Anda di halaman 1dari 5

PENGUKURAN KANDUNGAN GAS DALAM LAPISAN BATUBARA DI

WILAYAH EKSPLORASI PKP2B DI PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

1. Pendahuluan
a. Latar Belakang
b. Maksud dan Tujuan
c. Lokasi Daerah Penyelidikan
d. Demografi Iklim dan Tatat Guna Lahan
e. Personil dan Jadwal Penyelidikan
f. Metode Penyelidikan
2. Geologi Regional
a. Stratigrafi
b. Struktur Geologi
c. Indikasi Kandungan Gas Batubara
3. Hasil Penyelidikan
a. Kandungan Gas Batubara
b. Metode Penyelidikan
c. Pengumpulan Data Sekunder
d. Pengambilan Sampel dan Laboratorium
e. Alat-Alat Yang Digunakan
f. Pengukuran Kandungan Gas di Lapangan
g. Pembahasan Hasil Penyelidikan
h. Potensi, Prospek, Pemanfaatan dan Pengembangan
4. Kesimpulan
5. Daftar Pustaka

PENGUKURAN KANDUNGAN GAS DALAM LAPISAN BATUBARA DI


WILAYAH EKSPLORASI PKP2B DI PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Batubara adalah sumber daya alam yang sudah tidak asing lagi di dunia industri. Di
indonesia, metode penambangan terbuka banyak dipakai dalam mengolah atau menambang
batubara. Namun, di masa sekarang ini bahkan di masa yang akan datang dunia industri akan
semakin sulit karena letak batubara yang sudah semakin dalam dibawah permukaan dan akan
membuat tidak ekonomisnya proses penambangan.
Perusahaan-perusahaan batubara yang tercakup dalam PKP2B telah melakukan
eksplorasi untuk perencanaan tambang bawah tanah. Sejalan dengan pekerjaan tersebut Pusat
Sumber Daya Geologi bermaksud akan melakukan pencontohan batubara dengan Tabung
Canister untuk dilakukan pengujian/pengukuran kandungan gas dalam lapisan batubara tersebut.
Pencontohan batubara hanya dilakukan pada perusahaan PKP2B yang sedang berjalan eksplorasi
pemboran, dimana pihak Pusat Sumber Daya Geologi hanya melakukan pencontohan batubara
dengan tabung Canister pada lapisan batubara yang dihasilkan dari coring pemboran. Untuk
analisa kandungan gas dan komposisi gas akan dilakukan oleh laboratorium Pusat Sumber Daya
Geologi maupun laboratorium rujukan lainnya yang berkompetensi untuk memeriksa kandungan
gas dalam batubara. Program tersebut baru dilaksanakan di daerah kerja perusahaan PKP2B yang
sedang eksplorasi pemboran untuk tambang dalam di wilayah Provinsi Kalimantan Timur.
Maksud dan Tujuan
Pada proses pengukuran kandungan gas di dalam batubara dimaksudkan untuk
mengetahui potensi gas yang ada dilapisan batubara serta untuk mengetahui dampak lain seperti
resiko emisi gas yang akan dihasilkan yang nantinya kemudian akan meminimalisir bahayabahaya tersebut.
Lokasi Penyelidikan
Wilayah PKP2B di Provinsi Kalimantan Timur. Secara geografis wilayah pemboran dalam
batubara pada pengukuran kandungan gas dibatasi dengan koordinat 116O 50 00 117O 05
00 Bujur Timur dan 0O 20 00 0O 35 00 Lintang Selatan. Kemudian lokasi titik bor
terletak + 18 km di sebelah barat dari Sungai Mahakam dimana tepatnya berada pada Desa Loa
Ipuh Darat, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Demografi Iklim dan Tata Guna Lahan


Penduduk asli dan pendatang Kalimantan yang menduduki wilayah ini, dimana
meliputi suku Dayak, Banjar, Bugis, Jawa, Madura dan Sunda. Iklim di wilayah ini tropis dengan
suhu antara 22O 33O
Personil dan Jadwal Penyelidikan
Meliputi Geologist, Surveyor serta Preparator dimana dilaksanakan pada bulan
September sampai November.
Metode Penyelidikan
Metode dimulai dengan pengumpulan data, pengukuran kandungan gas serta pengambilan
sampel.
GEOLOGI REGIONAL
Stratigrafi
Daerah telitian yang berada dicekungan kutai memiliki beberapa formasi dimulai dari yang
paling tua yaitu Formasi Mangkupa, Formasi Tabalar, Formasi Kedango, Formasi Lembak,
Formasi Maau, Formasi Aemaluan, Formasi Bebuluh, Formasi Pulaubalang, Formai Maluwi,
Formasi Tendehhantu, Formasi Menumbar, Formasi Balikpapan, Formasi Kampung Baru,
Formasi Golok dan yang paling muda Endapan Alluvium.
Struktur Geologi
Struktur geologi yang mempengaruhi daerah telitian sangat sederhana, mulai danya perlipatan
berupa sinklin dan sntiklin yang membentuk leter S serta memiliki arah utama yaitu utaraselatan.
Indikasi Kandungan Gas Batubara
Kegunaan terpenting dalam mengetahui akan kandungan gas dalam seam batuara salah satunya
adalah mengetahui akan adanya kandungan gas dalam batubara, yang dapat membahayakan bagi
keselamatan tambang. Dan hal ini merupakan point tersendiri yang harus diketahui agar
keselamatan tambang akan terjamin, oleh karena ada sebagian unsur kandungan gas yang sangat
sensisitif terhadap kecenderungan terjadinya ledakan atau kebakaran tambang, khususnya pada
perencanaan eksplorasi tambang bawah tanah (underground).

