plantae) dan dunia hewan (kingdom Animalia).
2.

Carolus Linnaeus, mengklasifikasikan makhluk hidup menjadi 2 yaitu Plantae


(tumbuhan) dan Animalia (hewan). Perbedaannya dengan Aristoteles adalah
Linnaeus dapat mengklasifikasikan makhluk hidup kemudian memberikan mana
ilmiah dengan system tatanama Binominal Nomenklatur,dan Carolus Linnaeus
adalah orang yang pertama kali meletakkan dasar klasifikasi, sehingga Carolus
Linnaeus disebut sebagai Bapak Taksonomi. Sehingga Ilmu yang mempelajari
tentang klasifikasi (pengelompokan/penggolongan) disebut Taksonomi. Sebelum
adanya klasifikasi menurut Linnaeus, banyak cara yang mula-mula dilakukan
oleh orang-orang untuk melakukan klasifikasi. Misalnya klasifikasi pada
tumbuhan berdasarkan hal-hal sebagai berikut.
I.

Berdasarkan bentuk dan ukurannya, tanaman digolongkan menjadi

II.

tanaman perdu, pohon, semak, dan rerumputan.


Berdasarkan manfaatnya, tanaman digolongkan menjadi tanaman

III.

pangan, obat obatan, sandang dan hias.


Berdasarkan lingkungan tempat hidupnya, tanaman digolongkan menjadi
tanaman kering (xerofit), tanaman air (hidrofit), dan tanaman lembab

IV.

(higrofit).
Berdasarkan cara hidupnya, tanaman digolongkan menjadi tanaman
saprofit,parasit,[Link] seperti diatas ternyata sangat sulit
sehingga sekarang lebih sering orang-orang menggunakan cara
klasifikasi makhluk hidup seperti yang telah dibuat oleh Carolus
Linnaeus.
Dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan di tahun 1960an dan

ditemukannya mikroskop elektron serta teknik biokimia untuk mengungkapkan


perbedaan secara selular (di tingkat sel) antara organisme yang satu dengan yang
lain, para ilmuwan tergerak untuk membuat klasifikasi baru. Pada tahun 1969,
R.H. Whittaker mengusulkan klasifikasi lima kingdom , dan ini disetujui oleh
sebagian besar biologiwan (gembong 2003).

Whittaker mengusulkan bahwa fungi (jamur) diklasifikasikan dalam


kingdom tersendiri dan terpisah dari kingdom tumbuhan. Alasan Whittaker
memisahkan fungi dari kingdom tumbuhan karena jamur tidak melakukan
fotosintesis dan menyerap makanan dan organisme lain. Selain itu fungi berbeda
dengan tumbuhan dalam hal komposisi dinding selnya , struktur tubuhnya dan
cara reproduksinya. dengan demikian terdapat 5 kingdom organisme , yaitu
Monera (bakteri dan cyanophyta), Protista (protozoa, kapang lendir), Fungi,
Plantae, dan Animalia. Menurut para ahli, ada sekitar 70.000 jenis jamur. salah
satunya adalah Myxomycetes atau jamur lendir. jamur ini menghabiskan
hidupnya sebagai organisme mirip amoeba yang disebut plasmodium. Makanan
jamur ini adalah bakteri dan protozoa, dan zat-zat organik yang dijumpainya.
Karena jamur ini dapat berpindah-pindah mencari makan jamur ini digolongkan
ke kingdom tersendiri yaitu kingdom fungi.
1. Tersusun atas sel-sel eukariotik
2. Bersifat autotof (membuat makanan sendiri
3. Tubuh melekat pada substrat menggunakan rizoid (akar).
4. Tubuh dapat dibedakan antara akar, batang, dan daun. Pada mulanya
beberapa ahli menggolongkan dunia tumbuhan (kingdom Plantae) kedalam
1.
2.
3.
4.
5.

lima divisio yaitu sebagai berikut.


Tumbuhan belah / Schizophyta.
Tumbuhan thalus / Thallophyta.
Tumbuhan lumut / Bryophyta.
Tumbuhan paku / Pteridophyta.
Tumbuhan biji / Spermatophyta.
Dengan melihat ciri - ciri kingdom plantae di atas maka klasifikasi

kingdom plantae di golongkan menjadi empat divisio yaitu sebagi berikut.


1. Tumbuhan lumut / Bryophyta.
2. Alga / Ganggang.
3.

Tumbuhan paku / Pteridophyta

4.

Tumbuhan biji / Spermatophyta.

1. Tumbuhan lumut / Bryophyta.

Lumut mempunyai bagian-bagian tubuh yang menyerupai akar, batang,


dan daun. Akar tetapi, bagian-bagian itu sebenarnya bukan akar, batang, dan
daun sejati. Bagian yang menyerupai akar disebut rizoid. Rizoid berupa benangbenang halus. Bagian ini berguna untuk menganbil air dan mineral. Tumbuhan
lumut mempunyai klorofil sehingga berwarna hijau. Lumut biasanya hidup di
tempat lembab yang tidak terkena cahaya secara langsung. Ada juga lumut yang
hidup di tempat kering dan juga di air. Lumut berkembang biak dengan spora dan
mengalami pergiliran keturunan (Tjitrosoepomo 2003).
Perkembangan vegetatif lumut dilakuakan dengan pembentukan spora.
Perkembangan generatif lumut dilakukan dengan pembentukan sel-sel kelamin
(gamet).Tumbuhan lumut dapat dapat disebut sporofit dan gametofit karena dapat
menghasilkan spora dan sel gamet. Apabila spora jatuh di tempat yang lembab,
spora akan tumbuh menjadi benang-benang yang halus dan berkuncup pada
beberapa tempat. Benang-benang itu disebut protonema. Selanjutnya protonema
tumbuh menjadi lumut yang bersifat gametofit (Anonymous 1987).
Berdasarkan bentuk tubuhnya, tumbuhan lumut debedakan menjadi
a.

dua kelas, yaitu lumut daun(Musci) dan lumut hati(Hepaticea).


Lumut Daun (Musci)
Lumut daun selalu tumbuh berkelompok di tempat-tempat yang lembab
atau tempat dengan sedikit air. Lumut daun mempunyai batang dan daun. Letak
daun tersusun teratur mengelilingi tangkainya seperti spiral. Contoh lumut daun
adalah Sphagnum dan Polytrichum.
b. Lumut Hati (Hepaticea)
Tubuh lumut hati terdiri atas lembaran yang ujung-ujungnya terbelah.
Lumut hati tumbuh di tempat-tempat basah atau di hutan yang terdapat di
pegunungan. Contoh lumut hati adalah Marchantia, Riccia, dan Pellia.
c. Lumut Tanduk (Anthoceratopsida)
Bentuk tubuhnya seperti lumut hati yaitu berupa talus, tetapi sporifitnya
berupa kapsul memanjang. Sel lumut tanduk hanya mempunyai satu kloroplas.
Hidup di tepi sungai, danau, atau sepanjang selokan. Reproduksi seperti lumut
hati. Contohnya Anthocerros.

2. Alga / Ganggang
Ganggang memiliki pigmen hijau daun yang disebut klorofil sehingga dapat
melakukan fotosintesis. Selain itu juga memiliki pigmen pigmen tambahan lain
yang dominan. Ganggang memiliki ukuran yang beraneka ragam ada yang
mikroskopis, bersel satu, berbentuk benang atau pita , atau bersel banyak
berbentuk

lembaran.