HASIL PENYELIDIKAN
Kandungan Gas Batubara
Pada cekungan kutai ini, formasi pembawa batubara adalah formasi pulaubalang dan formasi
Balikpapan. Dimana kedua formasi ini memiliki kandungan endapan batubara yang baik,
sedangkan formasi lainnya kandungan batubaranya tidak berkembang dengan baik.
Metode Penyelidikan
Pelaksanaan penyelidikan data lapangan terdiri atas: pengumpulan data sekunder dan
pengambilan sampel pada lokasi titik bor.
Pengumpulan Data Sekunder
Metode penyelidikan data lapangan atas pengumpulan data sekunder dimulai dari studi literature
laporan terdahulu mengenai rencana kegiatan perusahaaan. Kemudian mencari informasi tentang
perusahaan yang sedang melakukan eksplorasi pemboran.
Pengambilan Sampel dan Laboratorium
Metode penyelidikan atas pengambilan sampel dimulai dari pengambilan contoh batubara
dengan canister pada waktu yang telah ditentukan dimana jumlah sampel yang diambil pada
tabung canister tergantung dari kondisi saat di lapangan. Kemudian memploting lokasi
pengeboran dan melakukan perekaman kegiatan. Selanjutnya mengambil data di lapangan,
mengambil contoh untuk analisa kandungan gas dan analisa kegiatan lainnya seperti untuk di
laboratorium, setelah data keluar barulah melakukan pembuatan laporan analisa kandungan gas..
Alat-Alat yang Digunakan
Adapun alat-alat yang digunakan, sebagai berikut:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Kompas Geologi (Brunton)


Palu Geologi (Estwing)
GPS (Satelit)
Loupe (16 X)
Altimeter
Stopwatch
Roll Meter

8. Kamera Digital
9. Tali Ukur (25m)
10. Pengukur Temperatur (probe/sensor) Canister
11. Pengukuran Temperatur (probe/sensor) Canister
12. Pengukur Atmosfer (Barometer)
13. Tabung Canister (panjang 30cm; jumlah 10 buah)
14. Tabung Pengukur Gas

Pengukuran Kandungan Gas di Lapangan


Pengukuran kandungan gas di lapangan diawali dengan pengambilan contoh sampel pada seam
batubara yang kenudian dimasukkan ke dalam tabung canister, kemudian dilakukan pengukuran
langsung di lapangan menggunakan gelas ukur. Dari hasil pembacaan gelas ukur, akan
didapatkan jumlah kandungan gas secara periodic dengan interval 15 menit sampai kandungan

gas habis dan tidak mengeluarkan gas lagi. Ada tiga aspek pengukuran kandungan gas, yakni
jumlah hilangnya gas (Q1), pengukuran gas (Q2) dan gas sisa (Q3). Untuk Q1 diperoleh dari
hasil interpretasi grafis pengukuran Q2, Q2 merupakan hasil dari pengukuran langsung didalam
tabung canister, dan Q3 merupakan hasil dari jumlah kandungan gas sisa hasil dari pengukuran
laboratorium setelah tabung cansiter di masukkan ke dalam analisa laboratorium dan bersamaan
dengan pengukuran gas sisa, dilakukan pula analisa gas komposisi untuk mengetahui prosen
komposisi satuan dari masing-masing sampel seambatubara yang telah dimasukkan di dalam
tabung canister. Hasil dari pengukuran kandungan gas dapat dilihat secara tabulasi pada tabel
pada lembar terakhir.
Pembahasan Hasil Penyelidikan
kandungan gas (Q2) terbesar terletak pada seam C di kedalaman 96.05-96.45 m sebesar 100 cc.
ketebalan seam yang berada di bawah relatif tipis, sehingga akumulasi gas terbanyak berada pada
seam yang lebih tebal, yaitu seam yang berada di kedalaman sekitar 60 100 meter seam atas.
Pada kisaran kedalaman 100 300 meter didapatkan kandungan gas yang secara gradasi
menurun.
Kesimpulan
Semakin baik kualitas suatu batubara, maka semakin besar pula gas metana yang terdapat di
dalamnya, sedangkan hal ini berbanding terbalik dengan permeabilitasnya. Semakin tinggi
peringkat suatu batubara maka semakin sedikit cleat yang bisa dijumpai di dalamnya yang
artinya permeabilitas dari batubara tersebut adalah buruk dan tidak baik sebagai untuk dijadikan
sebagai media transport gas metana dalam suatu system .
coal bed methane
Daftar Pustaka
Cahyono, B., E. 2006. PENGUKURAN KANDUNGAN GAS DALAM LAPISAN
BATUBARA DI WILAYAH EKSPLORASI PKP2B DI PROVINSI KALIMANTAN
TIMUR.