Dalam

perairan

ganggang

merupakan

penyusun

vitoplankton yang biasanya melayang-laying didalam air, tetapi juga dapat hidup
melekat didasar perairan disebut neustonik ( sufyan, hd.1996).
Ganggang yang bersifat bentik digolongkan lagi menjadi 4 bagian yaitu
sebagai berikut.
a. Epilitik ( hidup diatas batu).
b. Epipalik (melekat pada lumpur atau pasir).
c. Epipitik ( melekat pada tanaman ).
d. Epizoik ( melekat pada hewan).
Alga/ganggang di bedakan menjadi empat bagian yaitu sebagai
berikut.
A. Ganggang coklat (paeophiceae)
warna ganggang coklat disebabkan oleh pigmen coklat (pikosantin), yang
secara dominan menyelubungi warna hijau dari klorofil pada [Link]
coklat juga mengandung pigmen lainnya seperti klorofil a, klorofil c, violak
xantin, b-karioten, diadinoxcatin, dan fukosantin ( sufyan, hd.1996).
a. Ciri ciri talus
Ukuran talus mulai dari mikroskopis sampai dengan maksoskopis, ada yang
berbentuk tegak, bercabang, filament tidak bercabang, dan filament dasar.
Ganggang ini melalui kloroplas tunggal, ada beberapa yang berbentuk
lempengan discoid (cakram) dan ada pula yang seperti benang.
Mempunyai pirenoid yang terdapat didalam kloroplas.
Bagian dalam dinding selnya tersusun dari lapisan selulosa sedangkan bagian
luar tersusun dari gumi. Pada dinding sel dan ruang antar sel terdapat asam
alginate atau algin.

Merupakan jaringan transportasi air dan zat makanan yang analog dengan
jaringan tranzportasi pada tumbuhan darat.
b. Habitat
Ganggang coklat umumnya hidup di air laut, khusunya laut yang agak dingin dan
c.

sedang.
Cara hidup
Bersifat autotrof fotosintesis, terjadi dihelaian yang mempunyai daum. Gula yang

dihasilkan ditransportasikan ketangkai yang menyerupai batang.


d. Peranan ganggang coklat dalam kehidupan
Dimanfaatkan sebagai industry makanan atau farmasi, algin atau asam alginate
dari ganggang coklat digunakan dalam pembentukan eskrim, pembentukan pil,
salep, pembersih gigi, lotion dank rim, selain itu dapat dimanfaatkan untuk
kandungan nitrogen dan kaliumnya cukup tinggi, sedangkan kandungan
e.

folfornya rendah.
Reproduksi
Terjadi secara aseksual dengan pembentukan zoospore berflagella dan
fragmentasi, sedangkan reproduksi seksual terjadi secara ogami dan isogami.
Contoh ganggang coklat;
1. Focus serratus.
2. Makro cystis pyrefera.
3. Sargassum vulgare.
4. Turbinsaris decurrens.

B. Ganggang merah (Rodophyceae)


Ganggang merah berwarna merah sampai ungu, tetpai ada juga yang
lembayung atau pirang atau kemerahmerahan, chromatofora berbentuk cakram
atau lemabaran dan mengandung klorofil a, klorofil b dan karoteboid. Akan
tetapi, warna lain tertutup oleh warna merah fikoiretrin sebagai pigmen utama
yang mengadakan fluoresensi ( sufyan, hd.1996).
a. Ciri-Ciri talus
1. Bentuknya berupa helaian atau berbentuk seperti pohon.
2. Tidak berflagella.
3. Selnya terdiri dari komponen yang berlapis lapis.

4.

Mempunyai pigmen fotosintetik fikobilin, memiliki pirenoid yang terletak


didalam koroplas, pirenoid berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan atau
hasil asimilasi.
b. Cara hidup
Ganggang merah umumnya bersifat autotrof, ada juga yang heterotrof, yaitu

c.

yang tidak memiliki kromatofora dan biasanya parasit pada ganggang lain.
Habitat
Umumnya hidup di laut yang dalam dari pada tempat hidup ganggang coklat.

Hidup diperairan tawar.


d. Reproduksi
Bereproduksi secara seksual dengan pembentukan dua ateridium pada ujung
ujung cabang talus. Arteridium menghasilakn gamet jantang yang berupa
spermatium dan betinanya karpogamium terdapat pada ujung cabang lainnya.
Reproduksi aseksual terjadi dengan pembentukan tetraspora kemudian menjadi
gametania jantan dan gametania betina, akan membentuk satu karkospofrafit.
Karkosporafit akan menghasil tentranspora.
Contoh : anggota ganggang merah antara

lain:

porallina,

parmalia,

bateracospermum moniniformi, gelidium, gracilaria,eucheuma, dan skinaia


e.
f.

furkellata.
Peran ganggang merah pada kehidupan.
Manfaatnya antara lain sebagai bahan makanan dan [Link]
eucheuma spinosum , selain itu juga dipakai untuk mengeraskan atau
memadatkan media pertumbuhan bakteri.

C. Ganggang keemasan (Chrysophayceae)


Kelompok ini paling beragam dalam komposisi pigmennya, dinding
selnya, dan tipe flagella selnya. Dan mengandung klorofil a, klorofil c, karoten
dan xactofil ( sufyan, hd.1996).
a. Ciri talus
1. Bentuk dapat berupa batang, telapak tangan , dan bentuk bentuk campuran.
2.
Pada ganggang keemasan yang bersel satu ada yang memiliki dua flagella
jheterodinamik yaitu sebagai berikut:
Satu flagella memiliki tonjolan seperti rambut yang disebut mastigonema,
flagella seperti ini disebut pleuronematik.

Satu flagella lagi tidak mempunyai tonjolan seperti rambut disebut akronematik,
mengarah ke posterior.
Pada kloroplas pada ganggang jenis tertentu ditemukan pirenoid yang merupakan
tempat persediaan makanan.
b. Habitat
Habitatnya di air tawar atau air laut, tempattempat yang basah, dan merupakan
c.

anggota penyusun plankton.


Cara hidup
Ganggang keemasan hidup secara fotoautotrof, artinya dapat mensintesis

makanan sendiri dengan memiliki klorofil untuk berfotosintesis.


d. Reproduksi
Reproduksi aseksual dengan membentuk auksospora dan pembelahan diri.
e. Peranan ganggang keemasan dalam kehidupan
Berguna sebagai bahan penggosok, bahan pembuat isolasi, penyekat dinamit,
membuat saringan, bahan alat penyadap suara, bahan pembuat cat, pernis, dan
piringan hitam.
D.
a.
1.
2.

Ganggang hijau (chlorophyceae)


Ciri-ciri Talus
Ada yang bersatu dan bersel banyak (koloni )
Bentuk tubuh ada yang bulat, filament, lembaran, dan ada yang menyerupai

3.

tumbuahn tinggi, misalnya bryopsis.


Kloroplasnya beraneka bentuk dan ukurannya, ada yang seperti mangkok,

seperti busa, seperti jala, dan seperti bintan.


4. Pada pirenoid yang terdapat pada kloroplas gangganh hiaju motil dan pada sel
reproduktif yang bergerak terdapat stigma (bintik mata merah).
5. Pada sel yang dapat bergerak terdepat vakuola kontraktil didalam sitoplasmanya,
6.

vakuola ini berfungsi sebagai alat osmoregulasi.


Inti ganggang ini memiliki membrane, sehingga bentuknya tetap, disebut

eukarion.
7. Pada ganggang hijau yang bergerak terdapat dua flagella yang sama panjang,
macamnya adalah stikonematik, pantonematik, dan pantokronematik.
b. Habitat
Habitat ganggang ini diair tawar, air laut, tanah tanah yang basah , ada pula
yang hidup di tempat-tempat kering.
c.

Cara Hidup

Ganggang hiaju hidup secara autotrof. Namun ada pula yang bersimbiosis
dengan organisme lain, mislanya dengan jamur membentuk lumut kerak.
d. Reproduksi
Reproduksi aseksual terjadi dengan pembentukan zoospore, yaitu spora yang
dapat bergerak atau berpindah tempat. Reproduksi aseksualnya berlangsung
secara
Contoh:

[Link]
bebrapa

jenis

konjugasi

berupa

alga

antara

hijau,

suatu
lain

zigospora

[Link],

chalamidomonas, vulva dan stigeoslonium.


3. Tumbuhan paku / Pteridophyta
Tumbuhan paku merupakan tumbuhan berkormus dan berpembuluh yang
paling sederhana. Terdapat lapisan pelindung sel (jaket steril) di sekeliling organ
reproduksi, sistem transpor internal, hidup di tempat yang lembap. Akar serabut
berupa rizoma, ujung akar dilindungi kaliptra. Sel-sel akar membentuk
epidermis, korteks,silem dan floem (fauzi 1998).
Batang tumbuhan paku tidak tampak karena terdapat di dalam tanah
berupa rimpang, sangat pendek, ada juga yang dapat mencapai 5 meter seperti
pada paku pohon atau paku tiang. Daun ketika masih muda melingkar dan
menggulung. Beradasarkan bentuk dan ukurandan susunannya daun tumbuhan
paku dibedakan menjadi mikrofil dan makrofil. Mikrofil bentuk kecil atau
bersisik, tidak bertangkai, tidak bertulang daun, belum memperlihatkan
diferensiasi sel. Makrofil daun besar, bertangkai, bertulang daun, bercabangcabang, sel telah terdiferensiasi. Berdasarkan fungsinya daun tumbuhan paku
dibedakan menjadi tropofil dan sporofil. Tropofil merupakan daun yang khusus
untuk asimilasi atau fotosintesi (fauzi 1998).
Tumbuhan paku bereproduksi secara aseksual (vegetatif) dengan stolon
yang menghasilkan gemma (tunas).Gemma adalah anakan pada tulang daun atau
kaki daun yang mengandung spora. Reproduksi seksual (generatif) melalui
pembentukan sel kelamin jantan/spermatozoid (gametangium jantan/anteridium)
dan sel kelamin betina/ovum (gametangium betina/arkegonium). Seperti pada
lumut tumbuhan paku juga mengalami pergiliran keturunan/metagenesis.

Metagenesis tersebut dibedakan antara paku homospora dan heterospora


(fauzi 1998).

Tumbuhan paku dibedakan menjadi empat kelompok yaitu sebagai


berikut.
I.

Psilotophytase
Psilotophyta mempunyai dua genera (ex Psilotum sp). Psilotum sp tersebar luas
di daerah tropik dan subtropik, mempunyai ranting dikotom, tidak memiliki akar dan
daun, pengganti akar berupa rizoma diselubungi rambut-rambut yang dikenal rizoid.

II. Lycophyta
Lycophyta contohnya Lycopodium sp dan Selaginella sp. Lycopodium sp
sporanya dalam sporofit daun khusus untuk reproduksi dan dapat bertahan dalam
tanah selama 9 tahun, dapat menghasilkan spora tunggal yang berkembang menjadi
gametofit biseksual (memiliki baik organ jantan dan betina), jenis homospora.
Selaginella sp merupakan tanaman heterospora, menghasilkan dua jenis spora
(megaspora/gamet betina dan mikrospora/gamet jantan (fauzi 1998).
III. Sphenophyta
Sphenophyta sering disebut paku ekor kuda, bersifat homospora, mempunyai
akar; batang; daun sejati, batangnya keras karena dinding sel mengandung silika.
Contohnya Equisetum debile (paku ekor kuda) (fauzi 1998).
IV. Pterophyta
Pterophyta (paku sejati) umumnya tumbuh di darat pada daerah tropis dan
subtropis. Daunnya besar, daun muda menggulung. Sporangium terdapat pada
sporofil (daun penghasil spora). Contohnya: Adiantum cuncatum (paku suplir untuk
hiasan), Marsilea crenata (semanggi untuk sayuran), Asplenium nidus (paku sarang
burung) (fauzi 1998).

4. Tumbuhan biji / Spermatophyta


a. Tumbuhan Biji Terbuka (Gymnospermae)
Gymnospermae atau tumbuhan biji terbuka adalah tumbuhan biji yang
bijinya tidak tertdapat dalam buah., tetapi bijinya terletak di daun buah sehingga
bijinya tampak dari luar. Daun buah adalah daun biasa yang berubah bentuk dan
fungsinya, yaitu bentuknya memanjang dan tepinya berlekuk-lekuk. Di tempat
lekukannya terdapat bakal biji. Karena bakal bijinya tidak diliputi daun buah
(Anonymous 1989).
b. Tumbuhan Biji Tertutup (Angiospermae)
Tumbuhan biji tertutup (Angiospermae) adalah tumbuhan biji yang letak
bijinya tertutup oleh daun buah. Angiospermae sudah memiliki organ yang
berkembang sempurna sehingga dianggap sebagai golongan tumbuhan dengan tingkat
perkembangan evolusi tinggi, dan angiospermae merupakan tumbuhan berbunga
sejati (Anonymous 1989).
Tumbuhan biji tertutup (Angiospermae) mempunyai cirri-ciri sebagai berikut.
1. Akar
Angiospermae mempunyai system perakaran tunggang dan serabut. Jaringan
pengangkutnya terdiri atas floem dan xylem.
2. Batang
Batang tumbuhan biji tertutup berbentuk pohon, perdu, dan semak. Batang sebagai
pendukung ranting, daun, buah, dan bunga. Pada batang terdapat jaringan pengangkut
berupa xylem dan floem. Pembuluh xylem berfungsi untuk mengangkut air dan
garam mineral dari akar menuju daun, sedangkan pembuluh floem berfungsi untuk
mengangkut zat makanan hasil fotosintesis
3. Daun
4. Bunga
Pada Angiospermae bunga merupakan alat perkembangbiakan seksual. Bunga
berdasar kelengkapan bagian bunga (kelopak, mahkota, dan kelamin bunga)
dibedakan menjadi bunga lengkap dan bunga tidak lengkap. Bunga lengkap adalah
bunga yang memiliki kelopak, mahkota dan alat kelamin secara lengkap. Kalau tidak
ada salah satunya bagian disebut bunga tidak lengkap. Berdasarkan ada tidaknya alat
kelamin (benang sari dan putik), bunga dibedakan menjadi bunga sempurna dan
bunga tidak sempurna. Bunga sempurna adalah bunga yang mempunyai benang sari
dan putik dalam satu bunga, sedangkan bunga tidak sempurna hanya memiliki salah
satu alat kelamin.

Berdasarkan keping bijinya (kotiledon), tumbuhan Angiospermae


dibedakan menjadi dua, yaitu Dicotyledoneae (dikotil), yaitu tumbuhan yang bijinya
mempunyai dua kotiledon dan monocotyledoneae (monokotil) yaitu sebagai berikut.
1.

Monokotil adalah tumbuhan yang hanya mempunyai satu kotiledon. Tumbuhan


monokotil pada saat berkecambah bijinya tidak membelah karena hanya mempunyai
satu keeping biji (holifa 2003).

2. Dikotil adalah tumbuhan yang mempunyai dua kotiledon (holifa 2003).


Pada saat biji tumbuhan dikotil berkecambah mempunyai ciri-ciri sebagai
berikut.
a.
b.
c.
d.

Biji berkeping dua.


Dua daun lembaga terangkat keatas.
Akar tunggang.
Tulang daun menjari.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Keanekaragaman spesies makhluk sangat bervariasi untuk mempelajari
begitu banyak dan begitu beragamnya makhluk hidup bukanlah hal yang mudah
.Klasifikasi membantu setiap orang dalam mengenal dan mempelajari organisme
melalui dasar / kriteria dan hubungan kekerabatan antar organisme. Setiap orang
dapat melakukan klasifikasi pada makhluk hidup tetapi untuk melakukan klasifikasi
yang benar harus memenuhi dasar-sdasar klasifikasi yang sudah ada.
3.2 Saran
Bagi para pembaca untuk mengenal makhluk hidup secara benar kita harus
melakukanklasifikasi.

DAFTAR PUSTAKA
Tjitrosoepomo, Gembong. 2003. Taksonomi Tumbuhan. Yogyakarta : Gadjah Mada
University.
[Link] tentang [Link] indonesia
sufyan, hd. 1996. penelitian ganggan. Malang : balai pustaka
sofi, cholifah. 2003. penelitian tanaman hias. Jakarta : gramedia

MAKALAH HEWAN

DI Susun Oleh :
Budi Widarto

SMA N 1 DARMA
2016

MAKALAH TUMBUHAN

DI Susun Oleh :
Nijar Najarudin

SMA N 1 DARMA
2016

Anda mungkin juga menyukai